• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Keuangan BBPK TA 2016 (Audited)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Keuangan BBPK TA 2016 (Audited)"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

BALAI BESAR PULP DAN KERTAS

Laporan Keuangan

Tahun Anggaran 2016

Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2016

(2)

i

KATA PENGANTAR

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.

Balai Besar Pulp dan Kertas adalah salah satu entitas di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Salah satu pelaksanaannya adalah dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Penyusunan Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan. Laporan Keuangan ini telah disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan informasi keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.

Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Balai Besar Pulp dan Kertas. Disamping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Bandung, 23 Januari 2017 Kepala,

Andoyo Sugiharto

(3)

ii

DAFTAR ISI

Hal

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

Pernyataan Tanggung Jawab iii

Ringkasan 1

I. Laporan Realisasi Anggaran 3

II. Neraca 4

III. Laporan Operasional 5

IV. Laporan Perubahan Ekuitas 6

V. Catatan atas Laporan Keuangan 7

A. Penjelasan Umum 7

B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran 17

C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca 22

D. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Operasional 30 E. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas 35

F. Pengungkapan Penting Lainnya 38

Daftar Lampiran 41

(4)

Balai Besar Pulp dan Kertas

iii

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2016 sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Bandung, 23 Januari 2017 Kepala,

Andoyo Sugiharto

(5)

- 1 -

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas Tahun 2016 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah

pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi:

1.

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2016.

Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2016 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp2.817.461.757,- atau mencapai 102,44 persen dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar Rp2.750.322.000,-.

Realisasi Belanja Negara pada TA 2016 adalah sebesar Rp22.181.754.941,- atau mencapai 98,37 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp22.549.673.000,-.

2.

NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada 31 Desember 2016. Nilai Aset per 31 Desember 2016 dicatat dan disajikan sebesar Rp62.866.234.236,- yang terdiri dari: Aset Lancar sebesar Rp1.168.472.258,-; Aset Tetap (neto) sebesar Rp61.611.443.868,-; dan Aset Lainnya (neto) sebesar Rp86.318.110,-.

Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp434.294.063,- dan Rp62.431.520.173,-.

3.

LAPORAN OPERASIONAL

(6)

- 2 -

4.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2016 adalah sebesar Rp58.240.787.360,- dikurangi Defisit-LO

sebesar Rp22.222.779.705,- dikurangi dengan koreksi-koreksi senilai

Rp403.065.341,- dan Transaksi Antar Entitas sebesar Rp26.816.997.859,- sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2016 adalah senilai Rp62.431.940.173,-.

5.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan

dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta

pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

(7)

- 3 -

I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

BALAI BESAR PULP DAN KERTAS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2015

(Dalam Rupiah)

TA 2015

ANGGARAN REALISASI REALISASI

PENDAPATAN B.1

Penerimaan Negara Bukan Pajak 2.750.322.000 2.817.461.757 102,44 2.673.523.173

JUMLAH PENDAPATAN 2.750.322.000 2.817.461.757 102,44 2.673.523.173

BELANJA B.2.

Belanja Operasi

Belanja Pegawai B.3 12.850.670.000 12.827.021.476 99,82 13.008.200.104 Belanja Barang B.4 8.837.620.000 8.516.434.497 96,37 6.887.157.909 Belanja Modal B.5 861.383.000 838.298.968 97,32 1.086.155.610

JUMLAH BELANJA 22.549.673.000 22.181.754.941 98,37 20.981.513.623 % thd Angg

CATATAN

URAIAN TA 2016

(8)

- 4 -

II. NERACA

BALAI BESAR PULP DAN KERTAS NERACA

PER 31 DESEMBER 2016 DAN 2015

(Dalam Rupiah)

NAMA PERKIRAAN CATA

TAN 2016 2015

ASET

Aset Lancar

Kas Lainnya dan Setara Kas C.1 1.055.710.918 513.568.950

Piutang Bukan Pajak C.2 141.467.000 118.528.500

Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Bukan Pajak

C.3 (43.889.460) (26.521.313)

Persediaan C.4 15.183.800 50.828.650

Jumlah Aset Lancar 1.168.472.258 656.404.787

Aset Tetap

Tanah C.5 32.766.340.000 32.766.340.000

Peralatan dan Mesin C.6 36.217.403.352 32.641.745.247

Gedung dan Bangunan C.7 18.144.295.498 16.110.306.498

Jalan Irigasi dan Jaringan C.8 1.376.724.604 1.376.724.604

Aset Tetap Lainnya C.9 514.934.034 480.247.034

Akumulasi Penyusutan C.10 ( 27.408.253.620) (25.372.576.019)

Jumlah Aset Tetap 61.611.443.868 58.002.787.364 Aset Lainnya

Aset Tak Berwujud C.11 - 116.350.000

Aset Lain-Lain C.12 2.216.597.322 -

Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya

C.13 (2.130.279.212) -

Jumlah Aset Lainnya 86.318.110 116.350.000

JUMLAH ASET 62.866.234.236 58.775.542.151

KEWAJIBAN

Kewajiban Jangka Pendek

Utang Kepada Pihak Ketiga C.14 424.544.063 477.602.700

Pendapatan Diterima Dimuka C.15 9.750.000 29.250.000

Utang Jangka Pendek Lainnya C.16 - 27.902.091

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 434.294.063 534.754.791

JUMLAH KEWAJIBAN 434.294.063 534.754.791

EKUITAS

Ekuitas C.17 62.431.940.173 58.240.787.360

JUMLAH EKUITAS 62.431.940.173 58.240.787.360 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 62.866.234.236 58.775.542.151

(9)

- 5 -

III. LAPORAN OPERASIONAL

BALAI BESAR PULP DAN KERTAS

LAPORAN OPERASIONAL

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2015

(Dalam Rupiah)

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan

CATATAN 2016 2015

Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya D.1 2.772.117.650 2.652.305.809

2.772.117.650

2.652.305.809

Beban Pegawai D.2 13.012.008.865 12.903.805.175

Beban Persediaan D.3 1.260.247.158 868.593.350

Beban Barang dan Jasa D.4 4.184.207.572 3.329.152.844

Beban Pemeliharaan D.5 1.278.351.263 1.194.441.232

Beban Perjalanan Dinas D.6 1.834.590.931 1.177.506.059

Beban Penyusutan dan Amortisasi D.7 3.460.854.263 2.938.888.819

Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih D.8 17.368.147 (9.960.080)

25.047.628.199

22.402.427.399

SURPLUS (DEFISIT) DARI KEGIATAN

OPERASIONAL (22.275.510.549) (19.750.121.590)

