• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai intelektual yang tinggi, sikap ilmiah dan dapat merancang serta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. mempunyai intelektual yang tinggi, sikap ilmiah dan dapat merancang serta"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkaitan denga garis pembangunan bidang pendidikan diantaranya dapat menjadikan peserta didik mempunyai intelektual yang tinggi, sikap ilmiah dan dapat merancang serta membuat suatu karya teknologi yang sederhana. Untuk mengimbangi pesatnya kemajuan tersebut, dunia pendidikan dituntut untuk dapat meningkatkan dan menyempurnakan mutu pendidikan, terutama pendidikan sains yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan uraian di atas, mengangkat judul penelitian “Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sains materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada siswa kelas III SDN No. 180/I Ture.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah adalah sebagai berikut bagaimana meningkatkankeaktifan dan hasil belajar sains materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada siswa kelas III SDN No. 180/I Ture.

(2)

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah:

Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sains materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada siswa kelas III SDN No. 180/I Ture.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: 1. Manfaat bagi guru

2. Manfaat bagi siswa 3. Manfaat bagi sekolah 4. Manfaat bagi peniliti

(3)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hasil Belajar

Belajar adalah sebuah proses perubaha di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan ddalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahama, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.

2.1.1 Pengertian Hasil Belajar

prestasi belajar merupakan suatu orientasi kegiatan yang ditunjukkan kepada hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. 2.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

2.2 Keaktifan Belajar

2.2.1 Pengertian Keaktifan Belajar

Belajar aktif merupakan sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. 2.2.2 Macam-Macam Keaktifan dalam Belajar

2.3 Pendekatan Pembelajaran

2.3.1 Pengertian Pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL) 2.3.2 Karakteristik Pendekatan CTL

2.3.3 Prinsip Pembelajaran CTL

2.3.4 Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran melalui Pendekatan CTL

(4)

2.4 Model Pembelajaran

Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belaja. Dapat juga diartika suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

2.4.1 Model Inkuiri Terbimbing

2.4.2 Kelemahan dan Kelebihan Model Inquiri Terbimbing 2.5 Pembelajaran Sains SD

2.5.1 Pengertian Sains

sains merupakan ilmu yang mempelajari alam dengan berbagai kegiatan, sehingga sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengatahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

2.5.2 Hakikat Pembelajaran Sains 2.5.3 Tujuan Pembelajaran Sains 2.5.4 Ruang Lingkup Sains 2.6 Kerangka Berpikir

Untuk mencapai tujuan pembelajaran sains serta lingkungan meningkatkan mutu pendidikan sains, faktor terpenting adalah proses pembelajaran yang saling berinteraksi.

2.7 Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah dengan penggunaan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran sains materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SDN No. 180/I Ture.

(5)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SDN No. 180/I Ture tahun ajaran 2014/2015 dengan jumlah murid 22 orang yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 3.3 Prosedur Penelitian

3.3.1 Perencanaan Penelitian 3.3.2 Pelaksanaan Tindakan 3.3.3 Observasi dan Evaluasi 3.3.4 Analisis dan Refleksi 3.4 Teknik Analisi Data

Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dan hasil penyajian materi, data yang diolah adalah data kualitatif dan kuantitatif.

3.5 Kriteria Keberhasilan

Ketuntasan belajar ditandai apabila hasil belajar siswa untuk individu jika siswa mendapatkan nilai ≥ 6,5 dan untuk klasikal jika siswa 85% mendapat nilai ≥ 6,5. Sedangkan untuk kriteria keberhasilan proses pembelajaran yaitu keaktifan siswa jika siswa mendapat skor 15-18 dengan presentase 83%-100% dan keaktifan guru jika guru mendapat skor 20-24 dengan presentase 83%-100%.

(6)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Hasil Penelitian Siklus I

Siklus I berlangsung dari tanggal 25 September 2014, pada mata pelajaran sains materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya dengan menggunakan model pembelajaran inquiri terbimbing pada siswa kelas III SDN No. 180/I Ture. 4.1.1.1 Perencanaan

4.1.1.2 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1.3 Observer dan Evaluasi 4.1.1.4 Analisis dan Refleksi 4.1.2 Hasil Penelitian Siklus II

Siklus II berlangsung dari tanggal 15 Oktober s/d 6 November 2014., pada mata pelajaran sains materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya dengan menerapkan model pembelajaran inquiri terbimbing pada siswa kelas III SDN N0. 180/I Ture.

