• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan bahan ajar - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan bahan ajar - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
345
0
0

Teks penuh

Lampiran 24 Kuesioner penilaian kelayakan grafis bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural (hasil Google form). Lampiran 25 Kuesioner penilaian kegunaan bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural (hasil Google form).

Latar Belakang Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru mata kuliah metodologi pengajaran PAI, mengenai bahan ajar yang digunakan selama ini, lebih lanjut dijelaskannya bahwa: 20. Bahan ajar yang digunakan belum terkait dengan pengajaran multikultural, sehingga siswa atau masa depan pendidik masih mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep metodologis.

Identifikasi Masalah

Bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis multikultural dapat digunakan untuk membekali calon guru mahasiswa PAI agar memiliki wawasan keilmuan dalam menghadapi pembelajaran dengan karakteristik siswa yang beragam. Bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis multikultural dapat menjadi solusi tepat bagi guru untuk meningkatkan karakter bangsa calon guru siswa PAI.

Batasan Masalah

Bahan ajar yang digunakan selama ini merupakan bahan ajar dengan penjelasan dan kesimpulan yang panjang tanpa ilustrasi visual. Bahan ajar yang digunakan belum memenuhi komponen bahan ajar yang baik seperti yang dikemukakan oleh Walter Dick, Lou Carey dan James O.

Rumusan Masalah

Bagaimana persepsi dosen dan mahasiswa prodi PAI IAIN Curup terhadap bahan ajar metodologi pengajaran PAI yang digunakan selama ini. Bagaimana efektivitas bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural terhadap karakter kebangsaan mahasiswa program studi PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Spesifikasi Produk yang Dikembangkan

Prosedur pengembangan bahan ajar Metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural menggunakan Borg & Gall dengan sepuluh langkah diseminasi produk. Pengembangan bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis multikultural dikembangkan untuk meningkatkan karakter bangsa yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan

Pengertian Pengembangan Bahan Ajar

Tindakan utama pembelajaran dapat diterapkan dalam proses pengembangan bahan ajar 27 Howard dan Major memberikan empat alasan mengapa guru mengembangkan bahan ajar: (1) kontekstualisasi (bahan ajar yang disiapkan guru cenderung lebih relevan dan menarik dibandingkan bahan ajar yang disiapkan oleh guru. masyarakat umum), (2) ketepatan waktu (bahan ajar yang disiapkan guru lebih akurat), (3) kebutuhan individu (bahan ajar yang disiapkan guru relevan dengan kebutuhan siswa), (4) personalisasi (bahan ajar yang disiapkan guru) . dengan memperhatikan minat dan gaya belajar siswa), 28. Pengembangan bahan ajar adalah proses penciptaan, pemilihan, penyesuaian dan pengorganisasian bahan ajar dan kegiatan agar siswa dapat mencapai tujuan (objektif) belajar tertentu dan terlibat dalam pembelajaran. bisa membantu

Prinsip Pengembangan Bahan Ajar

Kemudian terdapat beberapa prinsip pengembangan bahan ajar antara lain: a) prinsip relevansi yaitu prinsip interkoneksi, b) prinsip konsistensi yaitu prinsip konsistensi, c) prinsip kecukupan. 33 Khalimi Romansyah, “Pedoman Pemilihan dan Penyajian Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia,” Jurnal Logika, XVII.no.2 (2016). H. 60-61. k) Materi atau materi dikembangkan secara kontekstual.. l) Materi atau materi merangsang dan mendorong interaksi pembelajaran.. m) Materi atau materi merangsang dan menstimulasi kegiatan belajar.. n) Materi atau materi harus dimulai dari yang mudah dipahami sampai dengan sulit, dari yang konkrit sampai yang abstrak. o) Materi atau materi memerlukan pengulangan p) Materi atau materi memerlukan pengulangan q) Materi atau materi memerlukan umpan balik r) Materi atau materi memerlukan akuntabilitas.

Model-Model Pengembangan Bahan Ajar

Data yang diperoleh dijadikan bahan pertimbangan pada saat merevisi pengembangan produk pembelajaran atau bahan ajar. Sedangkan menurut Jolly dan Bolitho, model pengembangan bahan ajar terdiri dari tujuh tahap kegiatan pengembangan, yaitu: 40 a) identifikasi kebutuhan bahan ajar. Tata cara penelitian dan pengembangan produk bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural sehingga menggunakan model Borg and Gall.

