• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rgd – Aljabar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rgd – Aljabar"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ilmiah Matematika

Volume 2 No.6 Tahun 2017

ISSN 2301-9115

RGD ALJABAR

Dika Anggun Nandaningrum

(S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya)

Email :

[email protected]

Raden Sulaiman

(Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya)

Email : [email protected]

Abstrak

RGD aljabar merupakan perluasan dari RG aljabar yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 2014

oleh R. A. K. Omar. RGDFaljabar adalah suatu himpunan tak kosong : yang memuat konstanta rÐ:,

dengan operasi Û sehingga untuk setiap IáJáVÐ: yang memenuhi aksioma-aksioma yang disebutkan

sebagai berikut IÛJL:IÛV;Û:JÛV;á:IÛJ;ÛVL:IÛV;ÛJáIÛrLIáIÛILráIÛJLr

dan JÛILr mengakibatkan ILJ. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep RGD aljabar

dan sifat-sifatnya. Hasil penelitian diperoleh konsep RGD aljabar dan sifat-sifatnya serta telah dibahas

hubungan RGD aljabar dengan grup abelian, ideal di RGD aljabar, elemen khusus di RGD aljabar dan

keterkaitan dengan beberapa kelas aljabar lain yang diperkenalkan lebih dulu. Kata Kunci: RG aljabar, RGD aljabar, medial, ideal.

Abstract

.RGD algebra is an extension of RG algebra wich was first introduced in 2014 by R.A.K Omar.

RGD-algebra is a non-empty set : that containing constants rÐ: , with operation Û so for each IáJáVÐ:

meet the following axioms IÛJL:IÛV;Û:JÛV;á:IÛJ;ÛVL:IÛV;ÛJáIÛrLIáIÛIL

ráIÛJLr dan JÛILr and JÛILr imply ILJ. This study aims to describe RGD-algebra

concept and its properties, and then has been discussed about relationship between RGD-algebra with abelian group, ideal ini RGD-algebra, special element in RGD-algebra and related with in other structure which was introduced first.

Keywords: RG algebra, RGD algebra, medial, ideal.

PENDAHULUAN

Pada tahun 1966, K. Iseki dan Y. Imai memperkenalkan struktur aljabar baru yang disebut

BCKFaljabar. BCIFaljabar yang merupakan

perumunan dari BCKFaljabar, sehingga BCIFaljabar

memuat BCKFaljabar.

BCIFaljabar dan BCKFaljabar mempunyai

keterkaitan dengan RGFaljabar yang diperkenalkan

oleh R. A. K. Omar pada tahun 2014. RGFaljabar

adalah suatu himpunan tak kosong : yang memuat

konstanta rÐ:, dengan operasi Û sehingga untuk setiap

IáJáVÐ: memenuhi aksioma-aksioma sebagai berikut:

(i) IÛrLIá (ii)IÛUL:IÛV;Û:UÛV;á (iii) IÛ

JLr dan JÛILr mengakibatkan ILJ.(Omar,

2014:60)

Selanjutnya Omar menurunkan dua teorema yang

berbunyi jika : adalah RG ± aljabar dan IáJáVÐ:

maka (i)IÛILr, (ii) :IÛJ;ÛVL:IÛV;ÛJ.

Namun pada pembuktian teorema itu ada hal yang meragukan dan tidak dapat diterima. Padahal teorema itu sering dipakai dalam pembuktian teorema-teorema selanjutnya. Oleh karena itu, peneliti memasukan dua

teorema tersebut pada axioma RGD aljabar.

Skripsi ini membahas RGD aljabar yang

merupakan perluasan dari RG ± aljabar. Masalah yang

akan dibahas adalah konsep RGD aljabar dan

(2)

dan dipelajari ideal di RGDFaljabar, elemen khusus,

dan keterkaitan RGDFaljabar dengan struktur aljabar

lain.

LANDASAN TEORI A. Operasi Biner

Definisi 2.1.

Diketahui # adalah sebuah himpunan tak kosong.

Operasi biner pada # adalah fungsi dari #H# ke

#.

(Gallian, 2010: 40) B. Grup

Definisi 2.2.

