• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN TEORI

2.1 Teori umum

2.1.1 Pengertian Sistem

Sistem menurut McLeod, Jr (2001, p11) adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Mathiassen (2000, p9) mengatakan bahwa sistem adalah kumpulan komponen yang mengimplementasikan kebutuhan fungsi dan antar muka permodelan.

Pendapat lain mengenai sistem dikemukakan oleh Romney dan Steinbart (2006, p2), yakni rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

Dari definisi-definisi tersebut dapat diketahui bahwa sistem merupakan sekumpulan komponen-komponen yang terintegrasi dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu.

2.1.2 Pengertian Informasi

Menurut Romney dan Steinbart (2006, p11), informasi adalah data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti. Informasi menurut O’Brien (2003, p13) adalah data yang telah diubah bentuknya menjadi lebih berarti dan berguna bagi pengguna-pengguna khusus.

Menurut McLeod, Jr (2001, p4), informasi adalah salah satu jenis sumber daya yang tersedia bagi manajer, yang dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Informasi dari komputer dapat

(2)

digunakan oleh para manajer, non manajer, serta orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data yang telah diatur dan diproses sehingga menghasilkan suatu arti bagi pemakainya.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Turban (2001, p17), sistem informasi adalah mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa dan menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu.

Menurut O’Brien (2003, p7) sistem informasi adalah kombinasi yang terorganisir dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber-sumber data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam suatu organisasi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi yang terorganisir dari orang, hardware, software yang mengumpulkan, memproses dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu dalam suatu organisasi.

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi menurut Jones dan Rama (2003, p5) adalah subsistem atau bagian dari MIS (Management Information

System) yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, serta

informasi lain yang diperoleh dari proses transaksi akuntansi secara rutin.

(3)

Kegunaan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) menurut Jones dan Rama (2003, p6-8), antara lain:

a. Menghasilkan External Report

Yaitu menghasilkan laporan untuk pihak-pihak luar yang berkepentingan seperti: investor, kreditor, dan petugas pajak. b. Mendukung Aktivitas Rutin

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) digunakan sebagai alat untuk menangani masalah-masalah dalam siklus operasi perusahaan. Contohnya: pemesanan barang, pengiriman barang, penagihan, dan penerimaan kas.

c. Pengambilan Keputusan

Sebagai alat untuk mengambil keputusan di semua level organisasi.

d. Perencanaan dan Pengendalian

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) digunakan sebagai alat untuk merencanakan dan mengendalikan aktivitas dalam organisasi secara baik. Contohnya: rencana dan pengendalian anggaran suatu organisasi.

e. Implementasi Internal Control

Sistem Informasi Akuntansi (SIA), kebijakan, dan prosedur digunakan untuk melindungi harta (asset) perusahaan dari kerugian yang mungkin terjadi.

(4)

2.2 Analisa dan Perancangan Sistem

2.2.1 UML (Unified Modelling Language)

2.2.1.1 Pengertian UML (Unified Modelling Language)

Menurut Jones dan Rama (2003, p68), UML adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk spesifikasi, visualisasi, konstruksi, dan mendokumentasikan sistem informasi.

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa UML

class diagram adalah sebuah alat yang digunakan untuk

mendesain dokumentasi data.

Empat aktivitas utama dalam membuat UML class diagram yaitu:

a. Menempatkan transaction table yang dibutuhkan pada UML class diagram.

b. Menempatkan master table yang dibutuhkan pada UML

class diagram.

c. Menentukan hubungan yang dibutuhkan antar masing-masing table (transaction dan master).

d. Menentukan atribut yang dibutuhkan. 2.2.1.2 Activity Diagram

2.2.1.2.1 Identifikasi Event

Menurut Mathiassen, dkk (2000, p49),

event adalah kejadian instant yang melibatkan

satu objek atau lebih. Event dapat melibatkan beberapa aktivitas dan obyek pasif.

(5)

Jadi dapat disimpulkan bahwa event adalah notasi dalam problem domain yang merupakan kejadian yang melibatkan satu obyek atau lebih dalam problem domain.

