33
BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Profil Perusahaan
Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri. Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.
Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.
Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan
(Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.
PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk Perusahaan Perseroan (Persero) berkewajiban untuk menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan sesuai dengan Undang-Undang No. 19/2000.
Kegiatan usaha perusahaan meliputi :
1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, penyaluran, distribusi tenaga listrik, perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik.
2. Menjalankan usaha penunjang dalam penyediaan tenaga listrik yang meliputi kegiatan konsultasi, pembangunan, pemasangan, pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan, pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik.
3. Menjalankan kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk kepentingan penyediaan tenaga listrik,
4. Melakukan pemberian jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan, penyaluran, distribusi, dan retail tenaga listrik,
5. Menjalankan kegiatan perindustrian perangkat keras dan perangkat lunak bidang ketenagalistrikan dan peralatan lain yang terkait dengan tenaga listrik, 6. Melakukan kerja sama dengan badan lain atau pihak lain atau badan
penyelenggara bidang ketenagalistrikan baik dari dalam negeri maupun luar negeri di bidang pembangunan, operasional, telekomunikasi dan informasi yang berkaitan dengan ketenagalistrikan.
3.1.1. Visi, Misi, Nilai-nilai, dan Moto
3.1.1.1 Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.
3.1.1.2 Misi
1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. 4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
3.1.1.3 Nilai-nilai
Saling percaya, Integritas, Peduli, Pembelajar.
3.1.1.4 Moto
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik (Electricity For A Better Life)
3.1.2. Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Divisi Perbendaharaan PT PLN (Persero) Kantor Pusat
3.1.3 Proses Bisnis PLN Pada Divisi Perbendaharaan
Berdasarkan Lampiran 9 Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor : 207.K/DIR/2012 Tanggal 27 April 2012 tentang Uraian Tanggung Jawab dan Tugas Pokok Pemegang Jabatan Pada Divisi Perbendaharaan.
Kepala Divisi Perbendaharaan bertanggungjawab memastikan tersedianya kebijakan dan terlaksananya pengelolaan likuiditas perusahaan, pengelolaan pendapatan, dan pembelanjaan serta Asset Liability Management (ALMA) dengan tugas pokok :
a. Memastikan terlaksananya pengelolaan penerimaan pendapatan penjualan tenaga listrik melalui sistem Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan secara Terpusat (P2APST) maupun secara konvensional,
b. Menyusun kebijakan dan strategi korporat dalam ALMA serta pengelolaan likuiditas perusahaan,
c. Menyusun dan melaksanakan kebijakan dan strategi korporat dalam hal pengelolaan piutang perusahaan,
d. Menyusun dan memastikan terlaksananya strategi pengawasan penerimaan dana dari kegiatan pengelolaan pendapatan terpusat,
e. Menyusun kebijakan dan strategi korporat dalam pengelolaan pembelanjaan energi primer, kontruksi, dan pengusahaan,
f. Menyusun serta mengembangkan sistem dan prosedur perbendaharaan
3.1.3.1 Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Divisi Perbendaharaan dibantu oleh :
Manajer Senior Pengelolaan Pendapatan yang bertanggungjawab memastikan terlaksananya pengelolaan penerimaan pendapatan penjualan tenaga listrik melalui sistem P2APST maupun secara konvensional dengan tugas pokok :
a. Memimpin dan memastikan pelaksanaan evaluasi LKU yang diterima dari Unit Induk,
b. Memimpin dan mengkoordinasikan terlaksananya rekonsiliasi data pelunasan sistem P2APST dan konvensional,
c. Mengembangkan sistem dan prosedur dalam rangka meningkatkan revenue protection,
d. Memvalidasi data pengembalian dana PPJ, PPN, dan materai ke masing-masing Unit Induk,
e. Mengkoordinir penerimaan pembayaran rekening listrik secara terpusat dan pengembangan pembayaran terpusat lainnya,
f. Mengkoordinir pengelolaan administrasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan PKS serta melakukan koordinasi dengan Bank/Pos terkait,
g. Memvalidasi penghitungan jasa inkaso untuk masing-masing Bank/Pos terkait, h. Memimpin dan mengkoordinasikan proses interface data pelunasan dari
P2APST, Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) dan aplikasi lainnya ke SAP sebagai salah satu sumber penyusunan laporan Keuangan,
i. Memimpin dan mengkoordinasikan terlaksananya proses pencocokan dan penelitian (coklit) dengan instansi Kemhan, TNI/ABRI, Vertikal dan lainnya serta penerimaan dananya,
j. Memvalidasi dan mengkoordinir proses penyusunan pelaporan pendapatan perusahaan.
3.1.3.2 Manajer Senior Pengelolaan Pendapatan dibantu oleh : 3.1.3.2.1 Identifikasi Jabatan
Sebutan Jabatan : Deputi Manajer Pendapatan Terpusat Jenis Jabatan : Manajer Dasar
Jenjang Jabatan : Keuangan
Level Kompetensi : System/Optimization Kelompok Profesi : Administrasi/Keuangan Unit Kerja : Kantor Pusat
Jabatan Atasan Langsung : Manajer Senior Pengelolaan Pendapatan 3.1.3.2.2 Tujuan Jabatan
Melakukan Pengawasan Pendapatan Terpusat, meliputi Pendapatan melalui Sistem P2APST maupun Konvensional, Penyusunan Draft, Penyelesaian dan Pengelolaan administrasi Perjanjian Kerjasama Sistem P2APST dengan pihak Bank, memonitor saldo keakuratan data DPH online sebagai dasar penyusunan Laporan Pelunasan online, Pengiriman dana PPJ, PPN dan
materai serta memverifikasi dan mengevaluasi Perhitungan Imbalan Jasa untuk Bank/Pos.
1.
Hasil Output :
Nota Dinas pengiriman dana untuk pembayaran PPJ,PPN, Materai 2.
3. 4. 5. 6.
