• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

; Pada bulan Februari 2011 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen

(IHK) sebesar 126,46. Dari 66 kota IHK, 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dengan IHK 130,14 dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen dengan IHK 125,28. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,80 persen dengan IHK 122,05 dan terendah terjadi di Denpasar 0,01 persen dengan IHK 127,03.

; Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok

makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,69 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan 0,33 persen dan kelompok sandang 0,08 persen.

; Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 1,03 persen dan laju inflasi year on year

(Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 6,84 persen.

; Komponen inti pada bulan Februari 2011 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, laju inflasi

komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi komponen inti

year on year (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 4,36 persen.

No. 14/03/Th. XIV, 1 Maret 2011  

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

FEBRUARI 2011 INFLASI 0,13 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2011 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 66 kota pada bulan Februari 2011 terjadi inflasi 0,13 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,29 pada bulan Januari 2011 menjadi 126,46 pada bulan Februari 2011. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 1,03 persen dan laju inflasi year on year (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 6,84 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,69 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen.

(2)

kering instant, ikan diawetkan, bayam, tahu mentah, kelapa, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok putih, besi beton, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor, tarif air minum PAM, obat dengan resep dan bensin. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: cabai merah, beras, daging ayam ras, tomat sayur, emas perhiasan, tomat buah, cabai hijau, cabai rawit dan tarif angkutan udara.

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada bulan Februari 2011, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu : kelompok bahan makanan 0,09 persen dan kelompok sandang 0,01 persen.

Tabel 1

Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2011, Tahun Kalender 2011 dan

Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)

Kelompok Pengeluaran Februari IHK 2010 IHK Desember 2010 IHK Februari 2011 Inflasi Bulan Februari 2011 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 118,36 125,17 126,46 0,13 1,03 6,84 1 Bahan Makanan 130,78 147,39 150,14 -0,33 1,87 14,80

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 126,85 132,59 133,86 0,47 0,96 5,53 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 115,71 119,79 120,85 0,40 0,88 4,44

4 Sandang 118,21 126,76 126,85 -0,08 0,07 7,31

5 Kesehatan 113,76 115,86 117,21 0,69 0,17 3,03

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 114,30 117,86 118,51 0,13 0,55 3,68 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 103,60 106,10 106,59 0,15 0,46 2,89      1) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2011 terhadap IHK bulan sebelumnya.

2) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2011 terhadap IHK bulan Desember 2010 3) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2011 terhadap IHK bulan Februari 2010

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Februari 2011 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 0,13

1.     Bahan Makanan -0,09

2.     Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,08 3.     Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,09

4.     Sandang -0,01

5.     Kesehatan 0,03

6.     Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,01 7.     Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,02

(3)

Gambar 1

Perkembangan IHK 66 Kota (2007=100), Februari 2010 – Februari 2011   100,00 105,00 110,00 115,00 120,00 125,00 130,00 135,00 140,00 145,00 150,00 155,00 160,00

Feb-10 Mrt-10 Apr-10 Mei-10 Jun-10 Jul-10 Ags-10 Sep-10 Okt-10 Nov-10 Des-10 Jan-11 Feb-11

IHK

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

 

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Februari 2011  -0,10 -0,09 -0,08 -0,07 -0,06 -0,05 -0,04 -0,03 -0,02 -0,010,00 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 0,06 0,07 0,08 0,09 0,10 0,11 0,12 0,13 0,14 0,15 A ndi l ( % )

Umum 1. Bhn.makanan 2. Makanan jadi 3. Perumahan 4. Sandang 5. Kesehatan 6. Pendidikan 7. Transpor

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Februari 2011 mengalami deflasi 0,33 persen atau terjadi penurunan indeks dari 150,64 pada Januari 2011 menjadi 150,14 pada Februari 2011.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 4 diantaranya mengalami deflasi sedangkan 7 subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok bumbu-bumbuan yang mencapai 2,21 persen dan terendah terjadi pada subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 1,01 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok kacang-kacangan 2,32 persen dan terendah subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,21 persen.