2.2.1.2.2 Pengertian Workflow

Menurut Jones & Rama (2003, p99),

workflow table adalah tabel dua kolom yang

mengidentifikasi aktor dan aktivitas dalam proses.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa workflow

table adalah tabel dua kolom yang menunjukkan

hubungan antara aktor dan aktivitas yang saling berhubungan dalam suatu proses.

2.2.1.2.3 Pengertian Activity Diagram

Menurut Jones & Rama (2003, p68),

activity diagram adalah diagram yang menunjukkan rangkaian atas aktivitas – aktivitas dalam proses.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa activity

diagram adalah diagram yang menunjukkan

rangkaian aktivitas dalam proses yang menunjukkan tampilan dari operasi dan transisi – transisi yang dipicu oleh kelengkapan atas operasi.

(6)

2.2.1.2.4 Klasifikasi Activity Diagram

2.2.1.2.4.1 Overview Actvity Diagram

Menurut Jones dan Rama (2003, p69), overview activity diagram

adalah diagram yang menggambarkan tampilan level tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan

event-event yang penting, urutannya, dan

informasi yang menyertai event

tersebut.

Menurut Jones dan Rama (2003, p73) dalam menyiapkan overview

activity diagram terdapat

langkah-langkah sebagai berikut:

a. Membaca narasi dan mengidentifikasi event-event yang penting.

b. Mencatat narasi secara jelas untuk mengidentifikasi event-event yang terlibat di dalamnya.

c. Menggambarkan agent (aktor) yang terlibat dalam proses bisnis yang terjadi.

(7)

d. Membuat diagram masing-masing

event dan menunjukkan urutan event yang terjadi.

e. Menggambarkan dokumen yang dibuat dan digunakan dalam proses bisnis, serta menggambarkan aliran informasi dari dokumen tersebut.

f. Menggambarkan table files yang dibuat dan digunakan dalam proses bisnis, serta menggambarkan aliran informasi dari files tersebut

2.2.1.2.4.2 Detailed Activity Diagram

Detailed activity diagram

menurut Jones dan Rama (2003, p69) adalah diagram yang menggambarkan aktivitas yang saling berhubungan secara detail atau rinci dengan satu atau dua

event yang terdapat pada overview diagram.

Menurut Jones dan Rama (2003, p90), dalam menyiapkan

(8)

detailed activity diagram terdapat

langkah-langkah sebagai berikut: a. Mencatat narasi untuk

menunjukkan aktivitas. b. Menyiapkan workflow table. c. Mengidentifikasi detailed

diagram yang dibutuhkan.

2.2.1.2.5 Simbol Activity Diagram

Initial state

Titik awal yang menandai dimulainya sebuah aktivitas.

final state.

Titik akhir yang menandai akhir dari sebuah aktivitas.

State1

state

State aksi yang mengeksekusi sebuah aksi.

decision

Pengambilan keputusan dari beberapa kondisi.

(9)

control flow

Transisi dari suatu state ke state yang lain.

{}

document

Bukti dari alur informasi yang terjadi antar bagian, intern maupun ekstern perusahaan.

database

Media penyimpanan untuk file

master dan transaksi tertentu

yang terjadi untuk proses bisnis tertentu.

2.2.1.3 UML Class Diagram 2.2.1.3.1 Pengertian Class

Menurut Priestley (2000, p35), class diagram membagi ringkasan secara abstrak dari informasi yang ditunjukkan pada sekumpulan object diagram. Class Diagram menunjukkan kesamaan

jenis atas informasi sebagaimana ditemukan dalam kode sumber sistem.

Menurut Matthiassen (2000, p336), class

(10)

yang saling berhubungan atau berelasi secara struktural.

Jadi class diagram adalah kumpulan dari class yang saling berhubungan secara struktur, pola

behaviour dan atribut-atributnya serta ditunjukkan

pada sekumpulan object diagram. 2.2.1.3.2 Pengertian Attribut

Menurut Matthiassen (2000, p89), Attribute adalah deskripsi milik dari class atau event.

