“RAHASIA CINTA”
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program Diploma III Maulidia Fitria Febriani 42151016
Muhammad Rizal Rais 42150558 Deranda Putri 42150901 Akhmad Khoirul Anam 42150311
Syifa Aviona 42150954
Adi Putra Yulianto 42150234 Muhammad Ardhi 42150497 Diery Annissa M.A 42150874
Program Studi Penyiaran
Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika Jakarta
2018
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
ix
x
xi
xii
xiii
xiv
xv
xvi
xvii
xviii
xix
xx
melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik. Tugas akhir ini penulis sajikan dengan bentuk buku yang sederhana agar memudahkan bagi pembacanya. Adapun judul tugas akhir yang penulis ambil adalah “RAHASIA CINTA episode Cinta Pada Pandangan Pertama”.
Tujuan penulisan tugas akhir ini dibuat adalah sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D.III) Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika. Sebagai bahan penulisan diambil dari hasil penelitian (eksperimen), observasi, dan beberapa sumber lain yang mendukungpenulisan ini. Penulis juga menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari dari semua pihak, maka penulisan tugas akhir ini tidak akan sampai ditahap penyelesaian dengan lancar. Oleh karena itu pada kesempatan ini, izinkanlah penulis menyampaian ucapan terimakasih kepada:
1. Direktur Akademi Bina Sarana Informatika
2. Ketua Progam Studi Akademi Bina Sarana Informatika 3. Tuty Mutiah, S.Ikom M.M selaku Dosen Pembimbing
4. Staff / karyawan / dosen di lingkungan Akademi Bina Sarana Informatika 5. Orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan moral dan materi
6. Rekan-rekan mahasiswa kelas 42.6A.02 atas waktu untuk mendapatkan ilmu bersama-sama
Serta semua pihak yang telah membantu dalam proses terwujudnya penulisan ini. Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.
Akhir kata semoga tugas akhir ini dapat berguna khususnya bagi penulis dan para pembaca.
Jakarta, April 2018 Penulis
xxi
(42150311) Sutradara, Muhammad Rizal Rais (42150558) Penata Kamera,Deranda Putri (42150901) Penulis Naskah, Adi Putra Yulianto (42150234) Penata Suara, Diery Annissa Mutia Acita (42150874) Penata Artistik, Syifa Aviona (42150954) Penyunting Gambar.
Minat msyarakat yang masih besar dalam menyaksikan program drama televisi menjadi salah satu alasan diproduksinya drama televisi berjudul RAHASIA CINTA
“Cinta Pada Pandangan Pertama” ini. Selain itu, masyarakat juga mulai harus merasakan kembali kecintaannya terhadap program drama televisi produksi dalam negeri dengan sajian cerita yang lebih menarik. RAHASIA CINTA “Cinta Pada Pandangan Pertama” menceritakan tentang kondisi psikis yang dialami seseorang karena trauma yang dialaminya.
Program hiburan drama televisi ini mengemas konflik sederhana tetapi dengan cerita yang berbeda dari program drama televisi lainnya. Judul RAHASIA CINTA “Cinta Pada Pandangan Pertama” dipilih karena mudah diingatdan mewakili isi dalam drama televisi ini, karena merupakan nama dari salah satu karakter utamanya. Masyarakat kalangan apapun dapat menjadikan program drama televisi ini menjadi tayangan hiburan pilihan.
Memproduksi sebuah program diperlukan perencanaan yang matang untuk melewati proses penggarapan yang panjang. Program drama televisi RAHASIA CINTA “Cinta Pada Pandangan Pertama” ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan referensi untuk program drama televisi serupa.
Kata kunci:RAHASIA CINTA, Drama Televisi.
xxii
(42150311) Sutradara, Muhammad Rizal Rais (42150558) Penata Kamera,Deranda Putri (42150901) PenulisNaskah, Adi Putra Yulianto (42150234) PenataSuara, Diery Annissa Mutia Acita (42150874) PenataArtistik, Syifa Aviona (42150954) PenyuntingGambar.
