60 BAB IV
PENGUMPULAN DATA
4.1 GambaranUmumPerusahaan
4.1.1 Profil Perusahaan
PT. XYZ adalah suatu perusahaan manufactur pembuatan resin paper dan textile. Berdasarkan filosofi manajemen kepuasan pelangan, sumberdaya manusia yang terbaik, dan rasionalisme. PT. XYZ akan membuat setiap usahanya menjadi “perusahaan resin yang dapat bersaing didalam dan diluar negeri dan upaya terbaik untuk membangun “Ultimate Value of Customers”.
PT. XYZ
Jl. Raya manis
curug – Tangerang 15820 Indonesia
4.1.2 Kebijakan Mutu Perusahaan
PT.XYZ sebagai perusahaan kimia berkomitmen untuk memenuhi kepuasan pelanggan melalui keunggulan mutu produk dan pelayanan serta selalu melakukan peningkatan kesinambungan.
61 4.1.4 Hasil dan Jam Kerja
Ketenaga kerjaan
Tabel 4.1 Tabel ketenaga kerjaan
Jadwal Kerja
Shift Hari Waktu (WIB)
Non shift senin s/d jum'at 08.30 - 16.30
Sabtu 08.30- 14.30
Shift I senin s/d jum'at 07.00 - 15.00
Sabtu 07.00 - 12.00
Shift II senin s/d jum'at 15.00 - 23.00
Sabtu 12.00 - 17.00
Shift III senin s/d jum'at 23.00 - 07.00
Sabtu 17.00 - 22.00 Jadwal Satpam Shift I 08.00 - 16.00 Shift II 16.00 - 24.00 Shift III 24.00 - 08.00 4.1.5 Proses
62 4.2 Pengumpulan Data
Data yang dibutuhkan pada pengukuran produktivitas OMAX yaitu:
A. Data produk yang dihasilkan/produksi aktual B. Data jumlah produk yang baik
C. Data jumlah produk yang diperbaiki D. Data jumlah pemakaian listrik E. Data jumlah jam kerja normal F. Data jumlah jam lembur
63 G. Data jumlah tenaga kerja
H. Data jumlah tenaga kerja absen
Data pada nomer satu sampai dengan delapan tersebut dikelompokan menjadi dua kelompok, yang pertama adalah data untuk periode dasar yang mana data periode tahun 2011 sampai dengan juni 2013 dan digunakan untuk membentuk performasi standar awal pada matrik sasaran (OMAX), sedangkan data yang digunakan pengukuran produktivitas adalah dari Januari-juni 2013.
Table 4.2 Rasio Data Hasil Produksi
Tahun Bulan A B C D F G H I
(ton) (ton) (ton) (Kwh) (jam) (jam) (orang) (orang)
2011 Januari 1380 1376,8 3,2 10741,5 314 16 20 2 Pebruari 1224 1220,9 3,1 11764,5 272 16 20 3 Meret 1479,8 1476,5 3,3 10230 337 13 20 1 April 1363,5 1360,1 3,4 10310 319 13 20 2 Mei 1398,4 1395,1 3,3 10741,5 314 16 20 1 Juni 1291,5 1288 3,5 10260 300 17 19 1 Juli 1435,85 1432,75 3,1 10761,5 319 17 19 2 Agustus 1291,5 1289 2,5 9818,5 286 16 19 3 September 1353 1350,2 2,8 10250 272 16 19 2 Oktober 1426,45 1420,95 5,5 10771,5 319 16 19 1
64 November 1444,8 1441,8 3 11253 328 17 19 1 Desember 1482,25 1477,25 5 10641,5 333 16 18 2 2012 Januari 1393,8 1390,8 3 10750,5 314 14 18 3 Februari 1403 1400,6 2,4 9708,5 342 14 18 2 Maret 1417,05 1412,05 5 10771,5 314 16 18 2 April 1382,3 1379,3 3 10320 314 16 18 3 Mei 1414,7 1411,2 3,5 10767,5 319 16 18 1 Juni 1440,55 1437,55 3 11597,93 319 14 18 1 Juli 1449,6 1447,4 2,2 10063,43 328 10 18 3 Agustus 1160,9 1158,1 2,8 11496,82 281 10 18 1 September 1374,75 1372,05 2,7 11262,04 305 10 18 1 Oktober 1466,4 1463,3 3,1 10967,93 314 10 18 2 November 1421,4 1418,7 2,7 10886,43 314 12 18 2 Desember 1368,4 1365,3 3,1 10922,04 300 10 18 1 Data produksi:
Data yang digunakan yaitu data produksi aktual dan produksi plan. Produksi aktual merupakan jumlah produksi yang dihasilkan selama satu bulan, sedangkan produksi plan merupakan rencana dan produk yang harus diproduksi dari tahun 2012 sampai dengan juni 2013.
