• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kasus Struma Kiki

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kasus Struma Kiki"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KASUS 1

STRUMA NODUSA NON TOKSIK UNILATERAL SINISTRA

OLEH: Risky Septiana

H1A008004

PEMBIMBING: dr. H. Santyowibowo, Sp.B

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA BAGIAN/SMF ILMU BEDAH

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM RUMAH SAKIT UMUM PROPINSI NTB

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Struma Nodusa Non Toksik Unilateral Sinistra Nama : Risky Septiana

NIM : H1A 008 004

Laporan kasus ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian kepaniteraan klinik madya pada Bagian/SMF Bedah Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat / Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

Mataram, Desember 2014 Pembimbing,

(3)

LAPORAN KASUS IDENTITAS

Nama : Ny. U

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 64 tahun

Agama : Islam

Alamat : Paok Motong, Masbagik, Lombok Timur Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Nomor RM : 107683

Tanggal MRS : 13 Desember 2014 Tanggal Periksa : 15 Desember 2014 SUBJECTIVE

Keluhan Utama Benjolan di leher

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke Poli Bedah RSUP NTB mengeluh muncul benjolan di leher sejak 23 tahun yang lalu (tahun 1991). Mulanya benjolan hanya sebesar telur puyuh yang semakin lama semakin membesar. Benjolan dirasakan muncul tiba-tiba dan tidak ada riwayat muncul benjolan di tempat yang sama atau bagian tubuh lainnya. Awalnya benjolan tidak dirasakan mengganggu sehingga pasien tidak pernah memeriksakan diri ke dokter. Namun, akhir-akhir ini benjolan mulai dirasakan nyeri, napas menjadi sesak, suara mulai serak, dan kadang-kadang nyeri saat menelan. Riwayat dada berdebar-debar (-), berkeringat (-), tangan sering basah (-), riwayat demam (-), gemetar pada tangan dan kaki (-), sering merasa gugup (-). Nafsu makan pasien masih baik. Pasien menyangkal mengkonsumsi garam beryodium. Pasien biasa membeli garam di pasar.

(4)

BAK (+) normal, frekuensi BAK 3-4 kali sehari, warna kuning, tidak disertai dengan darah, nyeri saat BAK (-), BAK berpasir (-). BAB (+) normal, frekuensi BAB 1 kali sehari, warna kuning, konsistensi lunak, tidak disertai dengan lendir dan darah, nyeri saat BAB (-).  Riwayat Penyakit Dahulu

Keluhan serupa disangkal. Penurunan BB disangkal, demam (-). Hipertensi (+) namun pasien jarang minum obat, diabetes mellitus (-), asma (-).

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan serupa. Hipertensi (-), diabetes mellitus (-), asma (-).

Riwayat Pengobatan

Pasien tidak pernah mengobati keluhan ini sebelumnya. Pasien baru mulai memeriksakan diri sejak benjolan mulai dirasakan mengganggu. Pasien memeriksakan diri ke klinik 3 minggu yang lalu dan kemudian di rujuk ke poli bedah.

Riwayat Alergi

Pasien menyangkal adanya alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu.  Riwayat Sosial

Pasien merupakan seorang ibu rumah tangga. OBJECTIVE

Keadaan umum : Baik

Kesadaran/GCS : Compos mentis/E4V5M6 Tekanan darah : 140/90 mmHg

Frekuensi Nadi : 88 x/menit Frekuensi Napas : 22 x/menit

Suhu : 36,8C Status Gizi - BB : 60 kg - TB : 150 cm - BMI : 26,6  overweight Status Lokalis

(5)

Kepala  Bentuk dan ukuran kepala normosefali

Mata  Bentuk dalam batas normal, alis dalam batas normal.  Bola mata : eksoftalmus (-/-)

 Palpebra : edema (-/-), ptosis (-/-)

 Konjungtiva : anemis (-/-), hiperemi (-/-)  Sclera : ikterik (-/-)

 Pupil : refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak langsung (+/+)

Telinga Bentuk auricula normal, simetris, sekret (-), pembesaran limfonodi (-)

Hidung  Bentuk normal, simteris (-/-), deviasi septum (-/-), sekret (-/-). Mulut  Bentuk simetris, sianosis (-)

Leher  Inspeksi : tampak benjolan pada kiri garis tengah leher, konsitensi padat kenyal, ikut bergerak saat menelan (+), hiperemia (-).

