Peramalan Kebutuhan Listrik
Dengan
Model Harvey
Oleh:
Leny Setyaning B. (1306100006)
Pembimbing:
Jumlah Penduduk Meningkat Kebutuhan Barang Meningkat Produksi meningkat Kebutuhan Listrik Meningkat Supply < Demand Pemadaman Listrik Pelanggan Rugi Peramalan Kebutuhan Listrik PLN
Latar Belakang
Penelitian Terdahulu
Zaid dan Pat (2005), membandingkan model logistik dan model Harvey untuk
kebutuhan listrik tiap-tiap sektor pelanggan dan total di New Zealand.
model Harvey adalah model yang
paling sesuai untuk kebutuhan
listrik di New Zealand.
Bagaimana di Indonesia
(Jakarta dan Banten)
Permasalahan dan Tujuan
Permasalahan
Tujuan
Bagaimana estimasi parameter,
model
dan
peramalan
kebutuhan listrik dengan model
Logistik Harvey dan model
Harvey.
Serta
perbandingan
hasil peramalan dengan PT. PLN
Menentukan
estimasi
parameter,
model
dan
peramalan
kebutuhan
listrik
dengan model Logistik Harvey
dan
model
Harvey.
Serta
perbandingan hasil peramalan
dengan PT. PLN
Manfaat dan Batasan Masalah
Batasan Masalah:
- Model yang digunakan dalam peramalan kebutuhan
listrik ada-lah model Logistik Harvey dan model
Harvey.
- Metode estimasi parameter yang digunakan pada
penelitian ini adalah Least Square Estimation.
Manfaat:
- Hasil diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak
yang terkait dengan pemakaian listrik.
- Bagi PT. PLN adalah dapat meramalkan kebutuhan listrik, sehingga
pem-bangkitan dan distribusi listrik dapat sesuai dengan permintaan
pelanggan.
Model Harvey
Model oleh
Harvey
Model Logistik
Harvey
Model Harvey
(Harvey, 1984)
Perumusan Model Logistik Harvey
Fungsi Logistik konsumsi energi listrik (f(t))
:
Dengan, :
Model Logistik Harvey
:atau dapat ditulis
:Peramalan Logistik Harvey
:(Mohammed & Bodger, 2005)
− = α βγ δ ln T t e t f t ≤ ≤ + = , 1 1 ) ( γ β α t t f dt t df = +δ +γ ) ( ln 2 ) ( ln T t t Y yt 2ln t , 2,..., ln = −1 +
δ
+γ
+ε
= t t t t Y y =δ +γ +ε − 2 1 ln )) ( ( 2 1 1 h t h t h t h tY
Y
e
Y
+=
+ −+
+ + δ+γ +Perumusan Model Harvey
Fungsi modifikasi eksponensial konsumsi
energi listrik, (f(t)) :
Model Harvey
:Peramalan Harvey
:(Mohammed & Bodger, 2005)
m t
e
t
f
(
)
=
α
(
1
+
β
γ)
t t tY
t
y
=
ρ
ln
−1+
δ
+
γ
+
ε
ln
)) ( ( 1 1 h t h t h t h tY
Y
e
Y
+=
+ −+
+ρ − δ+γ +Least Square Estimation
Regresi Linier sederhana
Bentuk Umum :
Penyelesaian :
dan
Dimana
dan
(Montgomery & Peck, 1992)
n
i
x
y
i=
β
0+
β
1 i+
ε
i,
=
1
,
2
,
...,
x
y
1 0β
β
=
−
n x x n x y x y n i i n i i n i n i i n i i i i 2 1 1 2 1 1 1 1 ∑ − − = = = = = =∑
∑
∑
∑
β∑
= = n i i y n y 1 1∑
= = n i i x n x 1 1Least Square Estimation
Regresi Linier Berganda
Bentuk Umum :
Penyelesaian :
(Montgomery & Peck, 1992)
Notasi matriks :
y
= X
β
+
ε
dimana
= = = = n k nk n k k n x x x x x x x x x X y y y y ε ε ε ε β β β β 2 1 1 0 2 1 2 22 21 1 12 11 2 1 , , 1 1 1 ,n
i
x
x
x
x
y
i k j ij j i ik k i i i,...,
2
,
1
,
...
