• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Alat Industri Kimia Absorpsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Alat Industri Kimia Absorpsi"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH ALAT INDUSTRI KIMIA

ABSORPSI

Disusun Oleh : Kelompok II

Salam Ali 09220140004 Sri Dewi Anggrayani 09220140010 Andi Nabilla Musriah 09220140014 Syahrizal Sukara 09220140015

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2017

(2)

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan berkah-Nya hingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu, orang tua yang telah memberi dukungan berupa moril maupun material, kepada teman dan pihak yang telah membantu dan membimbing penulis, dan juga pihak-pihak lain yang ikut membantu penulis

Penulis mohon maaf dengan segala kekurangan tersebut. Tak lupa kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Wallahu Taufik Wal Hidayah, Wassalamualaikum Wr. Wb.

Makassar, Mei 2017

(3)

3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... 2 DAFTAR ISI ... 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 4 1.2 Tujuan ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Pemisahan ... 5

2.2 Absorpsi dan Absorben ... 5

2.3 Alat Industri Absorpsi ... 6

2.4 Contoh Absorpsi Dalam Industri ... 9

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ... 10

(4)

4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam unit operasi kita melihat berbagai cara proses pemisahan suatu campuran. Dalam proses pemisahan tersebut menggunakan dasar transfer massa antar fase. Salah satu contoh proses pemisahan menggunakan prinsip transfer massa adalah absorpsi (Distantina, 1988).

Absorpsi terjadi akibat adanya transfer massa solut dari fase gas ke fase cair. Sangat penting bagi mahasiswa teknik kimia untuk mempelajari proses pemisahan secara absorpsi karena banyak sekali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam industri

1.2 Tujuan

Mempelajari prisnsip dasar, alat industri yang digunakan, serta contoh aplikasi proses absorpsi dalam industri.

(5)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Proses Pemisahan

Di industri kimia maupun dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai operasi pemisahan suatu bahan atau lebih dari campurannya menggunakan dasar transfer massa antar fase (difusi antar fase), misalnya (Distantina, 1988) :

1. transfer solut dari fase gas ke fase cair, dijumpai pada absorpsi,dehumidifikasi, distilasi,

2. transfer solut dari fase cair ke fase gas, dijumpai pada desorpsi,humidifikasi, 3. transfer solut dari cairan satu ke cairan lain yang tidak saling larut, dijumpai

pada ekstraksi cair-cair,

4. transfer solut dari padatan ke fase cair, dijumpai pada drying dan leaching, 5. transfer solut dari cairan ke permukaan padatan, dijumpai pada adsorpsi dan

ion exchange.

2.2 Absorpsi dan Absorben

Absorbsi adalah operasi pemisahan solut dari fase gas ke fase cair, yaitu dengan mengontakkan gas yang berisi solut dengan pelarut cair (solven / absorben ) yang tidak menguap. Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair yang diikuti dengan pelarutan.

Kelarutan gas yang akan diserap dapat disebabkan hanya oleh gaya-gaya fisik (pada absorpsi fisik) atau selain gaya tersebut juga oleh ikatan kimia (pada absorpsi kimia) (Redjeki, 2013).

Tujuan proses absorpsi dalam dunia industri adalah meningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara merubah fasenya. Dalam proses absorpsi yang sering kita jumpai, terdapat dua macam proses, yaitu secara fisik dan kimiawi. Berikut di bawah ini adalah penjelasannya :

(6)

6

1. Absorbsi fisik merupakan absorbsi dimana gas terlarut dalam cairan penyerap tidak disertai dengan reaksi kimia. Contoh absorbsi ini adalah absorbsi gas H2S dengan air. Penyerapan terjadi karena adanya interaksi

fisik, difusi gas ke dalam air, atau pelarutan gas ke fase cair.

2. Absorbsi kimia merupakan absorbsi dimana gas terlarut di dalam larutan penyerap disertai dengan adanya reaksi kimia.. Aplikasi dari absorbsi kimia dapat dijumpai pada proses penyerapan gas NO2 dalam air untuk menjadi

larutan asam nitrat.

