• Tidak ada hasil yang ditemukan

Neraca Massa dan Energi ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Neraca Massa dan Energi ppt"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

NERACA MASSA DAN PANAS

MODUL II

NERACA MASSA DENGAN REAKSI KIMIA

Oleh :

IRMAWATI SYAHRIR

JURUSAN TEKNIK KIMIA

(2)

Persamaan neraca massa untuk reaksi

kimia

memberikan

hubungan

kuantitatif diantara reaktan dan

hasil.

Ingat :

Dalam proses industri:

- reaktan biasanya tidak murni.

-Kadang2 salah satu reaktan harus

berlebihan,

-reaksi tidak sempurna seperti yang

(3)

Alat prosesnya diindustri kimia disebut

Reaktor.

Reaksi pembakaran dapur pembakaran

Proses fermentasi Fermentor

Perhitungan neraca massa reaktor melibatkan

stokiometri reaksi.

Berlaku :

(4)
(5)

Perumusan neraca massa reaktor :

Neraca massa total F + M = P

……….(1)

Neraca massa komponen :

- Komp.A : F.XAF + M.XAM – Massa A yang bereaksi = P.XAP ………(2)

- Komp.B : F.XBF + M.XBM – Massa B yang bereaksi = P.XBP ………(3)

- Komp.C : F.XCF + M.XCM + Massa C hasil reaksi = P.XCP ………(4)

- Komp.D : F.XDF + M.XDM + Massa D hasil reaksi = P.XDP ………(5)

- Massa komponen yang bereaksi dan hasil reaksi dapat dihitung dari stokiometri reaksi.

- Perhatikan :

(6)

Reaksi berlangsung sempurna dan konversi 100%

maka reaktan akan habis bereaksi dan tidak akan

muncul dialiran keluar.

Konversi < 100%, maka reaktan akan bersisa dan

akan ikut keluar pada aliran produk.

Ada hasil reaksi yang mula-mula sudah terdapat

(7)

Istilah-istilah :

1. Reaksi pembakaran : Reaksi dimana zat yang dibakar direaksikan dengan O2.

Untuk senyawa karbon:

bila terjadi pembakaran sempurna selalu menghasilkan CO2 dan H2O.

Pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan CO dan H2O.

2. Udara : campuran gas yang terdiri N2= 79% mol dan O2= 21% mol.

Umumnya reaksi pembakaran, suplai O2 diambilkan dari udara yang di buat berlebih.

Udara teoritis : Jumlah udara atau oksigen yang dibutuhkan

untuk dibawa kedalam proses untuk pembakaran sempurna (udara yang dibutuhkan).

(8)

• Pada kasus : udara yang dimasukkan berlebih, maka perhitungan untuk mencari banyaknya udara yang masuk berdasarkan kebutuhan O2 untuk membakar zat secara sempurna (O2 masuk berdasarkan reaksi sempurna).

% kelebihan udara : 100x O2 memasuki proses – O2 yang dibutuhkan

O2 yang dibutuhkan

(9)

3. Limiting reaktan :

- reaktan yang habis bereaksi terlebih dahulu.

- reaktan yang menjadi dasar perhitungan dalam stokiometri reaksi

- cara menentukannya : cari reaktan yang mempunyai nilai (mol/ koefisien) terkecil.

4. Gas pipa atau cerobong (flue or stack gas) : semua gas yang dihasilkan dari sebuah proses pembakaran termasuk uap air,

basis basah

5.Analisa Orsat atau basis kering (orsat analysis or dry basis) :

(10)

Contoh

20 mol CH4 dibakar pada dapur pembakaran dengan udara berlebih 10%. Hitunglah berapa udara yang dimasukkan ke dalam reaktor tersebut.

Penyelesaian :

Reaksi : CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O

Secara stokiometri : banyaknya O2 yang dibutuhkan = 2 X mol CH4 , karena koefisien O2 adalah 2X koefisien CH4.

(11)

Jika dianggap CH4 habis bereaksi dan reaksinya sempurna,

maka :

O2 untuk pembakaran sempurna : 2/1 x 20 mol = 40 mol • Dan karena O2 yang masuk berlebih 10%, maka

O2 yang yang masuk reaktor = (100% + 10%) x 40 mol = 44 mol Berdasarkan komposisi O2 di udara, bisa dihitung

udara yang masuk reaktor = (100% / 21%) x 44 mol = 209,5 mol

Referensi

Dokumen terkait

Berikut adalah Makalah Perancangan Pabrik yang memuat pembuatan diagram PFD, BFD, Perhitungan Neraca Massa dan Energi dalam implementasi pada produk Agroindustri Teh

Setelah dilakukan evaporasi, Kosentrasi yang keluar diharapkanmencapai 62%.Dari perhitungan neraca massa dan energi pada sistem Quadruple effect evaporator yang dilakukan dengan metode