Data Tenaga Kerja:
Data tenaga kerja yang digunakan yaitu data total operator/tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja didepartement produksi dari periode 2012 sampai dengan juni 2013.
65 Data produk yang diperbaiki digunakan yaitu jumlah produk yang diperbaiki terjadi didepartement produksi setiap bulan ditahun 2012 sampai dengan juni 2013. Data produk cacat untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.4.
Data Waktu Tenaga Kerja:
Data waktu tenaga kerja merupakan total jam yang digunakan operator/tenaga kerja selama satu bulan. Data yang digunakan yaitu data jam tenaga kerja pada tahun 2012 sampai dengan juni 2013.
Data Waktu Lembur:
Data waktu lembur diperoleh yaitu jam lembur actual dan jam lembur plan departement produksi selama tahun 2012 sampai dengan juni 2013.
Data Pemakaian Listrik:
Data pemakaian listrik diperoleh yaitu data kwh listrik pada departement produksi dari periode 2012 sampai dengan juni 2013.
4.3 Pengolahan Data
Pada penerapan pengukuran produktivitas OMAX ini, penulis membagi menjadi dua tahapan yaitu tahap pembuatan standar matriks OMAX dan tahap pengoperasian matrix omax.
66 Pada tahap ini merupakan tahap awal dalam melakukan pengukuran produktivitas dengan metode OMAX. Pada tahap ini penulis akan menentukan standart matrik yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Dalam menentukan standart matrik terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan menentukan kriteria / rasio, perhitungan rasio, nilai sasaran pencapaian 3, 10, dan 0 menetukan sasaran jangka pendek, dan menentukan bobot tiap kriteria / rasio yang diukur.
4.3.2 Menentukan Kriteria dan Perhitungan Rasio
Dalam menetapkan kriteria ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:
- Manajer diharapkan dapat mengarahkan perhatian dengan langkah yang lebih baik, bila kriteria jumlahnya seidkit. Kriteria yang tidak diperlukan hanya merupakan pemborosan dalam hal ini diperlukan analisis yang cukup baik, apakah kriteria akan dikombinasikan atau dihilangkan.
- Menitik beratkan pada pengukuran yang sedang dijalankan. Biasanya kriteria dalam matrik menggunakan rasio yang telah dipantau oleh perusahaan, dalam menganalisis ktriteria yang mungkin diperlukan, ada beberapa kategori yang perlu diperhatikan, yaitu efisiensi, efektifitas dan inferensial
Adapun kriteria saat ini yang paling dominan mempengaruhi tingkat produktivitas antara lain.
67 Menunjukan bagaimana pengunaan sumber daya perusahan, seperti tenaga kerja, energi, material serta modal yang sehemat mungkin, adapun yang termasuk pada kriteria ini antara lain:
Rasio 1 =
Rasio 2 =
Rasio 3 =
2. Kriteria efektivitas
Menunjukan bagaimana perusahaan mencapai hasil bila dilihat dari sudut akurasi dan kualitasnya, yang termasuk pada kriteria ini antara lain:
Rasio 4 =
Rasio 5 =
3. Kriteria inferensial.
Menunjukan suatu kriteria yang tidak secara langsung mempengaruhi produktivitas tetapi apabila diikut sertakan dalam matrik dapat membantu perhitungan variable yang mempengaruhi beberapa faktor mayor, yang termasuk pada kriteria ini antara lain:
68 Rasio 6 =
Rasio 7 =
Kriteria diatas merupakan kriteria produktivitas yang pada saat ini merupakan suatu masalah yang pada saat ini harus ditanggulangi karena kriteria tersebut memegang peranan penting dalam upaya memperbaikai dan meningkatkan produktivitas pada PT.XYZ, selain itu manajemen PT. XYZ juga mempunyai komitmen untuk memperbaiki produktivitas terutama pada departemen produksi.
4.3.2.1.Penjelasan Kriteria
Pada pembahasan ini akan dijelaskan secara lengkap dan terperinci mengenai rasio kriteria produktivitas yang diperoleh, yang berhubungan dengan kriteria produktivitas diatas:
1. Kriteria Total Produk yang dihasilkan/Jumlah Tenaga Kerja (ton/orang)
Rasio – rasio yang membentuk kriteria ini adalah:
Rasio 1 =
Keterangan:
Total produk yang dihasilkan: julamh produk yang diproduksi oleh
perusahaan selama satu bulan termasuk yang cacat/ Reject.
Total tenaga kerja: jumlah tenaga kerja yang bekerja di line produksi
69 2. Kriteria Total Produk yang dihasilkan/Jumlah Waktu Tenaga Kerja
(ton/jam)
Rasio – rasio yang membentuk kriteria ini adalah:
Rasio 2 =
Keterangan:
Jumlah waktu tenaga kerja : jam kerja yang terpakai: jumlah jam kerja yang
dilakukan jumlah tenaga kerja per hari kali jumlah hari kerja selama satu bulan.
