• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komitmen Pekerjaan dan Kinerja Guru BK di Bantul

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Komitmen Pekerjaan dan Kinerja Guru BK di Bantul"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KOMITMEN TERHADAP

PEKERJAAN DAN KINERJA

PEKERJAAN DAN KINERJA

(2)

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka

masalah-masalah yang dapat diidentifikasi antara lain :

masalah-masalah yang dapat diidentifikasi antara lain :

– Komitmen terhadap pekerjaan penting dalam keberhasilan

pelaksanaan tugas, tetapi banyak menjadi permasalahan bagi guru pembimbing.

– Terbatasnya jam masuk kelas bagi guru pembimbing menjadi kendala bagi guru pembimbing dalam melaksanakan program layanan.

– Kurangnya pemahaman siswa mengenai permasalahan psikologis sehingga kurang kesadaran untuk datang sendiri meminta bantuan kepada guru pembimbing

kepada guru pembimbing

– Masih adanya guru pembimbing yang berlatar belakang pendidikan bukan dari Bimbingan dan Konseling.

– Berbagai kendala dalam tugas sebagai guru pembimbing menyebabkan permasalahan komitmen terhadap pekerjaan. – Adanya masalah komitmen terhadap pekerjaan diasumsikan

(3)

Pembatasan Masalah

Penelitian ini hanya membatasi pada

Penelitian ini hanya membatasi pada

masalah tentang bagaimana deskripsi

komitmen terhadap pekerjaan dan

(4)

BAB II

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

Dalam penelitian ini akan berupaya

mengungkap bagaimana deskripsi komitmen

para guru pembimbing terhadap pekerjaan dan

kinerja mereka. Selanjutnya, penelitian ini juga

berupaya mengungkap bagaimana kaitan

komitmen pekerjaan ini dengan kinerja.

Masing-masing komponen komitmen

Masing-masing komponen komitmen

pekerjaan juga dilihat keterkaitannya dengan

kinerja, berikut dengan seberapa besar

(5)

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA

1. KINERJA

(6)

BAB IV

TUJUAN PENELITIAN

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Mendeskripsikan komitmen pekerjaan guru-guru pembimbingan

di Kabupaten Bantul

Mendeskripsikan kinerja guru pembimbing di Kabupaten Bantul

Mengetahui hubungan komitmen pekerjaan dengan kinerja guru

pembimbing di Kabupaten Bantul

Mengetahui hubungan masing-masing komponen komitmen

terhadap pekerjaan dengan kinerja guru pembimbing di

Mengetahui hubungan masing-masing komponen komitmen

terhadap pekerjaan dengan kinerja guru pembimbing di

(7)

BAB V

• METODE PENELITIAN

• Bertolak dari tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan • Bertolak dari tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan

kuantitatif dengan analisis statistik.

Identifikasi Variabel Penelitian

• 1. Variabel bebas : komitmen terhadap pekerjaan

• 2. Variabel tergantung : kinerja layanan bimbingan konseling

Definisi Operasional Variabel

• Dalam penelitian ini melibatkan variabel penelitian sebagai berikut : • 1. Kinerja layanan bimbingan konseling

• 2. Komitmen pekerjaan ••

Populasi dan Cara Pengambilan Sampel

• Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru-guru

(8)

Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Data yang harus dikumpulkan dalam penelitian

ini terdiri data identitas seseorang data dan

Data yang harus dikumpulkan dalam penelitian

ini terdiri data identitas seseorang data dan

data komitmen terhadap pekerjaan. Data-data

ini dikumpulkan dengan menggunakan

angket.

Angket dalam penelitian ini disajikan dalam

(9)

Instrumen Untuk Menjaring Data

Skala komitmen terhadap pekerjaan

Skala komitmen terhadap pekerjaan

terdiri dari tiga komponen yaitu komitmen

afektif, komitmen kalkulatif dan komitmen

normatif. Skala kinerja layanan

bimbingan konseling meliputi tiga

komponen yaitu perencanaan,

komponen yaitu perencanaan,

(10)

Instrumen Untuk Menjaring Data

Skala komitmen terhadap pekerjaan

Skala komitmen terhadap pekerjaan

terdiri dari tiga komponen yaitu

komitmen afektif, komitmen kalkulatif

dan komitmen normatif. Skala kinerja

layanan bimbingan konseling meliputi

tiga komponen yaitu perencanaan,

(11)
(12)
(13)
(14)

Referensi

Dokumen terkait

4.4 Terdapat kontribusi positif komitmen guru terhadap kinerja guru di SMA Negeri Kabupaten Grobogan (t = 7,223 dan p < 0,05), yang berarti semakin tinggi komitmen guru maka

Skripsi yang berjudul “ HUBUNGAN KONFLIK PEKERJAAN – KELUARGA, STRES, KOMITMEN ORGANISASIONAL, KINERJA DAN KEINGINAN UNTUK MENINGGALKAN ORGANISASI” ini digunakan sebagai

Pengembangan instrumen komitmen diri berupa angket yang mana semua butir pernyataannya masuk dalam aspek task commitment yang disampaikan oleh Renzulli yaitu

1) Bagian pertama adalah kuisioner tipe isian dengan bentuk closed form item yang memuat pertanyaan mengenai data demografi responden dan skala tingkat pengenalan

Argyris dalam Soetjipto dkk (2002) membagi komitmen menjadi dua bagian yaitu komitmen internal dan eksternal. Komitmen internal merupakan komitmen yang berasal dari

Teknik skala pengukuran dengan menggunakan skala Likert 1-5 (Sekaran, 2006), dimana guru sebagai responden diminta untuk menyatakan derajat kesetujuan dimulai dari jawaban

Hal ini dapat disebabkan karena petugas yang mempunyai tipe komitmen normatif atau komitmen kerja normatif menguasai pedoman pengendalian program kusta sehingga lebih mudah

Guru yang memiliki komitmen, akan menunjukkan sikap kerja yang penuh perhatian terhadap tugas dan tanggungjawabnya untuk melaksanakan tugas yang diberikan.. Fenomena