• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAMUS BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAMUS BAHASA INDONESIA"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KAMUS

(3)

KAMUS

BAHASA INDONESIA

PUSAT BAHASA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

JAKARTA, 2008

(4)

499.213

KAM Kamus Bahasa Indonesia/Tim Penyusun k Kamus Pusat Bahasa.

Jakarta: Pusat Bahasa, 2008 xvi, 1826 hlm.; 21,5 cm ISBN 978-979-689-779-1

(5)

KAMUS BAHASA INDONESIA

Pemimpin Redaksi Dendy Sugono Penyelia Sugiyono Yeyen Maryani Redaksi Pelaksana Ketua

Meity Taqdir Qodratillah Anggota

Cormentyna Sitanggang, Menuk Hardaniwati Dora Amalia, Teguh Santoso, Adi Budiwiyanto

Azhari Dasman Darnis, Dewi Puspita

Pembantu Pelaksana Endang Supriatin, Dede Supriadi

(6)

Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar. Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.

Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah. Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).

Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.

Untuk menghasilkan kamus seperti itu diperlukan semangat, ketekunan, dan kerja keras penyusun. Oleh karena itu, atas terbitnya kamus ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah turut berperan dalam penulisan kamus ini. Selain itu saya memberikan ucapan terima kasih kepada Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional yang telah mengubah kamus ini ke format elektronik sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui layanan buku murah Departemen Pendidikan Nasional. Semoga penerbitan kamus ini dapat memberi manfaat besar bagi upaya pencerdasan bangsa menuju insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Kepala Pusat Bahasa

Dendy Sugono Pemimpin Redaksi

(7)

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA PENERBITAN

KAMUS BAHASA INDONESIA

Perkembangan bahasa mencerminkan perkembangan kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Perkembangan bahasa itu tampak pada perkembangan kosakata. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah pesat pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang, antara lain, dipacu oleh perkembangan ilmu dan teknologi serta seni. Perkembangan kosakata itu dapat dilihat pada bertambahnya lema dalam kamus bahasa Indonesia dari satu edisi ke edisi berikutnya. Tanpa kita rasakan ternyata Kamus Besar

Bahasa Indonesia telah 20 tahun berada di tengah-tengah masyarakat, baik di dalam

maupun di luar negeri. Selama kurun waktu itu kamus tersebut telah mengalami perkembangan muatan lema dari 62.000 lema pada edisi pertama (1988) hingga 91.000 lema pada edisi keempat (2008). Hal itu menunjukkan bahwa kamus tersebut selalu memutakhirkan kandungan lemanya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama hingga edisi ketiga kamus itu mengalami cetak ulang hingga puluhan kali. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat memang memerlukan kamus tersebut sebagai sumber rujukan dalam dunia pendidikan ataupun dunia kerja.

Di samping pengguna, respons masyarakat terhadap kamus itu juga muncul dalam bentuk upaya penerbitan kamus serupa untuk keperluan bisnis. Beberapa kamus bahasa Indonesia bermunculan, bahkan beberapa di antaranya ada yang memanfaatkan kepopuleran Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tampaknya sudah merebut hati masyarakat. Jika kamus yang bermunculan itu disusun dengan standar perkamusan yang memadai, peran masyarakat dalam menyediakan kamus bahasa Indonesia seperti itu dapat menjadi aspek positif bagi pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia. Sebaliknya, kamus serupa itu akan menjadi aspek negatif apabila penyusunannya hanya memperhatikan aspek bisnis semata.

Kamus Bahasa Indonesia ini harus dipandang sebagai upaya pemutakhiran acuan

kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus ini menjadi sumber rujukan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan daya ungkap pengguna bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis, terutama di kalangan insan pendidikan. Kamus ini menjadi pegangan utama pelajar dan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berekspresi dan berkomunikasi lisan ataupun tulis. Demikian juga bagi peneliti, penulis, penerjemah, wartawan, dah masyarakat luas dapat memanfaatkan kamus ini demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan bahasa Indonesia serta kemajuan peradaban

(8)

semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, terbitnya Kamus Bahasa Indonesia yang disertai terbitnya Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sungguh merupakan persembahan yang amat berharga bagi bangsa Indonesia. Semoga buku ini membawa manfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Menteri Pendidikan Nasional

(9)

Tim Redaksi v

Prakata vii

Sambutan Menteri Pendidikan Nasional ix

Daftar Isi xi

Petunjuk Pemakaian Kamus xiii

Lema KBI A—Z 1—1826

(10)

PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS

A. Ejaan

Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini adalah

ejaan bahasa Indonesia yang didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan

Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan

Istilah.

B. Bentuk Susunan Kamus

Susunan kada dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Bahasa

Indonesia disusun seperti berikut.

1. Kata Dasar dan Kata Turunan

Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar segala bentukan

kata diperlakukan sebagai lema atau entri, sedangkan bentuk derivasinya

(kata turunan, kata ulang, dan gabungan kata) diperlakukan sebagai

sublema atau subentri. Contoh: sabar adalah kata dasar dan kata

bersabar, menyabarkan, penyabar, dan kesabaran adalah bentuk

derivasinya. Dengan demikian, cara menyusunnya adalah sebagai

berikut.

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus

asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;

tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl

menghadapi setiap masalah;

menyabarkan

v menenangkan perasaan (pikiran dsb);

menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;

penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak

lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap

(11)

temanku yg ~di antara teman-temanku

2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang

Kata ulang atau bentuk ulang di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini

diatur atau disusun sebagai berikut.

a) Bentuk kata yang seolah-olah merupakan bentuk ulang, seperti

alap-alap, laba-laba, kupu-kupu diperlakukan sebagai lema.

b) Bentuk ulang seperti pontang-panting diperlakukan sebagai lema.

c) Kata ulang yang menunjukkan jamak dalam hal proses diperlakukan

sebagai sublema. Contoh:

bersaf-saf diletakkan sesudah saf

tersedeng-sedeng diletakkan sesudah sedeng

3. Gabungan Kata

a) Gabungan kata atau kelompok kata yang mempunyai derivasi

diper-lakukan sebagai lema. Contoh:

salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak

sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg

diberikan;

penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;

penyelewengan

b) Gabungan kata atau kelompok kata yang tidak berderivasi di

per-lakukan sbg sublema. Letaknya langsung di bawah lema yang

berkaitan dan disusun berderet ke samping secara berurutan menurut

abjad. Unsur pertama gabungan kata itu dicetak dengan tanda

hubung ganda (--) Contoh:

sagu n 1 pohon yg hati batangnya dapat dibuat tepung; 2 hati batang

pohon palem; 3 tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb);

-- belanda garut; Maranta arundinacea; -- betawi sagu belanda;

(12)

c) Gabungan kata atau kelompok kata yang dibentuk dari kata turunan

atau sublema diperlakukan sebagai sublema dan diletakkan di

bawah kata turunan tersebut. Unsur pertama kata turunan itu dicetak

dengan tanda tilde (~). Contoh:

saji n ...;

menyajikan v ...;

tersaji v ...;

sajian n ...;

penyaji n ...;

-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan

ilmiah

C. Tanda Baca

1. Tanda Hubung (-)

a) Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.

Contoh:

a) main-main

b) saban-saban

b) Tanda hubung dipakai di depan kata bilangan yang menunjukkan

tingkat atau urutan. Contoh:

ke-4

ke-7

ke-9

2. Tanda Hubung Ganda (--)

Tanda hubung ganda dipakai untuk menggantikan lema yamg terdapat

dalam contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:

(13)

menjalankan usahanya;

3. Tilde (~)

Tilde dipakai untuk menggantikan sublema yang terdapat di dalam

contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:

sabar a ...;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~

dl menghadapi setiap masalah;

4. Cetak Miring

Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan label

kelas kata, dan contoh pemakaian lema atau sublema dalam kalimat.

