• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELABUHAN NATAL SEBAGAI BANDAR PERDAGANGAN PANTAI BARAT SUMATERA (1830-1890).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PELABUHAN NATAL SEBAGAI BANDAR PERDAGANGAN PANTAI BARAT SUMATERA (1830-1890)."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PELABUHAN NATAL SEBAGAI BANDAR

PERDAGANGAN PANTAI BARAT SUMATERA

(1830-1890)

Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

NIRWANA PULUNGAN

NIM: 3112121005

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Nirwana Pulungan. NIM: 3112121005. Pelabuhan Natal Sebagai Bandar Perdagangan Pantai Barat Sumatera (1830-1890). Jurusan Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan

(6)

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Allah ynag maha kuasa serta karunia yang yang telah dilimpahkan

kepada penulis, sehingga penulis dapat melakukan dan menyelesaikan penulisan skripsi ini

yang berjudul “Pelabuhan Natal Sebagai Sebagai Bandar Perdagangan Pantai Barat

Sumatera(1830-1890)”. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan unutuk memenuhi salah satu

syarat guna memperoleh Gelar Sarjana Kependidikan di Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas

Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.

Penulis telah berusaha dengan semaksimal mungkin, tetapi karena kemampuan,

pengetahuan, serta pengalaman yang masih terbatas maka dengan kerendahan hati penulis

menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna baik dari isi, susunan maupun tata bhasanya.

Walaupun demikian harapan penulis agar kiranya hasil studi yang sederhana ini dapat

bermanfaat bagi pihak- pihak yang membacanya. Untuk itu penulis juga mengharapkan kritik

dan saran yang bersifat konstruktif.

Dengan selesainya skripsi ini maka penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-

besarnya kepada:

 Bapak prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan,

Beserta Jajarannya.

 Bapak Dr. Restu, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan,

beserta jajarannya.

 Ibu Dra. Flores Tanjung, MA selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu

Sosial Universitas Negeri Medan.

 Bapak Drs. Yushar Tanjung selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah sekaligus

Dosen Pembimbing Skripsi Penulis yang telah banyak memberikan pengarahan dan

(7)

 Bapak Pristi Suhendro, S.Hum.M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis

yang telah banyak memberikan bimbingan selama perkuliahan.

 Bapak dan Ibu Dosen Penguji(Drs. Ponirin, M.Si dan Ibu Dra. Hafnita Sari Dewi

Lubis, M.Si) selaku Dosen Penguji yang telah memberikan arahan dan ilmunya

kepada penulis untuk perbaikan- perbaikan skripsi demi hasil yang lebih baik.

 Bapak Ibu Dosen- dosen Pendidikan Sejarah yang sudah memberikan ilmu buat

penulis mulai semester awal sampai semester akhir sekarang.

 Kapada yang teristimewa bagi penulis Ayahanda dan Ibunda tercinta, Samsul Bahri

Pulungan dan Nurkasila Hasibuan yang telah banyak memberikan semangat dan

dukungan serta selalu mendoakan penulis agar dapat ilmu yang berkah dan dapat

menyelesaikan perkuliahan dan skripsi ini. Dan juga kepada kakak dan adik-

adik(Suryani, Sri Rahmadani, Afwika, Nur Khofifah pulungan) serta segenap saudara

yang telah memberikan semangat dan dorongan kapada penulis.

 Bapak Nelson Sianipar, SE dan bapak Yulnazmi selaku Kepala dan Tata Usaha

Kantor Unit Penyelenggara pelabuhan kelas III Sikara- kara/ Natal yang telah

menberikan izin dan memberikan data- data yang diperlukan oleh penulis dalam

penyusunan skripsi ini.

 Para informan yang sudah meluangkan waktunya dan memberikan informasi kepada

penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi, dan informasi yang diberikan

sangat membantu penulis.

 Buat sahabat- sahabat tercinta(lily Andriani Nasution, Kautsar Niara, Ayu Surya

Ningsih, Ammar Zhafran Ryanto, Andi Rhamadan) yang telah banyak membantu dan

meluangkan waktunya dalam memberikan dukungan serta Doa kepada penulis selama

(8)

 Buat teman dekat saya Suria Kusuma Alam Nainggolan yang sudah banyak

membantu, memberikan semangat dukungan dan Doa sehingga dapat menyelesaikan

skripsi ini tepat pada waktunya.

