• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN KEBUTUHAN NU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN KEBUTUHAN NU"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN NUTRISI

DI SUSUN OLEH :

NAMA : APRILIA ARASYTINA RIZKI

NIM : P07120314003

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM

JURUSAN KEPERAWATAN

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan dan Asuhan Keperawatan ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing lahan dan pembimbing akademik

Hari :

Tanggal : Tahun :

Mengetahui :

(3)

I. LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN KEBUTUHAN NUTRISI

1. KONSEP DASAR NUTRISI A. PENGERTIAN

Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi reaksi dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. (Wartonah, 2010).

Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.

Jenis-jenis Nutrien : 1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon, hidrogen dan oksigen. Karbohidrat dibagi atas :

a) Karbohidrat sederhana (gula) ; bisa berupa monosakarida (molekul tunggal yang terdiri dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa). Juga bisa berupa disakarida (molekul ganda), contoh sukrosa (glukosa + fruktosa), maltosa (glukosa + glukosa), laktosa (glukosa + galaktosa).

b) Karbohidrat kompleks (amilum) adalah polisakarida karena disusun banyak molekul glukosa.

c) Serat adalah jenis karbohidrat yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, tidak dapat dicerna oleh tubuh dengan sedikit atau tidak menghasilkan kalori tetapi dapat meningkatkan volume feces.

2. Lemak

Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri atas gabungan gliserol dengan asam-asam lemak.

(4)

1) Sebagai sumber energi ; merupakan sumber energi yang dipadatkan dengan memberikan 9 kal/gr.

2) Ikut serta membangun jaringan tubuh. 3) Perlindungan.

4) Penyekatan/isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas dari tubuh.

5) Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan lambung dan mencegah timbul rasa lapar kembali segera setelah makan.

6) Vitamin larut dalam lemak. 3. Protein

Protein merupakan konstituen penting pada semua sel, jenis nutrien ini berupa struktur nutrien kompleks yang terdiri dari asam-asam amino. Protein akan dihidrolisis oleh enzim-enzim proteolitik. Untuk melepaskan asam-asam amino yang kemudian akan diserap oleh usus.

Fungsi protein :

a) Protein menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yang normal dan proses pengausan yang normal.

b) Protein menghasilkan jaringan baru.

c) Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru dengan fungsi khusus dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan haemoglobin.

d) Protein sebagai sumber energi. 4. Vitamin

Vitamin adalah bahan organic yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.

Ada 2 jenis vitamin :

a) Vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, K.

b) Vitamin larut air yaitu vitamin B dan C (tidak disimpan dalam tubuh jadi harus ada didalam diet setiap harinya).

5. Mineral dan Air

(5)

mineral. Tubuh tidak dapat mensintesis sehingga harus disediakan lewat makanan. Tiga fungsi mineral :

a) Konstituen tulang dan gigi ; contoh : calsium, magnesium, fosfor.

b) Pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan komposisi cairan tubuh ; contoh Na, Cl (ekstraseluler), K, Mg, P (intraseluler).

Bahan dasar enzim dan protein.

B. ETIOLOGI - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KEBUTUHAN NUTRISI

1) Fisiologis a. Intake nutien

2. Kemampuan mendapat dan mengolah makanan 3. Pengetahuan

4. Gangguan menelan

5. Perasaan tidak nyaman setelah makan 6. Anoreksia

7. Nausea dan vomitus

8. Intake kalori dan lemak yang berlebih b. Kemampuan mencerna nutrient

- Obstruksi saluran cerna - Malaborbsi nutrient - DM

c. Kebutuhan metabolisme - Pertumbuhan

- Stres

- Kondisi yang meningkatkan BMR (latihan,hipertyroid) - Kanker

2) Gaya hidup dan kebiasaan

Kebiasaan makan yang baik perlu diterapkan pada usia toddler 3) Kebudayaan dan kepercayaan

(6)

4) Sumber ekonomi

5) Obat dan interaksi nutrient 6) Gender

C. FISIOLOGI NUTRISI DAN METABOLISME

Tubuh memerlukan bahan bakar untuk menyediakan energi untuk fungsi organ dan pergerakan badan, untuk menyediakan material mentah, untuk fungsi enzim, pertumbuhan, penempatan kembali dan perbaikan sel. Metabolisme mengacu pada semua reaksi biokimia dalm tubuh. Proses metabolic dapat menjadi anabolic (membangun) atau katabolic (merusak). Energy adalah kekuatan untuk bekerja, manusia membutuhkan energy untuk terus menerus berhubungan dengan lingkungannya.