Contoh:

a) Label Kelas Kata

a (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p

(par-tikel), pron (pronomina), dan v (verba)

b) Kalimat contoh pemakaian lema dan sublema

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak

lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini

dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu:

dng – ia menjalankan usahanya;

5. Cetak Tebal

(14)

sedikit cekung, terbuat dr porselen, beling, dsb, untuk

meletakkan nasi, lauk-pauk, dsb: -- yg dipakai untuk jamuan

malam sudah disiapkan;

...;

b. Huruf yang dicetak tebal menunjukkan angka untuk angka polisem

(kata yg memiliki lebih dari satu makna).

Contoh

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus

asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;

tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

c. Huruf yg dicetak tebal menunjukkan gabungan kata.

Contoh:

saji n ...;

menyajikan v ...;

...

penyaji n ...;

-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan

ilmiah

6. Koma (,)

1) Tanda koma (,) dipakai untuk membatasi huruf kapital dan huruf

kecil pada lema pertama setiap abjad. Contoh:

a) D, d /dé/ n huruf ke-4 abjad Indonesia

b) G, g /gé/ n huruf ke-7 abjad Indonesia

2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan lema beserta kelas kata

yang tidak diberi deskripsi dengan sublema. Contoh:

(15)

disiarkan

7. Titik Koma (;)

1) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan bentuk-bentuk kata yang

bermakna sama atau hampir sama (sinonim) yang terdapat pada

penjelasan makna.

Contoh:

salah guna, menyalahgunakan

v melakukan sesuatu tidak

sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg

diberikan;

penyalahgunaan

n

proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;

penyelewengan

2) Titik koma (;) dipakai sebagai penanda akhir penjelasan makna

sebuah sublema yang masih belum merupakan bentuk derivasi

terakhir (penjelasan makna sublema yang merupakan bentuk

derivasi terakhir sebuah lema tidak diakhiri dengan tanda apa pun).

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl

menghadapi setiap masalah;

menyabarkan

v menenangkan perasaan (pikiran dsb);

menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;

penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak

lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap

(16)

yg ~di antara teman-temanku

8. Titik Dua (:)

Titik dua (:) dipakai sebagai pengganti kata misalnya di akhir

deskripsi dan sebelum contoh pemakaian.

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

9. Tanda Kurung ((...))

Tanda kurung ((...)) dipakai untuk menunjukkan bahwa kata atau

bagian kalimat yang terdapat di dalam penjelasan yang diapit oleh

tanda kurung itu merupakan keterangan penjelas bagi kata-kata atau

pernyataan yang terdapat di depannya.

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

10. Garis Miring (/.../)

Garis miring (/.../) dipakai untuk lafal kata yang mengandung unsur

bunyi /e/ atau /é/ agar tidak terjadi kesalahan di dalam melafalkan

kata.

Contoh:

sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum

disiarkan

(17)

depan kata lema yang memiliki bentuk homonim, setengah spasi ke

atas.

Contoh:

a)

1

bisa a mampu; dapat: dia C berenang;

2

bisa n zat racun dr binatang (spt ular);

b)

1

seri a tidak ada yg menang atau kalah: pertandingan sepak bola

itu berakhir ņ

2

seri n cahaya:

ņ wajahnya;

12. Angka Arab

Angka Arab bercetak tebal (1, 2, 3, ...) dipakai untuk menandai

makna polisemi (yaitu arti kesatu, arti kedua, arti ketiga, dan

seterusnya).

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas

putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2

tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan

usahanya;

D. Label dan Singkatan Kata

1) Label Kelas Kata

n

nomina

v

verba

a

adjektiva

adv adverbia

num numeralia

p

partikel

pron pronomina

(18)

dp

daripada

dr

dari

dsb dan sebagainya

kpd kepada

krn karena

msl misalnya

pd

pada

sbg sebagai

spt seperti

thd terhadap

tt

tentang

yg

yang

(19)

1

M, m /ém/ n 1 huruf ke-13

abjad Indonesia; 2 (ditulis dng huruf kapital) lambang bilangan 1.000 angka Romawi; 3 (ditulis dng huruf kapital bergaris atas) lambang bilangan 1.000.000 angka Romawi; 4 ukuran panjang, singkatan di meter (m)

2

M /ém/ n kp Masehi mao mak

maab n tempat pulang kembali

maaf n 1 ampun; pembebasan dr tuntutan

(kesalahan, kekeliruan, dsb); 2 (permin-taan ampun) ampunilah, jangan marah; berilah izin (untuk melakukan sesuatu);

permaafan n pengampunan; perihal

me-maafkan

bermaaf-maafan v saling mengampuni;

ampun-mengampuni; saling memberi maaf;

memaafkan v memberi maaf pd

sese-orang atas kesalahan dsb: dng tulus, dia ~

saudara-saudaranya;

maaf-memaafkan v saling memaafkan:

setelah sadar, mereka ~;

pemaaf n orang yg selalu (suka)

mema-afkan

mabiro tabir

mabrur a baik; diterima oleh Tuhan: haji

yg -- ialah haji yg sempurna syarat dan rukunnya

mabuk v 1 berasa pening atau hilang

kesadaran (krn terlalu banyak minum-minuman keras); 2 berbuat di luar ke-sadaran; lupa diri: rupa-rupanya dia

sudah --, dng permainan itu; 3 ki sangat

gemar (suka): dia seorang gadis yg baru

-- berhias; 4 kl tergila-giIa; sangat berahi: wajah yg mungil dng sinar matanya yg lembut itulah yg membuat aku --;

-- di enggang lalu, pb sangat tertarik

hatinya kpd orang yg belum dikenal; sbg

orang -- gadung, pb pucat sekali;

-- agak-agak tidak berbuat apa-apa,

ha-nya melamun saja; -- berahi sangat bi-rahi; tergila-gila krn cinta; -- bunga raya mabuk dan mukanya merah; -- bunga

selasih sangat mabuk hingga

terhuyung-huyung; mabuk sehingga tak dapat ber-diri tegak; -- cendawan mabuk kepa-yang; -- darah 1 berasa pening krn me-lihat darah; 2 jatuh pingsan krn banyak mengeluarkan darah; 3 mengamuk krn telah melihat darah; 4 suka menum-pahkan darah orang; -- empat tiang ma-buk sekali; -- kecukung 1 mama-buk krn makan biji kecubung; 2 sangat berahi hinga lupa daratan; -- kepayang 1 mabuk krn makan kepayang; 2 ki tergila-gila krn cinta; 3 agak mabuk sedikit; -- laut pe-ning dan berasa mual atau muntah-mun-tah krn naik kapal (perahu); -- ombak mabuk laut; -- udara pening dan berasa mual krn naik pesawat udara;

bermabuk-mabukan v membuat diri

mabuk secara berlebihan: ~ bukan

perilaku seorang pelajar;

memabukkan v 1 menyebabkan

(mem-buat) mabuk: minuman arak itu ~ ; 2 ki menjadikan orang tergila-gila (jatuh cinta);

dimabuk v terganggu oleh (ingat-ingat,

pikiran, dsb);

~ angan-angan ki dilanda harapan

(mengharapkan) yg tidak mungkin tejadi;

~ bayang-bayang 1 ki ingin beroleh

sesuatu yg mustahil diperoleh; 2 me-nanggung cinta yg tidak kesampaian; ~

cinta ki dilanda asmara; tergila-gila krn

cinta; ~ nasib ki sangat sedih memikirkan nasib dirinya;

pemabuk n (orang) yg suka atau biasa

mabuk: ~ tidak boleh mengimami

sem-bahyang

(20)

mabul v berhamburan (tt kasur, bantal,

dsb): kapuk kasur itu -- krn kain kasurnya

sobek

macam 1 adv keadaan suatu benda; jenis;

rupa: berbagai -- permainan ada di

tem-pat itu; 2 n cara; (se)bagai; seperti;