Draft Adendum dan PKS P2APST
Nota Dinas pembayaran Imbalan jasa ke Bank/Pos Laporan Hasil rekons transaksi P2APST
Mapping kode akun di SAP terkait dengan pendapatan perusahaan
Laporan monitoring PKS P2APST Laporan monitoring pembayaran imbalan jasa ke Bank/Pos.
3.1.3.2.3 Tugas Pokok
1. Menyusun draft, menyelesaikan dan mengelola administrasi perjanjian kerjasama sistem P2APST dengan pihak Bank/Pos.
2. Memonitor dan mengevaluasi daftar pelunasan harian online dari data center dan penyusunan laporan pelunasan online.
3. Mengevaluasi dan memverifikasi hasil penyusunan data pengembalian PPJ, PPN dan materai.
4. Mengevaluasi dan memverifikasi hasil perhitungan imbalan jasa kepada Pihak Bank/Pos.
5. Mengkoordinir penyelesaian masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan sistem P2APST dengan mitra Bank dan Pos, pelanggan Operator Selular dan PLN Unit
6. Memonitor pelaksanaan revenue protection dan membuat usul perbaikan untuk menyempurnakan sistem yang ada
7. Merancang sistem dan prosedur standar sub Bidang Pendapatan Terpusat. 8. Membuat laporan sesuai tanggung jawab dan kewenangannya.
3.1.3.2.4 Dimensi Jabatan Dimensi Finansial :
1. Mengawasi Pembayaran Imbalan Jasa (Collection Fee) senilai Rp. 25-30 Milyar setiap bulan.
2. Mengawasi Pengembalian dana PPJ, PPN dan materai ke PLN Unit senilai Rp. 600-800 Milyar setiap bulan.
3. Mengawasi proses verifikasi transaksi online sistem P2APST senilai Rp. 14-16 Trilyun setiap bulan
Accountability Nature of Impact
Non Quantifiable Prime Very Small 353 Juta- 3,53 Milyar Shared Small 3,53 Milyar - 35,3 Milyar Contributory Medium 35,3 Milyar - 353 Milyar Remote √ Large 353 Milyar - 3,53 Trilyun
Dimensi Non Finansial :
a. Jumlah bawahan langsung : 2 orang b. Mitra Kerja Bank/Pos : 59
3.1.3.2.5 Hubungan Kerja Eksternal
/Internal Unit/Instansi Tujuan yang dicapai
Internal
Asisten Manajer di lingkungan Divisi Perbendaharaan
Koordinasi dan rekonsiliasi RC.
Manajer Senior di lingkungan Divisi Perbendaharaan
Pengiriman dana dan pembayaran
Divisi Akuntansi Rekonsiliasi dan pembebanan biaya
KS Hukum PKS
Divisi Sistem Informasi
Rekonsiliasi data dan koordinasi
Seluruh unit Koordinasi
Ekternal Bank/ PT POS Peserta Sistem
Rekonsiliasi dan Pelimpahanan dana
P2APST Switching
Company Peserta Sistem P2APST
Koordinasi, konfirmasi informasi/data, rekonsiliasi transaksi sistem P2APST
Operator Seluler Koordinasi, konfirmasi informasi/data
3.1.3.2.6 Masalah, Kompleksitas Kerja, dan Tantangan Utama
a. Kesulitan memperoleh PIC Bank/Pos, sering melakukan mutasi pegawai namun tidak menginformasikan penggantinya.
b. Diperlukan ketelitian perhitungan dan kecermatan dalam verifikasi data c. Permasalahan yang terjadi di lapangan cukup kompleks
d. Diperlukan ketepatan waktu penyelesaian, terkait dengan pekerjaan bidang lain
3.1.3.2.7 Wewenang
a. Menyusun draft, menyelesaikan, dan mengelola administrasi perjanjian kerjasama sistem P2APST dengan pihak Bank/Pos dan Switching Company.
b. Memonitor dan mengevaluasi keakuratan data DPH online
c. Mengevaluasi dan memverifikasi data pengiriman dana PPJ, PPN dan material ke Unit serta perhitungan imbalan jasa ke Bank/Pos,
d. Melakukan pembinaan dan penilaian kinerja staf Sub Bidang Pendapatan Terpusat
3.2 Proses Bisnis Berjalan
Tabel 3.1 Menyediakan Rekap Per CA
Use Case Name Menyediakan Rekap Per CA Actor Sistem P2APST
Description Dilakukan oleh Sistem P2APST dengan cara penyediaan data Rekap Per CA setiap bulan setelah rekonsiliasi selesai untuk diupload oleh Admin Pendapatan.
Pre-Condition Sistem P2APST membuat rekap per CA untuk keperluan Admin Pendapatan
Scenario Admin Pendapatan mengakses Sistem P2APST untuk mengambil data per CA
Post-Condition Admin Pendapatan melakukan upload data per CA
Tabel 3.2 Menyediakan Rekap Per Tanggal Bayar
Use Case Name Menyediakan Rekap Per Tanggal Bayar Actor Sistem P2APST
Description Dilakukan oleh Sistem P2APST dengan cara penyediaan data Rekap Per Tanggal Bayar setiap bulan setelah rekonsiliasi selesai untuk diupload oleh Admin Pendapatan. Pre-Condition Sistem P2APST membuat rekap per Tanggal Bayar untuk
keperluan Admin Pendapatan
Scenario Admin Pendapatan mengakses Sistem P2APST untuk mengambil data per Tanggal Bayar
Post-Condition Admin Pendapatan melakukan upload data per Tanggal Bayar
Tabel 3.3 Menyediakan Rekap Per Unit
Use Case Name Menyediakan Rekap Per Unit Actor Sistem P2APST
Description Dilakukan oleh Sistem P2APST dengan cara penyediaan data Rekap Per Unit setiap bulan setelah rekonsiliasi selesai untuk diupload oleh Admin Pendapatan.
