• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN DASAR DESAIN SISWA KELAS X TATA BUSANASMK NEGERI 3 PEMATANGSIANTAR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN DASAR DESAIN SISWA KELAS X TATA BUSANASMK NEGERI 3 PEMATANGSIANTAR."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DENGAN

HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN DASAR DESAIN

SISWA KELAS X TATA BUSANASMK NEGERI 3

PEMATANGSIANTAR

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

OLEH :

SUSANTI

5103141037

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Susanti, NIM: 5103141037. Hubungan Pemanfaatan Sumber Belajar Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Desain Siswa Kelas X Tata Busana Smk Negeri 3 Pematangsiantar. Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan sumber belajar dengan hasil belajar dasar desain pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Pematangsiantar.

Populasi dalam penelitian adalah seluruh Siswa SMK Tata Busana sebanyak 84 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel penelitian adalah 84 orang. Metode pengumpulan data metode deskriptif korelasional. Analisis data menggunakan teknik deskriptif korelasional, uji persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji linieritas. Sedangkan uji hipotesis dengan korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber belajar pada siswa tergolong cenderung tinggi sebesar 70,2% dan hasil belajar dasar desain pada siswa cenderung cukup sebesar 81%. Hasil uji linieritas untuk persamaan regresi

Y atas X diperoleh persamaan Ŷ = 1,377 + 0,451X dan memiliki hubungan yang

linier pada taraf signifikasi 5% karena Fhitung < Ftabel (0,864 < 1,69) dan koefisien

(6)

ii KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan

rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk

memperoleh gelar sarjana pendidikan Jurusan Pendidikan Kesejahteraan

Keluarga, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan.

Adapun judul skripsi ini adalah “Hubungan Pemanfaatan Sumber Belajar

Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Desain Siswa Kelas X SMK Negeri 3

PematangSiantar.

Penulis menyadari bahwa banyak hambatan dan kesulitan yang dialami

dalam menyelesaikan skripsi ini. Keberhasilan dalam penyusunan skripsi ini tidak

akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, penulis

mengucapkan terimakasih kepada ibu Dra. Ermidawati, M.Pd selaku dosen

pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan perhatian, dorongan, arahan,

bimbingan serta masukan , saran yang sangat berharga dan meluangkan waktunya

hingga skripsi ini selesai.

Teristimewa penulis sampaikan terima kasih kepada orang tua tercinta

Papa A. Hutagalung dan Mama Nurmida Sitohang yang selalu memberikan doa,

kasih sayang, dan dukungan baik moril maupun material kepada penulis, juga

kepada Kaka Debora Hutagalung, SE, dan adik Putri Hutagalung, Diana

Hutagalung, Limaria Hutagalung, Natalia Hutagalung yang selalu memberikan

(7)

iii Pada kesempatan ini juga penulis ingin mengucapkan terimaksih

sebesar-besarnya kepada:

1. Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Prof. dr. Abdul Hamid, M.Pd selaku Dekan Fakultas Teknik

UNIMED.

3. Bapak Prof. Dr. Sumarno, M.Pd selaku Pembantu Dekan I Fakultas Teknik

UNIMED.

4. Ibu Dr. Dina Ampera, M.Si selaku Ketua Jurusan PKK Fakultas Teknik

UNIMED.

5. Ibu Dra. Nurmaya Napitu, M.Si selaku Ketua Prodi pendidikan Tata Busana.

6. Ibu Dra. Surniati Chalid, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik

sekaligus Dosen Penguji terimakasih buat bimbingannya kepada penulis .

7. Dra. Juliarti, M,Si dan Ibu Dra. Halida Hanim, M.Pd selaku dosen penguji

yang telah memberikan masukan dan bimbingan.

8. Seluruh Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga .

9. Bapak Drs. Safrudin selaku kepala sekolah SMK Negeri 3 PematangSiantar,

serta Bapak/Ibu guru SMK Negeri 3 Pematangsiantar.

10.Keluarga besar Hutagalung, Sitohang yang memberikan semangatnya.