SURPLUS /DEFISIT DARI KEGIATAN NON

OPERASIONAL LAINNYA D.9 52.730.844 24.691.767

SURPLUS/DEFISIT LO (22.222.779.705) (19.725.429.823)

URAIAN

BEBAN

JUMLAH BEBAN OPERASIONAL

KEGIATAN NON OPERASIONAL KEGIATAN OPERASIONAL

(10)

- 6 -

IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

BALAI BESAR PULP DAN KERTAS LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2015

(Dalam Rupiah)

URAIAN

CATATAN

2016

2015

EKUITAS AWAL

E.1

58.240.787.360

59.552.571.686

SURPLUS/DEFISIT LO

E.2

(22.222.779.705)

(19.725.429.823)

KOREKSI YANG MENAMBAH/MENGURANGI

(403.065.341)

105.655.047

EKUITAS

PENYESUAIAN NILAI ASET

E.3.1

-

24.322.900

KOREKSI NILAI ASET TETAP NON

E.3.2

(403.065.341)

81.332.147

TRANSAKSI ANTAR ENTITAS

E.4

26.816.997.859

18.307.990.450

KENAIKAN/PENURUNAN EKUITAS

4.191.152.813

(1.311.784.326)

EKUITAS AKHIR

E.5

62.431.940.173

58.240.787.360

(11)

- 7 -

A. PENJELASAN UMUM

A.1. Profil dan Kebijakan Teknis Balai Besar Pulp dan Kertas

Dasar Hukum

Entitas dan

Rencana

Strategis

Balai Besar Pulp dan Kertas (BPPK) adalah satu-satunya lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia yang khusus menangani masalah pulp dan kertas, berlokasi di Jalan Raya Dayeuhkolot No.132 Bandung. Saat ini BBPK berada di bawah Badan Penelitian dan

Pengembangan Industri – Kementerian Perindustrian.

BBPK dalam kegiatan operasionalnya memiliki tugas pokok antara

lain melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, dan pengembangan kompetensi industri pulp dan kertas sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, sementara itu

fungsi BBPK adalah :

a. Melaksanakan pemasaran, kerjasama, pengembangan, dan

pemanfaatan teknologi informasi

b. Melaksanakan perencanaan, pengelolaan, dan koordinasi sarana

dan prasarana kegiatan penelitian dan pengembangan di lingkungan BBPK, serta penyusunan dan penerapan standardisasi industrti pulp dan kertas

c. Melaksanakan pengujian dan sertifikasi bahan baku, bahan

pembantu, dan produk industri pulp dan kertas, serta kegiatan kalibrasi mesin dan peralatan

d. Melaksanakan pelayanan jasa teknis bidang teknologi bahan

baku, bahan pembantu, proses, produk, peralatan dan

pelaksanaan pelayanan bidang pelatihan teknis, konsultansi, alih teknologi serta rancang bangun dan perekayasaan industri, inkubasi, dan penanggulangan pencemaran industri.

e. Melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada semua

unsur di lingkungan BBPK

Pendekatan

Penyusunan

Laporan

Keuangan

A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

(12)

- 8 -

yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.

Basis Akuntansi A.3. Basis Akuntansi

Balai Besar Pulp dan Kertas (BPPK) menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi yang yang mengakui pengaruhi transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010

tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Dasar

Pengukuran

A.4. Dasar Pengukuran

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Balai Besar Pulp dan Kertas (BPPK) dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.

Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.

(13)

- 9 -

rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing ditranslasi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.

Kebijakan

Akuntansi

A.5. Kebijakan Akuntansi

Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2015 telah

mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang merupakan entitas pelaporan dari Balai Besar Pulp dan Kertas (BPPK). Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas (BPPK) adalah sebagai berikut:

Pendapatan-LRA

(1) Pendapatan- LRA

 Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum

Negara (KUN).

 Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas

bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

 Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber

pendapatan.

Pendapatan-LO (2) Pendapatan- LO

 Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui

sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.

 Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas

pendapatan dan /atau Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi. Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada Badan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan adalah sebagai berikut:

(14)

- 10 -

dilaksanakan

o Pendapatan Sewa Gedung diakui secara proporsional antara

nilai dan periode waktu sewa.

o Pendapatan Denda diakui pada saat dikeluarkannya surat

keputusan denda atau dokumen lain yang dipersamakan

 Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas

bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

 Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

Belanja (3) Belanja

 Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum

Negara yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam peride tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.

 Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.

 Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran,

pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas

pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan

Perbendaharaan Negara (KPPN).

 Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan

selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

Beban (4) Beban

 Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa

dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

 Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya

konsumsi aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

 Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan

(15)

- 11 -

Aset (5) Aset

Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.

Aset Lancar a. Aset Lancar

 Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas

dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.

 Investasi Jangka Pendek BLU dalam bentuk surat berharga

disajikan sebesar nilai perolehan sedangkan investasi dalam bentuk deposito dicatat sebesar nilai nominal.

 Piutang diakui apabila menenuhi kriteria sebagai berikut:

a) Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan/ Ganti

Rugi apabila telah timbul hak yang didukung dengan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak dan/atau telah dikeluarkannya surat keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

b) Piutang yang timbul dari perikatan diakui apabila terdapat peristiwa yang menimbulkan hak tagih dan didukung dengan naskah perjanjian yang menyatakan hak dan kewajiban secara jelas serta jumlahnya bisa diukur dengan andal

 Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat

direalisasikan (net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. Perhitungan penyisihannya adalah sebagai berikut:

Kualitas

Piutang Uraian Penyisihan

Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d.

tanggal jatuh tempo 0.5%

Kurang Lancar

Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan

(16)

- 12 -

Kualitas

Piutang Uraian Penyisihan

Diragukan

Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan

50%

Macet

1. Satu bulan terhitung sejak

tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan

100%

2. Piutang telah diserahkan

kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

 Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan

Perbedaharaan/Ganti Rugi (TP/TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TP/TGR atau Bagian Lancar TPA.

 Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik

pada tanggal neraca dikalikan dengan:

 harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan

pembelian;

 harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

 harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila

diperoleh dengan cara lainnya.

Aset Tetap b. Aset Tetap

 Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan

oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun.

 Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau

harga wajar.

 Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum

kapitalisasi sebagai berikut:

a) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan

(17)

- 13 -

b) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya

sama dengan atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah);

c) Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai

minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai

biaya kecuali pengeluaran untuk tanah,

jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.

 Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional

pemerintah yang disebabkan antara lain karena aus,

ketinggalan jaman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir direklasifikasi ke Aset Lain-Lain pada pos Aset Lainnya.

 Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya,

dikeluarkan dari neraca pada saat ada usulan penghapusan dari entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD.

