2/16/2012
1
SUBJEK; POPULASI; &
SAMPEL PENELITIAN
Setya Raharja
AP FIP UNY
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
SUBYEK PENELITIAN
Sumber data penelitian
Responden penelitian
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
POPULASI
Agregat yang terdiri dari semua
observasi yang menjadi minat
peneliti
Keseluruhan subyek penelitian
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
SAMPEL
Cuplikan dari populasi; wakil
populasi; contoh
Representatif:
–
menggambarkan karakteristik
populasi
–
Untuk generalisasi
inferensial
2/16/2012
2
POPULASI
SAMPEL 8
SAMPEL 3 SAMPEL dst.
SAMPEL 2
SAMPEL 7
SAMPEL 6 SAMPEL 1
SAMPEL 4 SAMPEL 5 SAMPEL 9
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
METODE PENARIKAN SAMPEL
(TEKNIK SAMPLING)
Proses penarikan sampel:
1. mendefinisikan populasi
karakteristik populasi
2. memilih/menentukan sampel
3. menaksir parameter populasi
berdasarkan pengetahuan yang
diperoleh & harga statistik sampel.
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
BERBAGAI TEKNIK
SAMPLING
1. Berpihak (
biased
)asal nemu (opportunistic/accidental sampling) menurut quota (quota sampling)
bertujuan (purposive sampling)
2. Tidak berpihak (
unbiased
)rambang sederhana (random sampling) rambang berstrata (stratified sampling) secara sistematik (systematic sampling) menurut daerah/wilayah (cluster sampling)
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
TEKNIK BIASED/TIDAK
ADIL/
NON-PROBABILITY
ASAL NEMU
(OPPORTUNISTIC/ACCIDENTAL
SAMPLING)
–Asal menemukan saja – mana yang ketemu, itulah sampelnya.
MENURUT QUOTA
(QUOTA SAMPLING)
–Sekedar memenuhi jumlah & cirinya, diperoleh asal nemu
BERTUJUAN
(PURPOSIVE SAMPLING)
–Berdasar penilaian subjektif peneliti
2/16/2012
3
TEKNIK UNBIASED/BERKEADILAN/PROBABILITY: RANDOM = RAMBANG = ACAK
RAMBANG SEDERHANA
(Random sampling)
–Anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel
RAMBANG BERSTRATA
(Stratified random
sampling)
–Proses pengambilan sampel dengan cara membagi suatu populasi ke dalam sejumlah strata
(subpopulasi)
–Kelebihan:
lebih efisien
kesalahan (eror) hanya dalam strata
pemilihan kasus setiap strata lebih tepat & proporsional SETYA RAHARJA AP FIP UNY
TEKNIK UNBIASED/BERKEDALAN/ PROBABILITY: RANDOM = RAMBANG = ACAK
SECARA SISTEMATIK
(Systematic sampling)
–Penarikan sampel dengan cara terstruktur, biasanya menurut kelipatan tertentu.
–Keuntungan:
hemat waktu kerja
dapat untuk memilih kasus setiap strata
BERDASARKAN DAERAH
(Cluster sampling)
–Pengambilan sampel menurut wilayah populasi. Sampel diambil dari masing-masing wilayah tsb.
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
BERAPA BESAR SAMPEL?
Makin besar sampel, makin baik !
Rumus untuk menentukan besar sampel (sederhana), dari Krejcie & Morgan (1970):
Dimana:
S = besar sampel N = besar populasi P = proporsi populasi kasus
d = 1,96 (derajat akusari dari kesalahan 5% (0,95)
X2 = harga Kai Kuadrat, db=1, (3,841 taraf signifikansi 95%/0,95).
Asumsi: Populasi homogen Random sampling
Besar populasi diketahui
(
1
)
(
1
)
)
1
(
2 2 2P
P
X
N
d
P
NP
X
S
SETYA RAHARJA AP FIP UNY
Kapan kita menggunakan sampel,
populasi, subjek penelitian?
Ketika kita akan mengumpulkan data,
Dengan
SAMPEL ……..?
Menggunakan
POPULASI ……?
Menggunakan
SUBJEK ……?
2/16/2012
4
UNIT ANALISIS
Perorangan
Kelompok
Lembaga/institusi