 Palpasi : teraba massa noduler di kiri garis tengah leher, bulat lonjong, padat kenyal, batas tegas, permukaan licin, mobile (+), ukuran ± 10 x 10 cm, nyeri tekan (-), ikut bergerak saat menelan.

(6)

 Auskultasi : Bruit (-).  Deviasi trakea (-).

 Pembesaran kelenjar getah bening (-).

Toraks Inspeksi

 Bentuk dan ukuran dinding dada simetris.

 Permukaan dada : massa (-), jaringan sikatrik (-), dan jejas (-).  Fossa jugularis : tidak tampak deviasi trakea

 Pulsasi iktus kordis tidak terlihat

Palpasi

 Pergerakan dinding dada simetris  Vocal fremitus simetris

 Iktus kordis teraba di ICS 5 line midklavikula sinistra, kuat angkat  Nyeri tekan (-), benjolan (-), edema (-), krepitasi (-).

Perkusi

 Pada lapang paru sonor (+/+)

 Batas paru – hepar anterior dekstra : Inspirasi : ICS VI

Ekpirasi : ICS IV  Batas Jantung

Dekstra anterior : ICS II parasternal line dekstra Sinistra anterior : ICS V midklavikula line sinistra

Auskultasi

 Pulmo : Vesikuler (+/+)

 Cor : S1 dan S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)

(7)

 Dinding abdomen : massa (-), distensi (-), jaringan sikatrik (-).

Auskultasi

 Bising usus (+) 13 x/menit

Perkusi

 Timpani (+)

Palpasi

 Nyeri tekan (-), distensi abdomen (-)  Hepar / lien / ren : tidak teraba Ekstremitas atas dan

bawah

 Akral teraba hangat +/+ +/+  Edema -/-RESUME

Pasien perempuan, 64 tahun, mengeluh muncul benjolan di leher sejak 23 tahun yang lalu (tahun 1991). Mulanya benjolan hanya sebesar telur puyuh yang semakin lama semakin membesar. Benjolan dirasakan muncul tiba-tiba dan tidak ada riwayat muncul benjolan di tempat yang sama atau bagian tubuh lainnya. Awalnya benjolan tidak dirasakan mengganggu sehingga pasien tidak pernah memeriksakan diri ke dokter. Namun, akhir-akhir ini benjolan mulai dirasakan nyeri, napas menjadi sesak, suara mulai serak, dan kadang-kadang nyeri saat menelan. Riwayat dada berdebar-debar (-), berkeringat (-), tangan sering basah (-), riwayat demam (-), gemetar pada tangan dan kaki (-), sering merasa gugup (-). Nafsu makan pasien masih baik. Pasien menyangkal mengkonsumsi garam beryodium. Pasien biasa membeli garam di pasar. Riwayat hipertensi (+).

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sedang dengan TD 140/90 mmHg, nadi, RR, dan suhu dalam batas normal. Pada pemeriksaan inspeksi leher didapatkan tampak benjolan pada kiri garis tengah leher, konsitensi padat kenyal, ikut bergerak saat menelan (+). Pada palpasi didapatkan massa noduler di kiri garis tengah leher, bulat lonjong, padat kenyal, batas tegas, permukaan licin, mobile (+), ukuran ± 10 x 10 cm, nyeri tekan (-), ikut bergerak saat menelan.

