BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka
Pikir
Setiap orang tua yang memiliki anak pada umumnya ingin setiap anaknya bisa mengembangkan bakat alamiah yang dimiliki anaknya. Namun pada kenyataannya, tidaklah mudah untuk mengetahui bakat alamiah anak. Bahkan ada orang tua yang memaksakan anaknya terhadap bidang-bidang tertentu yang sebenarnya bukan bakat anak tersebut.
Hal yang umum dilakukan adalah mengikutkan anaknya kepada setiap kursus yang ada, seperti kursus musik, kursus menggambar, kursus matematika, kursus pelajaran, dan lain lain.
Test of Inborn Intelligence bertujuan untuk mengatasi permasalahan ini
dengan langsung mengetahui bakat anak tanpa harus menebak-nebak, karena tingkat keakuratan yang dihasilkan dari Test of Inborn Intelligence dapat mewakili cara kerja otak dari anak tersebut. Namun karena Test of Inborn Intelligence belum pernah dipasarkan, terdapat hambatan-hambatan dalam pemasarannya seperti:
1. Test of Inborn Intelligence paling efektif dipasarkan kepada siapa? 2. Test of Inborn Intelligence paling efektif dipasarkan di daerah mana?
3. Seberapa besar kebutuhan akan Test of Inborn Intelligence jika dikaitkan dengan pengembangan bakat alamiah anak?
Secara garis besar, melalui penelitian ini penulis akan melakukan hal-hal yang tertulis di bawah ini untuk mencapai tujuan penelitian:
1. Meneliti seberapa jauh kebutuhan responden terhadap pengetahuan mengenai bakat anak-anaknya melalui data primer yang diambil dari survei.
2. Merancang strategi bauran pemasaran yang efektif untuk memaksimalkan penjualan dari Test of Inborn Intelligence.
Hasil dari penelitian ini mencakup seberapa besar kebutuhan target market akan pengetahuan tentang bakat alamiah anak mereka dan perancangan strategi bauran pemasaran yang efektif guna memenuhi kebutuhan target market.
3.2 Metode
Penelitian
Metode penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan survey. Data yang diperoleh berasal dari pembagian survei yang sudah ditargetkan kepada sekolah dan tempat kursus yang berada di wilayah Pluit, Jakarta Utara.
Menurut Indriantoro N. dan Supomo B. (2002), penelitian kualitatif bertujuan untuk menyusun teori, memandang teori sebagai hasil proses induksi dari pengamatan terhadap fakta. Teori pada dasamya merupakan kulminasi dari penelitian kualitatif yang disusun melalui proses pengumpulan data, kategorisasi data, dan pengembangan pola atau susunan (patterns) teori.
Menurut Travers (Umar, 2000) metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan
memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Sedangkan menurut Indriantoro N. dan Supomo B. (2002), studi deskriptif adalah studi atau penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subyek berupa: individu, organisasional, industri atau perspektif yang lain. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati.
Studi deskriptif menjelaskan karakteristik suatu fenomena yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah bisnis. Studi ini dapat inenggunakan data kualitatif, yang apabila datanya telah dikumpulkan, dapat juga digunakan sebagai jawaban pertanyaan penelitian.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Survei. Survei pada penelitian ini merupakan teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan (survei) untuk diajukan kepada para responden. Survei dapat memberikan manfaat untuk tujuan - tujuan deskriptif, membantu dalam hal membandingkan kondisi - kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya danjuga untuk pelaksanaan evaluasi
Survei adalah media untuk mengumpulkan infonnasi tentang karakteristik, tindakan, atau opini dari sekelompok besar individu, grup, organisasi, atau entiti lain yang mengacu sebagai suatu populasi. Survei dapat memberikan manfaat untuk tujuan - tujuan deskriptif, membantu dalam pembandingan kondisi - kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan juga dalam pelaksanaan evaluasi. Survei dapat dilakukan dengan cara sensus maupun sampling terhadap hal - hal yang nyata dan tidak nyata.
Data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan data kualitatif, dengan statistik sederhana berupa persentase. Penulis akan memakai metode kualitatif dengan analisa deskriptif. Hasil yang didapat dari data primer di lapangan akan disajikan dalam bentuk diagram beserta penjelasannya secara lengkap.
Melalui survei yang dibagikan, penulis dapat mengetahui respon dari para responden mengenai tingkat kebutuhan akan pengetahuan mengenai bakat anak mereka dan respon akan keinginan responden menggunakan Test of Inborn Intelligence untuk mengetahui bakat anaknya.
Sedangkan untuk landasan dalam menganalisis dan mengolah dan menyimpulkan data yang didapatkan, penulis menggunakan teori-teori marketing yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan informasi yang didapat dari hasil wawancara dengan pimpinan dari Sekolah Pelangi Kasih yang sudah menerapkan
Test of Inborn Intelligence untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam
mengenai dampak penggunaan Test of Inborn Intelligence.
Selanjutnya, analisa deskriptif dilakukan berdasarkan data kualitatif yang didapat. Hasil analisa deskriptif akan dibandingkan dengan Marketing Mix dan STP dari Test of Inborn Intelligence, sehingga penulis dapat melakukan analisa kecocokan dan kesenjangan dari Test of Inborn Intelligence. Selanjutnya penulis baru dapat merancang strategi bauran pemasaran yang efektif guna memenuhi kebutuhan customer dan mengurangi kesenjangan yang ada.
