• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN MATERI AJAR DENGAN EVALUASI HAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN MATERI AJAR DENGAN EVALUASI HAS"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN MATERI AJAR DENGAN EVALUASI HASIL BELAJAR DOSEN PAI PADA SEMESTER III FITK IAIN AMBON

PROPOSAL

Disusun Oleh : Nama: Mayawi Nim: 150301065

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) AMBON

(2)
(3)

HUBUNGAN MATERI AJAR DENGAN EVALUASI HASIL BELAJAR DOSEN PAI PADA SEMESTER III FITK IAIN AMBON

Mayawi Mayawi

Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ambon Email: [email protected]

A. Latar Belakang

Indonesia mengalami berbagai macam problem dalam bidang pendidikan

terutama masalah diperguruan tinggi (perkuliahan), yang mana lebih spesifik

terhadap materi ajar dan hasil evaluasi hasil belajar yang diberikan oleh dosen

Pendidikan Agama Islam yangkurang memuaskan dimata Mahasiswa.Banyak sekali

penyimpangaan- penyimpangan yang membut Dosen berlaku tidak adil (professional)

terhadap hasil yang diberikan.Sehingga memberi efek yang kurang baik terhadap

Mahasiswa seperti malas kuliah, timbul rasa jenuh, benci, terutama bagi mahasiswa

yang merasa tidak adil terhadap nilai yang didapatkannya.

Berdasarkan undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen bahwa

guru sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar,

membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.1

Sedangkan menurut Undang-Undang RI no 20 Tahun 2003 tentang sikdiknasbab

XVIevaluasi, akreditasi, dan sertifikasibagian kesatuevaluasipasal 57: (1) Evaluasi

dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai

bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang

berkepentingan.(2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program

1Undang-Undang RI, no 14 tahun 2005, tentang guru dan dosen, (Jakarta: Grafika 2007).

(4)

pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang, satuan, dan jenis

pendidikan. Selain itu pada Pasal 58: (1) Evaluasi hasil belajar peserta didik

dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil

belajar peserta didik secara berkesinambungan.(2) Evaluasi peserta didik, satuan

pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara

berkala,menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar

nasional pendidikan.2

Menurut Edwind dan Gerald W. Brown tentang penilaian atau evaluasi adalah “the act or prosess to determining the value of something”. Penilaian dalam

pendidikan berarti seperangkat tindakan atau proses untuk menentukan suatu nilai

yang berkaitan dengan dunia pendidikan.3

Selain itu menurut Oemar Halik evaluasi adalah suatu upaya untuk mengetahui

beberapa banyak hal yang dimiliki siswa dari hal-hal yang telah diajarkan oleh

guru.Selain itu Oemar Hamalik juga mendefinisikan evaluasi belajar adalah

keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), mengelola,

menafsirakan, mempertimbangkan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil

belajar siswa yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam

upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.Hasil belajar menunjukan

pada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya dan

derajat perubahan tingkah laku siswa.4

Sedangkan kalau mau dilihat dalam pandangan Islam tentang evaluasi yang di

berikan dosen kepada para mahasiswa ataupun guru terhadap peserta didiktertuang

dalam Q.S Al-Baqarah {2} ayat 284:

2

Http://mediapembelajaran-unm.blogspot.co.id/2013/04/undang-undang-ri-no-20-thn-2003-tentang_2025.html.

3

H. Ramayulis dan Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, ( Cet II ; Jakarta: Kalam Mulia 2009). Hlm 234-236.

4

(5)

  



Artinya :

kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di

bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu

menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang

perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan

menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.5 Maksud dari ayat di atas yaitu kita disuruh berbuat adil (profesionl) dari

dalam diri kita, dan kita tidak boleh menyembunyikan kebenaran karena tanpa kita

sadari kita tidak berbuat adil pada mahasiswa maupun peserta didik tentang hasil

evaluasi belajar yang pada awalnya telah disepakati bersama di awal

pertemuan.Sungguh ayat diatas mengingatkan kita bagaimana kita tidak boleh

berlaku tidak adil dan menyembunyikan keadilan karena Allah maha mengetahui

segala sesuatu.Apalagi kita seorang dosen dituntut sesuai profesionalisme dangan

seadil-adilnya.

