BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Pelaksanaan Tindakan
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini diuraikan tentang kondisi awal, siklus I, siklus II dan pembahasan antar siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Setiap pertemuan, dibagi menjadi empat tahapan yaitu tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi.
4.1.1 Diskripsi Pra Siklus
Penelitian dilakukan di kelas 5 SDN Negeri Ledok 02 semester II Tahun Pleajaran 2013/2014 yang berjumlah 43 siswa. Letak SD Negeri Ledok 02 di pinggir jalan sehingga sangat ramai kendaraan berlalu lalang dan siswa tidak pernah melihat keadaan alam seperti sawah, sungai, kebun dan lain sebagainya. Sehingga pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan KD Mengomentari persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa, peneliti menggunakan metode cooperative learning tipe picture and picture dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS), yang mengajak siswa untuk mengamati alam secara langsung. Kolaboraor yaitu, ibu Yuli Rindarningsih M.Pd guru kelas 5. Peneliti dan kolabolator menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM≥85) karena guru juga akan meneliti kemampuan menulis siswa kelas 5 dalam pokok bahasan menulis peristiwa faktual. Sebelum peneliti melakukan siklus 1, peneliti melihat salah satu nilai ulangan Bahasa Indonesia dalam pokok bahasan menulis peristiwa faktual yang dilaksanakan oleh guru kelas, jumlah siswa 43 dengan 81.4% siswa tidak mencapai KKM dan hanya 18.6% siswa yang mencapai KKM. Data hasil nilai ulangan siswa kelas 5 mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam pokok bahasan menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1
Destribusi Frekuensi Nilai Bahasa Indonesia
No Nilai Frekuensi Presentase Keterangan
1. 60-64 11 25.5% Tidak tuntas 2. 65-69 12 28% Tidak tuntas 3. 70-74 2 4.6% Tidak tuntas 4. 75-79 8 18.6% Tidak tuntas 5. 80-84 2 4.6% Tidak tuntas 6. 85-89 0 0% Tuntas 7. 90-94 8 18.6% Tuntas Jumlah 43 100% Nilai Rata-rata 73 Nilai tertinggi 93 Nilai terendah 60
Berdasarkan tabel 4.1 distribusi frekuensi nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dikatakan rendah. hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya siswa yang nilainya dibawah KKM 8. Dari tabel diatas skor nilai antara 60-64 frekuensinya ada 11 dengan presentase 25.5% dari jumlah keseluruhan siswa dengan keterangan tidak tuntas. Pada skor nilai antara 65-69 frekuensinya 12 dengan presentase 28% dari jumlah keseluruhan siswa dengan keterangan tidak tuntas. Pada nilai skor antara 70-74 frekuensinya 2 dengan presentase 4.6% dari jumlah keseluruhan siswa dengan keterangan tidak tuntas. Skor nilai antara 75-79 frekuensinya 8 dengan presentase 18.6% dari keseluruhan jumlah siswa dengan keterangan tidak tuntas, skor nilai 80-84 mendapat frekuensi 2 dengan presentase 4.6% dari keseluruhan jumlah siswa dengan keterangan tidak tuntas, skr nilai antara 85-89 frekuensinya 0 sehingga presentase 0%. Pada skor nilai antara 90-94 frekuensi 8 dengan presentase 18.6% dari jumlah keseluruhan siswa dengan keterangan tuntas. Dapat dilihat pada daftar nilai (terlampir). Berdasarkan tabel diatas dapat digambarkan dalam diagram 4.1 sebagai berikut:
Diagram 4.1 Distribusi Frekuensi Nilai Bahasa Indonesia Kondisi Awal
Berdasarkan KKM≥85 data hasil perolehan nilai kondisi awal dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.12
Tabel 4.2
Ketuntasan Belajar Kondisi Awal No. Kentutasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Presentase (%) 1. Tuntas 8 18.6 2. Belum Tuntas 35 81.4 Jumlah 43 100 Nilai tertinggi 93 Nilai terendah 60 Rata-rata 73
Pada kondisi awal diketahui bahwa siswa yang kurang dari KKM ≥85 sebanyak 35 siswa atau 81.4% sedangkan siswa yang mencapai KKM hanya 8 siswa atau 18.6%. dari tabel diatas diketahui bahwa siswa yang mencapai KKM lebih sedikit dibandingan siswa yang belum tuntas. Ketuntasan belajar siswa pada 4.11 dapat dilihat pada diagram 4.2 berikut:
0 2 4 6 8 10 12 14 60-64 65-69 70-74 75-79 80-84 85-89 90-94 95-100 jumlah siswa
Diagram 4.2 Kentutasan Belajar Kondisi Awal
Pada kondisi awal siswa belum mendapat tindakan Cooperative Learning tipe Picture and picture dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan berikut hasil rata-rata menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar dari semua aspek.
Tabel 4.3
Skor Rata-rata Penulisan Peristiwa Faktual pada Kondisi Awal Aspek tulisan Rata-rata
Judul 3.8
Isi 3.4
Keutuhan dan keterpaduan 3.8
Diksi 3.1
Ejaan 2.6
Kebersihan dan kerapian 3.4
Komentar 3.5
Saran 3.8
Jumlah 27.4
a) Judul
Pada kondisi awal, skor tertinggi yang diperoleh siswa 5, sedangkan skor terendah adalah 2. Jumlah siswa yang mendapat skor 5 ada 10, siswa yang mendapat 4 ada 21, dan siswa yang pada mendapat skor 3 ada 9 dan skor terendah yaitu 2 ada 4. Skor tara-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek judul adalah 3.8.
18,60%
81,40%
b) Isi/ gagasan
Skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 5, skor terendah 2. Jumlah siswa yang mendapat skor 5 ada 3 siswa. Yang mendapat skor 4 ada 19, skor 3 ada 17 dan yang mendapat skor terendah yaitu 2 ada 4 siswa. Skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek isi/ gagasan adalah 3.1.
c) Keutuhan dan Keterpaduan
Skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 5, skor terendah adalah 2. Jumlah siswa yang mendapat skor 5 ada 7 siswa. Yang mendapat skor 4 ada 23 siswa sedangkan skor 3 ada 12 siswa. Skor terendah 2 ada 1. Skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek keutuhan dan keterpaduan adalah 3.8.
d) Diksi
Skor tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 5 dan skor terendah yaitu 2. Siswa yang mendapat skor tertinggi yaitu 5 ada 1 siswa, skor 4 ada 10 siswa, skor 3 ada 27 dan yang mendapat skor terendah 2 yaitu 5 siswa. Skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek diksi adalah 3.1.
e) Ejaan
Skor tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 5 dan skor terendah yaitu 2. Siswa yang mendapat skor tertinggi yaitu 5 ada 2 siswa, skor 4 ada 6 siswa, skor 3 ada 11 dan yang mendapat skor terendah 2 yaitu 24 siswa. Skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek diksi adalah 2.6.
f) Kebersihan dan Kerapian
Skor tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 4 dan skor terendah yaitu 3. Siswa yang mendapat skor tertinggi yaitu 4 ada 16 siswa, dan skor 3 ada 27. Skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek Kebersihan dan kerapian adalah 3.4.
g) Komentar
Skor tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 5 dan skor terendah yaitu 2. Siswa yang mendapat skor tertinggi yaitu 5 ada 6 siswa, skor 4 ada 15 siswa, skor 3 ada 17 dan yang mendapat skor terendah 2 yaitu 5 siswa. Skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek diksi adalah 3.5.
h) Saran
Skor tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 5 dan skor terendah yaitu 3. Siswa yang mendapat skor tertinggi yaitu 5 ada 7 siswa, skor 4 ada 21 siswa, dan terendah yaitu skor 3 ada 15. Skor rata-rata yang diperoleh siswa pada kondisi awal dari aspek diksi adalah 3.8.
Sehingga peneliti akan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam pokok bahasan yang sama dengan menggunakan media gambar dan menjelajahi alam.
4.1.2 Siklus 1
Siklus 1 dilaksanakan dengan tiga kali pertemuan yaitu pada tanggal 3, 4 dan 5 April 2014 dengan materi menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar serta saran menggunakan cooperative learning tipe picture and picture. Setiap pertemuan siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok dibagi menjadi 6-7 siswa.