Menurut Priestley (2000, p116), Attribute adalah deskripsi atas data field yang dikendalikan oleh tiap instansi atas class.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Attribute adalah deskripsi atas class atau event.

2.2.1.3.3 Pengertian Behaviour

Menurut Mathiassen (2000, p89), behavior adalah deskripsi atas event trace yang memungkinkan untuk semua objek dalam class.

Menurut Booch, dkk (2001, p458), behavior adalah pengaruh yang tampak pada suatu event, termasuk hasilnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa behavior adalah deskripsi atas event trace yang memungkinkan untuk semua objek dalam suatu class dan memiliki pengaruh pada event.

(11)

2.2.1.3.4 Pengertian Event

Menurut Mathiassen (2000, p49), event adalah kejadian-kejadian instant yang melibatkan satu atau beberapa objek.

Menurut Booch,dkk (2001, p277), event adalah sesuatu yang terjadi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa event adalah kejadian kejadian yang terjadi secara instant yang melibatkan satu atau beberapa obyek.

2.2.1.3.5 Pengertian UML Class Diagram

Menurut Booch,dkk (2001, p105), UML class

diagram adalah menunjukkan sekumpulan atas class - class, interface – interface, hubungan –

hubungan dan kerjasamanya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa UML class

diagram adalah sekumpulan atas class – class, interface – interface yang dihubungkan dengan class yang lainnya.

2.2.1.3.6 Hubungan-hubungan Dalam Class Diagram

1. one to one

Hubungan one to one diantara entiti tidak dekat seperti hubungan one to many, tetapi dapat terjadi dalam AIS (Accounting

(12)

2. one to many / many to one

Hubungan one to many atau hubungan

many to one dalam biasa digunakan dalam

sistem akuntansi. 3. many to many

Hubungan many to many dapat diubah kedalam dua hubungan dengan menambahkan suatu tabel diantaranya.

2.2.1.4 Usecase Diagram

2.2.1.4.1 Pengertian Usecase

Menurut Jones & Rama (2003, p348),

Usecase adalah urutan atas tahap – tahap yang

melibatkan interaksi antara aktor dan sistem untuk tujuan yang nyata.

Menurut Mathiassen (2000, p119),

Usecase adalah pola dari interaksi antara sistem

dan aktor dalam application domain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa usecase adalah pola interaksi antara aktor dan sistem dalam

application domain untuk tujuan yang nyata

2.2.1.4.2 Pengertian Actor

Menurut Mathiassen (2000, p119), Actor adalah bentuk abstraksi atas user atau sistem lainnya yang berinteraksi dengan target sistem.

(13)

Menurut Booch,dkk (2001, p222), Actor adalah peranan yang terdiri dari manusia,

hardware, atau sistem lainnya yang bermain

dengan sistem.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Actor adalah peranan dalam bentuk abstraksi yang berinteraksi dengan target sistem.

2.2.1.4.3 Pengertian Usecase Diagram

Menurut Jones & Rama (2003, p348),

Usecase Diagram adalah daftar dari usecase yang

terjadi dalam aplikasi dan mengindikasi tanggung jawab actor untuk setiap usecase.

Menurut Booch,dkk (2001, p234), usecase

diagram adalah diagram yang menunjukkan

kumpulan atas usecase dan actor dan hubungannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa usecase

diagram adalah diagram yang menunjukkan

hubungan antara usecase–usecase dan actor-actor. 2.2.1.4.4 Simbol Usecase Diagram

(14)

Representasi dari siapa saja yang berinteraksi dengan use case dalam sebuah sistem.

Use Case

usecase

Deskripsi suatu set peristiwa yang terjadi ketika actor menggunakan suatu

system untuk melengkapi suatu proses. transition

Menggambarkan hubungan antara actor dan use case dengan garis yang sederhana.

System

sistem boundary

Batasan sistem dimana use case dieksekusi.