Suatu grup merupakan pasangan terurut ()áÛ;

dimana ) merupakan himpunan tak kosong dan Û

merupakan operasi biner pada ) yang memenuhi

aksioma berikut:

(i) :LÛM;Û?LLÛ:MÛ?;, ÊLáMá?Ð).

(asosiatif)

(ii) ÌAÐ), yang disebut identitas dari )

sedemikian hingga ÊLÐ) berlaku LÛAL

AÛLLL. (identitas)

(iii) ÊLÐ), Ì L?5Ð) sedemikian hingga L?5Û

LLLÛL?5LA. (invers)

(Herstein, 1995:41) C. Grup Abelian

Definisi 2.3.

Jika suatu grup ()áÛ; memenuhi LÛMLMÛL,

ÊLáMÐ) maka ()áÛ; disebut grup abelian. (Herstein, 1995:43) D. BCI aljabar

Definisi 2.4.

BCIFaljabar merupakan himpunan tak kosong :

dengan konstanta rÐ: dan suatu operasi biner Û,

yang memenuhi lima aksioma berikut:

Untuk setiap GáHáFÐ:

(BCI1) ::GÛH;Û:GÛF;;Û:FÛH;Lr`

(BCI2) (GÛ:GÛH;;ÛHLr

(BCI3) GQG

(BCI4) GQG mengakibatkan GLr

(BCI5) GÛHLr dan UÛGLr maka GLU.

Dimana GQH didefinisikan dengan GÛHLr.

(Omar, 2014:59) E. BCK aljabar

Definisi 2.5

BCKFaljabar merupakan himpunan tak kosong :

dengan konstanta rÐ: dengan suatu operasi biner

Û, yang memenuhi lima aksioma berikut:

Untuk setiap GáHáFÐ:

(BCK1) ::GÛH;Û:GÛF;;Û:HÛF;Lr

(BCK2) :GÛ:GÛH;;ÛHLr

(BCK3) GÛGLr

(BCK4) rÛGLr

(BCK5) Jika GÛHLr dan UÛHLr maka GLH.

(Hong, 2003:549) PEMBAHASAN

A. RGD aljabar Definisi 3.1

RGDFaljabar adalah suatu himpunan tak kosong

: yang memuat konstanta rÐ:, dengan operasi Û

sehingga untuk semua IáJáVÐ: memenuhi:

(RGD1) IÛJL:IÛV;Û:JÛV; (RGD2) :IÛJ;ÛVL:IÛV;ÛJ (RGD3) IÛrLI (RGD4) IÛILr (RGD5) IÛJLr dan JÛILr mengakibatkan ILJ

RGD aljabar : dengan operasi Û kadang kala

ditulis ::áÛár; dan untuk semua IáJÐ: notasi

IèJ diartikan sebagai IÛ:IÛJ;. Contoh 3.1

Misalkan :L<rá=á>á?= dengan operasi Û yang

didefinisikan pada tabel Cayley berikut: Tabel 3.1 Û r = > ? r r = > ? = = r ? > > > ? r = ? ? > = r

: memenuhi kelima aksioma RGDFaljabar. Definisi 3.2.

(:áÛár; BCIFaljabar disebut BCIFaljabar

medial jika untuk semua GáHáFáQÐ: berlaku

:GÛH;Û:FÛQ;L:GÛF;Û:HÛQ;.

(Omar, 2014:60) Teorema 3.1

Jika ::áÛár; RGDFaljabar, maka ::áÛár; adalah

(3)

Bukti:

Misalkan ::áÛár; merupakan RGD-aljabar, dan

GáHáFÐ: (i) (:GÛH;Û:GÛF;;Û:FÛH;L::GÛH;Û:FÛ H;;Û:GÛF;((RGD2)) L:GÛF;Û:GÛF; ((RGD1)) Lr((RGD4)) (ii) :GÛ:GÛH;;ÛHL:GÛH;Û:GÛH;((RGD2)) Lr ((RGD4))

(iii) GÛGLr . jelas terpenuhi karena (RGD4)

(iv) GÛrLrá berdasarkan yang diketahui GL

r (RGD3)

Sehingga GÛrLr mengakibatkan GLr.

(v) GÛHLr dan HÛGLr maka GLH

berdasarkan (RGD5).

