VISUAL BASIC
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Teknik pada
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Sanata Dharma
Disusun oleh: SUCI APSARI NIM: 045114005
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA 2008
VISUAL BASIC
FINAL PROJECT
Presented as Partial Fulfillment of the Requirements
To Obtain the SARJANA TEKNIK Degree
in Electrical Engineering
By: SUCI APSARI Student Number: 045114005
ELECTRICAL ENGINEERING DEPARTEMENT SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY
SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA
2008
MOTTO
Dan semua keinginan adalah but a j ika t idak disert ai penget ahuan….
Dan segala penget ahuan adalah hampa j ika t idak diikut i pekerj aan….
Dan set iap pekerj aan akan sia-sia j ika t idak disert ai cint a….
Ket ika bekerj a dengan rasa cint a, berart i kalian sedang menyat ukan diri dengan kalian sendiri, dengan diri orang lain dan kepada Tuhan
(Sang Nabi, Kahlil Gibran)
Dedicated to:
ﷲ
My Lovely Mom and Dad
My lit t le brot hers and sist ers
My et ernal friends
No. Mahasiswa : 045114005
INTISARI
Jantung merupakan organ yang penting dalam kehidupan manusia. Jantung bertugas memompa darah keseluruh tubuh atas perintah otak secara tidak sadar. Oleh karena itu dalam ilmu kedokteran pemeriksaan detak jantung merupakan hal yang wajib dalam menganalisis penyakit seseorang mengingat banyaknya informasi yang dihasilkan dari detak jantung tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menggantikan peran osiloskop dalam menampilkan grafik detak jantung. Karena pada dasarnya penggunaan osiloskop sulit dan relatif mahal, sehingga diharapkan fasilitas rekam medis detak jantung bukan menjadi suatu hal yang ekslusif pada tempat pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Penampil Detak Jantung Berbasis Visual Basic adalah program yang dapat dijalankan pada suatu komputer (PC) untuk menunjang alat pendeteksi detak jantung. Program ini digunakan untuk mengoptimalkan pemberian data detak jantung bagi bidang kedokteran. Data yang ditampilkan pada program ini akan berupa grafik, mengingat dalam pengambilan diagnosis yang tepat sangat dibutuhkan suatu rekam medis.
Program pada penelitian ini dirancang menggunakan software Visual Basic. Masukasn dari program tersebut didapat dari stetoskop digital dan alat pendeteksi detak jantung menggunakan metode cahaya. Pemilihan alat pendeteksi detak jantung yang akan digunakan, dilakukan oleh user pada program. Komunikasi data yang sudah dapat digunakan pada sistem adalah serial dengan RS232.
Kata kunci: monitor detak jantung, serial
Student Number : 045114005
ABSTRACT
Heart is the important organ in human life. It pumps the blood unconsciously. Because of that, in medical science heart beat monitor must be did before conclude the human diseases remember there are many information in those monitoring. This research was done to make the medical record that always done by oscilloscope. Because of the difficulty in oscilloscope operational, that’s complex thing and expensive, a medical center in a small town can not serve the heart beat monitoring facility. This research make the heart beat monitoring facility can be served in every location easily.
Heart beat monitoring based on Visual Basic is the program which can be run in a PC for visualizing the heart beat. This program is used to make giving heart beat data processing in medical center is more optimal. The data is presented on waveform.
This program is designed on Visual Basic. Inputs this program are digital stethoscope and heart beat detector with light method. Heart beat detector is chosen by the user. This system is used full duplex communication. That communications are serial with RS232.
Keywords: Heart beat monitoring, serial
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir berjudul “Penampil Detak Jantung Berbasis Visual Basic”.
Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan Tugas Akhir ini didasarkan pada hasil-hasil yang penulis dapatkan selama tahap perancangan, pembuatan, pengujian dan pengembangan program ini.
Penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Wuri, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing I, yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membimbing penulis.
2. Bapak Tjendro atas selaku dosen pembimbing II yang dengan senang hati memberikan ilmu, bimbingan, dukungan dan segenap perhatiannya.
3. Bapak/Ibu dosen jurusan Teknik Elektro Universitas Sanata Dharma, atas pengetahuan yang telah diberikan kepada penulis selama kuliah.
4. Semua karyawan Sekretariat (Pak Djito, Bu Titik, dll) dan semua para laboran (Mas Suryono, Mas Broto, Mas Mardi, Mas Hardi), yang telah membantu penulis dalam proses menimba ilmu di Universitas Sanata Dharma.
5. Mas Suryono, Mas Broto, Mas Hardi dan Mas Mardi yang selalu memberikan perhatian pada setiap penelitian yang dilakukan oleh penulis.
6. Mas Wisnu sebagai teman satu tim yang selalu mau membantu dan rela mengerti kesulitan-kesulitan yang dialami penulis.
VB yang telah dipinjamkan kepada penulis.
8. Miko,dan Kadek atas persahabatan dan dukungan yang tiada hentinya.
9. F4 ( Ko Willi, A-Hin, A-Pao dan Sevri) yang selelu rela menemani penulis menghabiskan waktu untuk menikmati hidup.
10.Sukoi, Jhon, Dandy yang telah memberikan sudut pandang baru tentang sikap rela dan dewasa.
11.Geng Imut ( Dewi, Vivi, Delon dan Mami Jean), Vetri, de-Sus, Mba Tina, Yenni, Mba Tica dan Mba Sri yang selalu memberi warna dan keceriaan di kost.
12.Nicey teman seperjuangan yang sudah begitu banyak membantu dalam segala hal.
13.Bapak dan Ibu kost Wisma Rosari yang telah menjadi orang tua terbaikku di Yogyakarta.
14.Kak Yosep yang telah menjadi kakak terbaik yang pernah penulis miliki. Terima kasih buat waktu, materi, kebaikan, perhatian dan banyak hal lain yang telah kakak berikan sehingga membuat aku menjadi lebih dewasa, bijaksana, kuat dan selalu berfikir positif. Thank you so much.
15.The last but the most important, keluargaku yang terbaik. Ibu buat doa, nasehat dan dukungan yang luar biasa buat penulis, Bapak buat tauladan hidup hidup yang begitu mulia dan sempurna, Aris yang selalu menemani dalam suka dan duka, rela selalu berbagi selama di Yogya, Indra untuk setiap inspirasi dalam hidup, dan buat Teteh dan Dede untuk penerimaannya begitu besar pada penulis.