2.2.2 Rancangan Database

2.2.2.1 Pengertian Rancangan Database

Menurut Britton dan Doake (2001, p266), database adalah semua data yang dibutuhkan untuk mendukung operasi

(15)

organisasi. Di dalamnya meliputi aktivitas mengumpulkan, mengorganisasi dan merawat secara tersentralisasi.

Menurut Whitten, Bentley dan Dittman (2000, p470)

database adalah suatu koleksi files yang saling berhubungan.

Jadi dapat disimpulkan database adalah sekumpulan data dan file yang saling berhubungan dan dibutuhkan untuk mendukung operasi organisasi.

2.2.2.2 Tahapan Rancangan Database

Menurut Connoly & Begg (2002, p281-282) perancangan database dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan utama sebagai berikut:

a) Conceptual Database Design

Conceptual Database Design merupakan proses membangun sebuah model data dari informasi yang diperoleh dalam suatu organisasi, tetapi bebas dari segala pertimbahan fisik.

b) Logical Database Design

Logical Database Design merupakan proses membangun

sebuah model informasi yang diperoleh dari sebuah organisasi berdasarkan modal data khusus, tetapi bebas dari hal yang berkaitan dengan Database Management

(16)

c) Physical Database Design

Physical Database Design merupakan proses pembuatan

gambaran suatu implementasi database pada media penyimpanan kedua.

2.2.3 Rancangan Formulir

2.2.3.1 Pengertian Rancangan Formulir

Formulir menurut Mulyadi (2001, p3) adalah dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.

Manfaat formulir bagi perusahaan menurut Mulyadi (2001, p78) adalah:

1. Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis perusahaan.

2. Merekam data transaksi bisnis perusahaan.

3. Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua kejadian dalam bentuk tulisan.

4. Menyampaikan informasi pokok dari orang satu ke orang lain di dalam organisasi yang sama atau ke organisasi lain.

Menurut Britton & Doake (2001, p169), formulir adalah tabel–tabel yang merupakan inti dari database, namun sangat tidak user–friendly ketika sedang dilihat dan sedang memanipulasi data.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa formulir adalah tampilan pada layar yang berupa tabel–tabel yang merupakan inti dari

(17)

database yang dapat digunakan untuk mengentry maupun

mengedit data.

2.2.3.2 Jenis Tipe Input Form

Menurtu Jones & Rama (2003, p316), ada beberapa tipe input form yang digunakan, antara lain :

a) Single-Record Entry Form

Sebuah single-record entry form menampilkan hanya satu record dalam satu waktu. Record ini digunakan untuk menambahkan, mengurangi, atau memodifikasi data dalam sebuah record tersendiri.

b) Tabular Entry Form

Tabular entry form menyediakan sebuah kertas kerja yang

digunakan untuk menginput record dalam sebuah table.

c) Multi-Table Entry Form

Form entry ini digunakan untuk menambahkan data ke

dalam lebih dari satu table. 2.2.3.3 Elemen Penting Form

Menurut Jones & Rama (2003, p268-270) ada 5 (lima) elemen penting dari form:

a. atribut yang disimpan dalam table b. atribut yang ditampilkan dari table c. fields yang dihitung

d. foreign key e. queries.

(18)

2.2.4 Rancangan Layar

2.2.4.1 Pengertian Rancangan Layar

Menurut Britton dan Doake (2000, p268) interface adalah sistem interface atau tampilan yang berhubungan dengan dunia luar.

Menurut Mathiassen (2000, p151), rancangan layar adalah fasilitas yang membuat model system dan function memungkinkan ke actor.

Jadi, dapat di simpulkan pengertian interface adalah tampilan yang berhubungan dengan dunia luar yang memungkinkan untuk di gunakan oleh actor.

2.2.4.2 Elemen Rancangan Layar

Menurut Jones & Rama (2003, p326-327) elemen rancangan layar :

a. Text box

Merupakan ruang dalam form yang digunakan untuk memasukkan informasi yang ditambahkan dalam sebuah tabel atau untuk menampilkan informasi yang dibaca dari sebuah tabel.

b. Labels

Digunakan oleh user untuk memahami informasi yang diperlukan untuk dientry.

c. Look-up-feature

Sering digunakan untuk menambahkan pada text boxes yang digunakan untuk memasukkan foreign key.