Pre-Condition Sistem P2APST membuat rekap per Unit untuk keperluan Admin Pendapatan
Scenario Admin Pendapatan mengakses Sistem P2APST untuk mengambil data per Unit
Post-Condition Admin Pendapatan melakukan upload data per Unit
Tabel 3.4 Menyediakan Rekap Per Area
Use Case Name Menyediakan Rekap Per Area Actor Sistem P2APST
Description Dilakukan oleh Sistem P2APST dengan cara penyediaan data Rekap Per Tanggal Area setiap bulan setelah rekonsiliasi selesai untuk diupload oleh Admin Pendapatan.
Pre-Condition Sistem P2APST membuat rekap per Area untuk keperluan Admin Pendapatan
Scenario Admin Pendapatan mengakses Sistem P2APST untuk mengambil data per Area
Tabel 3.5 Mengolah Rekap Data
Use Case Name Mengolah Rekap Data Actor Admin Pendapatan
Description Dilakukan oleh Admin Pendapatan untuk menindaklanjuti laporan yang diupload melalui Sistem P2APST
Pre-Condition Melakukan pengecekan kesesuaian rekap data dengan laporan final untuk keperluan Bank/Pos, Unit
Scenario Admin Pendapatan melakukan upload data keseluruhan hasil transaksi Sistem P2APST untuk selanjutnya segera dicek kesesuaiannya dan diolah untuk memenuhi kebutuhan user yang memerlukan.
Post-Condition Melakukan proses pengolahan data sesuai dengan kebutuhan user
Tabel 3.6 Membuat Laporan
Use Case Name Membuat Laporan Actor Admin Pendapatan
Description Dilakukan oleh Admin Pendapatan untuk keperluan informasi rekap data
Pre-Condition Menerima data dengan cara upload dari Sistem P2APST Scenario Admin Pendapatan melakukan proses pembuatan laporan
sesuai dengan keperluan user menggunakan data dari Sistem P2APST dan diolah menggunakan aplikasi Microsoft Office Post-Condition Data laporan tersedia sudah sesuai dengan kebutuhan user
Tabel 3.7 Mendistribusikan Ringkasan Rekap Data
Use Case Name Mendistribusikan Ringkasan Rekap Data Actor Admin Pendapatan
Description Dilakukan oleh Admin Pendapatan untuk menginformasikan rekap data kepada user
Pre-Condition Melakukan pendistribusian data yang sudah diolah secara khusus sesuai dengan kebutuhan user
Scenario Admin Pendapatan melakukan pendistribusian rekap data yang sudah diolah sesuai kebutuhan kepada user
Post-Condition Rekap data yang sudah sesuai dengan kebutuhan user didistribusikan melalui media e-mail
Tabel 3.8 Menerima Laporan Per Tanggal Bayar
Use Case Name Menerima Laporan Per Tanggal Bayar Actor User Collecting Agent (Bank/Pos)
Description Penerimaan data Laporan Per Tanggal Bayar untuk keperluan rekon dana
Pre-Condition Menerima e-mail dari Admin Pendapatan
Scenario User Collecting Agent (Bank/Pos) menerima email dari Admin Pendapatan yang berisi data Laporan Per Tanggal Bayar
Post-Condition Data Laporan Per Tanggal Bayar siap diolah oleh User Collecting Agent (Bank/Pos)
Tabel 3.9 Menerima Laporan Per Unit
Use Case Name Menerima Laporan Per Unit
Actor User Unit, User Bidang Pembelanjaan
Description Penerimaan data Laporan Per Unit untuk keperluan rekon dana dan penotaan
Pre-Condition Menerima data dalam bentuk e-mail dan hard copy dari Admin Pendapatan
Scenario User Unit, User Bidang Pembelanjaan menerima e-mail dari Admin Pendapatan yang berisi data Laporan Per Unit
Post-Condition Data Laporan Per Unit siap diolah oleh User Unit, User Bidang Pembelanjaan
Tabel 3.10 Menerima Laporan Per Area
Use Case Name Menerima Laporan Per Area Actor User Area
Description Penerimaan data Laporan Per Area untuk keperluan rekon dana dan penotaan
Pre-Condition Menerima data dalam bentuk e-mail dari User Unit
Scenario User Area menerima e-mail dari User Unit yang berisi data Laporan Per Area
3.2.1. Activity Sistem Berjalan
Tabel 3.11 Skenario Activity Diagram Sistem Berjalan Nama Activity Case Activity Sistem Berjalan
Aktor Sistem P2APST, Admin Pendapatan, User Collecting Agent, User Bidang Pembelanjaan, User Unit, User Area Deskripsi Singkat Penyediaan data dilakukan oleh Sistem P2APST
selanjutnya data diambil oleh Admin Pendapatan, diolah dan diproses menjadi laporan. Laporan tersebut kemudian dikirimkan kepada User Collecting Agent, User Bidang Pembelanjaan, User Unit. User Unit yang meneruskan laporan yang diperlukan kepada User Area. Pra Kondisi Admin Pendapatan melakukan upload data dari Sistem
P2APST
Skenario 1. Sistem P2APST menyediakan data per tanggal bayar dan per unit pelayanan
2. Admin Pendapatan melakukan pengambilan data selanjutnya data tersebut diolah ke dalam bentuk laporan sesuai dengan keperluan user. Admin Pendapatan membuat form monitoring data sesuai laporan final sebagai dasar dalam pengiriman data 3. User Collecting Agent menerima laporan transaksi
per tanggal bayar kemudian melakukan proses pembuatan berkas penagihan
4. User Bidang Pembelanjaan menerima laporan transaksi per Unit untuk penotaan dana yang dikeluarkan sesuai transaksi yang terjadi
5. User Unit menerima laporan transaksi per Unit dan Per Area untuk monitoring penotaan dana yang dikeluarkan sesuai transaksi yang terjadi selama satu bulan
6. User Unit mengirimkan laporan transaksi per Area ke User Area
7. User Area menerima laporan transaksi per Area untuk monitoring penotaan dana yang dikeluarkan sesuai transaksi yang terjadi selama satu bulan
Pasca Kondisi Laporan per tanggal bayar, per unit, dan per area didistribusikan kepada user yang memerlukan dengan tepat waktu dan data akurat sesuai dengan laporan final. Selanjutnya bagi user Collecting Agent, data tersebut dijadikan sebagai dasar untuk melakukan penagihan imbalan jasa. Untuk user Bidang Pembelanjaan, User Unit dan User Area data dijadikan dasar dalam melakukan pengawasan nota keuangan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya, laporan hasil transaksi P2APST per tanggal bayar diperlukan setiap awal bulan oleh 58 (lima puluh delapan) User Collecting Agent. Laporan hasil transaksi P2APST per Unit diperlukan setiap pertengahan bulan oleh 2 (dua) User Bidang Pembelanjaan dan 23 (dua puluh tiga) User Unit. Sedangkan laporan hasil transaksi P2APST per Area diperlukan setiap pertengahan bulan oleh kurang lebih 160 (seratus enam puluh) User Area.
