• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Alamat Sekretariat :

Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Jl. Wahid Hasyim 137 Jombang

LAPORAN KINERJA INSTANSI

PEMERINTAH

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum Wr. Wb.

Laporan Kinerja (LKJ) Instansi Pemerintah Bagian Hubungan Masyarakat

Setdakab Jombang merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja

pencapaian visi dan misi Bagian Humas pada Tahun Anggaran 2015. Laporan ini

mempunyai beberapa fungsi, antara lain merupakan alat penilai kinerja secara

kuantitatif sekaligus kualitatif, sebagai wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan

fungsi Bagian Humas menuju terwujudnya

good governance

, dan sebagai wujud

transparansi serta pertanggungjawaban kepada masyarakat di satu sisi, dan di sisi

lain, Laporan kinerja merupakan alat kendali dan alat pemacu peningkatan kinerja

setiap unit organisasi di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang.

Dan dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa

yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan

Kinerja Bagian Hubungan Masyarakat Tahun 2015 dapat diselesaikan.

Laporan Kinerja ini merupakan laporan kinerja dari Bagian Hubungan

Masyarakat selama kurun waktu 1 (satu) tahun berdasarkan program dan kegiatan

di Bagian Humas Tahun 2015. Laporan ini sangat dibutuhkan dalam perencanaan,

pelaksanaan dan evaluasi kinerja pemerintahan dan pembangunan. Oleh karena itu

diharapkan agar laporan ini dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Wassalamu‟alaikum Wr. Wb.

Jombang, Februari 2016

KEPALA BAGIAN HUMAS,

Drs. AGUS USMAN PANUWUN

Pembina Tk.I

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar isi

Ikhtisar Eksukutif

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Tugas dan Fungsi Organisasi

B.1. Tugas Pokok

B.2. Fungsi

C. Mandat dan Peran Strategis

C.1. Faktor Internal

C.2. Faktor Eksternal

C.3. Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat

D. Dasar Hukum

E. Sistematika Laporan

BAB II Perencanaan Kinerja

A. Rencana Strategis

A.1. Visi dan Misi

A.2. Tujuan dan Sasaran

A.3. Rencana Kinerja Tahunan

B. Rencana Kerja dan Kontrak Kerja

C. Penetapan Kinerja

D. Pengukuran Kinerja

BAB III Akuntabilitas Kinerja dan Akuntabilitas Keuangan

A. Capaian Indikator Kinerja Utama

B. Analisis dan Evaluasi Kinerja

C. Realisasi Anggaran

BAB IV Penutup

Lampiran – Lampiran

(4)

Ikhtisar Eksekutif

Laporan Kinerja (LKJ) Instansi Pemerintah Bagian Humas tahun 2015, merupakan perwujudan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Bagian Humas untuk mendukung

terwujudnya good governance berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu LKJ Bagian Humas merupakan wujud pertanggung jawaban atas kinerja pencapaian visi dan misi yang dijabarkan dalam tujuan/ sasaran strategis.

Landasan pelaksanaan kegiatan Bagian Hubungan Masyarakat juga berlandaskan pada Renstra, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang merupakan tanggungjawab seluruh aparatur khususnya di satuan kerja yang disesuaikan dengan kewenangannya. Dengan landasan berpikir tersebut maka Bagian Hubungan Masyarakat dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi melalui penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah menetapkan Rencana Strategis.

Bagian Humas Setdakab Jombang menyusun Perjanjian Kinerja (PK) yang berisi sasaran strategis, indikator kinerja dan target kinerja Bagian Humas yang akan dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) tahun sesuai dengan rencana strategis yang ditandatangani oleh Bupati Jombang. Adapun Perjanjian Kinerja Bagian Humas Tahun Anggaran 2015 sebagaimana berikut:

 .Sasaran Strategis 1 : terwujudnya peran kelembagaan hubungan masyarakat

Sasaran ini memiliki 4 (empat) Indikator Kinerja Utama (IKU). 1. Terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan masyarakat; 2. Persentase pelayanan administrasi perkantoran; 3. Meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai; 4. Persentase partisipasi aparatur dalam kegiatan peringatan hari tertentu.

 Sasaran Strategis 2 : terwujudnya pemberitaan daerah dan publikasi kebijakan serta

kegiatan daerah

Sasaran ini memiliki 5 (lima) Indikator Kinerja Utama (IKU). 1.Terpeliharanya Peralatan dan perlengkapan siaran radio Suara Jombang AM & FM; 2. Tercapaianya publikasi informasi pembangunan daerah di media massa; 3. Meningkatnya kualitas peliputan kegiatan pemerintah daerah; 4. Meningkatnya kualitas informasi pembangunan; 5. Persentase sarana dan prasarana kantor dalam kondisi baik.

 Sasaran Strategis 3 : terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai

Sasaran ini hanya memiliki 1 (satu) Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu Tercukupinya sarana penunjang informasi dan komunikasi, serta peningkatan kualitas dan kuantitas dokumentasi kegiatan pemerintah daerah.

 Sasaran Stategis 4 : terwujudnya pengembangan komunikasi dan informatika

Sasaran ini memiliki 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu Terlaksananya pengembangan komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional, terlaksananya penataan menara komunikasi dan terciptanya penertiban pengusaha jasa titipan.

(5)

Sebagai salah satu satuan kerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang, Bagian Hubungan Masyarakat telah mampu menjalankan tugasnya dengan baik, hal ini tampak pada pencapaian IKU pada tahun 2015 sudah sesuai target yang ditetapkan, ada juga yang melebihi target, walaupun masih terdapat beberapa IKU belum mencapai target yang ditentukan.

Berdasarkan perjanjian kinerja tahun 2015, capaian sasaran strategis 1 sebesar

119,2% dengan kriteria ordinal Sangat Berhasil. Sedangkan sasaran strategis 2 dapat

tercapai sebesar 139,6 % dengan kriteria ordinal Sangat Berhasil. Sedangkan capaian

sasaran strategis 3 sebesar 100% dengan kriteria Sangat Berhasil. Dan sasaran strategis 4

tercapai sebanyak 83,3% dengan asumsi Berhasil. Sehingga rata-rata capaian kinerja pada

Bagian Humas tahun 2015 adalah 110,5 % dengan kriteria Sangat Berhasil.

Segala upaya perbaikan terus dilakukan oleh Bagian Humas untuk meningkatkan kinerja organisasi lebih baik lagi. Capaian IKU yang masih dibawah target terus dilakukan

evaluasi dan action plan yang relevan. Untuk itu Bagian Humas akan senantiasa berupaya

dan bekerja lebih keras lagi, sehingga diharapkan di masa yang akan datang menjadi organisasi yang berkinerja tinggi.

Jombang, Februari 2016 KEPALA BAGIAN HUMAS,

Drs. AGUS USMAN PANUWUN

Pembina Tk.I

(6)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan agar berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta

sebagai upaya untuk mewujudkan good goverment perlu membentuk suatu siklus

akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang dilaksanakan secara terus menerus. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Maka seluruh instansi pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah diwajibkan untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja sebagai wujud pertanggung jawaban instansi pemerintah dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi. Tujuan dari dilaksanakan sistem pertanggung jawaban (akuntabilitas) kinerja adalah dalam rangka mewujudkan pemerintah yang baik dan terpercaya.

Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem

pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan legitimate sehingga tercipta pemerintahan yang

bersih dan mampu menyediakan public goods and services sebagaimana yang diharapkan

oleh masyarakat responsif, demokratis, memberdayakan masyarakat partisipatif, bersih dan bebas korupsi serta berorientasi pada sistem dan mekanisme pasar.

Terselenggaranya good governance (pemerintahan yang baik) merupakan prasyarat

utama dalam mewujudkan aspirasi masyarakat untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara. Dalam rangka implementasinya diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban (akuntabilitas) yang jelas, tepat dan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Melaksanakan akuntabilitas kinerja sebagai wujud pertanggungjawaban dari keseluruhan pelaksanaan tugas-tugas menyusun perencanaan strategis yang memuat visi dan misi organisasi, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai serta strategis pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

B. TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI

Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang merupakan salah satu unsur staf di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jombang, Nomor 5 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Jombang dan Nomor 6 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Jombang serta melalui Peraturan Bupati Jombang Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang.

Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang merupakan pembantu operasional unsur staf atau administrasi yang berada dibawah dan bertanggung jawab

(7)

kepada Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang melalui Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang.

Bagian Humas Setdakab Jombang mempunyai kewenangan dalam perumusan kebijakan dan program hubungan masyarakat, penyelenggaraan koordinasi dan kerja sama di bidang hubungan masyarakat serta penyebarluasan dan pelayanan informasi, pelaksanaan penyebarluasan dan penyampaian informasi dan program dan kebijakan Pemerintah Daerah kepada masyarakat, serta pengelolaan radio pemerintah daerah.

B.1. Tugas Pokok

Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas menyusun, menghimpun, menyiapkan perumusan, pedoman dan petunjuk teknis, mengkoordinasikan bahan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintah di bidang hubungan masyarakat yang meliputi urusan pemberitaan, peliputan, pengumpulan informasi dan dokumentasi serta pembinaan terhadap kelompik komunikasi sosial masyarakat.

B.2. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok, Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai fungsi sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis Setda Kabupaten Jombang, yaitu :

1. Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintah di bidang kehumasan dan informasi kebijakan pemerintah daerah;

2. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pembinaan Hubungan Masyarakat;

3. Penyiapan informasi dan komunikasi serta pelaksanaan kegiatan pembinaan terhadap kelompok komunikasi sosial masyarakat;

4. Penyelenggaraan koordinasi pelaksanaan pelayanan dan penyampaian informasi dan komunikasi melalui penerbitan (media cetak), radio, televisi dan film;

5. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan program dan kegiatan penyampaian informasi dengan media informasi baik pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Daerah, Lembaga Pers Daerah, maupun unsur masyarakat umum;

6. Penyiapan data dan pelaksanaan kegiatan peliputan, pemberitaan, pengumpulan informasi dan pendokumentasian serta komunikasi;

7. Penyelenggaraan penyiaran melalui radio Pemerintah Daerah; 8. Penyusunan bahan dan naskah sambutan Bupati;

9. Pelaksanaan hak Jawab dan hak koreksi serta pelaporan segala bentuk media informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

10. Pelaksana tugas sebagai juru bicara Pemerintah Daerah.

Untuk mendukung Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang dilengkapi dan membentuk susunan organisasi yang terdiri dari Sub Bagian sebagai berikut :

(8)

a. Sub Bagian Pengumpulan Informasi dan Dokumentasi; b. Sub Bagian Peliputan dan Pemberitaan

c. Sub Bagian Informasi dan Komunikasi

Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang yang merupakan salah satu unit kerja yang berada di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang memiliki komposisi pegawai sebagai berikut :

- Pejabat eselon III : 1 orang - Pejabat eselon IV : 3 orang

- Staf PNS : 18 orang

- Staf Non PNS : 11 orang

C. MANDAT DAN PERAN STRATEGIS

Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang dalam mengemban visi dan misinya senantiasa dipengaruhi oleh lingkungan yang bersifat strategik yakni kondisi, situasi, keadaan, peristiwa dan pengaruh-pengaruh yang mengelilingi dan mempengaruhi perkembangan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

Secara terstruktur, lingkungan strategik dimaksud berupa lingkungan internal

organisasi yang terdiri dari dua faktor strategik, yaitu kekuatan (strength) dan kelemahan

(weakness) serta berupa lingkungan eksternal organisasi yang terdiri dari atas dua faktor

strategik, yaitu peluang (opportunity) dan ancaman / tantangan (threath).

Faktor-faktor kunci keberhasilan (critical success factors) merupakan faktor-faktor

yang sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, dan bahkan perumusan tujuan organisasi, dan bahkan perumusan tujuan organisasi haruslah memperhatikan keberadaan faktor-faktor kunci keberhasilan tersebut. Identifikasi terhadap lingkungan strategik Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang menghasilkan faktor-faktor strategik sebagai berikut :

C.1. FAKTOR INTERNAL

a. Kekuatan :

1. Mempunyai perencanaan dan mekanisme program kerja serta jadwal kegiatan yang jelas;

2. Sebagai mediator komunikasi / informasi pemerintah kabupaten dengan masyarakat;

3. Mempunyai sarana dan prasarana komunikasi, informasi, lewat media cetak dan media elektronik;

4. Adanya dana APBD.

b. Kelemahan

1. Kualitas pegawai kurang kreatif dan rendahnya tenaga terdidik bidang informasi, komunikasi;

2. Kurangnya jiwa profesionalis dalam pembagian kerja; 3. Sistim koordinasi belum maksimal;

(9)

4. Sumber daya manusia yang tidak sama; 5. Kurangnya pemahaman tugas yang diemban;

C.2. FAKTOR EKSTERNAL

a. Peluang

1. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 4 tahun 2008; 2. Peran aktif dan komunikatif masyarakat;

3. Adanya kesempatan peningkatan kualitas / sumber daya manusia pegawai melalui jenjang yang lebih tinggi ( S1, S2 ), kursus ketrampilan bidang informasi komunikasi.

4. Adanya kerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

5. Adanya sarana prasarana yang cukup untuk mendukung kinerja Bagian Hubungan Masyarakat.

b. Tantangan / Ancaman.

1. Tuntutan masyarakat tentang keterbukaan semakin meningkat dan persaingan bidang komunikasi semakin kompetitif;

2. Seringnya pergantian / penambahan peraturan dalam pelaksanaan; 3. Pelayanan informasi terpadu yang masih kurang optimal;

4. Hasil – hasil temuan dialog interaktif kurang terealisasi.

C.3. ORGANISASI BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT

Dalam menjalankan peran stategis di atas maka Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang mempunyai susunan organisasi yang terdiri :

a. Kepala Bagian Humas, yang mempunyai tugas : 1. Sebagai juru bicara pemerintah kabupaten;

2. Mengkoordinasikan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pembinaan hubungan masyarakat;

3. Mengkoordinasikan bahan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintah di bidang kehumasan yang meliputi pemberitaan, peliputan, pengumpulan informasi dan dokumentasi;

4. Mengkoordinasikan bahan naskah sambutan Bupati; 5. Menindaklanjuti hasil rapat kerja dengan Bupati; 6. Memotivasi staf;

7. Mengevaluasi hasil kerja kinerja staf; dan

8. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Asisten, Sekda, Wabup dan

Bupati;

b. Sub Bagian Peliputan dan Pemberitaan, yang mempunyai tugas :

1. Menyiapkan dan menyusun bahan koordinasi pelaksanaan pelayanan serta penyampaian informasi dan komunikasi melalui penerbitan ( media cetak ), pameran, radio, televisi dan film serta press release;

(10)

2. Melaksanakan program dan kegiatan penyampaian informasi dengan media Informasi baik pada satuan kerja dilingkup pemerintah daerah, lembaga pers daerah, maupun unsur masyarakat umum;

3. Melaksanakan koordinasi, kerjasama dan pembinaan kepada seluruh media informasi pada satuan kerja di lingkup pemerintah daerah dan lembaga pers daerah; 4. Menyiapkan dan melaksanakan peliputan kegiatan pemerintah daerah;

5. Menyusun, menyajikan dan melaksanakan penyebaran berita atau informasi program pembangunan daerah, baik melalui media cetak maupun melalui siaran radio pemerintah kabupaten dan siaran radio swasta;

6. Mempersiapkan kegiatan pers dan media masa; 7. Menyusun bahan dan naskah sambutan bupati.

c. Sub Bagian Pengumpulan Informasi dan Dokumentasi, yang mempunyai tugas :

1. Mencari, mengumpulkan, menyaring, mengkliping dan menganalisa informasi yang berkembang berdasarkan peranan hubungan masyarakat sebagai pusat informasi; 2. Mengumpulkan, menyusun dan mendokumentasi data dan informasi guna

mendukung pelaksanaan penyampaian informasi dan komunikasi;

3. Mengelola hasil liputan, menginventarisasikan, memelihara hasil dokumentasi dan audio visual yang berkaitan dengan kegiatan pemerintah daerah,

4. Mempersiapkan bahan – bahan dokumentasi dalam rangka acara kegiatan

pemerintah daerah di media suara atau media gambar;

5. Mendokumentasikan kegiatan pemerintah daerah dalam bentuk foto dan audio visual;

6. Menghimpun dan mendokumentasikan naskah pidato bupati.

d. Sub Bagian Informasi dan Komunikasi

1.

