• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "III. METODE PENELITIAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

III. METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian tentang strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dilaksanakan di beberapa objek dan daya tarik wisata (ODTW) di tujuhbelas desa, sembilan kecamatan yang termasuk zona wisata Bogor Barat, Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Tamansari, Parung, Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, Tenjolaya, Jasinga, Cigudeg dan Sukajaya (Tabel 3). Pengambilan data di lapangan dilakukan selama tiga bulan dimulai April - Juni 2009.

Tabel 3 Lokasi Objek Penelitian

No. Kecamatan Desa

1. Tamansari Pasir Eurih

Sukajadi Sukamantri

2. Parung Cogreg

3. Tenjolaya Gunung Malang

Tapos 1

4. Ciampea Cihideung Udik

5. Cibungbulang Ciaruteun Ilir

Cemplang 6. Pamijahan Gunung Sari Gunung Sari Gunung Sari Gunung Sari Gunung Sari Gunung Bunder 7. Cigudeg Argapura 8. Sukajaya Kiarapandak 9. Jasinga Pangradin Curug Koleang Barengkok

(2)

Gambar 2 Peta Lokasi Penelitian 3.2. Alat dan Bahan

Berkaitan dengan survei lapangan dan pengolahan data, alat bantu yang digunakan adalah:

1. Alat fotografi kamera digital untuk mendokumentasikan gambar-gambar lokasi objek dan daya tarik wisata.

2. Global Positioning System (GPS Garmin Etrex) 3. Software GIS ArcView versi 3.3.

4. Kuesioner untuk mengetahui karakteristik masyarakat, persepsi, partisipasi dan keinginan masyarakat.

Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah data-data digital tematik, data primer dan data sekunder lainnya. Penelitian ini diawali dengan proses pengambilan data sekunder.

(3)

3.3. Kerangka Pendekatan

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Zona Wisata Bogor Barat Kabupaten Bogor dalam penelitian ini mempertimbangkan berbagai komponen. Ada lima komponen terkait pengembangan ekowisata sebagai dasar dalam penilaian objek dan daya tarik wisata (ODTW) yang berpotensi dan menjadi prioritas dalam pengembangannya. Lima komponen terkait penilaian ODTW yang menjadi prioritas yaitu daya tarik objek, aksesibilitas, akomodasi, kondisi lingkungan sosial ekonomi serta prasarana dan sarana penunjang.

Penilaian terhadap objek dan daya tarik wisata dijabarkan dalam lima komponen dan kriteria yang lebih spesifik untuk pengembangan objek dan daya tarik wisata. Untuk mengetahui kesiapan dalam pengembangan Community

Based Ecotourism (CBE) dilakukan penilaian yang terbagi dalam empat aspek

yang juga dijabarkan dalam kriteria-kriteria spesifik. Empat aspek dalam penilaian kesiapan pengembangan CBE yaitu aspek sosial ekonomi, aspek sosial budaya, aspek lingkungan dan aspek pengelolaan.

Strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang akan dijalankan tidak terlepas dari besarnya potensi yang dimiliki termasuk kesiapan masyarakat dalam pengembangan ekowisata sehingga perlu diketahui persepsi dan preferensinya melalui kuesioner serta wawancara. Semua kriteria dan indikator diberikan skor dan dilakukan pembobotan untuk selanjutnya disusun ranking. Masing-masing potensi ODTW, kesiapan pengembangan CBE dan kesiapan masyarakat dalam pengembangan ekowisata dilakukan analisis spasial dengan menggunakan metode model builder. Selanjutnya ketiga penilaian tersebut dilakukan overlay (tumpangsusun) dan hasil penilaian menjadi dasar dalam melakukan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity dan threat) untuk mendapatkan strategi prioritas pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Zona Wisata Bogor Barat serta strategi pengembangan dari analisis spasial. Tahapan dalam penelitian disajikan pada Gambar 3.