(19)

d. Command buttons

Digunakan untuk menampilkan sebuah action atau proses. e. Check box

Digunakan untuk memilih satu atau lebih dari satu option / pilihan.

2.2.5 Rancangan Laporan

2.2.5.1 Pengertian Rancangan Laporan

Menurut Jones dan Rama (2003, p241), laporan adalah presentasi data yang telah terformat dan terorganisasi dengan baik.

Menurut Jones dan Rama (2003, p254), tipe-tipe laporan terdiri dari:

1. Simple List

Yaitu laporan yang menampilkan tampilan yang sederhana dari sebuah transaksi yang terjadi selama periode waktu tertentu, tanpa adanya suatu pengelompokan.

2. Grouped Event Detail Reports

Yaitu laporan yang menampilkan event yang terjadi selama periode tertentu dengan pengelompokkan atas produk, layanan, ataupun agent.

3. Grouped Event Summary Reports

Yaitu laporan yang mengelompokkan event berdasarkan parameter yang bervariasi. Contohnya: bulan, customer.

(20)

4. Single Event Report

Yaitu laporan yang memberikan detail tentang suatu event tertentu. Contohnya: laporan faktur dan PO (purchase

order).

2.2.5.2 Elemen Rancangan Laporan

Menurut Jones & Rama (2003, p256-258), rancangan laporan dapat dibagi menjadi :

a. Label boxes dan text boxes

Dua elemen penting dari segala laporan adalah label dan data. Dalam Microsoft Access, elemen-elemen ini ditunjukkan oleh label boxes dan text boxes

b. Grouping attribute

Laporan yang berkelompok, dikelompokkan oleh sesuatu

c. Group header

Group header dapat digunakan untuk menyajikan informasi yang umum pada kelompok

d. Group detail

Transaksi yang terjadi pada kelompok didaftarkan dalam kelompok secara rinci dan lengkap

e. Group footer

Group footer juga dapat digunakan untuk menyediakan

(21)

2.2.6 Navigation Diagram

Navigation Diagram menurut Mathiassen (2000, p344) adalah

suatu statechart diagram yang khusus dan menekankan terhadap keseluruhan perubahan dari user interface.

Dengan kata lain navigation diagram adalah diagram yang menunjukkan keterlibatan dan transisi diantara windows atau interface atau diagram pemandu bagi user yang ingin mengetahui langkah-langkah sistem. Navigation diagram biasanya digunakan untuk membuat user interface dari program yang akan dibuat.

2.3 Teori Khusus 2.3.1 Pembelian

2.3.1.1 Pengertian Pembelian

Menurut Mulyadi (2001, p229), pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan, sebagai proses perolehan kebutuhan yang sesuai, pada waktu dibutuhkan, untuk harga terendah yang mungkin, dari sumber yang terpercaya.

2.3.1.2 Sistem Informasi Pembelian

Sistem informasi pembelian adalah sistem yang mengatur prosedur tentang kegiatan pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan. Prosedur pembelian merupakan titik penting dalam perusahaan dalam melakukan produksi maupun manufaktur, pembelian dilakukan untuk memenuhi permintaan terhadap produk perusahaan saat mencapai limit tertentu yang telah ditetapkan perusahaan.

(22)

Pengadaan bahan baku atau yang disebut pembelian memerlukan suatu manajemen khusus dengan sebuah sistem informasi yang mengalir dengan cepat dan tepat agar dapat menangani prosedur pembelian sesuai kebijakan perusahaan guna mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Selain itu sistem informasi pembelian dapat digunakan untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dalam operasional pembelian seperti misalnya adanya kerusakan, pencurian, dan pengawasan terhadap waktu dan fungsi dari bahan baku.

Setiap perusahaan memerlukan fungsi pembelian yang dapat mempertangungjawabkan kualitas dan kuantitas bahan baku serta dengan pertimbangan harga dari berbagai pemasok yang relevan dan menguntungkan bagi perusahaan. Fungsi pembelian merupakan salah satu fungsi penentu keberhasilan dari proses bisnis suatu perusahaan.

