Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi
Berprestasi terhadap Kinerja Guru di SMK N. 3 Salatiga
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistika Inferensial
Dosen Pengampu:
Prof. Slameto, M. Pd.
Dr. Bambang Ismano, M. Si.
Oleh:
Yuliana Tamu Ina N.
(942016034
)
Magister Manajemen Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Kata Pengantar
Syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan
penyertaannya sehingga dapat disusun jurnal pendidikan ini yang berjudul
“Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Moivasi Berprestasi terhadap
Kinerja Guru di SMK N. 3 Salatiga
”.
Pra Proposal Evaluasi ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Statistika Inferensial di program studi Magister Manajemen Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
Jurnal ini dapat disusun atas bantuan berbagai pihak. Maka diucapkan
terimakasih kepada:
1.
Bapak Prof. Slameto, M. Pd., Dr. Bambang Ismanto, M. Si., Dr.
Bambang Suteng Sulasmono, M. Si., sebagai dosen mata kuliah
Statistika Inferensial yang telah mengajar, membimbing dan memberikan
kepercayaan kepada penulis untuk menyusun jurnal ini.
2.
Rekan-rekan MMP UKSW Kelas D angkatan 2016 yang selalu
mendukung dan memberikan semangat.
Demikian jurnl ini disusun, masih terdapat banyak kekurangan sehingga
kritik yang membangun diterima oleh penulis dengan senang hati.
Salatiga, Desember 2016
Daftar Isi
Halaman Judul
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi... ii
Abstrak ... 1
Pendahuluan ... 1
Kajian Pustaka ... 3
Kepemimpinan ... 3
Motivasi Berprestasi ... 4
Metodologi Penelitian ... 5
Hasil dan Pembahasan ... 5
Kesimpulan ... 12
Saran ... 12
Daftar Pustaka
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi terhadap Kinerja Guru di SMK Negeri 3 Salatiga
Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Magister Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Kristen Satya Wacana
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motiasi berprstasi dan secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMK Negeri 3 Salatiga. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh guru di SMK N. 3. Sampel penelitian adalah 30 orang guru menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan dengan berbantu software SPSS (Statistical Program Smart Solution) Ver.22.0 For Windows. Pendekatan yang dilakukan mengunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dengan kinerja guru karna sebesar 40,8%. Motivasi berprestasi menunjukkan hasil yang sejalan yaitu berpengaruh positif sebesar 2,3 % dengan kinerja guru, walaupun dengan tingkatan yang rendah. Sedangkan secara bersama-sama antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi berpengaruh positif terhadap kinerja guru di SMK N. 3 Salatiga yaitu sebesar 48,6%. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja guru di SMK N. 3 Salatiga. Rekomendasi dari hasil penelitian ini yaitu (1) agar kepala sekolah SMK N. 3 sebagai pemimpin organisasi sekolah dapat mempertahankan kepemimpinan saat ini sehingga dapat meningkatkan kinerja guru. (2) guru di SMK N. 3 harus meningkatkan motivasi berprestasinya agar dapat meningkatkan kinerja secara khusus dan mutu pendidikan secara umum.
Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, kinerja guru.
Pendahuluan
Organisasi yang baik dalam lembaga secara umum terutama lembaga pendidikan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya seorang pemimpin. Salah satu bagian dalam lembaga pendidikan di SMK Negeri 3 Salatiga yang di pimpin oleh Kepala Sekolah. Kepala sekolah mempunyai peranan penting dalam setiap aktivitas yang terjadi di sekolah, baik mengatur aktivitas dan proses belajar mengajar maupun dalam hal tanggungjawab pelaksanaan peraturan dan tata tertib yang harus dilakukan oleh siswa maupun guru. Sehingga bagaiman cara Kepala sekolah memimpin bawahannya berpengaruh terhadap guru, siswa, dan karyawan di lingkungan SMK Negeri 3 Salatiga.
memiliki dasar kepemimpinan yang kuat. Sedangkan Wahjosumidjo (2002:83) mengatakan bahwa Kepala sekolah adalah tenaga fungsional guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah dapat diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dan terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Untuk itu ,setiap kepala sekolah harus memahami kunci sukses kepemimpinannya, yang mencakup: pentingnya kepala sekolah, indikator kepemimpinan kepala sekolah efektif, sepuluh kunci sukses kepemimpinan kepala sekolah, modal kepemimpinan kepala sekolah yang ideal, masa depan kepemimpinan kepala sekolah, harapan guru terhadap kepala sekolah
dan etika kepemimpinan kepala sekolah. Dimensi - dimensi tersebut harus dimiliki, dan menyatu pada setiap pribadi kepala sekolah agar mampu melaksanakan manajemen dan
kepemimpinan secara efektif, efisien, mandiri, produktif, dan akuntabel.