4.1.2.1 Tahap Perencanaan
Kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan 3 pertemuan dengan rincian sebagai berikut:
1) Pertemuan I
Dalam pertemuan I pada siklus 1 dilaksanakan pada awal April. Hal yang dilakukan peneliti adalah wawancara terhadap guru kelas dan melihat nilai-nilai siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia terutama dalam hal menulis. Setelah itu peneliti menganalisis masalah yang dialami oleh siswa dalam menulis sebagai persiapan untuk menyusun perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan Kompetensi Dasar mengomentari persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa.. kemudian peneliti menyiapkan media berupa gambar sampah yang berserakan di pinggir jalan dan mengakibatkan banjir. Media ini digunakan untuk membantu siswa dalam menulis peristiwa faktual. Selain itu peneliti juga mempersiapakan perangkat pembelajaran seperti presensi siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi siswa dan guru, bahan ajar dan rubrik penilaian kemampuan menulis peristiwa faktual yang sudah disusun.
2) Pertemuan II
Perencanaan pembelajaran pada pertemuan II sebagai tindak lanjut dari pertemuan I. Yang membedakan dari pertemuan I dengan pertemuan II adalah media yang digunakan dan LKS. Media yang digunakan adalah gambar tanah longsor dan LKS berisi gambar seri da diacak. Sebelum melakukan penelitian dalam pertemuan II, hal yang dilakukan peneliti yaitu menyiapkan RPP, presensi siswa, lembar observasi siswa dan guru, bahan ajar dan rubrik penilaian kemampuan menulis peristiwa faktual yang sudah disusun.
3) Pertemuan III
Perencanaan pembelajaran pada siklus 1 pertemuan III sebagai tindak lanjut dari peretemuan I dan II. Pada pertemuan III digunakan untuk melakukan perbaikan. Sebelum kegiatan pembelajaran pertemuan III peneliti menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk pembelajaran yaitu RPP, LKS pertemuan I dan II yang akan dibagikan ke kelompok siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM, presensi siswa, lembar observasi siswa dan guru.
Sebelum mengadakan perbaikan, guru mengulang materi dalam hal-hal yang perlu diperhatikan siswa saat menulis peristiwa faktual. Setelah itu guru mengadakan perbaikan selama 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan tanya jawab siswa dan guru tentang hal-hal yang belum di mengerti siswa.
4.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Pelaksanaan tindakan dan observasi ini merupakan deskripsi dari kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran serta deskripsi observasi kegiatan guru dan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar.
a) Pertemuan I
1) Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan pembelajaran pertemuan I dilaksanakan pada hari Kamis, 3 April 2014 pukul 09.15-10.25 WIB. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti dan kolaborator mengecek peralatan yang akan digunakan diantaranya RPP, LKS dan lembar observasi. Berikut tiga tahapan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
(1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, siswa memberi salam kepada guru, guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi, guru memberikan apersepsi terlebih dahulu melalui bertanya tentang peristiwa faktual, “Anak-anak, bencana apa saja yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia?”. Beberapa siswa aktif dalam menjawab, sehingga guru meminta siswa untuk tunjuk jari sebelum menjawab. Kemudian guru menunjuk beberapa siswa untuk menjawab. Setelah itu guru mulai menyampaikan tujuan pembelajaran.
(2) Kegiatan inti
Pada kegiatan inti guru dan siswa bertanya jawab tentang menulis peristiwa faktual dengan memperhatikan judul, ejaan dan pilihan kata. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis peristiwa faktual dan memperhatikan aspek-aspek yang sudah di tekankan oleh guru. Kemudian guru menjelaskan cara memberikan komentar dan saran yang tepat dalam peristiwa faktual. Siswa dibagi dalam 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa. Anggota kelompok sudah guru tentukan sebelumnya sehinga siswa tidak memilih-milih anggotanya. Selanjutkan guru membacakan peraturan-peraturan yang harus ditaati dalam proses pembelajaran berlangsung. Guru memberikan petunjuk kepada siswa untuk mengubah format tempat duduk menjadi lingkaran agar siswa dapat mudah dalam melakukan diskusi. Pada saat format tempat duduk diubah, siswa menjadi ramai sehingga guru menekankan kembali petunjuk yang harus ditaati siswa dalam mengubah format tempat duduk kemudian siswa menjadi tenang kembali.
Setelah semua siswa duduk, guru membagikan LKS yang berisi gambar sebuah peristiwa faktual. Kemudian guru menjelaskan petunjuk dalam LKS dan siswa mulai mengerjakan. Setelah siswa selesai menuliskan peristiwa faktual sesuai dengan gambar yang diberikan oleh guru, setiap kelompok perwakilan 2 orang untuk memaparkan hasil diskusinya di depan kelas dan kelompok lain memberikan tanggapan.
Guru menyampaikan persepsi atau perbedaan pendapat dengan salah satu kelompok dan meminta siswa untuk mengomentari dan memberikan saran. Sehingga membuat siswa secara aktif dan berpikir kritis dalam member saran dan
memberikan komentar. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang tambil dengan baik, sehingga akan memacu kelompok lain untuk lebih baik lagi dalm pelajaran berikutnya.
(3) Kegiatan akhir
Guru bersama dengan siswa untuk menyimpulakan pelajaran, selanjutkan siswa merangkum /membuat catatan apa tentang pelajaran menulis peristiwa faktual. Kemudian guru dan siswa melakukan refleksi secara lisan tentang perasaannya setelah menulis peristiwa faktual dengan menggunakan gambar. Sebelum menutup pelajaran, guru menyampaikan rencana pelajaran untuk besok sehingga siswa dapat mempersiapkannya di rumah. Guru mengucapkan salam penutup.
2) Hasil Obsevasi
Observasi yang dilakukan oleh observer yaitu mengamati proses pembelajaran guru dan aktivitas siswa pada kegiatan pembelajaran. Hasil observasi proses pembelajaran guru diperoleh dari lembar pengamatan yang terdiri dari 25 aspek dan hasil observasi aktivitas siswa dipeoleh dari lembar pengamatan yang terdiri dari 20 aspek. Masing-masing aspek dalam lembar observasi tersebut skor 1-4, skor 1 berati berarti sangat kurang, skor 2 berarti cukup, skor 3 berarti baik dan skor 4 berarti baik sekali. Setelah itu skor akan dijumlahkan dan diinterpretasikan berdasarkan kriteria penilaian. Kriteria penilaian pada lembar observasi yaitu untuk total skor 0%-60% berarti kurang sekali, nilai 61%-70% berarti kurang, nilai 71%-80% berarti cukup baik, nilai 81%-90% berarti baik dan nilai 91%-100% berarti baik sekali. Hasil observasi kinerja guru pada siklus I pertemuan pertama dijabarkan dalam 25 aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus 1 Pertemuan I
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor 1 2 3 4 Mengecek kesiapan pembelajaran 1, 2, 3, 4 16
Melakukan apersepsi, motivasi dan kejelasan KD/ Indikator
6 5 7
Menyampaikan materi 7, 8, 9 12
Pengelolaan kelas dan waktu 11,13,
14
10, 12 17
Menggunakan metode dan alat peraga
16, 15, 17 11
Berperan sebagai fasilitator 19, 22 18, 20,
21
18
Membuat kesimpulan 24, 25 23 10
TOTAL 9 16 91
Berdasarkan tabel 4.4 hasil observasi kegiatan guru dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 9, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 16 item dan total skor seluruhnya 91. Pada aspek mengecek kesiapan pembelajaran terdiri dari 4 indikator, masing-masing indikator memperoleh skor 4
sehingga berjumlah 16. Pada aspek melakukan apersepsi, motivasi dan menyampaikan tujuan nomor indikator 5 mendapat skor 4 dan 6 mendapat skor 3, sehingga jumlah skor 7. Pada aspek menyampaikan materi nomor indikator 7, 8, 9 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 12. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu nomor indikator 11, 13, 14 mendapat skor 3 dan indikator 10 dan 12 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 17. Aspek menggunakan metode dan alat peraga pada nomor 16 mendapat skor 3 dan 15 dan 17 mendapat skor 4 dan sehingga berjumlah 11. Kemudian pada aspek berperan sebagai fasilitator nomor 19 dan 22 mendapat skor 3 dan nomor 18, 20 dan 21 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 18. Pada aspek membuat kesimpulan pada nomor 24 dan 25 mendapat skor 3 dan nomor 23 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 10. Berdasarkan tabel 4.4 dapat diperjelas menggunakan diagram sebagai berikut:
Diagram 4.3 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 1 Pertemuan I
Selanjutnya hasil observasi aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan yang dijabarkan dalam 20 aspek yang dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.5
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan I
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Kesiapan siswa belajar 1 2, 3 11
Memperhatikan penjelasan dari guru
4,5 6 10
Memanfaatkan
waktu,berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain
7 8, 9,
10, 11
19
Respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga
12 13, 14, 15
15
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan
16 17 7
Membuat kesimpulan dan refleksi
19 18, 20 11
TOTAL 7 13 73
Berdasarkan tabel 4.5 hasil observasi aktivitas siswa dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 7, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 13 item dan total skor seluruhnya 73. Pada aspek kesiapan siswa belajar nomor indikator 1 mendapat skor 3 dan nomor 2, 3 mendapat skor 4 sehingga berjumlah
0 5 10 15 20 1 2 3 4 5 6 7 Ju m lah S k or
11. Pada aspek memperhatikan penjelasan dari guru nomor indikator 4 dan 5 mendapat skor 3 dan nomor 6 mendapat nilai 4 sehingga berjumlah 10. Pada aspek memanfaatkan waktu, berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain nomor indikator 7 mendapat skor 3 dan nomor indikator 8, 9, 10, 11 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 19. Pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga nomor indikator 12 mendapat skor 3, nomor indikator 13, 14, 15 mendapat skor 4 sehingga jumlahnya 15. Aspek Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan nomor indikator 16 mendapat skor 3 dan nomor indicator 17 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 7. Kemudian pada aspek membuat kesimpulan dan refleks nomor indikator 19 mendapat skor serta nomor 18 dan 20 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 11. Berdasarkan tabel 4.5 dapat diperjelas menggunakan diagram sebagai berikut:
Diagram 4.4 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 Pertemuan I
b) Pertemuan II
1) Pelaksanaan Tindakan
Siklus 1 pertemuan II dilaksanakan pada hari Jum’at, 4 April 2014 pada pukul 09.15-10.25 WIB. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti dan kolaborator mengecek peralatan yang akan digunakan diantaranya RPP, LKS, lembar observasi dan media untuk apersepsi yaitu gambar tanah longsor.