Menyiapkan bahandan menyusun rencana program kegiatan dan petunjuk teknis

bidang informasi dan komunikasi;

2.

Melaksanakan program pembinaan di bidang pemberdayaan kelembagaan

komunikasi dan informasi;

3.

Melaksanakan program dan kegiatan bidang informasi dan komunikasi;

4.

Melaksanakan pembinaan terhadap media atau lembaga pertunjukan rakyat;

5.

Mengawasi dan mengendalikan Penyelenggaraan Pos dan telekomunikasi lingkup

Kabupaten Jombang;

6.

Memberikan rekomendasi izin penyelenggaraan pos, jasa titipan, telekomunikasi dan

radio;

7.

Menyiapkan bahan bimbingan dan memfasilitasi penyelenggaraan pertemuan

dengan masyarakat, organisasi kemasyarakatan secara berkala;

8.

Menyiapkan materi informasi dan menyebarluaskan melalui media/ lembaga

pertunjukan rakyat;

(11)

Dengan demikian Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang adalah salah satu satuan kerja yang mempunyai peran sangat strategis sekali, karena disamping sebagai penyebar informasi pembangunan Kabupaten Jombang kepada masyarakat dan juga berperan sebagai penyerap informasi timbal balik dari masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Jombang.

D. DASAR HUKUM

Penyusunan Laporan Kinerja Bagian Hubungan Mayarakat Setda Kabupaten Jombang dilaksanakan dengan berlandaskan pada :

1. Undang-Undang RI Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah;

4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah;

5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

6.

Peraturan Daerah Kabupaten Jombang nomor 10 Tahun 2014 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018;

7. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 12 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2014;

8. Peraturan Bupati Jombang Nomor 38 Tahun 2013 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2014;

9. Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan APBD Tahun 2014;

10. Peraturan Bupati Nomor 3 tahun 2015 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang;

11. Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018; 12. Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2015.

(12)

E. SISTEMATIKA LAPORAN

Sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Bagian Humas Setdakab Jombang tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1. Ikhtisar eksekutif

Bagian ini menguraikan secara singkat tentang tujuan dan sasaran yang akan dicapai beserta hasil capaian, kendala-kendala yang dihadapi dalam mencapai tujuan dan sasaran, langkah-langkah yang diambil, serta langkah antisipatifnya. 2. BAB I. Pendahuluan

Bagian ini menguraikan tentang tugas, fungsi dan struktur organisasi, mandat dan peran strategis Bagian Humas serta Sistematika Laporan

3. BAB II. Perencanaa Kinerja

Bagian ini menguraikan tentang ringkasan rencana strategis dan penetapan/ perjanjian kinerja Bagian Humas Tahun 2015

4. BAB III. Akuntabilitas Kinerja

Bagian ini menguraikan tentang capaian kinerja organisasi serta realisasi anggaran Bagian Humas tahun 2015

5. BAB IV. Penutup

Bagian ini menguraikan tentang simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang agar Bagian Humas bisa senantiasa meningkatkan kinerjanya

(13)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

Rencana Strategis adalah merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Proses ini menghasilkan Rencana Strategis ( Renstra ) yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi yang terdiri dari kebijakan dan program serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya.

Landasan pelaksanaan kegiatan Bagian Hubungan Masyarakat juga berlandaskan pada Renstra, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang merupakan tanggungjawab seluruh aparatur khususnya di satuan kerja yang disesuaikan dengan kewenangannya. Dengan landasan berpikir tersebut maka Bagian Hubungan Masyarakat dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi melalui penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah menetapkan Rencana Strategis.

A.1 VISI DAN MISI

Visi berkaitan dengan pandangan ke depan dan menyangkut arah pelaksanaan organisasi pemerintah harus dibawa agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipasi dan produktif. Visi adalah suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh penyelenggara pemerintah. Adapun visi dari Bagian Hubungan Masyarakat adalah sesuai dengan Visi Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang yang dirumuskan dengan memperhatikan Visi Bupati Jombang yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Tahun 2014 – 2018

yaitu : “Jombang Sejahtera Untuk Semua “

Berdasarkan pada visi diatas, Sekretariat Daerah menetapkan visi untuk periode tahun 2014-2018 sebagai berikut :

“Terwujudnya Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan yang Profesional, Responsif, dan Berorientasi Pelayanan Publik dalam rangka Memantapkan Jombang yang Sejahtera “

Rumusan visi tersebut dapat dimengerti melalui makna yang terkandung pada konsep-konsep sebagai berikut :

Penyelenggara Administrasi Pemerintahan memiliki maksud bahwa Sekretariat Daerah adalah merupakan institusi yang merumuskan, menyusun dan monev atas kebijakan pemerintahan daerah yang tertuang di dalam Peraturan Daerah dan Peraturan/Keputusan/Instruksi Bupati serta melakukan pengkoordinasian antar Satuan Kerja Perangkat Daerah. Selain itu, Sekretariat Daerah menjalankan fungsi pembinaan administratif pemerintah daerah yang didasarkan pada ketentuan dan peraturan sehingga menentukan kelancaran dan efektifitas kinerja birokrasi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah.

(14)

Profesional memiliki maksud bahwa Sekretariat Daerah mampu mewujudkan suatu kondisi pelaksanaan kewenangan, tugas pokok dan fungsi yang didukung aparatur dengan keterampilan dan pengetahuan serta sikap/perilaku secara berdayaguna dan berhasilguna serta memiliki komitmen, tanggung jawab, kritis dan cepat tanggap.  Responsif memiliki maksud bahwa Sekretariat Daerah mampu mengantisipasi

berbagai potensi, masalah dan perubahan yang terjadi di daerah.

Pelayanan publik (public service) memiliki maksud bahwa Sekretariat Daerah

harus mampu memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan harapan

(expectation) masyarakat.

Sejahtera merupakan muara dari seluruh makna pernyataan visi yang telah dijelaskan karena penyelenggaraan pemerintahan bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat guna menjadi masyarakat Jombang yang lebih sejahtera.

Misi adalah merupakan fondasi penyusunan rencana strategis. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas sesuatu yang harus dilaksanakan oleh instansi ( pelaksana ) pemerintah. Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka setiap Instansi Pemerintah harus mempunyai misi yang jelas dan sekaligus merupakan persyaratan guna mendapatkan tujuan dan sasaran yang akan diwujudkan.

Sedangkan upaya untuk mewujudkan visi Sekretariat Daerah tersebut maka dapat dirumuskan misi sebagai berikut:

 Mewujudkan peningkatan kualitas Pelayanan Administrasi

 Mewujudkan pemantapan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang baik  Mengembangkan kapasitas sumberdaya kelembagaan Sekretariat Daerah.

A.2. TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan merupakan pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan masalah dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi. Tujuan jangka menengah Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut:

Misi 1: Mewujudkan peningkatan kualitas Pelayanan Administrasi memiliki tujuan:

a.1 Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan bermartabat sesuai dengan norma kehidupan beragama dan bernegara

a.2 Mewujudkan tata kelola administrasi pembangunan daerah

Misi 2: Mewujudkan pemantapan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang baik, memiliki tujuan:

Menciptakan tata kelola pembangunan daerah yang berkualitas

Misi 3: Mengembangkan kapasitas sumberdaya kelembagaan sekretariat daerah, memiliki tujuan:

Meningkatnya efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan fungsi sarana dan prasarana pendukung

(15)

Dari 3 (tiga) misi Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Bagian Humas masuk ke dalam Misi kedua dan ketiga. Sehingga dalam menetukan sasaran, Bagian Humas memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi serta profil pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja. Sasaran lima tahun mendatang, Bagian Humas menetapkan sebagai berikut :

Sasaran :

 Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan dan pemanfaatan teknologi

informasi, komunikasi dan media massa;

 Terwujudnya peningkatan sarana dan prasarana kerja.