The interest of people who are still big on watching television drama program become one of the reasons for the production of television drama called, RAHASIA CINTA"Love At A First Sight". Moreover, the public also begins to sense the love of television drama program of domestic production with the presentment of a more interesting story. RAHASIA CINTA "Love At A First Sight" tells about the psychic condition that a person experiences due to the trauma she has experienced. This television drama of entertainment program resembles the simple conflicts but with the different stories from other television dramas. The titled of RAHASIA CINTA "Love At A First Sight" has been chosenbecause it is easily to remembers and represents the content in this television drama, as it is the name of one of the bright characters. The public be able to make this television drama program into a selection of entertainment shows. Producing a program requires careful planning through a long process of cultivation. This TV drama program "Love At A First Sight" can be used as a learning and a reference to similar television drama programs.
Keywords: RAHASIA CINTA, Television Drama.
xxix
DAFTAR ISI
Lembar Judul Tugas Akhir ... i Lembar pernyataan Keaslian Tugas Akhir ... ii Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah ... iv Lembar Persetujuan dan Pengesahan Tugas Akhir ... v Lembar Konsultasi Tugas Akhir ... vii Kata Pengantar ... xv Abstrak ... xvi Daftar Isi ... xxviii Daftar Tabel ... xxxv Daftar Gambar ... xxxvii Daftar Lampiran ... xl BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Program ... 1 1.2.Kegunaan Program ... 3 1.2.1.1.Kegunaan Khalayak ... 3 1.2.2. Kegunaan Praktisi ... 3 1.2.3. Kegunaan Akademis ... 3 1.3.Referensi Audio Visual ... 4 BAB II KAJIAN PROGRAM
2.1. Kategori Program ... 6 2.2. Format Program ... 7
xxx
2.3. Judul Program ... 8 2.4. Target Audience ... 9 2.5. Karakteristik Produksi ... 9 BAB III LAPORAN PRODUKSI
3.1. Proses Kerja Produser ... 11 3.1.1. Pra Produksi ... 12 3.1.2. Produksi ... 15 3.1.3. Pasca Produksi ... 16 3.1.4. Peran Dan Tanggung Jawab Produser ... 16 3.1.5. Proses Penciptaan Karya ... 18 a. Konsep Kreatif ... 18 b. Konsep Produksi ... 18 c. Konsep Teknis ... 18 3.1.6. Kendala Produksi Dan Solusinya ... 19 3.1.7. Lembar Kerja Produser ... 21 3.2. Proses Kerja Sutradara ... 51 3.2.1. Pra Produksi ... 51 3.2.2. Produksi ... 53 3.2.3. Pasca Produksi ... 55 3.2.4. Peran dan Tanggung Jawab Sutradara ... 56 3.2.5. Proses Penciptaan Karya ... 56 a. Konsep Kreatif ... 57 b. Konsep Produksi ... 57
xxxi
c. Konsep Teknis ... 57 3.2.6. Kendala Produksi Dan Solusinya... 57 3.2.7. Lembar Kerja Sutradara ... 60 3.3. Proses Kerja Penulis Naskah ... 88 3.3.1. Pra Produksi ... 91 3.3.2. Produksi ... 93 3.3.3. Pasca Produksi... 94 3.3.4. Peran dan Tanggung Jawab Penulis Naskah ... 95 3.3.5. Proses Penciptaan Karya ... 96 a. Konsep Kreatif... 96 b. Konsep Produksi ... 97 c. Konsep Teknis ... 97 3.3.6. Kendala Produksi dan Solusinya ... 98 3.3.7. Lembar Kerja Penulis Naskah ... 100 3.4. Proses Kerja Camera Person ... 144 3.4.1. Pra Produksi ... 152 3.4.2. Produksi ... 154 3.4.3. Pasca Produksi ... 155 3.4.4. Peran dan Tanggung Jawab Camera Person ... 155 3.4.5. Proses Penciptaan Karya ... 156 a. Konsep Kreatif ... 156 b. Konsep Produksi ... 157 c. Konsep Teknis ... 158