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 Ju m lah S k or
(1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, siswa memberi salam kepada guru, guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi, guru memberikan apersepsi terlebih dahulu dengan menunjukkan gambar tanah longsor dan membuat cerita sesuai dengan gambar tersebut. Guru meminta siswa untuk memberikan komentar dan saran yang tepat dan sesuai dengan gambar yang diperlihatkan oleh guru di depan. Beberapa siswa tunjuk jari untuk menjawab kemudian guru menunjuk beberapa siswa untuk menjawabnya. Setelah itu guru mulai menyampaikan tujuan pembelajaran.
(2) Kegiatan inti
Guru menjelaskan peristiwa faktual dan kembali menekankan dalam menulis harus perhatikan ejaan, pilihan kata dan judul yang tepat sesuai dengan gambar yang dibuat cerita oleh siswa dan guru memberikan penjelasan model pembelajaran yang akan dipakai dalam proses pembelajaran yaitu pembelajaran kooperatif picture and picture. Guru menjelaskan cara memberikan komentar dan saran yang tepat dan sesuai dengan gambar. Kemudian guru menjelaskan kerja dalam kelompok dalam model pembelajaran picture and picture dan siswa kembali masuk kedalam kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok yang berisi gambar seri sehingga sebelum siswa menuliskan peristiwa faktual yang sesuai dengan gambar, siswa harus mengurutkan gambar tersebut.
Setelah siswa selesai menuliskan peristiwa fakttual sesuai dengan gambar yang diberikan oleh guru, setiap kelompok perwakilan 2 orang untuk memaparkan hasil diskusinya di depan kelas.
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui oleh siswa dan guru memberikan penguatan kepada kelompok yang belum aktif dalam proses pembelajran.
(3) Kegiatan akhir
Guru bersama dengan siswa untuk menyimpulakan pelajaran, selanjutkan siswa merangkum /membuat catatan apa tentang pelajaran menulis peristiwa faktual. Kemudian guru dan siswa melakukan refleksi secara lisan tentang perasaannya setelah menulis peristiwa faktual dengan menggunakan gambar.
Sebelum menutup pelajaran, guru menyampaikan rencana pelajaran untuk besok sehingga siswa dapat mempersiapkannya di rumah. Guru mengucapkan salam penutup.
2) Hasil Observasi
Hasil observasi kinerja guru pada sisklus 1 pertemuan I dijabarkan dari 25 aspek, aspek tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6
Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus 1 Pertemuan II
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Mengecek kesiapan pembelajaran
1 2, 3, 4 15
Melakukan apersepsi, motivasi dan kejelasan KD/ Indikator
5,6 8
Menyampaikan materi 7, 8, 9 12
Pengelolaan kelas dan waktu 13,14 10,
11,12
18
Menggunakan metode dan alat peraga
16, 15, 17 11
Berperan sebagai fasilitator 22 18,19,
20, 21
19
Membuat kesimpulan 24, 25 23 10
TOTAL 7 18 93
Berdasarkan tabel 4.6 hasil observasi kegiatan guru dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 7, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 18 dan total skor seluruhnya 93. Pada aspek mengecek kesiapan pembelajaran nomor indikator 1 mendapat skor 3 dan nomor indikator 2, 3, 4 memperoleh skor 4 sehingga berjumlah 15. Pada aspek melakukan apersepsi, motivasi dan menyampaikan tujuan nomor indikator 5 dan 6 masing-masing mendapat skor 4, sehingga jumlah skor yaitu 8. Pada aspek menyampaikan materi nomor indikator 7, 8, 9 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 12. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu nomor indikator 13, 14 mendapat skor 3 dan indikator 10, 11, 12 mendapat nilai 4 sehingga berjumlah 18. Aspek menggunakan metode dan alat peraga pada nomor 16 mendapat skor 3 dan 15 dan 17 mendapat skor 4 dan sehingga berjumlah
11. Kemudian pada aspek berperan sebagai fasilitator nomor 22 mendapat skor 3 dan nomor 18, 19, 20 dan 21 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 19. Pada aspek membuat kesimpulan pada nomor 24 dan 25 mendapat skor 3 dan nomor 23 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 10. Berdasarkan tabel 4.6 dapat diperjelas menggunakan diagram sebagai berikut:
Diagram 4.5 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 1 Pertemuan II
Selanjutnya hasil observasi aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan yang dijabarkan dalam 20 aspek yang dapat dilihat dari tabel berikut
Tabel 4.7
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan II
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Kesiapan siswa belajar 1 2, 3 11
Memperhatikan penjelasan dari guru
4 5,6 11
Memanfaatkan waktu,berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain
7, 11 8, 9, 10 18
Respon siswa terhadap
pembelajaran dan penggunaan alat peraga
12, 13, 14, 15
16
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan
16 17 7
Membuat kesimpulan dan refleksi 19 18, 20 11
TOTAL 6 14 74 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 7 Ju m lah S k or
Berdasarkan tabel 4.7 hasil observasi aktivitas siswa dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 6, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 14 item dan total skor seluruhnya 74. Pada aspek kesiapan siswa belajar nomor indikator 1 mendapat skor 3 dan nomor 2, 3 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 11. Pada aspek memperhatikan penjelasan dari guru nomor indikator 4 mendapat skor 3 dan nomor 5 dan 6 mendapat nilai 4 sehingga berjumlah 11. Pada aspek memanfaatkan waktu, berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain nomor indikator 7 dan 11 mendapat skor 3 dan nomor indikator 8, 9, 10 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 18. Pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga nomor indikator 12, 13, 14, 15 masing-masing mendapat skor 4 sehingga jumlahnya 16. Aspek Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan nomor indikator 16 mendapat skor 3 dan nomor indicator 17 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 7. Kemudian pada aspek membuat kesimpulan dan refleks nomor indikator 19 mendapat skor serta nomor 18 dan 20 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 11. Berdasarkan tabel 4.5 dapat diperjelas menggunakan diagram sebagai berikut:
Diagram 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 Pertemuan II
c) Pertemuan III
Siklus 1 pertemuan III dilaksanakan pada tanggal 5 April 2014 pada pukul 07.00-08.10 WIB. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti dan kolaborator
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 Ju m lah S k or
mengecek peralatan yang akan digunakan diantaranya RPP, LKS, lembar observasi
(1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, siswa memberi salam kepada guru, selanjutkan ketua kelas memimpin doa. Guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran dan melakukan presensi.