11.Teman seperjuangan Stambuk 2010 Pendidikan Kesejateraan Keluarga

Reguler/Ekstensi. Tata Busana dan Tata Rias terimakasih untuk motivasi dan

kerja samanya.

12.Sahabat- sahabat seperjuangan, Warni Silitonga, Eva Sihombing , Junion

(8)

iv Iin Lubis, Nia Tambunan, ,Ulfa Damanik, Nisa Nasution, terimakasih untuk

dukungan dan kerjasamanya selama ini.

13.Rekan-rekan PPLT Siantar Simalungun keluarga Terminator yang

memberikan semangatnya penulis ucapkan terimakasih.

14.Terimakasih buat Teman teman kos , ka Jelita, Siska , Desi, Risma, Dingin,

Yunita, Ka Endang, dan buat anak Kos TEGAR yang sangat bersahabat

memberikan dukungan dan Motivasi.

Akhir kata penulis mengharapkan, semoga skripsi ini dapat bermanfaat

bagi para pembaca terutama dalam dunia pendidikan pada umumnya dan khusus

dalam bidang Program Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.

Medan, Maret 2015

(9)

v

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... 6

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II. KEANGKA TEORITIS, KERANGKA KONSEPTUAL DAN PENGAJUAN HIPOTESIS ... 9

A. Kerangka Teoritis ... 9

1. Hakekat Sumber Belajar ... 9

2. Hakekat Hasil Belajar Dasar Desain ... 30

a. Hasil Belajar. ... 30

b.Dasar Desain ... 36

B. Penelitian Yang Relevan ... 48

C. Kerangka Berpikir ... 49

D. Hipotesis ... 51

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 52

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 52

B. Populasi dan Sampel ... 52

1. Populasi ... 52

2. Sampel ... 53

C.Metode penelitian dan rancangan penelitian ... 53

1. Metode penelitian ... 53

2.Rancangan Penelitian ... 54

D. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 54

E. Teknik Pengumpulan Data ... 55

F. Instrumen Penelitian ... 55

G.Uji Coba Instrumen Penelitian ... 58

(10)

vi

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 70

A.Deskripsi Data Penelitian ... 70

B. Uji Persyaratan Analisis ... 74

D. Pengujian Hipotesis Penelitian ... 77

E. Pembahasan Penelitian ... 78

BAB V. KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN ... 81

A.Kesimpulan ... 81

B. Implikasi ... 81

B. Saran ... 83

DAFTAR PUSTAKA ... 84

(11)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

1. Silabus ... 87

2. Angket Uji Coba Pemanfaatan Sumber Belajar ... 90

3. Tes Uji Coba Dasar Desain ... 94

4. Kunci Jawaban Dasar Desain Uji Instrumen ... 104

5. Angket Pemanfaatan Sumber Belajar ... 105

6. Tes Dasar Desain ... 109

7. Kunci Jawaban Dasar Desain ... 118

8. Uji Validitas Angket Pemanfaatan Sumber Belajar ... 119

9. Uji Realibilitas Angket ... 120

10.Perhitungan Validitas dan Realibilitas angket ... 121

11.Uji Validitas Tes Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Desain ... 128

12.Uji Realibilitas Tes Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Desain ... 129

13.Perhitungan Uji Validitas dan Realibilitas Tes Hasil Belajar Dasar Desain. 130 14.Data Pemanfaatan Sumber Belajar Siswa Kelas X Smk Negeri 3 Pematangsiantar ... 136

15.Data Tes Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Desain ... 137

16.Data Hasil Penelitian ... 139

17.Deskripsi Data Penelitian ... 142

18.Identifikasi Tingkat Kecenderungan Variabel Penelitian ... 145

19.Uji Normalitas Sebaran Data Masing-Masing Variabel Penelitian ... 149

20.Perhitungan Persamaan Regresi Sederhana, Uji Kelenieran Dan Keberartian Persamaan Regresi ... 152