-- ragam berbagai macam; berbagai

ra-gam; ~ tanaman dipajang dl pamaeran

itu;

bermacam a berbagai(-bagai): ~ obat

telah diminumnya, tetapi belum juga sembuh;

mempermacam-macamkan v membuat

(memperlakukan dsb) bermacam-macam;

semacam a 1 sejenis; sebangsa;

sego-longan: hidup orang-orang ~ dia memang harus prihatin; 2 seperti;

seba-gai: jaksa tidak dapat menerima

kepu-tusan hakim yg ~ itu

bermacam-macam a berbagai-bagai;

berjenis-jenis; berupa-rupa: ~ usaha telah

dilakukan untuk menasihati anak itu, tetapi anak itu tetap saja keras kepala;

semacam n 1 sejenis; sebangsa;

sego-longan: anak-anak ~ itu memang harus

dibimbing dng sabar; 2 spt; serupa: dia sulit menerima perlakuan ~ itu

macan n binatang buas, yg suka memangsa

daging binatang lainnya, ada berbagai macam warna bulunya, loreng-loreng, bertotol-totol, hitam, dan ada yg bercak-bercak hitam pekat, hidup di Asia Selatan, India, Malaysia, Indonesia; ha-rimau; Panthera pardus

-- loreng harimau yang warna bulunya

loreng; harimau tunggal;

-- tutul harimau yang warna bulunya

berbercak-bercak hitam; harimau akar; harimau buluh;

macang arko embacang

macapat n sistem konfederasi yg terdapat

dl masyarakat Jawa

macato macet

mace /macé/ n saudara perempuan ayah

atau ibu

macet /macét/ a 1 tidak dapat bekerja dng

baik (tt rem, mesin); sendat; serat:

motornya -- di tengah jalan; 2 ki terhenti;

tidak lancar: tabrakan itu menyebabkan

lalu lintas --;

kemacetan hal (keadaan) macet: pawai

itu mengakibatkan ~ lalu lintas

macis ark n korek api

mad n pemanjangan bunyi dl bahasa Arab

(bunyi pendek menjadi bunyi panjang):

dewan hakim mencatat kesalahan lafal dan -- tiap-tiap qari dng cermat

mada ark a tidak berperasaan; tebal

telinga: ia berbuat sbg orang yg -- saja

1

madah n 1 kata-kata pujian; 2 ki kata;

ber-panjang --, berkata (menerangkan dsb)

dng panjang lebar;

bermadah v 1 memuji-muji;

meng-ucapkan syair (sajak) pujian sambil ber-seloka; 2 berkata: janganlah tuan hamba

~ spt itu;

memadahkan v mengatakan;

menutur-kan; mengucapkan

2

madaho mad

madali kl n bunyi-bunyian madaliuno medalion

madam n nyonya (sebutan hormat bagi

wa-nita yg sudah kawin)

madaniah ĺ madani madar arko mada madarato mudarat 1

madat n 1 candu yg telah diolah melalui

proses tertentu dan siap untuk diisap; 2 minuman atau mengisap candu;

bermadat minum madat;

pemadat orang yg suka atau mengisap

madat;

pemadatan 1 proses, cara, perbuatan

memakai madat; 2 gemar melakukan atau berbuat sesuatu yg kurang baik

(21)

2

madat n menara tempat orang berjaga

(berkawal dsb); dinding atau tembok di atas atap atau di menara, diberi ber-lubang-lubang untuk mengintai atau me-nembak

madi a (bersifat) kebendaan: mengenai

benda: hukum

--madia n (bagian) tengah

madona n 1 suatu perwujudan Perawan

Maria, biasanya dl hubungannya dng Yesus; 2 kata sapaan kehormatan bagi wanita yg terhormat; nyonya

madrasah n sekolah atau perguruan

(biasanya yg berdasarkan agama Islam)

1

madu n 1 istri sah yg lain seorang suami

dr pandangan istri pertamanya; 2 ki orang yang menjadi saingan dl percintaan;

bermadu v mempunyai madu: jarang

perempuan ~ yang tidak pahit hati;

memadui v 1 menjadi madu thd; 2

mem-beri bermadu (kpd istri): tega nian kau ~

istrimu yang semuda itu;

mempermadukan v menjadikan

(mem-biarkan) mempunyai madu: tidak baik

seorang suami ~ istri pilihannya sendiri;

permaduan n poligami (hal perkawinan

seorang laki-laki dengan perempuan lebih dari seorang)

2

madu n 1 cairan yang banyak

mengan-dung zat gula yang terdapat pd sarang lebah atau bunga (rasanya manis); 2 ki manis sekali: senyumnya manis bagai --;

di luar bagai -- di dalam bagai empedu, pb kelihatannya baik (kata-kata, tingkah

lakunya), tetapi sebenarnya (hatinya) jahat

madukara ki n 1 lebah; 2 kain sutera yang

berbenang emas

madumangsa n jenang (dodol) ketan hitam

yang dibungkus kertas minyak (ben-tuknya bulat panjang)

madyao madia

maengket /maéngkét/ n tarian yg berasal dr

Minahasa untuk mengucapkan syukur kpd Sang Pencipta, dimainkan oleh pa-sangan pria dan wanita

maesan /maésan/ n nisan; mesan

maesenas /maésénas/ n (orang kaya)

pen-dukung kebudayaan, orang yang mem-biayai kegiatan kebudayaan dan kesenian

mafela /maféla/ ark n syal (kain pembebat

leher)

mafhum a sudah paham (mengerti, tahu):

suratmu telah kuterima dan aku telah -- akan segala isinya;

mafia n 1 perkumpulan atau organisasi yg

bersifat rahasia yg bergerak di bidang kejahatan (kriminal); 2 perkumpulan ra-hasia atau organisasi teroris politik;

-- peradilan proses penyelesaian perkara

melalui pengadilan yg dikendalikan oleh pihak yg ingin memenangi perkara

mafrusat n biaya yg dikeluarkan untuk

membeli perlengkapan rumah tangga (untuk menikahi gadis Mesir)

1

magang n 1 calon pegawai (sudah bekerja,

tetapi belum mendapat gaji krn masih dianggap taraf belajar); 2 (bekerja) men-jadi calon pegawai

memagang v bermagang pemagang n magang

pemagangan n proses, cara, perbuatan

magang

2

magang a 1 ranum; terlalu masak (tentang

buah-buahan); 2 hampir masam (tt nira)

magasin n tabung berisi susunan peluru yg

dapat dipasang di bedil (pistol, senapan, dsb)

mageirokofobia /magéirokofobia/ n Psi

fobia thd memasak

magel a 1 mengkal; setengah masak (belum

matang benar): ketela ini masih --, belum

masak benar; 2 ki belum pandai benar;

belum sempurna pengetahuannya, dsb

(22)

magersari n 1 orang yang berumah

me-numpang di pekarangan orang lain; orang yang tinggal di tanah milik negara dan sekaligus mengerjakan tanah itu; 2 ark pembantu orang yang bertransmigrasi

magfirah (magfirat) n ampun; maaf 1

magi n 1 kekuatan gaib; 2 upacara yg

bersangkutan dng ilmu sihir;

-- putih perbuatan atau kekuatan gaib

yang bertujuan untuk menolong orang;

--hitam perbuatan dan kekuatan gaib yang

bertujuan mencelakakan orang; ilmu sihir

2

magi n golongan imam dr zaman Persia

Kuno

3

ma.gi Mdr n biji buah asam yg sudah tua magiko magis

magis a bersifat magi; berkaitan dng hal

atau pembuatan magi (gaib): tarian itu

memiliki kekuatan

--maglub ark v kalah; takluk

magma n batuan yg berbentuk lelehan

sangat panas, terdapat dl perut bumi yg sewaktu-waktu dapat keluar melalui gunung berapi

Magna Carta n piagam perjanjian yg

menjamin hak-hak asasi rakyat Inggris dl bidang politik dan sipil yg merupakan hasil desakan paksaan dr kaum bang-sawan Inggris thd raja untuk mengakhiri kekuasaan absolut raja

magnesia n bubuk putih, dilambangkan

dng MgO

magnesit n magnesium karbonat yg terjadi

dr batuan yg kaya akan magnesium silikat spt olivin; MgCo3

magnesium n Kim logam berwarna putih

perak yg diperoleh dr elektrolitis, unsur dng nomor atom 12, lambang Mg. dan bobot atom 24.305;

-- sulfat Bio garam Epsom yg digunakan

sbg obat pencahar dan peramu dl pupuk buatan; -- karbonat padatan ringan be-rupa kapas yg digunakan sbg bahan

pen-cegah melekatnya endapan; -- perklorat bahan pengering untuk menyerap embun dr gas hasil analisis pembakaran;

