• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Deskriptif pada peserta putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "(Studi Deskriptif pada peserta putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

JAWA BARAT DI TASIKMALAYA

(Studi Deskriptif pada peserta putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya)

oleh; Edi sumarno; 1 H. Agus Mulyadi, M.Pd.;2 H. Abdul Narlan, M.Pd.;3

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Dosen (Pembimbing I) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Dosen (Pembimbing II) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya

ABSTRACT

The aims of this research is to obtain the information about the difference of effectiveness between open spike and quick spike on the spike result in the male volleyball game at the qualification round of PORDA West Java in Tasikmalaya.

The method of this research by using a descriptive method. The population is all participants of the male volleyball tournament at the qualification round of PORDA West Java in Tasikmalaya on October 8th – 12th 2013, consisting of 6 teams. The all population is chosen as the sample by using total sampling technique. The instrument used in this research is direct observation.

Based on the research result and hypothesis testing using the statistical approach, it can be concluded that there is a significant difference of effectiveness between open spike and quick spike on the spike result in the male volleyball game at the qualification round of PORDA West Java in Tasikmalaya.

(2)

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang perbandingan efektivitas antara open spike dengan quick spike terhadap hasil spike

dalam permainan bolavoli putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Kejuaraan bolavoli putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya tanggal 08 – 12 Oktober 2013 sebanyak 6 tim yang semuanya ditentukan sebagai sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalahmelalui observasi langsung.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis dengan menggunakan pendekatan statistika, penulis dapat menyimpulkan bahwa Terdapat perbedaan efektivitas yang berarti antara open spike dengan quick spike terhadap hasil spike dalam permainan bolavoli putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya.

Kata Kunci: Open Spike dan Quick Spike, Hasil Spike.

A. PENDAHULUAN

Bolavoli adalah salah satu cabang olahraga yang telah mendunia baik ditingkat Regional, Nasional, maupun Internasional. Permainan yang masuk dalam kategori permainan bola besar. Permainan ini sering kita jumpai didalam kalangan masyarakat biasa. Bahkan permainan bolavoli ini telah masuk kedalam kurikulum tingkat satuan pendidikan di Indonesia. Selain olahraga ini menyenangkan dan meningkatkan kesegaran jasmani, permainan ini juga dapat menjadikan seseorang sukses dalam kehidupanya. Banyak sekali contoh yang nyata bahwa hidup mereka terjamin jika memiliki keterampilan didalam bidang olahraga khususnya bolavoli.

Secara umum, Bolavoli adalah Permainan yang dimainkan oleh dua regu yang saling berlawanan. Dan masing-masing regu memiliki enam orang pemain. Permainan ini dapat dimainkan di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Ada pula permainan bolavoli yang di mainkan di tepi pantai atau lapang yang berlantaikan pasir. Yaitu yang

(3)

dinamakan permainan bolavoli pantai atau pasir. Dan masing-masing regu hanya memiliki dua orang pemain.

Permainan bolavoli pada dasarnya merupakan permainan yang menyenangkan dan biasa dijadikan hiburan atau rekreasi di waktu jenuh setelah melakukan aktivitas pekerjaanya. Perkembangan bolavoli sangat cepat seiring dengan perkembangan olahraga lainya sehingga bolavoli tidak hanya untuk rekreasi atau pun mengisi waktu luang, tetapi juga dapat menjadikan sebagai suatu profesi dan menuntut prestasi tinggi. Penguasaan teknik bermain bolavoli menjadi persyaratan yang utama atau mutlak untuk para pemainnya, karena setiap kali melakukan kesalahan teknik sudah pasti akan dihukum oleh pemimpin pertandingan (wasit), yaitu poin untuk lawan dan pindah

service.

Teknik dasar dalam permainan bolavoli diantaranya yaitu; Spike, Block, Passing, Service. Dari sekian banyak teknik yang ada, spike merupakan teknik yang selalu digunakan untuk menyerang dan menghasilkan angka serta meraih kemenangan. Karena permainan bolavoli merupakan permainan cepat maka teknik menyerang lebih dominan dibandingkan dengan teknik bertahan. Spike merupakan pukulan keras dan menukik yang pelaksanaanya dilakukan dengan memukul bola diatas net atau jaring dan diarahkan ke daerah lawan, spike juga merupakan serangan yang sangat dominan besar untuk mencetak poin ataupun memenangkan pertandingan.

Tujuan spike itu sendiri adalah mematikan bola ke daerah lawan secara cepat, keras, dan indah sehingga mendapatkan poin yang memuaskan. Seperti yang diungkapkan oleh Dieter Beutelstahl (2009:24-25) bahwa “smash merupakan suatu keahlian yang esensial, cara yang termudah untuk memenangkan angka”.