4.1.2.1 Perencanaan

4.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan 4.1.2.3 Observer dan Evaluasi 4.1.2.4 Analisis dan Refleksi

(7)

4.2 Pembahasan

seseorang dikatakan telah belajar bila terjadi perubahan pada dirinya (kemampuan, keterampilan, dan sikap) diakibatkan adanya interaksi antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa.

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Model inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran dimana siswa diarahkan untuk mendapatkan susatu kesimpulan dari serangkaian aktivitas yang dilakukan sehingga siswa seolah-olah menemukan sendiri pengetahuan tersebut

(8)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada SDN No 180/1 Ture maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sains pada materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya di kelas III SDN No 180/1 Ture. Dapat dilihat pada siklus I diperoleh data hasil observasi keaktifan siswa 52,77%, kegiatan guru 56,25% dan hasil belajar yang diperoleh siswa 40,9%. Pada siklus II data hasil observasi keaktifan siswa 86,1%, kegiatan guru 83,3% dan hasil belajar yang diperoleh siswa 90,9%.Dengan lebih menekankan kepada pengontrolan kerjasama kelompok maka Inkuiri Terbimbing bisa mencapai hasil yang maksimal. Karena kerjasama kelompok akan sangat berpengaruh terhadap individu atau sebaliknya.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ini maka penulis menyarakan bahwa dalam menerapkan model pembelajaran guru harus merancang langkah-langkah pembelajaran. Selain itu, guru juga harus bisa menggunakan media observasi yang lebih menarik yang disesuaikan dengan model pembelajaran dan materi atau tema pembelajaran.

(9)

ABSTRAK

Susilawati. 2014.“Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Sains Materi Bagian-Bagian Tumbuhan dan Kegunaannya dengan Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing pada Siswa Kelas III SDN No. 180/I Ture”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, FKIP, Universitas Jambi, Pembimbing: (I) Dra. Hj. May Maimunah, M. E, (II) Drs. Husni Sabil, M.Pd.

Kata Kunci: Keaktivan Siswa, Hasil Belajar, Model Inkuiri Terbimbing

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SDN No.180/1 Ture kelas III menunjukkan bahwa pelajaran sains belum menunjukkan hasil yang memuaskan atau masih rendah meskipun telah diusahakan metode dan media yang bervariasi. Hal ini dikarenakan anak kurang aktif dan kurang mampu melakukan pengamatan atau menyimpulkan materi pelajaran dengan baik.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran sains Materi Bagian-Bagian Tumbuhan dan Kegunaannya dengan Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing pada Siswa Kelas III SDN No.180/1 Ture. Penelitian ini dirasakan penting, karena hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait secara langsung maupun tidak langsung terhadap pendidikan di SDN No.180/1 Ture.

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang pelaksanaan terdiri dari dua siklus. Tiap siklus ada empat prosedur penelitian yaitu Perencanaan tindakan, Pelaksanaan tindakan, Observasi dan Refleksi. Data diperoleh dari hasil observasi dan tes keaktifan dan hasil belajar siswa.

Peneliti menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran disetiap siklus. Pada siklus I persentase hasil belajar siswa yaitu 40,9%. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 90,9%.

Dengan demikian model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat disimpulkan mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sains materi bagian-bagian tumbuhan dan kegunaannya pada siswa kelas III SDN No. 180/I Ture.

Referensi

Dokumen terkait

2 Pemberian buah pare dalam bentuk sediaan fruit pulp mempengaruhi penurunan kadar gula darah dari obat pioglitazone sebagai akibat dari pemberian terapi

Kesimpulan: Tiada lain kesimpulan sementara dari penniless untuk jangka panjang, ialah bahwa filosofi instrumentalisme menjadi suatu wahana dan alat yang sangat strategis

To develop the proposed system the techniques that were used are Use case, Entity Relationship diagram, Class Diagram, Collaboration Diagram, Data Flow Diagram, Sequence Diagram

Menurut Warren (2009:351) catatan untuk sistem persediaan perpetual dapat dikelola secara manual. Akan tetapi, bagi perusahaan dengan jumlah barang persediaan yang

Citra retina akan dilakukan proses prapengolahan awal dari mengubah citra asli menjadi citra keabuan, yang kemudian dilakukan ekstraksi ciri menggunakan wavelet Haar untuk

Pada dasarnya semua kolesterol endogen yang beredar dalam lipoprotein plasma dibentuk oleh hati, tetapi semua sel tubuh lain setidaknya membentuk sedikit kolesterol, yang

Memotong biaya jasa service dan atau menunda pembayaran dalam jangka waktu tertentu jika Pihak Kedua tidak menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang

High Gain Active Microstrip Antena for 60-GHz.