 Buat teman- teman seperjuangan Mahasiswa Pendidikan Sejarah Stambuk 2011

Reguler dan Ekstensi.

Akhir kata dari penulis mengucapkan terimakasih kapada semua orang yang telah

membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, mudah- mudahan kita selalu dalam

lindungan Allah SWT.

Medan, Maret 2015

(9)

DAFTAR ISI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 18

A. Metode Penelitian... 18

B. Lokasi Penelitian... 18

C. Sumber Data... 19

D. Teknik Pengumpulan Data... 20

E. Teknik Analisis Data... 20

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 22

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian... 22

B. Latar Belakang Pembentukan Pelabuhan Natal di Pantai Barat Sumatera... 27

C. Administrasi Kolonial... 31

D. Peranan Pelabuhan Natal Terhadap Perdagangan di Pantai Barat Sumatera... 37

(10)

F. Pelabuhan Natal dalam kurun waktu 1830-1890... 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 69

A. Kesimpulan... 69

B. Saran... 71

DAFTAR PUSTAKA... 72

Lampiran 1. Daftar Informan

Lampiran 2. Pedoman Wawancara

Lampiran 3. Peta Lokasi Penelitian

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Jumlah dan harga komoditas Ekspor utama Pantai Barat... 55

Tabel 2 Nilai Ekspor- Impor Pelabuhan... 56

Tabel 3 Jenis, Nama Nahkoda, Pemilik dan ukuran kapal... 61

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pesisir Pantai Barat Sumatera adalah suatu daerah yang merupakan

bagian dari Kec. Natal Propinsi Sumatera Utara. yang terletak di pesisir

Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dengan menggunakan istilah Natal

pertama kali dituliskan oleh bangsa Portugis yang datang ke Pantai Barat. Ada

pula yang menyebut kata Natal berasal dari ungkapan bahasa Mandailing:

Nadatarida bermakna yang nampak dan juga ada yang menyebut ungkapan

bahasa Minangkabau: Tanah Nan Data. Pendapat penyebutan kata “Natal” oleh

bangsa Portugis itu terkait pada fakta sejarah penemuan wilayah Natal antara

Inggris dengan Portugis yang kontroversial. Inggris mengklaim menemukan Natal

pada tahun 1762. Sedangkan Portugis mengklaim bahwa merekalah yang

memberikan nama pada daerah itu, ketika kedatangan mereka di sana untuk

pertama kalinya, sekitar tahun 1492-1498 bersamaan dengan Hari Raya Natal.

Yang jelas abad ke-8 di daerah sekitar Natal telah berdiri Kerajaan Rana Nata

dengan salah satu rajanya bernama Rajo Putieh atau biasa dipanggil Ranah Nata.

Sejarah lokal bermakna karena dapat di hubungan dengan konteks

makro serta dapat dicakup dalam generalisasi. Pendekatan stuktural yang mampu

menempatkan peristiwa unik ke dalam kerangka konseptual sehingga dapat dibuat

generalisasi, jadi penuh makna. Dalam penelitian ini, peneliti mengangkat tantang

sejarah lokal yang di anggap penting untuk di ketahui banyak orang, yaitu sejarah

(13)

Di daerah Natal ini terdapat pelabuhan yang banyak menyimpan

sejarah perdagangan yang terjadi antara Indonesia dan bangsa- bangsa Eropa

khususnya perdagangan lokal yang berlangsung di daerah Pantai Barat Sumatra

antara masyarakat Natal dengan bangsa- bangsa Eropa. Dari perdagangan yang

terjadi di kota Natal banyak kemungkinan bahwa perekonomian masyarakat Natal

melonjak naik, dimana hasil- hasil pertanian ataupun perkebunan yang dimiliki

oleh masyarakat daerah tersebut bisa di pasarkan di pasar Internasional, atau

sebaliknya, dengan adanya perdagangan ini membuat ekonomi masyarakat Natal

menjadi menurun dikarenakan hilangnya hak mutlak atas hasil panen pertanian

dan perkebunan mereka.

Dari pernyataan ini diperkirakan Pelabuhan Natal termasuk salah satu

pelabuhan penting pada masa itu. Dimana pelabuhan berfungsi sebagai Tempat

berlabuhnya kapal dan perahu untuk pengangkutan bahan- bahan perdagangan

seperti kopi Arabika Mandailing, emas, getah dan lainnya yang akan dipasarkan

kepasar Internasional. Hasil bumi Mandailing Natal tidak hanya mengandalkan

transportasi darat, karena trasportasi laut yang menghubungkan kota- kota di

pelabuahan Pantai Barat Sumatera. Sehingga dengan demikian pelabuhan Natal

akan mendorong dinamika pertumbuhan di Pantai Barat. Ada dua belas pulau di

Pantai Barat Mandailing Natal dapat dikembangkan sebagai pusat industri

perikanan laut yang memproses ikan laut siap ekspor. Kedua belas pulau itu

adalah: Tamang, Ilik, Sadokah, Tongah, Labu, Pawangan, Gadung, Tabir, Paling

(14)

Berdasarkan dari hasil uraian di atas, peneliti merasa tertarik untuk

mengadakan penelitian lebih mendalam tentang” Pelabuhan Natal Sebagai

Bandar Perdagangan Pantai Barat Sumatera(1830-1890)”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah di jelaskan sebelumnya, dapat

di identifikasikan adalah:

1. Latar belakang pembentukan Natal sebagai Pelabuhan di Pantai Barat

Sumatera.

2. Peranan Pelabuhan Natal terhadap Perdagangan Di Pantai Barat Sumatera

3. Letak Pelabuhan Pantai Natal yang sangat stategis menjadikan pelabuhan

tersebut sabagai bandar perdagangan pada masa itu.

4. Bahan- bahan yang menjadi Komoditi Perdagangan di Pesisir Natal

5. Manfaat adanya Pelabuhan dan Perdagangan di Natal bagi masyarakat

Natal dan Pemerintah.

C. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sabagai

berikut:

1. Bagaimana latar belakang pembentukan Pelabuhan di Pantai Barat

Sumatera?

2. Bagaimana peranan Pelabuhan Natal terhadap perdagangan di Pantai

Barat Sumatera?

3. Komoditi apasaja yang menjadi bahan perdagangan di Pantai Barat

Sumatera.?

(15)

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini

adalah:

1. Untuk mengetahui latar belakang pembentukan pesisir Natal sebagai

Pelabuhan di Panatai Barat Sumatera

2. Untuk mengetahui peranan Pelabuhan Natal terhadap perdagangan di

Pantai Barat Sumatera

3. Untuk megetahui Komoditi yang menjadi bahan perdagangan di Pantai

Barat Sumatera

4. Untuk mengetahui kondisi pelabuhan pada masa 1830 hingga 1890.

E. Manfaat Penelitian

1. Sebagai bahan perbandingan dan menambah wawasan bagi peneliti dalam

mengkaji permasalahan dalam sejarah.

2. Sebagai bahan imformasi kepada akademis, pemerintah maupun

masyarakat umum tentang pelabuhan Natal sebagai bandar pendagangan

Pantai Barat Sumatera.

3. Menambah ilmu pengatahuan serta sumbangan pemikiran bagi mahasiswa

Sejarah.

(16)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari penjelasn diatas, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan yakni:

1. Pelabuhan Natal adalah salah satu pelabuhan yang ada di Pantai Barat

Sumatera yang pernah tercatat sebagai bandar perdagangan pantai Barat

Sumatera dengan berbagi fasilitas yang mendukung kelancaran

perdagangan. Pelabuhan Natal telah beroperasi sejak tahun 1819 yaitu

ditandai dengan datangnya bangsa Belanda ke daerah Natal untuk berbagi

tujuan, diantaranya mencari daerah penghasil rempah- rampah yang pada

saat itu dibutuhkan oleh pasar dunia. Pada awalnya pelabuhan Natal

hanyalah sebagai pelabuhan Kecil tempat perahu- parahu nelayan

bersandar, selain itu pelabuhan Natal juga berfungsi sebagai tempat kantor

administrasi dan gudang-gudang penyimpanan barang yang akan dibawa

ke pelabuhan Padang maupun ke pulau- pulau lainnya. pada tahun 1837

pemerintah belanda mendirikan keresidenan Air Bangis sebagai upaya

memperkuat basis pemerintahannya di Mandailing. Sehingga pemerintah

kolonial Belanda bisa memusatkan perhatiannya terhadap taktik

memperkokoh kedudukannya dan memperluas pengaruhnya kepada

masyarakat setempat. Pada tahun1843 pelabuhan Natal berubah menjadi

pelabuhan besar untuk Residensi Tapanuli, sebab terjadinya reorganisasi

pemerintahan. Pelabuhan Natal yang pada awalnya masih masuk dalam

Residensi Air Bangis terpecah menjadi Residensi Tapanuli yang

(17)