(4)

Untuk melakukan spike dengan baik yang perlu diperhatikan oleh seorang pemain bolavoli adalah penguasaan teknik dasar spike. Teknik dasar spike antara lain yaitu; awalan, tolak dan loncatan, pukulan, dan pendaratan. Spike merupakan teknik dasar yang memiliki gerakan yang komplek, dari dimulainya langkah awalan, tolakan untuk melompat, gerakan memukul bola, sampai dengan gerakan mendarat setelah melakukan pukulan terhadap bola.

Secara umum langkah-langkah untuk melakukan spike adalah sikap awal berdiri serong sekitar 3 sampai 4 meter dari net, sudut pandang fokus mengamati datangnya bola, terlebih dahulu langkahkan kaki kiri atau kanan ke depan diikuti kaki selanjutnya melangkah panjang, letakan kaki kanan atau kiri dengan keadaan sejajar, kedua lutut ditekuk sedikit rendah, kedua tangan berada dibelakang badan, kedua kaki ditolak dengan mengayunkan tangan ke depan atas, pada titik tertinggi segera lakukan pukulan terhadap bola ke arah depan bawah dengan sekeras-kerasnya, sikap akhir dengan menjaga keseimbangan badan agar tidak melakukan kesalahan dan mendarat kembali dengan menumpu kedua kaki secara bersama-sama dan lutut sedikit ditekuk atau ngeper.

Ada beberapa jenis spike didalam permainan bolavoli, diantaranya yaitu; Open Spike, Quick Spike, Semi Spike dan Back Attack.

a. Open spike adalah pukulan atau serangan yang dilakukan dengan posisi bolanya kurang lebih 4-7 meter diatas net atau jaring. Pada saat akan memukul bola open, pemukul sedikit menunggu untuk memperkirakan timing dengan melakukan pendekatan untuk mencari posisi yang tepat untuk melakukan pukulan.

b. Quick Spike adalah pukulan atau serangan cepat yang berbeda dengan jenis spike

(5)

spike, tetapi posisi bola quick spike ini tidak boleh lebih dari 2-3 bola (0 – 0,5 meter) di atas net atau jaring. Dapat dilakukan dari posisi mana saja asalkan pemukul berada pada posisi pemain depan. Sering terjadi quick spike dilakukan oleh pemain yang ahli atau disebut quicker. Biasanya, seorang quicker adalah orang yang paling tinggi di tim tersebut karena bertugas sebagai center block juga. Faktor keberhasilanya selain timing terhadap pengumpan, timing terhadap lintasan bola dari penerima servis pun juga sangat menentukan keberhasilannya.

c. Semi spike adalah spike yang dilakukan terhadap bola umpan sedang dengan ketinggian bolanya kurang lebih 1 meter di atas daerah tepi net. Pada saat akan memukul bola semi, pemukul memulai awalan ketika bola dari penerima servis

mengenai tangan pengumpan sambil mengamati arah bola.

d. Back Attack adalah serangan dari belakang dapat berupa bola kedua atau bola ketiga sehingga pelaksanaan tekniknya juga sama dengan jenis spike lainya. Pada permainan bolavoli modern, back attack sering kali dilakukan dari posisi 6 maupun posisi 1 oleh pemain belakang.

Dari ke-4 bentuk spike tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaanya. Sedangkan menurut penulis sendiri, dari ke-4 bentuk

spike tersebut yang paling efektiv dan sering digunakan dalam suatu pertandingan adalah open spike dan quick spike.

Berdasarkan pada uraian di atas penulis tertarik dan berkeinginan untuk melakukan penelitian yaitu membandingan efektivitas open spike dengan quick spike

terhadap hasil spike dalam permainan bolavoli putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya.

(6)

B. PROSEDUR PENELITIAN Metode Penelitian

Metode yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif, karena metode ini dianggap akurat dalam mencari data yang diperlukan. Dan metode ini mengandung fakta keadaan atau situasi yang sebenarnya pada saat penelitian. Seperti yang di ungkapkan oleh Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:64) bahwa “Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsipkan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Dengan perkataan lain, penelitian deskriptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan”.

Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah spike yang di beri simbol (X). Open spike

adalah variabel bebas ke-1 yang dibri simbol (X1). Dan variabel bebas ke-2 adalah quick spike yang di beri simbol (X2). Sedangkan variabel terikatnya adalah hasil spike yang di

beri simbol (Y).

Dengan penjelasan diatas, penulis menggambarkan konstelasi variabel penelitian sebagai berikut.

