Makalah Kelompok Dagang - Penyelesaian Sengketa Dagang Litigasi

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

• "enghindarkan perkara dimuka hakim yang dikhawatirkan berpihak 

alah satu keuntungan arbitrase adalah tidak perlu membawa kasus ke suatu peradilan tertentu yang dikhawatirkan akan berpihak jika masalah ini terjadi antara dua perusahaan multinasional. Peradilan mungkin akan berpihak pada warganegaranya sendiri.

Lembaga Pera%!lan ang Ber&enang.

$embaga Peradilan yang memiliki kewenangan untuk memeriksa dan menyelesaikan sengketa dagang adalah1&

%. Peradilan mum

Peradilan ini terdiri dari peradilan negeri, peradilan tinggi dan berpuncak pada "ahkamah Agung. )erdasarkan ketentuan pasal 56 ndang-undang omor + tahun %709 tentang Peradilan mum jo. Pasal +6 ayat '+( ndang-undang omor 10 tahun +667, Peradilan egeri bertugas dan berwenang memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara perdata dan pidana tingkat pertama. Diikuti dengan kewenangan memeriksa perkara tersebut dijenjang banding oleh Peradilan 4inggi dan kasasi oleh "ahkamahAgung. Dengan demikian, peradilan umum berwenang untuk memeriksa, mengadili, memutus dan menyelesaikan sengketa dagangbisnis yang termasuk dalam ruang lingkup hukum perdata dalam arti luas.

+. Peradilan iaga

Peradilan ini adalah peradilan dengan kompetensi khusus yang berdasarkan pasal +06 ndang-undang omor 1 tahun %770 tentang Perubahan Atas Perpu omor % 4ahun %770 tentang perubahan Atas ndang-undang #epailitan menjadi ndang-undang #epailitan maka kompetensi Peradilan iaga adalah untuk memeriksa dan memutuskan  perkara-perkara&

a. Permohonan pernyataan pailit

 b. Peermohonan penundaan kewajiban pembayaran utang

c. Perkara lain dibidang perniagaan yang dilakukan dengan Peraturan Pemerintah.

3uang lingkup kewenangan Pengadilan iaga tidak hanya mencakup perkara kepailitan dan penundaan kewajiban dan pembayaran utang 'P#P( saja. 4api, Pengadilan iaga juga berwenang menangani sengketa-sengketa komersial lainnya seperti sengketa di bidang hak kekayaan intelektual 'H#I( dan sengketa dalam proses

4 am#a!$ uti(o"o, 2&&',

Penyelesaian Sengketa Bisnis, itra Mdia,

 o$(akarta, hlm. 11-12

(2)

likuidasi bank yang dilakukan $embaga Penjamin impanan '$P(. )erdasarkan  peraturan perundang-undangan, hingga saat ini Pengadilan iaga berwenang menangani  perkara-perkara sebagai berikut5&

a. #epailitan dan P#P, serta hal-hal yang berkaitan dengannya, termasuk  kasus-kasus actio pauliana dan prosedur ren<oi tanpa memperhatikan apakah pembuktiannya sederhana atau tidak ' o. /B 4ahun +661 tentang #epailitan dan Penundaan #ewajiban P embayaran tang(C

 b. Hak kekayaan intelektual&

• Desain Industri ' o. /% 4ahun +666 tentang Desain Industri(C

• Desain 4ata $etak irkuit 4erpadu ' o. /+ 4ahun +666 tentang Desain 4ata $etak irkuit 4erpadu(C

• Paten ' o. %1 4ahun +66%tentang Paten(C • "erek ' o. %5 4ahun +66% tentang "erek(

• Hak ;ipta ' o. %7 4ahun +66+ tentang Hak ;ipta(. /. Peradilan Agama

Dalam undang omor / tahun +669 tentang Perubahan Atas ndang-undang omor B tahun %707 tentang Peradilan Agama, peradilan agama berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang  beragama islam di bidang perkawinan, waris, waisat, hibah, waka!, zakat, in!a, shadaah, dan ekonomi syariah. #emudian dijelaskan lebih lanjut bahwa kegiatan Eekonomi syariahF adalah meliputi perbuatan atau kegiatan usaha yang dilaksanakan dengan prinsip syariah yaitu diantaranyaC bank syariah, lembaga keuangan mikro syariah, asuransi syariah, reasuransi syariah, reksa dana syariah, obligasi syariah dan surat  berharga berjangka menengah syariah, sekuritas syariah, pembiayaan syariah, pegadaian

syariah, dana pensiun lembaga keuangan s yariah, dan bisnis syariah. Tentang #"n'l!k (ur!s%!ks!)

