• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran 1.2 : Analisis Kualitatif Aation

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pembelajaran 1.2 : Analisis Kualitatif Aation"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pembelajaran 1.2 : Analisis Kualitatif Aation

1. Capaian pembelajaran :

Setelah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran pada modul ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan :

a. Memahami jenis pereaksi yang digunakan untuk memisahkan anion-anion b. Memahami cara mengidentifikasi setiap anion yang telah dipisahkan

Untuk membantu Anda dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, dalam modul ini akan disajikan uraian, latihan (pengayaan) dan rambu-rambu jawaban serta soal evaluasi. Agar anda dapat belajar dengan baik dalam mempelajari modul ini, lakukanlah hal-hal berikut : a. Pelajarilah dengan cermat semua uraian yang tercantum dalam masing-masing proses

pembelajaran.

b. Kerjakanlah soal-soal latihan (pengayaan) yang terdapat dalam setiap proses pembelajaran dengan berusaha tanpa melihat dahulu rambu-rambu jawabannya. Setelah Anda selesai mengerjakan soal-soal tersebut, cocokkanlah pekerjaan anda dengan rambu-rambu jawaban yang tersedia. Bila pekerjaan Anda masih jauh menyimpang dari rambu-rambu jawaban, hendaknya Anda tidak berputus asa untuk mempelajarinya kembali.

c. Dalam setiap proses pembelajaran diakhiri dengan intisari (rangkuman) yang merupakan sari pati dari uraian yang telah disajikan. Bacalah dengan seksama isi rangkuman tersebut sehingga pengalaman belajar Anda benar-benar mantap.

d. Evaluasi (tes formatif) yang disusun setelah rangkuman merupakan tes yang diberikan untuk mengukur penguasaan Anda dalam pokok bahasan yang telah dipaparkan dalam proses pembelajaran. Hasil anda dalam tes formatif tersebut digunakan sebagai dasar penentuan apakah Anda sudah dapat melanjutkan ke proses pembelajaran berikutnya ataukah masih perlu mengulang. Seberapa jauh tingkat penguasaan Anda, dapat Anda hitung sendiri dengan rumus sederhana yang dicantumkan pada setiap akhir tes formatif.

(2)

2. Materi

Analisis anion tidak jauh berbeda dengan analisis kation, hanya saja pada analisis kualitatif anion tidak memiliki metode analisis baku yang sistematis seperti analisis kation. Pada uji anion, karena sudah dilakukan uji pendahuluan dan uji kation maka uji ini dikerjakan dari kesimpulan-kesimpulan yang didapatkan ketika uji sebelumnya. Pada dasarnya, proses-proses klasifikasi yang dapat dipakai terbagi kedalam dua proses-proses yaitu :. (A) proses-proses yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah menguap, yang diperoleh pada pengolahan dengan asam-asam, dan (B) proses yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan.

A. Kelas A : proses yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah menguap, yang diperoleh pada pengolahan dengan asam

(i) gas-gas dilepaskan dengan HCl atau H2SO4

(ii) Gas dilepaskan dengan H2SO4 pekat

B. Kelas B : proses yang tergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan (i) Reaksi pengendapan

(ii)Oksidasi dan reduksi dalam larutan

UJI PENDAHULUAN TERHADAP DAN PEMISAHAN ANION-ANION TERTENTU Setelah pemisahan dan deteksi kation-kation yang sistematik, pencaharian terhadap anion-anion haruslah dimulai.

1. Pemisahan anion dengan perak nitrat

✓ Sulfide, sianida, dan sulfit. Asamkan 10 ml ekstrak soda dengan asam asetat encer dan didihkan, Jika sulfit ada, sebaiknya panaskan larutan selama 10-15 menit sambil arus udara disedot mengalir melaluinya, uji apakah belerang dioksida telah hilang dengan sempurna dengan larutan fuksin.

✓ Heksasianoferat(II) dan (III), gunakan larutan asli dari I atau, jika sulfide, sianida, dan sulfit tak ada, pakai 10 ml soda ekstrak yang diasamkan dengan asam asetat encer. Tambahkan larutan zink nitrat 0,5M sampai pengendapan berhenti, masukan pemercepat penyaringan Whatman, aduk, dan saring, menghasilakan residu dan filtrat.