1) Pemasukan energy

Pemasukan energi merupakan energi yang dihasilkan selama oksidasi makanan. Makanan merupakan sumber utama energi manusia. Besarnya energi yang dihasilkan dengan satuan kalori. 1 kalori juga disebut 1 kalori besar ( K ) atau kkal adalah jumlah panas yang di butuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1 °c. 1 kkal = 1 K atau sama dengan 1000 kalori.

2) Pengeluaran energy

Pengeluaran energi adalah energi yang digunakan oleh tubuh untuk men- support jaringan dan fungsi-fungsi organ tubuh. Cadangan energi tubuh berbentuk senyawa phospat seperti ATP. Kebutuhan energi seseorang ditentukan oleh BMR dan aktivitas fisik.

3) Basal metabolisme rate (MBR)

Basal Metabolisme Rate adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat yaitu untuk kegiatan fungsi tubuh seperti pergerakan jantung, perbafasan, peristaltic usus, kegiatan kelenjar-kelenjar tubuh.

Makanan di dalam tubuh mengalami beberapa proses. Mulai dari pencernaan, absorbsi, metabolisme, dan penyimpanan hingga eliminasi.

a) Pencernaan

(7)

berubah secara kimia karena enzim dalam mulut tidak bereaksi dengan nutrisi ini. Makanan yang telah ditelan memasuki esopagus dan bergerak sepanjangnya dan dengan kontraksi otot seperti gelombang (peristaltik). Massa makanan yang berada pada kardiak spinkter, berlokasi pada pembukaan atas lambung, menyebabkan spinkter relaksasi dan memungkinkan makanan masuk lambung.

Di dalam lambung, pepsinogen di sekresikan dan diaktifkan oleh asam hidrokolik menjadi pepsin, enzim pemecah protein. Lambung juga mengeluarkan sejumlah kecil lipase dan amilase untuk mencerna lemak dan zat tepung secara berturut-turut. Lambung juga bertindak sebagai penyimpanan dan makanan menetap di dalam perut kira-kira 3 jam, dengan rentang dari 1-7 jam. Makanan meninggalkan lambung pada spinkter pilorik sebagai asam, massa cair yang disebut kimus. Kimus mengalir ke duodenum dan bercampur cepat dengan empedu, getah intestinal, sekresi pangkreas. Peristaltik terjadi terus menerus dalam usus kecil, mencampur sekresi dengan kimus.

b) Absorbsi

Usus kecil merupakan tempat penyerapan utama nutrien. Sepanjang daerah ini terdapat penonjolan seperti jari yang disebut vili, untuk meningkatkan area permukaan absorbsi. Nutrient diabsorbsi oleh difusi pasif dan osmosis, transport aktif, dan pinositosis.

c) Metabolisme

Nutrien diabsopsi dalam intestinal, termasuk air, yang ditransportasikan melalui system sirkulasi ke jaringan tubuh. Melalui perubahan kimia dari metabolisme, nutrien diubah ke jumlah substansi yang diperlukan oleh tubuh. Dua tipe dasar metabolisme adalah anabolisme dan katabolisme. Anabolisme merupakan produksi dari substansi kimia yang lebih kompleks dengan sintesis nutrient. Katabolisme merupakan pemecahan substansi kimia menjadi substansi yang lebih sederhana. d) Penyimpanan

(8)

keperluan energi tubuh melebihi persediaan energi dari nutrient yang dimakan, maka energi yang disimpan digunakan. Sebaliknya energi yang tidak digunakan harus disimpan terutama lemak.