Dalam upaya mewujudkan sasaran tersebut telah ditetapkan sebanyak 6 program pembangunan. Program-program tersebut adalah sebagai berikut :

Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan dan pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi dan media massa

1. Program pengembangan komunikasi informasi dan media massa 2. Program kerjasama informasi dengan mass media

3. Program sosialisasi ketentuan di bidang cukai

4. Program Pengembangan Komunikasi dan Informatika

Sasaran Strategis 2 : Terwujudnya peningkatan sarana dan prasarana kerja 1. Program pelayanan administrasi perkantoran

2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 3. Program peningkatan disiplin aparatur

4. Program Perencanaan Strategis dan Pelaporan Kinerja serta Keuangan SKPD

A.3. RENCANA KINERJA TAHUNAN

Rencana kinerja tahunan (RKT) merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra, dan akan dilaksanakan oleh satuan organisasi/kerja melalui berbagai kegiatan tahunan. Penyusunan RKT dilakukan seiring dengan agenda penyusunan program dan kebijakan anggaran oleh pimpinan satuan organisasi/ kerja yang akan dicapai pada tahun berjalan.

Penyusunan RKT meliputi sasaran stratregis, sasaran program, sasaran kegiatan utama, indikator kinerja sasaran/ indikator kinerja utama (IKU), dan target yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan, dengan melakukan penetapan sasaran, penyusunan indikator sasaran, dan menetapkan target.

Program – program yang telah ditetapkan pelaksanaannya dalam Rencana Kinerja

(16)

Tabel 2.1 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2015

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target

1 2 3

1. Terwujudnya Peran Kelembagaan Hubungan Masyarakat

Terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan

masyarakat 10 Kali

Persentase pelayanan administrasi perkantoran 100 % Meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai 27 media, 2

sosialisasi, 6 Baliho Terlaksananya partisipasi aparatur dalam kegiatan

peringatan hari tertentu 2 paket

2. Terwujudnya pemberitaan daerah dan publikasi kebijakan serta kegiatan daerah

Terpeliharanya peralatan dan perlengkapan siaran radio

suara Jombang AM & FM 4 tribulan

Tercapainya publikasi informasi pembangunan daerah di

media massa 184 publikasi

Meningkatnya kualitas peliputan kegiatan pemerintah

daerah 12 bulan

Meningkatnya kualitas informasi pembangunan 20 media Terwujudnya sarana dan prasarana aparatur dalam

kondisi baik 12 bulan

3. Terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai

Tercukupinya sarana penunjang informasi dan komunikasi, serta peningkatan kualitaas dan kuantitas dokumentasi kegiatan pemerintah daerah

Majalah MASSA 6 edisi, 4 Paket dokumentasi 4. Terwujudnya pengembangan

Komunikasi dan Informatika Terlaksananya pengembangan komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional 21 kecamatan

Terlaksananya penataan menara komunikasi 21 kecamatan

Terciptanya penertiban pengusaha jasa titipan 2 kali

B. RENCANA KERJA DAN KONTRAK KERJA

Kegiatan-kegiatan Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang dilengkapi dengan indikasi pendanaan yang semuanya bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Delanja Daerah (APBD) Tahun 2015 sebagai berikut :

Anggaran sebelum ada perubahan : Rp. 2.972,042.600,-

Anggaran Setelah ada perubahan : Rp. 4.013.907.600,-

Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2015 adalah sebagai berikut :

1. Program pelayanan administrasi perkantoran

Kegiatan : Penyediaan pelayanan administrasi perkantoran

Input : Dana sebesar Rp. 449.823.600,-

Output : Terlaksananya kegiatan administrasi perkantoran

Outcome : Kelancaran pelaksanaan administrasi perkantoran

2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

Kegiatan : Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor

Input : Dana sebesar Rp. 181.350.000,-

Output : Terpenuhinya pengadaan peralatan gedung kantor

(17)

3. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

Kegiatan : Pemeliharaan rutin/ berkala/ sedang/ berat sarana dan prasarana

gedung kantor

Input : Dana sebesar Rp. 11.620.000,-

Output : Terpenuhinya pemeliharaan rutin/ berkala sarana dan prasarana

gedung kantor.

Outcome : Pemeliharaan gedung kantor terpenuhi dengan baik

4. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

Kegiatan : Pemeliharaan rutin/ berkala/ sedang/ berat kendaraan dinas/

kendaraan operasional

Input : Dana sebesar Rp. 33.500.000,-

Output : Terpenuhinya pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan

dinas/kendaraan operasional

Outcome : Kendaraan operasional terawat baik

5. Program peningkatan disiplin aparatur

Kegiatan : Pengadaan pakaian dinas dan pakaian khusus lainnya

Input : Dana sebesar Rp. 20.500.000,-

Output : Terpenuhinya pakaian khusus hari-hari tertentu

Outcome : Keseragaman pakaian

6. Program perencanaan strategis dan pelaporan pencapaian kinerja serta keuangan SKPD

Kegiatan : Penyusunan rencana kerja SKPD

Input : Dana sebesar Rp. 3.000.000

Output : Tersedianya dokumen Renja

Outcome : Dokumen Renja tersedia dengan baik

7. Program perencanaan strategis dan pelaporan pencapaian kinerja serta keuangan SKPD

Kegiatan : Penyusunan laporan capaian kinerja SKPD

Input : Dana sebesar Rp. 3.000.000

Output : Terlaksananya penyusunan Laporan capaian kinerja SKPD

Outcome : Dokumen laporan capaian kinerja tersusun dengan baik

8. Program perencanaan strategis dan pelaporan pencapaian kinerja serta keuangan SKPD

Kegiatan : Penyusunan laporan keuangan SKPD

Input : Dana sebesar Rp. 6.000.000

Output : Terlaksananya penyusunan laporan keuangan SKPD

Outcome : Laporan keuangan SKPD tersusun dengan baik

9. Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa

Kegiatan : Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan informasi

Input : Dana sebesar Rp. 301.200.000,-

(18)

Outcome : Tercapainya informasi masyarakat melalui Radio Suara Jombang

10. Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa

Kegiatan : Pengumpulan dan penyusunan dokumen informasi

Input : Dana sebesar Rp. 228.120.000,-

Output : Tersedianya dokumen informasi kegiatan Pemerintah daerah

Outcome : Dokumen informasi tersusun dengan baik

11. Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa

Kegiatan : Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah

Input : Dana sebesar Rp. 974.080.000,-

Output : Tersampaikannya informasi kepada masyarakat

Outcome : Masyarakat mengetahui informasi penyelenggaraan pemerintahan

12. Program kerjasama informasi dengan mass media

Kegiatan : Penyebarluasan informasi pembangunan daerah

Input : Dana sebesar Rp. 1.200.400.000,-

Output : Tersedianya sarana penyampaian informasi kepada masyarakat

melalui mass media tentang pembangunan daerah

Outcome : Informasi pembangunan daerah diketahui oleh masyarakat melalui

mass media

14. Program kerjasama informasi dengan mass media

Kegiatan : Peningkatan kerjasama dengan unsur pers dan lembaga lain

Input : Dana sebesar Rp. 79.600.000,-

Output : Terlaksananya kegiatan jumpa pers dengan wartawan dan lembaga

lain

Outcome : Terjalin kerjasama yang baik antara pemerintah Daerah dengan

unsur pers dan lembaga lain

15. Program Sosialisasi ketentuan dibidang cukai

Kegiatan : Penyampaian ketentuan dibidang cukai kepada masyarakat

Input : Dana sebesar Rp. 225.000.000,-

Output : Tersampaikannya informasi ketentuan di bidang cukai

Outcome : Kebutuhan informasi masyarakat akan ketentuan di bidang cukai

tercukupi dengan baik

16. Program Pengembangan Komunikasi dan Informatika

Kegiatan : Pengembangan Komunikasi sosial dan Diseminasi Informasi

Nasional

Input : Dana sebesar Rp. 216.714.000,-

Output : Terlaksananya kegiatan pengembangan komunikasi sosial dan

diseminasi informasi nasional

Outcome : Terpenuhinya pengembangan komunikasi sosial dan diseminasi

(19)

17. Program Pengembangan Komunikasi dan Informatika

Kegiatan : Penataan menara telekomunikasi di Kabupaten Jombang

Input : Dana sebesar Rp. 35.000.000,-

Output : Terlaksananya kegiatan pendataan menara telekomunikasi

Outcome : Tercukupinya data menara telekomunikasi di Kabupaten Jombang

18. Program Pengembangan Komunikasi dan Informatika

Kegiatan : Pengembangan komunikasi dan Informatika

Input : Dana sebesar Rp. 45.000.000,-

Output : Terlaksananya kegiatan pembinaan dan penertiban pengusaha jasa

titipan

Outcome : Pengusaha jasa titipan tertata dan terbina dengan baik

C. PENETAPAN KINERJA

Penetapan/ perjanjian kinerja merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, dan sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, dokumen Penetapan Kinerja/Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi.

