17
PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS DESKRIPSI
TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS
MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS
MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 WERU
SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Sudarmi
SMP Negeri 2 Weru
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: Kualitas dalam pembelajaran, hasil belajar, dan perubahan perilaku pada kompetensi menulis deskripsi teks eksplanasi kompleks melalui pendekatan kontekstual berbasis media gambar pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru yang berjumlah 30 siswa. Sumber belajar berupa peristiwa pembelajaran, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan analisis data. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik deskripsi komparatif dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual berbasis media gambar dapat meningkatkan motivasi, kompetensi, dan kualitas karangan siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hal tersebut bisa dilihat dari persentase sebagai berikut: (1) siswa yang termotivasi untuk menulis wacana deskripsi teks eksplanasi kompleks dengan sungguh-sungguh yaitu 66,67% pada siklus pertama, dan 86,67% pada siklus kedua; (2) siswa aktif yaitu 63,33% pada siklus pertama, dan 83,33% pada siklus kedua; dan (3) siswa mampu menulis mencapai nilai 72 ke atas mengalami peningkatan dari siklus ke siklus, yaitu 60% pada siklus pertama, dan 90% pada siklus kedua atau meningkatnya jumlah siswa yang mencapai batas ketuntasan dalam menulis wacana deskripsi, yaitu siklus 1 sebesar 63,33% atau 19 siswa, dan siklus 2 sebesar 90% atau 27 siswa.
Kata kunci: wacana deskripsi, eksplanasi kompleks, pendekatan kontekstual media gambar,
motivasi
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pengajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya merupakan salah satu sarana mengupayakan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia secara terarah. Dalam pembelajaran, guru memegang peranan sebagai aktor. Artinya, guru memegang tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah. Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki sejumlah kemampuan mengaplikasikan berbagai teori belajar dan berbagai pengajaran.
Secara umum siswa mampu menulis, namun mereka kurang memiliki ekspresi gagasan yang berkesinambungan dan belum mempunyai urutan logis antarparagraf yang satu dengan paragraf yang lainnya. Akibatnya nilai kompetensi menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks siswa di Kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru rendah. Hal ini dapat
18
dilihat dari persentase siswa yang mampu mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pembelajaran menulis wacana Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks sebesar 23,52%. Penerapan pendekatan kontekstual berbasis media gambar ini dapat dijadikan sebagai objek yang dapat digunakan siswa untuk membuat karangan Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks.
Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah tersebut dapat dirumuskan masalah yaitu Bagaimanakah proses pembelajaran, hasil belajar, dan perubahan perilaku sebagai dampak hasil belajar pada kompetensi menulis deskripsi teks eksplanasi kompleks melalui pendekatan kontekstual berbasis media gambar siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru semester 1 tahun pelajaran 2019/2020?
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskrpsikan Kualitas proses pembelajaran, hasil belajar, dan perubahan perilaku sebagai dampak dari hasil belajar menulis deskripsi teks eksplanasi kompleks melalui pendekatan kontekstual berbasis media gambar pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru semester 1 melalui penerapan pendekatan kontekstual berbasis media gambar.
KAJIAN TEORI, PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS
Kajian Teori Hakikat Menulis Pengertian Menulis
Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang paling tinggi tingkatannya. Puspita (2007: 145) mengemukakan bahwa keterampilan menulis siswa masih rendah. Menurut Woodwort (dalam Sanjaya, 2008: 250-251) mengatakan suatu motive adalah suatu set yang dapat. Menurut Sanjaya (2008: 251-253) dalam proses pembelajaran fungsi motivasi dibagi menjadi dua, yaitu 1) mendorong siswa untuk beraktivitas, dalam melakukan kegiatan seseorang tidak lepas dari adanya motivasi, tanpa adanya motivasi maka aktivitaspun tidak akan berjalan dengan baik.
Tahap-tahap Penulisan
Menurut Akhadiah, dkk (1996:2-5) mengemukakan tahap-tahap yang harus dilalui dalam kegiatan menulis diantaranya: (1) Tahap Prapenulisan: Menentukan topik, Membatasi topik, dan Menentukan tujuan penulisan. serta Membuat kerangka (2) Tahap penulisan sampai Tahap revisi
Jenis-jenis Tulisan
Menurut Sumarlam (2003: 17-20) pada umumnya tulisan dibedakan menjadi empat macam, yaitu: Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
19
Hakikat Menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks Pengertian Menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks
Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks adalah paparan tentang persepsi yang ditangkap oleh pancaindera, Sujanto, 1988:11. Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks adalah semacam bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca, seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek itu (Keraf 1995:16).