Dalam ketentuan pasal // ndang-undang omor /6 tahun %777 tentang Arbitrase dan Alternati! Penyelesaian engketa disebutkan bahwa Pengadilan tidak   berwenang mengadili sengketa para pihak yang telah terikat dalam perjanjian arbitrase.

5 3ia!a u"uma"ari.

http://www.hukumo!li!.%om/kli!ik/dtail/lt4d40f%#&95f4'/li!$kup-kw!a!$a! p!$adila!-!ia$a diak"" pada ta!$$al 5 !o 2&1) jam

0: 50 +.

(3)

ehingga hal ini berarti setiap perjanjian yang mencantumkan klausula arbitrase atas suatu perjanjian arbitrase yang dibuat oleh para pihak menghapuskan kewenangan dari Pengadilan egeri untuk menyelesaikan setiap sengketa yang timbul dari perjanjian yang memuat klausula arbitrase tersebut.

Dengan pasal ini jelas bahwa suatu sengketa yang telah ditetapkan akan diselesaikan melalui arbitrase tidak dapat diinter<ensi oleh Pengadilan egeri. amun meskipun demikian, jika dilihat dari pasal %% ayat '+(  /6%777 Pengadilan egeri dapat melakukan suatu inter<ensi terhadap perkara yang mengandung klausul arbitrase dalam hal-hal tertentu yang ditetapkan dalam undang-undang tersebut yaitu terkait dengan pelaksanaan putusan arbitrase yang diatur dala m bab GI.

Demikian pula dengan doktrin yang menyatakan bahwa suatu klausul arbitrase  bukanlah ketertiban umum yang artinya arbitrase tidaklah berlaku mutlak menyingkirkan kewenangan pengadilan. Aliran ini terutama dalam putusan Hooge 3aad 'H3( tanggal 0 ?anuari %7+5 yang pada intinya klausul arbitrase akan bersi!at absolut apabila dipertahankan oleh kedua belah pihak. Apabila salah satu pihak tidak puas dengan  putusan Arbitrer dan mengajukan sengketa ke pengadilan kemudian tidak ada eksepsi terhadap klausula arbitrase dalam perjanjian, maka pengadilan tetap berwenang untuk  memeriksa dan mengadili sengketa tersebut.

Penelesa!an Sengketa Dagang Internas!"nal

Dalam perdagangan terutama dalam era globalisasi saat ini sangat mungkin terjadi sengketa antara perusahaan-perusahaan antar negara ataupun antara suatu negara dengan "; '"ulti ational ;orporation(. Dalam menyelesaikan sengketa-sengketa ini terdapat beberapa prinsip yang digunakan yaitu&

%. Prinsip kesepakatan para pihak '#onsensus(

4ermasuk dalam lingkup pengertian kesepakatan ini adalah&

a. bahwa salah satu pihak atau kedua belah pihak tidak berupaya menipu, menekan atau menyesatkan pihak lainnyaC

 b. bahwa perubahan atas kesepakatan harus berasal dari kesepakatan kedua  belah pihak. Artinya, pengakhiran kesepakatan atau re<isi terhadap muatan

kesepakatan harus pula berdasarkan pada kesepakatan kedua belah pihak. +. Prinsip kebebasan memilih cara-cara penyelesaian sengketa

(4)

Penyerahan sengketa kepada arbitrase merupakan kesepakatan atau perjanjian para pihak. Artinya, penyerahan suatu sengketa ke badan arbitrase haruslah berdasarkan pada kebebasan para pihak untuk memilihnya

/. Prinsip kebebasan memilih hukum

Prinsip penting lainnya adalah prinsip kebebasan para pihak untuk menentukan sendiri hukum apa yang akan diterapkan 'bila sengketanya diselesaikan( oleh badan peradilan 'arbitrase( terhadap pokok sengketa. #ebebasan para pihak untuk menentukan hukum ini termasuk kebebasan untuk memilih kepatutan dan kela yakan 'e@ aeuo et bono(.