(4)

Gambar 3 Tahapan penelitian

Strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat

Analisis SWOT Analisis Spasial Model Builder ODTW dengan CBE fisibel Skoring Survei dan data Wawancara dan

kuesioner Survei dandata

· Daya tarik wisata · Aksesibilitas · Akomodasi

· Kondisi lingkungan sosek

· Prasarana dan sarana penunjang Analisis kesiapan CBE Analisis persepsi dan preferensi masyarakat Analisis objek dan

daya tarik wisata

Aspek Sosek ekonomi Aspek Sosbud · Karakteristik masyarakat · Persepsi · Partisipasi · Keinginan masyarakat Aspek Lingkungan Aspek Pengelolaan Zona wisata Bogor

Barat Kabupaten Bogor

(5)

3.4. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini dibuat batasan penelitian, yaitu :

1. Ekowisata dalam penelitian ini adalah konsep pengembangan dan penyelenggaraan kegiatan pariwisata berbasis pemanfaatan lingkungan untuk perlindungan serta berintikan partisipasi aktif masyarakat dan dengan penyajian produk bermuatan pendidikan dan pembelajaran, berdampak negatif minimum terhadap lingkungan, memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat yang diberlakukan pada kawasan lindung, kawasan terbuka, kawasan binaan serta kawasan budaya. 2. Ekowisata Berbasis Masyarakat atau Community Based Ecotourism (CBE)

merupakan konsep pengembangan ekowisata dengan melibatkan dan menempatkan masyarakat lokal yang mempunyai kendali penuh dalam manajemen dan pengembangannya sehingga memberikan kontribusi terhadap masyarakat berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan keberlanjutan kebudayaan lokal.

3. Masyarakat dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar objek dan daya tarik wisata yang letaknya berdekatan/berbatasan dengan ODTW.

3.5. Metode Penelitian

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei, wawancara dan kuesioner. Sebelum penelitian dilakukan prasurvei untuk menentukan lokasi ODTW di desa yang berada di kecamatan yang termasuk bagian dari zona wisata Bogor Barat. Penentuan lokasi ODTW mengacu pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor (2007a) dan Muntasib et al. (2004). Hasil penentuan lokasi ODTW dilakukan secara purposive sampling sehingga terpilih 17 desa di sembilan kecamatan di Zona Wisata Bogor Barat (Lampiran 4).

3.5.1. Metode Penilaian ODTW

Penilaian objek daya tarik wisata (ODTW) dilakukan dengan menggunakan kriteria penilaian yang telah ditentukan dalam Pedoman Penilaian Daya Tarik

(6)

Wisata (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 2001). Lima komponen utama yang menjadi penilaian yaitu daya tarik, aksesibilitas, kondisi lingkungan sosial ekonomi, akomodasi serta prasarana dan sarana penunjang. Kriteria dan pembobotan lebih lengkap disajikan pada Lampiran 1. Metode penilaian ODTW dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4 Metode Penilaian Objek dan Daya Tarik Wisata

Data Peubah (Tabular, peta)Bentuk Data Metode Pengambilan Datadan Teknik Analisis

Objek dan atraksi wisata · Keunikan sumberdaya Tabular · Banyaknya sumberdaya

Skoring dan pembobotan · Kegiatan wisata

· Kebersihan objek wisata · Kenyamanan · Keamanan

Aksesibilitas · Kondisi jalan

· Jarak

Tabular Skoring dan pembobotan · Tipe Jalan

· Waktu tempuh dari pusat Kota

Kondisi lingkungan Sosek

· Tata ruang wilayah objek · Status lahan

Tabular Skoring dan pembobotan · Mata pencaharian penduduk · Pendidikan Akomodasi · Jumlah

akomodasi Tabular Skoring dan pembobotan · Jumlah kamar

Prasarana dan Sarana Penunjang

· Prasarana

Tabular Skoring dan pembobotan · Sarana

Penunjang

3.5.2. Metode Penilaian Kesiapan Pengembangan CBE

Penilaian kesiapan pengembangan CBE mengikuti rancangan standarisasi Community Based Ecotourism (CBE) yang dikembangkan WTO (2004) dan INDECON (2008) dengan memperhatikan empat aspek yaitu aspek sosek (Tabel

