• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perpajakan DAK DIKNAS 2017 (Pajak)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perpajakan DAK DIKNAS 2017 (Pajak)"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

 ASPEK PERP

 ASPEK PERPAJAKAN

AJAKAN

KPP PRATAMA SURABAYA GENTENG

KPP PRATAMA SURABAYA GENTENG

Law

(2)

Dana Transfer Ke

Dana Transfer Ke

Daerah

Daerah

Dana

Dana

Perimbangan

Perimbangan

Dana Bagi Hasil

Dana Bagi Hasil

Pajak

Pajak

Sumber Daya

Sumber Daya

Alam

Alam

Suspen

Suspen

Dana Alokasi

Dana Alokasi

Umum

Umum

Dana Alokasi

Dana Alokasi

Khusus

Khusus

Dana Otonomi

Dana Otonomi

Khusus dan

Khusus dan

Penyesuaian

Penyesuaian

Dana Otonomi

Dana Otonomi

Khusus

Khusus

Dana

Dana

Penyesuaian

Penyesuaian

APBN

APBN

(3)

Dana Transfer Ke

Dana Transfer Ke

Daerah

Daerah

Dana

Dana

Perimbangan

Perimbangan

Dana Bagi Hasil

Dana Bagi Hasil

Pajak

Pajak

Sumber Daya

Sumber Daya

Alam

Alam

Suspen

Suspen

Dana Alokasi

Dana Alokasi

Umum

Umum

Dana Alokasi

Dana Alokasi

Khusus

Khusus

Dana Otonomi

Dana Otonomi

Khusus dan

Khusus dan

Penyesuaian

Penyesuaian

Dana Otonomi

Dana Otonomi

Khusus

Khusus

Dana

Dana

Penyesuaian

Penyesuaian

APBN

APBN

(4)
(5)
(6)
(7)

Treatment Pajak

• DAK

1. Bukan Obyek Pajak , sesuai dengan Pasal 3 UU PPh dan PMK 245/2008

2. Droppingnya dalam bentuk uang tunai , sehingga tidak ada pemungutan PPh Pasal 22 dan PPN.

PEMERINTAH

DAERAH

PENERIMA  Kepala Sekolah Sekola KP Sekolah

(8)

PERPAJAKAN DAK

PPh Pasal 4 (2)

PPh Pasal 22

PPh Pasal 21

Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan kepada orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan

 jabatan, jasa & kegiatan

PPN

Bea Materai

(9)

Belanja Gaji / Honor

PEGAWAI

BUKAN PEGAWAI

TIDAK BERKESINAMBUNGAN

BERKESINAMBUNGAN

PENSIUNAN

TETAP

TIDAK TETAP

Ph NETO - PTKP

BULANAN

HARIAN

Ph BRUTO - PTKP

(50% X Ph Bruto) Kumulatif 

50 % x Ph Bruto

Ph NETO - PTKP

BERKALA 

Ph BRUTO

 –

450 RIBU

Ph BRUTO(>4,5jt sd 10,2jt)

 –

PTKP Harian

Ph Bruto Kumulatif 

BERKESINAMBUNGAN ex. Psl 13 (1)

((50% X Ph Bruto) - PTKP bulanan)

Kumulatif 

PESERTA KEGIATAN

Ph BRUTO(>10,2jt)

 –

PTKP

KOMISARIS, MANTAN PEGAWAI,

PENARIKAN DAPEN O/ PEGAWAI

(10)

KPP PRATAMA SURABAYA GENTENG 9

TARIF BERDASARKAN

PASAL 17 AYAT (1) A UU NO.36/2008 ( UU PPh)

 NO

Lapisan Penghasilan

Tarif  

1.

S.d. Rp 50.000.000,-

5%

2.

Di atas Rp50.000.000,- s.d. Rp 250.000.000

15%

3.

Di atas Rp250.000.000,- s.d.Rp500.000.000,-

25%

4.