Tahap-tahap Menulis Teks Eksplanasi Kompleks
Selain itu dalam melakukan kegiatan menulis seseorang harus bisa menentukan topik yang akan dijadikan sebagai acuan dalam menulis. Menurut Akhadiyah (1997: 21– 31) meliputi: (1) Tahap Prapenulisan; (2) Tahap Penulisan
Penilaian Pembelajaran Menulis
Nurgiantoro (2009: 296) dalam kebahasaan kemampuan menulis merupakan kegiatan yang sulit dikuasai. Penilaian dalam penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu penilaian preses dan penilaian hasil: (1) Penilaian Proses dengan Keterangan kolom perilaku diisi dengan angka:3 = sangat baik, 2 = baik, 1 = kurang. Keterangan nilai diisi dengan kriteria sebagai berikut; 7-9 = sangat baik, 4-6 = baik, 1-3 = kurang
Persentase ketuntasan proses pembelajaran menulis wacana Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks dapat dihitung dengan rumus:
Jumlah siswa yang mendapat nilai A dan B x 100 = Persentase Keberhasilan Jumlah siswa (35)
(2) Penilaian Hasil: Penilaian yang dilakukan terhadap karangan siswa biasanya bersifat holistis, impresif, dan selintas. Dalam penilian kegiatan menulis kategori-kategori pokok yang meliputi: (1) kualitas dan ruang lingkup isi, (2) organisasi dan penyajian isi, (3) gaya dan bentuk bahasa, (4) mekanik, tata bahasa, ejaan, tanda baca, kerapian tulisan, dan kebersihan, dan (5) respon aktif guru terhadap karya tulis, (Burhan Nurgiantoro, 2009:305).
Menulis Teks Eksplanasi Kompleks Kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru
Salah satu teks Deskripsi yang dibelajarkan di SMP kelas VIII semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 adalah menulis teks eksplanasi kompleks. Teks Eksplanasi
Kompleks yaitu Teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya sesuatu atau
terbentuknya sesuatu misalnya fenomena alam, sosial, atau budaya.
Pendekatan Kontekstual
Pengertian Pendekatan Kontekstual
Menurut Chaedar (2007:67), CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka. Menurut Nurhadi dan Sunduk, (2003:13), pendekatan
20
kontekstual (contextual teaching and Learning) adalah konsep belajar di mana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam Kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Komponen Pendekatan Kontekstual
Trianto (2008: 20) Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan tujuh komponen utama kontekstual, yakni: konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya.
Pembelajaran Keterampilan Menulis
Pembelajaran menulis hanya mendapat porsi waktu yang sedikit dibandingkan dengan pembelajaran kebahasaan yang lainnya. Selain itu, guru hanya berorientasi untuk melihat hasil tulisan siswa tanpa membelajarkan proses menulis pada siswa. Akhirnya tujuan pembelajaran menulis hanya mengarah pada pencapaian kemampuan menulis siswa (Kusmiatun, 2005:133).
Hakikat Media Pembelajaran Pengertian Media Pembelajaran
Media menurut Bringgs adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta perangsang peserta didik untuk belajar. Contohnya buku, film, kaset, film bingkai dan lain-lain. Daryanto (2017:15-16) media adalah material, equipment, hardware, dan software. Istilah material berkaitan erat dengan istilah equipment dan istilah hardware berhubungan erat dengan istilah software.
Jenis-jenis Media Pembelajaran
Anitah (2009: 7-54) mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi 4 jenis yaitu: (1) Media Visual, (2) Madia Audio,(3) Media Audio-Visual, dan (4) Media Asli atau Orang.
Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Arsyad, (2017: 15) dalam kegiatan pembelajaran penggunaan media dalam pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu.
Fungsi Media Pembelajaran
Berdasarkan pengertian tentang media pengajaran yang telah dipaparkan di atas, tersirat tujuan dari penggunaan suatu media yaitu untuk membantu guru menyampaikan pesan-pesan secara mudah kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat menguasai pesan-pesan tersebut secara cepat dan akurat.
Media Berbasis Gambar
Media menurut batasannya adalah perangkat lunak yang berisikan pesan (informasi) pendidikan yang lazimnya disajikan dengan menggunakan peralatan. Ditinjau
21
dari kesiapan pendengarnya, media dikelompokkan kedalam dua jenis, yaitu media jadi karena sudah merupakan komoditi perdagangan dan terdapat dipasaran luas dalam keadaan siap pakai.
