• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi dan Islam Investasi emas dalam I (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ekonomi dan Islam Investasi emas dalam I (1)"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

EKONOMI DAN ISLAM: INVESTASI EMAS DALAM ISLAM

MAKALAH

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam

yang diampu oleh Dr. H. Aam Abdussalam, M.Pd

Oleh:

Ainul Umam NIM 1501581

Asyifa Fitra Nurrahmadani NIM 1504233

Reika Frastalia NIM 1504442

Suwandi NIM 1507231

PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan makalah tentang “Ekonomi Dan Islam: Investasi Emas Dalam Islam”.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam, yang mana makalah ini berisi mengenai ruang lingkup dan permasalahan tentang Investasi Emas Dalam Islam. Adapun tugas laporan makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dengan bantuan dari berbagai referensi dan sumber.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan yang merupakan tanggung jawab kami. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar ke depannya dapat menjadi lebih baik lagi.

Bandung, Oktober 2017

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB 1 PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Rumusan Masalah ...2

1.3 Tujuan ...2

BAB 2 KAJIAN TEORI ...3

2.1 Hakikat Ekonomi Islam ...3

2.1.1 Pengertian Ekonomi Islam...3

2.1.2 Karakteristik Ekonomi Islam...4

2.2 Hakikat Investasi...6

2.2.1 Pengertian Investasi...6

2.2.2 Bentuk Pengeluaran Investasi...7

2.2.3 Macam-macam Produk Investasi...9

2.3 Investasi Dalam Islam...11

2.3.1 Pengertian Investasi Dalam Islam...11

2.2.3 Perbankan Syariah...11

2.4 Investasi Emas Dalam Islam...13

2.4.1 Pengertian Investasi Emas Dalam Islam...13

2.4.2 Landasan Hukum Investasi Emas di Indonesia...15

2.4.3 Mekanisme Investasi/Gadai Emas...16

2.4.4 Keuntungan Investasi Emas...17

2.4.5 Kelemahan Investasi Emas...17

(4)

3.1 Hasil Wawancara...18

3.1.1 Hasil Wawancara Kepada Dosen...18

3.1.2.Hasil Wawancara Kepada Mahasiswa...20

BAB 4 PENUTUP...21

4.1 Kesimpulan...21

4.2 Saran...22

(5)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Syariah Islam sebagai suatu syariah yang dibawa oleh rasul Rasulullah SWA, mempunyai keunikan tersendiri. Syariah ini bukan saja menyeluruh atau komprehensif, tetapi juga universal. Karakter istimewa ini diperlukan sebab tidak akan ada syariah lain yang datang untuk menyempurnakannya. Komprehensif berarti syariah Islam merangkum seluruh aspek kehidupan, baik ibadah maupun muamalat. Adapun muamalat diturunkan untuk menjadi rules of the game atau aturan main manusia dalam kehidupan sosial. Salah satu kegiatan muamalat yang memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat adalah sektor ekonomi.

Pada dasarnya setiap manusia selalu menginginkan kehidupannya di dunia ini dalam keadaan bahagia, baik secara material maupun spiritual, individual maupun sosial. Salah satu cara yang digunakan yaitu dengan cara berinvestasi. Salah satu tujuan investasi adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang.

Ada bermacam-macam cara orang melakukan investasi, di antaranya adalah investasi saham syariah, reksadana syariah, investasi sukuk, investasi asuransi syariah, investasi emas, investasi properti maupun investasi dalam bentuk lainnya. Investasi pada emas adalah salah satu jenis instrumen yang banyak dianjurkan oleh banyak tokoh dan pakar di bidang investasi, karena investasi pada jenis instrumen ini memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya. Masyarakat Indonesia umumnya sudah mempraktekkan investasi dengan menggunakan emas sejak dulu.

(6)

jual emas tersebut. Selisih harga antara harga beli emas dimasa lalu dengan harga jual emas dimasa kini adalah merupakan keuntungan yang diperoleh.

Mayoritas penduduk Indonesia sudah terbiasa dengan investasi emas, karena tidak sulit, dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, mudah dibeli dan investasi emas ini termasuk ke dalam investasi yang ”aman”, karena harga emas cenderung stabil bahkan mengalami kenaikan serta investasi emas bukan spekulasi karena investasi ini bersifat jangka panjang. Investasi emas umumnya dilakukan dengan cara membeli sejumlah emas sesuai dengan modal yang kita miliki, dapat berupa emas perhiasan, emas lantakan atau koin emas. Emas tersebut kemudian disimpan untuk beberapa saat. Ketika harga emas naik, emas tersebut dijual. Selisih harga pembelian dan penjualan merupakan keuntungan dari investasi emas ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa hakikat ekonomi islam? 2. Apa hakikat investasi?