--silikat bubuk putih halus yg tidak larut dl

air; -- stearat garam yg digunakan sbg obat pencahar dan peramu dl pupuk buatan

magnet /magnét/ n 1 bahan yg dapat

menarik logam besi dan menghasilkan medan magnet di ruang sekitarnya; 2 besi berani;

-- batang Fis batang terbuat dr baja keras

yg telah mengalami pemagnetan dan dapat mempertahankan sifat kemag-netannya sehingga menjadi magnet daim (permanen);

kemagnetan n Fis ilmu yg mempelajari

hukum-hukum dan keadaan medan magnet dan pengaruhnya, dan penyebab serta kualitas medan magnet itu

magnetik /magnétik/ a bersifat spt magnet

(yaitu dapat menarik): mungkin terjadi

gangguan -- yg menyebabkan kompas mereka tidak berfungsi lagi

magnetis /magnétis/ a magnetik

magnetisme /magnétismne/ n Fis ilmu

yang mempelajari hukum-hukum dan ke-adaan gaya magnet dan pengaruhnya

magnetit /magnétit/ n Geo bijih besi hitam

yg mempunyai sifat magnet

magnetoelastisitas /magnétoélastisitas/ n

Fis gejala perubahan pemagnetan bahan

feromagnetik krn pengaruh regangan len-ting; magnetolentingan

magnetoelektrodinamika

/magnétoéléktrodinamika/ n Fis ilmu yg menelaah dinamika zalir yg menghantar muatan elektrik yg dipengaruhi medan magnetik hidromagnetika

magnetoelektrositas /magnétoéléktrositas/

n Fis 1 teknik magnetik untuk

(23)

pe-munculan medan elektrik dl zat tertentu apabila dikenai oleh medan magnet statik

magnetofon /magnétofon/ n alat pendeteksi

bunyi secara magnetis

magnetograf /magnétograf/ n alat

pende-teksi medan magnet bumi

magnetohambatan /magnétohambatan/ n

Fis perubahan pd keterhambatan elektrik

dl penghantar atau semipenghantar yg dialiri arus krn pengaruh yg bertautan dng perubahan elektromagnetik

magnetoketerhantaran

/magnétoketerhantaran/ n Fis keter-hantaran yg bersangkutan dng rapat arus elektron yg timbul di dl penghantar yg berada dl medan magnetik

mag.ne.to.ki.mia /magnétokimia/ n Kim

ilmu kimia tt pengaruh medan magnet thd senyawa kimia

magnetolentingan /magnétolentingan/ n

magnetoelastisitas

magnetometer /magnétometer/ n alat

peng-ukur daya magnet

magneton /magnéton/ n Kim 1 cincin dr

muatan elektrik negatif; 2 unit satuan atau momen magnet yg digunakan untuk magnet atom, molekul, atau inti

magnetor /magnétor/ n mesin kecil

(dina-mo) dng magnet tetap untuk meng-hasilkan aliran listrik (terutama untuk menghasilkan bunga api spt dl sepeda motor dsb)

magnetosfer /magnétosfér/ n daerah di

sekitar planet yg memiliki medan magnet

magnetostatika /magnétostatika/ n Fis

ilmu yg mempelajari medan magnet yg tidak berubah-ubah dng waktu

magnetostriksi /magnétostriksi/ n Fis

perubahan di dl dimensi badan fero-magnetik yg disebabkan oleh perubahan keadaan magnetisasi

magnifier /magnifiér/ n kaca pembesar;

suryakanta

magnifiken /magnifikén/ a bagus sekali;

menarik; amat indah; mulia

magnito magnet magnitudo n volume suara

magnum n botol anggur besar yg berisi

kurang lebih 1,5 liter

magrib n 1 barat (terutama di pandang dr

tanah Arab); 2 waktu ketika matahari terbenam: menjelang --

kelelawar-kele-lawar itu ke luar dr gua itu

magribi a dr sebelah barat; termasuk

se-belah barat: negeri di sese-belah barat

Afrika Utara spt Maroko, dsb disebut negeri

--magrur a sombong; angkuh

magun n Lay 1 atap pelindung atau

rumah-rumah pd perahu; rumah-rumah tempat meng-atur perjalanan kapal: pd sampan itu

dibuat -- yg baik; 2 yang tetap (tt kajang,

tingkap, dsb);

-- angin jendela tempat memasukkan

udara atau cahaya

1

mah a kp dr maha (msl maharaja,

maha-raja)

2

mah p kan; bukankah; sih (terutama

di-pakai untuk menegaskan atau menge-raskan kata atau bagian kalimat di de-pannya): dia -- orangnya baik

maha adv amat; yg teramat (makna ini

terdapat pd gabungan kata spt

maha-tinggi, mahabesar, mahasuci)

Mahabarata n Sas cerita (kepahlawanan) tt

keluarga Barata (yaitu Pandawa dan Ku-wara): cerita — hingga sekarang masih

tetap digemari orang

mahabesar a tidak ada yg melebihi

kebe-sarannya; besar yg tidak ada batasnya

mahabharata n karya sastra kuno yg

berasal dr India, ditulis oleh Begawan Byasa, yg menceritakan perang besar an-tara Pandawa dan Kurawa

Mahadewa /Mahadéwa/ n 1 Hin Batara

(24)

Mahadewi /Mahadéwi/ n 1 Hin Batari

Dur-ga; 2 ki sebutan bagi seorang putri atau permaisuri

mahaduta ark n duta besar;

permahadutaan ark n kedutaan besar mahaesa adv yg hanya satu (Allah) mahagonio mahoni

mahaguru n guru besar; profesor (pd

per-guruan tinggi)

1

mahajana ark n orang yang ternama;

orang besar

2

mahajana ark n masyarakat; umum; orang

am

mahakala n Hin penjelmaan Dewa Siwa

sbg Maha Pemusnah

mahakuasa adv teramat besar kuasanya

(Allah)

mahal a 1 tinggi harganya: krn senangnya,

biarpun buku ini -- dibeli juga; 2 jarang

ada; sukar terdapat; tidak mudah: barang

itu -- dibeli sukar dicari;

memahal v bertambah mahal: harga

pa-ngan yg ~ telah membuat manusia lebih berhemat

memahalkan 1 menaikkan harga;

mem-buat (menyebabkan) mahal: sebaiknya

jangan ~ barang dagangan kita; 2

meng-hargai Iebih dr sepatutnya: ia selalu ~

apa yg dimilikinya sendiri;

ke.ma.hal.an a terlalu mahal: kursi itu

ti-dak jadi dibelinya krn ~

mahaligaio maligai

mahamenteri n Pol ketua menteri (di

ba-wah bendahara)

mahamulia a 1 teramat mulia; 2 sebutan

orang besar (pembesar, raja, dsb)

mahang n Bot nama tumbuhan,

Maca-ranga prunosa (jenisnya

bermacam-ma-cam spt -- api, -- bayan, -- bulan)

mahapatih n patih tertinggi; patih yg besar

kuasanya

mahar n pemberian berupa mas, uang, dsb

dr mempelai laki-laki kpd pengantin pe-rempuan pd waktu nikah; mas kawin

maharaja n 1 raja yg paling berkuasa; 2

se-butan untuk pembesar yg diagungkan atau dihormati;

kemaharajaan 1 daerah kekuasaan

maha-raja: Kertarajasa adahah pendiri ~

Maja-pahit; 2 perihal maharaja

maharajalela /maharajaléla/ 1 kl n (gelar)

kepala menteri (yg dl upacara kerajaan, berdiri memegang pedang terhunus dan siap memenggal leher orang yang ber-salah kpd raja); 2 a sangat merajalela;

bersimaharajalela v 1 merajalela;

ber-buat sewenang-wenang: sekarang

peda-gang-pedagang ~ di kota besar; 2

cabul (tt penyakit): penyakit demam

ber-darah ~ lagi

maharana ark ki n perang besar

maharani kl n 1 raja perempuan; ratu; 2

permaisuri

maharatu n maharani

maharesi kl n pendeta yang mulia (suci) maharupa a teramat elok; indah sekali (tt

rupa)

mahasiswa n orang yg belajar (pelajar) di

perguruan tinggi;

kemahasiswaan n seluk-beluk

maha-siswa; yang bersangkutan dng mahasiswa

mahasiswi n mahasiswa wanita mahasuci a teramat suci (tt sifat Tuhan) mahatahu a teramat tahu; tahu akan segala

hal (tt sifat Tuhan)

mahatma a jiwa besar (sebutan mendiang

Gandhi, pemimpin besar India)

mahatur ark n sebutan salah satu istri raja

Jawa pd zaman dahulu (paduka --)