(2) Kegiatan inti
Guru bertanya jawab dengan siswa tentang materi yang hari-hari sebelumnya telah disampaikan. Guru mengulang kembali pelajaran yang sudah dipelajari. Kemudian guru memberikan pertanyaan secara acak kepada masing-masing siswa guna mengetahui tingkat pemahaman siswa. Guru menjelaskan cara kerja dalam menulis peristiwa faktual dengan mengerjakan berkelompok sesuai dengan kelompok yang sebelumnya. Guru membagikan kembali LKS yang nilainya dibawah KKM kepada kelompok siswa. Guru bersama siswa membahasnya dan meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaannya. Guru menanyakan kepada siswa hal-hal yang belum diketahui oleh siswa.
(3) Kegiatan akhir
Guru bersama dengan siswa untuk menyimpulakan pelajaran, selanjutkan siswa merangkum/ membuat catatan apa tentang pelajaran menulis peristiwa faktual. Kemudian guru dan siswa melakukan refleksi secara lisan tentang perasaannya setelah menulis peristiwa faktual dengan menggunakan gambar. Sebelum menutup pelajaran, guru menyampaikan rencana pelajaran untuk besok sehingga siswa dapat mempersiapkannya di rumah. Guru mengucapkan salam penutup.
4.1.2.3 Refleksi Siklus 1
Hasil refleksi diambil dari hasil observasi yang dilaksanakan pada siklus 1. Refleksi dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan tindakan pembelajaran yang dilakukan dan sebagai bahan perbaikan dengan membandingkan hasil tindakan selama proses pembelajaran dengan indikator aktivitas yang ditetapkan. Refleksi dilakukan oleh kolaborator, observer dan peneliti dengan berdiskusi. Berikut hasil refleksi pada siklus 1 setiap pertemuan
a) Pertemuan I
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui observasi aktivitas guru, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 9 item, skor 4 sebanyak 16 item. Dengan presentase 91%. Pada aspek melakukan apersepsi, motivasi dan kejelasan KD/ indikator (6), mendapat skor 3 karena hanya menyampaikan secara lisan tanpa menyampaikan tujuan akhirnya. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu (11, 13, 14) mendapat skor 3 karena siswa belum leluasa bekerja secara kelompok karena kelompok ditentukan oleh guru (11), penggunaan waktu yang disediakan mendapat skor 3 karena efektif namun tidak efisiean (13) dan kebanyakan waktu yang digunakan terfokus pada guru (14). Pada aspek guru menggunakan model dan alat peraga, guru sudah menggunakan model cooperative learning tipe picture and picture (15). Pada aspek guru berperan sebagai fasilitaor, guru sudah memberikan fasilitas kepada siswa untuk melakukan berbagai kegiatan dalam upaya pencapaian indikator (18), dan guru mengajak siswa untuk aktif dengan cara mengajukan pertanyaan (20). Pada hasil analisis observasi aktivitas siswa, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 7 item dan skor 4 sebanyak 13 item. Dengan presentase 73%. Pada aspek kesiapan siswa, siswa mempersiapkan buku catatan dan buku pelajaran (1) mendapat skor 3 karena setelah disampaikan indikator baru siswa mengeluarkan buku catatan, pada aspek memperhatikan penjelasan dari guru (4, 5), siswa mengikuti dengan seksama segala sesuatu yang sedang disampaikan oleh guru (4) mendapat skor 3 karena ada beberapa siswa yang masih ramai, dan siswa memperhatikan sungguh-sungguh pertanyaan yang diberikan oleh guru (5) mendapat skor 3 karena beberapa siswa masih meminta guru mengulang kembali pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Dan pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga (13, 14, 15) masing-masing mendapat skor 4. Setiap kelompok siswa sudah membacakan hasil penulisannya dengan baik (13), siswa menggunakan media secara optimal (14), siswa bertanggung jawab dalam media yang telah disediakan (15).
Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat kelebihan dan kekurangan dalam proses belajar mengajar. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya:
1) Kelebihan:
a. Pembelajaran pada pertemuan I ini berlangsung sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang sudah disusun.
b. Kegiatan yang dilakukan siswa membantu siswa dalam memahami materi.
c. Materi yang disampaikan jelas, bekerja dalam kelompok dapat melatih siswa untuk saling menghargai dan saling membantu.
d. Gagasan dari masing-masing siswa dapat digabungkan dan hasil penulisan semakin lengkap.
Kekurangan:
a. LKS yang hanya ada 1 gambar, siswa cepat bosan. Terbukti setelah siswa mendapat LKS tersebut beberapa menit kemudian siswa ramai dan lama dalam mengerjakan karena banyak siswa yang mengobrol dan tidak mengerjakannya sehingga membuat guru kembali mengingatkan tata tertib bekerja secara kelompok.
b. KBM melebihi waktu yang ditentukan. b) Pertemuan II
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui observasi aktivitas guru, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 7 item, skor 4 sebanyak 18 item. Dengan presentase 93%. Pada aspek melakukan apersepsi, motivasi dan kejelasan KD/ indikator (6), mengalami peningkatan mendapat skor 4. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu (11, 13, 14), siswa sudah leluasa bekerja secara kelompok (11), sudah meningkat dari skor 3 menjdai skor 4 dan penggunaan waktu yang disediakan mendapat skor 3 karena efektif namun tidak efisiean (13) dan kebanyakan waktu yang digunakan terfokus pada guru (14). Pada aspek guru menggunakan model dan alat peraga, guru sudah menggunakan model cooperative learning tipe picture and picture (15). Pada aspek guru berperan sebagai fasilitaor, guru sudah memberikan fasilitas kepada siswa untuk melakukan berbagai kegiatan dalam upaya pencapaian indikator (18), dan guru mengajak siswa untuk aktif dengan cara mengajukan pertanyaan (20). Pada hasil analisis observasi aktivitas siswa, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 6 item dan skor 4 sebanyak 14 item. Dengan presentase 74%. Pada aspek kesiapan siswa, siswa
mempersiapkan buku catatan dan buku pelajaran (1) masih mendapat skor 3 karena setelah disampaikan indikator baru siswa mengeluarkan buku catatan, pada aspek memperhatikan penjelasan dari guru (4, 5), siswa mengikuti dengan seksama segala sesuatu yang sedang disampaikan oleh guru (4) meningkat dan mendapat skor 4 dan siswa memperhatikan sungguh-sungguh pertanyaan yang diberikan oleh guru (5) mendapat skor 4 karena siswa tidak meminta guru untuk mengulang kembali pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Dan pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga (13, 14, 15) masing-masing mendapat skor 4. Setiap kelompok siswa sudah membacakan hasil penulisannya dengan baik (13), siswa menggunakan media secara optimal (14), siswa bertanggung jawab dalam media yang telah disediakan (15).
Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat kelebihan dan kekurangan dalam proses belajar mengajar. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya:
1) Kelebihan:
a. Pembelajaran pada pertemuan II ini berlangsung sesuai dengan perencanaan yang sudah dipersiapkan peneliti dan kolaborator. Kembali bekerja kelompok dalam pembelajaran yang melatih siswa untuk menghargai perbedaan pendapat dan saling membantu untuk saling melengkapi dalam penulisan mereka.
b. Guru menggunakan gambar tanah longsor dan membacakan peristiwa faktual sesuai dengan gambar tersebut untuk apersepsi dan siswa diminta untuk memberikan saran dan komentar sangat membuat siswa aktif sehingga kelas menjadi hidup dan siswa merasa tertarik untuk mengikuti kegiatan berikutnya terbukti siswa sangat antusias ketika mereka diminta untuk duduk berkelompok mereka segera duduk dan langsung duduk diam untuk mendengarkan instruksi guru berikutnya. 2) Kekurangan:
a. Waktu tidak efisien karena siswa asik dalam mereka bekerja secara berkelompok
b. Gambar seri yang sudah ada di LKS kurang menantang siswa dalam mengerjakan, karena hanya nomor saja.
c) Pertemuan III
Siswa lebih serius dan kritis dalam mengoreksi pekerjaan sendiri, terbukti mereka lebih tenang dan benar-benar berdiskusi kelompok.
Dari skor penilaian hasil observai aktivitas guru dan siswa pada setiap pertemuan meningkat, aktivitas guru pada pertemuan I presentase yang diperoleh 91%, pertemuan II diperoleh 93%, aktivitas siswa pada pertemuan I presentase yang diperoleh 73%, pertemuan II diperoleh 74%.
4.1.3 Diskripsi Siklus 2
Siklus 1 dilaksanakan dengan tiga kali pertemuan yaitu pada tanggal 7, 8 dan 11 April 2014 dengan materi menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar serta saran menggunakan cooperative learning tipe picture and picture dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Setiap pertemuan siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok dibagi menjadi 6-7 siswa.
