• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENENTUAN SATURATION LIMIT SEBAGAI BATAS KEJENUHAN TANAH TERHADAP INFILTRASI AIR PADA LANAU BERPLASTISITAS TINGGI. Budijanto Widjaja 1, Eric Tanoto 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENENTUAN SATURATION LIMIT SEBAGAI BATAS KEJENUHAN TANAH TERHADAP INFILTRASI AIR PADA LANAU BERPLASTISITAS TINGGI. Budijanto Widjaja 1, Eric Tanoto 1"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Sampel disiapkan (Gambar kiri); Sampel ditetesi akuades dan dibiarkan selama 1 jam (Gambar  tengah); dan Sampel setelah 1 jam (Gambar kanan)
Tabel  2  juga  menunjukkan  perbandingan  nilai  Z%  antara  metode  Casagrande  dan  hasil  uji  laboratorium dengan perbedaan sebesar 1.87% - 11.30%
Gambar 4. Hubungan saturation limit dengan batas plastis

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa definisi yang telah dijelaskan para ahli, maka dapat dikatakan positioning adalah suatu bentuk komunikasi dari seorang pemasar untuk memposisikan produknya melaui

Hambatan dari gerakan ionik di dalam axon pada suatu arah digambarkan dengan elemen longitudinal dengan hambatan persatuan panjang, bernilai tetap dan lebih

Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 210,

Pernyataan yang menunjukkan bahwa operasi perusahaan tidak mengakibatkan polusi atau memenuhi ketentuan hukum dan peraturan polusi.. Pernyataan yang menunjukkan bahwa polusi

Berdasarkan kekurangan metode EPQ, penelitian ini melakukan pengembangan model yang membahas sistem produksi tidak sempurna akibat masalah deteriorasi dan kesalahan

Aktivitas antioksidan yang tinggi dari rambut jagung ini diklaim karena keberadaan senyawa polifenol, flavon glikosida [13], polisakarida [14].Terdapat berbagai varietas jagung

Jika diamati, hasil akhir dari riset tersebut adalah mengubah teknologi yang ada sekarang yang umumnya berbasis pada material skala mikrometer menjadi teknologi

A. Pada permainan bola kasti, bola bermassa 0,5 kg mula-mula bergerak dengan kecepatan 2 m/s. kemudian bola tersebut dipukul dengan gaya F berlawanan dengan arah gerak