Residu mungkin zink cuci dengan sedikit larutan zink nitrat 0,1M.Filtrat mungkin heksasianoferat(II) dan (III) dan lain-lain anion, asamkan 10 ml ekstrak soda dengan hati-hati dengan HNO3 encer, Tambahkan HNO3 pekat, aduk lalu tambahkan

(3)

mengendap, dinginkan, dan saring. Cuci endapan dengan 2-3 ml asam nitrat 2M. Menghasilkan residu dan filtrat.

➢ Residu berwarna kuning mungkin mengandung AgCl, AgBr, AgI, dan AgSCN Prosedur pemishannya

▪ Uji terhadap tiosianat dengan memanaskan dan ditambahkan 5 mL NaCl, Saring. AgSCN larut.

▪ Residu dinginkan dan tambahkan HCl encer dan Larutan FeCl3 timbul warna

merah (Tiosianat ada), panaskan agar uji ion tidak terganggu. Dengan cara panaskan hinggan endapan berwarna hitam. Residu yang dihasilkan tambahakan Zink dan H2SO4 encer. Saring dan cuci endapan dengan sedikit H2SO4 encer.

Ambil Filtratnya, Bagi menjadi 3 bagian: o Bagian 1

Uji iodida, tambahkan CCl4 dan H2O2 lalu 3 mL Fe2(SO4)3 biarkan

mengendap. Warna lapisan CCl4 menjadi Ungu sampai Lembayung (AgI)

o Bagian 2

Uji Bromida, tambahkan 5 mL H2SO4 encer dan KNO3, didihkan dan

tambahkan CCl4 dan aduk. Warna Larutan kuning atau coklat (AgBr)

o Bagian 3

Uji klorida, tambahkan HNO3 pekat dan didihkan, setelah dingin tambahkan

HNO3 encer dan AgNO3, panaskan dan aduk. Endapan Putih (AgCl).

▪ Filtrat Tambahkan AgNO3 dan NaNO3 saring dan cuci. Menghasilkan residu dan

filtrat.

o Residu mungkin mengandung AgCl dan AgBr. Prosedur pemisahannya. ▪ Bagian 1

Uji Bromida, tambahkan 5 mL H2SO4 encer dan KNO3, didihkan dan

tambahkan CCl4 dan aduk. Warna Larutan kuning atau coklat (AgBr)

▪ Bagian 2

Uji klorida, tambahkan HNO3 pekat dan didihkan, setelah dingin

tambahkan HNO3 encer dan AgNO3, panaskan dan aduk. Endapan Putih

(AgCl).

o Filtrat tambahkan NaOH lalu Tambahkan AgNO3, dan panaskan, jika

terbentuk endapan tambahkan AgNO3. saring dan cuci dengan air panas.

(4)

2. Pemisahan Fosfat, Arsenit, dan Arsenat

✓ Larutan residu C (1) mungkin mengandang Ag3PO4 Ag3AsO4 Ag3AsO3

menambahkan 10-15 ml HCl 5 M saring dan cuci menghasilka residu dan filtrat.

✓ Filtrat ditambahkan dengan larutan NH3 encer secara berlebih kemudian

tambahkan 10 ml reagensia Mg((NO3)) diamkan selama 10 menit. saring.

Menghasilkan residu dan filtrat

a) Residu Mungkin mengandung Mg(NH4)PO4. 6H2O dan Mg(NH4)AsO4. 6H2O.

Larutkan dengan 10 ml HCl encer tambahkan 0,5 gram NaHCO3 padat dan 0,5

gram KI padat kemudian saring dan cuciHCl 0,5 M. Menghasilkan Residu dan filtrate

▪ Residu berwarna kuning mungkin As2S3

▪ Filtrat ditambahkan larutan NH3 tambahkan 5 mL Mg(NO3)2 dan

diamkan selama 10 menit, menghasilkan endapan putih (Mg(NH4)PO4.

6H2O)

b) Filtrat tambahkan 4 ml H2O2 3% dan panaskan sampai mendidih.dinginkan dan

diamkan selama 10 menit dan saring. Menghasilkan residu dan filtrat ▪ Residu menghasilkan As2S3

▪ Filtrat dibuang.

