BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Pandemi covid-19 secara tidak langsung menghentikan aktivitas bisnis ritel. Wabah covid-19 mempunyai pengaruh besar terhadap industri perusahaan ritel baik yang di luar negeri maupun di dalam negeri. Neiman Marcus Group adalah sebuah department store di Amerika Serikat (AS) yang akan berjaga-jaga untuk mencari perlindungan dari kebangkrutan pada minggu ini. Pandemi covid-19 pun berdampak pada ekonomi di perusahaan ritel di Amerika Serikat (AS). Neiman Marcus Group mempunyai beberapa pilihan untuk menyelamatkan perusahaannya dari pandemi covid-19. Di awal pekan ini, Neiman Marcus Group akan menutup toko secara permanen di mall Hudson Yards di New York City. Perusahaan yang bermarkas di Dallas tersebut akhirnya menutup sementara semua lokasi department store, yaitu dua lusin toko last call dan juga dua toko Bergdorf Goodman di New York. Perusahaan tersebut juga telah merumahkan 14 ribu karyawannya. Bukan hanya Neiman Mercus Group perusahaan di bidang ritel yang harus bertahan dalam situasi pandemi ini, namun banyak juga department store lain yang juga harus menutup beberapa toko, yang berusaha menghindari nasib yang sama. Macy's Inc dan Nordstrom Inc mereka memanfaatkan real estat untuk mengamankan pembiayaan. Dampak pandemi terhadap penjualan ritel pun akan turun hingga 91 persen atau setara dengan 321 Miliar USD. (Republika.co.id)
H&M (Hennes & Mauritz) adalah perusahaan ritel terbesar di dunia. H&M di Swedia, berencana untuk menutup 250 gerainya secara global. Perusahaan mengatakan penutupan akan dilakukan tahun depan, pandemi covid-19 telah menarik lebih banyak pembeli secara online. H&M mengaku bahwa penjualan mulai pulih pada bulan September, namun angka tersebut masih 5 persen lebih rendah dibandingkan bulan September di tahun 2019. (Kontan.co.id)
Lucky Brand adalah perusahaan denim di Amerika Utara telah mengajukan kebangkrutan pada 3 Juli. Perusahaan Lucky Brand akan segera menutup 13 dari sekitar 200 toko di Amerika Utara yang sebagian besar berada di mall. Lucky Brand akan terus beroperasi secara normal melalui toko online. (Aulia Damayanti – Detik Finance,2020)
Industri ritel di Indonesia merupakan sektor yang terkena dampak covid-19. Beberapa ritel memang telah melaporkan dampak covid-19 terhadap bisnis ritel. Seperti Matahari Department Store telah memperkirakan akan ada penurunan pendapatan hingga 25 persen. Sementara laba bersih diperkirakan turun hingga 75 persen. Penjualan pakaian pun menurun sebesar 80 persen. Hal ini disebabkan karena
banyak department store yang di tutup sementara akibat pandemi covid-19. Penjualan bahan makanan menurun menjadi 45 persen tahun 2020 bila dibandingkan dengan tahun lalu sebelum adanya pandemi covid-19. Menurunnya jumlah konsumen yang berbelanja ke toko sebesar 50 persen selama masa pandemi covid-19 ini. Penurunan kunjungan ke toko karena beberapa wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akibat terpuruknya penjualan dimasa pandemi covid-19 ini mempengaruhi beberapa sektor. Beberapa toko ritel sedang mulai melakukan efesiensi. Dengan adanya perubahan jam kerja sehingga mempengaruhi gaji karyawan serta adanya karyawan yang dirumahkan akibat penjualan mengalami penurunan. Dalam menghadapi situasi ini, beberapa toko ritel sudah mulai menciptakan ide-ide yang inovatif. Memudahkan masyarakat untuk berbelanja. Untuk saat ini strategi transaksi offline sekarang sangatlah berkurang, sedangkan konsumen sekarang beralih ke transaksi online. Konsumen berbelanja hanya dengan lewat WhatsApp atau Shop and Talk akan memudahkan konsumen dalam berbelanja. Tapi kontribusinya belum sebesar offline. (Kompas.com, 2020) Pengelola Group Ritel Lippo PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan pemilik gerai Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) semakin solid dalam memperkuat perdagangan di masa pandemi ini. Akibat lemahnya sektor ritel di masa pandemi covid-19, pihak LPPF tahun ini merencanakan penutupan 13 gerainya. Department Store memiliki 147 gerai, dengan jumlah yang sama di 31 Desember 2020. Jumlah itu terbagi di Sumatera 28, Jawa 86, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku 28 dan wilayah lainnya 5 gerai. Dari 147 gerai tersebut terdapat 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan. Sedangkan beberapa Matahari dijadwalkan menutup 13 gerai tahun ini, dan ada 10 gerai yang saat ini masih dalam pengawasan yang kemungkinan ditutup. (CNBC Indonesia.com)
Matahari Department Store sebuah perusahaan ritel di Indonesia yang merupakan pemilik dari jaringan toserba Matahari. Matahari Department Store merupakan salah satu anak perusahaan dari Lippo Group. (Wikipedia) Kualitas produk sudah tidak diragukan lagi karena selain desain dan motifnya yang beraneka ragam bahan yang digunakan pun cukup berkualitas seperti 100% katun dan memiliki banyak variasi.