Absorben atau pelarut adalah cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi pada permukaannya, baik secara fisik maupun secara reaksi kimia. Absorben sering juga disebut sebagai cairan pencuci.

Agar cairan tersebut dapat menjadi absorben, kita harus memerhatikan syarat-syarat absorben yang baik, antara lain (Redjeki, 2013) :

1. Volatilitas yang rendah

2. Stabil (mengurangi kebutuhan penggantian pelarut)

3. Tidak korosif (mengurangi perawatan dan penggunaan alat anti korosi) 4. Viskositas rendah

5. Tidak berbusa bila berkontak dengan gas 6. Tidak beracun dan nonflammable (safety) 7. Layak digunakan (untuk mengurangi biaya/cost)

2.3 Alat Industri Absorpsi

Alat industri untuk proses absorpsi dinamakan absorber, dan bagian paling penting dalam absorber adalah kolom absorpsi. Kolom absorpsi adalah kolom atau tabung tempat terjadinya proses pengabsorbsi (penyerapan/penggumpalan) dari zat yang dilewatkan di kolom/tabung tersebut. Proses ini dilakukan dengan melewatkan zat yang terkontaminasi oleh komponen lain dan zat tersebut dilewatkan ke kolom ini dimana terdapat fase cair dari komponen tersebut.

(7)

7

Gambar 2.1 Kolom Absorpsi (Redjeki, 2013) Berikut ini adalah bagian-bagian dari kolom absorpsi.

a. Input gas biasanya berupa spray untuk megubah gas input menjadi fase cair. b. Output gas

c. Input pelarut

d. Output pelarut dan gas terserap keluar e. Tempat pencampuran pelarut dan umpan

f. Packed tower untuk memperluas permukaan sentuh sehingga mudah untuk diabsorbsi.

Di dalam mengevaluasi absorber, sesorang harus mengetahui dan menentukan

(Distantina, 1988) :

1. Kondisi bahan yang akan dipisahkan (umpan), yaitu kecepatan arus fluida umpan, komposisi, dan tekanan.

2. Banyak solut yang harus dipisahkan. 3. Jenis solven yang akan digunakan. 4. Suhu dan tekanan alat.

(8)

8 6. Diameter absorber.

7. Jenis absorber.

8. Jumlah stage ideal dan tinggi menara.

Cara kerja kolom absorpsi adalah dimana ada zat yang berbeda fase mengalir berlawanan arah yang dapat menyebabkan komponen kimia ditransfer dari satu fase cairan ke fase lainnya, terjadi hampir pada setiap reaktor kimia. Proses ini dapat berupa absorpsi gas, destilasi,pelarutan yang terjadi pada semua reaksi kimia.

Kemudian campuran gas yang merupakan keluaran dari reaktor diumpankan kebawah menara absorber. Didalam absorber terjadi kontak antar dua fasa yaitu fasa gas dan fasa cair mengakibatkan perpindahan massa difusional dalam umpan gas dari bawah menara ke dalam pelarut air sprayer yang diumpankan dari bagian atas menara. Peristiwa absorbsi ini terjadi pada sebuah kolom yang berisi packing atau plate dengan tingkat sesuai kebutuhan.

Kolom absorpsi pun terdapat beberapa jenis, diantaranya adalah (Samsudin,

2015)

1. Tray Tower : Berbentuk seperti rak-rak yang tersusun. Tiap tray akan terjadi proses transfer massa. Pemilihan tray tower dipengaruhi oleh kecepatan gas. Efisiensi pemisahan akan tinggi bila kecepatan gas yang mengalir juga tinggi 2. Packed Tower : Dalam tower (menara) ini berisi packing, liquida didistribusi di atas packing dan mengalir ke bawah membentuk lapisan tipis di permukaan packing. Kedua fasa (liquid & gas) akan teraduk sempurna. Tower/kolom berpacking ini digunakan bila perpindahan massa dikendalikan oleh kedua tahanan baik gas maupun liquid