Untuk itu penulisan bahan ajar didasarkan pada: (a) analisis materi kurikulum, (b) rencana atau program pembelajaran, dan (c) kurikulum yang telah disusun. Informasi tekstual adalah mengembangkan bahan ajar dengan memanfaatkan informasi yang ada yang berasal dari berbagai sumber, misalnya buku teks, artikel, jurnal, internet dan lain sebagainya. Dari ketiga jenis pengembangan bahan ajar menurut Panen, peneliti cenderung memilih dan mengembangkan bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural dengan teknik kedua yaitu transformasi teks.

Evaluasi Bahan Ajar

Metodologi Pengajaran PAI

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) baik negeri maupun swasta sebagian besar mempunyai program studi Pendidikan Keagamaan Islam. Dalam perkembangannya, Program Studi Pendidikan Agama Islam tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam seperti hadis, fiqh, ushul fiqh, tafsir, dan lain sebagainya. Program studi Pendidikan Agama Islam harus memiliki body of science yang dapat dibuktikan kebenarannya dengan metode ilmiah.

Sekalipun ada ilmu-ilmu agama yang bersifat tafsir dan ijtihadi, misalnya materi kuliah Pendidikan Agama Islam dari Al-Qur’an, hadis, fiqh, tauhid, tafsir, akhlak, dan lain-lain tidak mengalami perubahan sejak pertama kali materi tersebut dikodifikasi, dipelajari, dikembangkan hingga saat ini. . Misalnya dalam ilmu tafsir, penafsiran Al-Qur'an dikembangkan dengan menggunakan metode hermeneutik yang mulai populer di kalangan umat Islam progresif, namun metode ini tidak diajarkan dalam perkuliahan tafsir Al-Qur'an di Pendidikan Agama Islam. Program Studi, Fakultas Tarbiyah pada Perguruan Tinggi Swasta Agama Islam. Dalam konteks yang lebih luas, program studi Pendidikan Agama Islam dapat mengembangkan masyarakat belajar yang kreatif, mandiri, berpikiran terbuka, demokratis, ingin tahu dan efektif.

Tabel 2.1  No.   Bidang Ilmu  Disiplin Ilmu  1.  Ilmu  Al-Qur‟an  dan
Tabel 2.1 No. Bidang Ilmu Disiplin Ilmu 1. Ilmu Al-Qur‟an dan

Pendidikan Multikultural

90 Nana Najmina, “Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter bangsa Indonesia”, Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, x.nr.1 (2018). 91 Tarmizi, “Pendidikan multikultural: konsepsi, urgensi dan pentingnya dalam doktrin Islam”, Majalah Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam, V.nr.5 (Mei 2020). Selain program-program di atas, menurut Arifudin, penyelenggaraan pendidikan multikultural dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: 103.

Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan mengenali, menerima, menghargai dan merayakan keberagaman budaya. Pendidikan multikultural di Indonesia harus bertujuan untuk mencapai masyarakat sipil di tengah kekuatan budaya global. 2) Pendidikan multikultural sebagai kebudayaan Indonesia. Menurut Jane R Marcer, jenis tes yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kurikulum pendidikan multikultural adalah tes prestasi.

Karakter Bengsa

Secara etimologis, Akhlak berasal dari kata Arab khuluq yang bentuk jamaknya adalah akhlaq. 111 Ibnu Al-Jauzi menjelaskan (w. 597 H) bahwa al-khuluq adalah etika yang dipilih seseorang.

ميِظَع

Pembelajaran Metodologi Pengajaran PAI IAIN Curup

  • Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Metodologi Pengajaran PAI IAIN Curup IAIN Curup
  • Kondisi Objektif Pembelajaran Mata Kuliah Metodologi Pengajaran PAI yang selama ini dilaksanakan PAI yang selama ini dilaksanakan

Keberhasilan pembelajaran pada mata kuliah Metodologi Pengajaran PAI adalah mahasiswa mampu memahami dan menggunakan metode pengajaran PAI yang berbeda-beda.133. Perencanaan proses pembelajaran disusun untuk setiap mata pelajaran dan disajikan dalam kurikulum semester (RPS). Analisis RPS pada mata kuliah metodologi PAI yaitu dosen menyiapkan RPS setiap semester.