(12)

vii

1. Jumlah Koleksi perpustakaan jurusan tata busana SMK Negeri 3 ... 20

2. Jumlah Populasi ... 52

3. Sampel penelitian ... 53

4. Bobot skor untuk setiap jawaban angket ... 56

5. Kisi-kisi instruent penggunaan sumber belajar ... 56

6. Kisi-kisi instrument mata pelajaran dasar desain ... 57

7. Distribusi variabel pemanfaatan sumber belajar ... 70

8. Tingkat kecenderungan pemanfaatan sumber belajar(X) ... 72

9. Distribusi variabel hasil belajar desain (Y) ... 72

10.Tingkat kecenderungan hasil belajar desain(Y) ... 74

11.Ringkasan hasil perhitungan uji normalitas pemanfaatan sumber belajar ... 75

12.Ringkasan hasil perhitungan uji normalitas distribusi data hasil belajar desain ... 76

(13)

viii DAFTAR GAMBAR

1. Paradigma hubungan antar variabel ……… ... 54

(14)

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan kajian pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut :

1. Pemanfaatan sumber belajar kelas X Tata Busana SMK Negeri 3

Pematangsiantar (X) cenderung cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa

pemanfaatan sumber belajar yang dilakukan siswa masih tergolong cukup

dalam meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran desain.

2. Hasil belajar desain pada siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 3

Pematangsiantar cenderung cukup. Hal ini berarti, kemampuan siswa yang

dimiliki siswa cukup baik dalam melakukan pembelajaran desain.

3. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan sumber belajar

dengan hasil belajar desain Kelas X Tata Busana SMK Negeri 3

Pematangsiantar. Hasil ini diperoleh dari nilai korelasi sebesar 0,615 dengan

uji signifikansi rhitung > rtabel (0,615 > 0,215) sehingga pengujian hipotesis

teruji kebenarannya. Hal ini berarti, dengan pemanfaatan sumber belajar yang

baik maka hasil belajar desain dapat meningkat.

B. Implikasi

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat dibuat implikasi penelitian

sebagai berikut:

Hasil belajar dasar desain merupakan salah satu kunci sukses bagi para siswa

jurusan Tata busana SMK Negeri 3 Pematangsiantar untuk bekal ilmu bagi

(15)

82

mereka dalam dunia pekerjaan dimasa yang akan datang, hasil belajar tersebut

akan sangat bergantung dengan bagaimana siswa dalam memanfaatkan sumber

belajar yanga ada. Hal ini terbukti dari kesimpulan penelitian yang telah diuraikan

di atas, menunjukkan bahwa hasil belajar dasar desain mempunyai hubungan yang

positif terhadap pemanfaatan sumber belajar. Oleh karena itu, implikasi terhadap

lembaga pendidikan yang dalam hal ini adalah kelas X Tata Busana di SMK

Negeri 3 Pematangsiantar harus senantiasa berupaya meningkatkan pemanfaatan

sumber belajar.

Upaya meningkatkan hasil belajar Dasar Desain melalui peningkatan

pemanfaatan sumber belajar. Pemanfaatan sumber belajar didalam materi

pelajaran Dasar desain adalah suatu pemanfaatan sumber-sumber belajar

semaksimal mungkin sehingga usaha pencapaian tujuan pembelajaran dalam mata

pelajara dasar desain dapat diupayakan semaksimal mungkin dengan catatan

usaha tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan guru mata pelajaran desain.

Guru dapat membuat program pembelajaran dengan memanfaatkan secara

maksimal sumber belajar di dalam lingkungan sekolah. Sumber-sumber belajar

berupa perpustakaan sekolah, buku-buku diperpustakaan, internet/wifi yang

tersedia dilingkungan sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya akan sangat

memotivasi dan memacu para siswa dalam menekuni mata pelajaran dasar desain

dan meningkatkan gairah belajarnya serta akan menumbuhkan minat belajar

mereka serta akan dapat menumbuh kembangkan cakrawala berfikir dari wawasan

para peserta didik, yaitu pada gilirannya akan menghasilkan prestasi yang

(16)

Berdasarkan uraian kesimpulan di atas maka saran yang dapat diajukan

adalah sebagai berikut:

1. Bagi guru diharapkan dapat memotivasi siswa dengan cara membrikan tugas

sehingga siswa memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekolah seperti

pemanfaatan perpustakaan di sekolah, buku teks, buku pendukung/majalah,

dan internet/wifi. Dengan memanfaatkan sumber belajar siswa dapat belajar

dengan lebih mudah dalam mengulas materi-materi pelajaran yang

disampaikan guru.

2. Kepada pengelola perpustakaan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan

kepada siswa-siswa. Pelayanan yang mencyenangkan dan memuaskan akan

berbpengaruh terhadap keinginan siswa mengunjungi dan memanfaatkan

perpustakazn sebagai sumber belajar.

3. Bagi pihak sekolah diharapkan untuk memberikan kelengkapan fasilitas

sarana belajar di sekolah, sehingga siswa dapat lebih optimal dalam mencari

sumber belajar yang ada di sekolah dengan pengawasan para guru sehingga

dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar dan dapat meningkatkan

hasil belajar siswa.

4. Bagi peneliti selanjutnya, agar penelitian ini bisa menjadi referensi dalam

upaya meningkatkan pemanfaatan sumber belajar serta meningkatkan hasil

belajar peserta didik sebagai upaya mengembangkan dan meningkatkan mutu

(17)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Prestasi belajar merupakan hasil dari kegiatan belajar yang dicapai oleh

siswa melalui evaluasi belajar menurut tahapannya yaitu bulanan, semester dan

lainnya. Untuk meningkatkan pretasi belajar siswa dapat dilakukan dengan

berbagai cara, salah satunya adalah dengan memanfaatkan fasilitas sekolah

sebagai sumber belajar.

Sumber belajar adalah semua sumber yang dapat digunakan oleh siswa

baik secara individu maupun bersama – sama dengan para siswa lainnya yang

memberikan kemudahan bagi siswa untuk memperoleh sejumlah informasi,

pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam proses belajar. Sumber

belajar juga berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan

yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan

pada bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajari.

Mulyasa (2004: 48) mengatakan bahwa “Sumber belajar dapat dirumuskan

sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa dalam

memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan

dalam proses belajar. Selain itu Sudjana dan Rivai (2009: 76) mengatakan bahwa

“ Sumber belajar adalah suatu daya yang bisa dmanfaatkan guna kepentingan

proses belajar mengajar baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagian

atau keseluruhan.

(18)

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tersedianya sumber belajar

adalah mutlak. Sumber belajar seperti perpustakaan sekolah, halaman sekolah,

alat-alat peraga dan lain sebagainya merupakan salah satu faktor penentu,

disamping keprofesionalan guru dalam menjalankan tugas. penggunaan sumber

belajar dapat mempertinggi kualitas belajar mengajar

Keberadaan perpustakaan di sekolah merupakan suatu hal yang wajib ada

dalam sebuah lembaga atau lingkungan pendidikan. Perpustakaan merupakan

gudang ilmu dan bahan bacaan yang berkaitan dengan dunia pendidikan maupun

pengetahuan umum, sehingga keberadaannya diharapkan dapat memudahkan

siswa dalam mencari referensi atau rujukan sumber ilmu yang sedang

dipelajarinya. Dengan demikian siswa dapat mengembangkan wacana berpikir

dan wawasannya lebih luas lagi.

Saat ini akibat adanya kemajuan teknologi semakin banyak pula sumber

yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran

dasar desain seperti manusia (guru, narasumber dan lainnya), penggunaan alat dan

bahan pengajaran ( media elektronik, buku, majalah, internet), di lingkungan

sekolah penggunaan lingkungan sekitar. Semua sumber belajar ini dapat

membantu siswa dalam memahami dan meguasai materi pelajaran sehingga

tercapailah hasil belajar pengukuran yang optimal karena semakin banyak sumber

belajar yang digunakan, semakin jelas informasi yang diperoleh dalam menguasai

(19)

3

Hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana pemanfaatan sumber belajar

dalam praktik pendidikan yang paling cocok sistem pendidikan di negara kita.