16.Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
HALAMAN JUDUL (INDONESIA) ...i
HALAMAN JUDUL (INGGRIS)...ii
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING...iii
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ...iv
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA...v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN...vi
LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI...vii
INTISARI ...viii
ABSTRACT...ix
KATA PENGANTAR ...x
DAFTAR ISI...xiii
DAFTAR GAMBAR ...xvi
DAFTAR TABEL...xix
BAB I. PENDAHULUAN ...1
1.1. Latar Belakang Masalah ...1
1.2. Tujuan dan Manfaat ...4
1.3. Batasan Masalah ...4
1.4. Metodologi Penelitian...5
1.5. Sistematika Penulisan ...6
BAB II. DASAR TEORI...7
2.1. Jantung ...7
2.1.1. Bunyi Jantung ...8
2.1.2. Grafik Bunyi Jantung...10
2.2. Komunikasi Serial...13
2.2.2. RS232...15
2.3. Pemrograman Visual Basic...17
2.3.1. Tampilan Dasar Visual Basic...17
2.3.2. Toolbar...18
2.3.3. Form Window...18
2.3.4. Toolbox...19
2.3.5. Project Explorer...19
2.3.6. Properties Window...20
2.3.7. Form Layout Windows...21
2.3.8. Code Window...21
2.3.9. Komunikasi Serial dalam Visual Basic...22
2.4. Database...23
BAB III. RANCANGAN PENELITIAN ...26
3.1. Pemrograman Visual Basic...27
3.1.1. Perancangan Splash Form...27
3.1.2. Perancangan Form Login...29
3.1.3. Perancangan Form Administrator ...29
3.1.4. Perancangan Form User...30
3.1.5. Perancangan Form Grafik ...31
3.1.6. Penentuan Informasi Yang Bisa Diambil Dari Grafik...37
3.2. Database...37
3.3. Antarmuka Serial ...38
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ...41
4.1. Pengamatan dan Pembahasan Program Visual Basic ...41
4.1.2 Form Login ...42
4.1.3 Form Administrator ...43
4.1.4 Form User ...47
4.1.5 Form Data Pasien...48
4.1.6 Form Pilih Alat ...51
4.17 Form Grafik ...52
4.2. Pengamatan dan Pembahasan Database...60
4.3. Pengujian dan Pengamatan Wireless...63
4.4. Pengamatan dan Pembahasan Komunikasi Serial ...65
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ...71
5.1. Kesimpulan ...71
5.2. Saran ...71
DAFTAR PUSTAKA... 72
LAMPIRAN RANGKAIAN ... L1
LAMPIRAN LISTING PROGRAM ... L2
LAMPIRAN DATASHEET ... L3
Gambar 1-1 Tampilan Grafik Detak Jantung pada Penelitian
Herwin Nurdiyanto ...3
Gambar 2-1 Struktur Eksterior Jantung ...7
Gambar 2-2 Bunyi Jantung ...9
Gambar 2-3 Grafik Denyut Jantung Normal...11
Gambar 2-4 Grafik Denyut Jantung Normal...12
Gambar 2-5a Puncak T yang Terlalu Tinggi ...13
Gambar 2-5b Puncak T yang Terlalu Tinggi dab Gelombang P yang Hilang ...13
Gambar 2-5c Puncak T yang Terlalu Tinggi dan Gelombang Q yang Curam ...13
Gambar 2-6 Sebuah Frame pada Komunikasi Serial ...14
Gambar 2-7 Konfigurasi Port Serial pada DB9...14
Gambar 2-8 Pengiriman Huruf ’A’ pada Level Tegangan RS232 dalam Format ASCII tanpa Bit Paritas ...17
Gambar 2-9 Visual Basic IDE (Integrated Development Environment) ...17
Gambar 2-10 Toolbar Standar Visual Basic ...18
Gambar 2-11 Jendela Form...18
Gambar 2-12 Toolbox Control...19
Gambar 2-13 Windows Project Explorer...20
Gambar 2-14 Windows Properties...20
Gambar 2-15 Form Layout...21
Gambar 2-16 Code Windorw...21
Gambar 2-17 Data View...23
Visual Basic ...24
Gambar 3-2 Flowchart Splash Form...28
Gambar 3-3 Perancangan Tampilan Splash Form...28
Gambar 3-4 Flowchart Form Login...29
Gambar 3-5 Flowchart Form Administrator...30
Gambar 3-6 Flowchart Form User...31
Gambar 3-7 Flowchart Proses Penampilan Grafik ...32
Gambar 3-8 Perancangan Gambaran Kondisi Alat yang Ditampilkan pada PC....34
Gambar 3-9 Flowchart Plot Grafik ...36
Gambar 3-10 Cara Pengambilan Data pada Database...36
Gambar 3-11 Menampilkan Informasi Grafik ...37
Gambar 3-12 Perancangan Rangkaian Antarmuka Serial...40
Gambar 4-1 Tampilan Splash Form...41
Gambar 4-2 Tampilan Form Login ...42
Gambar 4-3 Tampilan Pesan Kesalahan Form Login ...43
Gambar 4-4 Tampilan Peringatan Kesempatan Login...43
Gambar 4-5 Tampilan Tab User Data...44
Gambar 4-6 Konfirmasi Sebelum Menambahkan Data ...44
Gambar 4-7 Form yang Diisi Untuk Menambahkan User Baru ...44
Gambar 4-8 Form Search...45
Gambar 4-9 Form Informasi ...45
Gambar 4-10 Form Edit...46
Gambar 4-11 Konfirmasi Saving...46
Gambar 4-12 Tab Patient Data...47
Gambar 4-14 Form User...48
Gambar 4-15a Tampilan Tab Metode Cahaya...49
Gambar 4-15b Tampilan Tab Stetoskop ...49
Gambar 4-16 Tampilan Form Data Pasien Kosong...50
Gambar 4-17 Tampilan Form Data Pasien yang Sudah Terisi ...50
Gambar 4-18 Proses Saving Data Pasien ...51
Gambar 4-19 Tampilan Form Pilih Alat...51
Gambar 4-20 Pesan Kesalahan Karena Alat yang Dipilih Tidak Terhubung ...52
Gambar 4-21 Pesan Kesalahan Karena Kedua Alat Tidak Terhubung...52
Gambar 4-22 Grafik Metode Cahaya...55
Gambar 4-23 Grafik Stetoskop ...56
Gambar 4-24 Gambar Grafik dari Osiloskop...56
Gambar 4-25 Pengaturan Osiloskop ...57
Gambar 4-26 Algoritma Penentuan Periode Jantung...57
Gambar 4-27 Hasil Perhitungan Periode Jantung Metode Cahaya...58
Gambar 4-28 Hasil Perhitungan Periode Jantung Stetoskop ...59
Gambar 4-29 Gambar File Database dan Tabel-Tabelnya...60
Gambar 4-29 Gambar File Database dan Tabel-Tabelnya...60
Gambar 4-30 Rangkaian Antarmuka Serial ...64
Gambar 4-31 Jawaban Inisialisasi yang Benar ...66
Gambar 4-32 Jawaban Inisialisasi yang Salah ...66
Gambar 4-31 Bagan Komunikasi...65
Tabel 3-1 Ketentuan Protokol Sinyal Pada Sistem ...33
Tabel 3-2 Tabel User...38
Tabel 3-3 Tabel Data Pasien ...38
Tabel 3-4 Tabel Data Stetoskop dan Metode Cahaya ...38
Tabel 4-1 Tabel Datauser ...61
Tabel 4-1(a) Tabel Datauser ...62
Tabel 4-1(b) Tabel Datauser Setelah Dilakukan Penambahan User...62
Tabel 4-1(c) Tabel Datauser Setelah Dilakukan Proses Edit...62
Tabel 4-2 Tabel Datapasien...63
Tabel 4-3 Tabel Metode Cahaya ...63
Tabel 4-3 Tabel Stetoskop...64
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah
Jantung merupakan organ yang penting dalam kehidupan manusia dan
berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Keberadaan kondisi kesehatan
seseorang akan sangat mempengaruhi kondisi pemompaan darah pada jantung.
Kondisi ini dapat membuat detak jantung menjadi lebih cepat atau menjadi lebih
lambat. Oleh karena itu, dalam ilmu kedokteran pemeriksaan detak jantung
merupakan hal yang wajib dalam menganalisis penyakit seseorang, mengingat
banyaknya informasi yang dihasilkan dari detak jantung tersebut [1].
Untuk memantau detak jantung dapat digunakan dua metode yaitu palpasi dan
auskultasi. Metode palpasi adalah proses penghitungan denyut jantung dengan teknik
perabaan, sedangkan metode auskultasi adalah proses penghitungan denyut jantung
dengan menggunakan alat pemeriksa denyut jantung. Dalam perkembangan metode
grafik atau visualisasi di bidang kedokteran mengakibatkan beberapa alat bantu
pemeriksaan denyut jantung dapat dikombinasikan dengan alat lain untuk
menghasilkan suatu data berupa grafik. Hal tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan
pemberian informasi data sehingga didapatkan diagnosis yang tepat. Kendati
demikian, tidak semua tempat pelayanan kesehatan memiliki alat penampil grafik
detak jantung seperti osiloskop. Hal ini disebabkan, harga alat penampil yang begitu
mahal. Selain itu juga cara penggunaannya yang sulit, sehingga membutuhkan sumber
daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas jarang dapat
ditemui pada tempat pelayanan kesehatan yang rendah.
Untuk mengatasi masalah di atas maka sangat dibutuhkan suatu alat penampil
grafik yang lebih murah dan user friendly misalnya komputer. Pada masa sekarang
komputer merupakan hal yang biasa dimiliki oleh semua orang untuk menunjang
berbagai kebutuhan. Penggunaan komputer sebagai alat penampil detak jantung, akan
sangat mempermudah penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan pada daerah-daerah
terpencil dengan harga yang murah, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan frekuensi
detak jantung secara kontinyu dan diskontinyu pada daerah terpencil.
Dalam menggunakan komputer sebagai alat penampil grafik detak jantung,
dibutuhkan suatu program yang dapat mengolah data dari alat penghitung denyut
jantung. Program tersebut akan menerima data dan melakukan pengolahan terhadap
data yang diperoleh untuk menjadi data berbentuk grafik.