Tetapi yang terjadi sekarang ini sungguh memprihatinkan, malah merupakan

rahasia umum yang sudah berkembang lama dalam dunia pendidikan.namun lebih

dikhususkan di perguruan tinggi di IAIN Ambon.Fenomena yang terjadi di Jurusan

PAI FITK IAIN Ambon semester III pada Dosen FITK IAIN AMBON Dimana dosen

mengevaluasi hasil belajar mahasiswa dengan tidak adil ( profesional) terutama

dalam hasil penilaian yang sangat tidak memuaskan yang dirasakanoleh mahasiswa

terutama mahasiswa yang merasa dirinya lebih unggul dari teman lainnya. Disini

hak-hak nilai mereka disamakan dengan nilai mahasiswa yang kurang pandai, atau malas,

kuliah dan lain-lain.

5

(6)

Dari fenomena diatas, menjadi keharusan untuk diteliti dan dikaji lebih

mendalam tentang peran dosen dalam mengevaluasi hasil belajar mahasiswa secara

adil (profesional) demi tercapainya cita-cita pendidikan Nasional yang seutuhnya.

Oleh karena itu, dengan persoalan tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji lebih

mendalam dengan mengangkat judul : HUBUNGAN MATERI AJAR DENGAN

EVALUASI HASIL BELAJAR DOSEN PAI PADA SEMESTER III FITK IAIN AMBON’’.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka masalah penelitian dirumuskan

sebagai berikut :

1. Apakah ada hubungan antara materi ajar dengan evaluasi hasil belajar dosen

FITK IAIN AMBON terhadap mahasiswa PAI semester III?

2. Berapa besar hubungan antara materi ajar dengan evaluasi hasil belajar

dosenFITK IAIN AMBON terhadap mahasiswa PAI semester III ?

C. Keterbatasan Masalah

1. Hanya meliputi materi ajar yang berkaitan dengan materi ajar pad semester

IIIyang di bawakan oleh dosen yang bersangkutan.

2. Evaluasi hasil belajar mahasiswa yang berhubungan dengan materi ajar yang

sudah di berikan oleh dosen dan disepakati bersama di awal pertemuan.

D. Tujuan

Sejalan dengan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk

(7)

1. Untuk mengetahui hubungan antara materi ajar dengan evaluasi hasil belajar

dosen FITK IAIN AMBON terhadap mahasiswa PAI semester III

2. Untuk mengeatahui berapa besar hubungan antara materi ajar dengan evaluasi hasil belajar dosenFITK IAIN AMBON terhadap mahasiswa PAI

semester III ?

E. Hipotesa (hipotesis)

Hipotesis berasal drai kata hupo dan thesis. Hupo artinya sementara atau lemah

kebenarannya, dan thesis artinya pernyataan atau teori. Dengan demikian, hipotesis

berarti pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya.6

Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata hipotesa ( hipotesis) adalah sesuatu

yang dianggap benar untuk alasan atau untuk mengutarakan pendapat, meskipun

kebenarannya belum dibuktikan.7

Seorang guru atau dosen dalam mengevaluasi hasil belajar tidak sesuai dengan

hasil belajar yang sebenarnya.

F. Asumsi

Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata asumsi adalah dugaan yang diterima

sebagai dasar, landasan berfikir karena dianggap benar.8

Sedangkan asumsi peneliti adalah bahwa seorang guru ataupun dosen berhak

memberikan materi kepada peserta didik atau mahasiswanya.

G. Kegunaan

Kegunaan dari penelitian ini adalah:

6

Mahdiyah, Statistika Pendidikan, ( Cet I; Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2014).hlm 103.

