• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

27 3.1. Tinjauan Perusahaan

3.1.1. Sejarah Perusahaan

P.O Warga Baru adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkut antar kota untuk melayani perjalanan penumpang baik penumpangan perorangan ataupun kelompok. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1960, sudah hampir 59 tahun P.O warga baru telah melayani masyarakat indonesia, baik di daerah maupun di perkotaan, mengantarakan penumpang ketujuannya baik yang dekat maupun yang jauh dengan sebaik mungkin.

P.O warga baru telah menjadi perusahaan jasa angkut yang lebih baik dan lebih dewasa dalam melayani penumpang dan mengalami perjalanan panjang sampai dengan saat ini. Jumlah bus pada awal berdirinya perusahaan ini pun tidak banyak yang awalnya hanya 20 unit saja dan kini di kembangkan oleh sang pemilik yaitu bapak Gunawan dengan ketekunan beliau, sedangkan pada saat ini bus P.O warga baru sudah memiliki total 200 unit bus.

Pada tahun 1995 P.O warga baru telah mulai melayani jasa angkutan karyawan baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar dan pada tahun 2009 P.O warga warga baru mulai melayani jasa angkut ke tempat-tempat wisata ataupun tour travel.

(2)

A. Visi P.O Warga Baru

Menjadi perusahaan jasa angkut perorangan dan kelompok terbaik yang ada di indonesia.

B. Misi P.O Warga Baru

1. menyediakan sopir-sopir yang ahli dan berpengalaman.

2. menyediakan fasilitas lengkap seperti AC, Televisi pada armada 3. Menyediakan armada yang sesuai standar

4. Memberikan pelayanan yang baik pada penumpang 3.1.2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan satu hal yang penting dalam sebuah organisasi perusahaan demi berjalannya perusahaan, Karena dalam struktur organisasi terdapat orang-orang yang mempunyai tugass masing-masing dalam menjalankan

perusahaan, berikut adalah struktur organisasi P.O warga baru :

Sumber P.O Warga Baru (2019)

Gambar III.1. Struktur Organisasi SUPERVISOR

Bagian Teknik Bagian operasional Bagian keuangan

Mekanik Kasir

Sopir

(3)

Fungsi Organisasi :

1. Supervisor

Supervisor adalah pengawas dari suatu halte P.O warga baru dimana supervisor

akan mengawasi seluruh jalannya usaha di tempat tersebut, dia bertanggung jawab atas bagian keuangan, bagian operasional dan bagian teknik yang ada di tempat tersebut.

2. Bagian mekanik

Bagian mekanik adalah bagian yang bertugas untuk mengurusi perawatan dan perbaikan armada yang ada di perusahaan, seperti perbaikan armada yang rusak ataupun perawatan armada yang ada.

3. Mekanik

Mekanik adalah orang yang bertugas untuk mengurusi perawatan dan perbaikan armada yang ada di perusahaan, seperti perbaikan armada yang rusak ataupun perawatan armada yang ada.

4. Bagian keuangan

Bagian keuangan adalah bagian yang mengurusi seluruh keuangan yang ada di perusahaan, mulai pendapatan perusahaan, pengeluaraan perusahaan, baik penggajian ataupun pembelian alat-alat keperluan perusahaan dan yang menghitung untung ruginya perusahaan.

5. Kasir

Kasir bertugas untuk menerima pemasukan perusahaan dari penumpang melalui kondektur, dia akan mencatat pemasukan seluruh pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

(4)

6. Bagian oprasional

Bagian oprasional adalah bagian yang mengurusi atau mempunyai tanggung jawab pada berjalannya perusahaan baik dan bagian yang mengontrolnya sopir, kondektur dan controller.

7. Sopir

Sopir adalah orang yang bertugas membawa atau menjalankan bus dengan baik, mulai dari halte, rest area sampai tempat tujuan.

8. Kondektur

Kondektur adalah orang yang bertugas mengawal atau menjaga jalannya bus mulai dari halte sampai tempat tujuan dan juga bertugas untuk menarik tiket/ ongkos perjalanan dari penumpang yang naik.

9. controller

controller berposisi di sebuah rest area jalan tol yang berada di tengah dari rute

perjalanan bus P.O warga baru, mereka bertugas untuk mendata bus yang masuk dan mendata jumlah penumpang yang ada di dalam bus.