Selanjutnya permasalahan muncul adalah sumber belajar apa dan sumber belajar

yang bagaimana yang relevan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada

pelajaran dasar desain. Karena penyediaan sumber belajar yang memadai juga

bukan merupakan jaminan dalam peningkatan hasil belajar, jika sumber belajar ini

tidak tepat, up to date , dan kurang dimanfaatkan siswa. sumber belajar sangat

dibutuhkan untuk menyelesaikan kesulitan belajar siswa.

Dalam mengelola sumber belajar sebaiknya memperhatikan sumber daya

yang ada di sekolah dan melibatkan orang-orang yang ada dalam sistem sekolah

tersebut. pembahasan tentang pengelolaan sumber belajar meliputi sumber daya

sekolah dan pemanfaatan sumber daya lingkungan sekolah. (Yamin, 2009)

Sekolah menengah kejuruan yang selanjutnya dikenal dengan sebutan

SMK adalah bentuk satuan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk

melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta mempersiapkan siswa untuk

memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap professional (dikmenjur,

2004).

Berdasarkan uraian diatas, SMK merupakan tempat untuk

mengembangkan keahlian dalam bidang yang dibutuhkan dalam dunia kerja

termasuk SMK kelompok pariwisata yang memiliki bidang keahlian Tata Busana.

Karena di dunia industri memerlukan orang-orang yang mempunyai keahlian

(20)

desain sebagai pelajaran produktif . Pembelajarannya melalui teori dahulu dan

selanjutnya dengan praktek membuat suatu desain.

Dari observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran dasar desain di

SMK Negeri 3 Pematangsiantar pada bulan Desember 2014, dari data yang

diperoleh, hasil belajar Mata Pelajaran Dasar Desain kelas X Tata Busana masih

belum optimal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai ujian akhir semester untuk mata

pelajaran Dasar Desain siswa kelas X Tata Busana. Nilai-nilai akhir semester

siswa tersebut masih ada yang belum tuntas atau masih di bawah Kriteria

Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan pihak sekolah yaitu sebesar

70, menunjukkan bahwa nilai mata pelajaran dasar desain pada siswa kelas X

program keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Pematangsiantar yang dikutip dari 3

tahun terakhir 2010-2013, tahun 2010/2011 sebanyak 88,1 persen (37 orang)

memperoleh nilai C, sebanyak 11,9 persen (5 orang) memperoleh nilai B, tahun

2011/2012 sebanyak 58,3 persen (21 orang) memperoleh nilai C, sebanyak 46,1

persen (18 orang) memperoleh nilai B, 2012/2013 sebanyak 54,2 persen (32

orang) memperoleh nilai C, sebanyak 45,7 persen (27 orang) memperoleh nilai B,

dan tidak ada yang memperoleh nilai A. Dari nilai tersebut dilihat tidak ada

satupun siswa yang memperoleh nilai sangat baik.

Siswa menganggap bahwa mata pelajaran dasar desain adalah mata

pelajaran yang sulit untuk dipahami, memerlukan penalaran yang baik, sehingga

siswa kurang berminat dalam mengikuti pelajaran ini khususnya materi dasar

desain dikarenakan persediaan sumber belajar seperti buku tentang desain yang

(21)

5

dasar desain. Guru memberi tugas pada siswa untuk mencari sumber belajar

lainnya, seperti melalui internet dan buku atau majalah yang berhubungan dengan

mata pelajaran dasar desain, guna mempermudah siswa dalam belajar desain.

Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan siswa

sebagai bahan dalam proses belajar sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan

yang mengandung hal-hal baru bagi sipelajar. Penggunaan sumber belajar

merupakan unsur yang sangat mendukung dalam meningkatkan prestasi belajar

disekolah, dikatakan demikian karena sumber belajar itu mencakup seluruh sarana

dalam proses belajar. Dengan peranan sumber belajar memungkinkan peserta

didik dapat berubah dari yang tidak tahu menjadi tahu (ketepatan dalam memilih

sumber belajar dapat menunjang besarnya pengaruh media yang digunakan

terhadap hasil belajar).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan

penelitian dengan judul “Hubungan Pemanfaatan Sumber Belajar Dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar Desain Siswa Kelas X Tata Busana SMK Negeri 3 Pematangsiantar”.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan diatas peneliti

mengidentifikasikan masalah diantaranya adalah sebagai berikut hasil belajar

siswa pada mata pelajaran dasar desain belum optimal dan dikategorikan masih

rendah, siswa menganggap mata pelajaran dasar desain mata pelajaran yang sulit

(22)

mengandalkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, pemanfaatan sumber

belajar masih kurang, hubungan pemanfaatan sumber belajar dengan hasil belajar

dasar desain pada siswa kelas X Tata Busana.

C. Pembatasan masalah

Dari uraian latar belakang masalah dan identifikasi masalah, maka penulis

membatasi masalah sebagai berikut:

1. Pemanfaatan sumber belajar dibatasi pada perpustakaan di sekolah, buku teks

,majalah, dan internet/Wifi yang diperoleh di lingkungan sekolah.

2. Hasil belajar yang diukur pada penelitian ini dibatasi hanya dengan hasil

belajar kognitifnya saja.

3. Siswa yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X Tata Busana

SMK Negeri 3 Pematangsiantar T.A 2014/2015.

D. Perumusan masalah

Berdasakan latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah

di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana pemanfaatan sumber belajar pada siswa kelas X Tata Busana

SMK Negeri 3 PematangSiantar.

2. Bagaimana hasil belajar dasar desain pada siswa kelas X Tata Busana SMK

Negeri 3 Pematangsiantar.

3. Bagaimana hubungan pemanfaatan sumber belajar dengan hasil belajar dasar

(23)

7

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pemanfaatan sumber belajar pada siswa kelas X Tata

Busana SMK Negeri 3 Pematangsiantar.

2. Untuk mengetahui hasil belajar dasar desain pada siswa kelas X Tata Busana

SMK Negeri 3 Pematangsiantar.

3. Untuk mengetahui hubungan pemanfaatan sumber belajar dengan hasil

belajar dasar desain pada siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 3

Pematangsiantar.

F. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian yang diperoleh, diharpkan dapat memberikan

manfaat sebagai berikut:

1. Memberi informasi tentang hubungan pemanfaatan sumber belajar

dengan hasil belajar dasar desain pada siswa kelas X program keahlian

Tata Busana SMK Negeri 3 Pematangsiantar.

2. Sebagai bahan masukan bagi guru program diklat khususnya guru tata

busana SMK Negeri 3 Pematangsiantar guna peningkatan hasil belajar

dasar desain pada siswa kelas X Tata Busana .

3. Sebagai bahan masukan bagi lembaga SMK khususnya sekolah

(24)

penggunaan sumber belajar dalam meningkatkan kualitas peserta

didik.

4. Sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi penulis lainnya yang

(25)

84

DAFTAR PUSTAKA

Altbach, Philip G. 1991. “Instruction”. Texbook in american society, 1991, 1-5

New York: SUNY Press.

B. S. D. Oetomo, 2003, Konsep dan perancangan jaringan komputer, Andi, Yogyakarta.

Arikunto S. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Dariyo, Agoes, 2004, Psikologi Perkembangan Remaja. Jakarta: Ghalia Indonesia

Darmono. 2007. Pengembangan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar. Jurnal Perpustakaan Sekolah.

Darsono, Max. 2000. Belajar dalam pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang press.

