Identifikasi Gulma Resisten Herbisida Paraquat Pada Lahanjagung Di Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo
Teks penuh
Dokumen terkait
KESIMPULAN Dari hasil dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dosis yang efektif dan efisien untuk mengendalikan gulma pada tanaman jagung adalah kombinasi
Pada uji penapisan, paraquat dengan dosis 150 g/ha diaplikasikan terhadap populasi gulma untuk menentukan biotip resisten dan sensitif.Tahap ini menggunakan rancangan acak
Distribusi dan Karakterisasi Populasi Sintrong (Crassocephalum crepidioides. Benth) Gulma Resisten Parakuat pada Lahan Tanaman Jagung (Zea mays) di Kabupaten Dairi, dibimbing oleh
Distribusi dan Karakterisasi Populasi Sintrong ( Crassocephalum crepidioides. Benth) Gulma Resisten Parakuat pada Lahan Tanaman Jagung ( Zea mays ) di Kabupaten Dairi, dibimbing oleh
Kerugian yang akan timbul jika suatu jenis gulma resisten terahadap herbisida tertentu antara lain adalah: jumlah herbisida alternatif di lapangan berkurang, herbisida yang
Dari Tabel 7 menunjukan bahwa bobot kering gulma total pada perlakuan herbisida paraquat diklorida 276 g/l pada pengamatan 12 minggu setelah aplikasi pada semua
Petani lahan jagung di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang meliputi Kabupaten, Kecamatan, Desa dapat di lihat di (Tabel.1) harus memahami manajemen resisten
Perlakuan herbisida yang dapat menekan pertumbuhan gulma adalah perlakuan paraquat diklorida 283 g/l dengan dosis 2.5, 3.0 l/ha hingga minggu 12 MSA, tetapi perlakuan tersebut