Secara singkat, penulis akan menjelaskan proses penelitian yang dilakukannya selama jangka waktu bulan April 2009 hingga Juli 2009. Berikut ini adalah proses
1. Penulis menganalisa permasalahan yang terjadi pada proses penjualan Test of
Inborn Intelligence dan menetapkan tujuan penelitian, yaitu merancang
strategi bauran pemasaran yang efektif untuk Test of Inborn Intelligence. 2. Penulis merancang survei untuk mengetahui tingkat kebutuhan target market
terhadap pengetahuan mengenai bakat alamiah anak dan respon awal terhadap
Test of Inborn Intelligence.
3. Data yang diperoleh akan dianalisa oleh penulis dan dibandingkan satu dengan lainnya. Penulis melakukan analisa kecocokan dan kesenjangan dari data yang diperoleh melalui survei.
4. Penulis merancang strategi bauran pemasaran yang efektif berdasarkan analisa kecocokan dan kesenjangan dari data yang diperoleh melalui survei yang dapat dipertimbangkan untuk diimplementasikan dalam proses penjualan Test
of Inborn Intelligence di dunia nyata.
3.3 Rancangan
Survei
Survei yang dibagikan kepada responden berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengarah kepada kebutuhan responden tentang pentingnya mengetahui bakat alamiah anak mereka dan respon awal mereka tentang Test of Inborn Intelligence. Dari survei ini penulis ingin mengetahui lebih mendalam apakah terdapat kecocokan dan kesenjangan di antara kebutuhan dari responden dengan hasil yang mampu disediakan oleh Test of Inborn Intelligence untuk memenuhi kebutuhan responden.
Desain survei terdiri dari 3 halaman, di mana akan membahas mengenai hal-hal berikut:
1. Halaman pertama berisi pertanyaan mengenai demografi dari responden. Halaman ini bertujuan untuk mengenal profil dan pola tindakan dari responden yang sudah memiliki anak, sehingga strategi bauran pemasaran dapat dirancang sesuai dengan pola perilaku responden.
2. Halaman kedua berisi pertanyaan mengenai pengenalan dan kebutuhan mengenai bakat alamiah anak dari responden. Halaman ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh responden menganggap penting mengenai hal pengenalan akan bakat alamiah anak mereka dan ketertarikan responden terhadap lembaga pendidikan yang bisa melakukan analisa terhadap bakat dan kemampuan anak responden.
3. Halaman ketiga berisi penjelasan singkat mengenai Test of Inborn Intelligence dan pertanyaan mengenai ketertarikan responden terhadap Test of Inborn
Intelligence. Halaman ini bertujuan untuk mengetahui respon awal responden
terhadap Test of Inborn Intelligence.
3.4 Objek, Lokasi dan Waktu Penelitian
Objek penelitian yang dipilih oleh penulis merupakan orang tua yang sudah mempunyai anak, yaitu orang tua dari wilayah Pluit, Jakarta Utara. Responden merupakan orang tua yang menyekolahkan anaknya. Responden yang dipilih merupakan orang yang memiliki anak dan yang tingkat pengeluarannya menengah ke
atas. Hal ini dilakukan penulis untuk memperoleh data yang bisa mendukung tujuan dari penelitian, yaitu merancang strategi bauran pemasaran yang efektif untuk Test of
Inborn Intelligence. Tidaklah mungkin menjual produk dan jasa senilai Rp
1.000.000,- kepada keluarga yang tingkat pengeluarannya menengah ke bawah. Test
of Inborn Intelligence memang dikhususkan untuk pasar menengah ke atas.
Sedangkan jangka waktu penelitian dimulai dari bulan April 2009 hingga Juli 2009. Penulis berharap penelitian dapat berjalan dengan baik, sehingga penelitian dapat diselesaikan sebelum batas waktu penyerahan tesis untuk perbaikan apabila diperlukan.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data dari masyarakat dengan menggunakan survei. Adapun alasan digunakannya survei, dengan harapan para responden akan memberikan respons terhadap daftar pertanyaan mengenai demografi, tingkat kebutuhan responden mengenai pengenalan dan kebutuhan mengenai bakat alamiah anak dari responden dan ketertarikan responden terhadap Test of Inborn Intelligence
Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diambil dari lapangan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa survei yang dibagikan kepada sebagian orang tua dari daerah Pluit di mana anaknya berasal dari sekolah dan tempat kursus yang sudah ditargetkan. Total survei berjumlah 80 set, di mana setiap set terdiri dari 3 halaman. Peneliti juga melakukan wawancara kepada salah satu
pimpinan dari Sekolah Pelangi Kasih yang sudah menerapkan Test of Inborn
Intelligence untuk memperoleh informasi mengenai dampak penggunaan Test of
Inborn Intelligence.
Survei yang digunakan sebagai data merupakan survei yang terisi lengkap. Survei yang tidak terisi lengkap tidak akan dipakai sebagai bahan pertimbangan karena tidak valid. Namun terdapat pengecualian pada bagian-bagian tertentu yang merupakan pertanyaan yang harus diisi. Pada bagian-bagian seperti ini, responden tidak wajib menjawab pertanyaan yang ada.