Variabel Bebas Kesatu (X2) (Quick Spike Permainan

Bola Voli)

Variabel Bebas Kedua (X1) (Open Spike Permainan

Bola Voli)

Variabel Terikat (Y) (Hasil Spike untuk Meraih

poin)

Variabel Terikat (Y) (Hasil Spike untuk Meraih

(7)

Instrumen Penelitian

Instrumen Penelitian, menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:97) “Keberhasilan banyak ditentukan oleh instrumen yang digunakan, sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan (masalah) dan menguji hipotesis diperoleh melalui instrumen”. Dan dijelaskan juga oleh Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:99) bahwa “Instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, dibedakan menjadi beberapa jenis,antara lain (1) tes (2) wawancara dan kuesioner (3) daftar inventory (4) skala pengukuran (5) observasi (6) sosiometri”.

Instumen yang penulis akan gunakan adalah berupa tes kemampuan dalam melakukan open spike dan quick spike sehingga memperoleh data mengenai hasil spike

dalam permainan bolavoli.

Tes, menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:100) “Tes adalah alat ukur yang digunakan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis atau secara lisan atau secara perbuatan”. Sejalan dengan pendapat Nurhasan dan Abdul Narlan (2011:2) mengatakan bahwa “tes merupakan suatu alat ukur yang dapat digunakan untuk memperoleh data yang obyektif tentang hasil belajar siswa.

Populasi dan Sampel

Populasi dan sampel Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:84,85) “Populasi maknanya berkaitan dengan elemen, yakni unit tempat diperolehnya informasi. Elemen tersebut bisa berupa individu, keluarga, rumah tangga, kelompok sosial, sekolah, kelas, organisasi, dan lain-lain. Sampel adalah sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi”.

(8)

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta yang bertanding mengikuti kualifikasi PORDA Jawa Barat yang diselenggarakan di Tasikmalaya dan berjenis kelamin laki-laki.

Sampelnya adalah seluruh populasi atau peserta yang mengikuti kualifikasi PORDA Jawa Barat yang diselenggarakan di Tasikmalaya dan berjenis kelamin laki-laki.

Teknik Pengolahan Data

Pengolahan data, Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:128) “Pengolahan data bertujuan mengubah data mentah dari hasil pengukuran menjadi data yang lebih halus sehingga memberikan arah untuk pengkajian lebih lanjut”.

Untuk mengetahui hasil dari penelitian ini, penulis memakai langkah-langkah penghitungan statistik untuk mengetahui keberhasilanya. Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (1989:128) “Penggunaan statistika dalam pengolahan data biasanya berkisar pada teknik-teknik statistika, antara lain; sebaran frekuensi, ukuran memusat, ukuran keragaman, skor baku, kolerasi, khi-kuadrat, analisa va-riansi, regresi”.

Adapun langkah statistik yang akan digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:

1. Menghitung skor rata-rata (mean) dari masing-masing tes, dengan rumus :

         

fi ci . fi p Xo X Keterangan :

X = Nilai rata-rata yang dicari

(9)

p = Panjang kelas interval fi = Frekuensi

ci = Deviasi atau simpangan

2. Menghitung standar deviasi atau simpangan baku dengan rumus :

S =

n -1

n ci . fi ci . fi n p 2 2

Keterangan :

S = standar deviasi yang dicari n = jumlah sampel (n =  fi) P = panjang kelas interval fi = frekuensi

ci = deviasi atau simpangan

3. Menguji normalitas data dari setiap tes melalui penghitungan statistik 2 (Chi– kuadrat), rumus yang digunakan adalah :

S2 = P2           1) (n n ci) fi ( ci fi n 2 2 Keterangan :

2 = Chi–kuadrat (lambang yang menyatakan nilai normalitas) Oi = frekuensi nyata atau nilai observasi/pengamatan

Ei = frekuensi teoretik atau ekspektasi, yaitu luas kelas interval dikalikan dengan jumlah sampel (n).

Kriteria pengujian dengan menggunakan distribusi chi–kuadrat (2) dengan taraf nyata  = 0,05 dan dk = k – 3. Apabila 2 (1 – ), (k – 3) atau 2 tabel dari daftar chi– kuadrat (2) lebih besar atau sama dengan hasil penghitungan statistika 2, maka

(10)

data-data dari setiap tes itu berdistribusi normal dapat diterima, untuk harga 2 lainnya ditolak.

4. Menguji homogenitas data setiap tes melalui uji statistik F dengan rumus sebagai berikut : terkecil Varians terbesar Varians F

Kriteria pengujian dengan menggunakan distribusi F dengan taraf nyata = 0,05 dan dk = n-1. Apabila nilai Fhitung≤ Ftabel distribusi atau F  F(V1, V2), maka

data dan kelompok tes itu homogen.F(V1, V2), didapat dari daftar distribusi F

dengan peluang α,sedangkan derajat kebebasan (dk) v1 dan v2 masing-masing sesuai

dengan dk pembilang dan dk penyebut = n.