D. NUTRISI ESENSIAL

Nutrisi dikatakan esensial bagi tubuh jika tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri sehingga harus dipenuhi dari sumber makanan seperti karbohidrat, protein, lemak dan berbagai vitamin dan mineral. Jadi, nutrisi esensial pentingagar tubuh dapat memproduksi nutrisi nonesensial.

1. Karbohidrat tersusun atas unsur C, H, O

Karbohidrat adalah kelompok nutrien yamh penting dalam susunan makanan. Fungsinya adalah sebagai sumber energi bagi tubuh. Senyawa ini mengandung unsur karbon, hidrogen dan oksigen yang dihasilkan oleh tanaman melalui proses fotosintesis. Ada beberapa jenis karbohidrat, tetapi secara umum kita dapat mengelompokkannya menjadi tiga berdasarkan ukuran molekulna, yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Ukuran molekul monosakarida lebih kecil dari pada disakarida. Sedangkan disakarida lebih kecil dari pada polisakarida. Dalam hal ini ukuran molekul polisakarida adalah yang paling besardan termasuk kedalam golongan senyawa nongula. Sedangkan monosakarida dan disakarida termasuk kedalam golongan senyawa gula.

2. Lemak tersusun atas unsur C, H, O.

(9)

beberapa trigliserida majemuk. Dengan demikian, lemak alami juga mengandungsejumlah asam lemak yang berbeda. Fungsi dari lemak adalah penyedia energi terbanyak dibandingkan karbohidrat dan protein, 1gram lemak bernilai 9,3 kalori, sebagai pelarut vitamin (A, D, E, dan K), sebagai insulator sehinga tubuh dapat mempertahankan suhu normal, serta sebagai pelindung organ-organ tubuh vital seperti bola mata dan ginjal.

3. Protein tersususn stas C, H, O, S, dan P.

Protein merupakan kelompok nutrien yang sangat penting bagi makhlik hidup. Senyawa ini dijumpai dalam sitoplasma semua sel hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Protein adalah substansi organik dengan kandungan unsur karbon, hidrogen dan oksigen yang mirip dengan karbohidrat dan lemak. Di samping itu, protein juga mengandung nitrogen dan beberapa diantaranya mengandung belerang dan fosfor. Tumbuhan dapat menyintesis protein dari bahan-bahan anorganik yang terdapat dialam. Kandungan karbondioksida di udara air tanah menyediakan suplai karbon, hidrogen dan oksigen yang penting untuk sintetis protein. Sedangkan suplai nitrogen diproeh dari tanah dalam bentuk senyawa anorganik, umumnya berupa nitrat dan nitrit. Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan (protein penting untuk pembentukan enzim, antibodi dan beberapa hormon), dan sebagai sumber energi (kelebihan protein dapat digunakan sebagai sumber energi, setiap 1 gram protein menyediakan 17 kj).

4. Vitamin

Vitamin adalah sekelompok senyawa organik komplek yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil agar tetap sehat. Vitamin pertama kali diperkenalkan pada tahun 1912 oleh Hopkins. Secara umum vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, dan K) dan vitamin larut air (vitamin C dan kelompok vitamin B).

5. Mineral

(10)

kebanyakan terdapat dalam bentuk garam-garam organik, seperti natrium klorida. Namun, beberapa mineral juga terdapat dalm bentuk senyawa organik, seperti sulfur dan fosfor. Sekitar 4% berat tubuh manusia tersusun atas unsur mineral, seperti kalsium dan fosfor, terdapat dalam jumlah yang relatif besar didalam sel tubuh. Mineral lain yang terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit dikenal dengan istilah unsur kelumit (trace element). Unsur mineral mempunyai beberapa fungsi didalam tubuh. Sebagai contoh kalsium, fosfor dan magnesium penting untuk penyusunan tulang dan gigi. Dari segi nutrisi, kalsium dan zat besi adalah unsur mineral yang paling penting karena terdapat dalam jumlah yang sedikit disusunan makanan. Sedangkan unsur kelumit yang terpenting bagi tubuh adalah iodin, sebab unsur ini dibutuhkan oleh kelenjar tyroid untuk embentukan tiroksin, yakni hormon yang berperan dalam pengaturan kecepatan oksidasi nutrien dalan sel tubuh.