1 0 2 2 1 1 0=
+
+
=
+
+
+
+
+
=
∑
=ε
β
β
ε
β
β
β
β
Solusi :
(
X
'
X
)
−1X
'
y
=
β
Uji Kebaikan Model Regresi
1.Analisis Koefisien determinasi
2.Uji Residual (asumsi IIDN)
3.Uji Hipotesa
)
(
R
2Kebutuhan Energi Listrik
Di era globalisasi ini kebutuhan akan energi listrik telah
menjadi kebutuhan primer bagi setiap manusia. Tanpa
adanya energi listrik tidak dapat dibayangkan bagaimana
kehidupan manusia di masa kini dan mendatang. Hampir
semua kegiatan manusia membutuhkan energi listrik.
Mulai
dari
kegiatan
perkantoran,
pertokoan,
pabrik/industri (ska-la kecil maupun besar), mall, rumah
tangga, bahkan aktivi-tas peribadatan pun memerlukan
energi listrik. Apabila ke-butuhan ini tidak diimbangi
dengan perkembangan penye-diaan listrik maka akan
terjadi ketidakseimbangan antara supply and demand.
Ketenagalistrikan
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan, tenaga listrik
adalah suatu bentuk energi sekunder yang dibangkitkan, ditransmisikan, dan
didistribusikan untuk segala macam keperluan, tidak termasuk listrik yang dipakai
untuk komunikasi, elektronika, atau isyarat.
Sumber Data dan Variabel Penelitian
Sumber Data
Variabel
Data yang digunakan dalam
penelitian ini diperoleh dari PT. PLN
pusat Jakarta.
Variabel yang digunakan adalah
jumlah konsumsi listrik tahunan.
Data yang diambil dalah data
tercatat pada tahun 1993-2009
untuk region 01 (Jakarta dan
Banten).
Jumlah
data
yag
digunakan adalah 17 data dengan
satuan Giga Whatt (GWh).
Diagram Alir Penelitian
Penentuan Variabel (yt, ln yt, ln Yt-1, t)
Estimasi Parameter dengan Least Square serta uji asumsi
Deskripsi Data
Pemodelan dengan model Logistik Harvey
Mulai
Analisis Harvey
Model Harvey Model Logistik Harvey
Penentuan Variabel (ln( yt/ Yt-12), t)
Estimasi Parameter dengan Least Square serta uji asumsi
Pemodelan dengan model Harvey
Peramalan
Selesai
Tabel 1 Statistik Deskriptif Konsumsi Listrik per Tahun
Gambar 2 Plot Jumlah Konsumsi Listrik (GWh) terhadap Tahun
Penaksiran Parameter dan Pemodelan
Logistik Harvey
Setelah dilakukan estimasi parameter dengan least square, diperoleh parameter δ = -8.75 dan γ = -0.0817. Kemudian dihasilkan model:
t
Y
y
t/
t)
8
.
75
0
.
0817
ln(
2−1=
−
−
Selanjutnya, dilakukan evaluasi kebaikan model regresi, berikut: 1. = 37.7%
2. Uji Residual
a. Uji asumsi residual identik b. Uji asumsi residual independen
2
R
c. Uji asumsi residual berdistribusi normal
Gambar 5 Plot untuk Uji Kenormalan Residual
3. Uji Hipotesa
Uji P-Value Keputusan Keterangan
serentak 0.011 Tolak H0 signifikan
Individu
konstanta (0.000) Tolak H0 signifikan t (0.011) Tolak H0 signifikan
Tabel 2 Hasil Uji Hipotesa
Asumsi terpenuhi, maka model Logistik Harvey:
t
Y
y
t2
ln
t8
.
75
0
.
0817
Penaksiran Parameter dan Pemodelan
Harvey
Setelah dilakukan estimasi parameter dengan least square, diperoleh parameter δ = 32.8,
γ = 0.383 dan ρ = -4.65. Kemudian dihasilkan model:
t
Y
y
t32
.
8
4
.
65
ln
t0
.