3. Bagaimana pandangan islam mengenai investasi?

4. Bagaimana pandangan masyarakat mengenai investasi emas? 1.3 Tujuan

1. Untuk memahami hakikat dari ekonomi islam 2. Untuk memahami hakikat dari investasi

3. Untuk memahami pandangan islam mengenai investasi

(7)

BAB 2 KAJIAN TEORI 2.1 Hakikat Ekonomi Islam

2.1.1 Pengertian Ekonomi Islam

Ekonomi dalam Islam itu sesungguhnya bermuara kepada akidah Islam yang bersumber dari syariatnya, ekonomi Islam juga bermuaran pada Al-Qur’an al Karim dan As-Sunnah Nabawiyah yang berbahasa arab.

Ilmu ekonomi islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempeajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Sejauh mengenai masalah pokok kekurangan, hampir tidak terdapat perbedaan apa pun antara ilmu ekonomi Islam dan ilmu ekonomi modern.

Pengertiaan ekono mi islam menurut para ahli:

1) Menurut M.Akram Kan dalam Nasution (2006) ekonomi islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar bekerja samaa dan antisipasi.

2) Menurut Muhammad Abdul Manan dalam Nasution (2006) ilu ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai islam

3) Menurut M.Umer Chapra dalam Nasution (2006) mengemukakan bahwa ekonomi islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan.

(8)

juga tidak memperhitungkan persyaratan-persyaratan masyarakat. Namun dalam ilmu ekonomi Islam, kita tidaklah berada dalam kedudukan untuk mendistribusikan sumber-sumber semau kita. Dalam hal ini ada pembatasan yang serius berdasarkan ketetapan Kitabsuci al-Quran dan Sunnah atas tenaga individu. Dalam islam, kesejahteraan sosial dapat dimaksimalkan jika sumber daya ekonomi juga dialokasikan sedemikian rupa, sehingga dengan pengaturan kembali kadaannya, tidak seorang pun menjadi lebih baik dengan menjadikan oranglain lebih buruk di dalam kerangkan Al-Qur’an atau sunnah. (Nasution, dkk. :2006)

2.1.2 Karakteristik Ekonomi Islam

Dalam Nasution (2006) Ada beberapa karakteristik ekonomi Islam sebagaimana disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Ilmiyah wa amaliyah al-islamiyah yang dapat diringkas berikut:

a. Harta kepunyaan Allah dan manusia merupakan khalifah atas harta. Rasulullah SAW pernah bersabda “Dunia ini hijau dan manis. Allah telah menjadikan kamu khalifah (penguasa) di dunia. Karena itu hendaklah kamu membahas cara berbuat mengenai harta di dunia ini”. Dari hal ini dalpat disimpulkan bahwa semua harta yang ada di tangan manusia pada hakikatnya adalah kepunyaan Allah. Dengan kata lain, sesungguhnya Islam sangat menghormati hal-hal milik pribadi, baik itu terhadap barang-barang konsumsi ataupun barang-barang modal. Namun pemanfaatannnya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan orang lain. Jadi, kepemilikan dalam islam tidak mutlak, karena pemilik sesungguhnya adalah Allah SWT.

(9)

c. Keseimbangan antara kerohanian dan kebendaan. Islam mengehendaki adalanya keseimbangan antara dunia dan akhirat. Apa yang kita lakukan di dunia ini hakikatnya adalah untuk mencapai tujuan akhirat.

d. Ekonomi islam menciptakan keseimbangan antara kepentingan individu dengna kepentingan umum. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh setiap individu untuk mensejahterakan dirinya, tidak boleh mengabaikan kepentingan orang banyak.

e. Kebebasan individu dijamin dalam islam. Individu-individu dalam perekonomian islam diberikan kebebasan untuk beraktivitas baik secara perorangan maupun kolektif untuk mencapai tujuan. Namun kebebasan tersebut tidak boleh melanggar aturan-aturan yang telah digariskan Allah SWT.