pelabuhan Natal sebagia pelabuhan yang mulai melakukan Ekspor dan

Impor barang- barang komoditas tanpa mengirim ke pelabuhan Padang

lagi. Namun pada saat penulis penelitian lapangan ke palabuhan Natal

yaitu tanggal 1 Januari 2015, pelabuhan tersebut sudah tidak dioperasikan

lagi sebagaimana pelabuhan yang pernah menjadi bandar perdagangan,

dengan alasan wilayah perairan yang ada di kecamatan Natal sudah mulai

dangkal sehingga kapal- kapal besar sulit untuk masuk dan berlabuh di

palabuhan ini. Palabuhan Natal sekarang hanya beroperasi sebagai tempat

kapal dan perahu nelayan.

2. Sejak tahun 1840-an pelabuhan Natal sudah sangat berperan menjadi pusat

perdagangan. Namun masih perdagangan antar pulau yaitu pulau Tamang,

Padang, Pini, Singkuang, Batahan, Sibolga, Singkl, Barus. Sejak tahun

1851 setelah diresmikannya jalan Mandailing- Angkola pelabuhan Natal

sudah melakukan ekspor-Impor ke luar negeri seperti Eropa, India,

Singapura maupun Malasyia. Namun sekarang pelabuhan Natal sudah

tinggal Sejarah, pelabuhan hanya beroperasi untuk tempet berlabuh kapal-

kapal nelayan.

3. Dalam perdagangan yang terjadi di pelabuhan Natal tidak terlepas dari

berbagai komiditas ekspor- impor. Adapun komoditas yang diekspor dari

Mandailing Godang muapun Mandailing Kecil yaitu: Kopi, Getah, Minyak

Kelapa, Kopra, Gambir, Kapur Barus, Kemenyan, Emas. Komoditas

perdagangan ini tercatat sebagai rempah- rempah yang sangat laku di pasar

Internasional pada masanya. Seperti Kopi Mandailing yang sangat

(18)

B. Saran

Setelah menyusun karya ilmiah skripsi ini, penulis mempunyai beberapa

saran:

1. Kepada pihak pengelola pelabuhan Natal kiranya berusaha memperbaiki

prasarana pelabuhan untuk lebih baik lagi, dan memperhatika pelastarian

sungai Batang Airnya supaya dapat berpotensi menigkatkan

perekonomian melalui perdagangan yang dilakukan di pelauhan Natal

tersebut.

2. Kepada pihak pelabuhan khususnya di bidang Administrasi agar

melengkapi arsip- arsip yang berhubungan dengan sejarah pelabuhan

Natal, karena hal demikian akan sangat berguna kedepannya untuk

generasi yang akan datang, yaitu untuk mengetahui sejarah pelabuhan

Natal dan peranannya dari masa kemasa, demikian juga dapat

menggambarkan perkembangan pelabuhan dan sejauh mana peranan

pelabuhan terhadap perkembangan Ekonomi masyarakat Kecamatan Natal.

3. Kepada pemerintah daerah Mandailing Natal kiranya akses jalan yang

menghubungkan desa- desa pedalaman ke pelabuhan agar diperbaiki,

sehingga trasfortasi tidak mengalami kendala dan dapat memperlancar

pengangkutan komoditas perdagangan dari berbagai desa terpencil ke

pelabuhan Natal.

4. Seharusnya pemerintah perlu merancang pembangunan pelabuhan modren

di Natal untuk mobilitas barang dan manusia. Dengan demikian pelabuhan

(19)

Diharapkan pembangunan pelabuhan Natal akan mendorong pertumbuhan

ekonomi masyarakat Mandailing Natal secara signifikan

5. Kepada pemerintah daerah Manndailing Natal untuk tetap menjaga

berbagai bangunan maupun tempat- tempat bersejarah yang ada di

Mandailing Natal, karna jejak- jejak sejarah yang ada di Mandailing Natal

juga bisa menjadi objek wisata daerah yang bernilai ekonomi untuk

pembangunan dan pelestarian bangunan dan tempat- tempat yang

dianggap sebagai ikon sejarah Mandailing Natal, karena bangunan dan

tempat- tempat bersejarah di daerah Natal sendiri sudah mulai diabikan.