(7)

5), aspek sosbud (Tabel 6), aspek lingkungan (Tabel 7) dan aspek pengelolaan (Tabel 8). Semua aspek dijabarkan menjadi beberapa kriteria dan indikator yang lebih spesifik dan disajikan pada Lampiran 2. Masing-masing indikator dilakukan skoring dan disusun ranking untuk mendapatkan gambaran desa dengan tingkat partisipasi masyarakat tinggi sebagai upaya mendapatkan desa yang mempunyai kesiapan untuk pengembangan CBE.

Tabel 5 Kriteria dan Indikator Aspek Sosek

No Kriteria Indikator BentukData AnalisisTeknik

1. 1. Adanya potensi/peluang pasar

2. Tumbuhnya pelaku usaha

1. Peningkatan jumlah kunjungan

2. Pertumbuhan jumlah pelaku usaha

Tabular Skoring

2. Terbukanya peluang usaha

dan kesempatan kerja 1. Peningkatan jumlahkunjungan 2. Tumbuhnya pelaku

usaha ekonomi mikro

Tabular Skoring 3. Tumbuhnya kreatifitas masyarakat 1. Peningkatan sarana/prasarana 2. Meningkatnya

permintaan sumber daya lokal

Tabular Skoring

4. 1. Branding Image

2. Produk layak jual dan kualitas

Kunjungan

berkesinam-bungan Tabular Skoring

5. Keberadaan sumber daya lokal

sebagai asset 1. Setiap sumber daya lokaldapat menjadi nilai pokok

2. Meningkatnya alur distribusi lokal

Tabular Skoring

6. Adanya pengaturan/ kesepakatan antar pihak bersama Pemerintah

Kontribusi keuntungan semua pihak

(8)

Tabel 6 Kriteria dan Indikator Aspek Sosbud

No Kriteria Indikator BentukData AnalisisTeknik

1. Adanya Norma dannilai

1. Adanya norma dan nilai-nilai budaya setempat yang masih berlaku dan dipegang teguh serta mengikat di dalam masyarakat. 2. Adanya upacara-upacara adat yang

masih diselenggarakan. Tabular Skoring 2. 1. Adanya upacara adat 2. Adanya kelompok kesenian

1. Jumlah/jenis upacara adat. 2. Jumlah grup kesenian

tradisional/modern. 3. Interaksi seni budaya.

Tabular Skoring

3. Adanya peraturan adat Masih adanya kelembagaan adat Tabular Skoring

Tabel 7 Kriteria dan Indikator Aspek Lingkungan

No Kriteria Indikator Bentuk Data Teknik Analisis

1. 1. Aturan tertulis/tidak tertulis di desa 2. Sadar lingkungan

1. Adanya sanksi lingkungan 2. Masih adanya kegiatan kerja

bakti/gotong royong

3. Tertata, bersih, nyaman, dan asri.

Tabular Skoring

2 Pemanfaatan lingkungan alam dan budaya yang berkelanjutan

1. Lingkungan lestari. 2. Seni budaya masih eksis. 3. Masyarakat masih

mendapatkan nilai ekonomi dari lingkungan.

Tabular Skoring

3 Pemahaman tetang arti dan manfaat

lingkungan meningkat

1. Meningkatnya perhatian dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

2. Adanya pendidikan tentang lingkungan pada sektor formal dan informal.

(9)