E. MASALAH-MASALAH GANGGUAN NUTRISI 1. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat ketidakmampuan asupan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme.

Tanda klinis :

• Berat badan 10-20% dibawah normal • Tinggi badan dibawah ideal

• Lingkar kulit triseps lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar • Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot

• Adanya penurunan albumin serum • Adanya penurunan transferin Kemungkinan penyebab:

 Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat penyakit infeksi atau kanker.

• Disfagia karena adanya kelainan persarafan

(11)

2. Kelebihan nutrisi

Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang mempunyai resiko peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme secara berlebihan.

Tanda klinis :

• Berat badan lebih dari 10% berat ideal • Obesitas (lebih dari 20 % berat ideal)

• Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita • Adanya jumlah asupan berlebihan aktivitas menurun atau monoton. Kemungkinan penyebab :

• Perubahan pola makan

• Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman. 3. Obesitas

ObesitasObesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari 20% berat badan normal. Status nutrisinya adalah melebihi kebutuhan asupan kalori dan penurunan dalam penggunaan kalori.

4. Malnutrisi

Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala umumnya adalah berat badan rendah dengan asupan makanan yang cukup atau asupan kurang dari kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot dan penurunan energi, pucat pada kulit, membrane mukosa, konjungtiva dan lain-lain.

5. Diabetes mellitus

Diabetes Melitus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan metabolism karbohidrat akibat kekurangan insulin atau penggunaan karbohidrat secara berlebihan.

6. Hipertensi

(12)

7. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner merupakan gangguan nutrisi yang sering disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol darah dan merokok. Saat ini, penyakit jantung koroner sering dialami karena adanya perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat, obesitas dan lain-lain.

8. Kanker

Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh pengonsumsian lemak secara berlebihan.

F. PENATALAKSANAAN

 Penyuluhan masalah nutrisi pada pasien dan keluarga

 Penanganan focus pada penyebab masalah pola nutrisi

 Pemberian asupan nutrisi : Oral

 Kolaborasi : Pemasanan NGT dan Pemberian Nutrisi melalui NGT

 Pemberian obat pada penyebab masalah pola nutrisi

2. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN NUTRISI A. PENGKAJIAN

1. Status nutrisi seseorang dalam hal ini klien dengan gangguan status nutrisi dapat dikaji :

a. Data pasien / Data biomedis (biomedical data) pasien b. Pengukuran antropometik (antropometik measuremant) c. Riwayat penyakit, diet, dan penggunaan obat-obatan d. Tanda-tanda klinis status nutrisi (clinical sign) e. Pemeriksaan Fisik (head to toe)

f. Pemeriksaan laboratorium/biokimia Tujuan mengkaji kebutuhan nutrisi :

- Mengidentifikasi adanya defisiensi nutrisi dan pengaruh terhadap status kesehatan.

(13)

- Menilai keefektifan asuhan keperawatan terkait nutrisi dan kemungkinan untuk memodifikasi asuhan tersebut (Potter & Perry, 1992).

- Mengidentifikasi kondisi kelebihan nutrisi yang berisiko menyebabkan obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung, hipertensi.

- Mengidentifikasi kebutuhan nutrisi pasien (Barkauskas, 1994).

1) Kaji data pasien sampai kebutuhan Biopsikososial 2) Pengukuran Antropometik

a. Tinggi badan. Pengukuran tinggi badan pada individu dewasa dan balita dilakukan dalam posisi berdiri tanpa alas kaki, sedangkan pada bayi dilakukan dalam posisi berbaring.

b. Berat badan

- Alat serta skala ukur yang digunakan harus sama setiap kali menimbang. - Pasien ditimbang tanpa alas kaki.

- Pakaian diusahakan tidak tebal dan relatif sama beratnya setiap kali menimbang.

- Waktu penimbangan relatif sama, misalnya sebelum dan sesudah makan. c. Tebal lipatan kulit

- Anjuran klien untuk membuka baju guna mencegah kesalahan pada hasil pengukuran.

