Abstrak— Masa usia dini merupakan masa tumbuh kembang anak yang sangat penting. Pada masa itu, sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan kematangan emosional manusia pada tahap berikutnya. Dengan bertambah banyaknya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang ada, diharapkan orang tua dapat membantu anak untuk menemukan potensi yang ada pada diri mereka dengan memberi mereka pendidikan sejak dini. Maka dari itu Pendidikan Anak Usia Dini sangatlah penting, terlebih sekolah yang sangat dibutuhkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya agar anak dapat belajar dengan suasana yang berbeda. KB dan TK Ta’miriyah merupakan yayasan pendidikan Islam terkemuka yang berada di Utara kota Surabaya. Menggunakan agama Islam sebagai landasan pendidikan membuat yayasan Ta’miriyah lebih unggul dari sekolah biasa. Dengan tema ceria dan sentuhan nuansa Islami diharapkan dapat memiliki tujuan menciptakan perancangan interior yang memberikan atmosfer tempat edukasi dan bermain yang berbeda. Desain interior yang menggunakan tema ceria dan nuansa islami ini, bisa menjadi salah satu solusi permasalahan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, khususnya KB dan TK Ta’miriyah yang membutuhkan identitas dan kemajuan fasilitas sebagai salah satu sekolah islam terkemuka yang ada di kota Surabaya. Melalui pendekatan desain, dirancang sebuah sekolah dan interiornya dengan elemen estetis yang modern dan masih berhubungan dengan nuansa islami, sehingga sekolah tersebut dapat mendukung identitas dari yayasan Ta’miriyah itu sendiri.
Kata Kunci—Ceria, Islami, Pendidikan Anak Usia Dini, Ta’miriyah.
I. PENDAHULUAN
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Benjamin S. Bloom, Professor of Education, University of Chicago mengungkapkan bahwa pada usia 4 tahun 50% dari kapabilitas kecerdasan seorang anak telah terbentuk. Pada usia 8 tahun telah mencapai 80% dan pada usia 18 tahun intelegensi dewasa seorang anak telah komplit terbentuk. Oleh karena itu, masa usia dini (0-6 tahun) disebut sebagai masa keemasan (golden age) dimana peran stimulasi lingkungan yang kondusif dan dilakukan dengan cara bermain dan belajar akan dapat mengembangkan pertumbuhan otak dan seluruh potensi anak.
Pendidikan anak usia dini memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Oleh karena itu, disamping pendidikan yang telah didapatkan dalam lingkungan keluarga, anak juga perlu mendapatkan pendidikan dan bimbingan dari luar, agar nantinya anak dapat bersosialisasi dengan
lingkungan luar, dan juga membantu menumbuhkembangkan kepribadian secara mental dan spiritual.
KB dan TK Ta’miriyah merupakan sekolah islam terkemuka yang berada di Surabaya Utara. Berada di bawah naungan Yayasan Ta’mir Masjid Kemayoran. Mempunyai misi untuk menjadikan anak didik yang beraqidah kuat, berkeibadahan benar, berakhlak mulia, berwawasan luas, berpenguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa sosial, serta berkedisiplinan diri tinggi. Sebagai sekolah yang menggunakan agama islam sebagai dasar pendidikan, Ta’miriyah menawarkan pendidikan yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Namun, dengan banyaknya sekolah islam yang bermunculan, maka Ta’miriyah memerlukan sesuatu yang berbeda yang dapat membuat masyarakat tertarik untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Ta’miriyah. Maka dari itu, mendesain interior ruang kelas KB dan TK Ta’miriyah di Surabaya, dengan desain interior yang lebih baik merupakan tujuan utama. Karena sebuah bentuk ruang juga dapat mempengaruhi sifat, mental dan psikologis seorang anak. Perancangan interior kelas KB dan TK ini, lebih rumit daripada perancangan sekolah Dasar, sekolah Menengah, Perguruan Tinggi dan seterusnya, karena alasan pertama, untuk mendesain sebuah interior ruang anak, harus sangat disesuaikan dengan bagaimana sifat dan pembawaan anak-anak diusia 2-6 tahun, sehingga kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik pada anak dapat diminimaliskan melalui sebuah desain interiornya. Alasan kedua agar Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Ta’miriyah dapat menunjukkan ciri khasnya sebagai sekolah islam dan berbeda dengan sekolah lainnya.
