• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberdayaan ibu-ibu Desa Manukan Bojonegoro dalam mengembangkan Batik Jonegoroan sebagai rintisan industri kreatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemberdayaan ibu-ibu Desa Manukan Bojonegoro dalam mengembangkan Batik Jonegoroan sebagai rintisan industri kreatif"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. (a) Pembukaan acara oleh Kepala Desa, dan (b) ibu-ibu peserta pelatihan dan sosialisasi
Gambar 2. Alat dan bahan yang digunakan (a) bak, (b) panci, (c) meja membatik, (d) kompor, (e)
Gambar 5. Proses pembatikan (a) membatik cap, (b) pewarnaan batik, dan (c) pelorotan malam/lilin Belum42%Sudah58%4%54%42%
Gambar 6. Hasil tes kemampuan dasar (%) peserta pelatihan membatik yang diuji pada awal dan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat penelitian ini adalah terciptanya sebuah model pengelolaan Festival Seni Pertunjukan dalam Industri Kreatif sebagai wujud Kewaspadaan nasional yang mampu memberi

Upaya meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dalam berswamedikasi dengan tanaman obat, adalah dengan melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu PKK dari RW 06 dan 07 Desa

Kedua, faktor yang menjadi kekuatan dalam pemberdayaan melalui Industri Kerajinan Batik Kayu di desa Krebet adalah bahan baku kayu yang melimpah; dukungan dari

Beberapa faktor yang sangat menunjang atas keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah koordinasi yang baik antara pemateri dengan bidan dan ibu- ibu kader posyandu Desa

Hasil dari kegiatan ini adalah adanya lima motif batik khas Desa Kidal yaitu Garudeya, ayam, pelipit kakaktua, tumpal, dan lidah api.. Motif tersebut diaplikasikan

Upaya meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dalam berswamedikasi dengan tanaman obat, adalah dengan melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu PKK dari RW 06 dan 07 Desa

Permasalahan yang ditemukan terkait dengan perekonomian di Desa Karanggondang, Kecamatan Pabelan adalah kurang terciptanya ekonomi kreatif dengan memperhatikan potensi alam,

Sedangkan untuk penelitian yang dilakukan peneliti adalah mengenai analisis pengembangan produk Batik “Thengul” dalam perspektif Halal Lifestyle, dimana dallalm perspektif tersebut,