Jadi, terbukti bahwa untuk setiap RGD-aljabar merupakan BCI-aljabar.

Teorema 3.2.

Jika ::áÛár; RGDFaljabar, maka ::áÛár; adalah

BCI aljabar Medial.

Bukti:

Misalkan ::áÛár; RGFaljabar, dan GáHáFáQÐ:

Berdasarkan Teorema 3.1. RGD aljabar adalah

BCI aljabar dan memenuhi

:GÛH;Û:FÛQ;L k:GÛQ;Û:FÛQ;oÛ:HÛQ;

((RGD2)) L:GÛF;Û:HÛQ; ((RGD1))

Jadi, terbukti bahwa untuk setiap RGD-aljabar merupakan BCI-aljabar Medial.

Proposisi 3.1.

Misalkan ::áÛár; RGD aljabar. Untuk semua

IáJáVÐ: berlaku: (i) rÛ:JÛI;LIÛJ (ii) rÛ:rÛI;LI (iii) IÛ:IÛJ;LJ (iv) IÛJL:VÛJ;Û:VÛI;. Bukti: (i) rÛ:JÛI;L:IÛI;Û:JÛI; LIÛJ (ii) rÛ:rÛI;LIÛr LI (iii) IÛ:IÛJ;L:IÛr;Û:IÛJ; L :IÛI;Û:rÛJ; LrÛ:rÛJ; LJ (iv) IÛJLrÛ:JÛI; L:VÛV;Û:JÛI;L :VÛJ;Û:VÛI;

Jadi, terbukti bahwa proposisi 3.1 berlaku. Proposisi 3.2.

Misalkan ::áÛár; RGDFaljabar, maka untuk

semua IáJáVÐ: (i) :IÛJ;Û:rÛJ;L kIÛ:rÛJ;oÛJLI (ii) IÛkIÛ:IÛJ;o LIÛJ (iii) :IÛJ;ÛVL:IÛJ;Û::VÛJ;Û:rÛJ;; L k:IÛJ;ÛJoÛ:VÛJ; L k:IÛV;ÛVoÛ:JÛV; L:IÛV;ÛJ. Bukti:

(i) Misalkan ::áÛár; merupakan RGD-aljabar,

dan IáJÐ:

ILIÛrL:IÛJ;Û:rÛJ;

L kIÛ:JÛr;oÛ:rÛJ; L kIÛ:rÛJ;oÛ

:JÛr;L kIÛ:JÛr;oÛJ

(ii) IÛkIÛ:IÛJ;o LIÛJ

(iii) Ada 4 pembuktian

1. :IÛJ;ÛVL:IÛJ;Û:VÛr; L :IÛJ;Û::VÛr;Ûr;L:IÛJ;Û ::VÛr;Û:JÛJ;; L:IÛJ;Û ::VÛJ;Û:rÛJ; 2. :IÛJ;ÛVL k:IÛV;Û:JÛV;oÛV Misalkan :IÛV;LL dan :JÛV;LM k:IÛV;Û:JÛV;oÛVL:LÛM;ÛV L:LÛM;Û:VÛr; L:LÛV;Û:MÛr; L:LÛV;ÛM L:LÛV;ÛML k:IÛV;ÛVoÛ:JÛV; 3. Misalkan :IÛJ;LL :IÛJ;ÛVLLÛV L:LÛJ;Û:VÛJ; L k:IÛJ;ÛJoÛ:VÛJ; 4. :IÛJ;ÛVL:IÛV;ÛJ

Dari 1,2,3 dan 4 maka

:IÛJ;ÛVL:IÛJ;Û::VÛJ;Û:rÛJ;L

k:IÛV;ÛVoÛ:JÛV;L k:IÛJ;ÛJoÛ :VÛJ;L:IÛV;ÛJ

Jadi, terbukti bahwa ::áÛár; merupakan RGD ±

aljabar, maka aksioma pada proposisi 3.3 berlaku. Teorema 3.3.

Misalkan :)áé; grup abelian. :)áÛáA; adalah

RGD aljabar jika ÊIáJÐ) berlaku IÛJL

J?5 dengan A identitas operasi é.