Mahayana n nama salah satu aliran dl

agama Budha

mahbub Ar n kekasih (laki-laki)

mahbubah (mahbubat) n kekasih

(25)

mahdi n penunjuk jalan; pemimpin:

pe-mimpin (yg dianggap suci) yg akan da-tang ke dunia apabila hari kiamat telah hampir tiba disebut imam —

maherat /mahérat/ ark v hilang; pergi

(melarikan diri): sang surya hampir --,

terik syamsu berubah sudah

mahesa /mahésa/ ark kl n kerbau (banyak

dipakai sbg nama orang: Mahesa Jenar,

Mahesa Wong Ateleng)

maheswara /mahéswara/ kl n Batara Siwa;

Mahadewa

mahfulo mahfuz

mahfuz n yg dihafalkan; yg tersimpan dl

hati (ingatan, pikiran);

memahfuzkan v menghafalkan;

me-nyimpan dl hati (ingatan)

mahir a sangat terlatih (dl mengerjakan

sesuatu) cakap (pandai) dan terampil: dia

sudah -- mengemudikan motor;

memahirkan v melatih diri supaya

ma-hir; mempelajari dng sungguh-sungguh:

~ bahasa Arab;

kemahiran n kemampuan; kepandaian;

kecakapan (dl melakukan sesuatu):

pe-senam-pesenam itu bertanding memper-lihatkan ~ masing-masing

mahisao mahesa

mahkamah n badan tempat memutuskan

hukum atas suatu perkara atau pelang-garan; pengadilan;

-- Agung badan tertinggi yg

melak-sanakan kekuasaan kehakiman; --

inter-nasional tetap badan pelaksana

kekuasa-an kehakimkekuasa-an yg didirikkekuasa-an berdasarkkekuasa-an piagam Liga Bangsa-Bangsa sejak tahun 1922 berkedudukan di Den Haag, Negeri Belanda

mahkota n 1 hiasan berupa tutup kepala

atau topi kebesaran (bagi raja atau ratu);

2 ki raja; yang menguasai; 3 kekuasaan

(atas kerajaan); 4 nama gelar orang-orang besar; 5 sesuatu yg dihargai atau

dijun-jung tinggi; 6 Bio a pusaran terdalam atau teratas hiasan bunga, dapat bertautan, terdiri atas daun mahkota (bersifat polipetal), berwarna-warni yg menentu-kan corak warna bunga; b bagian ter-tinggi suatu lapisan, khususnya lapisan dedaunan pepohonan teratas;

-- alam raja segala alam; -- daun Bot

bagian daun sebelah luar; -- hati kekasih; -- jiwa kekasih; jantung hati; —

tam-bahan segala pertumbuhan di antara

be-nang sari atau mahkota, yg dapat berasal dr salah satu organ tadi;

bermahkota 1 memakai mahkota (sbg

raja) ; 2 ki mempunyai kuasaan : di

ne-geri pengasingan raja tidak ~ itu sering berjudi;

memahkotai v mengenakan mahkota pd;

mengangkat menjadi raja;

pemahkotaan n tindakan memahkotai;

tindakan mengangkat menjadi raja

mahkota dewa tanaman asal Papua yg

dapat digunakan sbg obat, ukurannya tidak terlalu besar dng tinggi hingga 3 meter, buahnya berwarna merah menyala;

Phaleria macrocarpa

mahligai n (ruang) tempat kediaman raja

atau putri-putri raja (dl lingkungan istana): di tengah taman berdiri sebuah

rumah yang indah bangunannya sbg suatu -- di dl istana

mahmud a terpuji

mahoni n Bot tumbuhan tropis, kayunya

berwarna cokelat agak keras dan cukup berat, biasa dipakai untuk membuat lemari dan barang kesenian, Swietenia

mahagoni

mahram n 1 orang (perempuan, laki-laki)

yg masih termasuk sanak dekat sehingga tidak boleh menikah di antaranya; 2 orang laki-laki yg dianggap dapat me-lindungi wanita yang akan melakukan ibadah haji (suami, anak laki-laki, dsb)

(26)

mahsaro mahsyar

mahsul, hasil -- ark n hasil-hasil suatu

negeri yg dikirimkan ke luar negeri; ko-moditas ekspor

mahsyar n tempat berkumpul 1

mal n 1 kepala atau bagian atas (dr tiang

batu, kaki meja, dsb); 2 ganja (tt keris); 3 dasar atau bagian pd pangkal (tt bilah senjata)

2

mal n harta benda; uang malaik ark n malaikat malak n malaikat

malaka n nama pohon buahnya bundar

ke-cil berwarna kuning rasanya masam-masam sepat, Phyllanthus Emblica

malan a merasa kurang senang (agak

ma-buk, agak sedih, agak bingung atau ce-mas, dsb): hati marah bercampur --;

malas a 1 tidak mau bekerja atau

menger-jakan sesuatu: orang yg -- itu lebih sering

mengemis; 2 segan; tidak suka; tidak

bernafsu: -- rasanya mengunjungi

pa-meran itu; 3 seenaknya (spt tidak

ber-tenaga): dipermainkannya cangkir itu

dng --;

bermalas-malas v duduk (tiduran dsb)

tanpa berbuat sesuatu: ia sehari-harian ~

saja di rumahnya;

memalaskan v menjadikan

(menyebab-kan) malas: itulah yg ~ membaca buku

itu;

pemalas n (orang) yg suka malas; yg

bersifat main;

kemalasan n 1 perihal malas; sifat

(ke-adaan) malas; 2 terlalu malas; malas yg berlebihan;

malauno malun

maido v mencela krn tidak percaya

(per-buatan atau hasil pekerjaan orang lain):

bukan watak kita untuk terus cengeng dan terus -- saja

maiesiofili /maiésiofili/ n Psi orang yg

mengalami ketertarikan seksual kpd wa-nita hamil atau ibu melahirkan

maiesiofilia /maiésiofilia/ n Psi

keter-tarikan seksual kpd wanita hamil atau ibu melahirkan

main v 1 berbuat untuk menyenangkan hati

(dng menggunakan alat kesenangan): --petak umpet; 2 melakukan perbuatan un-tuk menyenangkan hati (dng alat kese-nangan atau tidak): anak-anak sedang

--di halaman; 3 berju--di : -- domino, berju--di

dng kartu domino; 4 dl keadaan berlang-sung atau mempertunjukkan (tontonan, dsb): sudah --; 5 berbuat dng sesuka hati; berbuat asal berbuat saja; jangan –

pin-jam saja, jangan asal meminpin-jam tanpa

memikirkan bagaimana mengembali-kannya; 6 bertindak sbg pelaku dl sandi-wara (film, musik, dsb): dia sering ikut --

dl pameran lukisan di sekolah; 7 berbuat

serong: jangan suka -- perempuan; 8 be-kerja, bergerak, berputar, dsb secara sepatutnya (tt mesin dsb): jarum jamnya

sudah tidak -- lagi;