II. METODEPENELITIAN
Metode yang digunakan adalah metode Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cara primer dan sekunder. untuk data primer dilakukan dengan melakukan survei lokasi objek penelitian yang berada di Jl. Indrapura No.02 Surabaya. Survei dilakukan untuk mengetahui keadaan awal dari bangunan tersebut beserta lingkungan sekitar dan per-masalahan apa yang timbul tentu saja berkaitan dengan interior bangunan serta aspek-aspek penunjang interior lainnya seperti masalah kenyamanan, fasilitas dan lain sebagainya.
Desain Interior Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak
Ta’miriyah dengan Tema Ceria dan Bernuansa Islami untuk
Meningkatkan Potensi Anak Usia Dini
1)Viddy Noor Safiriany Amrouzy 2)Adi Wardoyo
Jurusan Interior, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: [email protected] e-mail: [email protected]
Gambar 1 Ruang kelas TK A (sumber : dokumentasi pribadi)
Gambar 2 Ruang kelas TK A (sumber : dokumentasi pribadi)
Gambar 3 Ruang serbaguna (sumber : dokumentasi pribadi)
Gambar 4 Lemari penyimpanan kostum (sumber : dokumentasi pribadi)
Setelah survei di lokasi muncul dua permasalahan,yaitu : 1. Bagaimana menciptakan kenyamanan dan keamanan
untuk mendukung proses belajar-mengajar dalam ruang kelas?
2. Bagaimana upaya untuk mendesain interior KB dan TK Ta’miriyah agar berbeda dengan KB dan TK lainnya?
Selain dengan melakukan survei, pengumpulan data juga dilakukan dengan mewawancarai beberapa narasumber yang memiliki peranan penting didalam kawasan penelitian dan juga menyebar kuisioner.
Sedangkan data sekunder didapat dengan cara studi literatur dari berbagai sumber yang mencakup tentang apa yang akan dibahas pada penilitian.
a. PAUD
adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. PAUD bertujuan mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
b. Karakteristik
Sebagai pendidik anak usia dini khususnya anak usia taman kanak-kanak, kita perlu mengetahui siapa anak yang akan dihadapi dan bagaimana karakteristik yang dimiliki mereka. Batasan tentang masa anak ditemukan cukup bervariasi. Dalam pandangan mutakhir yang lajim dianut di Negara maju, istilah anak usia dini (early childhood) adalah anak yang berkisar antara usia 0-8 tahun. Namun bila dilihat dari jenjang pendidikan yang berlaku di Indonesia, maka yang termasuk dalam kelompok anak usia dini adalah anak usia SD kelas rendah (kelas 1-3), Taman Kanak-kanak (kindergarten), kelompok bermain (play group) dan anak masa sebelumnya (masa bayi).
c. Warna
Warna dan anak adalah dua elemen yang tak terpisahkan. Dari bayi, anak sudah mengenal warna. Terbukti, mereka lebih menyukai mainan berwarna primer seperti merah, biru dan kuning ketimbang yang berwarna pastel. Beberapa ahli psikologi seperti Hemphill di tahun 1996, Lang di tahun 1993 dan Mahnke di tahun 1996, telah melakukan penelitian mengenai warna dan hubungannya dengan emosi anak, walaupun ada beberapa hal yang masih meragukan. Keraguan mereka didasarkan pada kultur manusia yang berbeda tentang suatu warna. Di Amerika contohnya, warna merah dinilai membangkitkan semangat atau agresivitas. Sementara di China, merah itu menyimbolkan perayaan dan keberuntungan, serta menimbulkan efek menenangkan. Namun demikian, terdapat efek universal yang terjadi di seluruh dunia akibat penggunaan warna.
d. Islam
Islam (Arab: al-islām, الإسلام "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para
nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.1
e. Ergonomi dan Antropometri
Antropometri merupakan bagian dari ergonomi yang secara khusus mempelajari tubuh, meliputi dimensi linier, berat, isi, ukuran, kecepatan, kekuatan dan aspek lain dari gerakan tubuh. Cormick mengemukakan bahwa dalam perancangan kursi yang ergonomis, perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini2, yaitu :
• Sandaran kursi seharusnya memberikan dukungan pada daerah lumbar
• Sandaran seharusnya bersudut 100 sampai dengan 300 dari daerah vertikal
• Sudut antara kursi dengan sandaran kursi anatar 950 dan 1200
• Permukaan kursi tidak boleh lebih tinggi dari ukuran tinggi popliteal
• Lebar kursi sesuai dengan ukuran tubuh yang besar • Tinggi meja tidak boleh lebih rendah atau lebih tinggi dari siku duduk
f. Pencahayaan
Diantara hal-hal penting yang anak-anak pelajari saat di taman kanak-kanak dan kelompok bermain ialah persepsi mengenai ruang dan pengenalan warna, objek dan manusia. Pencahayaan yang baik mempunyai peran yang penting disini. Untuk membentuk penglihatan 3D, kita membutuhkan cahaya dan bayangan. Di dalam ruangan yang keseluruhan sangat terang dimana objek tidak mempunyai bayangan dan tidak ada permukaan yang lebih terang atau lebih gelap dari yang lainnya, kita tidak akan mampu untuk menaksir ukuran maupun jarak.