Sadili Samsudin (2006:287) Kepemimpinan pendidikan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalm situasi yang konduktif . Dalam hal ini, perilaku kepala sekolah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan perlu dipertimbangkan terhadap para guru, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok dengan memberikan motivasi yang positif sehingga dapat mendorong, mengarahkan, dan memotivasi seluruh warga sekolahan untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah.
Seorang pemimpin harus memiliki potensi pribadi ( memiliki integritas yang tinggi, visi yang jelas, intelegensi yang tinggi, kreatif dan inovatif, tidak mudah puas, fleksibel dan memiliki kematangan jiwa, sehat jasmani rohani, memiliki kompetensi kepemimpinan ( memiliki ketrampilan berkomunikasi, mampu berorganisasi, mampu memotivasi orang lain, mampu untuk mengelola konflik, mampu memimpin tim kerja, mampu mengendalikan stress), dan berkompetisi beorganisasi ( mampu mengembangkan organisasi, memiliki keterampilan operasional, memiliki sesadaran biaya yang tinggi, wibawa dan karismatik, mempunyai idealisme dan cinta tanah air), memiliki kemampuan menajemen strategic, paham aspek makro dan mikro, mampu meraih peluang, mampu mengadakan pengkaderan). Mulyasa
bagaimana cara kepala sekolah memimpin Sekolah sangat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan terutama dalam proses belajar mengajar baik untuk siswa maupun guru. Cara Kepala Sekolah memimpin dapat dilihat dari bagaimana Kepemimpinan yang dimiliki. Guru akan mengajar dengan optimal jika Kepala Sekolah membimbing dan memotivasi guru agar dapat melaksanakan tugas- tugas administrasinya dengan baik dan penuh tanggungjawab. Selain itu Kepala Sekolah juga harus menjadi contoh yang baik bagi siswanya, misalnya saja dengan mematuhi peraturan Sekolah yang sudah ada sehingga contoh yang baik itu dapat juga dijadikan teladan yang baik oleh Guru dan siswanya.
Guru merupakan ujung tombak pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005). Berdasarkan Perpu tersebut guru memilliki
peran penting dalam keberhasilan peserta didik. Secara langsung keberhasilan peserta didik mempengaruhi mutu pendidikan. Oleh karena itu, agar dapat mempengaruhi keberhasilan peserta didik, seorang guru terlebih dahulu memperbaiki kualitas dirinya agar semakin profesional. Dengan demikian seorang guru dituntut untuk memiliki kinerja yang maksimal agar dapat menjawab tuntutan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional secara umum dan mutu sekolah secara khusus.
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: 1) Mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMK N. 3 Salatiga. 2) Mengertahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap kinerja guru di SMK N. 3 Salatiga. 3) Mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap kinerja guru di SMK N. 3 Salatiga.
Kajian Pustaka
Kepemimpinan
Hal kepemimpinan telah muncul bersamaan dengan dimulainya sejarah manusia, yaitu sejak manusia menyadari pentingnya hidup berkelompok untuk mencapai tujuan bersama. Mereka membutuhkan seseorang atau beberapa orang yang mempunyai kelebihan – kelebihan daripada yang lain, terlepas dalam bentuk apa kelompok manusia tersebut dibentuk. Hal ini tidak dapat di pungkiri karena manusia selalu mempunyai keterbatasan dan kelebihan – kelebihan tertentu (Astohar, 2012)
memimpin dengan pihak yang dipimpin. Ada pula yang mengartikan “ kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab total terhadap usaha mencapai atau melampaui tujuan organisasi (Geotsch dan Davis, 1994). Sedangkan Thoha (2006) merumuskan bahwa kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku
manusia baik perorangan maupun kelompok”.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi bawahan agar terbentuk kerjasama didalam kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Sehingga ketika orang – orang menjadi
pengikut atau bawahan dapat dipengaruhi oleh kekuatan kepemimpinan yang dimiliki oleh atasan maka mereka akan mau mengikuti kehendak pimpinannya dengan sadar, rela dan sepenuh hati.
Kemampuan mempengaruhi orang lain disebut kepemimpinan (Wahjosumidjo, 1985).
Artinya seorang pemimpin harus membawa pengaruh yang positif kepada pengikutnya. Dalam dunia pendidikan, seorang kepala sekolah harus mampu mempengaruhi guru-guru bahkan warga sekolah untuk melakukan tugas sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing yang dapat meningkatkan mutu sekolah secara khusus dan mutu pendidikan nasional secara umum.
Motivasi berprestasi
Motivasi berprestasi yaitu dorongan untuk mencapai keberhasilan dalam berkompetisi dengan seperangkat standar prestasi menurut Mc Clelland (Wijono, 2010). Mc Clelland mengelompokkan tiga motif setiap orang yaitu: berprestasi, affiliasi dan berkuasa. 1). Motif Berprestasi, seseorang yang mengerjakan sesuatu dengan gigih dan resiko pekerjaannya adalah moderat, maka dia akan bekerja lebih bertanggungjawab dan memperoleh umpan balik atas hasil prestasinya. Motif berprestasi ini mengarah terhadap kepentingan masa depan dibandingkan masa lalu atau masa kini dan individu akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi kegagalan karena dirinya dapat memperkirakan situasi yang akan datang untuk memperoleh prestasi yang lebih baik dalam bekerja. 2). Motif Affiliasi, pada dasarnya
memperhatikan apakah ia disukai dan diterima dan juga sensitif sebagai isyarat yang mengidentifikasikan penolakan dan penerimaan dari orang lain. Individu ini akan menemukan kenyamanan yang luar biasa di dalam interaksi sosial dan rekan kerja. 3). Motif Kekuasaan, seseorang yang memiliki kebutuhan kekuasaan memiliki keinginan yang besar untuk mempengaruhi orang lain, dia juga mendapat kepuasan yang besar pada saat mempengaruhi orang lain. Di dalam setiap kelompok, individu juga keinginan untuk memberi pengarahan kepada orang lain. Motivasi atau dorongan untuk beprestasi ini sangat menentukan bagi tercapainya sesuatu tujuan, maka manusia harus dapat menumbuhkan
motivasi berprestasi setinggi-tingginya. Pengertian motivasi erat kaitannya dengan timbulnya suatu kecenderungan untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan.
Metode Penelitian
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK N. 3 Salatiga. Populasinya yaitu seluruh guru di SMK N. 3 Salatiga. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh sebanya 30 orang guru. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer. Sumber data diperoleh yaitu dengan menggunakan kuesioner.
Hasil dan Pembahasan
Sebelum menganlisis data mengunakan uji regresi, sebelumnya data harus memenuhi syarat melalui uji asumsi. Terdapat lima uji asumsi yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji autokorelasi, uji multikrelasi dan uji heteroskedastistas.
1. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 30
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 9,40489455
Most Extreme Differences Absolute ,085
Positive ,085
Negative -,060
Test Statistic ,085
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Berdasarkan tabel hasil uji normalitas menggunakan one sampe kolmogorov Smirnov dapat diketahui nilai sig. Sebesar 0,200. Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka data berdistribusi normal. Pada hasil pengujian diatas, nilai signifikansi 0,05 < 0,200 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
Within Groups 1159,16
7 13 89,167
Total 4993,50
0 29
Berdasarkan tabel diatas maka diketahui nilai F sebesar 2,780 dengan sig 0,05%. Jika sig. > 0,05 maka variabel kepemimpinan dan kinerja bersifat linear.
3. Uji Autokorelasi
Berdasarkan hasil uji autokorelasi, diperoleh tabel model summary diatas. Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa nilai Durbin Watson 1,887. Sehingga data tidak terjadi autokorelasi.
5. Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta
1 (Constant) 18,011 9,810 1,836 ,077
Kepemimpinan -,119 ,061 -,355 -1,941 ,063
Motivasi_Berprestasi ,004 ,081 ,010 ,053 ,958
a. Dependent Variable: absres
Berdasarkan tabel coefisien diatas maka diketahui nilai signifikansi secara berturut-turut yaitu 0,077, 0,063 dan 0,985. Berdasarkan nilai signifikansi tersebut yang bernilai positif, maka diterima.
