• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENETAPAN HAKIM DALAM PENGANGKATAN ANAK BAGI YANG BERAGAMA ISLAM (Studi Putusan di Pengadilan Negeri Salatiga dan Pengadilan Agama Salatiga) - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENETAPAN HAKIM DALAM PENGANGKATAN ANAK BAGI YANG BERAGAMA ISLAM (Studi Putusan di Pengadilan Negeri Salatiga dan Pengadilan Agama Salatiga) - Test Repository"

Copied!
207
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  3.1 Wilayah yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri Salatiga
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Salatiga
Tabel 3.3 Pejabat Struktural Pengadilan Negeri Salatiga Tahun 2012
Gambar. 3.2 Struktur Organisasi Pengadilan Agama Salatiga

Referensi

Dokumen terkait

Dalam ajaran agama Islam pun sangat melindungi harta, karena harta adalah bahan pokok untuk hidup. Dengan demikian, Islam tidak menghalalkan seseorang merampas hak milik

Maksud dan tujuan dari pengangkatan anak atau adopsi itu sendiri, yang paling utama adalah sejauh mana anak angkat mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum

Tesis dengan Judul Tinjauan Keadilan Pembagian Wasiat Wajibah Bagi Anak Angkat (Studi Pandangan Hakim Pengadilan Agama dan Pakar Hukum Islam Kabupaten Jember) ini

Dalam hukum Islam tidak ada batas usia hadhanah ditentukan seperti didalam Undang-Undang, namun kedewasaan anak hanya dilihat dari balighnya seorang anak tersebut baik itu

Jawaban: untuk hukum acaranya sama seperti di Pengadilan Negeri karena perkara ini termasuk perkara volunter yaiu yang dijelaskan dalam HIR, sepanjang diatur secara

Kompilasi Hukum Islam, Pasal 186 menyatakan”anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan saling mewaris dengan ibunya dan keluarga ibunya”. Hukum

Dalam semangat ajaran Islam adalah perceraian diperbolehkan (halal), tetapi sebagai sesuatu yang sangat tidak disukai oleh Allah subhanahu wata’ala, pereceraian sedapat

445 SIMPULAN Menurut ketentuan hukum Islam status hukum mengangkat anak tidak sama dengan anak kandung sehingga segala hak dan kewajiban anak kandung seperti, tidak berhak waris,