4.1.3.1 Tahap Perencanaan
Dalam perencanaan siklus 2, hal yang dilakukan peneliti adalah merencanakan tindakan perbaikan dan berdiskusi bersama guru kelas untuk mengajak siswa melihat peristiwa yang benar-benar terjadi lingkungan alam sehingga siswa dapat melihat langsung dan lebih mudah dalam mereka menulis peristiwa faktual.peneliti memperbaiki kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa dan guru pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya kemudian dikonsultasikan kepada guru kelas supaya guru dan siswa tidak mengalami kesulitan dan mengurangi hambatan-hambatan yang yang mungkin akan terjadi pada siklus 1. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan melalui 3 pertemuan dengan rincian sebagai berikut:
1) Pertemuan I
Pembelajaran pada pertemuan I dilaksanakan pada minggu kedua bulan April dengan KD mengomentari persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa. Peneliti mempersiapakan perangkat pembelajaran tersebut meliputi: presensi siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi, bahan ajar dan rubrik penilaian kemampuan menulis peristiwa faktual yang sudah disusun. Dan juga alat transportasi untuk mengantar siswa dalam
mengamati sawah dekat Perumahan Telaga Mukti, yang letaknya sekitar 4 km dari SD Negeri Ledok 02.
2) Pertemuan II
Perencanaan pembelajaran pada pertemuan II sebagai tindak lanjut dari pertemuan I yang membedakan dari pertemuan I yaitu tempat yang dikunjungi oleh siswa. Tempat yang siswa kunjungi dalam pertemuan II yaitu sungai Cengek. Hal-hal yang disiapkan oleh peneliti yaitu presensi, RPP, LKS, lembar observasi, bahan ajar dann rubrik penilaian kemampuan menulis peristiwa faktual yang sudah disusun. Dan juga alat transportasi untuk mengantar siswa dalam melakukan pengamatan.
3) Pertemuan III
Pada pertemuan III digunakan untuk melakukan perbaikan. Sebelum kegiatan pembelajaran pertemuan III peneliti menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk pembelajaran yaitu RPP, LKS pertemuan I dan II yang akan dibagikan ke kelompok siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM, presensi siswa, lembar observasi siswa dan guru.
Sebelum mengadakan perbaikan, guru mengulang materi dalam hal-hal yang perlu diperhatikan siswa saat menulis peristiwa faktual. Setelah itu guru mengadakan perbaikan selama 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan tanya jawab siswa dan guru tentang hal-hal yang belum di mengerti siswa.
4.1.3.2 Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Pelaksanaan tindakan dan observasi peda siklus 2 ini sama dengan siklus 1 yaitu merupakan deskripsi dari kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran serta deskripsi observasi kegiatan guru dan aktivitas siswa selama proses kegiatan belajar mengajar. Yang membedakan dengan siklus 1 yaitu tidak menggunakan media gambar namun dengan peristiwa nyata.
a) Pertemuan I
1) Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan pembelajaran pertemuan I dilaksanakan pada tanggl 7 April 2014 pukul 09.15-10.25 WIB. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti dan kolaborator mengecek peralatan yang akan digunakan diantaranya RPP, LKS dan lembar observasi serta alat transportasi yang akan digunakan siswa untuk pengamatan ke sawah dekat perumahan Telaga Mukti. Berikut tiga tahapan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
(1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia yang akan melakukan pengamatan di luar sekolah dan menulis peristiwa faktual. Guru melakukan presensi. Sebelum siswa keluar untuk masuk ke mobil, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan tata tertib siswa dalam pengamatan.
(2) Kegiatan inti
Siswa diajak untuk naik mobil yang dibagi menjadi kelompok. Kelompok 1 dan 2 masuk ke mobil terlebih dahulu bersama peneliti, sedangkan kelompok yang lain tunggu di dalam kelas dan guru kembali menekankan tata tertib yang harus siswa taati saat melakukan pengamatan, setelah itu mobil kembali untuk menjemput kelompok berikutnya dan seterusnya. Setelah semua siswa sampai di sawah dekat perumahan Telaga Mukti, siswa dibagikan LKS oleh guru dan siswa mulai menulis peristiwa faktual yang mereka lihat secara kelompok. Kemudian setelah selesai mereka pulang ke sekolahan dan mereka memaparkan hasil penulisan mereka, guru meminta setiap kelompok menunjuk 2 siswa untuk mewakili hasil penulisan mereka dan mengumpulkannya. Guru bertanya kepada siswa apa saja yang belum diketahui oleh siswa, kemudian guru bersama siswa meluruskan kesalahpahaman
(3) Kegiatan akhir
Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran, selanjutkan melakukan refleksi secara lisan dan guru menyampaikan kegiatan pembelalajaran besok sehingga siswa dapat mempersiapkan di rumah, salam penutup.
2) Hasil Observasi
Hasil observasi kinerja guru pada siklus 2 pertemuan I dijabarkan dalam 25 aspek yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.8
Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus 2 Pertemuan I
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Mengecek kesiapan pembelajaran 1, 2, 3, 4 16
Melakukan apersepsi, motivasi dan kejelasan KD/ Indikator
5,6 8
Menyampaikan materi 7, 8, 9 12
Pengelolaan kelas dan waktu 13 10,
11,12, 14
19
Menggunakan metode dan alat peraga 15, 17,16 12
Berperan sebagai fasilitator 22 18,19,
20, 21
19
Membuat kesimpulan 25 23,24 11
TOTAL 3 22 97
Berdasarkan tabel 4.8 hasil observasi kegiatan guru dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 3, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 22 dan total skor seluruhnya 91. Pada aspek mengecek kesiapan pembelajaran nomor indikator 1,2,3,4 masing-masing mendapat skor 4 sehingga berjumlah 16. Pada aspek melakukan apersepsi, motivasi dan menyampaikan tujuan nomor indikator 5 dan 6 masing-masing mendapat skor 4, sehingga jumlah skor yaitu 8. Pada aspek menyampaikan materi nomor indikator 7, 8, 9 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 12. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu nomor indikator 13 mendapat skor 3 dan indikator 10, 11, 12, 14 mendapat nilai 4 sehingga berjumlah 19. Aspek menggunakan metode dan alat peraga pada nomor 15, 16, 17 mendapat skor 4 dan sehingga berjumlah 12. Kemudian pada aspek berperan sebagai fasilitator nomor 22 mendapat skor 3 dan nomor 18, 19, 20 dan 21 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 19. Pada aspek membuat kesimpulan pada nomor 24 dan 25 mendapat skor 3 dan nomor 23 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 10. Berdasarkan tabel 4.8 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram berikut:
Diagram 4.7 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 2 Pertemuan I
Selanjutnya hasil observasi aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan yang dijabarkan dalam 20 aspek yang dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.9
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2 Pertemuan I
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Kesiapan siswa belajar 1, 2, 3 12
Memperhatikan penjelasan dari guru 4 5,6 11
Memanfaatkan waktu,berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain
7 8, 9, 10,11 19
Respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga
12, 13, 14, 15 16
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan
16 17 7
Membuat kesimpulan dan refleksi 19 18, 20 11
TOTAL 4 16 76
Berdasarkan tabel 4.9 hasil observasi aktivitas siswa dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 4, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 16 item dan total skor seluruhnya 76. Pada aspek kesiapan siswa belajar nomor indikator 1, 2, 3 mendapat masing-masing skor 4 sehingga berjumlah 12. Pada aspek memperhatikan penjelasan dari guru nomor indikator 4 mendapat skor 3 dan nomor 5 dan 6 mendapat nilai 4 sehingga berjumlah 11. Pada aspek memanfaatkan waktu, berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain nomor indikator 7 mendapat skor 3 dan nomor indikator 8, 9, 10 dan 11 mendapat skor 4 sehingga berjumlah
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 7 Ju m lah S k or
19. Pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga nomor indikator 12, 13, 14, 15 masing-masing mendapat skor 4 sehingga jumlahnya 16. Aspek Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan nomor indikator 16 mendapat skor 3 dan nomor indikator 17 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 7. Kemudian pada aspek membuat kesimpulan dan refleks nomor indikator 19 mendapat skor 3 serta nomor 18 dan 20 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 11. Berdasarkan tabel 4.9 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram berikut:
Diagram 4.8 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2 Pertemuan I
b) Pertemuan II
1) Pelaksanaan Tindakan
Siklus 2 pertemuan II dilaksankan pada tanggal 8 April 2014 pada pukul 09.15- 10.25 WIB. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti dan kolaborator mengecek peralatan yang akan digunakan diantaranya RPP, LKS dan lembar observasi serta alat transportasi yang akan digunakan siswa untuk pengamatan ke sungai Cengek. Berikut tiga tahapan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
(1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia yang akan melakukan pengamatan di luar sekolah dan menulis
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 Ju m lah S k or
peristiwa faktual. Guru melakukan presensi. Sebelum siswa keluar untuk masuk ke mobil, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan tata tertib siswa dalam pengamatan.