3. Kriteria Total Produk yang dihasilkan/Jumlah Pemakaian Listrik (ton/Kwh)
Rasio 3 =
Keterangan:
Jumlah Pemakaian Listrik : jumlah pemakaian listrik yang digunakan oleh
perusahaan selama satu bulan.
4. Kriteria Total produk yang diperbaiki/Total Produk yang dihasilkan (%)
Rasio yang membentuk kriteria ini:
Rasio 4 =
70 Jumlah Produk yang diperbaiki : total produk cacat dan yang diperbaikin
selama satu bulan.
5. Kriteria Total Produk yang diperbaiki/Total Produk yang Baik (%)
Rasio yang membentuk kriteria ini:
Rasio 5 =
Keterangan:
Jumlah Produk yang baik: total produk yang baik tanpa diperbaiki selama
satu bulan.
6. Kriteria Total Jam Kerja Lembur/Total Jam Kerja Normal
Rasio yang membentuk kriteria ini:
Rasio 6 =
Keterangan:
Jumlah Jam lembur Aktual : jumlah jam lembur yang terpakai selama satu
bulan.
Jumlah Jam Kerja Normal: waktu kegiatan operasioanal pabrik yang kan
telah ditentukan dan seharusnya dilaksanakan selama satu bulan. 7. Kriteria Total Tenaga Kerja Absen/ Total Tenaga Kerja
Rasio yang membentuk kriteria ini:
71 Keterangan:
Jumlah Absensi Tenaga Kerja: Jumlah tenaga kerja yang absen selama satu
bulan
Total Tenaga Kerja: jumlah semua tenaga kerja didepartemen produksi.
Setelah menentukan jenis kriteria/ rasio produktivitas yang akan diukur, maka langkah selanjutnya menghitung kriteria/rasio produktivitas tersebut. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui nilai dari tiap rasio yang telah ditentukan.
Nilai rasio tersebut dapat dilihat pada tabel 4.3
4.3.3 Perhituangn Rasio Produktivitass tahun 2011-2012
72 4.4 Pengolahan data
Tabel 4.3 Perhitungan Rasio
4.4.1 Penentukan Nilai Masing-masing Kriteria / Rasio
Setelah perhitungan nilai rasio untuk masing-masing kriteria, maka proses selanjutnya adalah menentukan atau menghitung skor. Mula-mula skor yang didapat adalah skor 0, skor 3 dan skor 10. Nilai skor 0 adalah nilai terburuk dati tiap rasio yang diukur mulai periode awal hingga periode akhir pengukuran. Nilai 2011 Januari 69 4,394904 0,128474 0,002319 0,00232423 0,05095541 0,1 Februari 61,2 4,5 0,104042 0,002533 0,00253911 0,05882353 0,15 Maret 73,99 4,391098 0,144653 0,00223 0,00223502 0,03857567 0,05 April 68,175 4,274295 0,13225 0,002494 0,00249982 0,04075235 0,1 Mei 69,92 4,453503 0,130187 0,00236 0,00236542 0,05095541 0,05 Juni 67,973684 4,305 0,125877 0,00271 0,00271739 0,05666667 0,052632 Juli 75,571053 4,501097 0,133425 0,002159 0,00216367 0,05329154 0,105263 Agustus 67,973684 4,515734 0,131537 0,001936 0,00193949 0,05594406 0,157895 September 71,210526 4,974265 0,132 0,002069 0,00207377 0,05882353 0,105263 Oktober 75,076316 4,47163 0,132428 0,003856 0,00387065 0,05015674 0,052632 Nopember 76,042105 4,404878 0,128392 0,002076 0,00208073 0,05182927 0,052632 Desember 82,347222 4,451201 0,13929 0,003373 0,00338467 0,04804805 0,111111 2012 Januari 77,433333 4,438854 0,12965 0,002152 0,00215703 0,04458599 0,166667 Februari 77,944444 4,102339 0,144513 0,001711 0,00171355 0,04093567 0,111111 Maret 78,725 4,512898 0,131555 0,003528 0,00354095 0,05095541 0,111111 April 76,794444 4,402229 0,133944 0,00217 0,00217502 0,05095541 0,166667 Mei 78,594444 4,434796 0,131386 0,002474 0,00248016 0,05015674 0,055556 Juni 80,030556 4,515831 0,124208 0,002083 0,00208688 0,04388715 0,055556 Juli 80,533333 4,419512 0,144046 0,001518 0,00151997 0,0304878 0,166667 Agustus 64,494444 4,131317 0,100976 0,002412 0,00241775 0,03558719 0,055556 September 76,375 4,507377 0,122069 0,001964 0,00196786 0,03278689 0,055556 Oktober 81,466667 4,670064 0,133699 0,002114 0,0021185 0,03184713 0,111111 November 78,966667 4,526752 0,130566 0,0019 0,00190315 0,03821656 0,111111 Desember 76,022222 4,561333 0,125288 0,002265 0,00227056 0,03333333 0,055556 Jumlah 1247,9713 75,52872 2,233603 0,04215 0,04226067 0,85241145 1,698538 rata2 73,410074 4,442866 0,131388 0,002479 0,00248592 0,05014185 0,099914
73 skor 3 adalah nilai rata-rata dari enam bulan pertama, nilai yang didapatkan dari periode awal hingga periode ke enam.