Penelitian mengenai program penampil denyut jantung menggunakan
komputer (PC) pernah dilakukan oleh Herwin Nurdiyanto sebagai proyek tugas akhir
di Jurusan Elektronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Penelitian tersebut
berjudul “Algoritma Alat Pendeteksi Detak Jantung Janin dan Ibu Hamil Berdasarkan
Usia Kehamilan Berbasis PC”. Pada penelitian tersebut input detak jantung didapat
dari Fetal Doppler. Data dari Fetal Doppler diolah oleh mikrokontroller dan
ditampilkan pada suatu LCD grafik. Tampilan pada PC hanya akan dapat dilihat jika
telah dilakukan pengaturan keypad pada hardware. Namun tampilan tersebut tidak
dapat disimpan melainkan hanya menampilkan ulang grafik dari LCD agar dapat
lebih mudah dilihat. Penentuan frekuensi denyut jantung dilakukan oleh tenaga medis
yang bertugas. Nilai sumbu X dan Y pada PC tidak diperlihatkan, melainkan hanya
Gambar 1-1 Tampilan Grafik Detak Jantung pada
Penelitian Herwin Nurdiyanto
Pada penelitian pembuatan program penampil detak jantung kali ini
diharapkan dapat melengkapi penelitian Herwin Nurdiyanto yaitu dengan
menyertakan fasilitas penyimpanan data grafik detak jantung, komunikasi antara alat
pendeteksi detak jantung dan PC menggunakan wireless sehingga lebih fleksibel, dan
menyediakan fasilitas agar data dapat dicetak serta menyediakan kemungkinan
pemilihan alat pendeteksi detak jantung. Pada penelitian ini setiap orang dapat
menjadi objek pemeriksaan detak jantung, kecuali detak jantung bayi saat di dalam
kandungan seperti yang diteliti oleh Herwin Nurdiyanto. Untuk mempermudah
pengaturan pemilihan input tersebut, maka tombol yang ditekan bukan pada hardware
melainkan dilakukan langsung pada PC. Selanjutnya agar data dapat secara langsung
1.2.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang akan dicapai yaitu menghasilkan suatu program yang berfungsi
sebagai penampil detak jantung manusia, dengan input dari stetoskop digital atau
pendeteksi detak jantung dengan metode cahaya, melalui sistem pemancar dan
komunikasi serial, di mana program tersebut dapat dijalankan pada PC.
Manfaat yang akan dicapai adalah:
1. Untuk masyarakat umum:
a. Mempermudah pengadaan fasilitas kesehatan di tempat-tempat terpencil.
b. Masyarakat pada daerah terpencil dapat melakukan pemeriksaan detak
jantung secara kontinyu dan diskontinyu tanpa harus ke kota.
2. Untuk bidang kedokteran
Para pelaku di bidang kedokteran (dokter dan perawat) dapat mendeteksi
gelombang detak jantung menggunakan rekam medis yang berupa tampilan
grafik detak jantung hanya dengan menggunakan PC yang lebih sederhana dan
murah.
3. Untuk perkembangan ilmu pengetahuan
a. Menambah literatur aplikasi visual basic di bidang kedokteran, dan
visualisasi grafik.
b. Menambah literatur aplikasi komunikasi radio ke PC secara serial
menggunakan visual basic.
1.3.
Batasan Masalah
Dalam penelitian dan penulisan tugas akhir ini tidak semua spesifikasi
mengenai tampilan gelombang detak jantung akan ditampilkan. Oleh karena itu perlu
a. Masukan data didapat dari pemancar dari data stetoskop digital atau
pendeteksi detak jantung metode cahaya.
b. Program menyediakan fasilitas pemilihan input, baik dari stetoskop digital
maupun pendeteksi detak jantung metode cahaya.
c. Data detak jantung yang sudah didapat dari pemancar dapat disimpan pada
PC.
d. Data dari pemancar ditampilkan pada PC berupa grafik detak jantung dengan
interval 15 detik.
e. Wireless device yang digunakan adalah modul terakit (modul SST10).
f. Jangkauan wireless device tergantung pada kondisi dan tempat pelaksanaan
komunikasi, dengan jarak maksimum 280 meter (berdasarkan datasheet).
1.4.
Metodologi Penelitian
Dalam penyelesaian penelitian digunakan metode sebagai berikut:
1. Studi pustaka meliputi :
• Perumusan ide pokok.
• Mencari data-data dari internet dan dari berbagai jenis buku yang dapat
dijadikan sebagai referensi penelitian.
2. Perancangan perangkat lunak meliputi:
• Merancang tampilan program
• Menetukan data yang dibutuhkan program dari pemancar
• Merancang diagram alir pengolah data.
3. Implementasi meliputi:
• Pemrograman pengolah data dan penampil data.
• Menguji secara langsung tampilan program bersamaan dengan pemancar,
stetoskop digital dan pendeteksi detak jantung metode cahaya.
• Mengumpulkan data-data untuk mengetahui keadaan sistem secara
keseluruhan
• Membandingkan keluaran program dengan tampilan masing-masing alat
pendeteksi detak jantung secara manual.
1.5. Sistematika
Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
BAB ini berisi latar belakang penelitian, tujuan dan manfaat penelitian,
batasan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : DASAR TEORI
BAB ini berisi studi pustaka mengenai landasan teori penelitian: Detak
Jantung, Komunikasi Serial, Pemrograman Visual Basic.
BAB III : RANCANGAN PENELITIAN
BAB ini berisi tentang diagram alir perancangan, perancangan perangkat
lunak (software).
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB ini berisi hasil perancangan, hasil pengujian, analisis data dan analisa
pembahasan.
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
BAB ini berisi tentang kesimpulan akhir dan saran-saran penulis tentang alat
DASAR TEORI
2.1.
Jantung
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan dengan bentuk dan susunannya menyerupai jaringan otot serat lintang, namun memiliki cara kerja menyerupai otot polos yaitu bekerja di luar kemauan manusia (dipengaruhi saraf otonom). Jantung berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Dalam menjalankan fungsinya, jantung dapat mengembang dan menguncup disebabkan karena rangsangan yang berasal dari saraf otonom. Rangsangan ini diterima oleh jantung pada simpul yang terdapat pada atrium dekstra dekat jalur masuknya vena cava yang disebut nodus sino atrial. Rangsangan kemudian akan diteruskan ke dinding atrium dan juga ke bagian septum kordis oleh nodus atrio ventricular. Dari nodus atrio ventricular ini rangsangan akan melalui annulus fibrosus dan akan terhenti sekitar 0.1 detik. Selanjutnya rangsangan tersebut akan diteruskan ke bagian apeks kordis dan melalui berkas purkinje disebarkan ke seluruh dinding ventrikel sehingga jantung dapat berkontraksi. Bagian-bagian jantung tersebut dapat dilihat pada gambar 2-1.
Gambar 2-1 Struktur Eksterior Jantung
Dalam kerjanya jantung memiliki tiga periode yaitu:
a. Periode kontriksi (periode sistole), yaitu keadaan di mana jantung pada bagian ventrikel menguncup.
b. Periode dilatasi (periode diastole), yaitu keadaan di mana jantung mengembang. c. Periode istirahat, yaitu waktu antara periode kontriksi dan dilatasi di mana
jantung berhenti sekitar 0.1 detik.
Kerja jantung dapat diketahui dengan cara memeriksa perjalanan darah dalam arteri, karena pada dasarnya dinding arteri akan mengembang jika didalamnya terdapat aliran darah. Gelombang darah ini menimbulkan denyutan pada arteri. Kuncup denyutan arteri tersebut disebut denyut nadi atau pulse [3].
2.1.1 Bunyi Jantung
Setiap hari bilik jantung selalu berdenyut, untuk memompakan darah ke seluruh tubuh. Jantung normal berdenyut 60–100 kali per menit dengan irama teratur. Bunyi jantung dibagi menjadi bunyi jantung normal dan patologis.
1. Bunyi jantung normal dikenali sebagai lub dan dub secara bergantian. Bunyi jantung normal terbagi atas:
a. Bunyi pertama (S1) , disebabkan oleh penutupan katup atrioventrikular, yaitu mitral dan trikuspidalis, pada saat awal dari kontraksi ventrikel, atau sistol. Ketika tekanan ventrikel meningkat di atas tekanan atrium, arus darah vena tiba-tiba berbalik ke atrium, katup menutup dan pencegahan regurgitasi darah dari ventrikel kembali ke atrium. Bunyi S1 adalah gema dari darah yang dikaitkan dengan penutupan katup.
tekanan jauh di bawah aorta, maka aliran darah di aorta berbalik ke ventrikel kiri dan dihalangi oleh penutupan katup aorta. Serupa juga dengan ventrikel kanan, ketika tekanan di ventrikel kanan menurun di bawah tekanan pulmonalis, katup pulmonalis menutup.
2. Bunyi jantung patologis yaitu bunyi jantung yang dapat mengindikasikan suatu penyakit. Pada keadaan ini bunyi murmur akan terdengar menjadi bagian dari tiap siklus jantung sebagai bunyi ketiga (S3) dan keempat (S4). Bunyi murmur adalah bunyi yang dihasilkan dari turbulensi aliran darah yaitu pembukaan yang tidak normal dari ventrikel kiri dan kanan atau aliran darah balik dari aorta dan arteri pulmonalis yang menyebabkan tekanan jantung menurun. Turbulensi tersebut disebabkan oleh sutu stenosis. Insufisiensi katup menyebabkan aliran darah berbalik dan bertabrakan dengan aliran yang berlawanan arah. Grafik bunyi S1, S2, S3 dan S4 dapat dilihat pada gambar 2-2.