8Tri Rama K, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia dilengkapi Dengan Ejaan Bahasa Indonesia

(8)

1. Agar tidak ada diskriminasi antara dosen dan mahasiswa terhadap penilaian

dan hasil belajarnya.

2. Mengetahui hubungan materi ajar dan evaluasi hasil belajar sejalan dengan

kenyataan ( fakta).

H. Definisi Operasional

Untuk mengetahui lebih tentang penegasan judul “hubungan materi ajar dengan hasil evaluasi belajar pada:

1. Materi adalah sesuatu yang jadi untuk bahan berfikir, berunding, mengarang

dan sebagainya

2. Ajar adalah pejunjuk yang diberikan kepada seorang supaya di ketahui

(diturut).9

3. Evaluasi, penilaian (evaluation) atau pengukuran adalah suatu upaya untuk

mengetahui berapa banyak hal-hal yang telah diajarkan oleh guru.10 4. Hasil adalah sesuatu yang diadakan,dibuat, oleh usaha, dan pikiran.11

5. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melaluai

pengalaman.12

6. Evaluasi adalah suatu proses pertimbangan mengenai kualitas sesuatu.13

7. Belajar adalah soal mencari dan menemukan dan menemukan inti dari

persoalan itu.14

9

Tri Rama K, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia dilengkapi Dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan,(Bandung : karya Agung). Hlm 19.

10

Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, ( Cet XIV ; Jakarta : PT Bumi Aksara 2014). Hlm 156.

11

Tri Rama K, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia dilengkapi Dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan,(Bandung : karya Agung). Hlm 170.

12

Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, ( Cet XIV ; Jakarta : PT Bumi Aksara 2014). Hlm 36.

13Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Cet Vi; Bandung : PT Remaja Rosda Karya Offset,

2014). Hlm 5. 14

(9)

8. Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan

data dan informasi), pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk

membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa

dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.15

I. Landasan Teori

1. Pengertian materi ajar

Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata materi adalah sesuatu yang jadi

bahan untuk berfikir, berunding, mengarang dan sebagainya.16

Menurut Suharsimi Arikunto (1990) tentang materi ajar (bahan ajar) merupakan

unsur inti yang didalam kegiatan belajar mengajar, karena memang bahan pelajaran

itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh peserta didik.17

Menurut Subject Sentered Teaching keberhasilan suatu proses pembelajara

ditentukan oleh seberapa banyak siswa dapat menguasai materi kurikulum. Materi

pelajaran dapat dibedakan menjadi :

a) Pengetahuan (knowledge)

Pengetahuan menunjuk pada informasi yang disampaikan dalampikiran

(mind) siswa, dengan demikian pengetahuan berhubungan dengan berbagai informasi

yang harus dihafal dan dikuasai oleh siswa, sehingga manakala diperlukan siswa

dapat mengungkapkan kembali.

b) Keterampilan (skill)

15

Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, ( Cet XIV ; Jakarta : PT Bumi Aksara 2014). Hlm 159.

16

Tri Rama K, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia dilengkapi Dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan,(Bandung : karya Agung). Hlm 327.

17Pupuh Fathurrohman, Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum dan

(10)

Menunjuk pada tindakan tindakan- tindakan (fisik dan non fisik) yang

dilakukan seseorang dengan cara yang kompeten untuk mencapai tujuan tertentu.

c) Sikap (attitude)

Sikap menunjuk pada kecerdasan seseorang untuk bertindak sesuai dengan nilai dan

norma yang diyakini keberadaannya oleh siswa.18 2. Pengertian Evaluasi

Menurut Nana Sudjana (1998) menjelaskan bahwa evaluasi pada dasarnya

memberikan pertimbangan atau harga atau nilai berdasarkan kriteria tertentu.Tujuan

tersebut dinyatakan dalam rumusan tingkah laku yang diharapkan dimiliki peserta

didiksetelah menyelesaikan pengalaman belajarnya.