Depdiknas.2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta

Departemen Pendidikan Nasional; Kamus Besar Bahasa Indonesia; PT Gramedia Pustaka Utama

Djamarah, Bahri, Saiful (2002). Rahasia sukses belajar, Jakarta: Rineka Cipta

Dimyati, Mudjiono. 2006. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

E. Mulyasa. 2004. Kurikulum Berbasis kompetensi. Bandung: Remaja Rosda Karya Offset

Effendy, Onong Uchjana. 2002. Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Ebdi sanyoto, Sadjiman, Drs. Dasar- Dasar Tata Rupa Dan Desain. Yogyakarta.

Ernawati, dkk (2008); Tata busana Jilid II; Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta

Yusuf, Pawit M. dan Yaya Suhendar. 2007. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kencana

Hamalik, Oemar 2010. Proses belajar mengajar. Jakarta: Balai Pustaka.

Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Peprustakaan dan Informasi, Medan : USU Press.

Irma, dkk. (2001). Kamus Mode Indonesia. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Iskandar. 2013. Metodologi penelitian Pendidikan Dan Sosial. Jakarta: Referensi

(26)

Madjid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Muslich, Masnur. 2010. Texbook writing dasar-dasar pemahaman, penelitian, dan pemakaian buku teks. Yogyakarta: UNY press.

Rakhmat, J. (1985). Psikologi Komunikasi. Bandung : CV. Remadja karya.

Rohani, ahmad. 2004. Pengelolaan pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Rostamailis. 2005. Penggunaan Kosmetik Dasar Kecantikan dan Berbusana

yang sehat. Jakarta : PT Rineka Cipta

Sudjana, Nana, Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru

Algesindo, 2007.

Sujarwo dan Radikun (2002) Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta: PT Mediyatama Sarana Perkasa.

Sardiman. AM. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Siregar, Belling.2002. Pengembangan Koleksi. Medan : Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi Sumatera Utara.

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya Jakarta: Rineka Cipta.

Sri Ardiati Kamil, 1986, Fashion Design, Jakarta : C.V. Baru Jakarta

Sri Widarwati, 2000, Desain Busana I, Yogyakarta : FPTK IKIP Yogyakarta.

Sri Widarwati, 1993, Desain Busana1, Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.

Sudjana A.2005. Metode Statistika. Bandung : Tarsito

Sudono. 2000. Sumber Belajar dan Alat Permainan. Jakarta : Grasindo

Sugiono, 2011. Metode penelitian pendidikan. Alfabeta Bandung.

Sutarno, NS 2006. Perpustakaan dan masyarakat, CV sagung seto, Jakarta

Suyatinah. 2001. Analisis buku teks bahasa indonesia sekolah dasar kelas II Yogyakarta: laporan penelitian FIP_UNY

(27)

86

Tarigan, Henry Guntur & Djago Tarigan. 1986. Telaah buku teks bahasa indonesia. Bandung: Angkasa

Wijandi, Soesarsono 1988. Pengantar Kewiraswastaan. Bandung: Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Widjiningsih, 1982, Desain Hiasan dan Lenan Rumah Tangga, Yogyakarta : FPTK IKIP Yogyakarta.

Yamin Martinis.2009. Taktik mengembangkan kemampuan individual siswa. Jakarta : Gaung persada press

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu factor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Desain adalah dengan meningkatkan kemandirian belajar pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Facilitator And Explaining terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran

Secara keseluruhan fasilitas belajar siswa Jurusan Tata Busana kelas XI di SMK Negeri 3 Sungai Penuh termasuk kategori sedang yaitu 43,3%, itu artinya fasilitas

Demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi kejujuran melalui pembelajaran debat aktif di kelas X Jurusan Tata

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan tentang “Hubungan Minat belajar dan Pemanfaatan sumber belajar dengan Prestasi belajar mata pelajaran siklus

Penggunaan metode pelatihan pada pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran muatan lokal keterampilan Tata Busana kelas VIII SMP

Ketiga , ada hubungan positif dan signifikan antara pemanfaatan fasilitas praktik dan minat siswa dengan hasil belajar mata pelajaran dasar listrik otomotif kelas X SMK

Penggunaan metode pelatihan pada pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran muatan lokal keterampilan Tata Busana kelas VIII SMP