• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SALINAN

KEPUTUSAN MEN'TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23/KMK.O7/2003

TENTANG

PENETAPAN RINCIAN DANA PENYEIMBANG TAHUN ANGGARAN 2003 KEPADA DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Hasil Rapat Kerja Menteri Keuangan dengan Panitia Anggaran DPR-RI pada tanggal 21 November 2002 dalam rangka pembahasan RAPBN TA 2003, telah dicapai beberapa kesepakatan;

b. bahwa untuk memenuhi kesepakatan Pemerintah dengan Panitia Anggaran DPR-RI tentang tidak adanya Daerah yang menerima Dana Alokasi Umum Tahun Anggaran 2003 lebih rendah dari Dana Alokasi Umum Tahun Aggaran 2002 ditambah Dana Penyeimbang TA 2002, dalam APBN TA 2003 disediakan Dana Penyeimbang Murni; c. bahwa untuk membantu keuangan Daerah dalam rangka perbaikan penghasilan

Pegawai Negeri Sipil sebesar 10% dan kenaikan tunjangan fungsional kependidikan sebesar 50%, dalam APBN TA 2003 disediakan Dana Penyeimbang Kebijakan;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Rincian Jumlah Dana Penyeimbang Tahun Anggaran 2003 bagi Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839);

2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3848);

3. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2002 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4249);

(2)

Republik Indonesia Nomor 4021) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4165); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan

Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 201, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4022); 6. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2003 tentang Dana Alokasi Umum Daerah

Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENETAPAN RINCIAN DANA PENYEIMBANG TAHUN ANGGARAN 2003 BAGI DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA.

Pasal 1

(1) Dana Penyeimbang yang dialokasikan kepada Daerah terdiri dari: a. Dana Penyeimbang Murni; dan

b. Dana Penyeimbang Kebijakan.

(2) Dana Penyeimbang Mumi diberikan kepada Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, sehingga tidak ada Daerah yang menerima alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2003 kurang dari atau paling tidak sama dengan penerimaan DAU Tahun Anggaran 2002 ditambah Dana Penyeimbang. (3) Dana Penyeimbang Kebijakan diberikan kepada Daerah

Provinsi/Kabupaten/Kota untuk membantu keuangan daerah dalam rangka perbaikan penghasilan Pegawai Negeri Sipil sebesar 10% (sepuluh persen) dan kenaikan tunjangan fungsional kependidikan sebesar 50% (lima puluh persen).

Pasal 2

(1) Dana Penyeimbang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, bersumber dari Dana Otonomi Khusus dan Penyeimbang pada Anggaran Belanja untuk Daerah dalam APBN Tahun Anggaran 2003.

(2) Dana Penyeimbang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan pendapatan Daerah yang dianggarkan dalam APBD Tahun Anggaran 2003. (3) Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dianggarkan dalam kelompok

Lain-lain Pendapatan yang Sah.

Pasal 3

(3)

infrastruktur sesuai dengan kebutuhan Daerah.

(2) Dana Penyeimbang Kebijakan merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan kepada Daerah dan penggunaannya khusus untuk pembayaran atas perbaikan penghasilan gaji PNS sebesar 10% (sepuluh persen) dan kenaikan tunjangan fungsional kependidikan sebesar 50% (lima puluh persen).

Pasal 4

(1) Perhitungan besarnya Dana Penyeimbang Murni untuk masing-masing Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota dilakukan bersamaan dengan penghitungan Dana Alokasi Umum yang hasilnya tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2003 tentang Dana Alokasi Umum Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2003.

(2) Rincian besarnya Dana Penyeimbang Murni Tahun Anggaran 2003 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk masing-masing Daerah penerima adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini.

Pasal 5

(1) Perhitungan besarnya Dana Penyeimbang Kebijakan untuk masing-masing Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota didasarkan pada bobot kebutuhan belanja pegawai Daerah dan bobot kebutuhan tunjangan fungsional kependidikan Daerah.

(2) Bobot kebutuhan belanja pegawai Daerah dan bobot kebutuhan tunjangan fungsional kependidikan Daerah sebagaimana tersebut pada ayat (1), dihitung berdasarkan proporsi kebutuhan belanja pegawai masing-masing Daerah terhadap total kebutuhan belanja pegawai seluruh Daerah dan proporsi kebutuhan tunjangan fungsional kependidikan masing-masing Daerah terhadap kebutuhan tunjangan fungsional kependidikan seluruh Daerah.

(3) Besaran alokasi Dana Penyeimbang Kebijakan masing-masing Daerah didapatkan dari hasil perkalian bobot masing-masing Daerah dengan jumlah plafond Dana Penyeimbang Kebijakan yang tersedia.

(4) Rincian besarnya Dana Penyeimbang Kebijakan Tahun Anggaran 2003 sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) untuk masing-masing Daerah penerima adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini.

Pasal6

Dana Penyeimbang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) dan Pasal 5 ayat (4) disediakan untuk Daerah penerima terhitung sejak bulan Januari 2003 melalui penerbitan Surat Keputusan

(4)

Pasal 7

Penetapan hasil perhitungan Dana Penyeimbang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 ayat (4) hanya berlaku untuk Tahun Anggaran 2003

Pasal 8

Masing-masing Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten, dan Daerah Kota penerima Dana Penyeimbang wajib melaporkan realisasi penggunaan dana tersebut setiap triwulan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, paling lambat satu bulan setelah akhir triwulan berkenaan.

Pasal 9

Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surat terhitung sejak tanggal 1 Januari 2003.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 13 Januari 2003

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang akan dilakukan adalah untuk memperoleh gambaran mengenai besarnya pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum masing-masing terhadap

(3) Faktor Penyeimbang sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan mempertimbangkan beban belanja masing-masing Daerah yang diperkirakan berdasarkan besaran alokasi Dana

(1) Dana Alokasi Umum bagi masing-masing Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) dihitung berdasarkan perkalian dari jumlah Dana

(2) Perkiraan jumlah dana bagian masing-masing Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), disusun berdasarkan asumsi yang digunakan dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2003

2007 lebih kecil dari Dana Alokasi Umum Tahun 2005 ditambah. dengan dana penyesuaian murni, memperoleh

Besarnya pengaruh dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan pendapatan asli daerah terhadap belanja daerah adalah sebesar 92,07% dan sisanya sebesar 7,93%

Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Luas Wilayah Daerah terhadap Alokasi Belanja Modal Studi Empiris di. Provinsi Jawa

Besarnya pertumbuhan ekonomi yang terdapat pada masing-masing daerah dapat memperkuat maupun memperlemah hubungan antara Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah dan,