Bagian Humas Setdakab Jombang menyusun Perjanjian Kinerja (PK) yang berisi sasaran strategis, indikator kinerja dan target kinerja Bagian Humas yang akan dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) tahun sesuai dengan rencana kerja yang ditandatangani oleh Bupati Jombang. Adapun Perjanjian Kinerja Bagian Humas setelah adanya perubahan anggaran Tahun 2015 sebagaimana berikut:

Tabel 2.2 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama Bagian Humas Tahun 2015

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Utama Target Program/Kegiatan Pagu Anggaran

1 2 3 4 5 1. Terwujudnya Peran Kelembagaan Hubungan Masyarakat Terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan masyarakat

10 kali Program kerjasama informasi dengan mass media.

Kegiatan peningkatan kerjasama dengan unsur pers dan lembaga lain

Rp. 79.600.000 Persentase pelayanan administrasi perkantoran 100 % Program pelayanan administrasi perkantoran. Kegiatan penyediaan pelayanan administrasi perkantoran Rp. 449.823.600 Meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai

27 media Program sosialisasi ketentuan di bidang cukai. Kegiatan penyampaian ketentuan dibidang cukai kepada masyarakat yang bertujuan agar masyarakat mengetahui, memahami, dan mematuhi ketentuan di

Rp. 152.550.000

5 sosialisasi Rp. 57.450.000

(20)

bidang cukai Terlaksananya partisipasi aparatur dalam kegiatan peringatan hari tertentu

2 paket Program peningkatan disiplin aparatur. Kegiatan

pengadaan pakaian dinas dan pakaian khusus lainnya

Rp. 20.500,000 2. Terwujudnya pemberitaan daerah dan publikasi kebijakan serta kegiatan daerah Terpeliharanya peralatan dan perlengkapan siaran radio suara Jombang AM & FM

4 tribulan Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa. Kegiatan pembinaan dan

pengembangan jaringan komunikasi dan informasi.

Rp. 301.200.000 Tercapainya publikasi informasi pembangunan daerah di media massa

184 publikasi Program kerjasama informasi dengan media massa. Kegiatan penyebarluasan informasi pembangunan daerah. Rp. 1.200.400.000 Meningkatnya kualitas peliputan kegiatan pemerintah daerah

12 bulan Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa. Kegiatan penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah Rp. 159.594.000 Meningkatnya kualitas informasi pembangunan

20 media Program kerjasama informasi dengan media massa.Kegiatan penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah Rp. 527.484.060 Persentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik

12 bulan Program peningkatan sarana

dan prasarana aparatur Rp. 226.470.000 3. Terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai Tercukupinya sarana penunjang informasi dan komunikasi, serta peningkatan kualitaas dan kuantitas dokumentasi kegiatan pemerintah daerah Majalah MASSA 6 edisi, 4 paket dokumentasi Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa. Kegiatan pengumpulan dan penyusunan dokumen Rp. 228.120.000 4. Terwujudnya pengembangan Komunikasi dan Informatika Terlaksananya pengembangan komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional

21 kecamatan Program pengembangan komunikasi dan informatika. Kegiatan Pengembangan Komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional

Rp. 216.714.000

Terlaksananya penataan menara komunikasi

21 kecamatan Program pengembangan komunikasi dan informatika. Kegiatan Penataan menara telekomunikasi di Kabupaten Jombang Rp. 35.000.000 Terciptanya penertiban pengusaha jasa titipan

2 kali Program pengembangan

komunikasi dan informatika. Kegiatan Pengembangan Komunikasi dan informatika

Rp. 45.000.000

(21)

D. PENGUKURAN KINERJA

Pelaksanaan akuntabilitas harus dapat dinilai dengan tolok ukur pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja adalah suatu alat manajemen untuk meningkatkan mutu pengambilan keputusan dan meningkatkan akuntabilitas organisasi yang bersangkutan. Pengukuran kinerja membutuhkan artikulasi yang jelas dari misi organisasi dan dari tujuan, sasaran yang terukur.

Dalam rangka mengukur capaian indikator kinerja Bagian Humas perlu penjabaran atas metode pengukuran. Terhadap beberapa IKU yang dicapai dengan ketersediaan dokumen akan diberikan penjelasan sederhana terhadap bentuk dokumen dan proses penyusunan dokumen tersebut. Data-data pendukung akan dilampirkan bersama dengan laporan ini.

1. Indikator terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan masyarakat

Forum ini dilaksanakan dalam bentuk dialog interaktif dengan unsur pers dan

lembaga lain yang diadakan dalam bentuk jumpa pers dan dialog dengan lembaga lain yang dilaksanakan di Radio Suara Jombang. Target tehadap IKU adalah

terlaksananya sebanyak 10 kali kegiatan.

2. Indikator persentase pelayanan administrasi perkantoran

Capaian indikator ini adalah persentase yang dihitung dari jumlah kebutuhan pelayanan administrasi perkantoran dengan ketersediaan layanan administrasi perkantoran yaitu tercukupinya pelayanan administrasi perkantoran sebanyak

100%.

3. Indikator meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai

Indikator ini memiliki tujuan agar informasi di bidang cukai bisa terlaksana secara

tepat. Capaian terhadap IKU ini adalah terlaksananya iklan cukai di 27 media

massa dan 6 kali pemasangan baliho yang berisi himbauan cukai, dan 5 kali

pelaksanaan sosialisasi di masyarakat.

4. Indikator persentase partisipasi aparatur dalam kegiatan peringatan hari tertentu Capaian indikator ini adalah jumlah partisipasi aparatur dalam kegiatan hari-hari

tertentu yang diukur dengan jumlah pengadaan pakaian khusus sebanyak 2 paket.

5. Indikator terpeliharanya peralatan dan perlengkapan siaran radio suara Jombang AM & FM

Capaian terhadap IKU ini adalah terlaksananya kegiatan perawatan dan pemeliharaan terhadap peralatan dan perlengkapan Radio Suara Jombang

sebanyak 4 tribulan.

6. Indikator tercapainya publikasi informasi pembangunan daerah di media massa Publikasi informasi pembangunan daerah di media massa diwujudkan dalam

bentuk kerjasama informasi dengan media massa sebanyak 184 publikasi di

(22)

7. Indikator meningkatnya kualitas peliputan kegiatan pemerintah daerah

Capaian terhadap IKU ini adalah terlaksananya kegiatan peliputan kegiatan

pemerintah daerah oleh bagian humas selama 12 bulan.

8. Indikator meningkatnya kualitas informasi pembangunan

Kualitas informasi pembangunan oleh Bagian Humas diwujudkan dengan kerjasama informasi atas kualitas kerja dan hasil prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Daerah selama tahun 2015 dan diwujudkan dalam bentuk iklan dan

advertorial di 20 media massa.

9. Indikator persentase sarana dan prasarana kantor dalam kondisi baik

Capaian indikator ini adalah persentase yang dihitung dari jumlah sarana dan prasarana kantor dengan jumlah sarana dan prasarana kantor dalam kondisi baik

dan terlaksana dengan baik selama 12 bulan.

10. Indikator tercukupinya sarana penunjang informasi dan komunikasi, serta peningkatan kualitas dan kuantitas dokumentasi kegiatan pemerintah daerah. Indikator ini diwujudkan dalam bentuk tersedianya dokumentasi peliputan dalam

bentuk penerbitan bulletin MASSA sebanyak 6 Edisi, dan 4 Paket Dokumentasi,

yang berupa, cetak Buletin Masjid Jami‟, cetak Buku PKK, cetak buku kliping dan press release, dan cetak Buku Sambutan.

11. Indikator terlaksananya pengembangan komunikasi sosial dan deseminasi informasi nasional.

Wujud dari capaian indikator ini adalah terlaksanya sosialisasi pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat ke seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang.

Maka dari itu dilaksanakan Sosialiasi KIM dengan peserta dari 21 Kecamatan.