- Perhatikan selalu privasi dan rasa nyaman klien.

- Dalam pengukuran TSF utamakan lengan klien yang tidak dominan. - Pengukuran TSF dilakukan pada titik lengan atas, antara akromion dan

olekranon.

- Ketika pengukuran dilakukan, anjurkan klien untuk relaks. - Alat yang digunakan adalah kaliper

d. Lingkaran tubuh : umumnya area tubuh yang digunakan untuk pengukuran ini adalah kepala, dada dan otot bagian tengah lengan atas.

(14)

Pemeriksaan yang dilakukan pada klien merupakan penilaian kondisi fisik yang berhubungan dengan masalah malnutrisi. Prinsip pemeriksaan ini adalah head to toe yaitu dari kepala sampai ke kaki.

4) Pemeriksaan biokimia

Nilai umum yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah kadar total limfosit, albumin serum, zat besi, transferin serum, kreatinin, hemoglobin, hemotokrit, keseimbangan nitrogen dan tes antigen kulit (Barkaukas, 1995).

5) Tanda dan gejala klinis defisiensi nutrisi

Bagian tubuh Tanda klinis Kemungkinan kekurangan

Tanda umum Penurunan berat badan, lemah, lesu Rasa haus adanya dehidrasi

Pertumbuhan terhambat

-Kalori -Cairan -Vitamin A Rambut Kusut, kekuningan, kekurangan pigmen Protein Kulit Adanya radang pada kulit atau

dermatitis

Sedangkan pada bayi terjadi dermatosis adanya petechial hemorhagik Mata Fotofebia atau penglihatan ganda

Rabun senja

(15)

Anemia -Piridoksin dan zat besi Sistem saraf Kelainan mental

Kelainan saraf perifer

-Sianokobalamin 6) Riwayat Diet

Berikut ini adalah faktor yang menyebabkan gangguan nutrisi a. Riwayat diet

1. Gangguan pada fungsi mengunyah dan menelan 2. Asupan makanan tidak adekuat

3. Diet yang salah atau ketat

4. Kurangnya persediaan bahan makanan selama 10 hari atau lebih 5. Pemberian nutrisi melalui intravena selama 10 hari atau lebih 6. Tidak adekuatnya dana untuk penyediaan bahan makanan 7. Tidak adekuatnya fasilitas penyiapan bahan makanan 8. Tidak adekuatnya fasilitas penyimpanan bahan makanan 9. Ketidakmampuan fisik

10. Lansia yang tinggal dan makan sendiri b. Riwayat penyakit

1. Adanya riwayat berat badan berlebih atau berkurang 2. Penurunan berat badan dan tinggi badan

3. Mengalami penyakit tertentu

4. Riwayat pembedahan pada sistem gastrointestinal 5. Anoreksia

6. Mual dan muntah 7. Diare

8. Alkoholisme

9. Gangguan yang mengenai organ tertentu (kanker) 10. Disabilitas mental

11. Kehamilan remaja 12. Terapi radiasi

(16)

B. DIAGNOSA KEPERAWATA YANG MUNGKIN MUNCUL

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan :

 Penurunan asupan oral, ketidaknyamanan pada mulut, mual, muntah.

 Penurunan absorpsi nutrisi

 Muntah, anoreksia, gangguan digesti

 Depresi, stres, isolasi social

 Ketidakmampuan klien dalam mengelola rasa nyeri

Kriteria hasil :

- Klien akan mengonsumsi kebutuhan nutrisi harian sesuai dengan tingkat aktivitas dan kebutuhan metabolik.

- Klien mampu mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan penurunan nafsu makan

- Klien dapat merasa nyaman Indikator

 Menjelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat

 Mengidentifikasi kekurangan atau defisiensi dalam asupan sehari-hari

 Menyebutkan metode-metode untuk meningkatkan nafsu makan

2. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan :

 Perubahan pada indera pengecapan dan penciuman.

 Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi.

 Penurunan kebutuhan metabolisme.

 Kelebihan asupan nutrisi.

 Perubahan gaya hidup.