3.3. Prosedur Sistem Berjalan

Dalam sistem berjalan pada P.O warga baru terdapat beberapa prosedur dalam hal penjualan tiket atau mengantarkan penumpang ke tempat tujuannya diantaranya :

1. Prosedur Pendataan Kondektur

Pada saat bus akan melakukan perjalan kondektur akan membawa lembar SPJ (Surat Perintah Jalan), yang mana mengharuskan kondektur untuk melakukan pendataan pada 2 hal yaitu :

(5)

b. kedua adalah menarik ongkos dari penumpang yang ada di dalam bus, Setelah itu datanya di simpan dalam SPJ, setelah itu SPJ akan di cek dan didata kembali oleh controller ditengah perjalanan dan akan diberi paraf, setelah dicek oleh controller dan bus sudah selesai melakukan perjalanan SPJ akan dilaporkan ke kasir oleh kondektur beserta penyetoran uang dari ongkos penumpang yang dibawa oleh bus tersebut ke bagian kasir.

2. Prosedur Kontrol Bus

Bus akan berhenti di rest area yang berada di tengah rute perjalanan, setelah itu controller akan mendata bus yang masuk dan menghitung jumlah penumpang

yang ada di dalam bus, setelah itu datanya akan disimpan di dalam kolom konrol bus yang ada di dalam SPJ dan diberi paraf tanda sudah dicek kembali oleh controller, setelah itu datanya akan simpan atau dicatat kembali di lembar rekap kontrol, dan lembar rekap kontrol akan dilaporkan kepada supervisior P.O warga baru.

3. Prosedur Pengecekan Dan Laporan Supervisor

Supervisor akan mendapatkan data rekap Kontrol dari controller dan supervisor

juga akan meminta data SPJ dari kasir, jika data sesuai supervisor akan membuat laporan pendapatan bulanan kepada direktur perusahaan, jika data berbeda akan dipertanyakan kepada controller dan kondektur dengan kemungkinan sangsi/denda kepada yang lalai atau melanggar peraturan perusahaan.

(6)

3.3. Use Case Diagram

Berikut ini adalah diagram use case yang menggambarkan proses utama dari sistem yang sedang berjalan :

Gambar III.2.

(7)

1. Prosedur Pendataan Kondektur

Tabel III.1.

Prosedur Pendataan Kondektur

Use case name Prosedur Pendataan Kondektur

Requirements Kondektur melihat penumpang yang menaiki bus di halte bus

Goal Kondektur mendata jumlah penumpang dan total

pedapatan di SPJ.

Pre-condition Kondektur mengecek penumpang yang naik dari halte bus

Post condition Kondektur mendapatkan ongkos dan data total jumlah penumpang yang naik

Failed end conditions Tidak ada penumpang yang naik

Primary Actors Kondektur

Main Flow / Basic Path 1. Kondektur menarik/meminta bayaran sesuai tarif kepada penumpang

2. Kondektur mendata total jumlah penumpang dan jumlah total uang dari ongkos penumpang di SPJ.

3. Kondektur melaporkan SPJ dan pendapatan kepada bagian kasir.

(8)

2. Deskripsi Prosedur Kontrol Bus

Tabel III.2.

Deskripsi Prosedur Kontrol Bus

Use case name Prosedur Kontrol Bus

Requirements Controller mengecek jumlah penumpang di dalam

bus

Goal Controller mendata bus dan jumlah penumpang

kedalam SPJ dan diberi paraf

Pre-condition Controller mengecek bus dan jumlah

penumpangnya

Post condition Controller membuat laporan rekap kontrol

Failed end conditions Bus tidak membawa penumpang

Primary Actors Controller

Main Flow / Basic Path 1. Controller mendata bus dan jumlah penumpang ke dalam SPJ dan diberi paraf

2. Controller membuat laporan rekap kontrol 3. Controller menyerahkan laporannya kepada

(9)

3. Deskripsi Prosedur Pengecekan Dan Laporan Supervisor Tabel III.3.

Prosedur Pembuatan Laporan

Use case name Pengecekan dan laporan supervisor

Requirements Supervisor mengecek laporan rekap kontrol dan

SPJ

Goal Supervisor mengecek kesesuaian antara rekap

kontrol dan SPJ dan membuat laporan bulanan Pre-condition Kondektur dan controller membuat laporan yang

akan di terima supervisor

Post condition Supervisor membuat laporan bulanan kepada

direktur

Failed end conditions Data rekap kontrol dan SPJ tidak sesuai

Primary Actors Supervisor

Main Flow / Basic Path 1. Supervisor mengecek kesesuain antara rekap kontrol dan data SPJ