Pengiriman laporan kepada semua user bisa dimulai pada minggu ke-2 setiap bulannya setelah laporan final diterbitkan dari Sub Bidang Pengawasan Dana. Penanganan pembuatan laporan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user yang masih dilakukan secara konvensional ini, diawali dengan pengambilan data dari sistem P2APST oleh Admin Pendapatan, selanjutnya diolah kembali dan disesuaikan dengan bentuk laporan spesifik sesuai kebutuhan user. Adapun permasalahan yang dihadapi dalam penanganan laporan tersebut diantaranya:
a. Diperlukan waktu yang lama untuk mengambil data rekap transaksi P2APST per tanggal bayar per Collecting Agent, per Unit per Collecting Agent, dan per Area per Collecting Agent.
b. Waktu yang lebih lama lagi diperlukan dalam pengolahan format data yang didapatkan dari rekap transaksi P2APST karena data berformat panjang dan terperinci serta belum sesuai dengan keperluan masing-masing user,
c. Pengolahan data memerlukan ketelitian supaya data yang akan dikirimkan ke semua user sesuai dan berpatokan kepada Laporan Final,
d. Diperlukan proses manual dalam penghitungan data Imbalan Jasa yang akan dikirimkan ke semua user,
e. Rumus yang dibuat dalam Microsoft Excel pada setiap pembuatan rekap data harus diupdate satu-per satu untuk masing-masing sheet,
f. Tidak ada yang melakukan pengecekan ulang data dari hasil pengolahan data untuk memastikan kesesuaian antara data dengan Laporan Final. Yang bisa dilakukan hanya menunggu konfirmasi dari masing-masing user jika terjadi ketidaksesuaian pada data yang dikirim,
g. Ketika pihak Manajemen memerlukan data Imbalan Jasa untuk periode tertentu dengan format yang sedikit berbeda, maka data yang diinginkan susah untuk ditampilkan secara cepat karena hal tersebut memerlukan waktu dalam memproses data sesuai dengan permintaan,
h. Terlambatnya pengiriman data ke user Collecting Agent berpengaruh terhadap kecepatan pembuatan berkas penagihan Imbalan Jasa dan yang paling merasakan pengaruhnya adalah Sub Bidang Pembelanjaan khususnya pada data pembayaran pajak yang memiliki denda untuk setiap keterlambatan pembuatan laporan pajak,
i. Kesulitan dalam memonitor penyelesaian penagihan imbalan jasa bulan tertentu yang telah dilakukan oleh pihak Collecting Agent,
j. Kesulitan dalam melakukan analisa antara data dengan pengeluaran dana untuk keperluan Imbalan Jasa,
k. Tidak ada standar pada berkas penagihan imbalan jasa untuk memudahkan pengawasan dan pengaturan pada pemeliharaan arsip,
l. Tidak teraturnya arsip untuk penyelesaian penagihan Imbalan Jasa yang telah dilakukan penagihan oleh Collecting Agent
3.3 Analisa Kebutuhan
Berdasarkan analisa permasalahan yang terjadi pada Sub Bidang Pengelolaan Dana Receipt Bidang Pengelolaan Pendapatan Divisi Perbendaharaan PT PLN (Persero) Kantor Pusat, maka dibutuhkan suatu aplikasi yang secara cepat dan tepat mampu mengelola penghitungan data awal yang sebelumnya diambil dari sistem P2APST untuk memenuhi keperluan semua user atas format laporan spesifik yang menangani Imbalan Jasa sebagai berikut:
a. Melakukan proses penghitungan Imbalan Jasa dalam bentuk per Collecting Agent, per Collecting Agent per Tanggal Bayar, per Collecting Agent per Unit, per Collecting Agent per Area untuk keperluan penagihan dan pengawasannya,
b. Menampilkan laporan Imbalan Jasa per kategori sehingga siap untuk dikirimkan melalui media email sesuai dengan keperluan masing-masing user, c. Laporan per Collecting Agent yang ditampilkan menjadi patokan data bagi
Sub Bidang Pengelolaan Dana Receipt Bidang Pengelolaan Pendapatan Divisi Perbendaharaan PT PLN (Persero) Kantor Pusat dalam melakukan monitoring Imbalan Jasa baik untuk laporan pendukung berkas Imbalan Jasa maupun rekap detail sesuai kebutuhan Sub Bidang Pembelanjaan, Collecting Agent, Unit, dan Area,
d. Laporan per Collecting Agent per Tanggal Bayar menjadi patokan data bagi pihak Collecting Agent dalam pembuatan berkas Imbalan Jasa untuk ditagihkan ke Sub Bidang Pengelolaan Dana Receipt Bidang Pengelolaan Pendapatan Divisi Perbendaharaan PT PLN (Persero) Kantor Pusat,
e. Laporan per Collecting Agent per Unit, per Collecting Agent per Area menjadi patokan data bagi pihak user Unit dan user Area dalam melakukan pengawasan penotaan setiap bulannya atas pembebanan biaya Imbalan Jasa yang telah dibayarkan kepada Collecting Agent,
f. Semua bentuk pelaporan Imbalan Jasa menjadi data dasar dalam mengetahui kinerja Collecting Agent bagi Manajemen PLN untuk periode kinerja secara triwulanan dan semesteran pada pelayanan pelanggan PLN untuk transaksi postpaid, prepaid, dan non taglis,
g. Melakukan proses pencatatan laporan sesuai dengan laporan final dan format yang diperlukan oleh user,
h. Mampu melakukan penelusuran terhadap data Imbalan Jasa periode tertentu, i. Memberikan kemudahan dalam pengecekan data Imbalan Jasa.