2.3.1.3 Fungsi yang terkait dalam sistem pembelian

Menurut Mulyadi (2001, p300) fungsi yang terkait dalam sistem pembelian adalah sebagai berikut :

 Fungsi gudang

Fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaaan untuk barang-barang yang langsung pakai (tidak diselenggarakan persediaan

(23)

barang di gudang), permintaan pembelian diajukan oleh pemakai barang.

 Fungsi pembelian

Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh infomasi mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan mengeluarkan

order pembelian kepada pemasok yang dipilih.

 Fungsi penerimaan

Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari retur penjualan.

 Fungsi akuntansi

Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi pencatatan hutang dan fungsi pencatatan persediaan. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi pencatatan hutang bertanggungjawab untuk mencatat transaksi pembelian ke dalam register bukti kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas keluar) yang berfungsi sebagai catatan hutang atau menyelenggarakan kartu hutang sebagai buku pembantu hutang. Fungsi pencatat persediaan bertanggung jawab

(24)

untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli dalam kurun waktu persediaan.

2.3.1.4 Dokumen yang digunakan dalam transaksi pembelian Dokumen yang digunakan dalam transaksi pembelian dibagi menjadi 2 (dua) golongan menurut Mulyadi (2001, p303): dokumen sumber (source documents), yaitu dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan ke dalam catatan akuntansi dan dokumen pendukung (collaborating documents) atau dokumen penguat, yaitu dokumen yang membuktikan validitas terjadinya transaksi. Berbagai dokumen yang digunakan dalam transaksi dapat dilihat berikut ini.

 Dokumen sumbernya adalah bukti kas keluar

Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian dan juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran (berfungsi sebagai remittance advise).

 Dokumen pendukung yang terdiri dari:  Sumber permintaan pembelian

Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang atau fungsi pemakai barang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah dan mutu seperti yang tersebut dalam surat tersebut.

(25)

 Sumber permintaan otorisasi investasi (expenditure

authorization request atau authorization for expenditure)

Dokumen ini digunakan untuk meminta persetujuan pelaksanaan investasi dalam aktiva tetap dan diisi oleh fungsi yang mengusulkan perolehan aktiva tetap dan setelah diotorisasi oleh direktur fungsi yang bersangkutan dimintakan persetujuan dari direktur utama.

 Sumber permintaan otorisasi reparasi (authorization

for repair)

Dokumen ini berfungsi sebagai perintah dilakukannya reparasi yang merupakan pengeluaran modal (capital

expenditure).

 Surat permintaan penawaran harga

Dokumen ini digunakan untuk meminta harga bagi barang yang pengadaannya tidak bersifat berulang kali terjadi (tidak reptitif), yang menyangkut jumlah moneter pembelian yang besar.

 Surat order pembelian

Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih.

 Laporan penerimaan barang

Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang yang diterima dari

(26)

pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian.

 Surat perubahan order pembelian

Digunakan bila terjadi perubahan terhadap isi surat order pembelian yang sebelumnya telah diterbitkan.  Faktur dari pemasok

Dokumen ini merupakan tagihan dari pemasok, yang berisi jenis, kuantitas dan harga barang yang menjadi kewajiban perusahaan kepada pemasok.

2.3.1.5 Pembelian Just In Time

Menurut Bodnar dan Hopwood (2001, p19), mengatakan bahwa pembelian JIT muncul hanya pada saat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa pembelian JIT adalah pembelian yang dilakukan hanya pada saat ada permintaan dari pelanggan dan pengiriman secara tetap mendahului permintaan atau penggunaan

2.3.2 Persediaan

2.3.2.1 Pengertian Persediaan

Menurut Fees, Reeve, Niswonger &Warren (2002, p352) persediaan merupakan sejumlah bahan-bahan yang disediakan dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi barang-barang jadi,

(27)

produksi yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen atau langganan setiap waktu.