Penyusutan

Aset Tetap

c. Penyusutan Aset Tetap

 Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan

dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.

 Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:

a. Tanah

b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)

c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen

sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan

 Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap

dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

 Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan

(18)

- 14 -

selama Masa Manfaat.

 Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman

Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap

Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat

Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun

Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun

Jalan, Jaringan dan Irigasi 5 s.d 40 tahun

Aset Tetap Lainnya (Alat Musik Modern) 4 tahun

Piutang Jangka

Panjang

d. Piutang Jangka Panjang

 Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang

diharapkan/dijadwalkan akan diterima dalam jangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.

 Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan

Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) dinilai

berdasarkan nilai nominal dan disajikan sebesar nilai yang dapat direalisasikan.

Aset Lainnya e. Aset Lainnya

 Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset

tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang dibatasi penggunaannya.

 Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto

yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi.

 Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan dengan

metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi.

(19)

- 15 -

berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor:

620/KM.6/2015 tentang Masa Manfaat Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tak Berwujud

Kelompok Aset Tak Berwujud Masa Manfaat (tahun)

Software Komputer 4

Franchise 5

Lisensi, Hak Paten Sederhana, Merk, Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

10

Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran, Paten Biasa, Perlindungan Varietas Tanaman Semusim.

20

Hak Cipta Karya Seni Terapan, Perlindungan Varietas Tanaman Tahunan

25

Hak Cipta atas Ciptaan Gol.II, Hak Ekonomi Pelaku Pertunjukan, Hak Ekonomi Produser Fonogram.

50

Hak Cipta atas Ciptaan Gol.I 70

 Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan sebesar nilai buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

kewajiban (6) Kewajiban

 Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu

yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

 Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban

jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.

(20)

- 16 -

Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.

b. Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

 Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai

kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

Ekuitas (7) Ekuitas

(21)

- 17 -

B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Selama periode berjalan, Balai Besar Pulp dan Kertas telah mengadakan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari DIPA awal. Hal ini disebabkan oleh adanya program penghematan belanja pemerintah, hibah luar negeri dan adanya perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan. Perubahan tersebut berdasarkan sumber pendapatan dan jenis belanja antara lain:

Perubahan/Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) TA 2016

ANGGARAN ANGGARAN AWAL SETELAH REVISI

Pendapatan

Pendapatan Jasa 2.750.322.000 2.750.322.000

Jumlah Pendapatan 2.750.322.000 2.750.322.000

Belanja

Belanja Pegawai 12.875.900.000 12.850.670.000

Belanja Barang 8.064.384.000 8.837.620.000

Belanja Modal 721.960.000 861.383.000

Jumlah Belanja 21.662.244.000 22.549.673.000

2016 Uraian

Realisasi

Pendapatan

Rp2.817.461.757,

-

B.1 Pendapatan

Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada

31 Desember

2016

adalah sebesar Rp.2.817.461.757,- atau mencapai 102,44 % dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp. 2.750.322.000,- Pendapatan Balai Besar Pulp dan Kertas terdiri dari Pendapatan Jasa, Pendapatan dari Pengelolaan BMN, Pendapatan Iuran dan Denda dan Pendapatan lain-lain Rincian estimasi pendapatan dan realisasinya adalah sebagai berikut:

Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan

Pendapatan Jasa 2.750.322.000 2.655.920.700 96,57

Pendapatan dari Pengelolaan BMN - 73.758.450

-Pendapatan Lain-lain - 87.782.607

-Jumlah 2.750.322.000 2.817.461.757 102,44 Uraian

2016

Anggaran Realisasi % Real Angg.

(22)

- 18 -

permintaan pelayanan. Selain itu, Pendapatan Lain-lain Balai Besar Pulp dan Kertas mengalami kenaikan sebesar 85,22 persen yang berasal antara lain dari pendapatan pengembalian belanja pegawai dan belanja lainnya yang berasal dari tahun anggaran yang lalu. Rincian perbandingan Realisasi Pendapatan adalah sebagai berikut:

Perbandingan Realisasi Pendapatan TA 2016 dan 2015

URAIAN 2016 2015 NAIK (TURUN) %

Pendapatan dari

Pengelolaan BMN 73.758.450 57.764.611 27,69

Pendapatan Iuran dan

Denda - 3.094.600 (100,00)

Pendapatan Jasa 2.655.920.700 2.565.271.098 3,53

Pendapatan Lain-lain 87.782.607 47.392.864 85,22

Jumlah 2.817.461.757 2.673.523.173 5,38

Realisasi Belanja

Negara Rp.

22.181.754.941,-B.2. Belanja

Realisasi Belanja instansi pada TA 2016 adalah sebesar

Rp.22.181.754.941,- atau 98,37% dari anggaran belanja sebesar Rp22.549.673.000,-. Rincian anggaran dan realisasi belanja TA 2016 adalah sebagai berikut:

Rincian Estimasi dan Realisasi Belanja TA 2016

Belanja Pegawai 12.850.670.000 12.839.193.198 99,91 Belanja Barang 8.837.620.000 8.521.930.497 96,43 Belanja Modal 861.383.000 838.298.968 97,32 Total Belanja Kotor 22.549.673.000 22.199.422.663 98,45

Pengembalian (17.667.722)

-Jumlah 22.549.673.000 22.181.754.941 98,37 Uraian

2016

(23)

- 19 -

Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:

Dibandingkan dengan TA 2015, Realisasi Belanja TA 2016 mengalami kenaikan sebesar 5,72% dibandingkan realisasi belanja pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan belanja barang yang untuk mendukung kegiatan strategis pada TA 2016.

Perbandingan Realisasi Belanja TA 2016 dan 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK (TURUN) %

Belanja Pegawai 12.827.021.476 13.008.200.104 (1,39)

Belanja Barang 8.516.434.497 6.887.157.909 23,66

Belanja Modal 838.298.968 1.086.155.610 (22,82)

Jumlah 22.181.754.941 20.981.513.623 5,72

Belanja Pegawai

Rp.12.827.021.476

,-B.3 Belanja Pegawai

Realisasi Belanja Pegawai TA 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp12.827.021.476,- dan Rp13.008.200.104.- Belanja Pegawai adalah belanja atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. Realisasi belanja TA 2016 mengalami penurunan sebesar 1,39 persen dari TA 2015. Hal ini disebabkan adanya pengurangan pegawai karena telah memasuki

0 2.000.000.000 4.000.000.000 6.000.000.000 8.000.000.000 10.000.000.000 12.000.000.000 14.000.000.000

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja Semester I TA 2016

(24)

- 20 -

batas usia pensiun.