Bukti:

Misalkan :)áé; grup abelian, dan IáJáVÐ)

(i) :IÛV;Û:JÛV;L:IéV?5;é:JéV?5;?5 L:IéV?5;é:VéJ?5; LIé:V?5éVJ?5LIéAéJ?5L IéJ?5 (ii) :IÛJ;ÛVL:IéJ?5;éV?5 LIé:J?5éV?5; LIé:V?5éJ?5; L:IéV?5;éJ?5

(4)

(iii) IÛALIéA?5LIéALI (iv) IÛILIéI?5LA (v) Misalkan IÛJLJÛILAä Sehingga IéJ?5LJéI?5LA, maka ILIéA LAéIL:JéI?5;éI LIéALI Ö

Jadi, grup abelian :)áé; adalah RGD aljabar dan

IÛJLIéJ?5, ÊIáJÐ). Teorema 3.4.

Misalkan ::áÛár; RGDFaljabar dengan IÛJM

r. ÊIMJÐ:dengan ::áé; adalah grup abelian

dengan operasi é yang didefinisikan IéJLIÛ

:rÛJÊIáJÐ:. Bukti:

Misalkan ::áÛár; RGD aljabar, dan IáJáVÐ:

(i) Akan ditunjukkan bahwa operasi é bersifat

asosiatif

:IéJVL kIÛ:rÛJ;oÛ:rÛV;

L:IÛr;Û::rÛJ;ÛV; (Teorema 3.2.)LTÛ::rÛr;ÛkUÛ:rÛV;o;

LIÛ:rÛkJÛ:rÛV;o; LIé:JéV;

(ii) Akan ditunjukan bahwa : memiliki elemen

identitas yaitu 0.

Ada ALr maka AéILréILrÛ

:rÛI;LI dan IéALIérLIÛ

:rÛr; LI)

(iii) Selanjutnya akan ditunjukan bahwa ÊIÐ:

mempunyai invers di : yaitu :rÛI;.

Ié:rÛI;LIÛkrÛ:rÛI;o Lr

:rÛIIL:rÛI;Û:rÛI;Lr

(iv) Akan ditunjukan bahwa operasi é bersifat

komutatif

IéJLIÛ:rÛJ;

LrÛ::rÛJ;ÛI;

L:rÛr;Ûk:rÛJ;ÛIo

LIÛ:rÛJ;LJéI

Jadi, RGD aljabar ::áÛár; dengan IÛJMr.

ÊIMJdengan ::áé; memenuhi IéJLIÛ

:rÛJ;áÊIáJÐ: adalah grup abelian.

B. Ideal di RGDFaljabar Definisi 3.3.

Misalkan ::áÛár; BCK aljabar, sub himpunan tak

kosong # merupakan BCK F ideal di : jika:

(i) rÐ#

(ii) IÛJÐ# dan JÐ# mengakibatkan IÐ

#, untuk setiap IáJÐ:.

(Omar, 2014:64) Definisi 3.4.

Misalkan ::áÛár; RGDFaljabar, sub himpunan

tak kosong # pada : disebut RGDFideal di : jika

memenuhi:

(i) rÐ#

(ii) IáJÐ# dan rÛIÐ# mengakibatkan rÛ

JÐ#, untuk setiap IáJÐ:

(Omar, 2014:64)

Lemma 3.1.

Misalkan ::áÛár; RGD aljabar. Setiap

RGD ideal di : adalah BCK ideal di :.

Bukti:

Misalkan ::áÛár; RGD aljabar. # merupakan

RGD ideal di :. Maka rÐ#. Misalkan IÛJÐ

# dan JÐ# JLJÛr ((RGD3)) LJÛ:IÛI; ((RGD4)) L:JÛr;Û:IÛI; ((RGD3)) L:JÛI;Û:rÛI;Ð# (Teorema 3.2.) Berdasarkan RGD ideal :JÛI;Û:rÛI;Ð# dan rÛ:JÛI;LIÛJÐ

# (Proposisi 3.1. (i)) maka rÛ:rÛI;LIÐ#

(Proposisi 3.1. (ii)). Ö

Jadi, untuk setiap RGD ideal adalak BCK-ideal

Lemma 3.2.