Menurut Bodnar & Hopwood (2001, p277) persediaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dengan membeli barang secara tunai atau kredit atau membeli aktiva produksi untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan atau membeli barang dan jasa lain berhubungan dengan kegiatan perusahaan.

2.3.2.2 Jenis Persediaan

Menurut Smith dan Skousen (1997, p327-328) persediaan pada perusahaan manufaktur dapat dibagi menjadi : 1. Bahan baku

Merupakan barang-barang yang diperoleh untuk digunakan dalam proses produksi.

2. Barang pendukung

Merupakan bahan-bahan yang digunakan untuk mendukung bahan jadi seperti bahan pengemas (packaging).

3. Barang jadi

Merupakan produk yang telah diproduksi dan menunggu untuk dijual.

2.3.2.3 Fungsi Persediaan

Menurut Assauri (1998, p178) dilihat dari fungsinya persediaan dapat dibedakan :

(28)

1) Batch stock atau lot size inventory

Yaitu persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan / barang-barang dalam jumlah lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat itu.

2) Fluctuation stock

Adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.

3) Anticipation stock

Yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan/ permintaan meningkat.

2.3.2.4 Metode Pencatatan Persediaan

Menurut Mulyadi (2001, p556), ada 2 (dua) metode pencatatan persediaan yang digunakan, yaitu:

1. Metode mutasi persediaan (perpetual inventory method) Dalam metode ini setiap mutasi persediaan dicatat dalam kartu persediaan.

2. Metode persediaan fisik (physical inventory method)

Dalam metode ini hanya tambahan persediaan dari pembelian saja yang dicatat sedangkan mutasi berkurangnya persediaan karena pemakaian tidak dicatat dalam kartu persediaan.

(29)

Menurut Hongren, Harrison, Robinson (1997, p451), ada 2 (dua) jenis sistem persediaan yang utama, di mana perbedaannya adalah sebagai berikut :

 Sistem periodik

 tidak memberikan catatan yang continue mengenai barang dagang yang dibeli dan dijual

 persediaan dihitung sekurangnya setahun sekali  digunakan untuk barang yang relatif tidak mahal  Sistem perpetual

 memberikan catatan yang kontinyu mengenai barang dagang yang dibeli dan dijual

 persediaan dihitung sekurangnya satu tahun sekali digunakan untuk setiap jenis barang

2.3.2.5 Metode Penilaian Persediaan

Menurut Fees, Reeve, Niswonger & Warren (2002, p366) dalam menilai persediaan, metode yang digunakan yaitu: 1. Metode FIFO (First In First Out)

FIFO adalah metode penetapan harga pokok persediaan, dimana dianggap bahwa barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian paling akhir.

2. Metode LIFO

LIFO adalah metode penetapan harga pokok persediaan dimana dianggap bahwa barang-barang yang

(30)

paling akhir dibeli merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini, persediaan akhir akan dinilai dengan harga pokok pembelian terdahulu.

3. Metode Rata-Rata (Average)

Rata-rata adalah metode penetapan harga pokok persediaan dimana dianggap bahwa harga pokok rata-rata dari barang yang tersedia dijual akan digunakan untuk menilai harga pokok barang yang akan dijual dan yang terdapat dalam persediaan.

2.3.2.6 Pengendalian Terhadap Fisik Persediaan

Menurut Mulyadi (2001, p581) pengendalian terhadap fisik persediaan menyangkut fungsi-fungsi sebagai berikut: 1. Fungsi Pembelian

Pembelian barang hanya dilakukan berdasarkan surat permintaan pembelian dari bagian yang membutuhkan barang. Berdasarkan surat permintaan pembelian yang diterima dan surat penawaran dari pemasok, maka pembelian membuat order pembelian. Formulir ini akan ditandatangani oleh kepala bagian yang bersangkutan supaya dapat dipertanggung jawabkan. Order pembelian ini harus bernomor urut untuk memudahkan pengecekan atas order pembelian yang sudah dipenuhi dan dibatalkan. 2. Fungsi Penerimaan

Fungsi ini harus menimbang, menghitung dan memeriksa kualitas dan kuantitas serta spesifik lainnya,

(31)

kemudian penerima mempersiapkan laporan penerimaan barang. Laporan ini antara lain menunjukkan nomor order pembelian, nama penjual, perincian tentang pengangkutan, jumlah dan macam-macam barang yang diterima.