-- gayung main silat; berbuat curang (dl

permainan dsb); -- lerap permainan judi dng memutar uang (Bali) lain ditutup dng telapak tangan; pusing lerap; -- muda bersuka-sukaan dng perempuan; --

rebut-an berebut barrebut-ang hadiah yg digrebut-an-

digan-tungkan pd tiang yg dilicinkan; main coko; -- sabun 1 makan suap; 2 bertindak tidak jujur krn ada suapan; -- sikut(an) 1 menyinggung-nyinggung (mendesak-de-sak) dng siku; 2 main curang; merebut milik (tempat, kedudukan) orang; meni-pu; suka mencuri dsb; -- tutul kl nama permainan anak-anak;

main-main v 1 (bermain-main)

ber-senang-senang dng melakukan sesuatu (dng alat kesenangan atau tidak): kami ~

(27)

ti-dak dng sungguh-sungguh; hanya berke-lakar saja: jangan ~ kau, ini masalah

penting; 3 berbuat serong: belum sebulan kawin dia telah ~ dng perempuan lain;

bermain v melakukan sesuatu untuk

bersenang-senang; berbuat sesuatu dng bersenang-senang saja: mereka ~ di

ha-laman sekolah;

~ api 1 melakukan permainan dng api; 2

ki melakukan sesuatu yg berbahaya; 3 ki

bermain cinta;

~ air basah, ~ api letup, pb tiap

per-buatan atau pekerjaan ada akibatnya;

bermain-main v 1 bersenang-senang dng

melakukan sesuatu: anak kecil itu sedang

~ di rumah; 2 hanya untuk berkelakar

saja; tidak dng sungguh-sungguh: ah,

tidak apa-apa, cuma ~ saja;

memainkan v 1 memakai (melakukan

dsb) sesuatu untuk bermain-main: para siswa pandai ~ alat musik; 2 memukul (memetlk, menyembunyikan, dsb) alat musik atau bunyi-bunylan: ~ gitar; ~

ga-melan; 3 melagukan musik dsb dng

bunyi-bunyian: ~ lagu kebangsaan; 4 me-lakukan (sbg sandiwara); menyandi-warakan; memperagakan: hafalkan

per-cakapan ini agar dapat ~ lakon itu dng baik; 5 mempertontonkan;

memper-tunjukkan: hampir semua gedung bioskop

di Jakarta ~ film ini; 6 berbuat sbg

pelaku; memerankan (dl sandiwara, film, dsb): dl dunia film ia sering ~ tokoh

protogonis;

~ peranan 1 berperan sbg; 2 ki

me-lakukan tindakan; bertindak dng giat;

mempermainkan 1 memperlakukan

se-suatu sbg permainan atau untuk me-nyenangkan hati: ia berbicara sambil ~

jari tangannya; 2 memakai;

memper-gunakan (tombak, senjata, dsb): sebelum

dia sempat ~ kerisnya, pisau lawannya telah lebih dulu menancap di

lam-bungnya; 3 mengolok-olok; memperbuat

orang supaya ditertawakan: dia suka ~

orang; 4 ki memperlakukan sesuatu (atau

seseorang) dng sesuka hati: jangan ~

harta anak yatim itu;

main-mainan n 1 alat untuk bermain;

barang apa yang dipermainkan; 2 per-hiasan tambahan (spt medalion pd ka-lung; benda-benda kecil pd ikat pinggang dsb)

pemain n orang yang bermain (bola,

biola, drama, film, dsb);

~ pengganti Olr pemain yg

meng-gantikan pemain lain;

sepermainan n teman sama-sama

ber-main ketika masih anak-anak: teman ~

permainan n 1 (mainan) alat untuk

bermain; barang atau sesuatu yg di-permainkan; 2 pertunjukan, tontonan, dsb; 3 tindakan bermain; 4 perhiasan spt medalion dsb, 5 perbuatan yg dilakukan dng tidak sungguh-sungguh; biasa saja;

malnutrisi n Dok penyakit yg disebabkan

oleh kekurangan zat makanan atau gizi:

di daerah yg penduduknya jarang makan sayur-sayuran sering terdapat

--mair ark n maut; mati: bukan beta badak

negeri, musti menurut undangan

--maisir n perjudian maito mayat

maizena /maidzéna/ n tepung jagung maja, -- batu, -- ingus n nama pohon,

buahnya berkulit keras dan isinya sbg berlendir, Aegle marmelos

majakani n buah keras dipakai untuk obat

atau dijadikan arang untuk meng-hitamkan gigi, Quercus lusitanica

majakaya a tidak bersambung (tt tiang

dsb)

majakeling n buah keras untuk obat,

Ferminalia arboerea

majal a tumpul; tidak tajam: pisau -- susah

(28)

majalah n terbitan yg berisi berbagai

liputan jurnalistik, pandangan tt topik aktual pembaca, penerbitannya dibedakan atas bulanan, tengah bulanan, mingguan, dsb, dan menurut isinya, dibedakan atas berita, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dsb

-- dinding majalah yang tidak dirangkai,

tetapi berupa lembaran-lembaran yang di-tempatkan pd dinding; -- merdeka maja-lah yg tidak menjadi suara partai politik dsb; -- tempel majalah dinding

majamujuo jemuju

majas a cara melukiskan sesuatu dng jalan

menyamakan dng sesuatu yang lain; kiasan

majasi a tidak sebenarnya (sbg kiasan,

persamaan, dsb)

majedub a sakit ingatan krn agama (suluk

dsb)

1

majelis n 1 dewan yg mengemban tugas

tertentu dl kenegaraan dsb melalui mu-syawarah secara terbatas: --

Permu-syawaratan Rakyat; 2 pertemuan

(kum-pulan orang banyak; rapat; kerapatan; sidang); 3 tempat bersidang

2

majelis (majélis) a 1 elok; cantik; permai:

cantik --, cantik sekali; 2 apik; rapi;

bersih

3

majelis n pertemuan orang banyak untuk

suatu tujuan; rapat; sidang: -- besar telah

memutuskan hal itu

majemuk a terjadi dr beberapa bagian yg

merupakan kesatuan: masyarakat

Indo-nesia merupakan masyarakat -- yg terdiri atas berbagai suku bangsa

majenun a 1 kemasukan jin (orang halus); 2 gila

majero majir

majikan n 1 pengusaha perusahaan; 2 orang yg memberi pekerjaan (dan upah

atau gaji); 3 orang yg menjadi atasan (yg kuasa memerintah bawahan)

majir n tidak dapat mempunyai anak;

mandul;

kemajiran n keadaan tidak dapat

mem-punyai anak: banyak ~ yg disebabkan

oleh kelebihan lemak dan berat badan

majizat ark n pegawai tinggi kepolisian majong n kain yang dipakai untuk

meng-gosok mesin dsb; majun

maju v 1 berjalan (bergerak) ke muka;

tampil ke muka: ia melangkah -- menuju

ruang duduk; 2 menjadi lebih baik (laku,

pandai, dsb); berkembang: sekolahnya --

dng pesat; 3 mendesak ke depan (tt

pasukan); pergi atau ke luar ke medan perang: -- ke medan perang; 4 telah men-capai atau berada pd tingkat peradaban yg tinggi: bangsa yang telah --; 5 cerdas; berkembang pikirannya; berpikir dng baik: tokoh itu berpikiran --; 6 berhasil baik: ia ~ dl sekolahnya sehingga tidak

pernah tinggal kelas;

memajukan v 1 menggerakkan

(men-jalankan, memindahkan) ke depan: guru

~ bangku murid-murid lebih ke depan;

2 membawa ke dl keadaan yg lebih baik

(sempurna dsb); menjadikan berkem-bang: pemerintah berusaha ~ pendidikan

dasar dan menengah; 3 mengemukakan

(usul, permohonan, pendapat, dsb); me-ngajukan: mereka ~ permohonan bantuan

kpd pemerintah;

pemajuan perbuatan (hal dsb)

mema-jukan;

kemajuan n hal (keadaan) maju (tt

ke-pandaian, pengetahuan, dsb): ~ dl

pe-ngetahuan teknologi harus diimbangi dng ~ dl hal kerohanian dan mental

majuh a lahap; rakus; gelojoh 1

majum n kain-kainan untuk menggosok

mesin, dsb

2

majun ark n obat kuat lelaki yg terdiri atas

(29)

majung n serat dsb untuk penyumbat

ce-lah-celah papan dsb

majusi n pengikut agama pemuja api (di

Persia)

1

mak n 1 ibu; orang tua perempuan; 2

se-butan kpd orang perempuan yg patut disebut ibu atau dianggap sepadan dng ibu;

