• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORANKEGIATAN

PETYGABDIAN

KEPADA

MASYARAKAT

SOSIALISAS{

HAK-HAK

ANAK UNTUK PERLINDUNGAN

ANAK

PADA

GURU-GURU

DAN

WALI

MURID

PAUD

DI KABUPATEN

BANTIIT,

Oleh

:

Eny

Kusdarini, M.

Hum

Setiati

Widihastuti, M.

Hum

Sri

Hartini, M.

Hum

JURUSAN PKn

&

H

FAKULTAS

TLMU SOSIAL

UNTVERSITAS

NEGERT

YOGYAKARTA

(2)

BAB

I

PENDAHULUAN

A.

Analisis

Sitasi

:

Anak

merupakan bagian

yang

sangat

penting dalam

kelangsu'rgan kehidupan suatu bangsa.

Di

dalam implementasinya, anak merupakan sumber daya manusia bagi

pembangunan

suatu

bangsa,

penentu masa depan

dan

penerus

generasi. Namun demikian

kita

sadari bahwa

kondisi

anak masih banyak yang memprihatinkan.

Hal

ini

dapat

dilihat

bal.rwa belum semua anak mempunyai akta kelahiran;

belum

setnna anak diasuh oleh orang

tua,

keluarga malrpun orang tua asuh atau

wali

dengan baik; masih

belum semua anak mendapatkan

pendidikal

yang memadai; masih

belum

semua analt

mempunyai kesehatan

optimal;

masih

belum

semua anak-anak

dalam

pengungsian,

daerah

konflik,

korban

bencana

alam,

anak-anak

korban

eksploatasi,

kelompok

minoritas

dan anak-anak yang berhadapan dengan

hukum

mendapatkan perlindungan

khusus.

Sebenarnya Pemerintah

Indonesia

sudah sejak tahun

2002

mengeluarkan

UU

No. 23

Tahun 2002

tenlang

Pellir.rdungar.r

Anak, dan

sudah sejak tahun

1979

ner.nbcrlakukan

UU No. 4

Tahun

1979 tentang Kesejahteraan Anak,

juga

pada tahnr-r

1979 telah memberlakukan tentang UU Peradilan Anak dan telah diperbaharuhi dengan

Undang-tLndang

Nomor 11

Tahun 2012

tentang

Sistem Peladilan Anak.

Namun

demikian

masih banyak anggota

masyarakat

yang

belum

memahami tentang Hukum

Kesejahteraar-r dan Perlindungan anak. Banyak diantara anggota masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban anak, kewajiban dan tanggung

jawab

atas I(esejahteraan

dan

Perliudungan

anak. Kedudukan

Anak,

Penyelenggalaan Keseiahteraan

dan

Perlindungan ar-rak, pendidikan anak, tanggung

jawab

orang tua dan keluarga telhadap anak clan t-ral-hal lain yang berkaitan dengan kese.iahteraan dan perligdungan ar]ak. Pada

hal

di

dalarr

pelaksanaan Kesejahteraar.r dar.r Perlindungan anak

(

KPA

)

diperlukan kerjasaira yang erat antara pemerintah, rnasyarakatdan keluarga.

Ketiga

korlrponen

ini

bertanggung .jar,vab

di

dalatn kegiatan peliindungan anak dikarenakal] scorang anak. di

sarnping utelupakan atnauah

datj

Alioh

SWT..iuga auak merupakan pelle rLlS keturuuan

dali

sebr-rah lielriarga dan juga seorang atrak adalah merupakan generaSi petlertts battgsa.

Referensi

Dokumen terkait

 Arnold & Fawcett (1975) mendefinisikan konsep nilai anak: dengan memiliki anak orang tua akan memperoleh hal-hal yang menguntungkan dan merugikan (nilai positif &

2.Menggali pengetahuan mahasiswa berkaitan dengan materi pokok 10 Ceramah interaktif, Tanya jawab Penyajian Inti 1.Menyampaikan materi mengenai fase-fase dalam siklus

Jikalau orang tua sudah memiliki anak dengan kelainan tumbuh kembag, tetap ada beberapa upaya penanganan sehingga dapat meminimalkan gangguan pada anak serta mencegah

menemukan bahwa keterlibatan orang tua tidak secara independen meningkatkan pembelajaran anak-anak, tetapi beberapa kegiatan keterlibatan yang dilakukan dapat mencegah masalah

Pada usia kurang lebih 2 tahun, anak menggunakan istilah yang berkaitan dengan gender seperti "anak laki-laki, anak perempuan, ayah, ibu,", dan cenderung.

perkembangan moral yang berkaitan dengan aturan tentang apa yang seharusnya dilakukannya dalam interaksinya dengan orang lain. • Pada usia pra sekolah ini, anak-anak mulai

Pada tahap diagnosis, peran orang tua yang utama adalah memberikan informasi yang paling akurat tentang perkembangan anak sejak konsepsi sampai anak diduga menderita

Dari gambaran kehidupan para para orang tua dan anak-anak mereka yang menjadi pengamen di jalan, bisa dilihat bahwa masing-masing keluarga menerapkan pola asuh