xxxii
3.4.6. Kendala Produksi Dan Solusinya ... 158 3.4.7. Lembar Kerja Camera Person ... 161 3.5. Proses Kerja Editor ... 187 3.5.1. Pra Produksi ... 188 3.5.2. Produksi ... 189 3.5.3 Pasca Produksi ... 190 3.5.4. Peran Dan Tanggung Jawab Editor ... 192 3.5.5. Proses Penciptaan Karya ... 193 a. Konsep Kreatif ... 193 b. Konsep Produksi ... 195 3.5.6. Kendala Produksi Dan Solusinya ... 195 3.5.7. Lembar Kerja Editor ... 198 3.6. Proses Kerja Penata Suara ... 216 3.6.1. Pra Produksi ... 216 3.6.2. Produksi ... 217 3.6.3. Pasca Produksi ... 218 3.6.4. Peran dan Tanggung Jawab Penata Suara ... 220 3.6.5. Proses Penciptaan Karya ... 220 a. Konsep Kreatif ... 220 b. Konsep Produksi ... 221 c. Konsep Teknis ... 222 3.6.6. Kendala Produksi Dan Solusinya ... 223 3.6.7. Lembar Kerja Penata Suara ... 225
xxxiii
3.7. Proses Kerja Penata Cahaya ... 241 3.7.1. Pra Produksi ... 241 3.7.2. Produksi ... 242 3.7.3. Pasca Produksi ... 244 3.7.4. Peran dan Tanggung Jawab Penata Cahaya ... 245 3.7.5. Proses Penciptaan Karya ... 245 a. Konsep Kreatif ... 245 b. Konsep Produksi ... 246 c. Konsep Teknis ... 246 3.7.6. Kendala Produksi Dan Solusinya ... 247 3.7.7. Lembar Kerja Penata Cahaya ... 249 3.8. Proses Kerja Penata Artistik ... 266 3.8.1. Pra Produksi ... 267 3.8.2. Produksi ... 270 3.8.3. Pasca Produksi ... 271 3.8.4. Peran dan Tanggung Jawab Penata Artistik ... 271 3.8.5. Proses Penciptaan Karya ... 273 a. Konsep Kreatif ... 273 b. Konsep Produksi ... 274 c. Konsep Teknis ... 274 3.8.6. Kendala Produksi Dan Solusinya ... 275 3.8.7. Lembar Kerja Penata Artistik ... 277
xxxiv BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ... 310 4.2 Saran ... 310 DAFTAR PUSTAKA ... 311 RIWAYAT HIDUP ... 312 LAMPIRAN ... 320
xxxv
DAFTAR TABEL
Tabel III.1 Working Schedule ... 23 Tabel III.2 Breakdown Budgeting... 27 Tabel III.3 Casting List ... 31 Tabel III.4 Shooting Schedule ... 34 Tabel III.5 Shooting Schedule ... 35 Tabel III.6 Shooting Schedule ... 36 Tabel III.7 Shooting Schedule ... 37 Tabel III.8 Daily Report Production ... 38 Tabel III.9 Daily Report Production ... 39 Tabel III.10 Daily Report Production ... 40 Tabel III.11 Daily Report Production ... 41 Tabel III.12 Equipment List ... 42 Tabel III.13 Call Sheet ... 43 Tabel III.14 Call Sheet ... 44 Tabel III.15 Call Sheet ... 46 Tabel III.16 Call Sheet ... 48 Tabel III.17 Director Treatment ... 62 Tabel III.18 Storyboard ... 73 Tabel III.19 Script Breakdown Sheet ... 80 Tabel III.20 Karakteristik Tokoh ... 103 Tabel III.21 Camera Report ... 161
xxxvi
Tabel III.22 Logging Picture ... 202 Tabel III.23 Audio Treatment ... 227 Tabel III.24 Laporan Audio ... 237 Tabel III.25 Lighting Set ... 250 Tabel III.26 Breakdown Artistik ... 278 Tabel III.27 Wadrobe ... 290
xxxvii
DAFTAR GAMBAR