Perbandingan Belanja Pegawai TA 2016 dan 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015 NAIK (TURUN) %

Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 7.704.101.036 7.813.136.668 (1,40)

Belanja Tunjangan Khusus Kegiatan 4.917.330.162 4.982.808.836 (1,31)

Belanja Lembur 217.762.000 219.241.000 (0,67)

Jumlah Belanja Kotor 12.839.193.198 13.015.186.504 (1,35)

Pengembalian Belanja Pegawai (12.171.722) (6.986.400) 74,22

Jumlah Belanja 12.827.021.476 13.008.200.104 (1,39)

Belanja Barang

Rp.8.516.434.497

,-.

B.4 Belanja Barang

Realisasi Belanja Barang TA 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp8.516.434.497,- dan Rp6.887.157.909,-. Realisasi Belanja Barang TA 2016 mengalami kenaikan 23,66% dari Realisasi Belanja Barang TA 2015. Hal ini antara lain disebabkan oleh meningkatnya belanja barang non operasional, belanja jasa, belanja persediaan, dan belanja perjalanan dinas sepanjang tahun 2016.

Perbandingan Realisasi Belanja Barang TA 2016 dan 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015

NAIK (TURUN)

%

Belanja Barang Operasional 1.197.899.693 1.200.064.102 (0,18)

Belanja Barang Non Operasional 1.747.002.387 1.234.835.900 41,48

Belanja Jasa 1.246.799.965 886.871.786 40,58 Belanja Pemeliharaan 1.278.194.963 1.561.655.732 (18,15) Belanja Persediaan 1.217.442.558 830.100.800 46,66 Belanja Perjalanan Dalam Negeri 1.648.293.931 1.166.020.179 41,36 Belanja Perjalanan Luar Negeri 186.297.000 11.485.880 1.521,97

Jumlah Belanja Kotor 8.521.930.497 6.891.034.379 23,67

Pengembalian Belanja (5.496.000) (3.876.470) 41,78

Jumlah Belanja 8.516.434.497 6.887.157.909 23,66

Belanja Modal

Rp.838.298.968,-

B.5 Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal TA 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp.838.298.968,- dan Rp.1.086.155.610,-. Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

(25)

- 21 -

Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2016 dan 2015

URAIAN REALISASI TA 2016 REALISASI TA 2015

NAIK (TURUN)

%

Belanja Modal Peralatan dan Mesin 803.611.968 1.055.353.810 (23,85)

Belanja Modal Lainnya 34.687.000 30.801.800 12,61

Jumlah Belanja 838.298.968 1.086.155.610 (22,82)

Belanja Modal

Peralatan dan

Mesin

Rp.838.298.968,-

B.5.1 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2016 adalah sebesar Rp803.611.968,- mengalami penurunan sebesar 23,85 persen bila dibandingkan dengan realisasi TA 2015 sebesar Rp1.055.353.810,-.

Perbandingan Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2016 dan 2015

URAIAN TA 2016 TA 2015 NAIK

(TURUN) %

Alat Laboratorium Fisika Nuklir/Elektronika 1.496.000 (100,00)

Alat Laboratorium Lingkungan Hidup 46.470.000 42.500.000 9,34

Alat Laboratorium Standardisasi Kalibrasi & Instrumentasi

Jumlah Belanja 803.611.968 1.055.353.810 (23,85)

(26)

- 22 -

C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA

Kas Lainnya dan Setara Kas Rp.1.055.710.918,-

C.1 Kas Lainnya dan Setara Kas

Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2016 dan

2015 masing-masing sebesar Rp1.055.710.918,- dan Rp513.568.950,-.

Kas Lainnya merupakan kas pada bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UP/TUP. Setara kas yaitu investasi jangka pendek yang siap dicairkan menjadi kas dalam jangka waktu 3 bulan atau kurang sejak tanggal pelaporan. Rincian sumber Kas Lainnya dan Setara Kas pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:

Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas TA 2016 dan 2015

Uraian TH 2016 TH 2015

Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran 1.055.710.918 513.568.950

Jumlah 1.055.710.918 513.568.950

Piutang Bukan Pajak

Rp.141.467.000,-C.2 Piutang Bukan Pajak

Piutang Bukan Pajak per

31 Desember 2016 dan 2015

masing-masing sebesar Rp.141.467.000,- dan Rp.118.528.500,- yang

merupakan hak atau pengakuan pemerintah atas uang atau

jasa terhadap pelayanan yang telah diberikan namun belum

diselesaikan pembayarannya. Rincian Piutang PNBP disajikan

sebagai berikut

:

Rincian Piutang Bukan Pajak TA 2016 dan 2015

Uraian TH 2016 TH 2015

Piutang PNBP 141.467.000 118.528.500

Jumlah 141.467.000 118.528.500

Penyisihan Piutang Tak Tertagih – Piutang Bukan Pajak

Rp.(43.889.460,-)

C.3 Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Bukan Pajak

Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Bukan Pajak per 31

Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar

Rp.(43.889.460,-) dan Rp.(26.521.313,-).

Penyisihan Piutang Tak Tertagih – Piutang Lancar adalah merupakan

estimasi atas ketidaktertagihan piutang lancar yang ditentukan oleh kualitas piutang masing-masing debitur. Rincian Penyisihan Piutang

(27)

- 23 -

Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Lancar TA 2016

Kualitas Nilai Piutang % Nilai

Piutang Jk Pendek Penyisihan Penyisihan

Lancar 60.612.000 0,50% (303.060) Kurang Lancar 35.529.000 10% (3.552.900) Diragukan 10.585.000 50% (5.292.500)

Macet 34.741.000 100% (34.741.000)

(43.889.460)

Jumlah Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Persediaan Rp.15.183.800,-

C.4 Persediaan

Persediaan per 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing adalah sebesar Rp.15.183.800,- dan Rp.50.828.650,-. Persediaan merupakan

jenis aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang

dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan/atau untuk dijual, dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Rincian Persediaan per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Persediaan TA 2016 dan TA 2015

Persediaan TA 2016 TA 2015

Barang Konsumsi 135.800 15.483.850 Barang untuk Pemeliharaan -

-Suku Cadang -

-Bahan Baku 15.048.000 35.344.800

Jumlah 15.183.800 50.828.650

Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam

kondisi baik.

Tanah

Rp.32.766.340.000,-

C.5 Tanah

Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Balai Besar Pulp dan Kertas per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebesar Rp.32.766.340.000,- dan Rp.32.766.340.000,- tidak terdapat perubahan Nilai aset tetap tanah yang dimiliki Balai Besar Pulp dan Kertas.

Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2015 32.766.340.000

Mutasi tambah: - 0

Pembelian 0

Mutasi kurang: - 0

Saldo per 31 Desember 2016 32.766.340.000

(28)

- 24 -

Rincian Tanah

No Luas Lokasi Nilai

1 792 m2 Jl.Hegarmanah, Kodya Bandung 3.448.300.000 2 5.350 m2 Jl. Pasigaran, Kab. Bandung 1.027.640.000 3 26.925 m2 Jl. Raya Dayeukolot, Kab.Bandung 18.599.318.019 4 10.840 m2 Jl. Raya Dayeukolot, Kab.Bandung 7.488.081.981 5 7.000 m2 Kp.Kaliboson, Kab. Bandung 2.203.000.000

32.766.340.000

Jumlah

Peralatan dan Mesin Rp.36.217.403.352,-

C.6 Peralatan dan Mesin

Saldo aset tetap berupa Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah Rp.36.217.403.352,- dan Rp.32.641.745.247,- Mutasi nilai Peralatan dan Mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2015 32.641.745.247

Mutasi tambah:

Pembelian 567.468.368

Transfer Masuk 4.873.500.000

Reklasifikasi Masuk 124.096.150

Reklasifikasi dari Aset Lainnya ke Aset Tetap 409.555.572

Koreksi Pencatatan Nilai/Kuantitas 12.955.000

Penyelesaian Pembangunan dengan KDP 48.724.600

Hibah (Masuk) 187.419.000

Perolehan Lainnya 1.350.000

Mutasi kurang:

Reklasifikasi Keluar 137.051.150

Penghentian Aset dari Penggunaan 2.507.246.353

Transaksi Normalisasi BMN Aset Tetap 5.113.082

Saldo per 31 Desember 2016 36.217.403.352

Mutasi transaksi penambahan peralatan dan mesin berupa:

a. Pembelian Alat Bengkel Bermesin senilai Rp.66.100.000,-, Alat

Kantor senilai Rp.27.805.800,-, Alat Rumah Tangga senilai

Rp.34.224.450,-, Unit Alat Laboratorium senilai Rp. 210.170.115,-,

Unit Alat Laboratorium Kimia Nuklir senilai Rp.56.370.000,-, Unit Alat Laboratorium Lingkungan Hidup senilai Rp.46.470.000,-, Komputer Unit senilai Rp.94.757.793,-, Peralatan Komputer senilai

Rp. 20.978.200,-, Alat Khusus Kepolisian senilai Rp.

1

0.592.010,-.

b.Transfer Masuk Unit Alat Laboratorium senilai Rp.4.873.500.000,-.

c. Reklasifikasi masuk Unit Alat Laboratorium senilai Rp.74.157.050,-,

Alat Laboratorium Standardisasi Kalibrasi & Instrumentasi senilai Rp.49.939.100,-.

d.Reklasifikasi dari Aset Lainnya ke Aset Tetap Alat Bengkel Bermesin

(29)

- 25 -

Rp.1.111.221,-, Alat Rumah Tangga senilai Rp.65.797.644,-, Alat Studio senilai Rp.1.175.973,-, Unit Alat Laboratorium senilai Rp.331.454.371,-, Alat Laboratorium Fisika Nuklir/Elektronika senilai Rp.2.900.000,-, Alat Proteksi Radiasi/Proteksi Lingkungan senilai Rp.1.035.064,-, Radiation Application & Non Destructive

Testing Laboratory senilai Rp.2.900.000,-, Unit Peralatan

Proses/Produksi senilai Rp.2.876.239,-.

e. Koreksi Pencatatan Nilai/Kuantitas Unit Alat Laboratorium Kimia

Nuklir senilai Rp.2.970.000,-, Komputer Unit senilai Rp.9.985.000,-.

f. Penyelesaian Pembangunan dengan KDP senilai Rp.48.724.600,-.

g. Hibah (Masuk) Alat Kantor senilai Rp. 14.883.000,-, Unit Alat

Laboratorium senilai Rp.68.860.000,-, Unit Alat Laboratorium Kimia Nuklir senilai Rp.29.326.000,-, Unit Peralatan Proses/Produksi senilai Rp.74.350.000,-.

h.Perolehan Lainnya Alat Bengkel tak Bermesin senilai Rp.

1.350.000,-.

Mutasi kurang Peralatan dan Mesin berupa:

a. Reklasifikasi Keluar Alat Ukur senilai Rp.2.970.000,-, Unit Alat

Laboratorium senilai Rp.74.157.050,-, Alat Laboratorium

Standardisasi Kalibrasi & Instrumentasi senilai Rp.49.939.100,-,

Komputer Unit senilai Rp.9.985.000,-.

b. Penghentian Aset dari Penggunaan Alat Bengkel Bermesin senilai

Rp.305.060,-, Alat Bengkel tak Bermesin senilai Rp.1.111.221,-, Alat Ukur senilai Rp.248.608,-, Alat Kantor senilai Rp.79.962.702,-, Alat Rumah Tangga senilai Rp.253.781.188,-, Alat Studio senilai Rp.27.463.414,-, Alat Komunikasi senilai Rp.2.357.936,-, Alat Kedokteran senilai Rp.290.385,-, Unit Alat Laboratorium senilai Rp.1.738.987.485,-, Unit Alat Laboratorium Kimia Nuklir senilai Rp. 48.920.442,-, Alat Laboratorium Fisika Nuklir/Elektronika senilai Rp. 49.354.000,-, Alat Proteksi Radiasi/Proteksi Lingkungan senilai Rp. 1.035.064,-, Radiation Application & Non Destructive

Testing Laboratory senilai Rp.2.900.000,-, Alat Laboratorium

Lingkungan Hidup senilai Rp.58.267.501,-, Peralatan Laboratorium

Hydrodinamica senilai Rp.6.300.000,-, Alat Laboratorium

(30)

- 26 -

Komputer Unit senilai Rp.129.207.250,-, Peralatan Komputer senilai Rp.37.612.706,-, Unit Peralatan Proses/Produksi senilai Rp.16.715.746,-.

c. Transaksi Normalisasi BMN Aset Tetap Alat Bengkel Bermesin

senilai Rp.5.113.082,-.

Gedung dan Bangunan Rp.18.144.295.498,-

C.7 Gedung dan Bangunan

Nilai Gedung dan Bangunan per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah Rp.18.144.295.498,- dan Rp.16.110.306.498,-. Tidak terdapat Mutasi Tambah pada Aset Tetap Gedung dan Bangunan.

Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2015 16.110.306.498

Mutasi tambah:

Penerimaan Aset Tetap Renovasi 2.033.989.000

Mutasi kurang: Reklasifikasi Keluar

-Saldo per 31 Desember 2016 18.144.295.498

Mutasi transaksi penambahan Aset Tetap Gedung dan Bangunan berupa:

a. Penerimaan Aset Tetap Renovasi Tugu/Tanda Batas senilai Rp.