Setelah didapat nilai rasio untuk skor 0, 3 dan 10, maka perlu dihitung nilai rasio untuk skor 1dan 2 serta 4,5,6, 7, 8, dan 9. Nilai untuk skor tersebut didapat drai perhitungan menggunakan rumus interpolasi dengan menggunakan data yang sudah ada, yaitu nilai 0, 3, dan 10.
Penentuan nilai skore 3:
Diperoleh dari nilai rata-rata enam bulan periode pertama.
Tabel 4.4 Perhitungan Skore 3
No. KRITERIA PRODUKTIVFITAS SATUAN SKORE 3
1. EFISIENSI
1.Total produk yang dihasilkan/ Jumlah tenaga kerja ton/orang
73,41007
2.Total produk yang dihasilkan/ total jam kerja ton/jam
4,4428
3. Total produk yang dihasilkan/ total pemakaian listrik ton/Kwh
0,1314 2. EFEKTIVITAS
1. Total produk yang diperbaiki/total produk yang dihasilkan %
0,002479
2. Total produk yang diperbaiki/ total produk yang baik %
0,02486 3. INFERENSIAL
1. Total jam kerja lembur/ total jam kerja %
0,0501
2. Total karyawan Absen/ Total Karyawan %
74 Penentuan nilai skore 10
Nilai diperoleh dari nilai tertingi/ tingkat pencapaian tertinggi
Tabel 4.5 Perhitungan Skor 10
No. KRITERIA PRODUKTIVFITAS SATUAN SKORE 10 1. EFISIENSI
1.Total produk yang dihasilkan/ Jumlah tenaga kerja ton/orang 82,3472 2.Total produk yang dihasilkan/ total jam kerja ton/jam 4,9742 3. Total produk yang dihasilkan/ total pemakaian listrik ton/Kwh 0,1446 2. EFEKTIVITAS
1. Total produk yang diperbaiki/total produk yang
dihasilkan %
0,0024
2. Total produk yang diperbaiki/ total produk yang baik % 0,0024 3. INFERENSIAL
1. Total jam kerja lembur/ total jam kerja % 0,0495
2. Total karyawan Absen/ Total Karyawan % 0,0838
Penentuan nilai skore 0
Nilai skor 0 adalah merupakan nilai terburuk dan kriteria-kriteria yang pernah dicapai selama periode tahun 2011 sampai dengan 2012 pada PT. XYZ. Pada penentuan skor 0 ini sama seperti pada penentuan skor 10, hanya saja pada skor 10 untuk nilai yang tertinggi sedangkan pada skor 0 ini adalah nilai yang terendah.
75 Berikut adalah table penetapan sasaran skor 0 untuk PT.XYZ, sebagai berikut:
Tabel 4.6 Perhitungan Skore 0
No. KRITERIA PRODUKTIVFITAS SATUAN SKORE 0 1. EFISIENSI
1.Total produk yang dihasilkan/ Jumlah tenaga kerja ton/orang 61,2 2.Total produk yang dihasilkan/ total jam kerja ton/jam 4,3792 3. Total produk yang dihasilkan/ total pemakaian listrik ton/Kwh 0,1276 2. EFEKTIVITAS
1. Total produk yang diperbaiki/total produk yang
dihasilkan %
0,0038
2. Total produk yang diperbaiki/ total produk yang baik % 0,0034 3. INFERENSIAL
1. Total jam kerja lembur/ total jam kerja % 0,0588
2. Total karyawan Absen/ Total Karyawan % 0,1667
Penentuan sasaran jangka pendek (skor 4 sampai dengan 9 dan 1 sampai dengan 2)
Nilai skor empat sampai sembilan disebut juga sasaran jangka pendek. Setelah dasar pengukuran dan sasaran ditentukan, maka perlu didefinisikan nilai langkah-langkah antara sebagai sasaran menengah. Nilai ini kemudian diisikan antara skor/level tingkat tiga sampai level tingkat 10 dan level 0 sampai level 3 pada pengoperasian matrik. Hal ini dilakukan karena sasaran jangka panjang tidak bisa diperoleh langsung tetapi harus melalui tahap-tahap pengembangan. Tiap-tiap sasaran jangkapendek adalah merupakan langkah-langkah yang memberi performance untuk menunju sasaran jangka panjang selama periode waktu tertentu. Metode yang paling umum dan sederhana yang digunakan untuk mengisikan nilai sasaran antara adalah metode linear, yaitu bergerak maju dengan
76 interval yang sama ditambahkan atau dikurangkan ketika bergerak dari level satu ke level lainnya. Nilai interval dapat dicari dengan cara membagi selisih antara level yang diketahui (level 0, 3 dan 10),berikut adalah contoh perhitungan nilai interval/level pada tiap tingat pada Rasio 1. Total produk yang dihasilkan/jumlah tenaga kerja (ton/orang).