1. Prinsip itikad baik 

Prinsip ini mensyaratkan dan mewajibkan adanya itikad baik dari para pihak dalam menyelesaikan sengketanya.

5. Prinsip e@haustion o! local remedies

"enurut prinsip ini, hukum kebiasaan internasional menetapkan bahwa sebelum para  pihak mengajukan sengketanya ke pengadilan internasional, maka langkah-langkah  penyelesaian sengketa yang tersedia atau diberikan oleh hukum nasional suatu negara

harus terlebih dahulu ditempuh 'e@hausted(.

B. C"nt"h Penelesa!an Sengketa Dagang Melalu! Pr"ses L!t!gas!

alah satu contoh sengketa yang diselesaikan secara litigasi adalah mengenai Hak  #ekayaan Intelektual seperti Hak cipta, "erek dagang, dll. Pengadilan iaga dalam  berbagai ndang  ndang dibidang H#I diberi kewenangan untuk menyelesaikan sengketa melalui Pengadilan iaga. ebagai Hakim iaga yang memeriksa sengketa H#I harus memahami kasus dan kriteria perlindungannya.B

edangkan beberapa penyebab perselisihan dalam sengketa H#I lazimnya adalah • #etidak jelasan status kepemilikan.

• Penggunaan H#I tanpa seizin pemilik. • 4idak dipenuhinya perjanjian lisensi H#I.

)erikut adalah prosedur persidangan di Peradilan iaga secara singkat&

0 atur ria!toro,

Penyelesaian Sengketa Hak Kekayaan Intelektual

Melalui Pengadilan Niaga

,

http://www.p!-mda!kota.$o.id/2/i!d6.php/pu#lika"i/artikl/125-p!(l"aia!-haki

diak"" pada &9-11-2&1), 11.49

(5)

%. Penyampaian gugatan kepada #etua Pengadilan.

+. "empelajari berkas gugatan dan menetapkan hari sidangnya. /. Pemanggilan para pihak untuk bersidang.

1. Pemeriksaan di persidangan

5. Putusan harus diucapkan paling lama dalam 76 hari setelah penda!taran gugatan. 9. Penyampaian putusan kepada para pihak.

Putusan Pengadilan iaga dalam sengketa H#I terbuka upaya hukum #asasi ke "ahkamah Agung. #ekhususan ditingkat #asasi sebagai berikut &

%. 4enggang waktu pengajuan #asasi & paling lambat %1 hari.

+. 4enggang waktu penyampaian "emori #asasi & paling lambat B hari sejak  tanggal permohonan.

/. Pengiriman "emori #asasi kepada pihak 4ermohon #asasi & paling lambat + hari setelah diterima "emori #asasi.

1. Pengajuan #ontra "emori #asasi paling lambat B hari setelah penerimaan "emori #asasi. Pengiriman #ontra "emori #asasi kepada pihak lawan 'Pemohon #asasi( paling lambat + hari.

5. Pengiriman berkas perkara ke "ahkamah Agung paling lambat %1 hari setelah  pengiriman #ontra "emori #asasi tersebut di atas.

9. "ahkamah Agung wajib mempelajari berkas perkara #asasi dan menetapkan hari sidang paling lambat B hari setelah permohonan #asasi diterima oleh "ahkamah Agung.

B. Putusan #asasi harus diucapkan paling lambat 76 hari setelah permohonan diterima oleh "ahkamah Agung.

0. Panitera "ahkamah Agung wajib menyampaikan kepada Panitera Pengadilan  iaga paling lambat B hari setelah putusan #asasi diucapkan.

7. ?uru sita Pengadilan iaga menyampaikan salinan putusan #asasi kepada Pemohon #asasi dan 4ermohon #asasi paling lambat B hari setelah putusan #asasi diterima oleh Panitera Pengadilan iaga.