3.4 Perancangan Aplikasi
Dalam rangka perancangan, pembahasan, dan penyelesaian masalah pada penulisan tugas akhir ini, Penulis menggunakan model waterfall dalam menerapkan daur hidup pengembangan perangkat lunak. Penulis membuat aplikasi website imbalan jasa P2APST sebagai solusi dalam hubungan sistem P2APST sebagai sistem yang besar dengan user-user yang memerlukan data secara spesifik sehingga data yang didapatkan lebih sesuai dengan keperluan masing-masing user. Selain itu semua user dapat menerima data secara cepat, tepat, serta akurat.
Aplikasi website ini pun diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para user yang memang telah menjadi mitra dalam sistem P2APST. Menu aplikasi yang akan dirancang disesuaikan dengan analisa kebutuhan yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu: Admin Pendapatan, User Bidang Pembelanjaan, User Collecting Agent, User Unit, User Area.
Masing-masing user dapat mengakses data dengan cara login ke website imbalan jasa P2APST setelah sebelumnya mendapatkan user id dan password dari Admin Pendapatan.
3.5 UML (Unified Modeling Language) Usulan
Perancangan sistem perangkat lunak dideskripsikan dengan model analisis menggunakan diagram Use Case serta dilanjutkan dengan model desain. Analisis digunakan untuk pemetaan awal mengenai perilaku yang disyaratkan sistem aplikasi ke dalam elemen-elemen pemodelan. Untuk membantu perancangan dan melengkapi dokumentasi perancangan, digunakan aplikasi Microsoft Visio yang mendukung perancangan dengan basis UML. Berikut gambarannya :
3.5.1. Use Case Sistem Usulan
Gambar 3.4 Use Case Sistem Usulan
Untuk menjelaskan secara detail fungsi dari masing-masing use case tersebut, maka dibuat spesifikasi use case pada tabel sebagai berikut:
Tabel 3.12 Skenario Login
Use Case Name Login
Actor Admin Pendapatan, User Collecting Agent, User Bidang Pembelanjaan, User Unit, User Area
Description 1. Proses login ini sebagai langkah awal bagi user untuk dapat menjalankan sistem.
2. Untuk user yang akan login, telah memiliki user id dan password yang diberikan oleh actor Admin Pendapatan. Pre-Condition User harus login terlebih dahulu dengan memasukkan user id
Scenario 1. Form Login di tampilkan 2. Input userid, password,
3. Verifikasi data userid, password, dengan database user. 4. Menampilkan pesan username, password salah/benar. Alternative Flow Jika user id, password, yang dimasukkan salah, maka actor
tidak dapat masuk ke menu SI Collection Fee
Post-Condition Jika use case ini dijalankan, maka user/actor dapat melakukan kegiatan pada sistem sesuai keperluannya.
Tabel 3.13 Skenario Menyalin Detail Data Rekap
Use Case Name Menyalin Detail Data Rekap Actor Sistem P2APST, Admin Pendapatan
Description Proses penyediaan detail data rekap Imbalan Jasa untuk keperluan penagihan dan pengawasan yang dilakukan setiap awal bulan. Data yang diambil secara total harus sama dengan final report dari Bidang Pendapatan Terpusat.
Pre-Condition Data detail Imbalan Jasa tersedia pada sistem P2APST Scenario Data tersedia dan siap di-download untuk proses lebih lanjut. Alternative Flow -
Post-Condition Tersedianya data detail Imbalan Jasa yang dapat diambil untuk diolah lebih lanjut oleh Actor Admin Pendapatan
Tabel 3.14 Skenario Memproses Data Rekap
Use Case Name Memproses Data Rekap Actor Admin Pendapatan
Description 1. Actor melakukan proses pengolahan data yang telah diambil dari Sistem P2APST untuk dijadikan rekap sesuai kebutuhan user,
2. Data yang diproses berbentuk file text dan atau excel yang tersimpan pada media penyimpanan data yang telah disiapkan oleh actor. Data diambil dari sistem P2APST. Pre-Condition Data rekap Imbalan Jasa sudah tersedia dan siap diproses
Scenario 1. Actor masuk ke Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST 2. Melakukan proses upload data rekap untuk keperluan
pembuatan laporan
3. Melakukan proses pembuatan laporan.
Alternative Flow Jika proses pembuatan laporan tidak berhasil maka actor Admin Pendapatan dapat mengulang kembali proses pembuatan laporan dengan cara menimpa data yang sudah ada.
Post-Condition Laporan Imbalan Jasa berhasil diproses oleh actor Admin Pendapatan dan siap dipergunakan oleh user.
Tabel 3.15 Skenario Pemeliharaan Data
Use Case Name Pemeliharaan Data Actor Admin Pendapatan
Description 1. Actor melakukan proses pemeliharaan data pada sistem informasi imbalan jasa P2APST untuk proses updating sesuai keperluan user,
2. Data yang diperbaharui diantaranya untuk penambahan, pengurangan data unit, per area, dan collecting agent. Pre-Condition Data sudah tersedia dan memerlukan proses pembaharuan
untuk keakuratan pembuatan laporan sesuai keperluan user. Scenario 1. Actor masuk ke Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST
2. Melakukan proses perbaikan sesuai ketentuan
Alternative Flow Jika proses pembuatan laporan tidak berhasil maka actor mengulang kembali prosesnya
Post-Condition Perubahan data berhasil diproses oleh actor dan siap dipergunakan oleh user.