Gambar 2-2 Bunyi Jantung
Hal ini memudahkan timbulnya gumpalan atau bekuan darah (trombi) akibat stagnasi dan turbulensi darah yang terjadi sehingga serambi dapat berdenyut lebih dari 300 kali per menit [4].
2.1.2
Grafik Bunyi Jantung
Diagnosis klinis pada pasien sangat ditentukan oleh anamnesis pasien dan selanjutnya pada pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang dilakukan antara lain adalah pemeriksaan denyut jantung. Dalam penghitungan denyut jantung digunakan metode palpasi dan auskultasi. Metode palpasi yaitu metode penghitungan frekuensi denyut jantung dengan cara menentukan posisi denyut jantung apeks (berupa ketukan) menggunakan ujung jari dan perhitungan denyut jantung hanya ditentukan oleh faktor perabaan. Sedangkan metode auskultasi yaitu metode penghitungan denyut jantung dengan menggunakan alat bantu seperti stetoskop dan alat pendeteksi detak jantung lainnya. Mengingat keakuratan hasil maka dalam diagnosis metode auskultasi adalah metode yang paling tepat terlebih jika digunakan bersama dengan osiloskop untuk menampilkan gelombang detak jantung. Grafik bunyi jantung dapat memberikan data yang mendukung diagnosis pada kasus penatalaksanaan kelainan irama jantung [5].
Bentuk grafik detak jantung ditentukan oleh massa otot atrium dan massa otot ventrikel. Massa otot atrium lebih kecil daripada massa otot ventrikel, sehingga perubahan tegangan yang menyertai kontraksi atrium juga kecil. Kontraksi atrium menyebabkan gelombang P. Karena massa ventrikel besar pada saat terdepolarisasi, maka akan terjadi defleksi tegangan yang besar. Hal ini disebut kompleks QRS. Sedangkan gelombang T terjadi karena massa ventrikel kembali ke status repolarisasi. Contoh grafik detak jantung berdasarkan kondisi PQR dapat dilihat pada gambar 2-3 [6].
Gambar 2-3 Grafik Denyut Jantung Normal
Dari grafik di atas dapat diketahui frekuensi jantung per menit dengan rumus :
1) (k T (k) T
60 menit)
nyut / jantung(de frekuensi
R
R − −
= ... (2.1)
Data yang dapat diambil dari grafik detak jantung adalah:
a. Frekuensi jantung, untuk mengetahui kondisi jantung secara umum.
b. Lebar gelombang P, untuk menunjukkan depolarisasi atrium. Lebar gelombang P normal yaitu kurang dari 0.11 detik.
d. Interval P-R, untuk menggambarkan pelepasan simpul SA sampai awal kontraksi ventrikel. Interval normal berkisar antara 0.12 hingga 0.2 detik.
e. Kompleks QRS, menggambarkan depolarisasi ventrikel. Lebar normalnya kurang dari atau sama dengan 0.12 detik.
f. Lamanya gelombang Q untuk menggambarkan depolarisasi septum. Lebar normalnya yaitu kurang dari atau sama dengan 0.03 detik.
g. Interval Q-T, yaitu waktu yang diperlukan untuk depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. Nilai interval Q-T normal yaitu antara 0.32 detik hingga 0.4 detik. h. Interval dari S-T (segmen S-T), segmen S-T yang tepat adalah isoelektrik yaitu
sama tinggi dengan bagian dari gelombang T dan gelombang P berikutnya.
Namun pada keadaan sesungguhnya jantung tidak selalu berdenyut dengan normal. Hal itu dapat disebabkan karena suatu penyakit tertentu. Sehingga grafik detak jantung yang didapatkan juga akan memiliki karakteristik yang berbeda dengan grafik detak jantung normal [7]. Contoh perbedaan grafik detak jantung normal dan tidak normal dapat dilihat pada gambar 2-4 dan 2-5.
(a) (b)
(c)
Gambar 2-5 (a). Puncak T yang Terlalu Tinggi; (b). Puncak T yang Terlalu Tinggi dengan Gelombang P yang Hilang; (c). Gelombang Q yang Terlalu Curam dan
Puncak T yang Terlalu Tinggi
2.2.
Komunikasi Serial
Komunikasi serial ialah komunikasi pengiriman data yang dilakukan per bit secara serial, sehingga akan lebih lambat dibandingkan komunikasi paralel. Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial sinkron dan komunikasi data serial asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver). Pada IBM PC kompatibel port serialnya termasuk jenis asinkron.
bit start dan akhir karakter yaitu bit stop. Bit start selalu berlogika rendah (0) berfungsi untuk mengidentifikasikan permulaan karakter. Setelah bit data terakhir (MSB), 1 bit paritas disisipkan , yang berfungsi untuk mengecek keabsahan dari data yang dikirim. Logika 1 untuk paritas genap dan logika 0 untuk paritas ganjil. Bit stop selalu berlogika tinggi (1) dan berfungsi mengidentifikasikan akhir dari karakter. Biasanya komunikasi serial digunakan untuk mengirimkan data antara dua tempat yang berjauhan sehingga data dapat dikirimkan melaui satu jalur transmisi.
Gambar 2-6 Sebuah Frame pada Komunikasi Serial
2.2.1. Port Serial
Dalam penyampaian data secara serial pada PC dibutuhkan port sebagai saluran data. Port yang biasanya digunakan adalah DB9. Pada komputer IBM PC kompatibel biasanya terdapat dua konektor DB-9 yang diberi nama COM1 dan COM2. Standar RS232 menyangkut komunikasi data antar komputer (Data Terminal Equipment/DTE) dengan alat-alat pelengkap komputer (Data Circuit-Terminating Equipment/DCE). Berikut konfigurasi port serial DB9 ditunjukkan pada gambar 2-7.
Keterangan mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB-9 adalah sebagai berikut:
1. Received Line Signal Detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada terminal masukan ada data masuk.
2. Receive Data, digunakan DTE menerima data dari DCE. 3. Transmit Data, digunakan DTE mengirimkan data dari DCE.
4. Data Terminal Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan terminalnya.
5. Signal Ground, saluran ground.
6. Ring Indicator, pada saluran ini DCE memberitahu ke DTE bahwa sebuah stasiun menghendaki hubungan dengannya.
7. Clear To Send, dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mengirimkan data.
8. Request To Send, dengan saluran ini DCE diminta mengirim data oleh DTE. 9. DCE Ready, sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa DCE sudah siap.
Untuk dapat menggunakan port serial perlu diketahui alamatnya. Base address COM1 biasanya adalah 1016 (3F8h) dan COM2 biasanya 760 (2F8h). Alamat tersebut adalah alamat yang biasa digunakan, namun pada kenyataannya akan tergantung dari komputer yang digunakan. Tepatnya bisa dilihat pada peta memori tempat menyimpan alamat tersebut, yaitu memori 0000.0400h untuk base address COM1 dan memori 0000.0402h untuk base address COM2.
2.2.2
RS232
dari standar yang dipilih dan sekarang telah dipakai secara luas dan dalam komunikasi data umumnya digunakan untuk menghubungkan DTE (Data Terminal Equipment) ke DCE (Data Communication Equipment) yang berupa peralatan sistem komunikasi analog.
RS232 merupakan singkatan dari Recommended Standard number 232. Standar ini dibuat oleh Electronic Industry Association (EIA), untuk interface antara peralatan terminal data dan komunikasi data, dengan menggunakan data biner sebagai data yang ditransmisi. RS232 adalah suatu data Serial Data Interface Standard yang dikeluarkan oleh EIA. Standarisasi meliputi konektor, fungsi dan level tegangan atau arus. Standar ini juga berisikan karakteristik sinyal listrik, karakteristik mekanik dan cara operasional rangkaian fungsional. Beberapa karakteristik rangkaian fungsionalnya adalah sebagai berikut :
1. Logika ‘1’ disebut ‘mark’ terletak antara -3V hingga -25V. 2. Logika ‘0’ disebut ‘space’ terletak antara +3V hingga +25V.
3. Daerah tegangan antara -3V hingga +3V, ≤ -25V dan ≥ +25V adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki logika pasti dan harus dihindari.
Gambar 2-8 adalah contoh pengiriman huruf ‘A’ pada level tegangan RS232 dalam format ASCII tanpa bit paritas.
Gambar 2-8 Pengiriman huruf ‘A’ pada level tegangan RS232 dalam format ASCII tanpa bit paritas
2.3.