Menurut Suke Silverius (1991) menjelaskan, evaluasi yang baik haruslah

didasarkan pada tujuan pembelajaran (intructional) yang ditetapkan oleh pendidik

kemudian benar-benar diusahakan pencapaiannya oleh pendidik dan peserta didik.

Menurut M. Sobary Sutikno (2005) menyebutkan diantara kegunaan evaluasi

sebagai berikut:

a.) Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam

suatu kurun waktu proses belajar tertentu.

b.) Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok

kelasnya.

c.) Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses

belajar mengajar.

d.) Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual peserta didik.

e.) Membuat diagnosa mengenai kelemahan-kelemahan dan kemampuan peserta

didik.

f.) Bahan pertimbangan bagi perubahan atau perbaikan kurikulum.19

18

(11)

Menurut Oemar Hamalik penilaian (evaluation) atau pengukuran adalah suatu

upaya untuk mengetahui berapa banyak hal-hal yang telah diajarkan oleh guru.

Sedangkan syarat-syarat umum atau kriteria penilaian evaluasi adalah:

a.) Memiliki validitas. Faliditas adalah penilaian harus benar-benar mengukur apa

yang hendak diukur.

b.) Mempunyai reabilitas. Reabilitas adalah suatu alat evaluasi memiliki

reabilitas, bila menunjukan ketetapan hasilnya.

c.) Objektivitas, suatu alat evaluasi harus benra-benra mengukur apa yang diukur.

d.) Efisien, suatu alat evaluasi sedapat mungkin dipergunakan tanpa membuang

waktu dan uang yang banyak.20

Menurut TR Morrison (abdjul, 1982) ada dua faktor penting dalam evaluasi yaitu:

a.) Pertimbangan (judgement) deskriftif objek penilaian.

b.) Kriteria penanggungjawaban (defensible creteria).21

Menurut Abdul Majid ada prinsip yang harus diperhatikan guru ataupun dosen :

a.) Evaluasi pembelajaran harus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

proses pembelajaran, bukan bagian yang terpisah dari proses pembelajaran (a

part of not apart from instruction).

b.) Evaluasi pembelajaran harus mencerminkan masalah dunia nyata (real world

problems), bukan masalah dunia sekolah (school workind of problems).

c.) Evaluasi pembelajaran harus menggunakan berbagai ukuran, metode, dan

kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.

19

Pupuh Fathurrohman, Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami, (Cet VI; Bandung: PT Refika Aditama, April 2014). Hlm 75-76.

20

Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, ( Cet XIV ; Jakarta : PT Bumi Aksara 2014). Hlm 156-158.

21Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (Cet XII; Bandung: PT Remaja

(12)

d.) Penilaian harus bersifat holistik yang mencangkup semua aspek dari kopetensi

yang hendak dicapai (kognitif, afektif, dan psikomotorik).22

3. Pengertian hasil belajar

Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata hasil adalah sesuatu yang

diadakan,dibuat, oleh usaha, dan pikiran.23 Menurut Muhamad Ali belajar adalah

a. Karena adanya perbedaan dalam mengidentifikasi fakta.

b. Perbedaan penafsiran terhadap fakta.

c. Perbedaan terminologi yang digunakan serta konotasi.

d. Perbedaan penekanan terhadap aspek tertentu.24

Menurut Crobach menyatakan bahwa belajar ditunjuan oleh suatu perubahan

tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.25

Menurut William Buston menarik kesimpulan mengenai pengertian dari belajar

bahwa:

a.) Situasi belajar harus bertujuan , dan tujuan-tujuan itu diterima baik individu

maupun masyarakat.

b.) Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri.

c.) Dalam mencapai tujuan itu, pelajar senantiasa menerima kesulitan, rintangan,

dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan.

22 Novan Ardi Wiyani, Desain Pembelajaran Pendidikan Tata Rancang Pembelajaran

Menuju Pencapaian Kopetensi, ( Yogyakarta : 2013). Hlm 205. 23

Tri Rama K, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia dilengkapi Dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan,(Bandung : karya Agung). Hlm 170.

24

Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran, ( Cet II; Bandung: PT Refika Aditama, 2012).hlm.5.

25 Cronbach, L.E, Educational Psychology, Amerika Book Company, ( New York, 1958).

(13)

d.) Hasil belajar yang utama ialah pola tikah laku yang bulat.

e.) Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belajar dipersatukan dan dihubungkan

dengan tujuan dan situasi belajar.

Prinsip-prinsip pengertian belajar:

a.) Belajar adalah memperoleh tingkah laku.

b.) Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku.

c.) Belajar adalah satu proses.

d.) Proses belajar terjadi karena adanya dorongandan tujuan yang dicapai.

e.) Belajar merupakan bentuk pengalaman.26

J. Kajian Terdahulu

1. Muhamad Burhan Hadi Pra Setio, hubungan pemanfaatan media pembelajaran

Infokus dengan motivasi belajar peserta didik mata pelajaran figih dikelas VII

Mts Negeri Batu Merah Ambon, tahun 2015.

Penelitiannya yaitu tentang pemanfaatan media dan motivasi belajar.Ia

meneliti di lokasi MTS Negeri Batu Merah.

2. Ramla Laitupa, perbandingan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan

metode ceramah dan pemberian tugas pada mata pelajaran pendidikan agama

islam materi ahlak terpuji pada diri sendiri kelas VIII SMP Muhamadiyah

Mamala, tahun 2013. Penelitiannaya yaitu tentang hasil belajar dan metode

pada diri sendiri dan lokasi penelitiannya yaitu Smp Muhammadiyah Mamala.

3. Fatmawati Rumra, pengaruh model problem based lerning terhadap hasil

belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam materi

puasa wajib dikelas VII SMP Negeri 3 Kairatu Kecamatan Seram Bagian

Barat, 2013.

26

(14)

Penelitiannya tentang model based learning dan hasil belajar, lokasi

penelitiannya yaitu SMP Negeri 3 Kairatu SBB.

K. Metodologi Penelitian

1. Tipe Penelitian

Kuantitatif.Kuantitatif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan

menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.27 2. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian di Kampus IAIN Ambon Kecamatan Sirimau Batu Merah,

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam.

3. Waktu penelitian

Waktu penelitian 1 bulan mulai dari tanggal 10, juni sapai dengan 10 juli 2018.

4. Objek penelitian

Dosen pendidikan Agama Islam FITK IAIN Ambon.

5. populasi

Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti.28Ada juga pendapat lain yang mengatakan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau

subjek yang mempunyai kuanitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

27 Nana Syaodah, Metode Penelitian Pendidikan, (Cet X : Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Offest, 2015). Hlm 53. 28

(15)

Pada penelitian ini adalah keseluruhan dosen FITK pada jurusan PAI IAIN Ambon

yang berjumlah 100 dosen yang terdiri dari dosen perempuan sebanyak 70 dan dosen

laki-laki sebanyak 40.

6. Sampel

sampel adalah sebagian populasi yang benar diteliti dan dijadikan wakil gambaran

dari populasi.29

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto, memberikan cara-cara untuk mentukan

sampel yaitu jika subjek lebih besar dari 100 maka dapat diambil antara 10 % - 15 %

- 20 % - 25 % atau tergantung setidaknya:

a. Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana.

b. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek.

c. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti.30

Sampel yang diambil adalah 25 % dari populasi sehungga mendapat jumlah

sampel 25.

7. Sumber Data

Dari buku yang terkit dengan proposal, Google Book, dan Juranl-Jurnal penelitian

yang berkaitan dengan proposal.

8. Instrumen Penelitian

a. Pedoman angket yang berkaitan dengan inti proposal.

b. Lembar observasi,

c. Teknik Pengumpulan Data

Prodak moment.

29 Syarifudin S.T., Rumus Saku Matematika SMA kelas 1, 2, dan 3, ( Tanggerang Selatan :

Karsma Publishing), hlm 162. 30

(16)

d. Menggunakan lembar observasi.

e. Angket

9. Teknik analisis data

a. Reduksi data

b. Penyajian data

c. Penarikan kesimpulan

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharmi, Manajemen Penelitian, Jakarta: PT Rineka Cipta, 1998.

Arifin, Zainal, Evaluasi Pembelajaran, Cet Vi; Bandung : PT Remaja Rosda Karya

Offset, 2014.

Departemen, Agama, RI, Quran Tajwid dan Terjemahan, Magfirah Pustaka.

Efendi,E, Usman,Pengentar Psikologi, Cet : II Edisi Revisi; Bandung: CV Angkasa

2012.

E, L, Cronbach, Educational Psychology, Amerika Book Company, New York, 1958.

Fattah, Nanang, Landasan Manajemen Pendidikan, Cet XII; Bandung: PT Remaja

Rosdakarya Offet, 2013.

Fathurrohman,Pupuh, Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum

dan Konsep Islami, Cet VI; Bandung: PT Refika Aditama, April 2014.

Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Cet XIV ; Jakarta : PT Bumi Aksara,

2014.

(17)

K, Tri, Rama, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia dilengkapi Dengan Ejaan Bahasa

Indonesia yang Disempurnakan, Bandung : karya Agung.

Mahdiyah, Statistika Pendidikan, Cet I; Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2014.

Mursel,J,Mengajar Dengan Sukses, Cet V ; Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

Nizar, Samsul,dan Ramayulis,H, Filsafat Pendidikan Islam, Cet II ; Jakarta: Kalam

Mulia, 2009.

Sugiono, Statistika Untuk Penelitian, Cet 27 ; Bandung: Alfabeta, 2016.

Suhana, Cucu, Konsep Strategi Pembelajaran, Cet II; Bandung: PT Refika Aditama,

2012.

Syaodah,Nana,Metode Penelitian Pendidikan, Cet X: Bandung: PT Remaja

Rosdakarya Offest, 2015.

Syaodih, Nana, dan Ibrahim,Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1996.

T, S, Syarifudin,Rumus Saku Matematika SMA kelas 1, 2, dan 3, Tanggerang Selatan

: Karsma Publishing.

Undang-Undang RI, no 14 tahun 2005, tentang guru dan dosen, Jakarta: Grafika

2007.

Wiyani, Ardi,Novan,Desain Pembelajaran Pendidikan Tata Rancang Pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan strategi belajar dan gaya belajar dengan hasil evaluasi belajar pada mahasiswi D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes RI

akan mempermudah dosen dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mahasiswa lebih mudah dalam belajar. Media ajar ini bisa dibuat dan disusun sendiri oleh dosen

(Studi Deskriptif Terhadap Buku Ajar PAI Kelas VIII Penerbit Kemendikbud dan

Roihana Waliyyul Mursyidah. Pengembangan Materi Ajar PAI Berbasis Model Pemaknaan untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar. Program Studi

Dengan paparan data sebelumnya dapat dijawab bahwa materi ajar yang dipilih oleh guru tersebut sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sebagai acuan pada

Menggunakan Media Berbasis Media Online terhadap Pengembangan Materi Istima’ Pembelajaran Bahasa Arab Pada Mahasiswa PBA Semester 1 IAIN Ambon Dari data yang didapatkan berdasarkan

Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil pengembangan dan penelitian bahan ajar digital meliputi materi ajar, media, lembar kerja peserta didik dan evaluasi yang dikembangkan, melalui

Modul ajar untuk mata pelajaran IPAS Kelas V SD pada semester genap yang berfokus pada materi zat tunggal dan