Gambar III.1 Blocking Camera ... 170 Gaambar III.2 Blocking Camera ... 171 Gaambar III.3 Blocking Camera ... 171 Gaambar III.4 Blocking Camera ... 172 Gaambar III.5 Blocking Camera ... 172 Gambar III.6 Blocking Camera ... 173 Gambar III.7 Blocking Camera ... 173 Gambar III.8 Blocking Camera ... 174 Gambar III.9 Blocking Camera ... 174 Gambar III.10 Blocking Camera ... 175 Gambar III.11 Blocking Camera ... 176 Gambar III.12 Blocking Camera ... 177 Gambar III.13 Blocking Camera ... 178 Gambar III.14 Blocking Camera ... 178 Gambar III.15 Blocking Camera ... 179 Gambar III.16 Blocking Camera ... 179 Gambar III.17 Blocking Camera ... 180 Gambar III.18 Blocking Camera ... 180 Gambar III.19 Blocking Camera ... 181 Gambar III.20 Blocking Camera ... 181
xxxviii
Gambar III.21 Blocking Camera ... 182 Gambar III.22 Blocking Camera ... 182 Gambar III.23 Blocking Camera ... 183 Gambar III.24 Blocking Camera ... 183 Gambar III.25 Spesifikasi Alat Camera Person ... 184 Gambar III.26 Bars & Tone ... 199 Gambar III.27 Logo BSI ... 199 Gambar III.28 ID Program ... 199 Gambar III.29 Universal Counting Leader ... 200 Gambar III.30 Isi Konten ... 200 Gambar III.31 Credit Title ... 200 Gambar III.32 CV Crew ... 201 Gambar III.33 Behind The scene ... 201 Gambar III.34 Copyright ... 201 Gambar III.35 Spesifikasi Alat Editing ... 215 Gambar III.36 Spesifikasi Alat Penata Suara ... 239 Gambar III.37 Spesifikasi Alat Penata Suara ... 239 Gambar III.38 Spesifikasi Alat Penata Suara ... 240 Gambar III.39 Spesifikasi Alat Penata Suara ... 240 Gambar III.40 Floor Plan Lighting ... 257 Gambar III.41 Floor Plan Lighting ... 258 Gambar III.42 Floor Plan Lighting ... 258 Gambar III.43 Floor Plan Lighting ... 259
xxxix
Gambar III.44 Floor Plan Lighting ... 259 Gambar III.45 Floor Plan Lighting ... 260 Gambar III.46 Floor Plan Lighting ... 260 Gambar III.47 Floor Plan Lighting ... 261 Gambar III.48 Floor Plan Lighting ... 261 Gambar III.49 Floor Plan Lighting ... 262 Gambar III.50 Floor Plan Lighting ... 262 Gambar III.51 Floor Plan Lighting ... 263 Gambar III.52 Floor Plan Lighting ... 263 Gambar III.53 Spesifikasi Alat Penata Cahaya ... 264 Gambar III.54 Spesifikasi Alat Penata Cahaya ... 265 Gambar III.55 Floor Plan Penata Artistik ... 299 Gambar III.56 Floor Plan Penata Artistik ... 300 Gambar III.57 Floor Plan Penata Artistik ... 301 Gambar III.58 Floor Plan Penata Artistik ... 302 Gambar III.59 Floor Plan Penata Artistik ... 303 Gambar III.60 Floor Plan Penata Artistik ... 304 Gambar III.61 Floor Plan Penata Artistik ... 305 Gambar III.62 Floor Plan Penata Artistik ... 306 Gambar III.63 Floor Plan Penata Artistik ... 307 Gambar III.64 Floor Plan Penata Artistik ... 308 Gambar III.65 Floor Plan Penata Artistik ... 309
xl
DAFTAR LAMPIRAN
SURAT IKATAN KERJA ... 320 BUKTI PEMBAYARAN... 341
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Program
Media televisi merupakan salah satu media penyiaran yang memiliki beragam program. Program-program tersebut adalah program kuis show, talk show, game show, musik show dan drama televisi yang menjadi identitas dan format stasiun bersangkutan.