383
ln
=
−
−1−
Selanjutnya, dilakukan evaluasi kebaikan model regresi, berikut: 1. = 41.7%
2. Uji Residual
a. Uji asumsi residual identik b. Uji asumsi residual independen
2
R
c. Uji asumsi residual berdistribusi normal
Gambar 8 Plot untuk Uji Kenormalan Residual
3. Uji Hipotesa
Uji P-Value Keputusan Keterangan
serentak 0.030 Tolak H0 signifikan
Individu
Konstanta (0.061) Gagal tolak H0 Tidak signifikan LnYt-1(0.093) Gagal tolak H0 Tidak signifikan
T (0.054) Gagal tolak H0 Tidak signifikan
Tabel 3 Hasil Uji Hipotesa
Beberapa asumsi tidak dapat terpenuhi, sehingga model Harvey untuk data konsumsi listrik region Jakarta-Banten tersebut adalah model yang kurang baik.
RESI1 Pe rc en t 1.0 0.5 0.0 -0.5 -1.0 -1.5 99 95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5 1 Mean 0.971 -8.82627E-15 StDev 0.4061 N 16 AD 0.136 P-Value
Probability Plot of RESI1
Peramalan Kebutuhan Listrik
Model Peramalan Logistik Harvey : 2 ( 8.75 0.0817( )) 1 1 h t h t h t h t Y Y e Y+ = + − + + − − − +
Model Peramalan Harvey : 4.65 (32.8 0.383( )) 1 1 h t h t h t h t Y Y e Y+ = + − + −+ − + +
• Kesimpulan:
1. Konsumsi listrik semakin tahun semakin bertambah, dengan konsumsi listrik paling besar di Jakarta-Banten antara tahun 1993-2009 sebesar 1904 GWh yaitu pada tahun 2009, sedangkan konsumsi listrik paling sedikit adalah sebesar 550.9 GWh pada tahun 1993.
2. Model Logistik Harvey untuk kebutuhan listrik : lnyt = 2 lnYt-1 – 8.75 – 0.0817t sedangkan model Harvey untuk data kebutuhan listrik di Jakarta-Banten kurang baik.
3. Didapatkan model peramalan Logistik Harvey: Model Harvey:
4. Hasil peramalan model Logistik Harvey, model Harvey lebih rendah dri hasil peramalan PT. PLN.
• Saran:
Pada penelitian ini data yang digunakan sangat sedikit, oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya diperlukan jumlah data yang lebih banyak sehingga model dan peramalan akan lebih tepat. Serta diperlukan metode lain sebagai pembandin dari penelitian ini.
)) ( 0817 . 0 75 . 8 ( 2 1 1 h t h t h t h t Y Y e Y+ = + − + + − − − + )) ( 383 . 0 8 . 32 ( 65 . 4 1 1 h t h t h t h t Y Y e Y+ = + − + −+ − + +
Draper, N. R., & Smith, H. (1992). Analisis Regresi Terapan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ghopur, A. (2009, Agustus 19). Retrieved Maret 15, 2010, from detik.com: http://detic.com/Energi_Listrik_dalam_Dilema.htm
Harvey, A. C. (1984). Time series forecasting based on logistic curve. Operation Research Social 35 , 641-646.
Mohammed, Z., & Bodger, P. (2005). A comparison of Logistic and Harvey models for electricity consumption in New Zealand. Technological Forecasting and Social Change 72 , 1030-1043.
Montgomery, D. C., & Peck, E. A. (1992). Introduction To Linear Regression Analysis 2nd ed. New York: John Wiley & Sons, INC.
Pabla, A., & Hadi, A. (1994). Sistem Distribusi Daya Listrik. Jakarta: Erlangga. PLN. (2009). Laporan Penjualan Listrik 2008. Surabaya: PT. PLN Jawa Timur.
Sofani. (1998). Analisa Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik psds PJP-II di Luar Skenario Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). Surabaya: ITS.
Wahyuni, D. (2005). Pendekatan Model Ekonometri untuk Peramalan Kebutuhan Listrik Periode 2005-2015 di Wilayah Malang. Surabaya: ITS.
Wardana, I. (2001). Studi Penelitian Kebutuhan Energi Listrik di Jawa Timur dalam Kurun Waktu 10 Tahun yang Akan Datang. Surabaya: ITS.