3 Inti Sari

Analisis anion tidak jauh berbeda dengan analisis kation, hanya saja pada analisis anion tidak memiliki metode analisis standar yang sistematis seperti analisis kation. Uji pendahuluan awal pada analisis anion juga berdasarkan pada sifat fisika seperti warna, bau, terbentuknya gas, dan kelarutannya. Umumnya anion dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:

a. golongan sulfat: SO42-, SO3 2-, PO4 3-, Cr2O42-, BO2-, CO32-, C2O42-, AsO4

3-b. golongan halida : Cl-, Br-, I-, S

(5)

4. Latihan

a. Suatu anion bila ditambah larutan Ag NO3 membentuk endapan kuning yang sukar larut

dalam amonia encer, larut dalam amonia pekat tetapi tidak larut dalam asam nitrat encer, anion tersebut adalah....

b.Tuliskan reaksi dan jelaskan apa yang terjadi dalam identifikasi anion-anion CO32-, SO4

2-dan Cl- !

5. Evaluasi

1. Jika terdapat campuran endapan AgCl, AgBr, AgI dan AgSCN, ditambahkan HCl encer dan larutan FeCl3, akan berwarna merah, menunjukkan adanya anion

a. klorida b. bromide c. iodide d. tiosianat e. fosfat

2. Suatu larutan diduga mengandung anion halide dan nitrat. Lalu ditambahkan CCl4 dan

H2O2 serta larutan Fe2(SO4)3 dan dibiarkan mengendap. Jika larutan tersebut mengandung

anion iodide, maka lapisan CCl4 akan berwarna :

a. merah b. ungu c. kuning d. biru e. hijau

3. Filtrat yang diduga mengandung anion klorida dan bromide, ditambahkan AgNO3 dan NaNO3

saring dan cuci, menghasilkan residu dan filtrat. Residu mungkin mengandung perak klorida atau perak bromide. Jika residu tersebut perak bromide, maka jika ditambahkan 5 mL H2SO4 encer

dan KNO3, didihkan dan tambahkan CCl4 dan aduk, warna larutan menjadi :

a. merah atau coklat b. putih atau merah c. kuning atau coklat d. perak atau kuning e. merah atau kuning

(6)

4. Larutan residu yang mungkin mengandang garam-garam perak dari fosfat, arsenat dan arsenit, ditambahkan 10-15 ml HCl 5 M saring dan cuci menghasilkan residu dan filtrat. Filtrat ditambahkan dengan larutan NH3 encer secara berlebih kemudian tambahkan 10 ml

reagensia Mg((NO3)2 diamkan selama 10 menit. saring. Maka yang terdapat dalam residu

adalah anion : a. fosfat dan arsenat b. fosfat dan arsenit c. arsenat dan arsenit d. fosfat

e. arsenat

5. Merujuk ke soal nomor 4, maka yang terdapat dalam filtrate adalah : a. fosfat

b. arsenat c. arsenit

d.fosfat dan arsenat e. fosfat dan arsenit

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Tingkat penguasaan: 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐽𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑌𝑛𝑎𝑔 𝐵𝑒𝑛𝑎𝑟

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑜𝑎𝑙 𝑥 100%

Arti tingkat penguasaan:

90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang

Referensi

Dokumen terkait

Diagram alir produksi dijelaskan pada gambar. Pada menu produksi berisi informasi hasil tangkapan. Produksi Usaha Perikanan start stop login Username dan password benar Kapal

Penjagaan atau pengawasan sistem imun terhadap sel yang tidak normal ataupun kanker terlihat pada terdapat tumor infiltrating lymphocytes (TILs) pada tumor dan

memberikan dampak yang baik bagi pemahaman masyarakat terhadap penggunaan media sosial. Setidaknya pada tahap awal, kemampuan mereka sudah mencapai target awal yang

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskipsikan (1) Prosesi tradisi Baritan di Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen (2) Makna dan fungsi Baritan

Dalam rangka lebih memahami masalah aplikasi coating, khususnya di daerah Ballast Tank, Asosiasi Coating Indonesia (ASCOATINDO) bekerjasama dengan PT PAL dan

Dewasa ini sering kita lihat banyak anak-anak yang mengalami kemunduran dan kesulitan dalam belajar. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor internal dan

2017). Pendidikan senisebagaibentukun- tukmembentuksikap dan kepribadiananak yang mempunyaifungsi-fungsijiwa yang meliputifantasi, sensitivitas, kreativitas dan

Kartu kredit dapat diterima di seluruh dunia, berbeda dengan uang tunai yang harus ditukarkan dengan mata uang setempat agar bisa ditransaksikan. Kartu kredit