Tabel 8 Kriteria dan Indikator Aspek Pengelolaan

No Kriteria Indikator Bentuk Data Teknik Analisis

1. Partisipasi

masyarakat 1. Adanya peran aktif dariinstitusi atau kelompok masyarakat

2. Keterlibatan pemangku kepentingan/stakeholders

Tabular Skoring

2. Transparansi 1. Meningkatnya jumlah masyarakat yang memperoleh manfaat

2. Tersedianya mekanisme pendistribusian keuntungan 3. Tidak ada masyarakat yang

menyampaikan keluhan

Tabular Skoring

3. Peningkatan

kapasitas 1. Pengetahuan dan ketrampilankelompok masyarakat meningkat

2. Semua guide terlatih dan memperoleh lisensi (terdapat pelatihan setidaknya sekali setahun)

3. Kesadaran kelompok masyarakat tentang konsevasi sumber daya alam meningkat 4. Terbentuknya monitoring unit

ditingkat masyarakat

5. Jumlah pelatihan (konservasi,

skill & pengetahuan sebagai

pemandu)

6. Kepuasan customer meningkat

Tabular Skoring

4. Regulasi 1. Kesepakatan pengelolaan yang legalitas hukumnya diakui masyarakat dan pemerintah desa

2. Adanya nota kerjasama atau

management agreement

dengan pemilik kawasan 3. Adanya code of conduct .

Tabular Skoring

5. Isu

keberlanjutan 1. Tersedianya produk-produkyang ramah lingkungan 2. Self-finance (mandiri)

Tabular Skoring

3.5.3. Metode Penilaian Kesiapan Masyarakat

Dalam penelitian ini, masyarakat juga memberikan penilaian yaitu penilaian kesiapan masyarakat terhadap pengembangan ekowisata. Data yang dikumpulkan dari masyarakat yaitu karakteristik masyarakat, persepsi masyarakat, partisipasi serta keinginan masyarakat yang akan diketahui melalui kuesioner. Penentuan responden menggunakan metode random sampling yaitu masyarakat di desa

(10)

yang terdekat dengan lokasi objek dan daya tarik wisata secara acak sebanyak 30 responden. Metode ini digunakan dengan pertimbangan banyaknya desa yang ada di zona wisata Bogor Barat Kabupaten Bogor, sehingga dipilih 17 desa yang terdapat di sembilan kecamatan yaitu Kecamatan Tamansari, Parung, Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, Tenjolaya, Jasinga, Cigudeg dan Sukajaya (Lampiran 4).

3.6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data didapat dari studi lapangan dan studi pustaka, pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak terkait serta kuesioner. Lebih lengkap mengenai jenis dan teknik pengumpulan data disajikan pada Tabel 9. 1. Studi pustaka/literatur

Studi pustaka merupakan kegiatan pengumpulan data penunjang berupa karya ilmiah, pelaporan, peraturan perundang-undangan dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan penelitian. Studi literatur dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai objek dan daya tarik wisata yang ada di wilayah Zona Bogor Barat yang kemudian diverifikasi di lapangan.

2. Pengamatan lapangan

Pengamatan langsung di lapangan merupakan metode pengumpulan data biofisik (ekologis), sosial ekonomi dan budaya. Selain mengumpulkan data tersebut juga dilakukan pengambilan titik-titik koordinat pada masing-masing objek dan daya tarik wisata dengan menggunakan GPS.

3. Wawancara dan kuesioner

Penyebaran kuesioner dan wawancara adalah cara untuk mengumpulkan data pokok di lapangan yang bertujuan untuk memperoleh informasi lebih lanjut dalam penyusunan strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Kuesioner untuk mengetahui karakteristik masyarakat, persepsi masyarakat, partisipasi serta keinginan masyarakat. Sedangkan wawancara dilakukan terhadap pengelola objek dan daya tarik wisata serta untuk melengkapi data kondisi objek dan daya tarik wisata.

(11)

4. Analisis spasial

Analisis spasial dilakukan dengan model builder untuk mendapatkan ODTW dan partisipasi masyarakat dengan skor tertinggi, selain itu untuk mendapatkan strategi pengembangan ekowisata dari analisis SWOT. Penentuan pengembangan ekowisata dilakukan dengan membangun model overlay dengan pembobotan. Pada model builder, telah disiapkan fungsi overlay aritmatik dan dilakukan overlay dengan pembobotan.