Kelompok ini pada Februari 2011 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: cabai merah 0,10 persen; beras 0,07 persen; daging ayam ras 0,04 persen; tomat sayur 0,02 persen; tomat buah, cabai hijau dan cabai rawit masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah ikan segar 0,03 persen; tempe, jeruk, bawang merah dan minyak goreng masing-masing 0,02 persen; mie kering instant, ikan diawetkan, bayam, tahu mentah dan kelapa masing-masing 0,01 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Februari 2011 mengalami inflasi 0,47 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 133,24 pada Januari 2011 menjadi 133,86 pada Februari 2011.

Subkelompok-subkelompok yang terdapat pada kelompok ini pada bulan Februari 2011 seluruhnya mengalami inflasi, yaitu : subkelompok makanan jadi 0,40 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,10 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 1,08 persen.

Kelompok ini pada Februari 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu : rokok kretek filter 0,02 persen; nasi dengan lauk, rokok kretek dan rokok putih masing-masing 0,01 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Februari 2011 mengalami inflasi sebesar 0,40 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,37 pada bulan Januari 2011 menjadi 120,85 pada Februari 2011.

Subkelompok yang ada pada kelompok ini pada bulan Februari 2011 seluruhnya mengalami inflasi, yaitu: subkelompok biaya tempat tinggal 0,52 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,16 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga 0,22 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,31 persen.

Pada Februari 2011 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah batu bata/tela 0,02 persen; besi beton, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor dan tarif air minum PAM masing-masing 0,01 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Februari 2011 mengalami deflasi 0,08 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 126,95 pada Januari 2011 menjadi 126,85 pada Februari 2011.

(5)

Subkelompok yang mengalami deflasi pada bulan Februari 2011, yaitu : subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesarnya 0,42 persen. Sedangkan subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok sandang laki-laki 0,45 persen; subkelompok sandang wanita 0,05 persen dan subkelompok sandang anak-anak 0,11 persen.

Secara keseluruhan kelompok sandang pada bulan Februari 2011 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan 0,02 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Februari 2011 mengalami inflasi 0,69 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 116,41 pada bulan Januari 2011 menjadi 117,21 pada Februari 2011.

Pada bulan Februari 2011 seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok jasa kesehatan 0,38 persen; subkelompok obat-obatan 1,27 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 1,21 persen dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,63 persen.

Kelompok ini pada Februari 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah obat dengan resep 0,01 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Februari 2011 mengalami inflasi 0,13 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 118,36 pada Januari 2011 menjadi 118,51 pada Februari 2011.

Subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan Februari 2011, yaitu: subkelompok pendidikan 0,09 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,07 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,33 persen dan subkelompok rekreasi 0,08 persen dan subkelompok olahraga 0,13 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Februari 2011 memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Februari 2011 mengalami inflasi 0,15 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,43 pada Januari 2011 menjadi 106,59 pada Februari 2011.

Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu : subkelompok transpor 0,23 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,14 persen dan subkelompok jasa keuangan 0,01 persen. Sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman bulan ini mengalami deflasi 0,03 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Februari 2011 memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah mobil 0,02 persen; bensin 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah tarif angkutan udara 0,01 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 1,03 persen dan dan laju inflasi year

on year (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 6,84 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode

yang sama tahun kalender 2009 dan 2010 masing-masing 0,14 persen dan 1,14 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk Februari 2009 terhadap Februari 2008 dan Februari 2010 terhadap Februari 2009 masing-masing sebesar 8,60 persen dan 3,81 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2009–2011

Inflasi 2009 2010 2011

(1) (2) (3) (4)

1. Februari 0,21 0,30 0,13

2. (Januari - Februari) tahun kalender 0,14 1,14 1,03 3. Februari terhadap Februari (year on year)

(tahun n) (tahun n-1) 8,60 3,81 6,84

Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Januari-Februari) 2009-2011

Jan-Feb Jan -0,10 0,20 0,50 0,80 1,10 In fl asi (%) 2009 2010 2011  

(7)

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Year On Year, 2009-2011

Feb-Feb Jan-Jan 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 In fl asi (%) 2009 thd 2008 2010 thd 2009 2011 thd 2010

(8)

PERBANDINGAN ANTARKOTA  

Pada bulan Februari 2011 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,46. Dari 66 kota IHK, 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dengan IHK 130,14 dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen dengan IHK 125,28. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,80 persen dengan IHK 122,05 dan terendah terjadi di Denpasar 0,01 persen dengan IHK 127,03.

Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Pada bulan Februari 2011 dari kota-kota IHK di wilayah pulau Sumatera yang berjumlah 16 kota, 11 kota diantaranya mengalami inflasi sedangkan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pinang 1,21 persen dengan IHK 129,18 dan inflasi terendah terjadi di Pakanbaru 0,06 persen dengan IHK 125,64 sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Medan 0,58 persen dan terendah terjadi di Pematang Siantar 0,02 persen (lihat Tabel 4).

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Februari 2011 Kota-kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2007=100) K O T A Februari 2011 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Banda Aceh 125,76 0,47 2 Lhokseumawe 130,83 0,07 3 Sibolga 134,89 0,09 4 Pematang Siantar 130,50 -0,02 5 Medan 127,36 -0,58 6 Padang Sidempuan 129,39 -0,06 7 Padang 133,00 0,44 8 Pekanbaru 125,64 0,06 9 Dumai 132,75 0,14 10 Jambi 131,85 -0,32 11 Palembang 125,81 -0,32 12 Bengkulu 133,35 0,19 13 Bandar Lampung 137,57 0,70 14 Pangkal Pinang 137,79 1,12 15 Batam 122,20 0,38 16 Tanjung Pinang 129,18 1,21 NASIONAL 126,46 0,13

(9)

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada bulan Februari 2011 dari kota-kota IHK di wilayah pulau Jawa yang berjumlah 23 kota, 13 kota diantaranya mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Depok dan Tangerang masing-masing 0,47 persen dengan IHK masing-masing 126,24 dan 127,41 dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen dengan IHK 125,28. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,80 persen dengan IHK 122,05 dan deflasi terendah terjadi di Bandung 0,05 persen dengan IHK 120,61 (lihat

Tabel 5).

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Februari 2011 Kota-kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2007=100) K O T A Februari 2011 IHK Inflasi/deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Jakarta 123,76 0,21 2 Bogor 126,93 0,04 3 Sukabumi 125,28 0,01 4 Bandung 120,61 -0,05 5 Cirebon 130,11 -0,18 6 Bekasi 125,21 0,18 7 Depok 126,24 0,47 8 Tasikmalaya 127,69 0,21 9 Purwokerto 125,20 0,18 10 Surakarta 118,65 -0,66 11 Semarang 125,11 -0,12 12 Tegal 127,19 -0,13 13 Yogyakarta 126,42 0,10 14 Jember 128,37 -0,29 15 Sumenep 122,05 -0,80 16 Kediri 124,38 -0,10 17 Malang 125,87 0,14 18 Probolinggo 129,54 0,32 19 Madiun 130,10 -0,16 20 Surabaya 124,86 0,30 21 Serang 130,34 -0,38 22 Tangerang 127,41 0,47 23 Cilegon 126,99 0,07 NASIONAL 126,46 0,13

(10)

Perbandingan Antarkota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera

Pada bulan Februari 2011 dari kota-kota IHK di wilayah luar pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah 27 kota, 16 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dengan IHK 130,14 dan inflasi terendah terjadi di Palangkaraya dan Samarinda masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 129,39 dan 133,33. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jayapura 0,79 persen dengan IHK 124,01dan terendah terjadi di Denpasar 0,01 persen dengan IHK 127,03 (lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Februari 2011 Kota-kota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera dengan Nasional