2.033.989.000,-.

Jalan, Irigasi dan Jaringan

Rp.1.376.724.604,-

C.8 Jalan, Irigasi dan Jaringan

Saldo Jalan, Irigasi, dan Jaringan per 31 Desember 2016 dan 2015

adalah masing-masing sebesar Rp.1.376.724.604,- dan

Rp.1.376.724.604,-. Tidak terjadi mutasi tambah ataupun kurang

terhadap Jalan, Irigasi, dan Jaringan.

Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2015 1.376.724.604

Mutasi tambah: - 0

Pembelian 0

Mutasi kurang: - 0

Saldo per 31 Desember 2016 1.376.724.604

Aset Tetap Lainnya Rp.514.934.034,-

C.9 Aset Tetap Lainnya

Aset Tetap Lainnya merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan. Saldo Aset Tetap Lainnya per 31

(31)

- 27 -

Rp.480.247.034,-.

Saldo Nilai Perolehan per 31 Desember 2015 480.247.034

Mutasi tambah: -

-Pembelian 34.687.000

Pembelian

Mutasi kurang: -

-Saldo per 31 Desember 2016 514.934.034

Mutasi transaksi penambahan Aset Tetap Lainnya berupa:

a. Pembelian Bahan Perpustakaan Tercetak senilai Rp.34.687.000,-.

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

Rp.(27.408.253.620,-)

C.10 Akumulasi Penyusutan

Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2016 dan

2015 adalah masing-masing (Rp.27.408.253.620,-) dan

(Rp. 25.372.576.019,-). Akumulasi Penyusutan Aset Tetap merupakan kontra akun Aset Tetap yang disajikan berdasarkan pengakumulasian atas penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat Aset Tetap selain untuk Tanah dan Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP).

Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

No

Aset Tetap

Nilai Perolehan

Akumulasi

Penyusutan

Nilai Buku

1 Peralatan dan Mesin

36.217.403.352 (23.539.881.348) 12.677.522.004

2 Gedung dan Bangunan

18.144.295.498

(3.445.289.147) 14.699.006.351

3 Jalan, Irigasi dan Jaringan

1.376.724.604

(423.083.125)

953.641.479

4 Aset Tetap Lainnya

514.934.034 -

514.934.034

56.253.357.488 (27.408.253.620) 28.845.103.868

Akumulasi Penyusutan

Aset Tak Berwujud Rp.0,-

C.11 Aset Tak Berwujud

Saldo aset tak berwujud (ATB) per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah

Rp.0,- dan Rp.116.350.000,-. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi tidak mempunyai wujud fisik.

Aset Lain-Lain Rp.2.216.597.322,-

C.12 Aset Lain-Lain

(32)

- 28 -

dalam operasional.

Akumulasi

Penyusutan/Amortisas i Aset Lainnya ( Rp2.130.279.212,-)

C.13 Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya

Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah (Rp2.130.279.212,-) dan Rp 0,-.

Utang kepada Pihak Ketiga

Rp.424.544.063,-C.14 Utang kepada Pihak Ketiga

Nilai Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp.424.544.063,- dan Rp.477.602.700,- Utang kepada Pihak Ketiga merupakan belanja yang masih harus dibayar dan merupakan kewajiban yang harus segera diselesaikan kepada pihak

ketiga lainnya dalam waktu kurang dari 12 (dua belas) bulan. Adapun

rincian Utang Pihak Ketiga per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:

Rincian Utang kepada Pihak Ketiga

Uraian

Jumlah

Penjelasan

Belanja Pegawai Tunjangan Kinerja Desember 2016

YMHD

387.126.891

Tunjangan kinerja yang belum dibayarkan

Belanja Barang Air Desember 2016 YMHD

203.500

Tagihan langgan Air yang belum dibayar

Belanja Barang Listrik Desember 2016 YMHD

32.227.100

Tagihan langgan Listrik yang belum dibayar

Belanja Barang Telepon Desember 2016 YMHD

1.224.581

Tagihan langgan Telepon yang belum dibayar

Pendapatan Bunga dari Rekening Hibah

3.761.991

Pendapatan bunga yang belum disetor

Total

424.544.063

Pendapatan Diterima di Muka

Rp.9.750.000,-

C.15 Pendapatan Diterima Dimuka

Nilai Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2016 dan 2015 sebesar Rp.9.750.000,- dan Rp.29.250.000,- Pendapatan Diterima di Muka merupakan pendapatan yang sudah diterima pembayarannya, namun barang/jasa belum diserahkan. Keseluruhan Pendapatan Diterima di Muka tersebut bersumber dari jasa konsultasi akuntansi yang jangka waktu kontraknya lebih dari satu tahun, dengan rincian sebagai berikut:

Rincian Pendapatan Diterima di Muka

Uraian Jumlah

Sewa Gedung ATPK 9.750.000

Total 9.750.000

(33)

- 29 -

Lainnya Rp.0,- Utang Jangka Pendek Lainnya per 31 Desember 2016 dan 2015

sebesar Rp.0,- dan Rp.27.902.091,-.

Ekuitas

Rp.62.431.940.173,-C.17 Ekuitas

(34)

- 30 -

Pendapatan PNBP

Rp.2.772.117.650,-D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

D.1 Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak

Jumlah Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember

2016 dan 2015 adalah sebesar Rp.2.772.117.650,- dan

Rp.2.652.305.809,-. Pendapatan tersebut terdiri dari:

Rincian Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak TA 2016 dan 2015

Pendapatan Sewa Tanah, Gedung, dan

Bangunan 93.258.450 77.264.611 20,70

Pendapatan PNBP merupakan Pendapatan-LO yang diperoleh dari Pendapatan Sewa Tanah, Gedung, dan Bangunan; Pendapatan Jasa, dan Pendapatan Anggaran lain-lain. dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp.13.012.008.865,- dan Rp.12.903.805.175,-. Beban Pegawai adalah beban atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Rincian Beban Pegawai TA 2016 dan TA 2015

URAIAN JENIS BEBAN TA 2016 TA 2015 NAIK

(TURUN) %

(35)

barang-- 31 barang--

barang hasil produksi baik yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Rincian Beban Persediaan periode yang berakhir pada 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Persediaan TA 2016 dan TA 2015

URAIAN JENIS BEBAN TA 2016 TA 2015 NAIK

(TURUN)