Di atas Rp500.000.000,-

30%

(11)

KPP Pratama Surabaya Genteng

STATUS PTKP

WP Tidak Kawin

Kode

Jumlah

0 Tanggungan

TK/0

54.000.000

1 Tanggungan

TK/1

58.500.000

2 Tanggungan

TK/2

63.000.000

3 Tanggungan

TK/3

67.500.000

WP Kawin Kode Jumlah

0 Tanggungan K/0 58.500.000 1 Tanggungan K/1 63.000.000

2 Tanggungan K/2 67.500.000

3 Tanggungan K/3 72.000.000

WP Kawin + Penghasilan Istri

Digabung

Kode

Jumlah

0 Tanggungan

K/I/0

112.500.000

1 Tanggungan

K/I/1

117.000.000

2 Tanggungan

K/I/2

121.500.000

(12)

Pokok Bahasan

PPh Pasal 4 (2)

PPh Pasal 22

Pemungutan atas penghasilan yg dibayarkan Sehubungan dengan pembelian barang

(Bendahara Pemerintah)

PPh Pasal 21

PPN

Bea Materai

(13)

Jenis Bendahara

PPh Pasal 22 Atas Dana Bantuan

(Selain Dana BOS)

Bendahara Negeri

Dipungut

Bendahara Swasta

Tidak Memungut

TARIF 1,5%

DARI HARGA/NILAI

PEMBELIAN BARANG

JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA

TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI

(14)

13

DIKECUALIKAN DARI

PEMUNGUTAN PPh PSL 22

PEMBAYARAN ATAS

PENYERAHAN BARANG YANG JUMLAHNYA PALING BANYAK

Rp.2.000.000,- DAN TIDAK MERUPAKAN PEMBAYARAN

 YANG TERPECAH-PECAH DILAKUKAN OTOMATIS TANPA

SKB

PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BAHAN

BAKAR

MINYAK, LISTRIK, GAS, AIR MINUM / PDAM, DAN

BENDA BENDA POS DILAKUKAN OTOMATIS TANPA SKB

PMK 154/PMK.03/2010

Dikecualikan dari

PPh Pasal 22

Pembayaran atas

penyerahan barang

sehubungan dengan

pekerjaan pemerintah

yang dibiayai dengan

hibah/pinjaman luar 

negeri

Pembayaran untuk

pembelian barang

sehubungan dengan

penggunaan dana

BOS

(15)

Pokok Bahasan

PPh Pasal 23

Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan berupa hadiah, bunga, deviden, sewa, royalty dan jasa-jasa lainnya

selain Objek PPh Psl 21

PPh Pasal 22

PPh Pasal 21

PPN

Bea Materai

PPh Pasal 4 (2)

(16)

15 %

Deviden

Bunga

Royalty

Hadiah

2 %

Jasa

– 

 jasa Lainnya

JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA

TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI

(17)

Jasa Objek PPh Pasal 23

JENIS PENGHASILAN YANG TERKENA

OBJEK PPH PASAL 23

Tarif PPh Psl 23

1. Jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa

konsultan,

2. Jasa Lainnya : Jasa penilai, jasa aktuaris, jasa akuntansi,

 jasa perancang, jasa pengeboran migas, jasa penunjang

di bidang penerbangan, jasa penebangan hutan, jasa

pengolahan limbah, jasa penyedia tenaga kerja, jasa

perantara, jasa instalasi, jasa pemeliharaan, jasa

maklon, jasa penyelidikan dan keamanan, jasa

penyelenggaraan kegiatan, jasa pengepakan, jasa

media masa, jasa pembasmian hama, jasa kebersihan,

 jasa catering

(18)

Pokok Bahasan

PPh Pasal 23

PPh Pasal 22

PPh Pasal 21

Bea Materai

PPh Pasal 4 (2)

PPh dikenakan atas penghasilan bersifat Final

(19)

Objek Pemotongan PPh Final

Pekerjaan Kecil Besar Pelaksanaan 2% 3% Pengawasan 4% 4% Perencanaan 4% 4%

Kecuali di Hotel/Restoran

Tarif berdasar kualifikasi

Perencanaan, Pengawasan, dan Pelaksanaan

Objek

PPh FInal

Sewa Tanah/Bangunan

Tarif 10 %

Konstruksi

Pengalihan Tanah/Bangunan

Tarif 5 %

Non Kualifikasi

Pelaksanaan 4% Pengawasan 6% Perencanaan 6%

TERMASUK : B IAYA PE R AWATAN; B IAYA PEMELIHAR AAN;

BIAYA KE AMANAN; BIAYA FAS ILITAS LAINNYA DAN SER VICE

C H AR G E B A I K Y G PERJANJIANNYA DIBUAT SE CAR A TER PISA H/DISATUK AN 

(20)