Diketahui: Skor/Level 0 = 61,2
Skor /level 3 =73,41007
Skor/ level 10 =82,3472
Kenaikan pada level 1 dan 2 dapat dilakukan dengan cara interpolasi, yaitu:
berikut:
Rasio 1:
4,070025
Level 1 = 61,2 +4,070025 = 65,27002 Level 2 = 65,27002 + 4,070025 = 69,34005
Kenaikan pada level 4 sampai dengan 9 dapat dilakukan pula dengan cara interpolasi.
1,276732
Selanjutnya seperti contoh diatas untuk menghitung level pada rasio-rasio lain.
77 Level 4 = +1,276732= 74,68681 Level 5 = 74,68681+ 1,276732=75,96354 Level 6 = 72,3681 +1,276732= 77,24027 Level 7 = 74,3639 +1,276732= 78,517 Level 8 = 76,3597 +1,276732= 79,79374 Level 9 = 78,3555 +1,276732= 81,07047 Level 10 = 80,3514 +1,276732 =82,3472 Tabel skor untuk semua rasio
Table 4.7 Perhitungan semua Rasio
rasio 1 rasio2 rasio3 rasio4 rasio5 rasio6 rasio7 level 10 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,05 level 9 81,07047 4,898295 4,28237 0,001811 0,001923 0,033306 0,057131 level 8 79,79374 4,82239 3,59054 0,001923 0,002063 0,036112 0,064261 level 7 78,517 4,746485 2,898709 0,002034 0,002204 0,038918 0,071392 level 6 77,24027 4,670581 2,206879 0,002145 0,002345 0,041724 0,078522 level 5 75,96354 4,594676 1,515049 0,002257 0,002486 0,04453 0,085653 level 4 74,68681 4,518771 0,823219 0,002368 0,002627 0,047336 0,092783 level 3 73,41007 4,442866 0,131388 0,002479 0,002486 0,050142 0,099914 level 2 69,34005 4,329344 0,121259 0,00292 0,012991 0,053028 0,122176 level1 65,27002 4,215822 0,111129 0,00336 0,023495 0,055914 0,144438 level 0 61,2 4,1023 0,101 0,0038 0,034 0,0588 0,1667 Dalam tabel Matrix OMAX, masing-masing skor dari 0 sampai 10 mempunyai kategori produktivitas yang berbeda-beda dari “sangat buruk hingga “sangat baik”. Semakin tinggi skornya, maka kategorinya sangat baik.
78 Tabel 4.8 Tabel kategore skor
Kategori skor Skor Kategori 10 Sangat baik 9 Baik 8 7 6 5 Sedang 4 3 2 Buruk 1 0 Sangat buruk 4.5 Pengoperasian OMAX
Pengumpulan dan pengolahan data mulai dari penentuan kriteria, penentuan skor 3, penentuan skor 10 dan penentuan skor 0 telah dilakukan diatas, dengan demikian telah didapatkan suatu pengukuran tingkat produktivitas model OMAX yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas periode januari sampai dengan juni 2013.
79 Tabel 4.9 Table Obejektive Matrix
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
PT.XYZ
Kriteria EFEKTIVITAS EFISIENSI INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1
Rasio
2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5
Rasio 6 Rasio 7 LEVEL nilai aktual Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 skor aktual Bobot NILAI PERFORMANCE INDICATOR
CURRENT PREVIOUS INDEX
80 4.5.1 Menetapkan Sasaran Akhir (skor 10)
4.5.1.1 Penentuan bobot masing-masing Rasio
Periode dasar merupakan performasi yang digunakan sebagai standar mula-mula atau standar awal pada peningkatan dalam menggunakan metode OMAX, bobot diletakkan/ditulis pada kolom weight, dan untuk sasaran diletakkan/ditulis pada kolom sasaran (dibawah baris performance). Periode dasar merupakan penjumlahan dari seluruh bobot yang telah diidentifikasi, untuk itu manajemen PT.XYZ menetapkan bobot dan sasaran sebagai berikut:
Sasaran akhir atau target yang ingindicapai adalah berdasarkan kebijakan dan kemampuan dari perusahaan PT. XYZ berikut adalah target yang dimaksud:
Rasio 1 (Hasil Produksi Aktual yang dihasilkan/jumlah tenaga kerja)
Sasaran akhir yang diinginkan perusahaan untuk rasio 1 adalah adanya perbaikan pemakainan tenaga kerja sebesar 23% dari rata – rata nilai KPI 6 bulan terrasio akhir tahun 2011-2012.