Di dalam ruangan yang cahayanya didistribusikan dengan baik, kita bisa bergerak dengan aman dan nyaman karena kita tidak mempunyai masalah dalam melihat dan mengingat pergerakan kita dalam 3D. Mengenali warna dan permukaan, tekstur dan material adalah salah satu dari tantangan visual yang paling penting di dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita sudah mengembangkan keahlian tersebut, kita bisa secara menyeluruh mengenali suatu objek keras atau lembut, berat atau ringan. Mengidentifikasi warna dan permukaan juga sangat penting. Warna tercipta oleh cahaya yang memantul pada permukaan. Apa yang kita anggap sebagai warna dari objek sebenarnya adalah cahaya dari beberapa panjang gelombang yang tidak diserap oleh permukaan objek. Jadi, untuk melihat dan mengidentifikasi warna dan objek dengan benar, pencahayaan yang baik dan menerjemahkan warna yang baik dari lampu sangatlah penting.3
III. ANALISADANHASIL
Pengangkatan tema desain yang dilakukan pada perancangan
1 Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia
2 Sumber : MC. Cormick, E. J., Human Factors in Engineering and Design,
6th Edition, Mc Graw Hill Book Company, Singapore.1987
3 Sumber : Good Lighting for Schools and Educational Establishments
ini berdasarkan analisa aktivitas dan kebutuhan dari program yang disediakan oleh KB dan TK Ta’miriyah. Dalam perancangan ini, fasilitas-fasilitas yang terdapat pada KB dan TK Ta’miriyah didesain sedemikian rupa untuk memenuhi dan mendukung kebutuhan tumbuh dan kembang anak. Adanya standarisasi jenis material yang digunakan untuk fasilitas tumbuh kembang anak menyebabkan tidak semua material aman untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain pemilihan material, bentuk juga mempunyai pengaruh dalam proses tumbuh kembang anak. Sehingga, tidak semua bentuk dapat digunakan pada fasilitas ini. Kondisi ini, menjadi sebuah batasan untuk penggunaan material dan pemilihan bentuk yang seharusnya digunakan dalam fasilitas ini. Bentuk dan material yang digunakan ini haruslah aman dan tidak mudah melukai anak. Penggunaan warna yang tepat juga dapat menstimulasi anak. Warna-warna dingin seperti hijau dan biru dapat membuat anak tenang. Warna hijau juga mempunyai arti khusus dalam agama Islam. Konsep ini terbagi menjadi beberapa sub konsep yaitu konsep bentuk, konsep warna, konsep material, konsep pencahayaan, konsep penghawaan, dan juga konsep keamanan.
a. Konsep bentuk
Konsep bentuk yang akan digunakan adalah bentukan-bentukan geometris yang diadaptasi dari simbol-simbol agama Islam dan juga bentukan lengkung tidak beraturan (Biomorphic) yang menimbulkan rasa dinamis, bentuk biomorphic ini terlihat hidup, terutama dalam keelastisitasannya. Lalu, untuk menimbulkan suasana Islami dan menonjolkan Ta’miriyah sebagai sekolah Islam mengambil bentukan kubah dari logo Ta’miriyah yang memiliki makna Ta'miriyah Surabaya merupakan lembaga pendidikan yang berciri Islam dan dalam pencapaian tujuannya dilandasi oleh niat yang suci dan luhur.