Pokok Bahasan

PPh Pasal 23

PPh Pasal 22

PPh Pasal 21

PPN

Pemungutan atas pajak konsumsi yg dibayar sendiri sehubungan penyerahan Barang Kena Pajak & Jasa Kena Pajak

Bea Materai

(21)

Pengadaan Komputer

Rp100 Juta

Bendahara Pemerintah

Kwitansi Sebesar Rp. 110

Juta

1. Memungut PPN

sebesar Rp. 10 Juta

2. Memungut PPh Pasal

22 Sebesar Rp. 1,5 juta

Bendahara Swasta

Kwitansi Sebesar Rp. 110

Juta

(22)

Pajak Pertambahan Nilai

Di Daerah Pabean Penyerahan Barang/Jasa Kecuali : Negative List

Kecuali 

Barang Tidak Kena PPN 1. Barang Tambang 2. Barang Kebutuhan

Pokok

3. Makanan&Minuman di Hotel/Restoran

4. Uang, Emas batangan, dan surat

berharga-PPN (Tarif 10%)

PPnBM

PAJAK YG DIKENAKAN ATAS KONSUMSI BARANG  YG BERDSRKAN KMK TERGOLONG BRG MEWAH

JasaTidak Kena PPN

SEMUA BARANG

adalah

BARANG KENA PAJAK

Semua Jasa

adalah

Jasa Kena Pajak

Kecuali 

(23)

a. Jasa bidang pelayanan kesehatan medik;

b. Jasa bidang pelayanan sosial;

c. Jasa pengiriman surat dengan perangko;

d. Jasa keuangan;

e. Jasa asuransi

f. Jasa keagamaan;

g. Jasa pendidikan;

h. Jasa kesenian & hiburan;

i. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan;

 j.

Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan darat dalam negeri yang

menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri;

k. Jasa tenaga kerja;

l. Jasa perhotelan;

m. Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara

umum.

n. Jasa penyediaan tempat parkir;

o. Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam;

p. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos; dan

(24)

TDK MELEBIHI DARI JML Rp 1.000.000,00 TERMASUK PPN DAN/ATAU PPn BM DAN MERUPAKAN PEMBAYARAN YG TDK DIPECAH-PECAH

BBM DAN NON-BBM YG PENYERAHANNYA DILAKUKAN OLEH PERTAMINA

JASA ANGKUTAN UDARA YG DISERAHKAN OLEH PERUSAHAAN PENERBANGAN

DALAM HAL

PEMBAYARAN

PENYERAHAN BKP/JKP YG MENURUT PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU, MENDAPAT FASILITAS PPN TIDAK DIPUNGUT DAN ATAU DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PPN

PEMBEBASAN TANAH, KECUALI PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN TANAH OLEH REAL ESTATE ATAU INDUSTRIAL ESTATE

PEMB Y R N Y NG TID K DIPUNGUT PPN

OLEH BEND H R W

(25)

Pokok Bahasan

PPh Pasal 23

PPh Pasal 22

PPh Pasal 21

PPN

Bea Materai

Pembayaran atas pemanfaatan dokumen2 tertentu (kuitansi, kontrak)

(26)

Harga Nominal s.d.

Rp. 250.000

,-Surat yang memuat

 jumlah uang / Surat

Berharga

( Kwitansi )

Harga Nominal lebih

dari Rp. 250.000

s.d. Rp. 1.000.000

,-Surat yang memuat

 jumlah uang / Surat

Berharga

( Kwitansi )

Harga Nominal lebih

dari Rp. 1.000.000

,-Surat yang memuat

 jumlah uang / Surat

Berharga

(27)
(28)

17 Agustu 2 14

31 Maret 2 15

Launching meterai tempel

desain tahu 2 14

Batas akhi penggunaan meterai

te pe desain tahu 2 9

(29)

PENYETORAN PAJAK

Tata Cara Pengisian SSP

URAIAN PPH PASAL 21 PPH PASAL 22*) PPH PASAL 23 PPN *) Tanggal Penyetoran Paling lambat tanggal

10 bulan berikutnya

Hari yang sama pada saat pembayaran

Paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya

Paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya Nama/NPWP Bendahara BOS