Beban Persediaan Konsumsi 568.045.518 274.827.550 106,69

Beban Persediaan bahan baku 692.201.640 593.765.800 16,58

Beban Persediaan suku cadang 156.300 - Jumlah Beban Persediaan Menurut

LO 1.260.247.158 868.593.350 45,09

Beban Jasa

Rp.4.184.207.572

,-

D.4 Beban Barang dan Jasa

Jumlah Beban Barang dan Jasa periode yang berakhir pada 31

Desember 2016 dan 2015, adalah masing-masing sebesar

Rp.4.184.207.572,- dan Rp.3.329.152.844,-. Beban Barang dan Jasa terdiri dari beban barang dan jasa berupa konsumsi atas barang dan/atau jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas serta beban lain-lain berupa beban yang timbul karena penggunaan alokasi belanja modal yang tidak menghasilkan aset tetap. Kenaikan Beban

Barang dan Jasa terjadi karena adanya kegiatan besar, yaitu Seminar

Internasional Hasil Penelitian dan Pengembangan Pulp dan Kertas, dan

Training On Lab Scale Experiment of Non-Wood Pulping and Bleaching

Technology In Indonesia. Rincian Beban Barang dan Jasa untuk Tahun

2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Barang dan Jasa TA 2016 dan TA 2015

URAIAN JENIS BEBAN TA 2016 TA 2015 NAIK

(TURUN) %

Beban Keperluan Perkantoran 918.485.905 929.527.517 (1,19)

Beban Penambah Daya Tahan Tubuh 76.050.900 77.547.400 (1,93)

Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat 30.462.888 23.669.185 28,70

Beban Honor Operasional Satuan Kerja 126.300.000 122.720.000 2,92

Beban Barang Operasional Lainnya 46.600.000 46.600.000 0,00

Beban Bahan 571.182.387 166.323.400 243,42

Beban Honor Output Kegiatan 1.170.570.000 1.068.512.500 9,55

Beban Barang Non Operasional Lainnya 5.250.000

-Beban Langganan Listrik 393.700.476 395.987.433 (0,58)

Beban Langganan Telepon 18.028.095 20.109.166 (10,35)

Beban Langganan Air 1.957.500 1.644.500 19,03

Beban Sewa 56.050.000 38.725.000 44,74

Beban Jasa Profesi 356.325.000 166.640.000 113,83

Beban Jasa Lainnya 413.244.421 271.146.743 52,41

Jumlah Beban Barang dan Jasa

(36)

- 32 -

Beban

Pemeliharaan

Rp.1.278.351.263

,-

D.5. Beban Pemeliharaan

Beban Pemeliharaan per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp.1.278.351.263,- dan Rp.1.194.441.232,-. Beban

Pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk

mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal. Rincian beban pemeliharaan untuk Tahun 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Pemeliharaan TA 2016 dan TA 2015

URAIAN JENIS BEBAN TA 2016 TA 2015 NAIK

(TURUN) %

Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 797.189.027 786.864.011 1,31

Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 481.005.936 406.962.221 18,19

Beban Persediaan Suku Cadang 156.300 - -

D.6. Beban Perjalanan Dinas

Beban Perjalanan Dinas per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp.1.834.590.931,- dan Rp.1.177.506.059,- Beban tersebut adalah merupakan beban yang terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan. Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Perjalanan Dinas TA 2016 dan TA 2015

URAIAN JENIS BEBAN TA 2016 TA 2015 NAIK

(TURUN) %

Beban Perjalanan Biasa 1.358.146.431 1.054.770.179 28,76

Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota 60.100.000 1.450.000 4.044,83

Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 7.500.000 4.000.000 87,50

Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 222.547.500 105.800.000 110,35

Beban Perjalanan Biasa - Luar Negeri 124.472.600 -

-Beban Perjalanan Lainnya - Luar Negeri 61.824.400 11.485.880 438,26

Jumlah Beban Perjalanan Dinas Menurut LO 1.834.590.931 1.177.506.059 55,80

Beban

Penyusutan dan

Amortisasi

Rp.3.460.854.263

,-

D.7 Beban Penyusutan dan Amortisasi

Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk periode 31 Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp.3.460.854.263,- dan

Rp.2.938.888.819,-. Beban Penyusutan adalah merupakan beban untuk

mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat

(37)

- 33 -

bersangkutan. Sedangkan Beban Amortisasi digunakan untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi untuk Aset Tak berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk tahun 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi TA 2016 dan TA 2015

URAIAN BEBAN PENYUSUTAN DAN AMORTISASI TA 2016 TA 2015 NAIK (TURUN) %

Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin 2.924.392.937 2.435.856.971 20,06

Beban Penyusutan Gedung dan Bangunan 422.921.181 449.338.498 (5,88)

Beban Penyusutan Jalan, Irigasi, Jaringan 53.729.898 53.693.350 0,07

Beban Penyusutan Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Digunakan dalam Operasional Pemerintah

59.810.247

- 0,00

Jumlah Penyusutan 3.460.854.263 2.938.888.819 17,76

Beban Amortisasi Aset Tak Berwujud - -

-Beban Penyusutan aset lain-lain - -

-Jumlah Amortisasi - -

-Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi Menurut LO 3.460.854.263 2.938.888.819 17,76

Beban Penyisihan

Piutang Tak

Tertagih

Rp.17.368.147,-

D.8 Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih merupakan beban untuk mencatat estimasi ketidaktertagihan piutang dalam suatu periode. Jumlah Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih untuk periode 31

Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar

Rp.17.368.147,- dan Rp.(9.960.080),-. Rincian Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih untuk periode 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih TA 2016 dan TA 2015

URAIAN JENIS BEBAN TA 2016 TA 2015 NAIK (TURUN) %

Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang PNBP 17.368.147 (9.960.080) (2,74)

(38)

- 34 -

Surplus /Defisit

dari Kegiatan Non

Operasional

Rp.52.730.844,-

D.9 Kegiatan Non Operasional

Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari

pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan

tugas pokok dan fungsi entitas. Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional periode 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:

Rincian Kegiatan Non Operasional TA 2016 dan TA 2015

URAIAN JENIS BEBAN TA 2016 TA 2015 NAIK (TURUN) %

Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya 56.118.944 24.691.767 127,28

Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya 3.388.100 -

(39)

- 35 -

E. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Ekuitas Awal Rp

58.240.787.360,-

E.1 Ekuitas Awal

Nilai ekuitas pada periode 1 Januari 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp58.240.787.360,- dan Rp59.552.571.686,-.

Defisit LO

(Rp22.222.779.705,-)

E.2 Surplus (Defisit) LO

Jumlah Surplus (Defisit) LO untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebesar (Rp22.222.779.705,-) dan (Rp19.725.429.823,-). Defisit LO merupakan selisih kurang antara surplus/defisit kegiatan operasional, surplus/defisit kegiatan non operasional, dan pos luar biasa.