Pemrograman Visual Basic
Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berorientasi pada obyek (Object Oriented Programming). Salah satu kehandalan Visual Basic adalah pembuatan aplikasi Graphical User Interface (GUI). Dalam pembuatan tampilan user interfacenya relatif mudah dilakukan karena hanya perlu diletakkan obyek-obyek grafis ke lembar (form) yang telah disediakan, setelah itu hanya perlu pengaturan properti dan obyek-obyek tersebut menurut kreatifitas pemrogram.
2.3.1 Tampilan Dasar Visual Basic
Pada tahap awal penggunaan Visual Basic, diatur agar tampilan mirip atau sama dengan gambar 2.9, yaitu menampilkan tampilan ToolBox, ToolBar, Properties dan Form Layout.
IDE merupakan bidang kerja tempat progammer membuat aplikasi. Di dalam IDE antara lain terdapat Programming Tools, Toolbox Controls, Form Windows, Properties Windows, Project Windows, Code Windows, Immediate Windows, Form Layout Windows dan Online Help Systems.
2.3.2
Toolbar
ToolBar adalah tombol-tombol yang mewakili suatu perintah tertentu dari Visual Basic. Setiap tombol tersebut dapat langsung diklik untuk melakukan perintah tertentu. Tombol-tombol dan perintah-perintah yang sering digunakan dalam Visual Basic :
Gambar 2-10 Toolbar Standar Visual Basic
2.3.3
Form Window
Form Window atau jendela form adalah daerah kerja utama dimana akan dibuat aplikasi-aplikasi Visual Basic. Pada form ini akan diletakkan berbagai macam objek alternatif seperti misalnya teks, gambar, tombol-tombol perintah, scrollbar, dan sebagainya. Jendela form pada gambar 2-11 ini pada awalnya terlihat kecil tetapi ukurannya dapat diubah-ubah.
2.3.4
Toolbox
ToolBox adalah sebuah kotak piranti yang mengandung semua kotak atau kontrol yang dibutuhkan untuk membentuk suatu program aplikasi. Kontrol adalah suatu objek yang akan menjadi interface penghubung antara program aplikasi dan penggunanya, dan kesemuanya harus diletakkan dalam jendela form. Apabila pertama kali menjalankan Visual Basic, maka ToolBox akan ditampilkan di sebelah kiri layer dan berisi objek-objek standar yang akan muncul setiap Visual Basic dijalankan. Objek kontrol ini terdapat pada semua versi dari Visual Basic 6.0.
Gambar 2-12 Toolbox Control
2.3.5
Project Explorer
Gambar 2.13 Windows Project Explorer
2.3.6
Properties Window
Jendela Properties adalah jendela yang mengandung semua informasi mengenai obyek, seperti nama, warna, ukuran, posisi, dan sebagainya. Setiap objek sebagian besar memiki properties yang sama, tetapi ada pula yang berbeda-beda. Melalui jendela properties ini dapat diatur bentuk dan karakteristik dari setiap obyek. Bagian paling atas dari jendela properties ini terdapat kotak yang dapat menunjukkan nama obyek yang sedang aktif, sedangkan propertinya ditampilkan dibagian bawah dari jendela properties tersebut.
2.3.7
Form Layout Windows
Form Layout Windows adalah jendela yang menggambarkan posisi dari setiap form yang ditampilkan pada layar monitor. Posisi form pada Form Layout Windows inilah yang merupakan petunjuk dimana aplikasi yang dibuat akan ditampilkan pada layar monitor akan dijalankan. Pengaturan letak aplikasi tersebut dapat diatur pada properties form maupun code window.
Gambar 2-15 Form Layout
2.3.8
Code Window
Code window merupakan tempat untuk menuliskan kode atau program. Ada dua combo box di bagian atas dari code windows, box yang kiri menunjukkan obyek yang kodenya ditulis dan box yang kanan menunjukkan prosedur atau event dari kontrol yang sedang didefinisi kelakuannya [9].
2.3.9
Komunikasi Serial dalam Visual Basic
Pada komunikasi serial pada Visual Basic digunakan custom control yaitu communication control [10]. Sintaks yang digunakan pada Visual Basic antara lain yaitu:
1. [Variabel] = Comm1.Input: Membaca karakter-karakter dari buffer penerima dan dimasukkan variabel.
2. Comm1.Output = [Variabel]: Mengirimkan karakter-karakter yang terdapat pada variabel melalui port Comm1.
Pada prosedur penerimaan data secara serial digunakan kode program sebagai berikut:
1. Comm1.CommPort = 1, perintah ini digunakan untuk menginisialisasi penggunaan port com1 dengan nama “Comm1”
2. Comm1.Settings = ‘9600,N,8,1”, perintah ini digunakan untuk mengeset port com1 dengan parameter sebagai berikut:
a. Angka pertama menunjukkan kecepatan transmisi data 9600 baud. b. N (none) menunjukkan tidak ada paritas yang digunakan.
c. Angka ketiga menunjukkan jumlah bit yang dikirim dalam 1 karakter yaitu 8 bit.
d. Angka terakhir menunjukkan bit akhir (stop bit) dalam satu karakter.
3. Comm1.InputLen = 0, perintah ini digunakan untuk menyatakan banyaknya karakter yang akan dibaca jika input digunakan.
Sedangkan pada prosedur pengiriman data digunakan kode program sebagai berikut:
1. Comm1.CommPort = 1
2. Comm1.Settings = ‘9600,N,8,1” 3. Comm1.InputLen = 0
4. Comm1.PortOpen = True
5. Comm1.OutputLen = “Data yang akan dikirim” 6. Comm1.PortOpen = False
2.4
Database
Database merupakan sekumpulan data yang disusun secara logis dan dapat dikendalikan secara sentral. Database memiliki bagian-bagian penting antara lain tabel, field dan record.
a. Tabel
Tabel merupakan perpaduan antara baris dan kolom yang digunakan untuk menyimpan data. Dalam sebuah tabel terdapat field (kolom) dan record (baris). Jika diinginkan untuk melihat tampilan data dalam tabel maka akan ditampilkan Data View. Data View merupakan data dari setiap baris pada tabel. Contoh Data View dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 2-17 DataView
data disebut struktur view. Berikut adalah contoh struktur view dari tabel pada gambar 2-17:
Gambar 2-18 Struktur View b. Field
Field merupakan tempat dimana data atau informasi dalam kelompok yang
sama atau sejenis dimasukkan. Field pada umumnya tersimpan dalam bentuk kolom vertikal pada tabel.
c. Record
Record atau baris (row) merupakan data lengkap dalam jumlah tunggal yang biasanya tersimpan dalam bentuk baris secara horisontal pada tabel [11].
d. Mengakses database dari Visual Basic
Dalam mengakses database dan melakukan pengolahan terhadap data tersebut pada Visual Basic dapat dilakukan dengan tiga model koneksi, antara lain:
1. Pemrograman dengan konsep DAO (Data Access Object). Konsep ini disajikan bagi programmer yang masih menggunakan Microsoft Access 97. Pada pemrograman konsep ini dapat menggunakan objek Data Control dan tanpa Data Control.
RANCANGAN PENELITIAN
Diagram blok dari Penampil Detak Jantung Berbasis Visual Basic pada Gambar 3-1.
Gambar 3-1 Rancangan Diagram Blok Penampil Detak Jantung Berbasis Visual Basic
Cara kerja diagram blok di atas adalah:
a. Pengguna akan memilih alat pendeteksi detak jantung yang akan digunakan (stetoskop digital atau pendeteksi detak jantung dengan metode cahaya) dari PC, melalui program yang sudah dirancang. Keputusan dari pemilihan tersebut akan mengakibatkan PC mengirim data kode pilihan menuju wireless device secara serial.
b. Data kode dari wireless device akan dikirim menuju stetoskop digital dan pendeteksi detak jantung dengan metode cahaya. Pada stetoskop digital dan pada pendeteksi detak jantung dengan metode cahaya, data kode tersebut akan diterima sebagai interupsi.
c. Data kode akan diolah oleh mikrokontroller pada setiap alat pendeteksi detak jantung, untuk disesuaikan dengan kode yang telah diatur pada mikrokontroller.
Data yang sesuai pada salah satu alat pendeteksi detak jantung akan mengakibatkan alat tersebut mulai beroperasi.
d. Data hasil operasi dari alat yang sudah dipilih akan dikirimkan secara serial menuju PC melalui wireless device. Data tersebut akan diolah oleh program yang telah dirancang pada PC untuk ditampilkan dalam bentuk grafik dan disimpan di database.
