Sejarah Pendidikan Kemetrologian di Indonesia
Desy Normasari A01600
4
A. Pokok Bahasan
1. Kebutuhan tenaga kemetrologian di Indonesia yang mendorong diadakannya pendidikan tentang ilmu kemetrologian.
2. Kerjasama Kementrian Perdagangan dengan Intitut Teknologi Bandung.
3. Pengaktifan kembali dan perkembangan Akademi Metrologi
B. Pendahuluan
memenuhi standar internasional yang telah ada, maka ini akan menjadi salah satu penyebab ditolaknya berbagai komoditas produk-produk Indonesia dalam pasar global perdagangan internasional. Hal ini tentulah sangat merugikan perekonomian bangsa Indonesia, yang mana salah satu sumber penghasilan terbesar bangsa Indonesia adalah dari perdagangan internasional. Untuk menghindari hal tersebut, Kementrian Perdagangan Indonesia memutuskan untuk menghadirkan pendidikan kemetrologian guna memberikan dorongan dalam perekenomian negara.
C. Pembahasan
Keputusan Kementrian Perdagangan Indonesia untuk mengadakan pendidikan kemetrologian di Indonesia didasarkan pada Undang-Undang No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (UUML) yang memberikan amanat kepada Kementrian Perdagangan untuk mengembangkan sistem kelembagaan kemetrologian secara nasional. Adapun isi dari UUML tersebut adalah perlunya pegawai yang berwenang menera dan menera ulang Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP). Kutipan “...pegawai yang berwenang...” disini diartikan sebagai pegawai yang merupakan lulusan pendidikan tentang kemetrologian yang nantinya akan digunakan untuk mengisi kebutuhan pegawai berpendidikan dan berwenang masuk kedalam formasi baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Hal inilah yang mendorong terbentuknya Lembaga Pendidikan Kemetrologian di Indonesia.
mengeluarkan Surat Keputusan No. 12052 tanggal 21 Agustus 1954 untuk mendirikan Akademi Ahli Praktek Metrologi dari Jawatan Tera. Atas perubahan ini maka pada tahun 1949 sampai dengan tahun 1955 lulusannya bernama Kursus Ahli Praktek Metrologi-ITB dengan jumlah 3 orang. Perubahan masih berlanjut hingga pada tahun 1955 diubah namanya dari Jawatan Tera menjadi Jawatan Metrologi, Metrologi 2 tahun dengan jumlah 23 orang. Selanjutnya pada tahun 1961 adanya peningkatan tenaga di bidang pelayanan metrologi serta perubahan sistem dan organisasi Akademi Metrologi yang akan terlepas dari ITB guna untuk menambah lama masa pendidikan dari 2 tahun menjadi 3 tahun. Untuk menunjang hal ini maka status mahasiswa ikatan dinas diubah pula menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan tugas belajar serta diberikan faslitas asrama dan penunjang tugas belajar lainnya kepada mahasiswa. Perubahan ini tertulis pada Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 3630/M tanggal 23 September 1961 tentang pelepasan Akademi Metrologi dari Institut Teknologi Bandung dengan masa pendidikan menjadi 3 tahun. Hingga pada tahun 1961 sampai dengan tahun 1970 jumlah lulusan sebanyak 52 orang dengan nama lulusan Akademi Metrologi 3 tahun yang setingkat sarjana muda.
perundang-undangan yang melarang perguruan tinggi kedinasan yang selain dibawah kementrian pendidikan. Hal ini menyebabkan terjadinya kurangnya tenaga ahli tentang kemetrologian bagi Indonesia. Ini merupakan masalah yang serius bagi pereekonomian bangsa khusunya dalam hal perdagangan, karena alat UTPP(Ukur,Takar,Timbang dan Perlengkapannya) dalam lingkup transaksi perdagangan internasional yang digunakan harus memenuhi persyaratan standar internasional seperti ketertelusuran(traceability),akurasi, dan ketentuan-ketentuan lainnya, dimana sistem Satuan Internasional(SI) dan Standar Ukuran dalam dunia industri untuk transaksi ataupun untuk sistem safety dan sistem proses baik dalam lingkup nasional maupun internasional semakin berkembang dan semakin kompleks. Untuk menunjang terpenuhinya standar internasional dari produk-produk Indonesia maka tenaga kemetrologian haruslah berasal dari lulusan tentang ilmu metrologi yang sudah mempelajari dan mendalami kemetrologian guna untuk mengeliminir pengaruh input gangguan pada hasil pengukuran. Maka pada tahun 1974 program pendidikan Akademi Metrologi kembali diaktifkan dengan dibentuknya Kursus Ahli Metrologi dengan masa pendidikan selama 3 tahun dan sudah disetujui oleh Ketua Lemmbaga Administrasi Negara (LAN) dengan SK Menteri Perdagangan Np.252/Kp/VII/1974 pada tanggal 4 Juli 1974 yang berlokasi di Jalan Pasteur No. 27 Bandung. Penyelenggaraan kursus ini dilaksanakan di 2 kali periode yaitu pada tahun 1974 sampai dengan tahun 1977 dan dari tahun 1977 sampai dengan tahun 1980. Jumlah lulusan diperiode pertama setelah diaktifkan kembali program pendidikan metrologi adalah 27 orang, sedangkan di periode ke-2 sebanyak 57 orang dengan nama Lulusan Kursus Ahli Metrologi.