Berbagai macam strategi pemasaran yang di lakukan oleh SPG (Sales Promotion Girl)/SPB (Sales Promotion Boy) Matahari Department Store di Lippo Cikarang, guna untuk mencapai target perusahaan dan menjaga kualitas produk. Menetapkan harga yang terjangkau, memberikan promosi yang dapat menarik perhatian konsumen dan memproduksi berbagai macam desain produk sehingga konsumen
dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Berbagai macam produk unggul yang dapat di tawarkan.
Menurut Kotler (2006), keputusan pembelian adalah sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada kegiatan manusia untuk membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Namun sebelum melakukan beberapa tindakan yang terdiri dari pengenalan kebutuhan dan keinginan, pencarian informasi, evaluasi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian dan tingkah laku setelah pembelian. Menurut Tjiptono Fandy (2010), keputusan pembelian dapat diartikan suatu tindakan pemilihan atas berbagai alternatif yang dimiliki oleh konsumen, dimana suatu pengambilan keputusan adalah proses yang dimulai dari pengenalan masalah yang kemudian dipecahkan melalui pembelian beberapa produk.
Kualitas pelayanan merupakan bagian terpenting yang dapat mempengaruhi citra perusahaan. Kualitas pelayanan yang baik akan menjadi keuntungan bagi perusahaan itu sendiri. Menurut Tjiptono (2007), kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen. Menurut Sigit & Soliha (2017:159), kualitas pelayanan adalah hasil persepsi dari perbandingan dari yang diharapkan konsumen dengan hasil yang diterima konsumen.
Menurut Dharmesta (2008), promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Menurut Lupiyoadi (2009:120) berpendapat bahwa promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa. Menurut Yuniarti (2015:154), gaya hidup adalah perilaku seseorang juga akan menentukan pilihan konsumsi seseorang. Menurut Nugroho (2003) mendenifisikan gaya hidup secara luas sebagai cara hidup yang diidentifikasi oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas) apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (keterkaitan) dan apa yang mereka perkirakan tentang diri mereka sendiri dan dunia sekitarnya.
Tabel 1.1
Kunjungan Konsumen Matahari Department Store Per Tahun 2019 Sebelum Covid-19
Sumber: Hasil dari Kunjungan Konsumen Matahari Department Store di Cikarang Tabel 1.2
Kunjungan Konsumen Matahari Department Store Per Tahun 2020 Setelah
Covid-19
Sumber: Hasil dari Kunjungan Konsumen Matahari Department Store di Cikarang
No World Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sept Okt Nov Des 1 Ladies 51 60 164 118 174 48 158 228 163 186 84 90 2 Intimate 24 33 58 32 54 29 68 89 88 65 34 33 3 Youth Boy 63 133 276 234 234 112 73 53 53 60 55 87 4 Youth Girl 57 59 158 161 154 79 47 26 28 35 30 28 5 Shoes 181 256 379 311 334 49 251 368 423 337 187 227 6 ABC 40 31 53 61 116 83 101 145 129 90 63 65 7 Men's 122 249 359 268 328 58 192 221 230 226 206 164 8 Children 168 172 328 420 755 132 215 295 332 245 154 182 9 Home & Toy's 27 29 63 18 78 32 52 31 36 44 33 32 Total 733 1.022 1.838 1.623 2.227 622 1.157 1.456 1.482 1.288 846 908
No World Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sept Okt Nov
1 Ladies - 74 29 - - - 7 13 2 - - 2 Intimate - 18 8 - - - - 1 1 3 2 3 Youth Boy - 66 35 - - - 8 5 1 1 3 4 Youth Girl - 45 8 - - 1 - - 1 - 6 5 Shoes - 226 138 - - 1 37 67 7 13 37 6 ABC - 45 33 - - - 3 1 1 - 1 7 Men's - 148 67 - - 5 16 8 7 11 5 8 Children - 155 92 - - - 8 5 2 1 2
9 Home & Toy's - 70 23 - - - 4 1 - - -
Tabel 1.3
Perbandingan Data Antara Sesama Retail Per Tahun 2019
Tabel 1.4
Perbandingan Data Antara Sesama Retail Per Tahun 2020
Berdasarkan perbandingan data antara sesama retail dari tahun 2019 mengalami keuntungan dibandingkan di tahun 2020 akibat pandemi covid-19.
Pendapatan Laba
Matahari Rp.10,27 Triliun Rp.1,33 Triliun Ramayana Rp.466,27 Miliar Rp.647,89 Miliar Sumber:wartaekonomi.co.id
Pendapatan Laba
Matahari Rp4,83 Triliun Rp.873,18 Miliar Ramayana Rp.2,53 Triliun Rp.138,87 Miliar Sumber:wartaekonomi.co.id
Tabel 1.5
Data Pendapatan Matahari Department Store Tahun 2019 – 2020
Sumber: Kata data.co.id
Berdasarkan kesimpulan di tabel atas bahwa ditahun 2019 penjualan mengalami peningkatan sebelum covid-19 dan ditahun 2020 penjualan mengalami penurunan 57,6 persen.
Berdasarkan fenomena diatas penulis mengambil judul Pengaruh Kualitas Pelayanan, Promosi Dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian di Matahari Department Store Lippo Cikarang karena penulis tertarik respon konsumen mengenai kualitas pelayanan, promosi apa saja yang dapat membuat konsumen tertarik dan gaya hidup apa yang sedang trend dimasa kini. Berdasarkan latar belakang yang telah saya peroleh di atas, peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Promosi dan Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Di Matahari Department Store di Lippo Cikarang “
2019 2020
Penjualan Rp.13,8 Triliun Rp.5,9 Triliun