RPS memuat identitas mata kuliah (nama program studi, nama mata kuliah, kode mata kuliah, semester, SKS, nama institusi). Kondisi Tujuan Pembelajaran Mata Kuliah Metodologi Pengajaran PAI Yang Diselenggarakan Oleh PAI Yang Diselenggarakan Oleh PAI Yang Diselenggarakan Selama Ini. Persepsi Dosen Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup terhadap kondisi tujuan pembelajaran mata kuliah Metodologi Pengajaran PAI yang digunakan dalam proses pengajaran selama ini yaitu: dosen menyatakan sangat sesuai sebesar 10%, dosen menyatakan sesuai sebanyak 27%, 45% dosen menyatakan kurang sesuai, 18% dosen menyatakan kurang sesuai, dan 0% dosen menyatakan sangat tidak sesuai.

Kajian Penelitian yang Relevan

Hal ini menunjukkan bahwa produksi e-journal kimia asam basa memenuhi kriteria layak digunakan sebagai bahan ajar interaktif pada unit pembelajaran kimia asam basa. Hasil uji keefektifan bahan ajar menunjukkan bahwa kelas eksperimen mempunyai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Pengembangan bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural untuk meningkatkan karakter bangsa mahasiswa IAIN Curup.

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah : 1. Untuk . mendeskripsikan persepsi guru dan siswa pada program studi PAI IAIN terhadap bahan ajar yang digunakan selama ini untuk pedagogi PAI. Persepsi Mahasiswa Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup terhadap bahan ajar Metodologi Pengajaran PAI yang digunakan selama ini dalam proses pembelajaran yaitu :. TIDAK. Judul Penulis Metode Penunjukan Hasil benar. Efektivitas bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural terhadap karakter kebangsaan mahasiswa program studi PAI fakultas Tarbiyah IAIN Curup. . Para ahli menunjukkan bahwa bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pada pendidikan multikultural. memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,31 dengan kategori sangat baik atau sangat sesuai dan 88,08 dengan kategori sangat praktis untuk digunakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.

Kerangka Berpikir

137 Etty Ratnawati, “Karakteristik Teori Pembelajaran dalam Proses Pendidikan (Perkembangan Psikologis dan Penerapannya),” Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 2016. Teori pembelajaran ini berupaya memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pelakunya. sudut pandang pengamat. Dalam pendidikan multikultural tujuannya agar masyarakat dapat menjaga kesatuan dalam keberagaman, seperti semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Bhinke Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda-beda namun kita tetap satu dan dalam belajar. budayawan. Teori tersebut juga menyatakan bahwa suatu proses dianggap berhasil apabila siswa memahami lingkungannya dan dirinya sendiri.

Teori pembelajaran konstruktivis ini cocok digunakan dalam pembelajaran PAI multikultural karena dalam teori pembelajaran ini kita dapat memahami anak dari segi pengalaman budaya anak dan dalam membantu siswa untuk berpikir, berkomunikasi dan memecahkan masalah sesuai budaya, budaya lebih ditekankan dalam proses pembelajaran. sesuai teori konstruktivisme dan sesuai dengan pendidikan multikultural khususnya dalam pembentukan nilai-nilai karakter bangsa khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena Indonesia mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda dan keanekaragaman budaya inilah yang merupakan kekayaan negara Indonesia. yang harus dilestarikan dan warganya dapat terus hidup damai dan harmonis dalam keberagaman dan bila ada perbedaan maka harus ada. pendidikan yaitu pendidikan multikultural. Strategi baru yang ditawarkan peneliti adalah merancang materi metodologi pembelajaran PAI berbasis pendidikan multikultural dalam bentuk produk materi pembelajaran. Dengan demikian, tata cara penelitian dan pengembangan produk bahan pembelajaran metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural dengan model Borg dan Galla dijelaskan pada tabel berikut;

Model Penelitian dan Pengembangan

Melalui pengembangan diharapkan produk yang ada menjadi lebih efektif, efisien, praktis, menarik dan memuaskan. Melakukan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk baru berupa bahan ajar Metodologi Pengajaran PAI berbasis Pendidikan Multikultural. Jenis penelitian dan pengembangan yang dilakukan dilihat dari penggunaan teori, termasuk penerapan teori dan pembuatan produk.