3. Spray Tower : Cairan masuk dispraykan dan jatuh karena gravitasi, aliran gas naik berlawanan arah. Nozzle (lubang) spray berfungsi untuk memperkecil ukuran liquida. Spray Tower digunakan untuk perpindahan massa gas-gas yang sangat mudah larut dimana tahanan fasa gas yang menjadi kendali dalam fenomena ini

(9)

9

4. Bubble Tower : Bubble Tower pada prinsipnya merupakan kebalikan dari spray tower. Dalam tower ini gas terdispersi kedalam fasa liquid membentuk gelembung kecil. Gelembung yang kecil ini menjadikan kontak antar fasa menjadi besar. Bubble Tower digunakan bila laju perpindahan massa dikendalikan oleh tahanan fasa gas.

(a) (b) (c)

Gambar 2.2 (a) Tray Tower, (b) Packed Tower, (c) Spray Tower (Samsudin, 2015)

2.4 Contoh Absorpsi Dalam Industri

Berikut adalah beberapa contoh proses absorpsi dalam industri kimia (Redjeki,

2013).

1. Pembuatan Formalin : Formalin yang berfase cair berasal dari formaldehid yang berfase gas (Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40%) dapat dihasilkan melalui proses absorbsi.

2. Pembuatan Asam Nitrat (absorpsi gas NO dan NO2). Tahap akhir dari proses pembuatan asam nitrat berlangsung dalam kolom absorpsi. Pada setiap tingkat kolom terjadi reaksi oksidasi NO menjadi NO2 dan reaksi absorpsi NO2 oleh air menjadi asam nitrat

(10)

10

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Proses absorpsi menggunakan prinsip transfer massa gas ke cairan. Alat untuk absorpsi dinamakan absorber dan tempat terjadinya absorpsi berada di dalam kolom absorpsi, pelarut cair yang digunakan disebut absorben. Proses absorpsi banyak digunakan dalam industri, salah satunya industri formalin, asam nitrat, ammonia, dll.

(11)

11

DAFTAR PUSTAKA

Distantina, S. (1988). Bahan Ajar Absorpsi dan Stripping D3. Surakarta. Retrieved from distantina.staff.uns.ac.id

Redjeki, S. (2013). Bahan Ajar Materi Absorpsi Gas. Universitas Pembangunan Negara. Retrieved from elearning.upnjatim.ac.id

Samsudin, A. M. (2015). Materi Perancangan Alat Proses. Bandung. Retrieved from www.itb.ac.id

Gambar

Gambar 2.1 Kolom Absorpsi (Redjeki, 2013)  Berikut ini adalah bagian-bagian dari kolom absorpsi

Referensi

Dokumen terkait

mereduksi perilaku bullying siswa SMK Muhammadiyah Kudus adalah individu mempertimbangkan dengan baik tindakan yang akan dilakukan dalam menyelesaikan

Fungsi otorisasi , mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan, Dengan

Sebagaimana kita ketahui, bahwa masa Jahiliyah adalah sebuah masa yang penuh gejolak. Perang menjadi sebuah tradisi dan budaya. Di sisi lain, penyair banyak diuntungkan oleh

Hasil penerapan dari tiga saham perbankan, yaitu BBNI, BBRI, dan BMRI periode 26 Agustus 2013 hingga 20 November 2017 diperoleh model D-Vine Copula dengan fungsi copula Frank

Keenam pinjaman proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan yaitu Urgent Rehabilitation Project of Tanjung Priok Port (IP-521) dengan 2 indikator output yang sampai

Usaha penyembuhan dengan terapi keagamaan ini sangat tepat untuk orang yang mengalami gangguan mental atau jiwa, lebih-lebih lagi korban penyalahgunaan narkotika, karena

Menimbang, bahwa selanjutnya penggugat rekonpensi menuntut pula tergugat rekonpensi akan nafkah iddah sebesar Rp 50.000( lima puluh ribu rupiah ) perhari, atas

Berdasarkan hasil survey awal di MI Yusuf Abdussatar Karakter dimulai dari suatu pembiasaan terutama Madrasah Ibtidaiyah, kegiatan Tahfidzul Qur‟an dapat membentuk kepribadian