3.1
Pemrograman Visual Basic
Pada perancangan, pemrograman objek pada Visual Basic akan menampilkan grafik detak jantung berdasarkan data yang diperoleh dari stetoskop digital ataupun dari alat pendeteksi detak jantung dengan metode cahaya. Program dibuat untuk dapat bekerja secara manual dengan mengeksekusi program. Program akan melakukan inisialisasi kontrol sesaat setelah program dieksekusi. Inisialisasi kontrol tersebut antara lain penggunaan kecepatan baud rate, inisialisasi waktu dan inisialisasi port yang digunakan. Setelah proses inisialisasi, program akan menampilkan grafik detak jantung sesuai dengan data yang didapat. Selain grafik detak jantung program juga akan menampilkan beberapa menu tambahan berupa menu bantuan agar pengguna dapat mengetahui cara menggunakan program dan menu lain yang berisi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh program.
3.1.1 Perancangan
Splash Form
Splash Form ini berfungsi untuk menampilkan informasi awal mengenai program. Informasi yang ditampilkan pada splash form adalah:
• Tahun pembuatan program
• Company
• Warning
Splash form ini dibuat dengan menggunakan fasilitas add form pada Visual Basic dan dipilih splash form. Splash form ini akan ditampikan saat program pertama kali dijalankan dan akan dijalankan selama 3 detik. Sehingga digunakan timer dengan flowchart seperti gambar 3-2 berikut ini:
Gambar 3-2 Flowchart Splash form
Sehingga akan didapatkan tampilan splash form seperti pada gambar 3-2.
3.1.2
Perancangan
Form Login
Form Login ini digunakan untuk membatasi user yang dapat menggunakan atau mengoperasikan sistem pendeteksi detak jantung. Flowchart dari form login ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3-4 Flowchart Form Login
3.1.3
Perancangan
Form Administrator
Form administrator dirancang untuk membatasi pengaksesan database oleh user. Terdapat dua buah tab yang akan dirancang dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tab pertama digunakan untuk mengatur data para medis yang berhak mengoperasikan alat. Pada tab ini terdapat tombol New, Edit, Search, OK dan Quit. Tombol New untuk menambah nama user, tombol Edit berfungsi untuk mengedit data user yang sudah ada, tombol search digunakan untuk mencari data user berdasarkan nama user, tombol OK untuk menyimpan setiap perubahan yang sudah dilakukan dan tombol Quit untuk keluar dari program. b. Tab kedua digunakan untuk memberi informasi mengenai data pasien dan
digunakan untuk mencari data pasien berdasarkan nama pasien dan tombol Quit untuk keluar dari program.
Proses dari form administrator dapat digambarkan pada gambar 3-5.
Gambar 3-5 Flowchart Form Administrator
3.1.4
Perancangan
Form User
Gambar 3-6 Flowchart Form User
3.1.5
Perancangan
Form
Grafik
Dari gambar 3-7 tertulis bahwa PC akan mengirimkan sinyal permintaan data pada alat pendeteksi detak jantung hingga didapatkan data jawaban dari alat tersebut. Ketentuan protokol sinyal permintaan data dan sinyal jawaban dapat dilihat pada tabel 3-1 berikut ini:
Tabel 3-1 Ketentuan protokol sinyal pada sistem
Karakteristik sinyal Stetoskop Metode Cahaya
Sinyal request (dikirim oleh PC) Chr$ (83) Chr$ (77) Sinyal penerimaan panggilan (dikirim oleh hardware
yang ditunjuk)
Chr$ (80) Chr$ (87)
Stopbyte (dikirim oleh hardware yang ditunjuk) Chr$ (32) Chr$ (32) Sinyal permohonan pemberhentian pengiriman data
(dikirim oleh PC)
Chr$ (90) Chr$ (90)
Sinyal aktif (dikirimkan oleh setiap alat) Chr$ (79) Chr$(75) Sinyal tidak aktif (dikirimkan oleh setiap alat) Chr$ (84) Chr$ (68)
Sehingga proses penerimaan data dan pemberhentian data dapat dijelaskan yaitu:
a. PC akan menentukan alat pendeteksi detak jantung yang akan dipilih. Jika alat yang dipilih adalah stetoskop maka PC akan mengirimkan data Chr$ (83) sedangkan jika alat yang dipilih adalah metode cahaya maka PC akan mengirimkan data Chr$ (77).
c. Setelah stop byte diterima, maka PC akan langsung mengolah data tersebut ke
database dan memplotnya di grafik begitu seterusnya hingga user
menginginkan proses pengukuran dihentikan.
d. Jika user menginginkan proses pengukuran denyut jantung dihentikan maka PC akan mengirimkan sinyal permohonan pemberhentian pengiriman data berupa Chr$ (90) kepada kedua alat pendeteksi detak jantung.
e. Sinyal aktif digunakan untuk menggambarkan kondisi alat pendeteksi detak jantung yaitu ON. Sinyal aktif ini akan dikirimkan pada saat alat mulai diaktifkan. Sinyal ini akan sekaligus mengaktifkan iconON pada PC.
f. Sinyal tidak aktif digunakan untuk menggambarkan kondisi alat pendeteksi detak jantung yaitu OFF. Sinyal ini hanya akan dikirimkan sesaat sebelum alat pendeteksi detak jantung dimatikan. Sinyal ini sekaligus akan mengaktifkan icon OFF pada PC. Gambaran kondisi ON dan OFF dari alat pendeteksi detak jantung pada PC yaitu:
Gambar 3-8 Perancangan gambaran kondisi alat yang ditampilkan pada PC Kendati terdapat icon yang menggambarkan keadaan ON atau OFF dari alat pendeteksi detak jantung, alat tersebut masih tetap akan dapat dieksekusi dengan mengirimkan sinyal request dari PC.
Picture1.ScaleMode = 3 ' untuk mengatur mode grafis
dengan mode pixel
Picture1.width = 750 ‘ untuk mendapatkan tampilan X
selama 15 detik, dengan pengaturan 1
pixel = 0.02 detik sehingga 15 detik =
750 pixel
Picture1.height = 400 ‘ untuk mendapatkan tampilan Y
memiliki amplitudo maksimal 40 peak to
peak, dengan pengaturan 1 satuan
amplitudo = 1 pixel
Sedangkan untuk membuat plot pada picture box digunakan metode:
Picture1.Pset (x,y), QBColor (index)’ Pset adalah metode untuk
memplot pixel, x dan y akan bergantung data dari alat
pendeteksi detak jantung, QBColor adalah pengaturan warna
plot
Gambar 3-9 Flowchart plot grafik
Data yang sudah diplot diatas akan disimpan pada database sehingga dapat dipanggil kembali pada waktu yang berbeda. Cara pemanggilan data pada database dalam memplot data yang serupa dengan data real time yaitu ditunjukkan seperti pada gambar 3.10.
3.1.6
Penentuan Informasi yang Bisa Diambil dari Grafik
Informasi yang akan ditampilkan setelah memplot grafik dari database yaitu informasi periode jantung. Penentuan nilai tersebut dapat dijelaskan pada flowchart di bawah ini:
Gambar 3-11 Menampilkan informasi grafik
3.2
Database
oleh administrator. Sedangkan tabel datapasien dan data detak jantung masing-masing alat akan terus bertambah selama hardware dioperasikan. Tabel user ditunjukkan pada tabel 3-2, tabel datapasien ditunjukkan pada tabel 3-3, tabel data detak jantung dari stetoskop dan metode cahaya ditunjukkan seperti gambar 3-4 .
Tabel 3-2 Tabel User
Name Password User Name
Nama User Password User User Name untuk Login
Tabel 3-3 Tabel DataPasien Nama Umur Tinggi
Badan
Berat Badan
Riwayat Kesehatan
Anamnesis Pekerjaan Alamat Dokter
Nama pasien Umur pasien Tinggi Badan Berat Badan Riwayat Kesehatan
Anamnesis Pekerjaan Alamat Dokter
Tabel 3-4 Tabel Data Stetoskop dan Metode Cahaya
Nama Tanggal Periksa Waktu Periksa Amplitudo Jantung Index
Nama Pasien Tanggal periksa Waktu periksa Besarnya nilai Y Nilai X
3.3
Antarmuka Serial
a. Catu Daya
Kebutuhan sumber tegangan tidak disediakan dari luar tetapi akan memanfaatkan pin kontrol pada port serial yaitu DTR (Data Terminal Ready). Pin DTR akan digunakan sebagai catu daya bagi Modul SST-10. Perlu diketahui bahwa saluran DTR yang berlogika low dalam port serial IBM PC kompatibel bertegangan +12 V ketika di-set, sehingga diperlukan komponen untuk menurunkan tegangan tersebut sampai +5 V. Hal ini disebabkan Modul SST-10 dan MAX232dioperasikan dengan catu daya sebesar +5 V. Pembatasan tegangan pada level 5V dilakukan dengan menggunakan dioda zener 5V1. Dioda ini jika dilewati oleh tegangan diatas 5,1V maka output yang dihasilkan akan sebesar Vz.
b. Konverter Logika TTL ke RS232
Telah dipaparkan sebelumnya bahwa ada perbedaan level tegangan yang terjadi antara PC dan mikrokontroler ketika berkomunikasi. Perbedaan level tegangan ini harus diatasi agar kedua perangkat bisa berkomunikasi. Oleh karena konfigurasi komunikasi yang digunakan adalah RS232, maka digunakan IC MAX 232 karena mampu mengkonversi level tegangan RS232 ke level TTL yang dimiliki oleh modul SST-10.
