Vibiz Equity Research Center © 2013 Vibiz Capital, All Rights Reserved
1
TOP GAINERS
Code
Last
Change
%
PNSE 545 56 11.45 BTON 575 50 9.52 MLPL 810 60 8.00 WOMF 165 12 7.84 DUTI 5,250 350 7.14
TOP LOSERS
Code
Last
Change
%
INRU 880 -265 -23.14 BBLD 755 -225 -22.96 AHAP 166 -49 -22.79 FORU 640 -100 -13.51 BINA 255 -32 -11.15
TOP VALUE
Code
Value
Lot
BBRI 302,415,067,500 251,899 MPPA 275,448,480,000 644,114 BBCA 135,107,975,000 95,890 TLKM 121,245,345,000 420,457 WIKA 91,783,067,500 262,420
GLOBAL INDICES
Dow Jones 18047.58 28.23 0.16% S&P 500 2100.34 3.35 0.16% NASDAQ 4899.27 5.43 0.11% Australia 5,822.30 -27.2 -0.46 Korea 1,961.45 3.22 0.16 Nikkei 17,987.09 -17.68 -0.1 IHSGIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Selasa (17/2/15) ditutup mengalami penguatan sebesar 0.23% ke level 5,337.5. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 tercatat naik 0.31% ke level 929.68. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5,319.46 dan level tertinggi 5,342.92.
Minyak Mentah & Emas
Harga minyak dunia terpantau bergerak menguat. Dimana kontrak minyak mentah jenis WTI berada pada level US$ 53.53 per barel dan Brent di US$ 62.50 per barel. Sedangkan Emas COMEX berada pada level US$ 1208.60/ t. Oz. Prediksi
Analyst Vibiz Research Center memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam potensi penguatan menutup gap pelemahan tajam yang ditinggalkan IHSG akan tertolong oleh sentimen positif yang datang dari neraca perdagangan Indonesia di Januari 2015 yang mencatatkan surplus US$ 710 juta. Ini karena nilai ekspor mencapai US$ 13,3 miliar dan impor US$ 12,59 miliar. Selain itu IHSG juga akan merespon penurunan dari suku bunga acuan Bank Indonesia yang diturunkan 25 bps ke level 7.5%. Kebijakan tersebut menyusul defisit transaksi berjalan yang mengalami penurunan menjadi US$26,2 miliar (2,95% PDB) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$29,1 miliar (3,18% PDB). Perbaikan kinerja tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya impor migas. Investor juga tengah menanti laporan kinerja emiten untuk tahun 2014, Selain itu investor juga tengah berharap pada rilis data BI rate pada pekan ini yang diharapkan akan diturunkan.
Dari global, IHSG akan mencoba terangkat oleh penguatan bursa global akibat dari perkembangan dari gencatatn senjata di Rusia dan perkembangan ekonomi Yunani yang mulai menemui kesepakatan dana bantuan dari bank sentral eropa. Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.280-5.300, dan resisten 5.350-5.380. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham TLKM, MPPA, AKRA dan SSMS.
Vibiz Equity Research Center © 2013 Vibiz Capital, All Rights Reserved
2
http://vibiznews.com/?p=34569
Bank BRI Puncaki Klasemen Total Nilai Perdagangan Saham Terbesar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menobatkan dirinya sebagai emiten dengan nilai perdagangan (total value) terbesar sepanjang tahun 2014. BBRI berhasil mencatatkan total nilai perdagangan sebesar Rp91 triliun atau sebesar 6.32% dari total nilai keseluruhan perdagangan yang tercatat pada bursa saham Indonesia. Dengan begitu BBRI menempati posisi pertama dalam mencatatkan nilai perdagangan yang disusul oleh emiten halo-halo yakni Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) di posisi kedua dan Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) di posisi ketiga dengan total nilai perdagangan masing-masing sebesar Rp75.8 triliun dan Rp75.8 triliun.
Adapun secara kinerja, sepanjang tahun 2014, BBRI meraih laba bersih sebesar Rp24,20 triliun atau meningkat 14,35 persen, jika dibandingkan raihan laba bersih sebesar Rp21,16 triliun di akhir 2013. Pertumbuhan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp981 per lembar saham di akhir tahun 2014, jika dibandingkan perolehan di tahun 2013 yang mencapai sebesar Rp858 per lembar saham. Peningkatan laba bersih ditopang oleh kontribusi dari penyaluran kredit yang meningkat. Portofolio kredit Bank BRI tetap konsisten untuk fokus pada pengembangan bisnis UMKM.
Kenaikan Laba bersih BRI didukung oleh kenaikan Pendapatan Perseroan dari Rp59,46 triliun di tahun 2013 menjadi Rp75,12 triliun di tahun 2014. Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Bunga dan Investasi sebesar Rp73,07 triliun tahun 2014 dan Rp57,72 triliun di tahun 2013, dan Pendapatan Syariah masih memberikan sedikit distribusi terhadap pendapatan Pokok Perseroan yaitu tahun 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp2,06 triliun dan Rp1,74 triliun. Sedangkan Pendapatan Non-Bunga tahun 2014 melalui pertumbuhan fee based income pada 2014 mencapai Rp 6,1 triliun yang jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp 4,9 triliun telah meningkat sebesar 24,9 persen. Adapun hingga 2014, total aset Bank BRI mengalami peningkatan sebesar 28,34 persen menjadi Rp778,02 triliun di akhir 2014, jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu mencapai sebesar Rp606,37 triliun.
Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit BRI tahun lalu berada di angka Rp 490,41 triliun atau meningkat 13,88 persen ketimbang besaran 2013 di Rp 430,62 triliun. Adapun proporsi pinjaman mikro masih mendominasi total kredit sebesar 31,25 persen dari total outstanding kredit dengan jumlah nasabah mencapai 7,3 juta nasabah. Sementara Dana Pihak ketiga (DPK) perseroan di sepanjang 2014 mencapai Rp 600,40 triliun, tumbuh 23,45 persen dari tahun sebelumnya. Komposisi DPK BRI masih didominasi deposito yang sebesar Rp278,91 triliun atau 46,45% dari total dana terhimpun. Sedangkan tabungan mencapai Rp232,41 triliun atau 38,71% dan giro senilai Rp89,08 triliun atau 14,84% dari total DPK.
Dari sisi indikator kesehatan bank angka kegagalan pinjaman atau non performing loan (NPL) tahun lalu pun diketahui berada pada angka 1,69 persen dengan posisi NPL mikro lebih rendah dibandingkan NPL total di kisaran 1,12 persen. Sementara Loan to deposit ratio (LDR) saat ini mencapai 81,68 persen.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Selasa (17/2/15), saham BBRI dibuka pada level 11,975 dalam kisaran 11,975 - 12,025 dengan volume perdagangan saham BBRI mencapai 12,25 juta lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI sejak awal bulan Desember terlihat terus mengalami penguatan namun saat ini sedang alami tekanan dan rawan akan koreksi teknikal. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BBRI dalam konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBRI masih akan menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBRI. Saat ini level support berada pada Rp10850 hingga resistance Rp11850.
News
Vibiz Equity Research Center © 2013 Vibiz Capital, All Rights Reserved
3
Saham
Harga (Rp)
Rekomendasi
S2
S1
R1
R2
TLKM 2895 Hold 2750 2830 2950 3000
AKRA 4815 Hold 4500 4700 4900 5000
SSMS 1780 Trading Buy 1500 1650 1750 1850
MPPA 4300 Trading Buy 3650 3850 4300 4500
S2
S1
R1
R2
5200
5250
5350
5380
IHSG
Recommendation
Selasa, 17 Februari 2015 IHSG (0.23%
) 5,337.50
Day's Range 5,319.46 - 5,342.92Indikator MACD terlihat di area positif. RSI terpantau di area tengah bergerak naik, Stochastic terlihat bergerak di area konsolidasi mulai bergerak naik. Candlestick membentuk Morning Doji Star pada upper bolinger band
Vibiz Equity Research Center © 2013 Vibiz Capital, All Rights Reserved
4
TLKM
2895
Hold
S2
S1
R1
R2
2750 2830 2950 3000AKRA
4815
Hold
S2
S1
R1
R2
4500 4700 4900 5000SSMS
1780
Buy
S2
S1
R1
R2
1500 1650 1750 1850Technical Analysis
Stochastic di area 30%. TLKM terpantau ditutup dalam koreksi pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Hold untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Stochastic di area 50%. AKRA terpantau ditutup dalam koreksi pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Hold untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Stochastic di area 40%. SSMS terpantau ditutup koreksi tipis pada penutupan sebelumnya. Peluang naik masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Buy untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan.
Vibiz Equity Research Center © 2013 Vibiz Capital, All Rights Reserved
5
Stochastic di area 75%. MPPA terpantau ditutup menguat pada penutupan sebelumnya menembuh target resistance. Peluang penguatan masih terbuka karena ADX positif dan stochastic positif. Rekomendasi Buy untuk antisipasi terjadinya penguatan lanjutan. .
MPPA
4300
Buy
S2
S1
R1
R2
Vibiz Equity Research Center © 2013 Vibiz Capital, All Rights Reserved
6
Disclaimer
The information provided on this report is not intended for distribution to, or use by, any person or entity in any jurisdiction or country where such distribution or use would be contrary to law or regulation or which would subject Vibiznews or any of its affiliates and subsidiaries to any registration requirement within such jurisdiction or country. Neither the information, nor any opinion contained in this report constitutes a solicitation, or offer by Vibiznews to buy or sell any securities, futures, options or other financial instruments or provide any investment advice or service. Disclaimer of Warranty and Limitation of Liability of The information on this report is provided "AS IS". Although the information provided on this report is obtained or compiled from sources Vibiznews believes to be reliable, Vibiznews does not guarantee the accuracy, validity, timeliness or completeness of any information or data made available on this report for any particular purpose. Neither Vibiznews, nor any of its directors, officers or employees, will be liable or have any responsibility of any kind for any loss or damage incurred by the viewer in the event of any failure or interruption of this site, or resulting from the act or omission of any other party involved in making this site or the data contained therein available to the viewer , or from any other cause relating to the access to, inability to access, or use of the report or these materials, whether or not the circumstances giving rise to such cause may have been within the control of Vibiznews or of any vendor providing software or services support. In no event will Vibiznews or any such parties be liable to the viewer for any direct, special, indirect, consequential, incidental damages or any other damages of any kind even if Vibiznews have been advised of the possibility there of.