Kursus Pengamat Tera, Pengulang Tera, dan Ahli Metrologi. Kualifikasi sebagai penera harus dipertahankan dengan menyetarakan Kursus Berjenjang tersebut dengan kurikulum Akademi Metrologi yang diselenggarakan di Balai Diklat Metrologi,Jalan Pasteur No.27 Bandung. Seiring berjalannya waktu, kapasitas pelayanan dan daya tampung peserta diklat kemetrologian semakin meningkat sehingga diperlukan tempat untuk menunjang jalannya diklat agar lebih efektif. Maka pada tahun 2003 dibangun Gedung Balai Diklat Metrologi di Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata Ar yang digunakan sebagai lokasi Pendidikan dan Pelatihan Metrologi di bawah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia yang mulai diaktifkan pada tahun 2005. Pendidikan Kemetrologian bersifat khusus karena lulusan dari pendidikan ini memang khusus untuk memenuhi kebutuhan tenaga kemetrologian di Indonesia, maka untuk itu Kementrian Perdagangan berkerjasama dengan Institut Teknologi Bandung dalam penyelenggaraan program Adhoc D3 Metrologi dan Instrumentasi yang berdasarkan Piagam
Kerjasama Nomor 763/SJ-DAG/8/2009 dan Nomor
Kemetrologian (PPSDMK) adalah satu-satunya lembaga pendidikan dan pelatihan metrologi di Indonesia yang mendapat mandat dari Kementrian Perdagangan untuk pengembangan knowledge management di bidang metrologi dengan tunjangan sumber daya, sarana dan prasarana serta laboratorium dan kelengkapan lainya yang memadai.
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemetrologian (PPSDMK), Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata km 3,4 Cihanjuang, Parongpong, Bandung Barat.
Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat di Bidang Perdagangan yang merupakan dasar untuk melakukan proses transisi Program D3 Metrologi dan Instrumentasi dari Institut Teknologi Bandung ke Kementrian Perdagangan(Aktivasi Akademi Metrologi). Adapun program Aktivasi Metrologi mulai dilakukan pada tahun 2016 yang sudah terlepas dari ITB namun tetap bekerjasama hingga tahun 2019 mendatang yang bernama Akademi Metrologi dan Instrumentasi.
D. Rangkuman
Kebutuhan akan tenaga ahli kemetrologian yang tinggi mendorong Kementrian Perdagangan Republik Indonesia untuk mengadakan pendidikan kemetrologian di Indonesia. Adapun sejarah pendidikan kemetrologian di Indonesia adalah sebagai berikut.
Ijkercurcus, dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Technishce Hogeschool(THS) di Bandung.
Kursus Ahli Praktek Metrologi, didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perekonomian atas persetujuan Menteri Pengajaran dan Kebudayaan No. 12502 tanggal 21 Agustus 1954. Akademi Ahli Praktek Metrologi, nama kursus dari perubahan nama
Jawatan Tera menjadi Jawatan Metrologi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perekonomian No. 16.894 tanggal 7 Desember 1955, dan penyempurnaan Surat Keputusan Menteri Perdagangan No.6023/M tanggal 22 September 1959, namanya menjadi Akademi Metrologi dengan masa penddikan selama 2 tahun.
Akademi Metrologi, sistem dan organisasi Akademi Metrologi yang terlepas dari ITB, dengan perubahan lamamasa pendidikan menjadi 3 tahun, serta perubahan status mahasiswa ikatan dinas menjadi Pegawai Negeri dengan fasilitas belajar dan beasiswa penunjang pendidikan yang dimuat pada Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 3630/M tanggal 23 September 1961.
Kursus Ahli Metrologi, pengaktifan kembali pendidikan metrologi yang disetujui oleh Ketua Lembaga Administrasi Negara(LAN) dengan SK Menteri Perdagangan No. 252/Kp/VII/1974 tanggal 4 Juli 1974 yang bertempatkan di Direktorat Metrologi Departemen Perdagangan RI di Jalan Pasteur no. 27 Bandung.
D3 Akademi Metrologi dan Instrumentasi , program beasiswa jurusan Metrologi dan Instrumentasi kerjasama Kementrian Perdagangan dengan ITB.
Akademi Metrologi dan Instrumentasi (AKMET), berdasarkan Piagam Kerja Sama No.432/SJ-DAG/PK/4/2013 dan No.019/I1.A/DN/2013 kerjasama diperpanjang yaitu program pendampingan ITB terhadap Akademi Metrologi yang dimulai pada tahun 2016.
Urutan sejarah pendidikan kemetrologian di Indonesia.
Adapun catatan data kelulusan Akademi Metrologi di Indonesia :
Sampai dengan tahun 1941 lulusan Ijker 40 orang dengan 14 orang
Tahun 1961 s.d Tahun 1970 52 orang lulusan (Akademi Metrologi 3 tahun setingkat sarjana muda).
Tahun 1974 s.d tahun 1977, 27 orang Lulusan Kursus Ahli Metrologi. Tahun 1977 s.d tahun 1980, 57 orang Lulusan Kursus Ahli Metrologi.
Tahun 2009 s.d tahun 2012, 46 Mahasiswa Lulusan D3 Akademi
Metrologi dan Instrumentasi.
Tahun 2010 s.d tahun 2013, 50 Mahasiswa Lulusan D3 Akademi
Metrologi dan Instrumentasi.
Tahun 2013 s.d tahun 2016, 48 Mahasiswa Lulusan D3 Akademi
Metrologi dan Instrumentasi.
E. Daftar Pustaka
http://akmet.kemendag.go.id/perihal/sejarah/
http://akmet.kemendag.go.id/perihal/latar-belakang/
http://www.metrologi.org/2012/10/kehidupan-manusia-butuh-metrologi.html
https://beasiswaindo.com/scholarships/beasiswa-penuh-d3-metrologi-instrumentasi-itb-kemendag/