 Risiko peningkatan berat badan sebesar 12,5-15 kg selama kehamilan.

 Penurunan pola aktivitas, penurunan kebutuhan metabolik.

Kriteria hasil

(17)

-

Klien akan menjalani program diet sesuai dengan anjuran yang diberikan.

-

Klien mampu mengontrol jumlah kalori yang dikonsumsi. - Teridentifikasinya kebutuhan nutrisi dan berat badan terkontrol Indikator

- Menjelaskan alasan peningkatan asupan pada kondisi defisit pengecapan atau panciuman.

- Mendiskusikan kebutuhan nutrisi selama manjalani diet berhubungan dengan penyakit yang dialami

- Mendiskusikan pengaruh olah raga terhadap pengontrolan berat badan.

3. Ketidakseimbangan nutrisi : potensial lebih dari kebutuhan tubuh

Pada dasarnya diagnosis keperawatan ini mirip dengan risiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh. Diagnosis ini menggambarkan individu yang memiliki riwayat obesitas pada keluarga, yang juga memperlihatkan pola berat badan yang lebih tinggi serta individu yang pernah memiliki riwayat peningkatan berat badan yang berlebihan (misalnya, kehamilan sebalumnya). Sampai penelitian klinis membedakan diagnosis tersebut ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan (aktual atau risiko) atau risiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh untuk memberikan penyuluhan langsung guna mambantu klien dan keluarga mengidentifikasi pola diet yang tidak sehat.

C. INTERVENSI 1) Diagnosa 1

Intervensi umum Mandiri :

 Menjelaskan perlunya konsumsi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan cairan yang adekuat.

 Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menetapkan kebutuhan kalori harian dan jenis makanan yang sesuai dengan klien.

 Diskusikan bersama klien kemungkinan penyebab hilangnya nafsu makan.

(18)

 Tawarkan makanan dalam jumlah sedikit tetapi sering.

 Pada kondisi menurunnya nafsu makan, batasi asupan cairan saat makan dan hindari mengonsumsi cairan satu jam sebelum dan sesudah makan.

 Dorong dan bantu klien untuk menjaga kebersihan mulut yang baik.

 Atur agar posisi makanan tinggi kalori dan tinggi protein disajikan saat klien biasanya paling lapar.

 Lakukan langkah-langkah untuk meningkatkan nafsu makan :

 Tentukan makanan kesukaan klien dan atur agar makanan tersebut tersaji apabila memungkinkan.

 Hilangkan bau dan pemandangan yang tidak sedap dari area makan.

 Kontrol rasa nyeri dan mual sebelum makan.

 Anjurkan orang terdekat klien untuk membawa makanan yang diperbolehkan dari rumah apabila memungkinkan.

 Ciptakan lingkungan yang santai saat makan.

 Beri klien daftar materi nutrisi diet yang terdiri atas :

 Asupan tinggi karbohidrat kompleks dan serat.

 Pengurangan asupan gula, garam, kolesterol, lemak total dan lemak jenuh.

 Penggunaan alkohol hanya dalam jumlah sedang.

 Asupan kalori yang sesuai untuk mempertahankan berat badan ideal.

 Mengendalikan rasa nyeri yang berhubungan dengan penyakitbyang diderita:

 Mengajarkan teknik-teknik untuk mengurangi rasa nyeri

 Menjaga lingkungn tetap bersih guna meningkatkan kenyamanan pasien

 Mengkolaborasikan pemberian obat untuk menghilangkan rasa nyeri

Kolaborasi

- Pemberian nutrisi melalui enteral ( melalui NGT ) dan parenteral ( pemberian nutrisi berupa cairan infuse yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena)

(19)

 Kaji adanya faktor penyebab peningkatan berat badan, seperti penurunan indera

pembau dan perasa pengaruh medikasi, atau riwayat penambahan berat badan lebih dari 15 kg misalnya selama kehamilan, obesitas, kolesterol dll.

 Jelaskan pengaruh penurunan indera perasa dan pembau pada persepsi kenyang setelah makan. Anjurkan klien untuk mengevaluasi asupan berdasarkan penghitungan jumlah kalori, bukan perasaan kenyang.