Rasio 2 (Hasil Produksi Aktual yang dihasilkan / Jumlah jam kerja)
Sasaran akhir yang diinginkan perusahaan untuk rasio 2 adalah adanya perbaikan waktu kerja sebesar 25% dari rata-rata nilai KPI 6 bulan terakhir rasio tahun 2011-2012.
Rasio 3 (Hasil Produksi Aktual yang dihasilkan/jumlah pemakaian listrik)
Sasaran akhir yang diinginkan perusahaan adalah adanya perbaikan energi sebesar 20% dari rata –rata nilai KPI 6 bulan terakhir tahun 2011-2012.
81 Rasio 4 ( Total Produk yang diperbaiki/ total produk yang dihasilkan)
Sasaran akhir yang diinginkan perusahaan adalah adanya penurun produk cacat menjadi 0.06% dari total produksi rata-rata nilai KPI 6 bulan terakhir 2011-2012.
Rasio 5 (Total produk yang diperbaiki /total produk yang baik)
Sasaran akhir yang diinginkan adalah penurunan produk cacat menjadi 0,06% dari produk yang baik yang dihasilkan.
Rasio 6 (Jumlah Tenaga Kerja Absen/Total Tenaga Kerja)
Target yang diinginkan perusahaan adalah 0%, karena semakin sedikit jumlah tenaga kerja yang absen semakin cepat dan efisien dalam melakukan produksi.
Rasio 7 (total jam lembur/jam kerja normal)
Target yang diinginkan perusahaan adalah 0%, karena semakin sedikit jumlah jam kerja lembur semakin cepat dan efisien dalam melakukan produksi.
Berikut dapat dilihat nilai target/sasaran akhri dari masing – masing rasio produktivitas, pada tabel dibawah ini:
Table 4.10 Perhitungan Target dan Bobot
Rasio
Nilai Tahap Awal
Target Bobot (Rata-rata dari nilai KPI 6 bulan
terakir periode 2012) Rasio 1 76,3097 77,952972 16 Rasio 2 4,4694 5,474 16 Rasio 3 0,1261 0,159375 15 Rasio 4 0,0020 0,000144 13 Rasio 5 0,0020 0,000144 13 Rasio 6 0,0337 0,000495 13 Rasio 7 0,0926 0,000838 14
82 Jumlah dari keseluruhan nilai tersebut diatas tidak boleh melebihi/kurang dari 100. Nilai hasil perhitungan terhadap masing-masaing skor, bobot dan perioda dasar diatas selanjutnya dimasukkan kedalam matriks sasaran OMAX sesuai kolom dan nilainya seperti yang telah ditetapkan diatas.
4.5.1.2 Periode pengukuran yang dilakukan.
Data-data yang telah diperoleh sebelumnya untuk pengoperasian matrik OMAX masih kurang yaitu data yang untuk mengisi level performance,data tersebut adalah data terkini dan dari divisi produksi PT.XYZ tahun 2013, adapun data yang penulis kumpulkan sama persis seperti data tahun lalu, hanya data ditahun 2013 ini periodenya januari sampai dengan juni 2013.
4.5.1.3 Indikator pencapaian
Perhitungan disini masih sama seperti perhitungan tahun lalu, hanya periodenya saja yang berbeda (periode januari sampai juni 2013). Adapun pengukuran dari setiap kriteria produktivitas dapat terlihat sebagai berikut.