)eberapa contoh kasus H#I yang pernah t erjadi di Indonesia adalah&

• Pada tanggal +1 eptember %7/%, Hakim Pengadilan egeri "edan '$andraad "edan( sudah dapat mengantisipasi kekosongan hukum mengenai Persaingan ;urang 'n!air ;ompetition( dalam kasus ;=$A42 <ersus "AII. Dengan  pertimbangan bahwa persamaan pada pokoknya pada merek tidak semata  mata ditentukan oleh persamaan bunyi pengucapan pada kedua merek yang kemasan  produk masing  masing merek, diantaranya unsur warna, bentuk, atau !ormatnya

dan kesan selanjutnya dari merek  merek yang bersangkutan.

• Putusan "ahkamah Agung 3.I. o. /B6 #ip%70/ tanggal %7 ?uli %701 tentang sengketa merek :Dunhil> antara Al!red Dunhil $imited <ersus $ilien utan, pada

(6)

 pokoknya menyatakan & :Pemakaian dan peniruan merek terkenal orang lain harus dikuali!ikasikan sebagai pemakai yang beretikad tidak baik, karena itu tidak patut diberi perlindungan hukum>.

• Putusan "ahkamah Agung 3.I. o. ++6P#Perd%709 tanggal %9 Desember 

%709 dalam sengketa merek :ike>, antara ike Internasional $imited <ersus $ucas asmito.

;ontoh kasus-kasus sengketa dagang lain yang diselesaikan melalui pengadilan negeri maupun pengadilan niaga adalah&

• P4.4elkomsel 4bk. yang dinyatakan pailit oleh Pengadilan iaga ?akarta Pusat

dengan nomor putusan omor. 10 PAI$I4+6%+ P.IAA?#4.P4. Putusan  pailit terhadap P4.4elkomsel yang dilakukan oleh Pengadilan iaga tersebut kemudian di batalkan oleh "ahkamah Agung setelah dilakukan pengajuan kasasi kepada pihak "ahkamah Agung.

• Putusan Pengadilan iaga di Pengadilan egeri ?akarta Pusat untuk 

mengabulkan permohonan tuntutan dari ;;$ ';rown ;apital lobal $imited( untuk mempailitkan P4.;itra 4ele<isi Indonesia karena tidak mampu membayar  kredit pada kreditor pada %1 =ktober +667.

• #asus P4. Hutama #arya 'perusahaan berbentuk persero yang merupakan salah

satu )" dan bergerak dibidang jasa konstruksi( yang dinyatakan pailit  berdasarkan putusan Pengadilan iaga o.+1Pailit%770iaga?kt.Pst, jo

Putusan "ahkamah Agung 3I o. 6%

(7)
(8)

BAB III PENUTUP

S!m*ulan

Penyelesaian sengketa dagang dapat dilakukan secara litigasi dan non-litigasi.penyelesaian secara litigasi adalah penyelesaian yang dilakukan secara !ormal  beracara dihadapan pengadilan. $embaga yang berwenang untuk melakukan penyelesaian sengketa dagang adalah Pengadilan mum 'Pengadilan egeri, Pengadilan 4inggi, dan "ahkamah Agung(, Pengadilan iaga, dan Pengadilan Agama.

4elah banyak contoh kasus tentang penyelesaian sengketa secara litigasi yang telah diselesaikan dalam sistem peradilan Indonesia.

(9)

Da'tar Pustaka

Buku+Buku

Huala Adol!. %77%.  Arbitrase Komersial nternasional . ?akarta& 3ajawali. udargo autama. %7B9. Kontrak !agang nternasional . )andung& Alumni.

)ambang utiyoso. +669. "enyelesaian Sengketa #isnis. 8ogyakarta& ;itra "edia.

Internet

"arulloh. http&marullohtekindustri.blogspot.com+6%+69penyelesaian-sengketa -perusahaan-secara.html diakses pada pukul %/&50 I) tanggal 65%%+6%/

Diana #usumasari. http&www.hukumonline.comklinikdetaillt1d1B!cb675!19lingkup-kewenangan pengadilan-niaga diakses pada tanggal 5 no< +6%/ jam B& 5B I) ;atur Iriantoro. Penyelesaian engketa Hak #ekayaan Intelektual "elalui Pengadilan

 iaga, http&www.pn-medankota.go.id<+inde@.phppublikasiartikel%+5- penyelesaian-haki diakses pada 67-%%-+6%/, %%.17

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :