PENGARUH PENERAPAN TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (TABK) PADA KINERJA AUDITOR
Mutia Auliyah (15919060) E-mail : [email protected] Fakultas Universitas Islam Indonesia
A. PENDAHULUAN
Seorang auditor dalam melakukan pemeriksaan haruslah profesional, dalam hal ini auditor memiliki satu peranan yang tepat yaitu pengawasan yang memungkinkan perbandingan dari situasi yang terjadi dengan yang mungkin terjadi. Namun, hal–hal tersebut menjadi semakin sulit saat auditor memiliki peranan yang lebih luas. Misalkan dalam melaksanakan tugasnya auditor diberi waktu yang singkat untuk membuat keputusan berupa opini dan catatan atas hasil temuan pada laporan keuangan yang diperiksa tersebut.
Auditor tidak dapat memeriksa setiap transaksi dengan detail sehingga harus mengandalkan pada sistem dan kontrol internal serta melihat bahwa hal ini bekerja secara efektif dan tidak ada kesenjangan yang signifikan. Kegiatan auditor dalam pemeriksaan tersebut harus berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Penugasan yang dihadapi auditor selanjutnya akan mendorong auditor untuk semakin memberdayakan seluruh perangkat sistem informasi teknologi elektronik yang tersedia, baik dalam komunikasi dan pengambilan keputusan antar tim audit, melakukan prosedur analitis, dan prosedur audit lainnya yang memerlukan solusi dengan perangkat lunak.
auditor yang memilki presepsi tentang kemudahan akan mempermudah penerapan manfaat dan penggunaan teknologi informasi.
B. Pengaruh Penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer Pada Kinerja Auditor 1. Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK)
Penggunaan Teknik Audit Berbantuan Komputer sangat diperlukan dalam pemeriksaan laporan keuangan karena dengan adanya bantuan komputer maka akan membantu auditor dalam melakukan pengauditan menjadi lebih efektif dan efisien. Penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)-PSA No. 59 (SA Seksi 327) tentang Teknik Audit Berbantuan Komputer. Dalam konteks tersebut, ditekankan perlunya pemahaman auditor dalam pemeriksaan sebuah sistem akuntansi berbasis komputer, sehingga dunia audit sekarang mempunyai Teknik Audit Berbantuan Komputer atau Computer Assisted Audit Techniques (CAATs) yaitu setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan TABK atau CAATs akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer. Jenis aktivitas ini normalnya dilakukan selama proses pengujian substantive terhadap rekening-rekening neraca dan dapat disebut auditing dengan komputer. Banyak audit melibatkan baik pengujian kelayakan maupun pengujian substantive. Kedua jenis auditing sistem informasi tersebut dapat dilakukan baik oleh auditor internal maupun auditor eksternal (Bodnar, & Hoopwoods. 2006).
Pada waktu merencanakan audit, auditor harus mempertimbangkan suatu kombinasi semestinya teknik audit secara manual dan teknik audit berbantuan komputer. Dalam menentukan apakah akan digunakan TABK, faktor-faktor berikut ini harus dipertimbangkan berdasarkan PSA No.59 (SA Seksi 327), yaitu:
a. Pengetahuan, keahlian, dan pengalaman komputer yang dimiliki oleh Auditor Auditor harus memiliki pengetahuan memadai untuk merencanakan, melaksanakan, dan menggunakan hasil penggunaan TABK. Tingkat pengetahuan yang harus dimiliki oleh pemeriksa tergantung atas kompleksitas, sifat TABK dan sistem akuntansi entitas.
Pemeriksa harus mempertimbangkan tersedianya TABK, kesesuaian fasilitas komputer, dan sistem akuntansi serta file berbasis komputer yang diperlukan. Pemeriksa dapat merencanakan untuk menggunakan fasilitas komputer yang lain bila penggunaan TABK atas komputer entitas dianggap tidak ekonomis atau tidak praktis untuk dilakukan.
c. Ketidakpraktisan pengujian manual
Banyak sistem akuntansi terkomputerisasi dalam melaksanakan tugas tertentu tidak menghasilkan bukti yang dapat dilihat. Dalam keadaan ini, tidaklah praktis bagi pemeriksa untuk melakukan pengujian secara manual. Tidak adanya bukti yang dapat dilihat dapat terjadi berbagai tahap proses akuntansi.
d. Efektivitas dan efisiensi
Efektifitas dan efisiensi prosedur pemeriksaan dapat ditingkatkan melalui penggunaan TABK dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti pemeriksaan. e. Saat pelaksanaan
File komputer tertentu, seperti file transaksi rinci, seringkali disimpan hanya untuk jangka waktu pendek, dan mungkin tidak disediakan dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin pada saat diperlukan oleh pemeriksa. Jadi, pemeriksa akan memerlukan pengaturan untuk mempertahankan data yang dibutuhkannya atau ia dapat mengubah saat pekerjaannya memerlukan data tersebut.
Teknik Audit Berbantuan Komputer erpengaruh positif signifikan pada kinerja auditor Kantor Akuntan Publik di Bali. Semakin tinggi tingkat penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer maka kinerja auditor akan semakin meningkat dalam melakukan proses pengauditan. Dengan adanya penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer tentu akan mempermudah auditor dalam menyelesaikan pekerjaannya serta meningkatkan kinerja auditor dalam menghasilkan laporan audit yang berkualitas.
meningkatkan skill individu dengan menambah refrensi terkait penggunaan komputer dalam melakukan proses pengauditan.
2. Pengaruh Penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer pada Kinerja Auditor Berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Seksi 327 tahun 2011 ditekankan perlunya pemahaman auditor dalam pemeriksaan sebuah sistem akuntansi berbasis komputer. TABK atau Computer Assisted Audit Techniques (CAATs) merupakan penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Penggunaan TABK atau CAATs akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer (Saputra, 2014). Hasil penelitian Dewi (2014) membuktikan bahwa TABK berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit pada BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Hasil penelitian Aritonang (2006) membuktikan bahwa implementasi TABK berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas pemeriksaan pajak rutin pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Tanah Abang. Penelitian lainnya dilakukan oleh Legowo (2014) mengenai TABK terhadap kinerja auditor, dimana hasil dari penelitian tersebut membuktikan bahwa TABK memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor. Sidik Widati (2008) yang meneliti tentang pengaruh faktor kesesuaian tugas teknologi dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan hasil penelitian yang menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja auditor.
DAFTAR PUSTAKA
I Gede Girinatha Surya, (2015), Pengaruh Penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer Dan Computer Self Efficacy Terhadap Kinerja Auditor, Skripsi.