Input TTL pada MAX232 ada dua, yaitu T1IN dan T2IN. Pada perancangan
dipilih T2IN sebagai input tegangan TTL dari SST-10, yaitu data yang akan dikirim.
Sedangkan output TTL pada MAX232 juga ada dua saluran, yaitu R1out dan R2out .
Pada perancangan, dipilih R2out sebagai jalur data yang diterima oleh SST-10.
Sedangkan input dan output yang terhubung dengan port serial dihubungkan dengan pin T2out dan R2out. Ground rangkaian dengan ground pada bagian komputer
diterima dan dikirim dengan acuan yang sama. Gambar 3-12 menunjukkan konfigurasi MAX232 dengan DB9 dan I/O SST-10 [8].
1uF 1uF D3 5V1 D2 1N4148 CONNECTOR DB9 5 9 4 8 3 7 2 6 1 MAX232 13 8 11 10 1 3 4 5 2 6 12 9 14 7 16 15 R1IN R2IN T1IN T2IN C+ C1-C2+ C2-V+ V-R1OUT R2OUT T1OUT T2OUT VC C GN D D1 1N4148 1uF 1uF SST-10 1 2 3 4 5 Vcc RXD TXD NC GND C4 C1 C2 C3
Gambar3-12 Perancangan Rangkaian Antarmuka Serial
Fungsi kapasitor pada rangkaian pengubah level tegangan TTL ke level tegangan RS232, yaitu sebagai kapasitor eksternal untuk voltage doubler. Masing-masing kapasitor digunakan sebagai berikut:
1. C1 + sebagai kapasitor “+” internal voltage doubler.
2. C1 ─ sebagai kapasitor “-” internal voltage doubler.
3. C2 + sebagai kapasitor “+” internal voltage inverter.
4. C2 ─ sebagai kapasitor “-” internal voltage inverter.
Nilai-nilai kapasitor yang digunakan sesuai dengan nilai-nilai yang tertera pada datasheet MAX232. Bila nilai C1 dan C2 dinaikkan, maka akan mengurangi nilai
impedansi input rangkaian voltage doubler dan inverter. Bila nilai C3 dan C4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Pengamatan dan Pembahasan Program Visual Basic
Program Penampil Detak Jantung Berbasis Visual Basic akan diamati dalam tujuh
bagian berdasarkan form yang sudah dibuat. Bagian-bagian tersebut berupa pengamatan
proses kerja program pada masing-masing form, yang memiliki fungsi yang berbeda dan
pengamatan pada database.
4.1.1 Splash Form
Pada awal program dijalankan maka akan muncul splash form. Form ini berisi
identitas program yaitu nama program, pembuat program, tahun pembuatan program,
instansi programmer dan hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan program. Form
ini akan muncul selama 3 detik, kemudian splash form akan tertutup dan formlogin akan
terbuka. Gambar 4-1 adalah tampilan splash forms untuk program “Penampil Detak
Jantung Berbasis Visual Basic”.
Gambar 4-1 Tampilan Splash Form
4.1.2 Login Form
Form login adalah form yang dimaksudkan untuk membatasi penggunaan program Penampil Detak Jantung Berbasis Visual Basic hanya oleh orang yang
mempunyai wewenang di bidang ini saja. Gambar 4-2 adalah tampilan form login dari
program Penampil Detak Jantung Berbasis Visual Basic.
Gambar 4-2 Tampilan Form Login
Pada form login terdapat dua buah text box yang wajib diisi oleh user jika ingin
menjalankan program. Text box pertama adalah user name dan text box kedua adalah
password. Jika user name dan password sesuai dengan data yang tersimpan pada data
base maka user yang bersangkutan dapat masuk ke form yang dipilihnya. Form yang
dimaksud adalah form user dan form admin, sedangkan jika user memilih quit maka
program akan dihentikan. Form user dimaksudkan untuk menjalankan proses
pengambilan data detak jantung pasien atau melihat data yang sudah ada. Form ini
ditujukan untuk para dokter atau perawat yang bertanggung jawab terhadap pasien.
Sedangkan form admin ditujukan kepada petugas-petugas rumah sakit untuk mengetahui
data username dan password para dokter yang berhak menggunakan alat ini serta
Jika data yang diisikan pada text boxt tidak sesuai maka akan ditampilkan pesan
kesalahan seperti pada gambar 4-3 dan peringatan kesempatan login seperti pada gambar
4-4. Kesempatan pengisian form login hanya tiga kali sehingga jika tiga kali user salah
melakukan pengisian maka program akan otomatis dihentikan.
Gambar 4-3 Tampilan Pesan Kesalahan Pengisian Form Login
Gambar 4-4 Tampilan Peringatan Kesempatan Login
4.1.3 Form Administrator
Form administrator akan ditampilkan jika user sudah melewati form login dan
memilih command button Admin.
Form administrator terdiri dari dua buah tab yaitu tab User Data dan tab Patient
Data.
a. Tab User Data
Tab ini berfungsi untuk melakukan pengubahan dan penambahan data user yang
berhak menjalankan program. Pada tab ini terdapat 5 pilihan command button yaitu New,
Gambar 4-5 Tampilan Tab User Data
Jika administrator memilih tombol New maka tampilan program akan berubah
seperti pada gambar 4-7, di mana administrator dapat menambahkan data user baru yang
berhak menjalankan pada text box yang tersedia setelah sebelumnya ditampilkan form
konfirmasi seperti pada gambar 4-6.
Gambar 4-6 Konfirmasi sebelum menambahkan data
Selanjutnya jika administrator memilih tombol Search maka akan ditampilkan
form seperti pada gambar 4-8.
Gambar 4-8 Form search
Jika proses searching sudah dilakukan dan data telah ditemukan maka
administrator dapat melakukan pengubahan pada username dan password seperti
diinformasikan pada gambar 4-9 dan selanjutnya form akan berganti menjadi form edit
seperti pada gambar 4-10.
Gambar 4-10 Form Edit
Setelah melakukan berbagai pengubahan maka administrator hendaknya menekan
tombol save untuk menyimpan pengubahan pada database. Tampilan yang terjadi jika
tombol save ditekan terlihat pada gambar 4-11.
Gambar 4-11 Konfirmasi saving
Sedangkan tombol Quit akan membuat program otomatis dihentikan.
b. Tab Patient Data
Pada tab ini dapat diketahui dokter yang bertanggung jawab atas seorang pasien.
Pencarian data dilakukan dari kontrol panel yang terdiri dari tombol search dan quit
dengan input berupa nama pasien yang hendak diketahui dokter yang merawatnya.
Gambar 4-12 Tab Patient Data
Jika telah diinputkan nama pasien dan tombol search telah ditekan maka form
akan berganti seperti gambar 4-13.
Gambar 4-13 Proses searching data pasien
4.1.4
Form User
Form ini akan ditampilkan jika pengguna program memilih tombol user. Pada
form ini hanya ditampilkan control panel yang berisi tiga command button seperti gambar
a. Preview
Command button ini berfungsi untuk menampilkan data berupa grafik detak jantung berdasarkan nama pasien dan waktu pemeriksaannya. Sehingga grafik yang akan
ditampilkan merupakan grafik yang dibuat berdasarkan database.
b. New Patient
Command button New Patient ditujukan bagi user yang ingin melakukan
pemeriksaan detak jantung pasien menggunakan alat yang tersedia yang telah terhubung
dengan PC yang menjalankan program ini. Selanjutnya data yang didapat akan
membentuk grafik yang real time sekaligus menyimpannya dalam database sehingga
dapat dilihat kembali pada waktu yang berbeda.
c. Quit
Command button Quit berfungsi untuk menghentikan program.
Gambar 4-14 Form User
4.1.5 Form Data Pasien
Form data pasien terdiri dari tiga tab yang dapat dilihat yaitu:
a. Tab data pasien
Tab ini berisi data-data umum pasien yang berupa Nama, Umur, Tinggi Badan,
Berat Badan, Pekerjaan, Nama Dokter yang menanganinya, Anamnesis atau keluhan,
b. Tab metode cahaya
Tab ini berisi informasi data detak jantung pasien yang ditunjuk pada tab data
pasien saat diperiksa menggunakan alat pendeteksi detak jantung Metode Cahaya. Data
yang ditampilkan yaitu: waktu mulai pemeriksaan, waktu akhir pemeriksaan, tanggal
akhir pemeriksaan dan banyaknya data yang diambil.
c. Tab stetoskop
Tab ini berisi informasi data detak jantung pasien yang ditunjuk pada tab data
pasien saat diperiksa menggunakan Stetoskop. Data yang ditampilkan yaitu: waktu mulai
pemeriksaan, waktu akhir pemeriksaan, tanggal akhir pemeriksaan dan banyaknya data
yang diambil.
