PEMERINTAH KOTA BATU
PERATURAN DAERAH KOTA BATU
NOMOR 6 TAHUN 2009
T E N T A N GPERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 32 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BATU,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri terhadap Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pajak Penerangan Jalan, Peraturan Daerah Kota Batu dimaksud ditinjau kembali, khususnya pengenaan tarif pajak penerangan jalan khusus industri;
b. bahwa Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pajak Penerangan Jalan telah menetapkan pengenaan pajak penerangan jalan khusus untuk industri adalah sebesar 5%, yang berasal dari PLN dan 5% berasal dari Non PLN yang bertentangan dengan ketentuan Pasal 60 ayat (3) Pereturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah ; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada
huruf a dan b konsideran diatas, maka perlu merubah Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pajak Penerangan Jalan dengan Peraturan Daerah.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Undang-undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3209);
2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3312) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3569);
3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4048);
4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara 4118);
6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
7. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);
8. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);
9. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);
10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesian Nomor 4844);
11. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4138); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006
tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah;
20. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BATU
dan
WALIKOTA BATU
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 32 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN
Pasal I
Beberapa ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 2003 Lembaran Daerah Kota Batu Nomor 40 Seri B Tahun 2003 diubah sebagai berikut :
1. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 angka 6 diubah, dan dibaca sebagai berikut :
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kota Batu ;
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Batu ; 3. Kepala Daerah adalah Walikota Batu ;
4. Dinas Pendapatan adalah Dinas Pendapatan Kota Batu ;
5. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu dibidang Pajak Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
6. Kas Umum Daerah adalah Kas Umum Daerah Kota Batu ; 7. Perusahaan Listrik Negara, yang selanjutnya disebut PLN,
adalah Perusahaan Listrik Negara ;
8. Listrik Non PLN adalah listrik yang bukan berasal dari PLN ; 9. Daftar Rekening Listrik adalah setiap penggunaan tenaga listrik
di wilayah daerah yang tersedia penerangan jalan yang rekeningnya dibayar oleh Pemerintah Daerah
10. Rekening Listrik adalah setiap penggunaan tenaga listrik di wilayah daerah yang tersedia penerangan jalan yang rekeningnya dibayar oleh Pemerintah Daerah ;
11. Pajak Penerangan Jalan, yang selanjutnya disebut pajak, adalah pungutan daerah atas penggunaan tenaga listrik ;
12. Surat Pemberitahuan Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut SPTPD, adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut peraturan perundang-undangan perpajakan daerah yang berlaku ;
13. Surat Setoran Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut SSPD, adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melakukan pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang ke Kas Daerah atau ke tempat pembayaran lain yang ditetapkan oleh Kepala Daerah ;
14. Surat Ketetapan Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut SKPD, adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang ;
15. Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar, yang selanjutnya disebut SKPDLB, adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pada pajak yang terutang atau tidak seharusnya terutang ;
16. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar, yang selanjutnya disebut SKPDKB, adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar ;
17. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan, yang selanjutnya disebut SKPDKBT, adalah surat ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan ;
18. Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil, yang selanjutnya disebut SKPDN, adalah surat keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak ;
19. Surat Tagihan Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut STPD, adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan/ atau sanksi admnistrasi berupa bunga dan / atau denda ;
20. Penyidik Pegawai Negeri Sipil, yang selanjutnya disebut PPNS, adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh Undnag-undang untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah.
2. Ketentuan Pasal 2 ayat (2) diubah, dan dibaca sebagai berikut :
(1) Dengan nama Pajak Penerangan Jalan dipungut pajak atas setiap penggunaan tenaga listrik ;
(2) Obyek pajak adalah setiap penggunaan tenaga listrik di wilayah daerah yang tersedia penerangan jalan yang rekeningnya dibayar oleh Pemerintah Daerah ;
(3) Penggunaan tenaga listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah penggunaan tenaga listrik yang berasal dari PLN maupun bukan PLN.
3. Ketentuan Pasal 3 huruf c diubah, dan dibaca sebagai berikut :
Dikecualikan dari obyek pajak adalah :
a. Penggunaan tenaga listrik oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ;
b. Penggunaan tenaga listrik pada tempat-tempat yang digunakan oleh Kedutaan, Konsulat, Perwakilan Asing dan Lembaga-lembaga Internasional dengan asas timbal balik;
c. Penggunaan tenaga listrik yang berasal dari bukan PLN dengan kapasitas tertentu yang tidak memerlukan izin dari instansi terkait;
d. Penggunaan tenaga listrik digunakan untuk tempat ibadah.