(12)

1 Primer 1. Penilaian objek dan daya tarik wisata Sumberdaya ekowisata meliputi :

a. Daya tarik objek : keunikan sumberdaya, banyaknya potensi alam yang menonjol, kegiatan wisata yang dapat dilakukan, kebersihan objek wisata, kenyamanan dan keamanan

b.Aksesibilitas: kondisi jalan, jarak dari pusat kota, tipe jalan dan waktu tempuh dari pusat kota

c. Akomodasi: jumlah kamar dan jumlah akomodasi

d. Kondisi lingkungan sosial ekonomi: tata ruang wilayah objek, status lahan, mata pencaharian penduduk dan pendidikan

e. Prasarana dan sarana penunjang: prasarana dan sarana penunjang

Uraian dan tabular

Studi Literatur, Pengamatan lapang,wawancara

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Pengelola objek wisata

2. Penilaian kesiapan pengembangan CBE

a.Aspek sosial ekonomi: pasar, ekonomi kerakyatan, penggunaan sumberdaya setempat,

unit selling point (USP), partisipasi masyarakat dalam investasi dan pembagian

keuntungan

b. Aspek sosial budaya: pelestarian, apresiasi dan pengaturan c. Aspek lingkungan : pengelolaan, konservasi dan sadar lingkungan

d. Aspek pengelolaan: institusi di masyarakat lokal, transparansi, peningkatan kapasitas, regulasi dan isu keberlanjutan

Tabular Studi literatur, pengamatan lapang, wawancara

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Pengelola objek wisata

3. Penilaian kesiapan masyarakat terhadap pengembangan ekowisata

Karakteristik masyarakat (mata pencaharian, pendidikan, pendapatan dan status kependudukan), persepsi masyarakat, partisipasi dan keinginan masyarakat terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat

Tabular Kuesioner Masyarakat

Lokasi objek wisata Tabular Pengambilan dengan GPS Pengambilan di lapangan 2. Sekunder

1. Kondisi umum zona Bogor Barat Uraian dan

tabular Studi literatur, wawancara

Disbudpar Kab Bogor, Pengelola objek wisata

2. Perkembangan wisata di wilayah Zona Wisata Bogor Barat Uraian Studi literatur, wawancara Disbudpar Kab. Bogor, Pengelolaobjek wisata

3. Peta Administrasi (batas desa) Peta Lab. Remote Sensing, Fahutan, IPB

4. Peta Jaringan jalan Peta Lab. Remote Sensing, Fahutan, IPB

(13)

3.7. Metode Analisis Data

Data yang diperoleh diolah dengan cara tabulasi data dan kemudian dianalisis sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian. Analisis data meliputi:

Biofisik (Objek dan Daya Tarik Wisata)

Data mengenai objek dan daya tarik wisata (ODTW) diolah dengan menggunakan Pedoman Penilaian Daya Tarik Wisata (Lampiran 1). Data mengenai daya tarik wisata akan dihitung dengan menggunakan persamaan (Romani 2006) :

Keterangan : S = skor/nilai

N = Jumlah nilai unsur-unsur pada kriteria B = Bobot nilai

Klasifikasi penilaian disusun berdasarkan jumlah total dari penilaian ODTW. Selang dari klasifikasi penilaian akan dihitung dengan menggunakan persamaan (Oktadiyani 2006):

Keterangan : Selang : Nilai selang dalam penetapan selang klasifikasi penilaian Smaks : Nilai skor tertinggi

Smin : Nilai skor terendah

K : Banyaknya klasifikasi penilaian

Penilaian ODTW yang mencakup lima aspek yaitu daya tarik, aksesibilitas, akomodasi, lingkungan sosial ekonomi masyarakat serta prasarana dan sarana penunjang. Masing-masing komponen dijabarkan dalam kriteria spesifik dan diberikan skor serta dilakukan pembobotan. Setelah diperoleh total skor, untuk selang klasifikasi dibuat ranking dan dibagi menjadi lima kelas klasifikasi yaitu sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk, sedangkan analisis spasial untuk mempermudah dibuat klasifikasi 1-5. Hasil dari klasifikasi ini menjadi

(14)

dasar dalam pembuatan model builder untuk objek dan daya tarik wisata (ODTW).

