Kajian Tentang Eksistensi Gender dalam Perspektif Islam
Teks penuh
Dokumen terkait
Islam juga menempatkan perempuan pada posisi yang sama dengan laki-laki dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban agama (QS. Laki-laki dan perempuan memikul beban-beban
Untuk itu dalam melihat Islam secara teologis memang ada teks agama yang secara langsung membedakan antara laki laki dan perempuan, akan tetapi yang harus menjadi kesadaran
Untuk mencapai kondisi tersebut, maka Islam mensyariatkan agar pergaulan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, tanpa melihat apakah sudah menikah atau belum, harus berada
Sedangkan istilah gender bukan hanya ditujukan kepada perempuan semata, tetapi juga kepada laki-laki.Hanya saja, yang dianggap mengalami posisi termarginalkan sekarang
Dari sini mungkin biasa diambil sebuah kesimpulan bahwasanya pada dasarnya memang dalam ajaran Islam tidak pernah membedakan antara kaum laki-laki dan perempuan
Pertama, ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam struktur sosial masyarakat muslim tidak berakar pada ajaran Islam yang eksis, tetapi pada pemahaman yang bias
Sedangkan Oakley mengatakan bahwa gender adalah behavioral differences antara laki-laki dan perempuan yang social constructed, yakni perbedaan yang bukan kodrat atau
Oleh sebab itu dalam Islam menuntut ilmu bukan hanya tugas atau kewajiban sebagian umat saja, melainkan tugas atau kewajiban bagi seluruh umat muslim baik laki-laki maupun perempuan,