Tabel 3.16 Skenario Mengambil Laporan Rekap Per Collecting Agent
Use Case Name Mengambil Laporan Rekap Per Collecting Agent Actor Admin Pendapatan
Description 1. Actor melakukan proses pengambilan data Imbalan Jasa untuk Laporan Rekap Per Collecting Agent,
2. Data yang diambil digunakan untuk pengawasan berkas-berkas penagihan Imbalan Jasa.
Pre-Condition Data Laporan Rekap Per Collecting Agent telah tersedia pada Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST.
Scenario 1. Actor masuk ke sistem informasi imbalan jasa P2APST 2. Melakukan proses download data rekap
Alternative Flow Jika proses download laporan tidak berhasil maka actor mengulang kembali prosesnya.
Post-Condition Laporan Rekap Per Collecting Agent berhasil didownload oleh actor dan siap dipergunakan sebagai dasar pengawasan data Imbalan Jasa.
Tabel 3.17 Skenario Mengambil Laporan Rekap per Collecting Agent per Tanggal Bayar
Use Case Name Mengambil Laporan Rekap Per Collecting Agent Per Tanggal Bayar
Actor User Collecting Agent
Description 1. Actor melakukan proses pengambilan data Imbalan Jasa untuk Laporan Rekap per Collecting Agent per Tanggal Bayar,
2. Data yang diambil digunakan untuk dasar pembuatan berkas-berkas penagihan Imbalan Jasa.
Pre-Condition Data Laporan Rekap per Collecting Agent per Tanggal Bayar telah tersedia pada Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST. Scenario 1. Actor masuk ke Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST
2. Melakukan proses download data
Alternative Flow Jika proses download laporan tidak berhasil dilakukan, actor dapat mengulang kembali prosesnya.
Post-Condition Laporan Rekap per Collecting Agent per Tanggal Bayar berhasil diproses oleh actor dan siap dipergunakan sebagai dasar pembuatan berkas penagihan imbalan jasa.
Tabel 3.18 Skenario Mengambil Laporan Rekap Per Unit Per Collecting Agent
Use Case Name Mengambil Laporan Rekap Per Unit Per Collecting Agent
Actor User Unit
Description 1. Actor melakukan login
2. Melakukan proses pengambilan data Imbalan Jasa untuk Laporan Rekap Per Unit Per Collecting Agent.
Pre-Condition Data Laporan Rekap Per Unit Per Collecting Agent telah tersedia pada Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST.
Scenario 1. Actor masuk ke Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST 2. Melakukan proses download data untuk dasar pengawasan
nota penagihan Imbalan Jasa
Alternative Flow Jika proses download laporan tidak berhasil maka actor mengulang kembali prosesnya.
Post-Condition Laporan Rekap Per Unit Per Collecting Agent berhasil di-download.
Tabel 3.19 Skenario Mengambil Laporan Rekap Per Area Per Collecting Agent
Use Case Name Mengambil Laporan Rekap Per Area Per Collecting Agent
Actor User Area
Description 1. Actor melakukan login
2. Melakukan proses pengambilan data Imbalan Jasa untuk Laporan Rekap Per Area Per Collecting Agent.
Pre-Condition Data Laporan Rekap Per Area Per Collecting Agent telah tersedia pada Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST.
Scenario 1. Actor masuk ke Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST 2. Melakukan proses download data untuk dasar pengawasan
nota penagihan Imbalan Jasa
Alternative Flow Jika proses download laporan tidak berhasil maka actor mengulang kembali prosesnya.
Post-Condition Laporan Rekap Per Area Per Collecting Agent berhasil diproses oleh actor dan siap diproses lebih lanjut.
Tabel 3.20 Skenario Mengambil Laporan Rekap Per Collecting Agent Per Unit
Use Case Name Mengambil Laporan Rekap Per Collecting Agent Per Unit
Actor User Bidang Pembelanjaan Description 1. Actor melakukan login
2. Melakukan proses pengambilan data Imbalan Jasa untuk Laporan Rekap Per Collecting Agent Per Unit.
Pre-Condition Data Laporan Rekap Per Collecting Agent Per Unit telah tersedia pada Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST.
Scenario 1. Actor masuk ke Sistem Informasi Imbalan Jasa P2APST 2. Melakukan proses download data untuk dasar pengecekan
kesesuaian penagihan Imbalan Jasa dan penotaan ke Unit Alternative Flow Jika proses download laporan tidak berhasil maka actor
mengulang kembali prosesnya.
Post-Condition Laporan Rekap Per Collecting Agent Per Unit berhasil diproses oleh actor dan siap dipergunakan sebagai dasar pengecekan kesesuaian penagihan Imbalan Jasa dan penotaan ke Unit.
3.5.2 Activity Diagram
Activity diagram untuk masuk ke aplikasi Imbalan Jasa P2APST dan selanjutnya dapat menggunakan fasilitas yang tersedia digambarkan sebagai berikut:
3.5.2.1 Activity Diagram Sistem Usulan Login
Gambar 3.5 Activity Diagram Login ke SI Collection Fee
Tabel 3.21 Skenario Activity Diagram Login Nama
Activity
Activity Diagram Login
Actor
User
Deskripsi 1. User melakukan login sebelum masuk ke aplikasi SI Collection Fee,
2. Masukkan username, password . Jika salah maka masukkan kembali username, password yang benar.
3.5.2.2 Activity Diagram Sistem Usulan Menyalin Detail Data Rekap
Gambar 3.6 Activity Diagram Menyalin Detail Data Rekap
Tabel 3.22 Skenario Activity Diagram Menyalin Detail Data Rekap Nama Activity Activity Diagram Menyalin Detail Data Rekap
Actor User Admin Pendapatan
Deskripsi User Admin Pendapatan login ke Sistem P2APST, Jika selanjutnya menyalin data per jenis transaksi hasil copy data dari sistem P2APST dan menyimpannya ke media penyimpanan. Selanjutnya login ke sistem SI Collection Fee dan memilih menu Upload Data untuk proses penyimpanan data.
3.5.2.3 Activity Diagram Sistem Usulan Memproses Data Rekap
Gambar 3.7 Activity Diagram Memproses Data Rekap Tabel 3.23 Skenario Activity Diagram Memproses Data Rekap
Nama Activity Activity Diagram Memproses Data Rekap Actor Admin Pendapatan
Deskripsi Admin Pendapatan harus login dan masuk ke aplikasi. Jika berhasil login, selanjutnya memilih menu Hitung Rekap. Penghitungan rekap berdasarkan jenis transaksi. Setelah proses penghitungan selesai, Admin Pendapatan harus melakukan pengecekan kesesuaian hasil proses dengan final report
3.5.2.4 Activity Diagram Sistem Usulan Pemeliharaan Data
Gambar 3.8 Activity Diagram Pemeliharaan Data
Tabel 3.24 Skenario Activity Diagram Pemeliharaan Data
Nama Activity Activity Diagram Pemeliharaan Data Actor Admin Pendapatan
Deskripsi Admin Pendapatan harus login dan masuk ke aplikasi. Jika berhasil login, selanjutnya memilih menu Pemeliharaan Data. Pembaharuan data dilakukan sesuai dengan permintaan update data untuk kesesuaian data terkini. Data yang dapat diperbaharui adalah data Collecting Agent, Unit, dan Area.
3.5.2.5 Activity Diagram Sistem Usulan Laporan
Gambar 3.9 Activity Diagram Laporan
Tabel 3.25 Skenario Activity Diagram Laporan Nama Activity Activity Diagram Laporan Actor User
Deskripsi User harus login dan masuk ke aplikasi. Jika berhasil login, selanjutnya memilih menu Laporan sesuai keperluan.
3.5.3 Rancangan Sequence Diagram
Sebagai pemodelan visual, sequence diagram menggambarkan bagaimana objek- objek di dalam sistem berinteraksi seiring dengan waktu penggunaannya. Sequence Diagram menampilkan informasi yang sama dengan Diagram Kolaborasi (Collaboration Diagram), hanya dengan bentuk yang berbeda. Dalam penggambaran skenario – skenario yang ada pada use case diagram usulan pada aplikasi Imbalan Jasa P2APST ini, maka diperlukan sebuah sequence diagram
yang difungsikan untuk menggambarkan skenario – skenario tersebut agar dapat diketahui detail dari use case usulan yang telah digambarkan sebelumnya.
1. Rancangan Sequence Diagram Halaman Utama
Gambar 3.10 Sequence Diagram Halaman Utama
Tabel 3.26 Skenario Sequence Diagram Halaman Utama
Sequence Name Halaman Utama Actor User
Description 1. Halaman yang menampilkan logo perusahaan dan nama aplikasi
2. User harus login jika ingin masuk ke dalam SI Collection Fee
2. Rancangan Sequence Diagram Login
Gambar 3.11 Sequence Diagram Login Tabel 3.27 Skenario Sequence Diagram Login
Sequence Name Login
Actor User
Description Untuk dapat masuk dan mengakses aplikasi user harus melakukan login terlebih dahulu.
3. Rancangan Sequence Diagram Upload Data
Gambar 3.12 Sequence Diagram Upload Data Tabel 3.28 Skenario Sequence Diagram Upload Data
Sequence Name Upload Data Actor User
Description User harus login terlebih dahulu, kemudian pilih menu Upload Data akan tampil pilihan proses data per jenis transaksi. User memilih sesuai dengan data yang akan diproses.
4. Rancangan Sequence Diagram Hitung Rekap
Gambar 3.13 Sequence Diagram Hitung Rekap Tabel 3.29 Skenario Sequence Diagram Hitung Rekap
Sequence Name Hitung Rekap Actor User
Description User harus login terlebih dahulu, kemudian pilih menu Hitung Rekap dan memilih hitung rekap per jenis transaksi. Sistem akan memproses perhitungan dan menyimpannya.
5. Rancangan Sequence Diagram Pemeliharaan Data
Gambar 3.14 Sequence Diagram Pemeliharaan Data
Tabel 3.30 Skenario Sequence Diagram Pemeliharaan Data
Sequence Name Pemeliharaan Data Actor User
Description User harus login terlebih dahulu, kemudian pilih menu Pemeliharaan Data dan selanjutnya memilih data yang perlu di-update. Sistem akan menyimpan data yang diupdate.
6. Rancangan Sequence Diagram Laporan
Gambar 3.15 Sequence Diagram Laporan Tabel 3.31 Skenario Sequence Diagram Laporan
Sequence Name Laporan Actor User
Description User harus login terlebih dahulu, kemudian pilih menu Laporan dan selanjutnya memilih laporan. Laporan dapat disimpan setelah copy paste ke dalam bentuk file xls.