(2) Kegiatan inti
Siswa diajak untuk naik mobil yang dibagi menjadi kelompok. Kelompok 1 dan 2 masuk ke mobil terlebih dahulu bersama peneliti, sedangkan kelompok yang lain tunggu di dalam kelas dan guru kembali menekankan tata tertib yang harus siswa taati saat melakukan pengamatan, setelah itu mobil kembali untuk menjemput kelompok berikutnya dan seterusnya. Setelah semua siswa sampai di sungai Cengek, siswa dibagikan LKS oleh guru dan siswa mulai menulis peristiwa faktual yang mereka lihat secara kelompok. Kemudian setelah selesai mereka pulang ke sekolahan dan guru meminta perwakilan setiap kelompok 2 siswa untuk memaparkan hasil penulisannya. dan mengumpulkannya. Guru bertanya kepada siswa apa saja yang belum diketahui oleh siswa, kemudian guru bersama siswa meluruskan kesalahpahaman
(3) Kegiatan akhir
Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran, selanjutkan melakukan refleksi secara lisan dan guru menyampaikan kegiatan pembelalajaran besok sehingga siswa dapat mempersiapkan di rumah, salam penutup.
2) Hasil Observasi
Hasil observasi kinerja guru pada siklus 2 pertemuan II dijabarkan dalam 25 aspek yang dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.10
Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus 2 Pertemuan II
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Mengecek kesiapan pembelajaran 1, 2, 3, 4 16
Melakukan apersepsi, motivasi dan kejelasan KD/ Indikator
5,6 8
Menyampaikan materi 7, 8, 9 12
Pengelolaan kelas dan waktu 13 10, 11,12,
14
19
Menggunakan metode dan alat peraga 15, 17,16 12
Berperan sebagai fasilitator 18,19, 20,
21,22
20
Membuat kesimpulan 23,24, 25 12
TOTAL 1 24 99
Berdasarkan tabel 4.10 hasil observasi kegiatan guru dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 1, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 24 dan total skor seluruhnya 99. Pada aspek mengecek kesiapan pembelajaran nomor indikator 1,2,3,4 masing-masing mendapat skor 4 sehingga berjumlah 16. Pada aspek melakukan apersepsi, motivasi dan menyampaikan tujuan nomor indikator 5 dan 6 masing-masing mendapat skor 4, sehingga jumlah skor yaitu 8. Pada aspek menyampaikan materi nomor indikator 7, 8, 9 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 12. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu nomor indikator 13 mendapat skor 3 dan indikator 10, 11, 12, 14 mendapat nilai 4 sehingga berjumlah 19. Aspek menggunakan metode dan alat peraga pada nomor 15, 16, 17 mendapat skor 4 dan sehingga berjumlah 12. Kemudian pada aspek berperan sebagai fasilitator nomor 18, 19, 20, 21 dan 22 mendapat masing-masing mendapat skor 4 sehingga berjumlah 20. Pada aspek membuat kesimpulan pada nomor 23, 24 dan 25 mendapat masing-masing mendapat skor 4 sehingga berjumlah 12. Berdasarkan tabel 4.10 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram berikut:
Diagram 4.9 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 2 Pertemuan II
Selanjutnya hasil observasi aktivitas siswa diperoleh dari lembar pengamatan yang dijabarkan dalam 20 aspek yang dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.11
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2 Pertemuan II
Aspek yang Diamati Skor Penilaian Jumlah
Skor
1 2 3 4
Kesiapan siswa belajar 1, 2, 3 12
Memperhatikan penjelasan dari guru 5,6, 4 12
Memanfaatkan waktu,berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain
7 8, 9, 10, 11 19
Respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga
12, 13, 14, 15
16
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan
16, 17 8
Membuat kesimpulan dan refleksi 18, 19, 20 12
TOTAL 1 19 79
Berdasarkan tabel 4.11 hasil observasi aktivitas siswa dapat diketahui aspek yang memperoleh skor 3 sebanyak 1, dan aspek yang memperoleh skor 4 sebanyak 19 dan total skor seluruhnya 79. Pada aspek kesiapan siswa belajar nomor indikator 1, 2, 3 mendapat masing-masing skor 4 sehingga berjumlah 12. Pada aspek memperhatikan penjelasan dari guru nomor indikator 4, 5 dan 6
masing-0 5 10 15 20 25 1 2 3 4 5 6 7 Ju m lah S k or
masing mendapat nilai 4 sehingga berjumlah 12. Pada aspek memanfaatkan waktu, berinteraksi dengan guru dan siswa yang lain nomor indikator 7 mendapat skor 3 dan nomor indikator 8, 9, 10 dan 11 mendapat skor 4 sehingga berjumlah 19. Pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga nomor indikator 12, 13, 14, 15 masing-masing mendapat skor 4 sehingga jumlahnya 16. Aspek Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan sopan nomor indikator 16 dan 17 masing-masing mendapat skor 4 sehingga berjumlah 8. Kemudian pada aspek membuat kesimpulan dan refleks nomor indikator 18, 19 dan 20 masing-masing mendapat skor 4 sehingga berjumlah 12. Berdasarkan tabel 4.11 dapat diperjelas dengan menggunakan diagram berikut:
Diagram 4.10 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2 Pertemuan II
c) Pertemuan III
Siklus 2 pertemuan III dilaksankan pada tanggal 11 April 2014 pada pukul 07.00-08.10 WIB. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti dan kolaborator mengecek peralatan yang akan digunakan diantaranya RPP, hasil pekerjaan siswa dan lembar observasi. Berikut tiga tahapan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 Ju m alah S k or
(1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, siswa memberi salam kepada guru, selanjutkan ketua kelas memimpin doa. Guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran dan melakukan presensi.
(2) Kegiatan inti
Guru bertanya jawab dengan siswa tentang materi yang hari-hari sebelumnya telah disampaikan. Guru mengulang kembali pelajaran yang sudah dipelajari. Kemudian guru memberikan pertanyaan secara acak kepada masing-masing siswa guna mengetahui tingkat pemahaman siswa. Guru menjelaskan cara kerja dalam menulis peristiwa fakrual dengan mengerjakan berkelompok kembali sesuai dengan kelompok yang sebelumnya dan siswa kembali masuk kedalam kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Guru membagikan kembali LKS yang nilainya dibawah KKM kepada kelompok siswa. Guru berasma siswa membahasnya dan meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaannya. Guru menanyakan kepada siswa hal-hal yang belum diketahui oleh siswa.
(3) Kegiatan akhir
Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran, selanjutkan melakukan refleksi secara lisan dan salam penutup.
4.1.3.3 Refleksi Siklus 2
Hasil refleksi diambil dari hasil observasi yang dilaksanakan pada siklus 2. Refleksi dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan tindakan pembelajaran yang dilakukan dan sebagai bahan perbaikan dengan membandingkan hasil tindakan selama proses pembelajaran dengan indikator aktivitas yang ditetapkan. Refleksi dilakukan oleh kolaborator, observer dan peneliti dengan berdiskusi. Berikut hasil refleksi pada siklus 2 setiap pertemuan a) Pertemuan I
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui observasi aktivitas guru, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 3 item, skor 4 sebanyak 22 item. Dengan presentase 97%. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu, guru menggunakan waktu sesuai alokasi yang disediakan mendapat skor 3 karena siklus 2 sudah menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar, sehingga membutuhkan
waktu yang banyak untuk perjalanan ke tempat yang akan diamati dan waktu untuk siswa menulis peristiwa faktual. Pada aspek guru menggunakan model dan alat peraga, guru sudah menggunakan model cooperative learning tipe picture and picture dengan pendekatan JAS (15). Pada aspek guru berperan sebagai fasilitaor, guru sudah memberikan fasilitas kepada siswa untuk melakukan berbagai kegiatan dalam upaya pencapaian indikator (18), dan guru mengajak siswa untuk aktif dengan cara mengajukan pertanyaan (20). Pada hasil analisis observasi aktivitas siswa, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 3 item dan skor 4 sebanyak 16 item. Dengan presentase 76%. Pada aspek memperhatikan penjelasan dari guru, siswa mengikuti dengan seksama segala sesuatu yang sedang disampaikan oleh guru (4) mendapat skor 3 karena ada beberapa siswa yang masih meminta guru untuk mengulangi penjelasan dari guru, pada aspek membuat kesimpulan dan refleksi, siswa membat rangkuman (19) mendapat skor 3 karena masih ada beberapa siswa tidak membuat rangkuman. Dan pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga (13, 14, 15) masing-masing mendapat skor 4. Setiap kelompok siswa sudah membacakan hasil penulisannya dengan baik (13), siswa menggunakan media secara optimal (14), siswa bertanggung jawab dalam media yang telah disediakan (15).
Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat kelebihan dan kekurangan dalam proses belajar mengajar. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya:
1) Kelebihan:
a. Pembelajaran pada pertemuan I berlangsung sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang sudah disusun dan menarik terbukti siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran.
b. Siswa bekerja secara kelompok semakin baik dan berinteaksi dengan baik c. Walaupun pembelajaran diluar kelas namun siswa tetap dapat dikontrol 2) Kekurangan:
a. Waktu yang digunakan melebihi batas waktu ditentukan karena transportasi yang digunakan hanya satu, selain harus bolak balik ke sekolahan untuk menjemput kelompok lain, mobil yang digunakan adalah mobil antar jemput sekolah, maka saat pulang ke sekolahan mobil yang
digunakan menjemput anak kelas 5 pengamatan untuk mengantar pulang anak kelas 1 yang sudah pulang.
b. Tulisan siswa juga kurang rapi karena mereka menulisnya di sawah maka tidak ada landasan untuk menulis dan LKS menjadi kotor.
Setelah melakukan refleksi bersama dengan guru, peneliti dan guru sepakat untuk pertemuan II pada siklus 2 akan dilaksanakan sehabis istirahat supaya mobil yang dipakai untuk mengantar siswa kelas 5 sampai di tempat tujuan, mobilnya bisa dipakai untuk mengantarkan anak kelas 1 pulang.
b) Pertemuan II
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui observasi aktivitas guru, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 1 item, skor 4 sebanyak 24 item. Dengan presentase 99%. Pada aspek pengelolaan kelas dan waktu, guru menggunakan waktu sesuai alokasi yang disediakan tetap mendapat skor 3 karena siklus 2 sudah menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar, sehingga membutuhkan waktu yang banyak untuk perjalanan ke tempat yang akan diamati dan waktu untuk siswa menulis peristiwa faktual. Pada aspek guru menggunakan model dan alat peraga, guru sudah menggunakan model cooperative learning tipe picture and picture dengan pendekatan JAS (15). Pada aspek guru berperan sebagai fasilitaor, guru sudah memberikan fasilitas kepada siswa untuk melakukan berbagai kegiatan dalam upaya pencapaian indikator (18), dan guru mengajak siswa untuk aktif dengan cara mengajukan pertanyaan (20). Pada hasil analisis observasi aktivitas siswa, diketahui indikator yang memperoleh 3 sebanyak 1 item dan skor 4 sebanyak 19 item. Dengan presentase 79%. Pada aspek memanfaatkan waktu, berinteraksi dengan guru dan siswa lain, siswa memanfaatkan waktu sesuai alokasi yang disediakan dengan efektif dan efisien (7) mendapat skor 3 karena pembelajaran diluar kelas dan siswa asik dalam main-main sehingga waktu tidak efektif dan efisien. Dan pada aspek respon siswa terhadap pembelajaran dan penggunaan alat peraga (13, 14, 15) masing-masing mendapat skor 4. Setiap kelompok siswa sudah membacakan hasil penulisannya dengan baik (13), siswa menggunakan media secara optimal (14), siswa bertanggung jawab dalam media yang telah disediakan (15).
Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat kelebihan dan kekurangan dalam proses belajar mengajar. Kelebihan dan kekurangan tersebut diantaranya:
1) Kelebihan:
a. Pertemuan II, siswa semakin antusias dalam mengikuti pelajaran karena mereka sudah diberitahu saat pertemuan I bahwa mereka akan pengamatan kembali.
b. Siswa bekerja secara kelompok semakin baik dan berinteaksi dengan baik c. Walaupun pembelajaran diluar kelas namun siswa tetap dapat dikontrol 2) Kekurangan:
a. Tempat yang agak jauh dari sekolahan sehingga waktu kembali menjadi kendala. Waktu melebihi batasan waktu.
b. Tulisan siswa kembali tidak rapi karena tidak ada landasan untuk menulis sehingga mereka menulis di punggung temannya.
c) Pertemuan III
Siswa lebih serius dan kritis dalam mengoreksi pekerjaan sendiri, terbukti mereka lebih tenang dan benar-benar berdiskusi kelompok.
Dari skor penilaian hasil observai aktivitas guru dan siswa pada setiap pertemuan meningkat, aktivitas guru pada pertemuan I presentase yang diperoleh 97%, pertemuan II diperoleh 99%, aktivitas siswa pada pertemuan I presentase yang diperoleh 76%, pertemuan II diperoleh 79%.
4.2 Hasil dan Analisis Tindakan
Berikut adalah hasil analisis kemampuan menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar setiap aspek tulisan pada setiap siklus.
1) Siklus 1
Pada siklus 1, peneliti dan kolabolator sudah menggunakan Cooperative Learning tipe Picture and picture dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).
- Pertemuan I
Guru menggunakan satu gambar kepada masing-masing kelompok siswa untuk diminta menulis peristiwa faktual. Berikut hasil rata-rata menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar dari semua aspek.
Tabel 4.12
Skor Rata-rata Kemampuan Menulis Peristiwa Faktual pada Siklus 1 Pertemuan I
Aspek tulisan Bobot K1 K2 K3 K4 K5 K6
Rata-rata Judul 5 4 4 4 4 4 4 4.0 Isi 1 2 2 4 5 3 3 3.2 Keutuhan dan keterpaduan 1 3 3 3 3 3 4 3.1 Diksi 1 5 4 3 4 5 5 4.3 Ejaan 1 3 5 3 3 2 2 3.0 Kebersihan dan kerapian 1 4 4 2 3 2 2 2.9 Komentar 5 4 5 3 3 3 3 3.4 Saran 5 4 5 4 4 4 4 4.1 Jumlah nilai 20 76 88 70 73 70 71 28 Keterangan: = Nilai dibawah KKM K1= Kelompok 1 K4= Kelompok 4 K2= Kelompok 2 K5= Kelompok 5 K3= Kelompok 3 K6= Kelompok 6
Pada siklus 1 pertemuan I yang tidak memenuhi KKM ada 5 kelompok (36 siswa) dan yang memenuhi KKM yang sudah ditetapkan hanya 1 kelompok (7 siswa). Maka akan diadakan perbaikan pada siklus 1 pertemuan III. Berikut diagram hasil ketuntasan siswa.
Diagram 4.11 Ketuntasan Belajar Siklus 1 Pertemuan I 16%
84%
Tuntas Tidak tuntas
- Pertemuan II
Guru menggunakan empat gambar seri yang diacak dan diberikan kepada masing-masing kelompok siswa untuk diminta menulis peristiwa faktual. Berikut hasil rata-rata menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar dari semua aspek.
Tabel 4.13
Skor Rata-rata Kemampuan Menulis Peristiwa Faktual pada Siklus 1 Pertemuan II Keterangan: = Nilai dibawah KKM K1= Kelompok 1 K4= Kelompok 4 K2= Kelompok 2 K5= Kelompok 5 K3= Kelompok 3 K6= Kelompok 6
Pada siklus 1 pertemuan II yang tidak memenuhi KKM ada 4 kelompok (29 siswa) dan yang memenuhi KKM yang sudah ditetapkan hanya 2 kelompok (14 siswa). Maka akan diadakan perbaikan pada siklus 1 pertemuan III. Berikut diagram hasil ketuntasan siswa.
Aspek tulisan Bobot K1 K2 K3 K4 K5 K6
Rata-rata Judul 5 4 4 4 3 5 5 4.2 Isi 1 5 4 3 3 3 4 3.7 Keutuhan dan keterpaduan 1 4 3 3 3 4 4 3.5 Diksi 1 3 4 3 4 4 4 3.7 Ejaan 1 3 4 4 5 1 3 3.4 Kebersihan dan kerapian 1 3 3 3 3 5 3 3.4 Komentar 5 4 3 3 4 4 4 3.7 Saran 5 4 4 4 4 5 5 4.3 Jumlah nilai 20 76 78 73 70 71 73 73 87 88 26.5
Diagram 4.12 Ketuntasan Belajar Siklus 1 Pertemuan II
- Pertemuan III
Siklus 1 pertemuan III, guru mengadakan perbaikan kepada masing-masing kelompok yang tidak mencapai KKM pada setiap pertemuan.