Rasio kriteria produktivitas,
Rasio 1 (Total produksi yang dihasilkan/jumlah tenaga kerja) Tabel 4.10 Tabel Kriteria produktivitas rasio 1
No. Periode total produk Jumlah tenaga Rasio 1 yang dihasilkan (ton) kerja (orang) (ton/orang)
1. Januari 1439,3 18 79,9611 2. Februari 1396 18 77,5556 3. Maret 1328,8 18 73,8222 4. April 1465,4 18 81,4111 5. Mei 1463,2 18 81,2889 6. Juni 1332,6 18 74,0333
83 Rasio 2 ( Total produksi yang dihasilkan/jumlah jam kerja)
Tabel 4.11 Tabel Kriteria produktivitas rasio 2
No. Periode total produk Jumlah jam Rasio 2 yang dihasilkan (ton) kerja (jam) (ton/hari)
1. Januari 1439,3 314 4,5838 2. Februari 1396 300 4,6533 3. Maret 1328,8 291 4,5663 4. April 1465,4 328 4,7726 5. Mei 1463,2 323 4,8396 6. Juni 1332,6 291 4,5794
Rasio 3 (Total produk yang dihasilkan /jumlah listrik yang digunakan) Tabel 4.12 Tabel Kriteria produktivitas rasio 3
No. Periode total produk jumlah pemakaian Rasio 3 yang dihasilkan (ton) listrik (kwh) (ton/kwh)
1. Januari 1439,3 316 4,5547 2. Februari 1396 310 4,5032 3. Maret 1328,8 301 4,4146 4. April 1465,4 317 4,6227 5. Mei 1463,2 314 4,9783 6. Juni 1332,6 286 4,6594
Rasio 4 (Total produk yang diperbaiki/ Total produk yang dihasilkan) Tabel 4.13 Tabel Kriteria produktivitas rasio 4
No. Periode
total produk total produk Rasio 4 yang diperbaiki (ton)
yang dihasilkan (ton) (%) 1. Januari 2,8 1439,3 0,0019 2. Februari 3 1396 0,0021 3. Maret 2,5 1328,8 0,0019 4. April 2,6 1465,4 0,0018 5. Mei 2,9 1463,2 0,0020 6. Juni 2,7 1332,6 0,0020
84 Rasio 5 ( Total produk yang diperbaiki/Total produk yang baik)
Tabel 4.14 Tabel Kriteria produktivitas rasio 5
No. Periode total produk total produk Rasio 5 yang diperbaiki (ton) yang baik (ton) (%)
1. Januari 2,8 1436,5 0,0019 2. Februari 3 1393 0,0022 3. Maret 2,5 1326,3 0,0019 4. April 2,6 1463 0,0018 5. Mei 2,9 1460,9 0,0020 6. Juni 2,7 1329,9 0,0020
Rasio 6 ( Total tenaga kerja absen/total tenaga kerja)
Tabel 4.15 Tabel Kriteria produktivitas rasio 6
No. Periode Total tenaga kerja Total tenaga kerja Rasio 6
Absen (orang) (orang) (%)
1. Januari 1 18 0,0556 2. Februari 1 18 0,0556 3. Maret 1 18 0,0556 4. April 1 18 0,0556 5. Mei 1 18 0,0556 6. Juni 1 18 0,0556
Rasio 7 (Total jam lembur/ Total jam kerja normal)
Tabel 4.16 Tabel Kriteria produktivitas rasio 7
No. Periode Total jam kerja Total jam kerja Rasio 7
lembur (jam) normal (jam) (%)
1. Januari 18 314 0,0573 2. Februari 16 300 0,0533 3. Maret 16 291 0,0550 4. April 20 328 0,0610 5. Mei 18 323 0,0557 6. Juni 16 291 0,0550
85 Untuk selanjutnya dari indikator pencapaian ini kemudian dimasukkan kedalam matriks level performance, setelah itu dilanjutkan level skor diisi.
Perhitungan ini dilakukan setiap bulan selama periode pengukuran yaitu periode januari sampai dengan juni 2013. Berikut adalah tahap penggunaan OMAX selengkapnya.
86 Tabel 4.17 Tabel Pengukuran Produktivitas Awal
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
PERIODE 2012 PT. XYZ
Kriteria EFEKTIVITAS EFISIENSI INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Rasio 7 LEVEL nilai aktual 76,3097 4,4694 0,1261 0,0020 0,0020 0,0337 0,0925 Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 skor aktual 5 5 2 7 8 8 5 Bobot 16 16 15 13 13 13 14 NILAI 80 80 30 91 104 104 70 PERFORMANCE INDICATOR 559
87 Tabel 4.18 Tabel Pengukuran Produktivitas Bulan Januari 2013
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
PERIODE JANUARI 2013 PT. XYZ
Kriteria EFISIENSI EFEKTIVITAS INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Rasio 7 LEVEL Nilai Aktual 79,9611 4,5838 4,5547 0,0019 0,0019 0,0556 0,0573 Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 Skor Aktual 8 4 9 8 9 2 9 Bobot 16 16 15 13 13 13 14 NILAI 128 64 135 104 117 26 126 PERFORMANCE INDICATOR 700 559 20,14
88 Tabel 4.19 Tabel Pengukuran Produktivitas Pebruari
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
PERIODE PEBRUARI 2013 PT. XYZ
EFEKTIVITAS EFISIENSI INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Rasio 7 LEVEL Nilai Aktual 77,5556 4,6533 4,4146 0,0020 0,0019 0,0556 0,0533 Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 Skor Aktual 6 5 9 7 9 2 10 Bobot 16 16 15 13 13 13 14 NILAI 96 80 135 91 117 26 140 PERFORMANCE INDICATOR 700 685 2,142857