Penyesuaian Nilai Aset

Rp0,-

E.3.1 Penyesuaian Nilai Aset

Penyesuaian Nilai Aset untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebesar Rp0,- dan Rp24.322.900,-.

Koreksi Nilai Aset Tetap

non Revaluasi

(Rp403.065.341,-)

E.3.2 Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi

Koreksi Aset Tetap Non Revaluasi untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebesar (Rp403.065.341,-) dan Rp81.332.147,-. Koreksi ini berasal dari transaksi koreksi nilai aset tetap dan aset lainnya yang bukan karena revaluasi nilai.

Transaksi Antar

Entitas

Rp26.816.997.859,-

E.4 Transaksi Antar Entitas

Nilai Transaksi Antar Entitas untuk periode yang berakhir 31 Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp26.816.997.859,- dan Rp18.307.990.450,-. Transaksi antar Entitas adalah transaksi yang melibatkan dua atau lebih entitas yang berbeda baik internal KL, antar KL, antar BUN maupun KL dengan BUN.

Rincian Nilai Transaksi Antar Entitas

Ditagihkan ke Entitas Lain 21.025.190.766 20.981.513.623 0,21

Diterima dari Entitas Lain (2.817.461.757) (2.673.523.173) 5,38

Transfer Masuk 6.602.895.250 -

-Pengesahan Hibah Langsung 2.006.373.600 -

-Jumlah 26.816.997.859 18.307.990.450 46,48

TA 2016

Transaksi Antar Entitas TA 2015 (TURUN) NAIK

(40)

- 36 -

Rincian Transaksi Antar Entitas terdiri dari:

E.4.1 Ditagihkan ke Entitas Lain (DKEL)/Diterima dari Entitas Lain (DDEL)

Ditagihkan ke Entitas Lain/Diterima dari Entitas Lain merupakan transaksi antar entitas atas pendapatan dan belanja yang melibatkan kas negara (BUN). Pada periode hingga 31 Desember 2016, DKEL

sebesar Rp21.025.190.766,- sedangkan DDEL sebesar

(Rp2.817.461.757,-).

E.4.2 Transfer Masuk

Transfer Masuk merupakan perpindahan aset/kewajiban dari satu entitas ke entitas lain pada internal KL, antar KL dan antara KL dengan BA-BUN.

Transfer Masuk sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp6.602.895.250,- terdiri dari:

Rincian Transfer Masuk

No Jenis Entitas Asal Nilai

Alat Laboratorium 4.873.500.000

Penyusutan Alat Laboratorium (304.593.750)

2 Tugu/Tanda Batas Biro Umum 2.033.989.000

Jumlah 6.602.895.250

Ditjend. Industri Agro 1

E.4.3 Pengesahan Hibah Langsung dan Pengembalian Pengesahan Hibah Langsung

Pengesahan Hibah Langsung merupakan transaksi atas pencatatan hibah langsung KL dalam bentuk kas, barang maupun jasa sedangkan pencatatan pendapatan hibah dilakukan oleh BA-BUN. Pengesahan Hibah Langsung sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp2.006.373.600-.

Pengesahan Pengembalian Hibah Langsung merupakan transaksi atas

pencatatan pengembalian hibah langsung entitas. Pengesahan

Pengembalian Hibah Langsung sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 adalah Rp0.

(41)

- 37 -

Rincian Hibah

No Pemberi Hibah Bentuk Hibah Nilai Hibah

1 ASEAN China Cooperation Fund Uang 2.006.373.600 2.006.373.600 Rp

-Rp 2.006.373.600 Rp

Jumlah Total Pengesahan

Pengesahan Pengembalian Hibah

Rincian Penerimaan Hibah Langsung Tahun 2016 disajikan pada lampiran.

Ekuitas Akhir

Rp62.431.

940.173,-E.5 Ekuitas Akhir

(42)

- 38 -

F. PENGUNGKAPAN-PENGUNGKAPAN LAINNYA.

F.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA

A. Perubahan Pejabat Pembuat Komitmen

Berdasarkan Keputusan Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas Nomor: 55/Kpts/BBPK/V/2016 Tentang Perubahan atas Keputusan Nomor: 85/Kpts/BBPK/XII/2015 Tentang Perubahan Penunjukan dan Pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM,

Bendahara Pengeluaran, dan Bendahara Penerimaan Daftar Isian

Pelaksanaan Anggaran Pada Balai Besar Pulp dan Kertas pada tanggal 09 Mei 2016 telah dilakukan penggantian Pejabat Pengelola Keuangan sebagaimana berikut:

Daftar Pejabat Perbendaharaan Negara Balai Besar Pulp dan Kertas TA 2016

No. URAIAN PEJABAT LAMA PEJABAT BARU

1 Pejabat Pembuat

Komitmen

Iken Retnowulan

Lies Indriati

Theresia Mutia

Tri Hanurawati

Dwiyarso Joko Wibowo

Nina Elyani

2 Pejabat Penguji dan

Penandatangan SPM

Ati Nurhayati

Ati Nurhayati

3 Bendahara Pengeluaran

Devi Mei Hana N.

Devi Mei Hana N.

4 Bendahara Penerimaan

Hendi Sumiardi

Hendi Sumiardi

B. Perubahan Sementara Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM

Berdasarkan Keputusan Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas Nomor:

77/Kpts/BBPK/VII/2016 Tentang Penunjukan Pejabat Penguji dan

Penandatangan SPM Sementara Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Pada Balai Besar Pulp dan Kertas pada tanggal 25 Juli 2016, telah menunjuk Sdr.

Lies Indriati sebagai Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM Sementara yang bertugas sejak tanggal 07 Agustus s.d. 30 September 2016 dikarenakan

Sdr. Ati Nurhayati selaku pemangku jabatan selama periode tersebut

mengikuti Diklat PIM IV.

C. Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP)

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Keuangan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang yang terdiri dari: (a) Laporan Realisasi Anggaran, (b) Neraca, (c) Laporan Operasional, (d) Laporan Perubahan

Laporan Keuangan Pengadilan Negeri Kayuagung yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan

Laporan Keuangan Pengadilan Negeri Sarolangun yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan

Laporan Keuangan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas,

Laporan Keuangan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas,

Laporan Keuangan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh yang terdiri dari: (a) Laporan Realisasi Anggaran, (b) Neraca, (c) Laporan Operasional, (d) Laporan Perubahan

Laporan Keuangan Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura yang terdiri dari: (a) Laporan Realisasi Anggaran, (b) Neraca, (c) Laporan Operasional, (d) Laporan Perubahan