• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

KECAMATAN RANCAEKEK

Jl. RANCAEKEK – MAJALAYA NO. 89 RANCAEKEK TLP. 022-7798016

KEPUTUSAN BUPATI BANDUNG Nomor : / Kep. - /2016

tentang

INDIKATOR KINERJA UTAMA RENCANA STRATEGIS KECAMATAN RANCAEKEK

KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016-2021 BUPATI BANDUNG

Menimbang Memperhatikan

: a. Bahwa sesuai ketentuan Pasal 3 Peraturan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah setiap instansi pemerintah wajib menetapkan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan masing-masing;

b. bahwa demi terarahnya pencapaian Visi dan Misi Bupati Bandung

Tahun 2016-2021 yang termuat dalam Rencana Strategis (Nama Perangkat Daerah) Kabupaten Bandung Tahun 2016–2021 diperlukan tolok ukur yang jelas dan sistematik untuk mengukur kinerja pembangunan pada setiap tahun perencanaannya;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada

huruf a dan b, maka perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama Rencana Strategis (Nama Perangkat Daerah) Kabupaten Bandung Tahun 2016–2021 dengan Keputusan Bupati;

d. bahwa untuk mencapai maksud tersebut sebagaimana huruf a di atas,

perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2016-2021 yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat Rancaekek.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan

Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950) sebagaimana telah di ubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, tentang Perbendaharaan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004, tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

(2)

4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Infomasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009, tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005, tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4585);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005, tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan

Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaran Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21Tahun 2011, tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007, tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;

15. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja Utama;

16. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 5 Tahun 2008 tentang Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2008 Nomor 5) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten

(3)

Bandung Nomor 25 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 5 Tahun 2008 tentang Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2009 Nomor 25);

17. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penataan Organisasi dan Kelembagaan Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2011 Nomor 6);

18. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2010 Nomor 11);

19. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2015 Nomor 1);

20. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021; 21. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2016

tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU : Indikator Kinerja Utama Rencana Strategis Kecamatan Rancaekek Kabupaten

Bandung Tahun 2016-2021, sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini.

KEDUA : Indikator Kinerja Utama sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU

merupakan Indikator Sasaran sebagaimana tercantum dalam Dokumen Rencana Strategis Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun 2016-2021.

KETIGA : Indikator Kinerja Utama sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU

merupakan acuan dalam merencanakan program, kegiatan dan indikator kinerja untuk pencapaian kinerja di lingkungan Kecamatan Rancaekek.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Tembusan, disampaikan kepada : Yth. 1. Bupati Bandung;

2. Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung.

Ditetapkan di : RANCAEKEK

Pada tanggal : 2016

an. BUPATI BANDUNG CAMAT RANCAEKEK

DRS. HARIS TAUPIK Pembina Tk I

(4)

LAMPIRAN KEPUTUSAN CAMAT RANCAEKEK

NOMOR : / Kep. - /2016 TANGGAL : 2016

TENTANG : INDIKATOR KINERJA UTAMA RENCANA STRATEGIS KECAMATAN RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016-2021

Visi: “Memantapkan Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing Melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Sinergi Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan”.

Misi Tujuan Sasaran Indikator Sasaran / IKU Alat Ukur Indikator Misi kedelapan: “Meningkatkan Reformasi Birokrasi”. Meningkatkan kinerja aparatur dan kelembagaan penyelenggara pelayanan publik Meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi publik

Persentase kepemilikan KK/KTP Jumlah yang memiliki KK/KTP

Jumlah Wajib KK/KTP Persentase kunjungan ibu hamil K4 Ibu hamil K4

Ibu hamil mengikuti sosialisasi Persentase siswa sekolah menengah

yang mengikuti sosialisasi

Jumlah siswa yang mengikuti sosialisasi Jumlah siswa menengah

Persentase sarana persampahan Jumlah sarana persampahan yang ada

Jumlah sarana yang dibutuhkan

Persentase RTH Luas Ruang Terbuka Hijau

Luas wilayah Kecamatan Persentase usulan yang baik dalam

Musrenbang

Jumlah usulan yang diakomodir Jumlah usulan

Persentase partisipasi perempuan di organisasi PKK

Jumlah perempuan aktif Jumlah partisipasi perempuan

Cakupan pembinaan linmas Jumlah petugas linmas

Jumlah desa/wilayah

Cakupan pembinaan pemuda Pemuda aktif beroganisasi

Pemuda Usia 17 sd 35 th

Cakupan prestasi atlet lokal Atlet berprestasi

Atlet yang dikirim Cakupan lembaga kemasyarakatan

yang aktif dalam pembangunan

Jumlah lembaga yang aktif Jumlah total lembaga Persentase kegiatan pemberdayaan

Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

Jumlah kegiatan pemberdayaan Jumlah Kegiatan

Cakupan SDM Kesejahteraan sosial Jumlah anggota PSM

Permasalahan sosial Persentase permasalahan wawasan

kebangsaan

Permasalahan wawasan kebangsaan

Total permasalahan IPOLEKSOSBUDHANKAM

Persentase evaluasi berkala Jumlah desa yang dimonev

Jumlah desa se kecamatan Prosentase Retribusi Kecamatan

tahun berjalan

Jumlah Retribusi yang masuk Jumlah target Retribusi Persentase pembinaan sumber daya

aparatur desa

Jumlah aparat desa yang dibina Jumlah aparat desa se kecamatan

X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 00 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100 X 100

(5)

Ditetapkan di : Rancaekek

Pada tanggal : 2016

an. BUPATI BANDUNG CAMAT RANCAEKEK

DRS. HARIS TAUPIK Pembina Tk I

Referensi

Dokumen terkait

Menilai sumber daya perusahaan yang menghasilkan penawaran terhadap produk atau jasa yang dimana pada tahap ini perusahaan harus menggunakan pengalaman dan

Inovasi Anjungan Layanan Mandiri dalam meningkatkan pelayanan publik di Kelurahan Blimbing Kecamatan Blimbing Kota Malang terdapat faktor-faktor yang secara langsung maupun

Indikator Kinerja Utama Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bungo Tahun 2011-2016 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum

1) Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi,

1). Perusahaan konveksi CV. Jaya Abadi harus dapat melakukan suatu kombinasi produk yang optimal dengan cara memproduksi 2 jenis produk yaitu kaos lengan panjang

Pengaruh yang positif signifikan mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya semakin tinggi, dengan semakin tinggi aktiva lancar yang

Perkara Nama Pihak No...

Berdasarkan analisis regresi kompensasi mempunyai pengaruh kuat dan signifikan terhadap prestasi keIja karyawan pada CV DSCO di Blitar. Ini dapat diketahui dari