Dengan meneliti dengan metode kualitatif maka data kuantitatif yang ada dapat ditambah, diperluas, diperdalam dan disanggah dengan data kualitatif. Tujuan penelitian dan pengembangan produk dalam pembelajaran adalah untuk memudahkan tercapainya tujuan pembelajaran, menciptakan inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini melaksanakan penyusunan dan pengembangan bahan ajar cetak berupa buku teks Metodologi Pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural.

Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Merancang kegiatan dan prosedur kerja dalam pengembangan bahan ajar berupa buku teks PAI Metodologi pengajaran berbasis pendidikan multikultural. Hasil penyelesaian soal tes digunakan untuk menganalisis peningkatan karakter bangsa siswa setelah mempelajari bahan ajar metode pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural; Peneliti meminta mereka untuk memperhatikan bahan ajar metode pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural yang telah mereka selesaikan.

Uji keterbacaan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap bahan ajar Metodologi Pengajaran PAI Berbasis Pendidikan Multikultural;;. Bahan Ajar Metodologi Pengajaran PAI Berbasis Pendidikan Multikultural; dalam kelompok besar lokal yang terdiri dari 5 mahasiswa B dan 5 D program studi PAI IAIN Curup; Diseminasi dan implementasi dilakukan melalui publikasi bahan ajar Metodologi Pengajaran PAI Berbasis Pendidikan Multikultural; dalam bentuk buku pelajaran yang ber ISBN.

Uji Coba Produk

Subyek validasi meliputi angket persepsi, penilaian kebutuhan, aspek praktik metodologi pengajaran PAI multikultural, bahan ajar dan angket karakter bangsa siswa. Subyek penelitian (responden) angket persepsi dan kebutuhan guru dan siswa mengenai bahan ajar 1) Guru yang mengajar mata kuliah Metodologi Pengajaran PAI terdiri dari 3 orang guru yaitu Asri Karolina, M.Pd.I, Karliana Idrawari, M.Pd. I. Pengembangan RPS mata kuliah Metodologi Pengajaran PAI dilakukan untuk menyesuaikan bahan ajar yang dikembangkan dengan kegiatan pembelajaran mata kuliah Metodologi Pengajaran PAI.

RPS yang dikembangkan direview oleh seorang ahli yaitu Dr. Deriwanto, M.Sc. dan dr. Idris, M.Pd.I. D. Subyek penelitian Uji kelayakan bahan ajar. Uji kelayakan bahan ajar metodologi pengajaran PAI berbasis pendidikan multikultural dilakukan dengan melibatkan para ahli/pakar yang mempunyai pengalaman mengajar di bidangnya masing-masing, yaitu 1) Kelayakan isi/materi atau konten yaitu Bapak. Prof. Rohimin, M.Ag.,. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi pembelajaran pada mata kuliah Metodologi Pengajaran PAI, kurikulum yang digunakan, RPS yang disusun oleh dosen, persepsi dan kebutuhan dosen dan mahasiswa, serta saran bahan ajar Metodologi Pengajaran PAI berbasis tentang Pendidikan Multikultural.

Gambar

Tabel 2.1  No.   Bidang Ilmu  Disiplin Ilmu  1.  Ilmu  Al-Qur‟an  dan

Referensi

Dokumen terkait

Bahan ajar dalam pengajaran fisika adalah bahan - bahan atau materi pelajaran atau perkuliahan yang disusun secara sistematis yang digunakan oleh guru, dosen dan peserta didik

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK).. INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

Rancangan awal, materi pengembangan bahan ajar mata kuliah bahasa Indonesia untuk mahasiswa prodi S-2 Dikdas ini meliputi literasi bahasa Indonesia, hakikat,

(3) Bagaimana Trik-Trik dosen prodi bimbingan konseling Islam di IAIN Bengkulu ?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif

Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa dari segi perilaku, secara umum mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu Jurusan Ekonomi Islam Prodi

Berdasarkan hasil penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap Institut Agama Islam Negeri IAIN Bengkulu Studi di Desa Air Selimang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang,

Memenuhi permintaan Ibu Dekan Fakultas Tarbiyah untuk membimbing penyusunan skripsi mahasiswa di bawah ini : Nama : Leni Ofiana NIM : 932602918 Judul : Pengembangan Bahan Ajar Buku

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana validitas, prakti- kalitas, dan efektifitas bahan ajar bahasa Arab berbasis komunikatif untuk maha- siswa