Penelitian yang Relevan
Penelitian ini terdapat beberapa penelitian lain yang mempunyai beberapa kemiripan dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ini, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Markamah (2010) dengan judul penelitian “Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Deskripsi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Timika”. Kesamaan penelitian ini ada pada penggunaan pendekatan kontekstual.
Kerangka Berpikir
Keterampilan menulis memberikan makna yang penting untuk berkomunikasi secara tidak langsung dalam kehidupan. Menulis bukanlah keterampilan yang mudah dibandingkan dengan tiga aspek keterampilan yang lainnya. Menulis membutuhkan latihan yang intensif, semakin banyak kita berlatih menulis, maka kita akan semakin menguasai keterampilan tersebut. Berikut dijelaskan tentang alur kerangkaberpikir dalam ketrampilan menulis.
Hipotesis Tindakan
Penerapan pendekatan kontekstual berbasis media gambar diduga: Dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, hasil belajar, dampak terhadap hasil belajar kompetensi menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks siswa Kelas VIII A semester 1 SMP Negeri 2 Weru tahun pelajaran 2019/2020.
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Weru pada Kelas VIII A. Tahap persiapan sampai dengan pelaporan hasil penelitian dilakukan selama enam bulan, yakni antara bulan Juli sampai dengan Desember 2019. Kegiatan perencanaan pada bulan Juli 2019 pelaksanaan tindakan pembelajaran pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2019, penyusunan laporan hasil penelitian November 2019.
Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru Tahun Pelajaran 2019/2020. Seperti siswa Kelas lain, masing-masing siswa kelas ini mendapat pinjaman buku pelajaran bahasa Indonesia. Adapun jumlah siswa Kelas VIII A adalah 30 siswa.
Bentuk dan Strategi Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas, yaitu sebuah penelitian yang merupakan kerja sama antara peneliti, guru, siswa, dan staf sekolah lainnya untuk menciptakan suatu kinerja sekolah yang lebih baik. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk memecahkan masalah yang terjadi di dalam Kelas.
22
Data dan Sumber Data
Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan Kelas ini antara lain: Tempat dan peristiwa guru Bahasa Indonesia dan siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Weru. Dokumen yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hasil belajar siswa berupa tulisan atau karangan siswa, catatan lapangan.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan analisis data. Adapun penjelasan dari masing-masing teknik adalah sebagai berikut.
Observasi, Wawancara, Tes, Analisis data, Uji Validitas Data
Data diuji validitasnya dengan menggunakan beberapa teknik yaitu dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kritis dan teknik analisis deskriptif komparatif.
Indikator Kinerja Penelitian
Untuk mengukur keberhasilan tindakan, yaitu tentang kualitas proses pembelajaran bisa mencapai 75 dengan kriteria Baik, Hasil belajar telah mencapai 75% dari jumlah siswa dan 75% dari jumlah siswa memiliki perubahan perilaku positif.
Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan rangkaian tahapan penelitian dari awal hingga akhir penelitian. Prosedur penelitian ini melalui tahap-tahap sebagai berikut. (1) Tahap Persiapan; (2) Tahap Tindakan ada Rancangan Siklus I dan siklus II
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks Hasil Survai Awal
Kegiatan dilaksanakan pada proses belajar mengajar di dalam kelas. Hasil berdasarkan kriteria ketuntasan minimal dalam mengikuti pelajaran sebanyak 6 siswa atau sebanyak 20% sedangkan 24 siswa atau sebesar 80% lainnya kurang memperhatikan penjelasan guru. Siswa yang mampu menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks dengan cukup baik atau mencapai 72 ke atas sebanyak 7 siswa sedangkan yang 23 siswa masih perlu adanya perbaikan lagi.
DESKRIPSI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS HASIL PENELITIAN
Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan yang masing-masing terdiri atas empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Siklus I Pertemuan Pertama, Perencanaan; hari Rabu, 7 Agustus 2019, tindakan pada hari Rabu, 21 Agustus 2019 (dua jam pelajaran). Observasi pada hari Rabu, 4 September 2019 pukul 07.00-08.20. Siswa yang memiliki motivasi tinggi atau termotivasi dalam
23
mengikuti pembelajaran menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks sebanyak 20 siswa atau sebesar 66,67%, sedangkan 10 siswa atau 33,33% masih tampak malas menulis.