6. Kepada pemerintah perlu untuk segera mungkin mengambil langkah nyata

dalam hal penyelesaian masalah- masalah yang dihadapi oleh pelabuhan-

pelabuhan Pantai Barat Sumatera khusunya pelabuhan Natal agar

pelabuhan tersebut dapat berperan dengan baik sehingga dapat

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Asnan, Gusti (2007) Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera, Ombak: yogyakarta

Abdullah, Taufik dkk (1985) Ilmu Sejarah Dan Historiografi Arah Dan

Persepektif, P. T. Gramedia: Jakarta

Adam, Warman Asvi (2000) Sejarah Lisan Di Asia Tenggara, Pustaka LP3ES

Indonesia, IKAPI: Jakarta

Arikunto, Suharsimi (2006) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, PT

Rineka Cipta, Jakarta

Abdullah Taufik (1987) Sejarah dan Masyarakat Lintas Histori Islam di

Indonasia, Pustaka Firdaus: Jakarta

Bazar, A, Harahap( ) Menguak Tabir Potensi Tapanuli Selatan Dan

Mandailing Natal, Yayasan Surya Daksina: Jakarta

Harahap, Hamidy Basyral (2004) Madina Yang Madani, Pemerintah Daerah

Kabupaten Madina: Panyabungan

Harahap, Hamidy Basyral(1987) Orientasi Nilai- Nilai Budaya Batak Suatu

Pendekatan Terhadap Perilaku Batak Toba Dan Angkola Mandailing,

Sanggar Willem Isknder Rajungan: Jakarta

Harahap, Hamidy Basyral (2004) Greget Tuanku Rao, Komunitas Bambu: Depok

Kartodirdjo, Sartono (1992) Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah,

P. T. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Loeb, M Edwin (2013) Sumatra Sejarah Dan Masyarakatnya, Ombak:

(21)

Suyanto, Bagong(1996) Perangkap Kemiskinan Problem dan Strategi

Pengentasannya dalam Pembangunan Desa, Aditya Media Demangan

GK : Yogyakarta

Sjamsuddin, Helius (2007) Metodologi Sejarah, Ombak: Yogyakarta

Kartodirdjo, Sartono(1991) Sejarah Perkebunan Di Indonesia Kajian Sosial-

Ekonomi, Aditya media: Yogyakarta

Nasutiom, Pandapotan H(2005) Adat Budaya Mandailing Dalam Tantangan

Zaman, Farkola: Sumatera Utara

Nasutiom, Pandapotan H(2001) Mandailing Natal Peluang, Tantangan Dan

Harapan, Yayasan Parsarimpunan Ni Tondi: Medan

Zuhdi, Susanto(2002) Cilacap Bangkit Dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan Di

Jawa, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran

Sumber Internet

Sukanto, Haryono”transportasi perkotaan dan lingkungan” 3 September 2014

http://hsukartono.wordpres.com2006/07.02/trasportasi-perkotaan-dan-lingkungan

Referensi

Dokumen terkait

Pada hari ini Jumat tanggal 3 bulan Agustus tahun Dua ribu dua belas , Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pembangunan Gedung Balai Nikah Pada Kementerian Agama

tersebut dapat terbentuk sikap tersendiri pula. Integrasi; pembentukan sikap di sini terjadi secara bertahap dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan hal

Senyawa kalkon hasil sintesis memiliki gugus keton α, β tak jenuh yang bertindak sebagai antibakteri, hal ini sesuai dengan hasil penelitian Lahtchev. et al ., 2008 yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman kara merah, kubis dan kara putih, perlakuan MS4 (mulsa batang jagung 12 ton/ha dengan rumput kolonjono+ srikaya sebagai

In principle, the difference between the free energy of a reference state and another state of a system can be determined if the equilibrium fluctuations of the system in the

SKPD (Mamuju) Terbayarnya Insentif GTT, tenaga administrasi, tenaga teknis dan pengamanan SMIK Neg.. Nasional SKPD (Nasional) Ikutsertanya kontingen Sulbar pada Lomba LKS

Jalan Bendungan Bili-Bili II, Rappocini, Karunrung, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Untuk lebih jelasnya wilayah administrasi lokasi penelitian bisa dilihat dari peta 4.1 administrasi wilayah lokasi penelitian. Peta wilayah administrasi lokasi