3. Ketentuan Pasal 5 setelah ayat (3) ditambah 1(satu) ayat, dan dibaca sebagai berikut :
(1) Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Jual Tenaga Listrik ; (2) Nilai Jual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini
ditetapkan
a. Dalam hal tenaga listrik berasal dari PLN dengan pembayaran, nilai jual tenaga listrik adalah jumlah tagihan biaya beban ditambah dengan biaya pemakaian Kwh yang ditetapkan dalam rekening listrik;
b. Dalam hal tenaga listrik berasal dari bukan PLN dengan tidak dipungut bayaran, nilai jual tenaga listrik dihitung berdasarkan kapasitas tersedia, penggunaan listrik atau taksiran penggunaan listrik, dan harga satuan listrik yang berlaku di wilayah daerah;
(3) Harga satuan listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan berpedoman pada harga satuan listrik yang berlaku untuk PLN ;
(4) Khusus untuk kegiatan industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam, Nilai Jual Tenaga Listrik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan sebesar 30 % (tiga puluh persen).
4. Ketentuan Pasal 6 diubah, dan dibaca sebagai berikut :
a. Penggunaan tenaga listrik yang berasal dari PLN, bukan untuk industri sebesar 7% (Tujuh Per Seratus);
b. Penggunaan tenaga listrik yang berasal dari PLN, untuk industri sebesar 3% ( Tiga Per Seratus );
c. Penggunaan tenaga listrik yang berasal dari bukan PLN, bukan untuk industri sebesar 5% (Lima Per Seratus );
d. Penggunaan tenaga listrik yang berasal dari bukan PLN, untuk industri sebesar 3% ( Tiga Per Seratus ).
5. Ketentuan Pasal 14 diubah, dan dibaca sebagai berikut :
(1) Pembayaran pajak dilakukan di Kas Umum Daerah atau tempat lain yang ditunjuk oleh Kepala Daerah sesuai waktu yang ditentukan dalam SPTPD, SKPD, SKPDKB, SKPDKBT dan STPD ;
(2) Apabila pembayaran pajak dilakukan ditempat lain yang ditunjuk, hasil penerimaan pajak harus disetor ke Kas Umum Daerah selambat-lambatnya 1 x 24 jam atau dalam waktu yang telah ditentukan oleh Kepala Daerah ;
(3) Pembayaran pajak sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) pasal ini dilakukan dengan menggunakan SSPD. 6. Ketentuan Pasal 26 ayat (1) diubah, dan dibaca sebagai berikut :
(1) Wajib pajak dapat mengajukan banding kepada Badan Penyelesaian Sengketa Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah diterimanya keputusan keberatan ;
(2) Pengajuan banding sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini tidak menunda kewajiban membayar pajak.
Pasal II
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah.
Ditetapkan di Batu
pada tanggal 15 Juni 2009
LEMBARAN DAERAH KOTA BATU TAHUN 2009 NOMOR 3 / B WALIKOTA BATU,
ttd
EDDY RUMPOKO
Diundangkan di Batu
Pada tanggal 24 Agustus 2009
Plt. SEKRETARIS DAERAH KOTA BATU
ttd
SUNDJOJO
Pembina Utama Muda
MEMORI PENJELASAN
ATAS
PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 6 TAHUN 2009
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 32 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN
I. PENJELASAN UMUM
Bahwa berdasarkan hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri terhadap Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pajak Penerangan Jalan, maka dipandang perlu diadakan peninjauan kembali khususnya pengenaan besarnya tarif pajak penerangan jalan umum khusus untuk industri. Kebijakan tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2009 dinyatakan bahwa untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah supaya tidak menetapkan kebijakan yang memberatkan dunia usaha atau masyarakat.
Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas maka Pemerintah Kota Batu memandang perlu adanya Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pajak Penerangan Jalan Umum, dengan harapan bahwa dengan Perubahan Peraturan Daerah tersebut akan membawa dampak dan / atau rangsangan positif para investor tertarik untuk menanamkan modal di Kota Batu.
II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL
Pasal I : Perubahan terhadap Pasal 6 Petugas Pajak dalam rangka menetapkan besarnya Pajak Penerangan Jalan terhutang, baik untuk Industri maupun bukan untuk Industri yang penggunaan listriknya berasal bukan dari PLN, perlu didampingi oleh Petugas Teknis PLN dan / atau petugas ynag berwenang dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.