Tabel 4.14
Skor Rata-rata Kemampuan Menulis Peristiwa Faktual pada Siklus 1 Pertemuan III
Aspek tulisan Bobot K1 K2 K3 K4 K5 K6
Rata-rata Judul 5 4 4 4 5 4 5 4.3 Isi 1 5 5 3 4 4 3 4.0 Keutuhan dan keterpaduan 1 4 4 4 3 3 4 3.7 Diksi 1 5 4 3 4 3 4 3.8 Ejaan 1 3 5 3 3 4 2 3.3 Kebersihan dan kerapian 1 2 3 3 3 4 4 3.2 Komentar 5 5 4 3 4 4 3 3.8 Saran 5 5 5 5 4 4 5 4.7 Nilai 20 89 86 70 82 88 30.8 Keterangan: = Nilai dibawah KKM K1= Kelompok 1 K4= Kelompok 4 K2= Kelompok 2 K5= Kelompok 5 K3= Kelompok 3 K6= Kelompok 6 33% 67%
Tuntas Tidak Tuntas
Hasil dari siklus 1 pertemuan III, hanya 2 kelompok (14 siswa) yang tuntas. Sedangkan 4 kelompok (29 siswa) tidak tuntas. Namun jumlah rata-rata semua aspek mengalami peningkatan. Berikut hasil analisis skor rata-rata menulis peristiwa faktual dari semua aspek dalam setiap pertemuan. Dapat dilihat pada diagram 4.13 berikut
Diagram 4.13 Ketuntasan Belajar Siklus 1 Pertemuan III
Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥85) nilai kelompok siswa siklus 1 dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.15 berikut
Tabel 4.15
Ketuntasan Belajar Bahasa Indonesia Siklus 1
No. Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Presntase (%) 1. Tuntas 14 32.5 2. Tidak Tuntas 29 67.5 Jumlah 43 100 Nilai tertinggi 89 Nilai terendah 76 Rata-rata 82.2
Hasil belajar Bahasa Indonesia pada nilai rata-rata siklus 1 mengalami peningkatan dari kondisi awal. Namun rata-rata pada siklus 1 pertemuan II mengalami penurunan setelah diadakan perbaikan pada pertemuan III, rata-rata kelas menjadi naik. Dapat dilihat dari diagram 4.14 berikut:
33%
67%
Diagram 4.14 Hasil Peningkatan Semua Aspek Siklus 1
2) Siklus 2
Pada siklus 1, peneliti dan kolabolator sudah menggunakan Cooperative Learning tipe Picture and picture dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).
- Pertemuan I
Guru mengajak siswa ke sawah dekat Perumahan Telaga Mukti dan siswa menulis Peristiwa Faktual sesuai dengan apa yang mereka lihat. Berikut hasil rata-rata menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar dari semua aspek.
Tabel 4.16
Skor Rata-rata Kemampuan Menulis Peristiwa Faktual pada Siklus 2 Pertemuan I
Aspek tulisan Bobot K1 K2 K3 K4 K5 K6
Rata-rata Judul 5 4 4 4 4 5 5 4.3 Isi 1 3 4 3 5 4 4 3.8 Keutuhan dan keterpaduan 1 2 4 5 5 5 3 4.0 Diksi 1 3 5 5 5 4 3 4.2 Ejaan 1 3 3 2 5 3 4 3.3 Kebersihan dan kerapian 1 1 4 3 3 3 4 2.8 Komentar 5 3 4 5 4 4 4 4.0 Saran 5 5 5 4 5 5 5 4.8 Jumlah nilai 20 76 83 70 88 89 87 31.2 27,4 28 26,5 30,8 24 25 26 27 28 29 30 31 32
Kondisi Awal Siklus 1 Pertemuan I Siklus 1 Pertemuan II Siklus 1 Pertemuan III Rata-rata 72 83 83
Keterangan:
= Nilai dibawah KKM
K1= Kelompok 1 K4= Kelompok 4 K2= Kelompok 2 K5= Kelompok 5 K3= Kelompok 3 K6= Kelompok 6
Pada siklus 2 pertemuan I yang tidak memenuhi KKM ada 3 kelompok (22 siswa) dan yang memenuhi KKM yang sudah ditetapkan hanya 3 kelompok (21 siswa). Maka akan diadakan perbaikan pada siklus 2 pertemuan III. Berikut diagram hasil ketuntasan siswa.
Diagram 4.15 Ketuntasan Belajar Siklus 2 Pertemuan I
- Pertemuan II
Guru mengajak siswa ke sungai Cengek dan siswa menulis Peristiwa Faktual sesuai dengan apa yang mereka lihat. Berikut hasil rata-rata menulis peristiwa faktual dan memberikan komentar dari semua aspek.
49% 51%
Tabel 4.17
Skor Rata-rata Kemampuan Menulis Peristiwa Faktual pada Siklus 2 Pertemuan II
Aspek tulisan Bobot K1 K2 K3 K4 K5 K6
Rata-rata Judul 5 4 4 5 5 4 5 4.5 Isi 1 5 5 3 4 3 4 4.0 Keutuhan dan keterpaduan 1 5 4 4 3 3 5 4.0 Diksi 1 5 5 4 4 5 4 4.5 Ejaan 1 2 3 4 3 4 3 3.2 Kebersihan dan kerapian 1 3 4 4 4 3 4 3.7 Komentar 5 5 4 4 4 3 4 4.0 Saran 5 5 5 5 5 4 4 4.7 Jumlah nilai 20 76 86 89 88 88 85 32.6 Keterangan: = Nilai dibawah KKM K1= Kelompok 1 K4= Kelompok 4 K2= Kelompok 2 K5= Kelompok 5 K3= Kelompok 3 K6= Kelompok 6
Pada siklus 2 pertemuan II yang tidak memenuhi KKM ada 2 kelompok (14 siswa) dan yang memenuhi KKM yang sudah ditetapkan hanya 4 kelompok (29 siswa). Maka akan diadakan perbaikan pada siklus 2 pertemuan III. Berikut diagram hasil ketuntasan siswa.
Diagram 4.16 Ketuntasan Belajar Siklus 2 Pertemuan II
- Pertemuan III
Siklus 2 pertemuan III, guru mengadakan perbaikan kepada masing-masing kelompok yang tidak mencapai KKM pada setiap pertemuan. Pada pertemuan I dan II, kelompok tidak tuntas maka akan diadakan perbaikan dan hasilnya dirata-rata. Begitu juga dengan yang tuntas, hasilnya akan di rata-rata. Berikut analisis hasil rata-rata semua aspek pada siklus
Tabel 4.18
Skor Rata-rata Kemampuan Menulis Peristiwa Faktual pada Siklus 2 Pertemuan III
Aspek tulisan Bobot K1 K2 K3 K4 K5 K6
Rata-rata Judul 5 4 4 5 5 5 5 4.7 Isi 1 4 5 3 5 4 4 4.2 Keutuhan dan keterpaduan 1 3 4 5 4 5 4 4.4 Diksi 1 3 5 5 5 4 4 4.5 Ejaan 1 4 4 4 4 3 3 3.6 Kebersihan dan kerapian 1 4 4 4 4 3 4 3.8 Komentar 5 5 5 5 4 4 4 4.5 Saran 5 5 5 5 5 5 5 5.0 Jumlah nilai 20 88 92 96 92 89 89 34.7 Keterangan: = Nilai dibawah KKM 67% 33%
K1= Kelompok 1 K4= Kelompok 4 K2= Kelompok 2 K5= Kelompok 5 K3= Kelompok 3 K6= Kelompok 6
Pada siklus 2 pertemuan III yaitu perbaikan, semua siswa mengalami ketuntasan dan berikut hasil analisis skor rata-rata menulis peristiwa faktual dari semua aspek dalam setiap pertemuan. Dapat dilihat pada diagram 4.17 berikut
Diagram 4.17 Ketuntasan Belajar Siklus 2 Pertemuan III
Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥85) nilai kelompok siswa siklus 1 dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.19 berikut
98
Tabel 4.19
Ketuntasan Belajar Bahasa Indonesia Siklus 2
No. Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Presntase (%) 1. Tuntas 43 100 2. Tidak Tuntas 0 0 Jumlah 43 100 Nilai tertinggi 96 Nilai terendah 88 Rata-rata 91 100% 0%