(8)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan laboratorium tanggal 01 Desember 2014

Parameter Hasil Normal

HGB 12,3 11,5 – 16,5 [g/dL] RBC 4,90 3 – 5,5 [106/µL) HCT 37,7 35 – 55 [%] MCV 76,9 82,0 – 92,0 [fL] MCH 25,1 27,0 – 31,0 [pg] MCHC 32,6 32,0 – 37,0 [g/dL] WBC 9,38 3,5 – 10,0 [103/µL] PLT 332 150 – 400 [103/µL] GDS 109 < 160 [mg%] Kreatinin 0,8 0,6 – 1,3 [mg%] Ureum 18 10 – 50 [mg%] SGOT 13 < 40 SGPT 14 < 41 Albumin 5,0 3,5 – 5,0 [gr%] HbsAg -BT 2’10” 1 – 6 [menit] CT 6’30” < 15 [menit] PPT 12,5 11,5 – 15,5 [detik] APTT 25,7 28 – 38 [detik] Free T4 17,52 9 – 20 TSH 1,380 Hipotyroid : < 7 Eutyroid: 0,25 – 5 Hipertyroid : < 0,15

Pemeriksaan FNAB thyroid

Makroskopis : dilakukan 1 x puncture pada nodul colli anterior diameter 10 cm padat kenyal mobil batas jelas, ikut bergerak waktu menelan. Pada aspirasi keluar cairan kecoklatan 2 cc. setelah aspirasi masih tampak sisa nodul.

Mikroskopis : hapusan hiposeluler terdiri bahan koloid luas. Tampak beberapa sel folikel yang atrofi dan cyst macrofag. Tidak tampak keganasan.

(9)

Pemeriksaan Toraks

(10)

Hasil :

Thyroid Kanan : - Ukuran normal

- Capsula utuh, parenkim homogeny - Tak tampak nodule

- Tak tampak kalsifikasi Thyroid Kiri :

- Ukuran normal

- Capsula utuh, parenkim homogeny - Tak tampak nodule

- Tak tampak kalsifikasi

Tampak soft tissue mass besar dengan kalsifikasi di dalamnya ukuran tak terjangkau probe ( > 10 cm) batas tegas yang mendesak thyroid kiri ke cranial.

Kesan :

Thyroid kanan kiri normal. Soft tissue mass yang mendesak thyroid kiri ke cranial.

ASSESMENT

Struma Nodusa Non Toxic Unilateral Sinistra

DIAGNOSIS BANDING -Karsinoma tiroid

PLANNING TERAPI Pembedahan Istmulubectomi.

(11)

PROGNOSIS Dubia ad bonam.

Referensi

Dokumen terkait

Pada tabung A yang berisi larutan empedu; bagian bawah terlihat cairan hijau tua bening yang merupakan sisa empedu yang tidak ikut mengikat lemak, pada bagian tengah terdapat cairan

sentimeter di sebelah kanan garis tengah tubuh, batas terkanan delapan sentimeter di bawah  puncak bahu kanan dan dua belas sentimeter disebelah kiri garis tengah tubuh, batas

Promosi penjualan adalah insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk atau jasa. Alat promosi penjualan, yaitu kupon, gratis kartu keanggotaan,

Hal tersebut berarti hipotesis pertama (H1) dalam penelitian ini diterima, atau dengan kata lain Degree of operating leverage (DOL) dan degree of financial leverage (DFL) secara

Total area dibawah garis merah (area yang dilingkari) merupakan kapasitas pendinginan berlebih yang dihasilkan oleh chiller karena nilai beban pendinginan pada saat itu

 Besarnya angsuran pajak dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak untuk setiap bulan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang menurut

Tentunya bagi Anda yang memiliki niat dan tujuan untuk mempelajari  jauh lebih dalam lagi apa itu komputer dan ingin menjadi teknisi komputer yang handal, Anda akan

Penanggungjawab Ketua Pelaksana Administrasi Sekretaris Anggota Sekretaris Anggota Staf Administrasi Pengarah Penanggungjawab Koordinator Umum Koordinator Tim Ketua Tim Pelaksana