2. Jika sesuai supervisor membuat laporan bulanan kepada direktur

(10)

3.4. Spesifikasi Dokumen Masukan

Dokumen masukan merupakan dokumen yang mengalami proses awal dari sistem pengolahan pemesanan tiket pada P.O warga baru dan bentuk dokumen masukan tersebut sebagai berikut :

A. Dokumen Masukan

1. Nama : Rekap Kontrol Fungsi : Rekapitulasi dari SPJ Sumber : Controller

Tujuan : Supervisor Media : Kertas

Jumlah : 2 (dua) Rangkap

a. Rangkap pertama untuk arsip controller b. Rangkap kedua untuk Supervisor Frekuensi : Setiap shift

Bentuk : Lampiran A1 3.5. Spesifikasi Dokumen Keluaran

A. Dokumen Keluaran

1. Nama : SPJ (Surat Perintah Jalan) Fungsi : Data perjalanan bus Sumber : Kondektur

Tujuan : Kasir Media : Kertas

Jumlah : Satu Rangkap

Frekuensi : Setiap perjalanan bus Bentuk : Lampiran B1

(11)

3.6. Permasalahan Pokok

Setiap penulis mempelajari dan menganalisa sistem berjalan pada pemesanan tiket khususnya di P.O warga baru. Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam sistem tersebut, antara lain :

1. Pada sistem pengolahan pemesanan tiket pada P.O warga baru yang sekarang dijalankan sering terjadi laporan rekap kontrol/SPJ yang hilang saat di kasir atau juga rusak dan tidak terbaca.

2. Dengan tidak diterapkannya penggunaan tiket, penumpang harus melakukan pembayaran di tengah perjalanan dan itu bisa memancing tindakan kejahatan. 3. Pendapatan perusahaan hanya terpaku pada SPJ, jika ada penumpang yang naik di halte da turun sebelum tol, data atau ongkos penumpang tersebut tidak akan masuk ke pendapatan perusahaan.

3.7. Pemecahan Masalah

Dari analisa diatas, maka penulis mencoba memberikan usulan alternatif permasalahan umum pada sistem yang ada yaitu sebagai berikut:

1. Dibangunnya sistem penyimpanan data rekap kontrol data SPJ yang sudah terkomputerisasi berbasis dekstop yang bisa menyimpan data lebih aman dan cepaat saat akan dilakukan pencarian data.

2. Menerapkan sistem tiket pada P.O warga baru

3. Pembuatan laporan penjualan tiket untuk laporan tambahan pendapatan perusahaan.

Gambar

Gambar III.1. Struktur Organisasi SUPERVISOR
Gambar III.2.
Tabel III.1.
Tabel III.2.

Referensi

Dokumen terkait

GNU/Linux Debian 10 dan paket perangkat lunak server yang telah dilakukan nantinya bisa dijadikan wawasan baru dalam pengembangan aplikasi web dengan bahasa

Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa (1) tindakan pencegahan tidak berpengaruh signifikan terhadap upaya meminimalisasi kecurangan (fraud) laporan keuangan karena

Untuk Analisis hujan bulan Juni 2016 di seluruh Propinsi Banten dan DKI Jakarta menunjukkan bahwa hujan yang terjadi cenderung bersifat Atas Normal, kecuali sebagian wilayah Barat

PPATK sendiri dengan pendekatan berbasis risiko telah mengutamakan penanganan perkara TPPU yang berdasarkan 3 jenis tindak pidana utama yang menghasilkan..

Prinsip dasar pengukuran kecerlangan bintang pada citra CCD adalah dengan menghitung intensitas pada semua piksel yang mengandung cahaya dari bintang, perkirakan besar

Bagi rumah produksi yang meluncurkan film Di Timur Matahari agar dapat memberikan sebuah tontonan yang membuat penontonnya menghargai nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam

Melalui teori Lawrence Green (1980) dalam Notoatmojo (2005) tersebut peneliti hendak melihat apakah pengetahuan, keyakinan, nilai- nilai dan persepsi berhubungan

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kunci dimana Jokowi-JK dapat sukses dalam Pemilihan Presiden 2014 di Kabupaten Mojokerto adalah lahirnya Relawan Gardu Jokowi-JK