(2007=100) K O T A Februari 2011 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Denpasar 127,03 -0,01 2 Mataram 134,30 -0,22 3 Bima 133,39 -0,33 4 Maumere 137,09 -0,59 5 Kupang 135,53 0,76 6 Pontianak 133,62 1,10 7 Singkawang 130,14 1,75 8 Sampit 128,00 -0,22 9 Palangkaraya 129,39 0,02 10 Banjarmasin 130,82 0,80 11 Balikpapan 129,91 0,45 12 Samarinda 133,33 0,02 13 Tarakan 146,03 1,32 14 Manado 126,73 0,21 15 Palu 131,02 0,66 16 Watampone 139,62 0,12 17 Makassar 126,87 -0,26 18 Pare-Pare 128,89 -0,41 19 Palopo 133,26 0,40 20 Kendari 130,53 0,46 21 Gorontalo 127,15 -0,07 22 Mamuju 130,06 1,15 23 Ambon 127,21 0,04 24 Ternate 126,83 0,36 25 Manokwari 138,05 -0,10 26 Sorong 143,07 -0,08 27 Jayapura 124,01 -0,79 NASIONAL 126,46 0,13

(11)

INFLASI KOMPONEN INTI FEBRUARI 2011

Komponen inti pada bulan Februari 2011 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 120,86 pada bulan Januari 2011 menjadi 121,24 pada bulan Februari 2011, dan komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,32 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi 0,48 persen.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 masing-masing 0,81 persen; 0,58 persen dan 1,93 persen. Sedangkan inflasi year on year (Februari 2011 terhadap Februari 2010) masing-masing 4,36 persen; 5,34 persen dan 16,51 persen (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Laju Inflasi Februari 2011, Inflasi Tahun Kalender 2011 dan Inflasi

Year on Year menurut Kelompok Komponen

Komponen Februari IHK 2010

IHK Desember

2010

IHK

Februari 2011 Februari 2011 Inflasi

Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 Laju Inflasi Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 118,36 125,17 126,46 0,13 1,03 6,84 Inti 116,18 120,27 121,24 0,31 0,81 4,36

Harga Diatur Pemerintah 113,94 119,34 120,03 0,32 0,58 5,34

Bergejolak 131,83 150,69 153,60 -0,48 1,93 16,51

Dari tiga kelompok komponen tersebut komponen memberikan sumbangan inflasi terhadap inflasi nasional yaitu komponen inti 0,18 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah 0,06 persen. Sedangkan komponen bergejolak memberikan sumbangan deflasi 0,11 persen (lihat Tabel 8).

Tabel 8

Dekomposisi Andil Inflasi Nasional Februari 2011 (persen)

Komponen Andil Inflasi (%)

(1) (2)

U m u m 0,13

1 Inti 0,18

2 Yang Harganya Diatur Pemerintah 0,06

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, maka Majelis Hakim pada persidangan

Pada tahap ini data yang telah terkumpul dianalisis berdasarkan sistem sapaan dalam bahasa Dayak Iban yang berkenaan dengan masalah yang diteliti oleh peneliti yaitu

Adakah pengaruh tatanan interior studio gambar manual lantai 3 lab FPTK UPI terhadap motivasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan teknik arsitektur FPTK UPI angkatan 2004 dan

Hasil penelitian ini meliputi: (1) unsur pembangun novel Ibu karya Poerwadhie Atmodihardjo meliputi: (a) tema: kasih sayang seorang Ibu terhadap anaknya dan ketabahan dalam

Kestabilan emulsi lateks polistirena dengan penambahan deterjen komersil menggunakan uji densitas diperoleh perbandingan emulsi lateks PS : air yaitu 90:10 dengan nilai densitas

Berdasarkan uraian di atas, akan dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan judul peningkatan keterampilan proses dan hasil belajar

Saliva dihasilkan oleh kelenjar saliva yang terdiri atas sepasang kelenjar saliva mayor serta beberapa kelenjar saliva minor. 7,13,14,15 Kelenjar saliva mayor terdiri dari kelenjar

Dosis bisoprolol untuk penderita dengan LFG 10 - 50 ml/menit adalah 75% dari dosis lazim.. Jadi regimen dosis bisoprolol untuk penderita tersebut menjadi 1,875-7,5 mg (1