Kesiapan Pengembangan CBE (Community Based Ecotourism)

Data mengenai CBE akan diolah dengan menggunakan standarisasi penilaian CBE yang dikembangkan WTO (2004) dan INDECON (2008) yang terdiri dari empat aspek utama yaitu aspek sosek, aspek sosbud, aspek lingkungan dan aspek pengelolaan (Lampiran 2). Masing-masing aspek dijabarkan dalam kriteria dan dilakukan perhitungan skor serta dikalikan angka pembobot. Selang klasifikasi CBE terdiri dari lima mulai dari sangat baik sampai sangat buruk. Selanjutnya hasil klasifikasi digunakan skala 1-5 untuk analisis spasial dengan

model builder.

Kesiapan Masyarakat Dalam Pengembangan Ekowisata

Upaya mengetahui kesiapan masyarakat terhadap pengembangan ekowisata dilakukan penilaian. Analisis dilakukan terhadap karakteristik masyarakat sebagai upaya untuk memberikan gambaran mengenai profil masyarakat di sekitar ODTW, persepsi masyarakat untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap pengembangan ekowisata. Sedangkan partisipasi masyarakat dianalisis untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekowisata serta keinginan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata. Semua data yang berasal dari kuesioner masyarakat dilakukan penilaian berdasarkan kriteria pemberdayaan masyarakat yang dibagi menjadi tiga aspek utama yaitu karakteristik masyarakat, persepsi serta aspek partisipasi dan keinginan masyarakat (Lampiran 3). Masing-masing aspek dijabarkan dalam kriteria spesifik disesuaikan dengan pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dan dilakukan perhitungan skor serta pembobotan. Selanjutnya setelah mendapatkan total skor dilakukan klasifikasi sangat baik sampai sangat buruk dan penggunaan skala 1-5 untuk analisis spasial dengan metode model builder.

(15)

Analisis spasial

Analisis spasial akhir dilakukan dengan model builder dengan mengoverlay (tumpangsusun) semua penilaian yaitu penilaian ODTW, kesiapan pengembangan CBE dan kesiapan masyarakat dalam pengembangan ekowisata. Analisis tersebut selanjutnya digunakan untuk analisis SWOT dalam rangka mendapatkan strategi prioritas dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di zona wisata Bogor Barat Kabupaten Bogor. Tahapan analisis spasial untuk mendapatkan hasil penilaian objek dan daya tarik wisata dan kesiapan pengembangan CBE serta kesiapan masyarakat dalam pengembangan ekowisata seperti terlihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Tahapan Analisis Spasial hasil penilaian ODTW dan kesiapan masyarakat dalam pengembangan CBE

Strategi Pengembangan

Penentuan strategi prioritas dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat menggunakan pendekatan analisis SWOT (strength, weakness,

opportunity dan threat) berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal yang

mempengaruhi. Dari hasil pemaduan analisis kedua faktor tersebut diperoleh gabungan strategi terbaik bagi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Zona Wisata Bogor Barat.

ODTW Kesiapan CBE Kuesioner Vector Conversion Vector Conversion Vector Conversion Grid ODTW Grid kesiapan CBE Grid kuesioner Arithmetic

Overlay ArithmeticOverlay Map

(16)

Sebelum dibuat matrik SWOT terlebih dahulu ditentukan faktor strategi eksternal (EFAS) dan faktor strategi internal (IFAS) yang ditentukan dengan cara sebagai berikut (Hunger & Wheelen 2003) dan Rangkuti (2006) :

1. Menyusun 5 sampai 10 kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam kolom 1.

2. Masing-masing faktor dalam kolom 2 diberi bobot mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,00 (tidak penting) berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Zona Wisata Bogor Barat.

3. Menghitung rating dalam kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (sangat baik) sampai dengan 1 (buruk) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Zona Wisata Bogor Barat. Variabel yang positif diberi nilai mulai dari +1 sampai +4 (sangat baik) , sedangkan variabel yang bersifat negatif kebalikannya.

4. Mengalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (sangat baik) sampai dengan 1,0 (di bawah rata-rata).

5. Menjumlahkan skor pembobotan pada kolom 4 sehingga diperoleh total skor pembobotan yang menunjukkan bagaimana unit analisis bereaksi terhadap faktor-faktor strategis baik eksternal maupun internalnya.

(17)

Tabel 10 Strategi yang dihasilkan dari perpaduan antara strategi faktor internal dan eksternal

Faktor Internal (IFAS) Faktor Eksternal (EFAS) KEKUATAN (S) Menentukan 5-10 faktor kekuatan internal KELEMAHAN (W) Menentukan 5-10 faktor kekuatan internal PELUANG (O) Menentukan 5-10 faktor kekuatan eksternal Strategi (S-O)

Menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

Strategi (W-O)

Menghasilkan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang

ANCAMAN (T)

Menentukan 5-10 faktor kekuatan eksternal

Strategi (S-T)

Menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

Strategi (W-T)

Menghasilkan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman

Pemilihan faktor-faktor strategis eksternal dan internal ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan yaitu cluster desa-desa hasil overlay ketiga penilaian baik penilaian ODTW, kesiapan pengembangan CBE dan kesiapan masyarakat dalam pengembangan ekowisata juga data yang telah dikumpulkan baik primer maupun sekunder. Selanjutnya penyusunan faktor-faktor strategis eksternal dan internal dibuat berdasarkan cluster desa dalam matriks SWOT.

Matriks SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang ancaman eksternal yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Jadi penyusunan strategi berdasarkan faktor-faktor strategis eksternal dan internal yang ada. Dari analisa SWOT tersebut dihasilkan empat strategi yaitu strategi SO, ST, WO dan WT. Kemudian langkah selanjutnya yaitu menentukan prioritas strategi mana yang lebih diutamakan. Caranya dengan menjumlahkan nilai kode pembobotan dari tiap strategi yang telah ditentukan dalam matrik SWOT. Total skor yang terbesar menjadi prioritas strategi yang paling utama dan urutan strategi selanjutnya berdasarkan urutan total skor. Selain

(18)

penetuan strategi prioritas, dilakukan juga penentuan pengembangan CBE secara spasial. Hasil semua analisis, selanjutnya dilakukan ground-true-check sebagai upaya mengetahui kesesuaian antara hasil analisis dengan kondisi di lapangan.

Gambar

Tabel 3  Lokasi Objek Penelitian
Gambar 2 Peta Lokasi Penelitian
Gambar 3 Tahapan penelitianStrategi pengembanganekowisata berbasis masyarakat
Tabel 4  Metode Penilaian Objek dan Daya Tarik Wisata
+5

Referensi

Dokumen terkait

Analisis SWOT ( Strength , Weakness , Opportunity , Threat ) Instalasi Hiperbarik Rumah Sakit Paru Jember ; Dewi Qomariyah; 082110101070; 2012; 141 halaman; Bagian

MGD melakukan Situation Analysis (Analisis Pasar), dengan menggunakan konsep SWOT Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Kesempatan) dan Threat

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi (Rangkuti, 1997). Analisis strategi

Metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), digunakan untuk menentukan perencanaan strategi pengembangan BUMDes dalam meningkatkan optimalisasi

Menurut Marimin (2008), analisis SWOT mempertimbangkan faktor lingkungan internal kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) serta lingkungan eksternal peluang

Analisis yang dapat dilakukan adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) .Analisis SWOT merupakan suatu alat yang cukup penting yang berfungsi

Jika penyelenggaraan Persami ingin dikembangkan maka harus memperhatikan sekaligus menganalisisnya dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity,

8 2.4 Potensi 1 Analisis SWOT Berikut adalah analisis SWOT Strength Weakness Opportunity and Threat pada Kombucha CA-CA: Tabel 2.2 Analisis dan Strategi SWOT Produk FAKTOR