• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERANAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN. A. Teori Pembuktian Dalam Hukum Acara Pidana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PERANAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN. A. Teori Pembuktian Dalam Hukum Acara Pidana"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Identifikasi permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimanakah peranan Visum et Repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidana pembunuhan, serta bagaimanakah kekuatan

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran visum et repertum dalam hukum pidana diperlukan sebagai alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan pasal 184 ayat (1) KUHP,

Hambatan yang dialami Majelis Hakim dalam menggunakan Visum et Repertum sebagai alat bukti dalam sidang perkara tindak pidana perkosaan2. adalah belum adanya keseragaman bentuk

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran visum et repertum dalam hukum pidana diperlukan sebagai alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan pasal 184 ayat (1) KUHP,

Dalam hukum acara pidana yang berlaku di Indonesia khususnya peranan Visum et Repertum pada proses penyidikan tindak pidana pembunuhan, Ketentuan yang mengatur hasil pemeriksaan dokter

Tetapi, hasil dari Visum Et Repertum dapat digunakan dalam pembuktian, karena hasil Visum Et Repertum ialah berbentuk surat keterangan dan dibuat oleh keterangan ahli.5 Dalam pasal 184

Beradasarkan pengertian Visum et Repertum dikaitkan dengan ketentuan teori causaliteit, maka melalui kesimpulan yang ada dalam Visum et Repertum, Majelis Hakim dapat memperoleh petunjuk

Ketentuan Pasal 133 ayat 1 dan 2 ini biasa dikenal dengan permintaan keterangan ahli yang dituangkan dalam laporan atau “visum et repertum” yang meskipun dalam ketentuan KUHAP tidak