Misalkan ::áÛár; BCKFaljabar. #?:. Jika #

merupakan BCKFideal maka # merupakan

RGDFideal.

Bukti:

Misalkan ::áÛár; BCK-aljabar. # merupakan

BCKFideal di :. Maka rÐ#.

Misalkan IÛJÐ# dan rÛIÐ#

rÛILr ((BCK1))

L:rÛJ; ((BCK1))

rÛILrÛJÐ# Ö

Jadi, ada BCK ideal yang merupakan RGD ideal

C. Elemen Khusus di RGD aljabar Definisi 3.5.

Misalkan ::áÛár; RGD aljabar. Elemen = di :

disebut elemen medial jika memenuhi :IÛ=;Û

IL=, untuk setiap IÐ:. Himpunan semua

elemen medial di :dinotasikan /::;.

(5)

Proposisi 3.3.

Dalam RGDFaljabar ::áÛár; maka berlaku:

(i) rÐ /::;

(ii) =Ð /::; jika dan hanya jika ::IÛ=;Û

I;Ð /::;

(iii) =Ð /::; jika dan hanya jika rÛ=L=

(iv) =Ð /::; jika dan hanya jika :=èI; Ð

/::;

(v) Jika =Ð /::; maka =Û:rÛJ;LJÛ

ÊJÐ :

(vi) Jika =á>Ð /::; maka =Û>L>Û=.

Bukti:

Misalkan ::áÛár; RGD aljabar, dan IÐ:

(i) rL:IÛr;ÛI maka rÐ /::;

(ii) ::) Misalkan =Ð /::; maka :IÛ=;Û

IL= berlaku: :IÛ=;ÛIL= LrÛ:rÛ=; LrÛ::IÛI;Û=; LrÛ::IÛI;Û:=Ûr;; LrÛ::IÛ=;Û:IÛr;; LrÛ::IÛ=;ÛI; L:IÛI;Û::IÛ=;ÛI; L@IÛk:IÛ=;ÛIoAÛI :IÛ=;ÛIL@IÛk:IÛ=;ÛIoAÛI :IÛ=;ÛIL=, =Ð /::;

(iii) ::) Misalkan =Ð /::;, maka

:

IÛ=

;

ÛIL

@

k

:

IÛ=

;

ÛI

o

A

ÛI L:IÛI;Û::IÛ=;ÛI; LrÛ::IÛ=;ÛI; LrÛ::IÛ=;Û:IÛr;; LrÛ::IÛI;Û:=Ûr;; LrÛ::IÛI;Û=; LrÛ:rÛ=; L=

:

IÛ=

;

ÛIL= =Ð /::;, rÛ=L= :9; Misalkan rÛ=L= maka =LrÛ= L:IÛI;Û= L:IÛI;Û:=Ûr; L:IÛ=;Û:IÛr; L:IÛ=;ÛI =L:IÛ=;ÛI, =Ð /::;

(iv) ::) Misalkan =Ð /::;, maka

:IÛ=;ÛIL= :IÛ:IÛ:IÛ=;;ÛILIÛ:IÛ=; :IÛ:=èI;;ÛIL=èI, =èIÐ /::; :9; Misalkan =èIÐ /::; maka kIÛ:=èI;oÛIL=èT :IÛkIÛ:IÛ=;o;ÛILIÛ:IÛ=; :IÛ=;ÛIL=, =Ð /::;

(v) Misalkan =Ð /::;, dan ÊJÐ: berlaku

=L:IÛ=;ÛI =Û:rÛJ;L::IÛ=;ÛI;Û:rÛJ; L k:IÛ=;ÛroÛ:IÛJ; L:IÛ=;Û:IÛJ; L:IÛI;Û:=ÛJ; LrÛ:=ÛJ; LJÛ=

(vi) Misalkan =á>Ð /::; maka berlaku

=Û>L k:IÛ=;ÛIoÛk:IÛ>;ÛIo L k:IÛ=;Û:IÛ>;oÛ:IÛI; L k:IÛ=;Û:IÛ>;oÛr L:IÛ=;Û:IÛ>; L:IÛI;Û:=Û>; LrÛ:=Û>; L>Û=

Jadi, terbukti bahwa ::áÛár; merupakan RGD ±

aljabar, maka aksioma pada proposisi 3.4 berlaku. Definisi 3.6.