Berdasarkan hasil uji asumsi diatas, kelima uji tersebut menunjukan bahwa data telah memenuhi uji asumsi. Karena data memenuhi ke lima uji asumsi maka dapat dilanjutkan dengan uji selanjutnya yaitu uju regresi.
Uji Regresi
a. Kepemimpinan dengan Kinerja
ANOVAa
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2037,050 1 2037,050 19,293 ,000b
Residual 2956,450 28 105,588
Total 4993,500 29
a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Kepemimpinan
Coefficientsa disimpulkan bahwa setiap perubahan kepemimpinan 1 satuan, maka kinerja berubah sebanyak 0,556.
Koefisien determinasi diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua variable bebas dalam menjelaskan varians dari variabel terikatnya Riduan (2010:
224). Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui nilai �2 adalah sebesar 0,486. Sehingga nilai R Square dikalikan dengan 100% maka , 8 x % = ,86% .
Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru sebessar 40,8%. Berarti ada 59,2% varians variabel terikat yang dijelaskan oleh faktor lain.
a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Motivasi_Berprestasi
Berdasarkan tabel diatas, maka diketahui nilai F sebesar 0,669. Jika nilai F > daripada 0,05 maka variabel independent mempengaruhi variabel dependent menurut Riduwan (2010: 220). Karena nilai F 0,669 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja guru.
Coefficientsa disimpulkan bahwa setiap perubahan motivasi berprestasi 1 satuan, maka kinerja berubah sebanyak 0,177.
Koefisien determinasi diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua variable bebas dalam menjelaskan varians dari variabel terikatnya. Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui nilai �2 adalah sebesar 0,023. Sehingga nilai R Square
c. Secara bersama Kepemimpinan dan Motivasi Berprestasi dengan Kinerja
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 2428,391 2 1214,195 12,780 ,000b
Residual 2565,109 27 95,004
Total 4993,500 29
a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Motivasi_Berprestasi, Kepemimpinan
Berdasarkan tabel diatas, maka diketahui nilai F sebesar 12,780. Jika nilai F > daripada 0,05 maka variabel independent mempengaruhi variabel dependent menurut Riduwan (2010: 220). Karena nilai F 12,780 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta
1 (Constant) 9,912 19,581 ,506 ,617
Kepemimpinan ,604 ,122 ,693 4,933 ,000
Motivasi_Berprestasi ,330 ,163 ,285 2,030 ,052
a. Dependent Variable: Kinerja
Y = A + B X1 + B X2 A= 9,912
B = 0,604 X1 B = 0,330 X2
Y = 77,031 + 0,604 X1 + 0,330 X2
Setiap perubahan 1 satuan pada x1 maka berpengaruh sebanyak 0,604 dan
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
1 ,697a ,486 ,448 9,747
a. Predictors: (Constant), Motivasi_Berprestasi, Kepemimpinan
Koefisien determinasi diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua variable bebas dalam menjelaskan varians dari variabel terikatnya. Berdasarkan tabel
diatas, dapat diketahui nilai �2 adalah sebesar 0,486. Sehingga nilai R Square dikalikan dengan 100% maka , 86 x % = 8,6%. Dari hasil perhitungan
tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berpreastasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebessar 48,6%. Berarti ada 51,4% varians variabel terikat yang dijelaskan oleh faktor lain.
Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, kajian pustaka dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap kinerja guru di SMK N. 3 Salatiga sebesar 40,8%. Selain kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi guru juga berpengaruh sebesar 2,3% terhadap kinerja guru di SMK N. 3 Salatiga meskipun tidak dalam pengaruh yang besar. Secara bersama-sama, baik kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru berpengaruh sebesar 48,6% terhadap kinerja guru.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Astohar. 2012. Kepemimpinan Pelayan sebaggai gaya kepemimpinan untuk kemajuan organisasi. STIE Totalwin Semarang: jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan
Goetsch, Davis. 1994. Introduction to Total Quality. Englewood Cliffs, Prentice-Hall Internasional, Inc
Kartini, Kartono. 2005. Pemimpin dan kepemimpinan apakah pemimpin abnormal itu?. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Mulyasa, H. E. 2012. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara
Nawawi, H Hadari. 2003. Manajemen dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Liberty
Riduwan. 2010. Belajar Mudah Penelitian. Bandung : Alfabeta
Purwanto. 2007. Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan. Surabaya: Pustaka Pelajar
Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta
Thoha, Miftah. 2006. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Raja Grafindo Persada
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 Dul Hadi 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 55 2 M. Hafip 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 113 3 Novi Widi Atmaja 5 2 4 1 2 1 3 2 3 2 3 3 4 3 2 5 3 1 5 5 5 2 2 2 2 2 5 4 2 5 90 4 Uswatun Khasanah 4 3 4 2 3 3 4 2 4 2 2 3 4 3 2 4 3 1 4 4 3 2 1 3 2 2 3 3 2 4 86 5 Anggit 5 4 5 1 1 1 5 1 5 1 1 1 5 1 1 5 3 1 5 5 5 1 1 1 1 1 5 5 1 5 83 6 Sulistyo 5 2 4 2 2 2 4 3 4 2 3 3 2 3 2 4 3 2 4 4 3 2 2 3 2 3 4 3 2 5 89 7 Anton N. 4 2 4 1 2 1 4 2 4 2 4 4 4 4 2 3 2 4 4 4 3 2 2 2 4 4 4 1 4 87 8 Hery Winarmo 4 2 5 1 2 1 4 2 4 4 4 4 4 2 4 3 2 4 4 4 3 2 2 2 4 4 4 1 4 90 9 Angga A. W. 4 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 4 5 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 94 10 Hasan Habib Nur W. 3 2 4 2 3 3 3 2 5 1 3 1 5 2 1 5 5 1 5 5 2 2 1 2 1 2 4 4 1 5 85 11 Ngizatun 4 3 4 1 3 3 4 4 4 3 3 2 4 3 1 5 3 2 3 4 3 1 1 2 1 3 4 3 1 3 85 12 Daniel adi Prabowo 4 4 4 1 3 1 4 1 4 1 3 1 4 1 1 4 3 1 4 4 4 2 1 2 1 3 4 1 5 76 13 Devy Listyowati 4 3 4 2 3 2 4 2 4 1 2 5 3 1 4 2 1 5 4 4 2 1 2 1 2 4 3 1 4 80 14 P. H. 3 3 5 3 4 3 4 2 2 2 3 3 5 3 2 4 3 1 4 5 3 1 1 3 1 3 5 3 1 5 90 15 Achiruddin Pasila 3 3 5 2 3 2 4 2 2 2 3 3 5 3 2 4 3 1 4 5 3 1 1 3 1 3 5 3 1 5 87 16 Anis Fadilah 3 1 4 2 1 1 4 1 4 1 1 1 4 1 1 4 1 1 4 4 3 1 1 2 3 3 4 3 1 4 69 17 Puji Hijayanti 4 3 4 2 3 2 4 2 4 2 3 3 4 3 2 3 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 2 4 95 18 Djaru Purnomo 4 3 4 2 3 2 4 2 4 2 3 3 4 3 2 3 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 2 4 95 19 a 2 2 5 1 3 3 4 1 5 1 4 1 5 4 1 5 4 1 5 5 4 1 1 1 1 1 2 2 1 2 78 20 b 2 2 5 1 2 2 4 1 5 1 4 1 5 4 1 5 4 1 5 5 4 1 1 1 1 4 2 4 2 4 84 21 c 4 3 4 2 2 2 5 2 4 2 4 4 4 2 4 2 2 2 2 4 4 4 2 2 2 4 2 4 2 4 90 22 d 4 3 4 1 2 2 4 1 4 1 4 4 4 4 2 4 2 2 4 4 4 2 2 2 2 4 2 4 2 4 88 23 e 3 1 4 2 1 1 4 1 4 1 1 1 4 1 1 4 1 1 4 4 3 1 1 2 3 3 4 3 1 4 69 24 f 4 3 4 2 3 2 4 2 4 2 3 3 4 3 2 3 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 4 2 2 4 95 25 g 3 3 5 3 4 3 4 2 2 2 3 3 5 3 2 4 3 1 4 5 3 1 1 3 1 3 5 3 1 5 90 26 h 4 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 4 5 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 94 27 i 4 3 4 2 2 2 5 2 4 2 4 4 4 2 4 2 2 2 2 4 4 4 2 2 2 4 2 4 2 4 90 28 j 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 113 29 k 4 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 2 4 5 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 94 30 l 5 3 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 2 3 2 4 3 2 4 4 3 2 2 3 2 3 4 3 2 5 93
Data Mentah Motivasi Berprestasi