-- angkat ibu angkat; -- bungsu (maksu)

adik perempuan ibu atau bapak yg bung-su; -- kecil (makcik) panggilan oleh se-orang anak kpd adik ayah atau adik ibu-nya; -- kopek inang; -- muda 1 mak ke-cil; 2 bini yg muda; -- saudara saudara perempuan bapak atau ibu; -- tetek inang; -- tiri ibu tiri; -- tua 1 panggilan oleh seorang anak kpd kakak perempuan ibunya atau ayahnya; 2 bini yg tua; -- ua panggilan oleh seorang anak kpd kakak perempuan ibunya atau ayahnya; -- uda mak muda ; bini muda

2

mak n mamak

maka p 1 kata penghubung intra kalimat yg

dapat bermakna lalu, dan, sesudah itu, kemudian: -- terjadilah peristiwa yg

me-ngerikan itu; 2 krn itu; sebab itu: saya tidak bisa bersekolah, -- PR itu saya ker-jakan sendiri; 3 sampai (terjadi, berlaku);

bahwa: apa sebab -- mukamu bengkak?

makalah n karangan di surat kabar,

ma-jalah, dsb; kertas kerja

1

makam n 1 kubur; 2 ( pemakaman)

pe-kuburan; tempat mengubur;

memakamkan v menguburkan;

mema-sukkan ke dl makam;

pemakaman n 1 tempat mengubur;

pe-kuburan; 2 hal (cara, peristiwa) mema-kamkan; penguburan

2

makam ark n tempat tinggal; kediaman; Bermakam v bertempat tinggal;

berse-mayam

3

makam n, -- Ibrahim pahatan bekas

te-lapak kaki Nabi Ibrahim ketika

mem-bangun Kabah yg terdapat di dl Masjidil-haram

makan v 1 memasukkan sesuatu (nasi dsb)

ke dl mulut, kemudian mengunyah dan menelannya: mereka -- makan pagi

se-belum berangkat; 2 ki rezeki; mencari --;

3 memakai; memerlukan; menghabiskan

(waktu, biaya, dsb): pembangunan

jem-batan itu -- waktu lama; upacara adat itu -- ongkos besar; 4 menyerang;

mema-tikan; mengambil (dl pernainan catur):

gajah -- bidak putih; 5 bekerja

sebagai-mana mestinya; pakem: remnya tidak —;

6 melukai; air keras itu -- kulit; 7

mem-pan: ditembaknya tiga kali, tetapi tidak; 8 memperoleh sesuatu; mencapai sesuatu:

layarnya tidak --, tidak memperoleh

angin; sauhnya dapat -- mencapai dasar

laut; 9 (dapat) masuk (tt barang yg

dima-sukkan ke lubang, ke air); 10 (umumnya selalu dl bentuk pasif) rnenghabiskan; merusakkan (sebagian atau seluruhnya); besinya habis dimakan karat; 11 meng-ambil; mempergunakan dsb secara tidak sah (milik orang lain atau negara); ko-rupsi: kepala desa -- pupuk milik

kope-rasi desa; 12 meniduri perempuan

(biasa-nya dl arti hubungan gelap;

tidak --siku-siku ki 1 berputar-putar atau

beleleran (tt percakapan); 2 tidak baik, tidak dapat dididik (tt anak);

-- ampun minta ampun; -- angin 1

ber-jalan-jalan untuk mencari hawa bersih; 2 diam, duduk-duduk, dsb sekedar meng-habiskan waktu; -- arwah selamatan memperingati orang yg telah meninggal; -- asam garam sudah berpengalaman dl hidup; -- bawang marah; jengkel; geram; -- benak mengambil untung terlalu besar; -- besar pesta makan minum; perjamuan makan; makan lebih enak (besar, banyak) dp biasanya; -- darah 1 rusak hatinya atau dirinya krn sedih, mendongkol, dsb;

(30)

2 banyak mengambil untung; -- dawai

miskin sekali; -- dedak ki sangat miskin; -- diri makan darah; -- duit menerima uang untuk melicinkan jalannya suatu urusan; emas menerima sogokan;

--gaji hidup dr --gaji; bekerja untuk

men-dapat gaji (upah); -- hak melanggar hak orang lain; -- hati menderita sedih krn perbuatan orang lain; menyebabkan susah hati atau mendongkol, dsb; -- hati

(ber-ulam jantung) bersusah hati (krn

per-buatan orang lain); menyebabkan susah hati (mendongkol dsb); -- jangat miskin sekall; -- kawan mencelakakan atau me-rugikan kawan (teman) sendiri; -- kawat miskin sekali; makan jangat; -- kerawat miskin sekali; makan jangat; -- keringat

orang ki menyuruh orang bekerja keras

untuk kepentingan (keuntungan) sendiri;

-- kuli 1 bekerja menjadi kuli; 2

menyu-ruh orang bekerja keras untuk keun-tungan sendiri; -- malam makan pd ma-lam hari; -- pagi makan pd waktu pagi hari; sarapan; -- riba melepas uang dng bunga yang banyak; menjadi lintah darat;

-- siang makan pd waktu siang hari; -- sirih mengunyah sirih selengkapnya; --sogok menerima suap sbg pelicin

jalan-nya suatu urusan; -- suap menerima uang (barang, dsb) sbg pelicin jalannya suatu urusan; -- sumpah (dimakan sumpah) menderita kecelakaan krn melanggar sumpah; -- tali miskin sekali; -- tanah 1 tersungkur di tanah; 2 menderita kela-paran; miskin sekali; -- tangan 1 kena tinju (pukul); 2 beruntung besar (dng ti-dak disangka-sangka); -- tulang menyu-ruh orang bekerja keras; -- uang 1 mene-rima suap sbg pelicin jalannya suatu urusan; 2 menggunakan uang orang (kantor dsb) secara tidak sah; -- upah bekerja untuk menerima upah; hidup dr

gaji (upah); -- waktu memerlukan waktu yg lama;

~ tulang ki tidak mau berusaha sendiri melainkan mengambil keuntungan dr ha-sil kerja orang lain;

makan-makan v makan sekedar makan

(pesta);

memakan v 1 memasukkan sesuatu ke

dalam mulut lalu dikunyah dan ditelan:

kucing dapat ~ tikus yg besar itu dl waktu sebentar saja; 2 menggunakan atau

menghabiskan; mengambil: kecelakaan

pesawat terbang itu telah ~ dua ratus jiwa;

memakani v memakan berkali-kali;

ba-nyak yg dimakan: beberapa ekor burung

gelatik sedang ~ padi yg sedang di jemur; musang itu ~ buah kopi yg masak;

memakankan v 1 membiarkan supaya

dimakan; 2 memberi sesuatu supaya di-makan; 3 memakan untuk

termakan 1 sudah dimakan: padinya

ha-bis ~ tikus; 2 ha-bisa dimakan: nasi

se-banyak itu tidak mungkin ~ habis olehnya; 3 tidak sengaja dimakan: kue bagiannya ~ temannya; 4 ki dirusakkan;

dihabiskan, dsb: rumahnya juga api; 5 ki dipengaruhi: jangan sampai kita ~ oleh

berita-berita bohong; 6 ki masuk;

ter-serap: nasihat itu ~ di akalnya; pelajaran

itu tidak ~ olehnya; 7 dikenai; dilukai,

dsb: dia tidak ~ senjata;

makanan segala apa yg boleh dimakan

(spt lauk-pauk, kue-kue): ia pandai

me-masak ~; restoran itu menghidangkan ~ Indonesia;