3. Fungsi Penyimpanan

Fungsi ini bertanggung jawab atas keamanan barang-barang yang ada di dalam gudang. Pengeluaran dari gudang harus dilakukan berdasarkan surat permintaan barang yang telah dibuat secara tertulis dan telah disetujui oleh pejabat yang berwenang.

4. Fungsi Produksi

Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat formulir permintaan bahan pada saat bagian produksi membutuhkan barang untuk diproduksi dan formulir ini harus disetujui oleh pejabat yang berwenang. Fungsi ini juga bertanggung jawab atas barang yang diterimanya sampai barang tersebut selesai diproduksi menjadi barang jadi. Metode Pencatatan Persediaan.

2.3.2.7 Persediaan Just In Time (JIT)

Berdasarkan pendapat Bodnar, Hopwood (2001, p250) JIT adalah arus kontinu (terus menerus) yang bertujuan untuk meminimalkan atau mengeliminasi persediaan.

Ciri-ciri utama dari sistem persediaan JIT adalah bahwa produksi tidak dimulai pada suatu jumlah sampai pesanan diterima. Setelah menerima pemesanan, bahan baku dipesan

(32)

dan siklus produksi dimulai. Dengan demikian jelas bahwa perusahaan tidak perlu melakukan penyediaan persediaan yang berlebihan, dengan just in time maka proses produksi akan berdasarkan permintaan semata. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persediaan JIT adalah suatu sistem persediaan yang digunakan untuk mendapatkan barang tepat pada waktunya dan bertujuan untuk meminimalkan atau meniadakan biaya penyimpanan persediaan.

2.3.2.8 Re-Order Point (ROP)

Menurut Render dan Heizer (2001, p324), ROP adalah suatu saat persediaan mencapai batas sebelum perusahaan memesan lagi dan dengan seketika barang yang dipesan diterima.

Perhitungan ROP menggunakan rumus : ROP = D x L

ROP : Re-Order Point d : permintaan per hari

L : Lead Time (waktu antara dilakukannya pemesanan) Jadi dapat disimpulkan ROP adalah kuantitas dimana persediaan harus ditambahkan untuk menandai pemesanan ulang.

Referensi

Dokumen terkait

Lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 62/Permenhut‐II/2007 ditetapkan bahwa kawasan taman nasional sekurang‐kurangnya terdiri dari zona inti, zona rimba

Pelajar dapat mengemukakan, menghurai dan menganalisis aktiviti utama yang dilaksanakan bersesuaian dengan konteks dalam 4 aspek dan mencapai tahap maksimum

Tugas sehari-hari seorang Public Relations officer (PRO) adalah mengadakan kontak social dengan kelompok masyarakat tertentu, serta menjaga hubungan baik (community

Dengan melihat fungsi bangunan yaitu sebagai Galeri sepeda motor bekas dimana sebagai tempat pameran dan jual beli motor bekas maka konsep bentuk yang di ambil dari sebuah

Jika buffer piece memiliki edge yang sudah benar dan semua edge belum pada posisinya, tukar buffer dengan edge lain yang belum pada posisinya.. Tahap ini membawa

Adapun data primer lainnya adalah data karakteristik individu (usia, status bekerja, pendidikan dan pendapatan per kapita); persepsi dan sikap terhadap klaim gizi pada iklan; sikap

Hal ini menunjukkan bahwa hanya 52,5% variasi dari tingkat pemahaman akuntansi (Tpa) dapat dijelaskan oleh variabel kecerdasan emosional (Ke), kecerdasan spiritual (Ks),

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: 1 guru SD, sebaiknya dapat mengembangkan media gambar seri dalam pembelajaran mengarang, sehingga memudahkan siswa dalam