12. Indikator terlaksananya penataan menara komunikasi.

Pelaksanaan indikator ini diwujudkan dengan melakukan survey dan pendataan

menara telekomunikasi yang tersebar di 21 Kecamatan di Kabupaten Jombang.

13. Indikator terciptanya penertiban pengusaha jasa titipan.

Indikator ini diwujudkan dengan melakukan pembinaan dan pengarahan terhadap

pengusaha jasa titipan yang ada di Kabupaten Jombang sebanyak 2 kali kegiatan.

Untuk mengukur persentase capaian kinerja dari masing-masing indikator maka ada dua jenis rumus yang digunakan yaitu :

1. Prosentase Kinerja yang memiliki polarisasi Maximize. Maksudnya adalah jika semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik, atau sebaliknya jika realisasi semakin rendah pencapaian kinerja semakin rendah maka digunakan rumus sebagai berikut :

(23)

2. Prosentase kinerja yang memiliki polarisasi minimize. Maksudnya semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin rendah, atau sebaliknya jika realisasi makin rendah pencapaian kinerja semakin baik, maka digunakan rumus sebagai berikut :

3. Perhitungan untuk indicator kinerja yang memiliki polarisasi stabilize, merupakan indikator kinerja yang menunjukkan ekspektasi arah pencapaian indikator kinerja diharapkan berada dalam suatu rentang target tertentu. Karena IKU stabilize mengharapkan capaian dalam rentang tertentu disekitar target, maka capaian yang dianggap paling baik adalah capaian yang tepat sesuai dengan target.

(24)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN

A. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

Sebagaimana disebutkan dalam Bab II, pada tahun 2015, Bagian Humas menetapkan 4 (tiga) Sasaran Strategis (SS). Setiap SS memuat Indikator Kinerja Utama (IKU), yang pencapaian IKU dari ketiga sasaran tersebut ditabulasi seperti tabel berikut :

Tabel 3.1

Capaian Indikator Kinerja Utama Sasaran

Strategis No Indikator Kinerja Utama Target Realisasi % Kategori IKU

1 2 3 4 5 6 7 1. Terwujudnya Peran Kelembagaan Hubungan Masyarakat

1 Terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan

masyarakat 10 kali 5 Kali 50 % Max

2 Persentase pelayanan administrasi perkantoran 100 % 89.35 % 89.35 % Max 3 Meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai

27 media 26 media 96.2 % Max

6 baliho 8 baliho 133.3 % Max

2 sosialisasi 5 sosialisasi 250 % Max 4 Persentase partisipasi aparatur dalam kegiatan peringatan hari

tertentu 2 paket 2 paket 100 % Max

Prosentase rata – rata sasaran 1 119.8 %

2. Terwujudnya pemberitaan daerah dan publikasi kebijakan serta kegiatan daerah

5 Terpeliharanya peralatan dan perlengkapan siaran radio suara

Jombang AM & FM 4 Tribulan 4 tribulan 100 % Max

6 Tercapainya publikasi informasi pembangunan daerah di media massa

184

publikasi publikasi 512 278 % Max 7 Meningkatnya kualitas peliputan kegiatan pemerintah daerah 12 bulan 12 bulan 100 % Max 8 Meningkatnya kualitas informasi pembangunan 20 media 25 media 120 % Max 9 Persentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik 12 bulan 12 bulan 100 % Max

Prosentase rata- rata sasaran 2 139.6 %

3. Terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai 10

Tercukupinya sarana penunjang informasi dan komunikasi, serta peningkatan kualitaas dan kuantitas dokumentasi kegiatan pemerintah daerah 6 edisi MASSA, 4 paket dokumentasi 6 edisi MASSA, 4 paket dokumentasi 100 % Max

Prosentase rata rata sasaran 3 100 %

4. Terwujudnya pengembanga n komunikasi dan informatika

11 Terlaksananya pengembangan komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional

21

kecamatan kecamatan 21 100 % Max 12 Terlaksananya penataan menara komunikasi kecamatan 21 kecamatan 21 100 % Max 13 Terciptanya penertiban pengusaha jasa titipan 2 kali 1 kali 50 % Max

Prosentase rata rata sasaran 4 83.3 %

(25)

B. ANALISIS DAN EVALUASI KINERJA

Dalam upaya menuju akuntabilitas dan fleksibilitas yang lebih baik dalam menajemen organisasi pemerintah, diperlukan suatu sistem pengukuran kinerja yang lebih formal dan lebih terstruktur dengan memperhatikan faktor-faktor kultural dan struktural. Pengukuran kinerja kegiatan dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja. Data kinerja dapat diperoleh melalui sistem pengumpulan data kinerja dari suatu sumber yaitu:

a. Data internal, yang berasal dari sistem informasi yang ada baik laporan kegiatan regular yang ada seperti laporan bulanan, triwulanan, tahunan dan laporan kegiatan lainnya;

b. Data eksternal digunakan sepanjang relevan dengan pencapaian kinerja Bagian Humas dan Tatalaksana Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang;

Beberapa jenis indikator kinerja yang digunakan dalam pelaksanaan pengukuran kinerja kegiatan Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang tahun 2015, yaitu :

1. Indikator masukan (inputs) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar

pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. Untuk tahun 2015 indikator inputs ini diprioritaskan pada penggunaan dana kegiatan yang dilakukan pengukuran kinerja dengan satuan rupiah.

2. Indikator keluaran (outputs) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari

suatu kegiatan yang dapat berupa fisik dan / atau non fisik. Indikator outputs yang digunakan bervariasi mulai dari outputs terselenggaranya kegiatan (jumlah kegiatan); jumlah orang, jumlah laporan dan jumlah barang atau jasa lainnya dari hasil pelayanan ataupun pelaksanaan tugas lainnya, dengan satuan kegiatan, orang, paket, buah, unit, rupiah dan sebagainya.

3. Indikator hasil (outcomes) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya

outputs kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Indikator ini menggunakan angka mutlak dan relatif (%). Pengukuran kinerja mencakup kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja kegiatan. Pengukuran kinerja dimaksud dilakukan dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja kegiatan (PKK). Pengukuran tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.

Berdasarkan pengukuran kinerja kegiatan dalam penetapan kinerja sesuai tabel Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama dilakukan evaluasi terhadap pencapaian setiap indikator kinerja untuk memberikan penjelasan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan suatu kegiatan dan pencapaian sasaran. Evaluasi bertujuan agar diketahui pancapaian realisasi, kemajuan pencapaian visi, misi, serta agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan dimasa yang akan datang.

Evaluasi tehadap capaian kinerja sasaran dinilai dengan skala pengukuran ordinal

(26)

- 85 keatas : Sangat Berhasil

- 70 ≤ X < 85 : Berhasil

- 55 ≤ X < 70 : Cukup Berhasil

- X < 55 : Kurang Berhasil

Pencapaian sasaran Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Sasaran Strategis Pertama : Terwujudnya peran kelembagaan hubungan masyarakat

Sasaran Strategis No Indikator Kinerja Utama Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6

1. Terwujudnya Peran Kelembagaan Hubungan

Masyarakat

1 Terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan masyarakat 10 kali 5 Kali 50 % 2 Persentase pelayanan administrasi perkantoran 100 % 89.35 % 89.35 % 3 Meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai

27 media 26 media 96.2 %

6 baliho 8 baliho 133.3 %

2 sosialisasi 5 sosialisasi 250 % 4 Persentase partisipasi aparatur dalam kegiatan peringatan hari

tertentu 2 paket 2 paket 100 %

Pencapaian sasaran “Terwujudnya peran kelembagaan hubungan masyarakat

didukung oleh 4 (empat) indikator yaitu terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan masyarakat, Persentase pelayanan administrasi perkantoran, meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai, dan Persentase partisipasi aparatur dalam kegiatan peringatan hari tertentu. Forum dialogis antara pemerintah dengan masyarakat

dilakukan melalui kegiatan „peningkatan kerjasama dengan unsur pers dan lembaga lain‟,

kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan acara diskusi dengan wartawan atau jumpa pers

dan dialog dengan masyarakat yang dilaksanakan di Radio Suara Jombang. Dimana pencapaiannya sebanyak 5 Kegiatan dengan target 10 kegiatan dan dapat diklasifikasikan

dalam kategori pencapaian kinerja yang kurang berhasil dengan skala ordinal 50%. Hal ini

dikarenakan adanya penyesuaian jadwal dengan kegiatan Bupati Jombang. Sehingga

pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Untuk tahun 2015 kegiatan ini dianggap lebih berhasil dibandingkan tahun 2014, karena skala ordinal kegiatan ini di tahun 2014 hanya mencapa 25%.