 Jelaskan rasional peningkatan selera makan akibat penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya, steroid, androgen).

 Diskusikan tentang asupan nutrisi dan peningkatan berat badan selama kehamilan.

 Tingkatkan kesadaran klien mengenai berbagai tindakan yang bisa menyebabkan peningkatkan asupan makanan.

 Minta klien menuliskan seluruh makanan yang dikonsumsinya dalam 24 jam

terakhir.

 Instruksikan klien untuk membuat buku harian diet selama 1 minggu yang menjelaskan hal-hal berikut : jenis makanan, kapan, dimana, dan mengapa klien makan, serta kehadiran orang lain saat makan.

 Tinjau kembali buku harian diet untuk mengetahui pola makan klien yang mempengaruhi asupan makannya.

 Jelaskan rasional peningkatan selera makan akibat penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya, steroid, androgen).

 Ajarkan teknik-teknik modifikasi prilaku untuk mengurangi asupan kalori, seperti:

 Jangan makan pada saat melakukan kegiatan.

 Minum satu gelas air sesaat sebelum makan.

 Kurangi porsi makanan tambahan, makanan berlemak, makanan manis dan alkohol.

 Siapkan makanan dalam porsi kecil yang hanya cukup untuk satu kali makan dan buang sisanya.

 Makan dengan perlahan dan kunyah makanan hingga sempurna.

(20)

3) Diagnosa 3

Pada dasarnya diagnosis keperawatan ini mirip dengan risiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh. Diagnosis ini menggambarkan individu yang memiliki riwayat obesitas pada keluarga, yang juga memperlihatkan pola berat badan yang lebih tinggi serta individu yang pernah memiliki riwayat peningkatan berat badan yang berlebihan (misalnya, kehamilan sebalumnya). Sampai penelitian klinis membedakan diagnosis tersebut ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan (aktual atau risiko) atau risiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh untuk memberikan penyuluhan langsung guna mambantu klien dan keluarga mengidentifikasi pola diet yang tidak sehat.

D. IMPLEMENTASI

Tindakan keperawatan disesuikan dengan intervensi

E. EVALUASI

Asuhan keperawatan yang kita berikan dikatakan berhasil bila:

1. Klien mampu mengatasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diet. 2. Klien mampu mengontrol pola makan.

3. Klien merasa nyaman saat makan.

(21)

Nanda 2005-2006. 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan. Jakarta : Prima Medika.

Syaifudin.2006.Anatomi Fisiologi untuk mahasiswa keperawatan.Jakarta: EGC

Dedi.2011.Pendahuluan Gangguan Pemenuhan. http://they-de.blogspot.com. Diakses pada tanggal 15 Juni 2013.

Alchusaini, Alfrizal. 2013. laporan Pendahuluan Gangguan Pola Nutrisi.

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya hubungan relasional tersebut dapat menjadi acuan bagi penulis untuk memperkaya wawasan dan standarisasi kosa kata terkait dengan faktor-faktor pemicu keselarasan

Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arfandi (2013) yang menyatakan ada hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan perawatan diri

Dalam bab ini penulis akan menganalisis dan membahas Analisis Klausula Baku Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah Di Perumahan Wijaya KusumMenurut

Jadi bukalah rekening tabungan atau rekening Koran segera Kemudian kalau anda punya uang ya, di buat aktif, jika anda tidak punya uang yang bisa menyiasatinya kerja sama dengan

Autosplitting is another variation on the AUTOLOAD technique, but I haven’t seen it used as much as it used to be. Instead of defining subroutines dynamically, AutoSplit takes..

Teknik analisis data menggunakan pendekatan frontier non-parametrik, dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) adapun alat yang digunakan yaitu dengan

Peserta didik mempunyai kemampuan yang baik dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis cara mengetik dengan tepat serta cara. mengoperasikan dan cara kerja microsoft

sebuah konsep komunikasi (Deri dan Prabawa, 2014). J-Project belum memiliki tagline yang dapat membantu membangun kesadaran merek perusahaan tersebut. Tagline yang