89 PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN
METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) PERIODE MARET 2013
PT. XYZ
EFEKTIVITAS EFISIENSI INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Rasio 7 LEVEL Nilai Aktual 73,8222 4,5663 4,5547 0,0019 0,0019 0,0556 0,0550 Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 Skor Aktual 3 4 9 8 9 2 10 Bobot 16 16 15 13 13 13 14 NILAI 48 64 135 104 117 26 140 PERFORMANCE INDICATOR 634 685 -8,04416
90 Tabel 4.21 Tabel Pengukuran Produktivitas Bulan April 2013
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
PERIODE APRIL 2013 PT. XYZ
EFEKTIVITAS EFISIENSI INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Rasio 7 LEVEL Nilai Aktual 81,4111 4,7726 4,6227 0,0018 0,0016 0,0556 0,0610 Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 Skor Aktual 9 7 9 9 10 2 9 Bobot 16 16 15 13 13 13 14 NILAI 144 112 135 117 130 26 126 PERFORMANCE INDICATOR 790 685 13,29114
91 Tabel 4.22 Tabel Pengukuran Produktivitas Bulan Mei 2013
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
PERIODE MEI 2013 PT. XYZ
EFEKTIVITAS EFISIENSI INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Rasio 7 LEVEL Nilai Aktual 81,2889 4,8396 4,9783 0,0020 0,0016 0,0556 0,0557 Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 Skor Aktual 9 8 10 7 10 2 9 Bobot 16 16 15 13 13 13 14 NILAI 144 128 150 91 130 26 126 PERFORMANCE INDICATOR 795 790 0,628931
92 Tabel 4.23 Tabel Pengukuran Produktivitas Bulan Juni 2013
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
PERIODE JUNI 2013 PT. XYZ
EFEKTIVITAS EFISIENSI INFERENSIAL
Produktivitas Rasio 1 Rasio 2 Rasio 3 Rasio 4 Rasio 5 Rasio 6 Rasio 7 LEVEL Nilai Aktual 74,0333 4,5794 4,6594 0,0020 0,0020 0,0556 0,0550 Target 82,3472 4,9742 4,9742 0,0017 0,0015 0,0305 0,0500 10 81,0705 4,8983 4,2824 0,0018 0,0019 0,0333 0,0571 9 79,7937 4,8224 3,5905 0,0019 0,0021 0,0361 0,0643 8 78,5170 4,7465 2,8987 0,0020 0,0022 0,0389 0,0714 7 77,2403 4,6706 2,2069 0,0021 0,0023 0,0417 0,0785 6 75,9635 4,5947 1,5150 0,0023 0,0025 0,0445 0,0857 5 74,6868 4,5188 0,8232 0,0024 0,0026 0,0473 0,0928 4 73,4101 4,4429 0,1314 0,0025 0,0025 0,0501 0,0999 3 69,3400 4,3293 0,1213 0,0029 0,0130 0,0530 0,1222 2 65,2700 4,2158 0,1111 0,0034 0,0235 0,0559 0,1444 1 61,2000 4,1023 0,1010 0,0038 0,0340 0,0588 0,1667 0 Skor Aktual 3 4 9 8 9 2 9 Bobot 16 16 15 13 13 13 14 NILAI 48 64 135 104 117 26 126 PERFORMANCE INDICATOR 620 795 -28,2258
93 Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan matrikx, maka didapatkan total indikator pencapaian produktivitas (prestasi PT. XYZ) selama satu semester tahun 2013. Besarnya nilai indikator ini sesungguhnya dari divisi produksi PT. XYZ, sehingga dengan melihat peningkatan dan kemunduran dalam nilai indikator maka untuk meningkatkan dan mempertahankan produktivitas perusahaan.
Besar nilai pencapaian indikator ini dapat digunakan untuk melihat kriteria produktivitas apa saja yang mempunyai hubungan paling besar dalam usaha untuk meningkatkan produktivitas. Sehingga dapat dipilih skala prioritas utama kriteria yang harus mendapatkan perhatian manajemen dalam usaha meningkatkan produktivitas pabrik pada khususnya produktivitas perusahaan pada umumnya.
Setelah pengolahan data dilakukan, maka untuk dapat memberikan gambaran dan pandangan serta memudahkan dalam menganalisa hasil yang didapat dari pengolahan data, untuk itu dapat dilakukan dengan membuat trend data yang telah dihasilkan. Dengan adanya trend tersebut sehingga akan terlihat perbandingan indikator pencapaian sebelum dan saat ini/sekarang dari periode yang telah dilakukan pengukuran pencapaiannya.
Analisa Indeks Produktivitas
Dari hasil pengolahan data yang dilakukan di atas, dapat diketahui indeks produktivitas pada periode pengukuran, adapun rumus untuk menghitung indeks produktivitas, adalah dengan rumus sebagai berikut:
94 Indeks produktivitas dari bulan januari sampai juni 2013, adalah sebagai berikut:
No. Periode Tahun 2013 Performance Indicatore Indek
Sekarang Sebelum 1. Januari 700 391 20.14% 2. Februari 685 700 -2,19% 3. Maret 634 685 -8,04% 4. April 790 634 19,75% 5. Mei 795 790 0,63% 6. Juni 620 795 -28,23%