Sekolah

Negeri/Yayasan Sekolah Swasta

Rekanan Bendahara BOS Sekolah Negeri

Bendahara BOS Sekolah

Negeri/Yayasan Sekolah Swasta

Rekanan Bendahara BOS Sekolah Negeri

Kode Akun Pajak/Kode Jenis Setoran 411121/100 (tdk final) 411121/402 (final) 411122/900 411124/100 411211/900

Ditandatangani oleh Bendahara BOS Sekolah Negeri/Yayasan Sekolah Swasta Bendahara BOS Sekolah Negeri Bendahara BOS Sekolah Negeri/Yayasan Sekolah Swasta Bendahara BOS Sekolah Negeri

*) Khusus sekolah negeri 

Pajak yang telah dipotong/dipungut disetorkan ke kas negara

melalui Kantor POS/Bank dengan menggunakan Surat Setoran

Pajak (SSP):

(30)

PEMBUATAN BUKTI POTONG/

PUNGUT PAJAK

Pembuatan Bukti Potong/Pungut

URAIAN PPH PASAL 21 PPH Pasal 22*) PPH PASAL 23 PPN *) Bukti Pemotongan/

Pemungutan

Dibuat dan

ditandatangani oleh Bendahara

(dibuat setiap kali melakukan  pembayaran) Hanya SPT Masa 22 dan SSP Dibuat dan ditandatangani oleh Bendahara

(dibuat setiap kali melakukan

 pembayaran)

-Faktur Pajak yang dibuat oleh Rekanan -SSP atas nama rekanan yang dibuat dan ditandatangani oleh bendahara (dibuat saat 

 pengajuan tagihan ke bendahara)

*) Khusus sekolah negeri 

Formulir Bukti Potong PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 23 disediakan secara gratis di

Kantor Pelayanan Pajak

(31)

PELAPORAN PAJAK

Tata Cara PelaporanSPT Masa

URAIAN PPH PASAL 21 PPH PASAL 22*) PPH PASAL 23 PPN *) Tanggal Pelaporan Paling lama 20 hari

setelah masa pajak berakhir

Selambat lambatnya 14

hari setelah masa pajak berakhir

Paling lama 20 hari setelah masa pajak berakhir

Paling lama akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir

Jenis SPT SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 (1721)

SPT Masa Pasal 22 SPT Masa PPh Pasal 23 dan/atau Pasal 26

SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN (1107 PUT)

Lampiran -SSP Lembar 3 yang telah disetorkan ke kas negara

- Bukti Potong dan daftar bukti potong baik yang final maupun tidak final

-- SSP Lembar ke 3 yang telah disetorkan ke kas Negara

-SSP Lembar 3 yang telah disetorkan ke kas negara

- Bukti potong dan daftar bukti potong

Fotocopy SSP yang telah disetorkan ke kas negara

*) Khusus sekolah negeri

Pajak yang telah disetorkan ke kas negara dilaporkan ke

Kantor Pelayanan Pajak dengan menggunakan Surat

Referensi

Dokumen terkait

Siregar (2013) meneliti pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Transfer yang terdiri dari Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil Pajak dan Dana Bagi Hasil Sumber Daya

“ Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Transfer yang terdiri dari Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil Pajak dan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam terhadap Belanja

Predictors: (Constant), DANA ALOKASI KHUSUS, RETRIBUSI DAERAH, DANA. ALOKASI UMUM,

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Penyesuaian Otonomi Khusus DIY merupakan sumber pendapatan

Untuk mengetahui pengaruh pada dana perimbangan yang dimaksudkan ialah Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil pajak dan Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) dan PDRB sektor

Pembagiaa Alokasi Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Gas Bumi Dalam Rangka Otonomi Khusus Triwulan IV Tahun 2013 kepada Kabupaten/Kota

Pengaruh Pajak Daerah , Retribusi Daerah , Dana Alokasi Umum , Dana Alokasi Khusus Terhadap Alokasi Belanja Modal Survei Pada Kabupaten / Kotamadya Se- Jawa Barat Pengaruh Pajak

Nilai konstanta α sebesar 174387.249 dengan arah positif yang menyatakan bahwa jika variabel independen Pajak Daerah X1, Dana Alokasi Umum X2 dan Dana Alokasi Khusus X3 dianggap konstan