Misalkan ::áÛár; BCIFaljabar, : disebut quasi

right alternate jika untuk setiap IáJÐ: berlaku IÛ:JÛJ;L:IÛJ;ÛJ.

(Omar, 2014:67) Lemma 3.3.

Misalkan ::áÛár; RGDFaljabar sedemikian

hingga /::;L: maka : adalah quasi right

alternate berlaku IÛJLJÛI, ÊIáUÐ:. Bukti:

Misalkan ::áÛár; RGDFaljabar dan ::;L:

ÊIáJÐ:,IáJÐ /::; berlaku:

IÛ:JÛJ;L:IÛr;Û:JÛJ;

L:IÛJ;Û:rÛJ;

L:

I

Û

J

;

Û

J

: adalah quasi right

alternate.

Karena IáJÐ/::; maka IÛJLJÛI

(Proposisi 3.4. (vi)).

Jadi, ::áÛár; RGDFaljabar sedemikian hingga

/::;L: maka : adalah quasi right alternate dan IÛJLJÛI.

Teorema 3.5.

Misalkan ::áÛár; RGDFaljabar maka himpunan

/::; adalah RGDFaljabar di :.

Bukti:

Misal ::áÛár; RGD-aljabar, dan IáJÐ:

(i) Berdasarkakn Proposisi 3.3(i) maka jelas rÐ

/::;. Ö

(ii) IÛJÐ/::; dan rÛIÐ/::; maka

rÛIL kIÛ:rÛI;oÛI

L:IÛI;Û:rÛI;

LrÛ:rÛI; LI rÛILI, maka IÐ/::;

(6)

(Proposisi 3.3. (iii))

rÛJL:rÛr;Û:rÛJ; LrÛ:rÛJ;LJ rÛJLJ maka JÐ/::; (Proposisi 3.3

(iii)), karena JÐ/::; maka :IÛJ;ÛIÐ

/::; (Proposisi 3.3 (ii))

:IÛJ;ÛIL:IÛI;Û:JÛr;

L:IÛI;ÛJ LrÛJ

Karena :IÛJ;ÛILrÛJ maka rÛJÐ

/::;.

Jadi, ::áÛár; RGDFaljabar maka himpunan /::;

adalah RGDFideal di :.

Definisi 3.7.

Misalkan ::áÛár; RGD ± aljabar IáJÐ:, J

konjuget I jika memenuhi :IÛJ;ÛILI.

Kumpulan semua elemen yang konjuget IÐ: di

notasikan dengan %:I;.

(Omar, 2014:68) Teorema 3.6.

Misalkan ::áÛár; RGD ± aljabar IáJÐ: berlaku

JÐ%:I; jika dan hanya jika rÛJLI.

Bukti: Misal ::áÛár; RGD ± aljabar IáJÐ: ::)Misalkan JÐ%:I; maka :IÛJ;ÛILI :IÛJ;Û:IÛr;LI :IÛI;Û:JÛr;LJ rÛ:JÛr;LI rÛJLI :9; Misalkan rÛJLI maka rÛJLI rÛ:JÛr;LI :IÛI;Û:JÛr;LI :IÛJ;Û:IÛr;LI :IÛJ;ÛILI, maka JÐ%:I;

Jadi, ::áÛár; RGD ± aljabar IáJÐ: berlaku JÐ

%:I; jika dan hanya jika rÛJLI.

Lemma 3.4.

Misalkan ::áÛár; RGDFaljabar , maka semua

IáJáVÐ: berlaku:

(i) rÐ%:r;

(ii) JÐ%:I; jika dan hanya jika IÐ%:J;

(iii) IÐ/:I; jika dan hanya jika IÐ%:I;

(iv) IÐ%:J; maka IèJ Ð%:J;

(v) IÐ%:J; dan JÐ%:V;maka ILV.

Bukti:

Misalkan ::áÛár; RGD ± aljabar, dan IáJáVÐ:

(i) rLrÛrL:rÛr;Ûr (RGD3) maka rÐ

%:r;.