f. Negara diberi wewenang turut campur dalam perekonomian. Islam memperkenankan negara untuk mengatur masalah perekonomian agar kebutuhan masyarakat baik secara individu maupun sosial dapat terpenuhi secara proporsional. Dalam islam negara berkewajiban melindungi kepentingan masyarakat dari ketidakadilan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang ataupun dari negara lain.

g. Bimbingan konsumsi h. Petunjuk investasi i. Zakat

j. Larangan riba

Prinsip-prinsip Islam dalam muamalah yang harus diperhatikan oleh pelaku investasi syariah (pihak terkait) adalah:

a. Tidak mencari rizki pada hal yang haram, baik dari segi dzatnya maupun cara mendapatkanya serta tidak menggunakannya untuk hal-hal yang haram.

b. Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi. c. Keadilan pendistribusian kemakmuran. d. Transaksi dilakukan atas dasar rida sama rida.

(10)

berlaku. Perputaran modal pada kegiatan ini tidak boleh disalurkan kepada jenis industri yang melakukan kegiatan-kegiatan yang diharamkan.

2.2 Hakikat Investasi

2.2.1 Pengertian Investasi

Menurut Hayati (2016) Investasi secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan harta, selain itu investasi juga merupakan suatu komitmen atas seumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat sekarang dengan tuuan untuk memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. Investasi diawali dengan mengorbankan kegiatan konsumsi saat ini untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang.

Sharpe et all dalam Suhendra (2010) menyatakan bahwa investasi adalah “mengorbankan aset yang dimiliki sekarang guna mendapatkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar.”

Sedangkan Jones dalam Suhendra (2010) mendefinisikan investasi sebagai, “komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu atau lebih aset selama beberapa periode pada masa mendatang.”

Investasi atau penanaman modal dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan baik oleh orang pribadi (natural person) maupun badan hukum (juridical person) dalam upaya untuk meningkatkan dan/atau mempertahankan nilai modalnya, baik yang berbentuk uang tunai (cash money), perlatan (equipment), aset tidak bergerak, hak atas kekayaan intelektual, maupun keahlian.

(11)

barang-barang seni, real estate, properti, logam mulia dan pabrik atau perusahaan dan aset riil lainnya atau pada aset finansial (financial assets), berupa surat-surat berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang dikuasai oleh entitas seperti: deposito, saham, obligasi dan surat berharga lainnya.

Investasi merupakan pengeluaran perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

2.2.2 Bentuk Pengeluaran Investasi

Terdapat tiga bentuk pengeluaran investasi menurut Hayati (2016):

1) Investasi tetap bisnis (Bussiness Fixed Investment), yaitu pengeluaran investasi untuk pembelian berbagai jenis barang modal yaitu mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri dan perusahaan.

2) Investasi residensial (Residential Investment), pengeluaran untuk mendirikan rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik dan bangunan lainnya.

3) Investasi persediaan (Inventory Investment), yaitu pertambahan nilai stok barang-barang yang belum terjual, bahan mentah dan barang yang masih dalam proses produksi pada akhir tahun perhitungan pendapatan nasional.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui guna memastikan ketepatan antara alasan dan cara melakukan investasi, yaitu:

1) Menurut Jangka Waktu

a. Direct Investment (penanaman modal langsung) atau biasa dikenal dengan penanaman modal jangka panjang

b. Indirect investment (penanaman modal tidak langsung) atau biasa dikenal dengan portofolio investment yang pada umumnya merupakan penanaman modal jangka pendek.

2) Menurut Sektornya

(12)

b. Investasi sektor non-riil, yaitu investasi yang berupa aset non-fisik 3) Menurut risiko

Setiap pilihan investasi pasti akan berkaitan dengan risiko dan juga return. Secara umum risiko investasi dibagi kedalam dua jenis yaitu sebagai berikut:

a. Investasi berisiko rendah, yaitu investasi yang dianggap aman karena tingkat melencengnya penerimaan return yang relatif rendah b. Investasi berisiko tinggi, yaitu yang memiliki tingkat kegagalan

tinggi terhadap return yang akan diperoleh. Investasi jenis ini sering disebut investasi spekulasi.

Menurut pakar keuangan, Eko Pramoto dalam Hayati (2016) hal yang mendasar yang harus ada dalam investasi adalah:

a. Tujuan atau kebutuhan yang spesifik, misalnya untuk membiayai pendidiakn anak, emmbeli rumah, atau persiapan masa pensiun b. Jumlah dana yang dibutuhkan

c. Jangka waktu yang jelas d. Alternatif instrument investasi

e. Strategi untuk mencapai tujuan investasi.

2.2.3 Macam-macam produk investasi

Terdapat beberapa macam produk investasi yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan:

1) Deposito Perbankan

(13)

pemerintah melalui Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) pada syarat tertentu menguntungkan. Karena bagi hasil(bunga dalam sistem konvensional) lebih tinggi dari bagi hasil (bunga) tabungan.

Deposito bank adalah uang yang dititipkan pada pihak bank oleh pribadi maupun lembaga usaha tertentu untuk disimpan dan kemudian ditarik kembali saat dibutuhkan, atau berdasarkan syarat yang disepakati bersama.

2) Asuransi

Dalam asuransi syariah terdapat perbedaan secara esensi dengan asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah, secara umum premi yang dibayarkan oleh nasabah dipecah sesuai kebijakan perusahaan asuransi yang dibagi kedalam dua jalur.

Jalur yang pertama adalah dana tabarru’ (dana sosial), yaitu sejumlah porsi yang bersumber dari premi yang dibayarkan dan dialokasikan sebagai dana pertanggungan jika terjadi klaim asuransi, sehingga dana tersebut tidak boleh diputarkan oleh perusahaan asuransi dalam bentuk investasi komersil.

Jalur kedua adaah dana tijarah (dana komersil), yaitu sejumlah porsi yang bersumber dari premi nasabah yang digunakan oleh perusahaan asuransi sebagai sumber dana investasi yang menguntungkan.

3) Tabungan Berencana

Tabungan berencana merupakan konsep tabungan dengan menetapkan suatu target minimal pada jangka waktu tertentu. Misalnya, apabila seorang ingin memiliki uang sebesar 120.000.000 untuk dua tahun kedepan, maka orang tersebut harus menabung secara terencana sebesar 5.000.000 setiap bulannya.

Tabungan berencana merupakan perluasan dari produk simpanan tabungan yang ada di perbankan.

(14)

Unit link merupakan perpaduan antara produk asuransi kesahatan dan pendidikan dengan produk investasi reksadana.

5) Dana Pensiun

Dana pensiun adalah dana yang berupa tabungan pensiun, yaitu sejumlah dana yang diperoleh dari penghasilan rutin seseorang, yang kemudian secara sukarela rutin dipotong untuk tabungan khusus yang dapat dimanfaatkan ketika orang tersebut pensiun dari tempatnya bekerja.

6) Gadai Emas

Gadai emas atau investasi emas merupakan investasi berupa logam mulia dengan resiko yang lebih kecil dan juga bisa menjadi pelindung nilai saat krisis. Maksud dari emas menjaga nilai menurut Sugeng (2012) Adalah emas dijadikan acuan dimasa mendatang, jadi jika dikaitkan dengan investasi emas menajaga nilai adalah pola investasi yang ditunjukan untuk menjaga nilai uang

2.3 Investasi Dalam Islam

2.3.1 Pengertian Investasi dalam Islam

Investasi dalam islam juga merupakan dana yang dipercayakan oleh Nasabah kepada bank Syariah dan atau UUS (Unit Usaha Syariah) berdasarkan Akad Mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip Syariah dalam bentuk deposito, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

(15)

sehingga bermanfaat baginya untuk dunia dan akhirat, seperti yang terkandung dalam Al-Quran, hadist, ijmak dan qiyas

Investasi di negara-negara penganut ekonomi Islam menurut Metwally, dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu:

1) Ada sanksi terhadap pemegang aset yang kurang atau tidak produktif (hoarding idle asset)

2) Dilarang melakukan berbagai bentuk spekulasi dan segala macam judi 3) Tingkat bungan untuk berbagai pinjaman sama dengan nol.

2.3.2 Perbankan Syariah

Kata syariah berasal dari bahasa Arab, dari akar kata syara’a yang berarti jalan, cara, dan aturan. Syariah digunakan dalam arti luas dan sempit. Dalam arti luas, syariah dimaksudkan sebagai seluruh ajaran dan norma-norma yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Yang mengatur kehidupan manusia baik dalam aspek kepercayaan maupun dalam aspek tingkah laku praktisnya. Singkatnya, syariah adalah ajaran-ajaran agama islam itu sendiri, yang dibedakan menjadi dua aspek yaitu ajaran tentang kepercayaan (akidah) dan ajaran tentang tingkah laku (amaliah). Dalam hal ini syariah dalam arti luas identik dengan Syara’ dan al-din (agama islam).

Beberapa alasan mengapa kebutuhan masyarakat Indonesia akan jasa-jasa perbankan syariah makin meningkat, antara lain:

1. Untuk memenuhi kebutuhan jasa perbankan bagi masyarakat yang menganggap bunga bank konvensional adalah riba (usury/interest). 2. Mengakomodasi penampungan aliran modal dari pemilik dana dalam

negeri dan dari lembaga-lembaga keuangan internasional yang mensyaratkan penerapan landasan syariah.

3. Produk dan jasa perbankan syariah dapat lebih variatif, karena dapat merupakan kombinasi dari produk commercial bank (kegiatan usaha bank umum), finance company (ijarah), invesment bank (mudharabah dan musyarakah)

(16)

Jadi bank syariah adalah bank yang melakukan kegiatan usaha perbankan berdasarkan “prinsip syariah”. Sebagaimana telah ditegaskan dalam penjelasan umum Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, bahwa kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah meliputi kegiatan usaha yang tidak mengandung unsur riba, maisir, gharar, haram, dan zalim.

Bank syariah adalah bank yang aktivitasnya meninggalkan maslah riba. Dengan demikian, penghindaran bunga yang dianggap riba merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dunia islam dewasa ini. Suatu hal yang sangat menggembirakan bahwa belakangan ini para ekonom. Muslim telah mencurahkan perhatian besar, guna menemukan cara untuk menggantikan sistem bunga dalam transaksi perbankan dan membangun model teori ekonomi yang bebas dan pengujiannya terhadap pertumbuhan ekonomi, alokasi, dan distribusi. Pendapat. Oleh karena itu maka mekanisme perbankan bebas bunga yang biasa disebut dengan bank syariah didirikan karena pengambilan riba dalam transaksi keuangan mauun non keuangan. Seperti dalam Al-Quran Q.s. al-baqarah [2]: 275 seperti berikut ini:

(17)

(tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka: mereka kekal didalamnya.

2.4 Investasi Emas Dalam Islam 2.4.1 Pengertian Investasi Emas

(18)

Namun untuk melakukan investasi logam mulia, investor memerlukan biaya awal yang tidak sedikit, setidaknya untuk membeli logam mulia 10 gram investor harus menyiapkan dana sebesar Rp 5.690.250.

Menurut Asriani (2015) Investasi emas dapat dikatakan sebagai investasi dengan zero inflation. Jadi ketika harga naik, harga emas akan cenderung meningkat. Selama ini harga emas cenderung stabil dan meningkat karena itu ketikan kondisi ekonomi memburuk atau terjadi ketidakpastian akan prospek perekonomian semua pihak akan cenderung memegang emas sebagai asetnya dibanding aset bentuk lainnya. Emas merupakan investasi paling aman dan paling untung.

Menurut Budi Untung (2011) Berinvestasi emas juga relatif aman. Bila menyimpan uang di bank maka akan perlahan-lahan akan tergerus oleh biaya administrasi, pajak bunga 20 %, tingkat suku bunga rendah dan jaminan terbatas. Di lembaga investasi lain ada biaya broker, administrasi, pajak dan sebagainya. Pada investasi emas, kita tidak perlu mengkhawatirkan semua hal tersebut. Emas tidak pernah tersentuh sistem perbankan sehingga bebas dari ancaman krisis keuangan. Selain itu, emas mudah dibeli kapan saja dan dimana saja. Begitu pula saat menjualnya. Proses membeli dan menjualnya begitu mudah, cepat dan nilainya mengikuti pasaran internasional yang terus menguat. Sementara, investasi seperti: properti, deposito, kendaraan dan karya seni perlu waktu lebih dari satu hari untuk mencairkannya.

2.4.2 Landasan Hukum Investasi Emas di Indonesia

(19)

hampir sama dengan sebuah tabungan lainnya, hanya memang tanpa adanya bunga bila menganut sistem syariah. Investasi emas juga dinilai bukan dari setoran tabungannya tapi dari nilai emas yang dibeli oleh tabungan emas syariah tersebut.

Melalui surat edaran BI Nomor 14/7/DPBS tanggal 29 Februari 2012 tentang produk Qardh atau penyediaan dana atau tagihan. Dimana berdasarkan keputusan Bank Indonesia tersebut, investasi emas hanya dapat dilakukan di Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS). Investasi emas di perbankan Syariah mulai dirilis sejak awal 2013. Hal ini dikarenakan adanya peraturan baru di BI yang membatasi pembiayaan maksimal gadai hanya Rp. 250.000.000 per nasabah. Perbankan syariah merilis investasi emas dengan skema Murabahah.

Akad yang digunakan pada kepemilikan emas adalah Murabahah dengan jaminan diikat dengan Rahn (gadai). Emas merupakan barang dengan demand yang tinggi, baik untuk proteksi aset, kepentingan berjaga, kebutuhan tabungan haji, maupun investasi. Harga emas sendiri naik miniman 100% selama kurun waktu 5 tahun.

Masalah Rahn juga diatur dalam hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

(20)

Dari hadist tersebut dapat disimpulkan, bahwa gadai itu boleh dilakukan dalam keadaan bermukin, hal ini terlihat bahwa Nabi SAW menggadaikan baju besinya dengan makanan kepada orang Yahudi untuk keluarga beliau.

2.4.3 Mekanisme Investasi/gadai Emas

Menurut Sugeng (2012) Skema beli gadai emas secara sederhana dapat dielaskan sebagai berikut. Bank syariah mendampingi nasabah yang ingin memiliki emas berkomunikasi dengan toko emas. Melalui mekanisme gadai, bank dapat memberikan dana talangan 85% hingga 90% dengan catatan emas yang sudah dibeli digadaikan di bank tersebut.

Menurut Rosnia (2010) Secara umum, operasional gadai emas syariah mirip dengan jasa konvesional, yaitu menggadaikan barang untuk memperoleh pinjaman uang dalam jumlah tertentu. Untuk jasa ini dalam gadai konvensional dikenakan beban bunga, layaknya sistem keuangan yang diterapkan perbankan. Sementara dalam gadai syariah, nasabah tidak dikenakan bunga tetap, melainkan adalah biaya penitipan, pemeliharaan, penjagaan serta penaksiran barang yang digadaikan

Keuntungannya, nasabah dapat melunasi emas dalam jangka waktu tertentu, tanpa terpengaruh kenaikan harga emas. Dan keuntungan yang bersifat investatif, sekalipun emas tiu tidak bertujuan untuk dimiliki oleh nasabah, nasabah dapat memperoleh keuntungan atas kenaikan harga emas dikurangi ujrah atau biaya titip atas emas yang digadai.

2.4.4 Keuntungan Investasi Emas

(21)

1) Investasi emas tidak menambah kekayaan tetapi mempertahankan kekayaan.

2) Harga emas yang selalu naik

3) Daya beli emas bersifat tetap. Contohnya, pada waktu harga emas mengalami penurunan maka harga beras, minyak dll juga akan mengalami penurunan. Sehingga daya beli masyarakat terhadap emas akan tetap sama.

4) Investasi emas mudah untuk diuangkan.

2.4.5 Kelemahan Investasi Emas

Berikut kelemahan dari investasi emas dalam Untung (2011):

1) Harus memiliki tempat khusus. Karena sangat berisiko tinggi jika kita menyimpan emas di dalam rumah.

2) Kenaikan harga yang lambat. Saat kondisi ekonomi sedang stabil dan tenang, maka kenaikan harga emas akan cenderung lambat.

(22)

BAB 3 PEMBAHASAN 3.1 Hasil Wawancara

3.1.1. Hasil Wawancara Kepada Dosen

Wawancara yang telah dilaksanakan kepada Bapa Anwar selaku dosen di Fakultas Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2017 di ruang DTT Lt.2 FPIPS UPI. Menurut narasumber investasi secara umum dimaknai sebagai penyimpanan atau penitipan modal dengan pihak lain untuk dikelola supaya mendapatkan keuntungan bersama. Dalam islam sudah ada praktek seperti ini yang Rasulullah SAW lakukan besama sahabat, misalnya terdapat perkebunan kurma yang dimiliki oleh kaum muslim tapi pengelolaannya oleh yahudi pada saat itu dan keuntungannya dibagi bersama sesuai dengan kesepatan yang telah dibuat.

(23)

menurut narasumber tidak apa-apa, itu juga merupakan bentuk investasi jangka panjang yang nantinya akan mendapatkan keuntungan walaupun dengan keuntungan yang kecil karena tidak di putarkan.

Menurut narasumber untuk investasi, saham dll beliau tidak yakin dengan kehalalannya karena ada unsur yang hampir mirip dengan perjudian. Ada beberapa yang menghalalkan tapi ada juga yang mengharamkannya karena ada unsur ketidakpastian dan mengambil keuntungan atas ketidak tentuan dan usahanya pun tidak terlalu jelas karena hanya menunggu saat harga naik jual dan saat harga turun membeli emas agar nanti bisa dijual mahal. Maka dari itu ada yang berpendapat bahwa itu haram karena ketidak pastiannya itu tapi ada juga yang memperbolehkan. Menurut narasumber jika membeli emas untuk investasi pribadi itu boleh tapi jika dalam bentuk perusahaan narasumber belum meyakini kehalalannya.

Menurut narasumber walaupun investasi emas ini kita titipkan pada bank tapi tetap harus membayar zakat karena bagaimanapun emas itu tetap milik kita dan investasi itu adalah memberikan pengelolaan atau penggunaan tetapi hak kepemilikan tetap milik kita. Jadi kita tetap harus mengeluarkan zakat, untuk emas minimalnya 85 gram emas sudah mencapai nisabnya atau batas minimal dikenakan zakan maka harus mengeluarkan zakat sebanyak 2,5% begitupun kelipatannya.

(24)

mendekati karena adanya ketidak pastian. Dan beliau juga lebih mengarahkan pada usaha yang jelas, kita punya barang dijual untung sekian dan dapat sekian selesai. Karena islam sangat menekankan keterbukaan, keadilan, tidak ada yang dirugikan dalam sistem ekonomi juga begitu.

Menurut pengalaman narasumber investasi emas ini terdapat di bank syariah. Karena terdapat himbauan atau bisa disebut juga sebagai atauran dari Bank Indonesia yaitu mengenai investasi emas ini yang hanya dilakukan di bank syariah saja. Narasumber merasa pemberlakuan investasi di bank syariah ini bagus mungkin ada beberapa pertimbangan dari pemerintah untuk mengarahkan investasi emas ini pada bank yang berbasis syariah. Walaupun bank syariah ini masih banyak kontroversinya, yang belum jauh berbeda dengan bank konvensional.

Untuk kesenjangan ekonomi yang dirasakan setelah adanya investasi ekonomi ini mungin tidak akan langsung nyata di masyarakat. karena tidak langsung nampak, karena menginvestasikan sesuatu apa yang menjadi hak miliknya. Menjadi suatu kesenjangan sosial itu jika misalnya yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin dan perbedaanya itu nampak, dapat terlihat secara langsung. Konteks kesenjangan sosial itu mengenai masalah sosial beda dengan ekonomi. Jika dalam ekonomi prinsipnya silahkan untuk berlomba-lomba untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan kententuan yang dihalalkan. Untuk kesenjangan sosial, aspeknya itu sosial beda paradigmanya jika ekonomi harus mengambil untung namun jika sosial lebih ke memberikan bantuan. Meskipun secara tidak langsung ada yang diuntungkan menjadi untung bagi yang punya modal saja, namun bagi orang miskin mungkin tidak bisa karena tidak punya modal dan tidak dapat investasi emas.

(25)

Wawancara yang telah dilaksanakan kepada saudari Feliani Elda Meirisa jurusan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2017 di Lapangan Kresna Bandung. Menurut narasumber Investasi ini merupakan pengembangan dari ilmu ekonomi dimana terdapat orang yang memiliki kelebihan dana dengan orang yang kekurangan dana. Investasi emas itu sendiri merupakan salah satu dari jenis-jenis investasi yang dapat berupa barang maupun uang dan emas ini merupakan salah satunya.

Menurut pandangan islam, investasikan merupakan pengembangan dari ekonomi jadi investasi ini dibolehkan asalkan sesuai dengan syariah. Dalam islam terdapat transaksi-transaksi yang dilarang yaitu maisyir (suap-menyuap), goror (ketidak jelasan), dan riba. Untuk melakukan investasi emas ini juga, jika dilihat dari sudut pandang islam terdapat batasan-batasannya salah satunya yaitu Dilihat dari akadnya dimana jenis akadnya itu harus jelas, tidak boleh ada 2 akad dalam satu transaksi.

Menurut narasumber emas ini termasuk pada barang-barang yang mengandung riba jadi masih goror kejelasan dari barang investasi tersebut. Selain itu juga orang melakukan investasi emas untuk menjualnya kembali saat harganya tinggi, dilihat dari situ terdapat spekulasi dalam artian terdapat unsur untung-untungan. Jika harga emas sedang tinggi berarti mendapat untung tapi jika harga emas sedang jatuh ya rugi. Jika dilihat dari hal tersebut maka keuntungannya itu masih goror masih belum jelas apa itu bunga, riba atau lain sebagainya.