(a)
(b)
Gambar 4-15 Tampilan Tab Metode Cahaya (a) dan Stetoskop (b)
Form data pasien ini akan ditampilkan jika pengguna program memilih tombol
new pasient atau preview pada form sebelumnya. Namun bedanya yaitu jika tombol yang ditekan adalah new patient maka form data pasien yang ditampilkan akan kosong seperti
pada database dan akan menjadi inisial pada database yang akan menyimpan data
amplitudo detak jantungnya. Sedangkan jika ditekan tombol preview maka form data
pasien yang ditampilkan akan berupa form yang sudah berisi data-data pasien yang
pernah direkam data detak jantungnya seperti pada gambar 4-17. Untuk memilih pasien
mana yang akan dilihat datanya, maka user disediakan combo box yang berisi daftar
nama-nama pasien dan kemudian dipilih juga waktu pemeriksaannya pada Tab Metode
Cahaya atau Tab Stetoskop.
Gambar 4-16 Tampilan Form Data Pasien Kosong
4.1.6 Form Pilih Alat
Form pilih alat hanya kan ditampilkan jika tombol yang dipilih pada form user adalah New Patient. Setelah mengisikan data pada form data pasien dan menekan tombol
save maka barulah form plih alat ini ditampilkan. Proses saving terlihat pada gambar
4-18.
Gambar 4-18 Proses saving data pasien
Form ini berfungsi untuk menampilkan keadaan alat pendeteksi detak jantung (ON atau OFF) dan melakukan pemilihan alat apa yang akan digunkan untuk mendeteksi
detak jantung pasien yang baru saja diisi datanya. Tampilan form pilih alat terlihat pada
gambar 4-19.
Jika alat yang dipilih tidak terhubung maka secara otomatis PC akan
memindahkan pilihan ke alat yang lainnya seperti pada gambar 4-20. Jika kedua alat ini
tidak terhubung maka program akan dihentikan dan data yang telah tersimpan akan
otomatis dihapus kembali seperti pada gambar 4-21.
Gambar 4-20 Pesan kesalahan karena alat yang dipilih tidak terhubung
Gambar 4-21 Pesan kesalahan karena kedua alat tidak terhubung
4.1.7
Form
Grafik
Form grafik adalah form yang menampilkan data detak jantung berupa grafik baik
secara real time maupun dari database. Form ini terdiri dari picturebox dan control
panel. Picturebox pada form ini diatur pada mode pixel dengan lebar 750 pixel dan tinggi
400 pixel. Satu pixel diplot setiap 0.01 detik sehingga untuk memenuhi picture box
Dalam membentuk grafik secara real time dilakukan menggunakan timer yang
telah diatur pada alat pendeteksi detak jantung. Selanjutnya input yang berupa
Hexadecimal diubah menjadi ASCII dengan sintaks: terima$ = Comm1.Input
Saving = Saving + terima$
If Saving <> "" Then
If Comm1.InputMode = comInputModeText Then
FUK = Asc(Saving)
End If
End if
Selanjutnya data ASCII akan diplot menjadi grafik pada picturebox. Picturebox
pada VB memiliki ketentuan bahwa titik koordinat (0,0) terdapat dikanan atas. Untuk
dapat menggambarkan grafik dengan titik (0.0) terletak pada sisi kiri bawah, maka dibuat
pengaturan pada VB. Input dari hardware berkisar antara 00 hingga FF yang berarti
terdiri dari 256 data. Sehingga tinggi picturebox yang digunakan adalah 256 saja
sehingga tinggi sisa picturebox pada sisi atas dan bawah adalah (400 – 250) / 2 = 72.
sehingga dapat dipastikan bahwa titik (0.0) pada picturebox diharapkan berada pada titik
koordinat pixel (0,328) sehingga dibuat rumus:
A(U) = (Val(FUK) - 328) / (-1)
Setelah didapat data amplitudo yang siap diplot, maka data langsung diplot
dengan sintaks:
Picture1.PSet (X, A(U)), QBColor(15)’ X merupakan koordinat Y yang
selalu bertambah
Picture1.Line (X - 1, A(U - 1))-(X, A(U)) ‘ menggabungkan tiap point
pada picturebox
Data yang diplot tersebut akan langsung disimpan pada database agar dapat
dipangggil sewaktu-waktu. Sintaks dalam menyimpan data point yaitu:
temp1 = DataPasien.namateks.Text
temp2 = tanggal.Caption
temp3 = waktu.Caption
temp4 = A(U)
temp5 = U
Dim SQLTambah3 As String
Picture1.PSet (X, A(U)), QBColor(15)
Beep 800, 200
Picture1.Line (X - 1, A(U - 1))-(X, A(U))
SQLTambah3 = "Insert Into Stetoskop ([Nama],[Tanggal],[Waktu
Periksa],[Amplitudo Jantung],[Index]) values ('" & temp1 & "','" &
temp2 & "','" & temp3 & "','" & temp4 & "','" & temp5 & "')"
Conn.Execute SQLTambah3
RSstetoskop.Requery
Data point yang disimpan dengan sintaks diatas adalah data point untuk stetoskop,
sedangkan untuk menyimpan data point metode cahaya digunakan sintaks:
temp1 = DataPasien.namateks.Text
temp2 = tanggal.Caption
temp3 = waktu.Caption
temp4 = A(U)
Dim SQLTambah4 As String
Picture1.PSet (X, A(U)), QBColor(15)
Beep 800, 200
Picture1.Line (X - 1, A(U - 1))-(X, A(U))
SQLTambah3 = "Insert Into Metodecahaya ([Nama],[Tanggal],[Waktu
Periksa],[Amplitudo Jantung],[Index]) values ('" & temp1 & "','" &
temp2 & "','" & temp3 & "','" & temp4 & "','" & temp5 & "')"
Conn.Execute SQLTambah4
RSmetodecahaya.Requery
Dari proses plotting diatas dengan menggunakan obyek yang sama didapat grafik
seperti pada gambar 4-22 saat digunakan alat pendeteksi detak jantung metode cahaya
dan gambar 4-23 saat digunakan stetoskop sebagai alat pendeteksi detak jantungnya.
Gambar 4-23 Grafik Stetoskop
Dengan alat pendeteksi detak jantung dan obyek yang sama namun ditampilkan
pada osiloskop digital maka didapatkan grafik metode cahaya dan grafik stetoskop seperti
gambar 4-24 dengan pengaturan osiloskopnya seperti pada gambar 4-25.
Gambar 4-24 Gambar grafik metode cahaya (kuning) dan stetokop (ungu) pada
Gambar 4-25 Pengaturan Osiloskop
Dari grafik yang sudah diplot selanjutnya akan dicari periode jantungnya.
Algoritma penentuan periode jantung ini digambarkan seperti pada gambar 4-26.
Gambar 4-26 Algoritma Penentuan Periode Jantung
Dari algoritma diatas dituliskan menjadi program VB yaitu sebagai berikut:
For Z = 2 To Val(DataPasien.PointM.Text)
If data(Z - 2) >= data(Z - 1) And data(Z - 1) <= data(Z) And data(Z -
1) < 200 Then ‘pencarian puncak
waktu2 = Z
lia:
If data(Z - 2) <= data(Z - 1) And data(Z - 1) >= data(Z) Then
If data(Z - 1) > 200 Then ‘pencarian lembah
U = U + 1
T1(U) = waktu2
End If
Else: GoTo lia
End If
End If
Next Z
If U = 0 Then
DataPasien.PeriodeS.Text = "Puncak Tidak Teridentifiksi"
Else
For K = 1 To U
R = T1(K) - T1(K - 1)’pencarian jarak antar titik Y
T = T + (R)’penjumlahan jarak
Next K
DataPasien.PeriodeS.Text = Val(T / U) * 0.01 ‘perhitungan periode
End If
Dari grafik metode cahaya pada gambar 4-22 jika dihitung menggunakan program
maka didapatkan hasil seperti pada gambar 4-27 dibawah ini.
Sedangkan pada osiloskop periode jantung alat metode cahaya (grafik kuning)
dapat dihitung dengan cara:
905 . 0 250 5 3.3) 3.2 3.6 3.9
(4.1+ + + + =
ms
x s, sehingga didapat galat sebesar:
Galat= 100% 47.37% 95 . 0 4 . 1 95 .
0 − =
x .