Gambar 5 Rub Al-hizb (sumber : Wikipedia)
Gambar 7 Bintang Al-Quds (sumber : Wikipedia)
b. Konsep warna
Warna yang akan digunakan adalah Perpaduan warna dingin dan panas, warna dingin seperti hijau dan biru sedangkan warna panas seperti kuning dan oranye, diharapkan agar dengan menggunakan warna itu suasana di dalam ruangan tetap sejuk tetapi, tetap membuat anak-anak bersemangat untuk beraktifitas dalam ruang kelas.
c. Konsep Material
material yang akan digunakan harus tidak berbahaya bagi anak. Selain itu juga merangsang terciptanya perasaan (mood) positif sehingga dapat memberikan kenyamanan maksimal, material yang digunakan menyesuaikan dengan konsep yang digunakan; Material yang digunakan memiliki sifat yang tidak membahayakan bagi pengguna (smooth surface). Material yang digunakan pada furniture adalah multiplek dan menggunakan cat duco sebagai finishing. Karena sifatnya yang ringan sehingga dapat dipindahkan anak dengan mudah.
d. Konsep Pencahayaan.
Pencahayaan adalah salah satu aspek penting dalam suatu perancangan, karena lewat pencahayaan dapat tercipta suasana dan ambience dari suatu ruangan. Ambience yang diinginkan dalam ruang kelas adalah agar anak semangat dan tidak malas untuk beraktifitas di dalam kelas. Pencahayaan yang akan digunakan adalah pencahayaan buatan yang baik bagi anak.
Gambar 9 Ruang kelas dengan pencahayaan yang baik (sumber : Good Lighting for Schools and Educational Establishments)
e. Konsep Penghawaan
Memberikan kenyamanan thermal dan kebersihan ruang merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan, bagaimana penghawaan dalam perancangan ini baik dan membuat anak nyaman beraktifitas di dalam kelas. Penggunaan air conditioner akan lebih membantu sirkulasi udara dalam perancangan ini.
f. Konsep Keamanan
Faktor keamanan yang wajib dalam sebuah perancangan seperti layaknya fire extinguisher, fire hydrant, water sprinkler, smoke detector, fire alarm, dan cctv akan terdapat pada perancangan ini.
IV. KESIMPULAN/RINGKASAN
1. Penekanan perancangan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Ta’miriyah dengan tujuan utama untuk mencari suasana baru dalam melakukan kegiatan belajar dan bermain serta sebagai identitas dari Ta’miriyah sebagai lembaga pendidikan yang menggunakan agama Islam sebagai landasan pendidikan. Sehingga dengan konsep tersebut dapat diaharapkan Ta’miriyah dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar di dalam kelas dan menjadi sekolah islam yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Disamping itu perlu diperhatikan pula bahwa suatu tempat yang sifatnya untuk kepentingan belajar mengajar akan rutin digunakan setiap hari oleh peserta didik maupun pengajar. Oleh karena itu untuk mempertahankan dan agar anak tidak bosan dengan suasana di dalam kelas, diperlukan desain-desain berkelanjutan agar membuat anak tidak mudah bosan berada di dalam kelas. Kerja sama diantara para pengajar juga diperlukan agar tetap kreatif dalam mengajar anak didiknya.
2. Menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni dalam bangunan. Menggunakan material yang aman, ramah untuk anak, menggunakan bentukan-bentukan yang menarik namun tetap menonjolkan suasana Islami. Kehadiran suatu konsep sebagai tema dalam rancangan tidak hanya untuk memenuhi kenyamanan dan keindahan saja namun
Gambar 8 Warna dingin dan panas (sumber : data pribadi)
Gambar 10 Jenis peralatan keamanan pada situasi kebakaran
akan membuat anak didik untuk menceritakan pengalamannya kepada wali murid, sehingga wali murid akan percaya sepenuhnya pada Ta’miriyah sebagai lembaga pendidikan untuk mendidik anaknya.
DAFTARPUSTAKA
[1] Color – Communication in Architectural Space (ebook) Written by : Meerwein, Rodeck, Mahnke
[2] Good Lighting for Schools and Educational Establishments (ebook). [3] Schools and Kindergartens - A DESIGN MANUAL (ebook)
Written by : Mark Dudek
[4] Kindergarten Classrooms and the Importance of Vibrant Colors written by: Linda M. Rhinehart Neas.
[5] C. Anderson, Denise L., "Color Psychology and Liturgical Space," (January 03, 2008) Envision Church.
http://www1.georgetown.edu/centers/liturgy/envisionchurch/42650.html .
[6] Excellence in Public Education Facilities: The Color of Learning, Julie Barrett, 2008.
http://www.excellence.dgs.ca.gov/MaxStPerformance/S4_4-2.htm [7] Graves Disease: Color Therapy for Graves' Disease and
Hyperthyroidism, 2006 -
http://www.gravesdiseasecure.com/chromotherapy.html [8] Precision Media: Psychology of Color,