5. Menguji diterima atau ditolaknya hipotesis melalui pendekatan uji kesamaan dua rata-rata uji dua pihak (uji t). Rumus yang digunakan adalah :

t = 2 1 2 1 n 1 n 1 S X X   dengan S = 2 n n S 1) (n S 1) (n 2 1 2 2 2 2 1 1      Keterangan :

t = nilai signifikansi yang dicari

1

X = skor rata-rata dari tes awal atau variabel I

2

X = skor rata-rata dari tes akhir atau variabel II S = simpangan baku gabungan

n = jumlah sampel

2 1

S = varians sampel tes awal atau variabel I

2 2

(11)

Kriteria pengujian adalah terima hipotesis (Ho) jika -t (1 – )< t < t (1 – ), dimana -t (1 – ) didapat dari distribusi t dengan derajat kebebasan (dk) = n1 - n2 - 2 dan peluang (1

- ½ ). Taraf nyata () = 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%. Untuk harga t lainnya hipotesis ditolak.

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan pendekatan statistik, hipotesis penelitian yang penulis ajukan bahwa open spike lebih efektif daripada quick spike terhadap hasil spike dalam permainan bolavoli dapat diterima.

Kebenaran hasil uji hipotesis tersebut diperkuat oleh data hasil penelitian dengan menggunakan uji t` yang menunjukkan nilai t`hitung sebesar 2,31 yang berada di

luar daerah penerimaan hipotesis (t`tabel sebesar 2,05).

D. PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian penulis menyimpulkan :

1. Terdapat perbedaan efektivitas antara open spike dengan quick spike terhadap hasil

spike dalam permainan bolavoli putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya.

2. Pukulan open spike lebih efektif digunakan untuk memperoleh poin dalam permainan bolavoli putra babak kualifikasi PORDA Jawa Barat di Tasikmalaya. Kebenaran hasil pengujian hipotesis tersebut didukung pula oleh data hasil penelitian dengan menggunakan uji t` yang menunjukkan nilai t`hitung sebesar 2,31

(12)

Saran

Penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut :

1. Bagi guru olahraga atau pelatih khususnya olahraga bolavoli di sekolah-sekolah maupun diluar sekolah, bahwa open spike dapat dijadikan tolak ukur dan dapat digunakan sebagai alternatif bentuk latihan dalam rangka meningkatkan serangan yang efektif dalam permainan bolavoli.

2. Dikarena ruang lingkup penelitian ini terbatas oleh waktu, penulis menyarankan kepada berbagai pihak yang tertarik untuk membahas dan meneliti mengenai masalah yang sama, agar mempersiapkan bahan penelitian dengan matang.

E. DAFTAR PUSTAKA

Beutelstahl, Dieter. (2009). Belajar Bermain Bola Voli. Bandung : CV Pionir Jaya. Marwan, Iis. (2013). Pengantar Metode Penelitian Pendidikan Olahraga. Tasikmalaya. Lutan,Rusli. (1988). Belajar Mengajar Motorik Pengantar Teori dan Metode.

Jakarta:Depdikbud.

Riyani,Sri. (2010-2011) .Perbandingan Efektivitas antara Servis bawah dengan Servis

samping terhadap ketepatan Servis dalam permainan bolavoli. Skripsi.

Tasikmalaya: PJKR FKIP UNSIL,tidak dipublikasikan.

Sudjana,Nana dan Ibrahim.(1989).Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung:CV Sinar Baru.

PP.PBVSI.Peraturan bola voli. (2002).

Badriah, Dewi Laelatul. (2011). Fisiologi Olahraga Edisi II. Bandung: MULTAZAM. Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: CV

(13)

Faruq, Muhammad Muhyi. (2009). Meningkatkan Kebugaran Jasmani Melalui

Permainan Dan Olahraga Bola Voli. Surabaya: PT Gramedia Widiasarana

Indonesia.

Sutrisno. (2009). Mempersiapkan Pemain Voli Berprestasi. Penerbit: PT MUSI PERKASA UTAMA

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi 2010. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan

dengan yang ditetapkan. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah

pelaksanaan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan

Linz Peter, Introduction to Formal Languages &amp; Automata, DC Heath and Company, 1990. Dulimarta Hans, Sudiana, Catatan Kuliah Matematika Informatika, Magister Teknik Informatika

Untuk menyelesaikan tugas akhir, maka saya melakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Ekstrak Siwak 1% (Salvadora Persica) sebagai Obat Kumur dalam Mengurangi Akmulasi Plak

Kesimpulan, adanya karies dan PUFA di rongga mulut merupakan faktor penting yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup remaja dan mengganggu ketika makan

Oleh karena itu sistem pengaman kendaraan bermotor dengan menggunakan infra merah, alat yang sangat baik,murah, efisien dan sederhana, penggunaan alat ini hanya menggunakan