(26)

Tanggapan narasumber setelah melihat realitanya di Indonesia sendiri banyak yang melakukan investasi emas, narasumber merasa kasihan karena dia sudah belajar mengenai ekonomi islam dan menurutnya bahwa melakukan investasi emas itu salah seharusnya itu tidak seperti itu. Tapi mungkin karena di Indonesia masih lebih ke ekonomi konvensional maka banyak yang tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan dari investasi ini. Menurut narasumber sebenarnya boleh-boleh saja melakukan investasi tapi dia lebih menyarankan unutk melakukan investasi dalam hal uang atau barang saja dari pada emas.

(27)

BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 KESIMPULAN

Investasi secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan harta, selain itu investasi juga merupakan suatu komitmen atas seumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat sekarang dengan tuuan untuk memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang.

Investasi atau penanaman modal dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan baik oleh orang pribadi (natural person) maupun badan hukum (juridical person) dalam upaya untuk meningkatkan dan/atau mempertahankan nilai modalnya, baik yang berbentuk uang tunai (cash money), perlatan (equipment), aset tidak bergerak, hak atas kekayaan intelektual, maupun keahlian.

Investasi dalam islam juga merupakan dana yang dipercayakan oleh Nasabah kepada bank Syariah dan atau UUS (Unit Usaha Syariah) berdasarkan Akad Mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip Syariah dalam bentuk deposito, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

(28)

akan sama dengan nilai mata uang di masa mendatang beberapa tahun kemudian. Sedangkan investasi emas jangka pendek di perbankan bisa dipahami sebagai pola investasi emas dengan membeli emas pada saat harga murah dan menjualnya pada saat harga emas mahal. Seorang nasabah yang melakukan investasi emas jangka pendek akan mendapatkan kuntungan dengan adanya selisih harga beli dan harga ual atau dikenal dengan istilah profit margin.

4.2 SARAN

(29)

DAFTAR PUSTAKA

Asriani. (2015). Investasi Emas Dalam Persperktif Hukum Islam. Sumedang: Jurnal Ekonomi Al-‘Adalah Vol.XII, No.4:854-866.

Hayati, Mardhiyah. (2016). Investasi Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Lampung: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (Journal of Islamic Economics and Business) “IKONOMIKA” Vol I, No.I: 66-78.

Nasution., dkk. (2006). Pengenalan Ekskulisf Ekonomi Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.

Rosnia, Rindi. (2010). Investasi Berkebun Emas Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jakarta: Skripsi Program Studi Ekonomi Muamalat.

Suhendra, Indra. (2010). Investasi Swasta, Konsep Teori dan Perannya Bagi Ekonomi Indonesia. Bandung: Unpad Press

Sugeng, Anggoro. (2012). Analisis Prinsip Ekonomi Islam Terhadap Operasional Produk Investasi Emas Pada Perbankan Syariah X. Jurnal Ekonomi Islam “La_Riba” Vol. VI, No.2: 161-177.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Coronavirus: Buku Edukasi Visual Untuk Anak-Anak Usia Sekolah Dasar” yang dilakukan di daerah

Dari sumber sampah sebanyak 12 kecamatan ini, secara garis besar, sampah kota Bekasi yang masuk ke TPA Sumur Batu dapat digolongkan menjadi 3 jenis sumber, yaitu sumber

Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan memasukkan nilai setpoint, nilai Kp, Ki, Kd yang berubah-ubah dan dapat diatur melalui PC.. Kata kunci : PID, fuzzy

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kayu batang dari Garcinia tetranda Pierre yang diperoleh dari taman Nasional Meru Betiri yang telah dipindahkan

Bunlar içinde Apple II için üretilmi ş Apple DOS, Microsoft taraf ı ndan 16 bit bilgisayarlar için üretilmi ş MS-DOS, IBM PC’lerle birlikte sat ı lm ı ş olan PC-DOS

Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Proses pelaksanaan supervisi pembelajaran kepala MAN Jeneponto terdiri

Tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu untuk mengetahui 1) Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis kontekstual mata pelajaran Administrasi Kepegawaian

Hasil uji statistik untuk frekuensi inkontinenqia urin sebelum dan sesudah diberikan latihan kegel didapatkan P-value = 0,000 < [ = 0,05 dengan demikian dapat