(ii) ::)Misalkan JÐ%:I; maka

rÛJLI JLrÛ:rÛJ; JLrÛI JLrÛI, maka IÐ%:J;. :9;Misalkan IÐ%:J; maka rÛILJ ILrÛ:rÛI; ILrÛJ ILrÛJ, maka JÐ%:I;.

(iii) ::)Misalkan IÐ/::; maka rÛILI

(Proporsisi 3.3. (iii)) sehingga rÛTLT

maka IÐ%:I; (Teorema 3.6.).

:9; Misalkan IÐ%:I; maka ILrÛI

(Teorema 3.6.), sehingga TLrÛI maka

IÐ/::; (Proporsisi 3.3. (iii)).

(iv) Misalkan IÐ%:J; maka rÛILJ

(Teorema 3.6.) JLrÛI

LrÛ:JÛ:JÛI;

JLrÛ:IèJ;, IèJÐ%:J; Misalkan

IÐ%:J; dan JÐ%:V; maka rÛILJ dan

rÛJLV (Teorema 3.6.).

ILrÛ:rÛI;

LrÛJ (IÐ%:J;)

LV (JÐ%:V;;

ILV

Jadi, terbukti bahwa ::áÛár; merupakan RGD ±

aljabar, maka aksioma pada lemma 3.4 berlaku.. PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam skripsi ini telah dibahas mengenail konsep

RGD ± aljabar, sifat ±sifanya serta idela di RGD ±

aljabar, elemen khusus di RGD ± aljabar serta

keterkaitan dengan beberapa kelas aljabar lain yang diperkenalkan lebih dulu

B. Saran

Penulis menyarankan pada pembaca untuk dapat mendalami dan mengembangkan sifat sifat maupun keterkaitan dengan kelas aljabar lain yang belum dibahas dalam skripsi ini. DAFTAR PUSTAKA

Gallian, J.A. 2010. Contemporary Abstract Algebra.

Seventh Edition. Duluth: University of Minnesota Duluth.

Herstein, I.N. 1995. Abstract Algebra. Third Edition.

Chicago: University of Chicago.

Omar, R. A. K. 2014. On RG-Algebra. Pure

Mathematical Sciences, Vol 3: Hal 59-70.

Hong, Sung Min, Jun, Young Bae, Ozturk, M.

Ali.2003. Generalizations of

BCK-Algebra. Scientiae Mathematicae Japonicae, Vil 8: Hal 549-557.

(7)

Winarsih dan Suryoto. 2014. Kelas-Kelas BCI-aljabar dan Hubungannya Satu dengan yang lain. Jurusan MATEMATIKA FSM Universitas Diponegoro.

Gambar

Tabel 3.1   Û   r    =   &gt;    ?   r   r  =   &gt;   ?    =  =   r     ?  &gt;   &gt;   &gt;   ?   r    =    ?   ?   &gt;  =    r

Referensi

Dokumen terkait

a) Spesifikasi teknis barang (nama reagen, merek, satuan, nomor katalog, jumlah order, harga satuan, dan harga total) yang ditawarkan tercantum dengan lengkap

Proses membangun worldviews dan menemukan tujuan hidup merupakan proses yang cukup penting bagi masa perkembangan dewasa awal, namun tidak semua orang dapat melewati proses

8 Kartu saat ini memberikan fitur atau fasilitas yang mendukung secara gratis 9 Kartu saat ini memiliki kemampuan akses internet yang lebih baik untuk download. 10

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rancangan perbaikan tata letak fasilitas pabrik yang lebih baik, memperbaiki proses produksi dan memberikan

Diharapkan dengan bertambahnya kantor kas ini/ kegiatan RSUP DR Sarjito dalam transaksi keuangan dapat di topang lebih mudah / baik transaksi oleh nasabah dengan rumah

1 Gelombang aksi protes menentang karikatur yang menggambarkan nabi Muhammad sedang membawa. pedang dan menenteng bom yang diterbitkan oleh koran Jyllands – posten edisi 30

Oleh yang demikian, reformasi dalam kajian ini lebih memfokuskan pada reformasi dalam agama Islam dengan melihat kepada usaha yang dijalankan oleh para pemikir Islam dalam