Siklus II
a. Perencanaan disusun Pada hari Rabu, 18 September 2019 di Ruang Guru, guru
Bahasa Indonesia Kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru.
b. Tindakan dilaksanakan bersama kolaborator pada hari Rabu, 2 Oktober 2019 di
ruang kelas VIII A SMP Negeri 2 Weru 2x40 menit. Pada pelaksanaan tindakan II dilaksanakan selama 2x40 menit.
c. Observasi dan Interpretasi pada Rabu, 9 Oktober 2019 kolaborator mengamati
jalannya proses pembelajaran dengan menjadi partisipan pasif. Hasil yang diperoleh sebanyak 26 siswa atau sebesar 86,67% sedangkan 4 siswa atau sebesar 13,33% masih terlihat ramai, ngobrol dengan teman sebangkunya dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru.
d. Analisis dan Refleksi Guru telah berhasil membangkitkan semangat siswa untuk
mengukuti kegiatan belajar mengajar dengan baik Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks dengan baik. Simpulan ini diambil dari hasil perbandingan antara hasil pekerjaan siswa pada saat observasi, prasiklus, siklis I, dan siklus II.
Pembahasan
Dalam survai awal dilakukan untuk mengetahui kondisi yang ada di SMP Negeri 2 Weru. Pada siklus II siswa yang mampu menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks dengan baik sebanyak 27 siswa atau sekitar 90% dari jumlah keseluruhan siswa (30). Terdapat peningkatan dalam setiap siklusnya, pada siklus ke II motivasi siswa mencapai 86,67% meningkat dari pertemuan sebelumnya yang hanya mencapai 66,67%. Berdasarkan hasil analisis perbandingan peneliti menyebutkan bahwa keaktivan siswa pada siklus II mencapai 83,33%, meningkat dari pertemuan sebelumnya yang hanya mencapai 63,33%, artinya siswa yang aktif dalam siklus I berjumlah 19 siswa dari 30 siswa yang hadir.Peningkatan kemampuan pada aspek ini tampak dalam skor pencapaian siswa Hal itu berarti jumlah siswa yang mampu mencapai ketuntasan hasil belajar meningkat, yaitu sebanyak 19 siswa. Kisaran nilai yang dicapai pada siklus I antara 72-80. Peningkatan yang terjadi pada siklus II. Pada siklus ini 90% siswa telah mampu mencapai ketuntasan hasil belajar sebanyak 27 siswa meskipun ada 3 siswa yang masih perlu perbaikan lagi. Kisaran nilai pada siklus ini antara 73-90. Peningkatan siswa dari siklus ke siklus sebagai tolak ukur keterampilan siswa dalam menulis wacana Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks.
24 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Prasiklus Siklus I Siklus II
Rata-Rata Nilai
Rata-Rata…
Grafik rata-rata Nilai Pembelajaran Menulis Wacana Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks.
Simpulan
Berdasarkan hasil temuan yang telah dideskripsikan dan dibahas sebagai hasil analisis data, selanjutnya simpulan hasil penelitian tersebut dikemukakan berikut ini.
1. Proses pembelajaran Guru memberikan nilai tambah bagi siswa yang aktif, baik aktif dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan dari guru. Peningkatan tersebut tampak dari siklus ke siklus, yaitu 63,33% pada siklus I, dan 83,33% pada siklus II.
2. Hasil belajar menulis wacana Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks dengan baik (dapat merinci detail isi karangan, organisasi isi, tata bahasa, gaya: struktur dan kosa kata, dan ejaan secara tertulis) atau mencapai nilai 72 ke atas mengalami peningkatan dari siklus ke siklus, yaitu 60,00% pada siklus I, dan 90,00% pada siklus II.
3. Perubahan perilaku siswa yang menyertai peningkatan hasil belajar mengalami peningkatan perilaku dalam mengikuti proses pembelajaran di setiap siklusnya, yaitu pada siklus I adalah 66,67%, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 86,67%.
DAFTAR PUSTAKA
Andayani. 2009. Pendekatan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Salatiga: Widya Sari press.
Anitah, Sri. 2009. Media Pembelajaran. Sukoharjo: LPP UNS dan UNS Press. Arsyad, A. 2017. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Halim, Abdul. 2010. Pembagian Wacana Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks. Dalam http://halim9082.wordpress.com/2010/06/26/. Diunduh pada 2 Januari 2018. Keraf, G. 2003. Argumentasi dan narasi. Jakarta: gramedia Pustaka Utama.
25
Keraf, Gorys. 1981. Eksposisi dan Deskripsi Teks Eksplanasi Kompleks. Jakarta: Nusa Indah.
Nurgiantoro, B. 2009. Penilaian Dalam Mengajar Bahasa Dan Sastra. Yogyakart
Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Sumarlam. 2003. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Sukoharjo: Pustaka Cakra.
Zulela. 1996. Perbandingan Kemampuan Menulis Guru-Guru SD DKI Jakarta yang Berlatar Belakang Pendidikan. Jakarta: DEPDIKBUD.