Pencapaian IKU persentase pelayanan administrasi perkantoran yang memiliki target 100% bisa mencapai target sebanyak 89.35%. Dengan skala ordinal yang sama yaitu

89.35% yang berarti berhasil. Alasan tidak tercapainya target dikarenakan adanya fluktuasii

biaya listrik dan telepon yang tidak bisa dipastikan tagihan perbulannya, sehingga pencapaian target tidak bisa terpenuhi. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai target 100% memang dianngap ada penurunan, dikarenakan jenis target yang tidak sama. Tahun 2014 target berupa pelaksanaan IKU ini dalam 12 bulan bukan dalam

(27)

bentuk prosentase. juga sama dengan pencapaian ditahun sebelumnya. Akan tetapi pelaksanaannya sama-sama dalam kurun waktu 12 bulan.

Untuk indikator yang ketiga yaitu meningkatnya informasi dan sosialisasi di bidang cukai direalisasikan melalui kegiatan pemasangan iklan di media massa dengan target 27 media dan pemasangan media luar ruang seperti baliho dan spanduk sebanyak 6 kali pemasangan. Dimana pencapaiannnya iklan media massa mencapai 26 Media dan pemasangan baliho sebanyak 8 kali pemasangan. Pencapaian indikator meningkatnya

informasi dan sosialisasi di bidang cukai melalui media massa mencapai 96.2 % dengan

kualifikasi sangat berhasil. Pencapaian indikator meningkatnya informasi dan sosialisasi di

bidang cukai melalui media massa ini lebih meningkat dibandingkan tahun 2014 yang hanya mencapai 73,3%. Adapun media massa yang bekerjasama dengan Bagian Humas di bidang cukai adalah sebagai berikut :

Tabel 3.2

Daftar media yang bekerjasama dalam meningkatkan informasi dan sosialisasi dibidang cukai

No NAMA MEDIA No Nama Media

1 MEMORANDUM 14 Jatin Pos

2 Harapan Rakyat 15 Amunisi

3 Inilahberita.com 16 Jagad Pos

4 Suara Publik 17 Skandal News

5 Mega Pos 18 Lensa Indonesia

6 News Week 19 News Investigasi

7 BIDIK 20 Nusantara Pos

8 BHIRAWA 21 Koran Memo

9 Duta Masyarakat 22 Surabaya Pagi

10 Momentum 23 Suksesi

11 Surya Indonesia 24 Suara Media Nasional

12 Montera 25 Media Rakyat

13 Radar Independen 26 Harian Bangsa

Sedangkan untuk sosialisasi dengan media baliho telah tercapai melebihi target yaitu

133,3% dan dapat dikatergorikan mencapai kualifikasi yang sangat berhasil. Hal ini pun

juga sama dengan pencapaian tahun 2014 yang melebihi target dalam hal pembuatan baliho cukai.

Untuk tahun 2015 pencapaian indikator sosialisasi di bidang cukai dalam hal penyampaian informasi melalui pelaksanaan sosialisasi juga dilakukan sebanyak 5 kali sosialisasi, dengan target awal 2 kali kegiatan. Sehingga skala ordinal yang dicapai

sebanyak 250 %, dengan kualifikasi sangat berhasil. indikator ini tidak bisa dibandingkan

dengan tahun sebelumnya karena di tahun 2014 belum ada indikator ini.

Untuk indikator persentase partisipasi aparatur dalam kegiatan peringatan hari-hari tertentu tercapai 100%. Dengan target IKU sebanyak 2 paket dan terealisasi juga 2 paket,

yang berarti sangat berhasil. pencapaian IKU ini juga sama dengan pencapaian di tahun

(28)

Sasaran Strategis kedua : Terwujudnya pemberitaan daerah dan publikasi kebijakan serta kegiatan daerah

Sasaran Strategis No Indikator Kinerja Utama Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6 2. Terwujudnya pemberitaan daerah dan publikasi kebijakan serta kegiatan daerah

5 Terpeliharanya peralatan dan perlengkapan siaran radio suara Jombang AM & FM 4 Tribulan 4 tribulan 100 % 6 Tercapainya publikasi informasi pembangunan daerah di media massa 184 publikasi 512 publikasi 278 % 7 Meningkatnya kualitas peliputan kegiatan pemerintah daerah 12 bulan 12 bulan 100 % 8 Meningkatnya kualitas informasi pembangunan 20 media 24 media 120% 9 Persentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi baik 12 bulan 12 bulan 100 %

Pencapaian sasaran strategis “Terwujudnya pemberitaan daerah dan publikasi

kebijakan serta kegiatan daerah” didukung oleh 5 indikator dengan capaian kinerja sangat berhasil dengan prosentase keseluruhan sasaran adalah 139.6 %. Dimana 3 indikator bisa terlaksana 100%. Dan 2 indikator terealisasi melebihi target.

Indikator pertama dalam sasaran kedua adalah terpeliharanya peralatan dan perlengkapan siaran radio suara Jombang AM & FM tercapai 100%. Hal ini sama dengan

penacapaian tahun 2014 yang mencapai 100%. Kualifikasi indikator ini adalah Sangat

Berhasil.

Untuk indikator tercapainya publikasi informasi pembangunan daerah di media massa merencanakan target sebanyak 184 publikasi di media massa dan terlaksana sebanyak 512 publikasi selama tahun 2015 di 9 media. Hal ini berbeda dengan tahun 2014 dimana target dihitung berdasarkan jumlah media, sedangkan tahun 2015 dihitung berdasarkana jumlah publikasi yang dimuat di media massa. Skala ordinal yang dicapai dalam indikator ini sebanyak 278%.

Tabel 3.3

Nama media yang bekerjasama dalam publikasi pembangunan daerah.

NO NAMA MEDIA NO NAMA MEDIA

1 Jawa Pos (Radar Jombang) 6 Bhirawa

2 SURYA 7 Harian Bangsa

3 Seputar Indonesia (SINDO) 8 Surabaya Pagi

4 Duta Masyarakat 9 Memorandum

5 Suara Media Nasional

Untuk indikator ketiga dalam sasaran kedua adalah Meningkatnya kualitas peliputan

kegiatan pemerintah daerah tercapai target 12 bulan, dengan kualifikasi sangat berhasil.

Tahun 2014 lalu indikator ini tercapai juga tercapai 100 % dengan kualifikasi sama. Indikator ini memang terlaksana dengan baik mengingat Bagian Humas selalu aktif mengikuti dan meliput kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.

Selanjutnya indikator meningkatnya kualitas informasi pembangunan mencapai

120%, dengan kualifikasi sangat berhasil. Dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya

mencapai angka 43.3% memang mengalami kenaikan. Target yang ditentukan dalam kegiatan penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah ini sebanyak 20

(29)

media, dan terealisasi sebanyak 24 media. hal ini mengalami kenaikan dimana tahun 2014 hanya kerjasama dilakukan hanya dengan 14 media.

Berikut ini nama media massa yang bekerjasama dalam publikasi pembangunan daerah dan nama media yang bekerjasama dalam penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah.

Tabel 3.4

Nama media yang bekerjasama dalam penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah

No NAMA MEDIA No Nama Media

1 Jombangtimes.com 13 Radar Independen

2 Lensa Indonesia 14 Montera

3 Memorandum 15 Harapan Rakyat

4 Jagad Pos 16 Berita Metro

5 Surabaya Pagi 17 Jatim Pos

6 Jawa Pos (Radar Jombang) 18 Amunisi

7 Majalah Gatra 19 Inilaberita.com

8 Duta Masyarakat 20 Media Rakyat

9 BIDIK 21 Metro Jatim

10 Harpra Indonesia 22 Forum Indonesia

11 Majalah Brawijaya 23 Memo Timur

12 Suara Media Nasional 24 Surabaya Newsweek

Untuk pencapaian IKU persentase sarana dan prasarana aparatur dalam kondisi

baik mencapai skala ordinal 100% dengan kriteria sangat berhasil. Jika dibandingkan tahun

2014 hasil pencapaian IKU ini sama – sama mencapai kriteria sangat berhasil yaitu tercapai 100%.