~ berserat makanan yg mengandung

se-rat, berasal dr buah-buahan atau sayur-sayuran yg berguna untuk melancarkan saluran pencernaan: untuk menjaga

kese-hatan, ia selalu memakan ~ berserat; ~

energi tinggi makanan yg bergizi, rendah

(31)

tanpa bahan pengawet; ~ energi rendah makanan yg kandungan kalorinya tidak cukup tinggi, kurang bergizi, kaya lemak, kadar gula tinggi, dan mengandung bahan pengawet, pewarna sintetis, dsb; ~ hijau makanan yg berupa rumput-rumputan (untuk binatang) atau dedaunan (untuk orang); ~ kecil makanan ringan; ~ ringan makanan yg bukan berupa nasi (spt kue-kue sbg makanan selingan di antara waktu-waktu makan); kudapan: setiap

pukul 10.00 para peserta penataran men-dapat ~ ringan; ~ tenggelam makanan

buatan yg dibuat dng mesin pelet yg campuran bahan makanannya ditekan melalui suatu cetakan pd suhu tertentu sehingga menghasilkan pelet yg teng-gelam apabila dimasukkan ke dl air;

pemakan n 1 yg dipakai untuk makan; 2

yg memakan;

~ bawang pemarah;

sepemakan adv sama waktunya dng

orang makan;

~ sirih sama waktu dng orang makan

sirih; sebentar; tidak lama

1

makar n1 akal busuk; tipu muslihat; 2

per-buatan (usaha) dng maksud hendak me-nyerang (membunuh) orang dsb; 3 per-buatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yg sah

2

makar a bangkar; kaku dan keras (tt

buah-buahan)

1

makara n patung gambar kepala binatang

buas pd candi atau arca zaman dahulu

2

makara n sartan (kelompok binatang yg

merupakan udang karang)

makaroni n makanan yg dibuat dr tepung

terigu, berbentuk buluh pita, yg dapat di-olah dng daging menjadi berbagai macam masakan sup

makas kl a keras; mangkas; mangkar; makbul a 1 kabul; diluluskan (tt

permin-taan, doa); mudah-mudahan -- doa

anan-da; 2 berhasil; tercapai (tt maksud): cita-citamu --; 3 manjur (tt obat, guna-guna,

dsb): jampi pawang itu pun tiada --;

memakbulkan v meluluskan (doa,

per-mintaan); menyampaikan; meluluskan (maksud dsb)

makcik n mak kecil ; bibi

makcomblang n wanita perantara pencari

jodoh; perantara antara calon suami istri

makda n kp makmuda makdan n tambang;

-- mas tambang mas

makelar n 1 perantara perdagangan;

pi-alang; 2 orang atau badan yg menjual barang-barang atas dasar komisi

makena(h)o mukenah

maket /makét/ n bentuk tiruan (gedung,

bangunan, dsb) yg lebih kecil dr bentuk aslinya

makhdum n tuan (biasanya untuk

menye-but ahli agama); yg dilayani

makhluk n segala yg dijadikan atau

di-ciptakan oleh Tuhan (spt manusia, bina-tang, tumbuh-tumbuhan);

-- halus makhiuk yg tidak dapat terlihat

oleh manusia (msl setan, jin); -- sosial manusia yg berhubungan secara timbal-balik dng manusia lain

maki, memaki v mengeluarkan kata-kata

(ucapan) keji (kotor, kasar, dsb) sbg pe-lampiasan kemarahan atau rasa jengkel; mengumpat: ia ~ orang yg menyerempet

mobilnya;

memaki-maki berkali-kali memaki: dia

~ laki-laki yg mencoba mengganggunya;

makian kata keji (yg diucapkan untuk

memarahi dsb)

makin adv 1 kian bertambah; semakin:

tawanya -- menjadi-jadi; 2 kl lebih-lebih;

apalagi: segala gembala gajah semuanya

kasih akan laksamana Khoja Hassan -- gembala Kepenjang itu, jangan dikata lagi

(32)

se.ma.kin adv makin: larinya ~ kencang making a berbau busuk sekali

maklaf n palung

maklum v 1 paham; mengerti; tahu:

guru-guru sudah -- akan wataknya; 2 dapat

dipaham (dimengerti): -- dia pemain baru

di klub ini;

mempermaklumkan v 1

memberi-tahukan; mengabarkan: kami ~ bahwa

barang pesanan tuan telah kami kirim-kan; 2 menyiarkan sesuatu (keputusan);

mengumumkan (kpd masyarakat luas); menyatakan (perang);

permakluman 1 pemberitahuan; 2

per-nyataan; pengumuman; proklamasi

memaklumi v mengetahui; mengerti;

memahami: mereka sudah ~nya

maklumat n 1 pemberitahuan;

pengumum-an: belum semua murid mengetahui --

itu; 2 pengetahuan; muamalat: sangat terbatas -- mereka tt bahasa itu;

-- pemerintah Pol pengumuman yg

dike-luarkan oleh pemerintah, msl maklumat tanggal 14 November 1945 tt perubahan pertanggungjawaban menteri, yakni tidak lagi kpd presiden, tetapi kepada Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat sehingga sejak itu menteri bukan lagi pembantu presiden spt dl Pasal 17 UUD 1945; -- presiden Pol pengumuman yg dikeluarkan oleh presiden msl maklumat tanggal 29 Juni 1959 tt pengambilan kembali kekuasaan pemerintah oleh pre-siden dr tangan kabinet;

Memaklumatkan v memberitahukan;

memaklumkan; mengeluarkan maklumat

makmal Ar n laboratorium

makmum n orang yg dipimpin (dl salat)

oleh imam; yg menjadi pengikut; yg ikut sembahyang di belakang imam

bermakmum v menjadi makmum (dl

sa-lat): di masjid itu kami ~ kpd ulama

terkenal

makmur a 1 banyak hasil: desa itu

se-karang dikenal sbg daerah -- padi; 2

ba-nyak penduduk dan sejahtera (tt negeri, daerah, dsb); 3 serba kecukupan; tidak kekurangan;

memakmurkan v membuat

(menye-babkan, menjadikan) makmur: perluasan

daerah pertanian itu akan ~ kehidupan nelayan;

kemakmuran n keadaan makmur;

persemakmuran n persekutuan negara

antara Inggris dng negara-negara bekas jajahannya

makna n arti atau maksud perkataan dsb; bermakna v berarti; mempunyai

(me-ngandung) arti: kalimat itu ~ rangkap;

memaknakan v menerangkan arti

(mak-sud) suatu kata dsb;

memaknai v memberi makna: mereka

gagal ~ rumusan sosial di wilayah itu

maknawi a 1 mengenai makna; yg

bernaan dng makna; menurut artinya; 2 ke-pentingan; penting

makotao mahkota

makramat n kehormatan; kemurahan hati makrifat n 1 pengetahuan; 2 (dl tasawuf)

pengetahuan yg sempurna atau yg ter-tinggi;

bermakrifat v 1 bertafakur; memikirkan

dalam-dalam; 2 tahu benar

1

makro a (secara) lebih luas (besar, tinggi,

dsb): pengembangan pendidikan tidak

boleh lepas dr pembangunan nasional secara

--2

makro n Komp instruksi program yg

me-ngawali rangkaian operasi tambahan pd komputer

3

makro- n awalan yg berarti besar, msl

makrospora, makrodiagonal

makroekonomi /makroékonomi/ n cabang

ilmu ekonomi yg menyelidiki tingkat ha-sil produksi dan penghaha-silan dan hu-bungan antara pelbagai sektor ekonomi

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa sesuai dengan motivasi signaling, laporan laba yang disajikan oleh manajemen dapat digunakan sebagai sinyal terhadap reaksi

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN (SERVICE QUALITY) SISTEM INFORMASI AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA (Studi Kasus STMIK AMIKOM Yogyakarta Dan AMIKOM Cipta Darma

Makanan-makanan ini mengandungi pelbagai manfaat seperti; roti gandum tinggi serat yang berfungsi melancarkan pergerakan peristalsis di usus kecil dan besar,

Adapun proses binis dalam penyerapan anggaran dimulai dari kanit memerintahkan banit untuk membuat ren lidik dan nota dinas pengajuan ren lidik (nd pengajuan ren

Berbagai masalah baru yang muncul yang tidak dapat penyelesaiannya dalam al-Quran dan a.l-Sunnatr, maka para pakar hukum Islam harus berijtihad untuk memecahkan dan

Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang

Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan banyak bantuan dan dukungan selama proses penulisan skripsi ini saya ucapkan

Hal tersebut disebabkan karena pada setiap data/informasi yang dikirimkan menggunakan digital signature dan enkripsi, setiap penerima data/informasi akan dapat