3.5.4 Rancangan Class Diagram
3.6 Struktur Database
Aplikasi Imbalan Jasa P2APST PLN Pusat mempunyai database dengan nama database yaitu lunas_db yang terdiri dari tabel-tabel seperti dibawah ini:
Tabel 3.32 user
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 user_username varchar 15 Nama user ketika login 2 user_password varchar 100 Password user 3 user_name varchar 50 Sebutan user 4 user_role tinyint 4 Jenis role user 5 aktif varchar 1 Status keaktifan user
Tabel 3.33 tbl_ca
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran
2 nama_ca text Nama Collecting Agent
3 almt_ca text Alamat Collecting Agent
4 pic_ca text Contact Person
5 email_pic_ca text Alamat email PIC CA
Tabel 3.34 tbl_unit
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_unit varchar 2 Kode unit
2 nama_unit text Nama unit
3 almt_unit text Alamat unit
4 pic_unit text Contact Person Unit
Tabel 3.35 tbl_area
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_area varchar 5 Kode area
2 kode_unit varchar 2 Kode unit
3 nama_ area text Nama area
4 almt_ area text Alamat area
5 pic_ area text Contact Person area
6 Email_pic_ area text Alamat email PIC area
Tabel 3.36 tbl_post
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan
1 idpel varchar 12 Id Pelanggan
2 kode_unit varchar 2 Kode unit pelanggan 3 kode_area varchar 5 Kode area pelanggan
4 blth varchar 6 Bulan tahun rekening
5 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar
6 tglbayar varchar 8 Tanggal pembayaran
7 rpbayar double Total pembayaran
8 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran
Tabel 3.37 tbl_pre
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan
1 nopel varchar 11 Nomor Pelanggan
2 kode_unit varchar 2 Kode unit pelanggan 3 kode_area varchar 5 Kode area pelanggan 4 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar
5 tglbayar varchar 8 Tanggal pembayaran
6 rpbayar double Total pembayaran
Tabel 3.38 tbl_nt
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 no_registrasi varchar 20 Nomor register pembayaran 2 kode_unit varchar 2 Kode unit pelanggan
3 kode_area varchar 5 Kode area pelanggan 4 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar 5 tglbayar varchar 8 Tanggal pembayaran
6 rpbayar double Total pembayaran
7 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran
Tabel 3.39 biayaadmin
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan
1 rupiah integer 5 Rupiah pembayaran imbalan jasa
Tabel 3.40 rekap_ca
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran 2 kode_trx varchar 1 Kode transaksi pembayaran 3 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar 4 lbr_trx integer 10 Nomor referensi bayar
Tabel 3.41 rekap_ca_tgl
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran
2 tglbayar varchar 8 Tanggal pembayaran
3 kode_trx varchar 1 Kode transaksi pembayaran 4 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar 5 lbr_trx integer 20 Nomor referensi bayar
6 rpbayar double Total pembayaran
Tabel 3.42 rekap_ca_unit
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran 2 kode_unit varchar 7 Kode unit pelanggan 3 kode_trx varchar 1 Kode transaksi pembayaran 4 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar 5 lbr_trx integer 10 Nomor referensi bayar
6 rpbayar double Total pembayaran
Tabel 3.43 rekap_ca_area
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran 2 kode_unit varchar 7 Kode unit pelanggan 3 kode_area varchar 5 Kode area pelanggan 4 kode_trx varchar 1 Kode transaksi pembayaran 5 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar 6 lbr_trx integer 11 Nomor referensi bayar
Tabel 3.44 rekap_ unit_ca
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 kode_unit varchar 7 Kode unit pelanggan 2 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran 3 kode_trx varchar 1 Kode transaksi pembayaran 4 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar 5 lbr_trx integer 10 Nomor referensi bayar
6 rpbayar double Total pembayaran
Tabel 3.45 file_upload
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan
1 id integer 10 Id upload file
2 nama_file varchar 50 Nama file upload
3 kode_trx varchar 1 Kode transaksi pembayaran 4 lbr_trx integer 10 Bulan tahun transaksi bayar 5 tgl_upload timestamp Tanggal upload
6 user_upload varchar 15 User yang meng-upload
Tabel 3.46 temp_post
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan
1 idpel varchar 12 Id Pelanggan
2 kode_unit varchar 2 Kode unit pelanggan 3 kode_area varchar 5 Kode area pelanggan
5 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar
6 tglbayar varchar 8 Tanggal pembayaran
7 rpbayar double Total pembayaran
8 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran
Tabel 3.47 temp_pre
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan
1 nopel varchar 11 Nomor Pelanggan
2 kode_unit varchar 2 Kode unit pelanggan 3 kode_area varchar 5 Kode area pelanggan 4 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar
5 tglbayar varchar 8 Tanggal pembayaran
6 rpbayar double Total pembayaran
7 kode_ca varchar 7 Kode tempat pembayaran
Tabel 3.48 temp_nt
No Nama Field Tipe Data Length Keterangan 1 no_registrasi varchar 20 Nomor register pembayaran 2 kode_unit varchar 2 Kode unit pelanggan
3 kode_area varchar 5 Kode area pelanggan 4 blth_trx varchar 6 Bulan tahun transaksi bayar 5 tglbayar varchar 8 Tanggal pembayaran
6 rpbayar double Total pembayaran
3.7 Rancangan Struktur Menu Aplikasi
Perancangan menu aplikasi didasari oleh proses yang harus ada sebagaimana digambarkan dalam use case diagram dan activity diagram. Berdasarkan hal tersebut, maka menu aplikasi dirancang sesuai dengan kebutuhan aktor. Berikut rancangan menu aplikasinya :
3.8 Rancangan Layar Aplikasi
1. Rancangan Halaman Menu Utama
Gambar 3.18 Rancangan Halaman Menu Utama 2. Rancangan Halaman User
Gambar 3.19 Rancangan Halaman User 3. Rancangan Halaman Upload
Gambar 3.20 Rancangan Halaman Upload 4. Rancangan Halaman Hitung Rekap
Gambar 3.21 Rancangan Halaman Hitung Rekap 5. Rancangan Halaman Pemeliharaan Data
Gambar 3.22 Rancangan Halaman Pemeliharaan Data 6. Rancangan Halaman Laporan
7. Rancangan Halaman User Management
Gambar 3.24 Rancangan Halaman User Management
8. Rancangan Halaman Collecting Agent
Gambar 3.25 Rancangan Halaman Collecting Agent
9. Rancangan Halaman Unit
10. Rancangan Halaman User Area
Gambar 3.27 Rancangan Halaman User Area
11. Rancangan Halaman Bidang Pembelanjaan