Sasaran strategis : Terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai Sasaran

Strategis No Indikator Kinerja Utama Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6 3. Terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai

10 Tercukupinya sarana penunjang informasi dan komunikasi, serta peningkatan kualitaas dan kuantitas dokumentasi kegiatan pemerintah daerah 6 edisi MASSA, 4 paket dokumentasi 6 edisi MASSA, 4 paket dokumentasi 100 %

Sasaran strategis “Terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai

didukung oleh satu indikator. Dimana indikator tersebut memiliki kualifikasi sangat berhasil,

dengan pencapaian skala indikator 100%. Hal ini sebagai bentuk riil pendokumetasian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Bentuk fisik dari indikator ini adalah tersedianya dokumentasi dalam bentuk penerbitan Majalah MASSA yang ditargetkan terbit dalam 6 edisi selama tahun 2015 dan terealisasi sesuai target. Sedangkan 3 paket dokumentasi lainnya

yaitu berupa 1 paket cetak bulletin mingguan Masjid Jami‟ Baitul Mukminin, 1 paket cetak

Buku Profil dan laporan PKK Kabupaten, dan 1 paket cetak dokumentasi yang terdiri dari cetak press release, cetak kumpulah naskan sambutan dan guntingan press (kliping).

(30)

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hasil yang dicapai sama-sama tercapai 100 %. Akan tetapi targetnya berbeda, tahun 2014 target yang perlu dicapai hanya 3 paket dokumentasi yang berupa 1 paket cetak majalah MASSA, 1 paket cetak buku profil “Sekilas Jombang” serta satu paket cetak Press Release, kumpulan Naskah Sambutan dan Guntingan Press (Kliping) tahun 2014.

Sasaran strategis : Terwujudnya Pengembangan komunikasi dan informatika Sasaran

Strategis No Indikator Kinerja Utama Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6

4. Terwujudnya pengembangan komunikasi dan informatika

11 Terlaksananya pengembangan komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional kecamatan 21 kecamatan 21 100 % 12 Terlaksananya penataan menara komunikasi kecamatan 21 kecamatan 21 100 % 13 Terciptanya penertiban pengusaha jasa titipan 2 kali 1 kali 50 %

Prosentase rata rata sasaran 4 83.3 %

Sasaran strategis yang keempat terdiri dari 3 Indikator Kinerja Utama. Dengan adanya penambahan Sub Bagian baru, yaitu Sub Bagian Informasi dan Komunikasi maka disusunlah sasaran strategis tambahan dengan pencapaian skala ordinal 83.3%, yang bisa

diasumsikan berhasil. Sasaran strategis ini tidak bisa dibandingkan dengan tahun

sebelumnya mengingat bahwa sasaran ini baru dibuat pada tahun 2015 bersamaan dengan adanya pengalihan tugas di bidang informasi dan komunikasi. Dimana sebelumnya tugas tersebut masuk pada Dinas Perhubungan dan Komunikasi (DISHUBKOM).

IKU pertama dalam sasaran strategis ini adalah „Terlaksananya pengembangan

komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional‟. IKU ini diwujudkan dengan cara melaksanakan kegiatan sosialisasi pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang diikuti oleh perwakilan dari 21 Kecamatan. Dengan demikian makan Target IKU untuk 21 Kecamatan bisa terpenuhi sehingga mampu mencapai skala ordinal 100% dan bisa

disebut sangat berhasil.

Selanjutnya adalah pencapaian indikator „terlaksananya penataan menara

komunikasi‟ di 21 Kecamatan juga terlaksana dengan baik. Survey untuk pendataan menara telekomunikasi ini tersebar di seluruh wilayah kabupaten Jombang yang ada di 21

kecamatan. Sehingga indikator ini tercapai skala ordinal 100% denganasumsi berhasil.

Sedangkan untuk indikator ketiga yaitu „terciptanya penertiban pengusaha jasa

titipan‟ hanya mencapai skala ordinal 50% yang berasumsi kurang berhasil. target IKU ini adalah pelaksanaan pembinaan dan diskusi dengan pengusaha jasa titipan yang ada di kabupaten Jombang sebanyak 2 kali kegiatan, akan tetapi data pengusaha jasa titipan tidak terlalu banyak, maka kegiatan pembinaan dan diskusi bisa diselesaikan hanya dengan 1 kali kegiatan saja.

Berdasarkan table 3.1 tersebut dapat dihitung persentase capaian sasaran strategis

1 sebesar 119.8% dengan kriteria ordinal Sangat berhasil. Sedangkan sasaran strategis 2

(31)

sasaran strategis 3 sebesar 100% dengan kriteria Sangat Berhasil. dan Sasaran strategis 4

tercapai sebesar 83.3% dengan kriteria berhasil. Sehingga rata-rata capaian kinerja pada

Bagian Humas tahun 2015 adalah 110.6% dengan kriteria Sangat Berhasil bahkan

melebihi target yang ditetapkan di awal tahun 2015.

Untuk mengetahui kemajuan pencapaian sasaran kinerja dari tahun – tahun

sebelumnya diuraikan dalam table berikut ini :

Tabel 3.2

Capaian Kinerja Sasaran

No Sasaran Strategis No. IKU Indikator Kinerja Utama 2012 2013 Realisasi 2014 2015

1 Terwujudnya Peran Kelembagaan Hubungan Masyarakat 1 Terlaksananya forum dialogis antara pemerintah dengan masyarakat 50,37 % 30,85 % 25 % 50 % 2 Persentase pelayanan administrasi perkantoran 91,14 % 89,92 % 100 % 89.35 % 3 Meningkatnya informasi

dan sosialisasi di bidang

cukai 99,8 % 99% 86,65 % 159.8 %

4 Persentase partisipasi aparatur dalam kegiatan

peringatan hari tertentu 92,50 % 88,5 % 100 % 100 % 2 Terwujudnya

pemberitaan daerah dan publikasi kebijakan serta kegiatan daerah

5 Terpeliharanya peralatan dan perlengkapan siaran radio suara Jombang AM & FM

94,11 % 94% 100 % 100 %

6 Tercapainya publikasi informasi pembangunan

daerah di media massa 98,64 % 100% 83,3 % 278 % 7 Meningkatnya kualitas

peliputan kegiatan

pemerintah daerah 90,08 % 99% 100 % 100 %

8 Meningkatnya kualitas

informasi pembangunan 98,64 % 100% 46,6 % 120 % 9 Persentase sarana dan

prasarana aparatur

dalam kondisi baik 89,22 % 77,41 % 100 % 100 %

3 Terwujudnya sistem dokumentasi informasi yang memadai

10 Tercukupinya sarana penunjang informasi dan komunikasi, serta peningkatan kualitaas dan kuantitas dokumentasi kegiatan pemerintah daerah 66,51 % 100% 100 % 100 % 4 Terwujudnya pengembangan komunikasi dan informatika 11 Terlaksananya pengembangan komunikasi sosial dan diseminasi informasi nasional DISHUBKOM 100 % 12 Terlaksananya penataan menara komunikasi 100 % 13 Terciptanya penertiban

Gambar

Tabel 2.1 Rencana  Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2015
Tabel 2.2 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama Bagian Humas Tahun 2015

Referensi

Dokumen terkait

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions. Start Free Trial

(2) Peneliti melihat masih adanya pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Abang I periode Januari 2013 – Desember 2013 yang tidak patuh dalam menjalankan edukasi

Tujuan umum dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian konsumsi buah pisang ambon lumut (Musa accuminata colla) terhadap

Sumber dana perusahaan dicerminkan oleh modal asing dan modal sendiri yang diukur dengan DER (Debt to Equity Ratio). Semakin tinggi rasio ini berarti modal sendiri yang digunakan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 90.91% karyawan tetap PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan masa kerja 1 tahun hingga 10

Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.. Kamu

bahwa untuk melaksanakan Pasal 34 ayat (4) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan

senyawa fitokimia aktif seperti alkaloid, tannin dan flavonoid yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.Penelitian ini bertujuan