Menurut Latief dan Utud, (2017:151) dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyebut program drama adalah program hiburan yang juga disebut dengan progran nonfaktual, yaitu program yang menyajikan fiksi, yang berisi ekspresi seni dan budaya serta serta rekayasa atau imajinasi dari pengalaman individu dan atau kelompok.
Secara sederhana program drama didefinisikan sebagai siaran televisi yang menyajikan cerita mengenai kehidupan atau karakter seseorang atau beberapa tokoh yang diperankan oleh pemain yang melibatkan konflik dan emosi yang dihasilkan dari proses imajinasi seseorang atau sekelompok orang yang dituangkan dalam bentuk cerita dengan berbagai karakter yang diperankan oleh beberapa orang yang berinteraksi satu sama lainnya untuk menyampaikan pesan-pesan yang ada dalam cerita.
Menurut Sutisno dalam Latif dan Utud (2017:152) mengemukakan bahwa, drama adalah format yang paling kompleks dibanding format lainnya. Selain harus memperhatikan aspek tata tulis naskah media televisi, format drama juga harus mendapat perhatian dalam aspek yang ada dalam drama tersebut, sebagai jiwa suatu drama. Aspek tersebut antara lain, tata tulis naskah televisi yang tepat, pemilihan angle, dan jenis shoots yang tepat aspek dramatik dari naskah yang ditulis dapat memenuhi dengan sempurna.
Disebutkan program siaran televisi yang dikelompokkan dalam format drama adalah sinetron (sinematografi), FTV (Film Televisi), film bioskop, dan film kartun (Latief dan Utud, 2017:152). Sinetron dan FTV adalah program drama yang khusus diproduksi untuk siaran televisi. Biasanya diproduksi in house stasiun televisi, Production House (PH) atau juga perusahaan film.
Drama televisi yang penulis buat lebih menceritakan tentang bagaimana kondisi psikis seseorang oleh trauma yang dialami beberapa tahun yang lalu, akibatnya ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil yang ia alami. Penulis mencoba menggambarkan setiap adegan yang ada di dalam drama ini sesuai dengan bagaimana kehidupan sehari-hari seseorang yang mempunyai trauma. Tujuan dari dibuatnya program drama televisi ini adalah memberikan referensi kepada masyarakat mengenai sebuah kejanggalan yang bisa terjadi akibat dari gangguan psikologis yang dialami oleh seseorang. Selain itu, diharapkan dengan menonton program drama televisi ini, masyarakat nantinya bisa mencoba mengendalikan dirinya agar tidak terjadi gangguan psikis yang sama jika diharapkan dengan situasi serupa.
Penulis mencoba mengangkat sebuah tema gangguan psikis yang terjadi dalam diri seseorang sebagai kisah fiksi dalam drama televisi ini, tentunya kisah fiksi ini juga memiliki tingkat kelogisan dalam tiap adegannya. Meski jarang terjadi pada kebanyakan orang, tetapi penulis meyakini siapa saja bisa memiliki potensi untuk terkena gangguan psikis.
1.2.Kegunaan Program 1.2.1. Kegunaan Khalayak
Sebagai referensi program drama televisi yang bertujuan untuk mengihibur dan memberikan informasi dengan mengangkat tema yang berbeda, yaitu tentang gangguan psikis.
1.2.2. Kegunaan Praktis
1. Sebagai referensi bagi pembuat program serupa dalam menyajikan program drama televisi dengan ide cerita yang lebih bervariasi.
2. Untuk mengapliasikan teori dan konsep komunikasi, khusunya penyiaran dalam menggarap sebuah program drama televisi
1.2.3. Kegunaan akademis
1. Menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh mahasiswa untuk bisa mengikuti Ujian Tugas Akhir Diploma Tiga (D.III) Program Studi Komunikasi Penyiaran (Broadcasting) Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika.
2. Sebagai proses pembelajaran bagi peserta didik tentang cara membuat program drama televisi yang bersifat melengkapi dan memperbaiki program drama televisi yang serupa bagi masyarakat.
1.3. Referensi Audio Visual
Dalam pembuatan Program Drama Televisi ini, penulis menjadikan beberapa program drama televisi dan film layar lebar yang juga mengangkat genre dan tema yang serupa dalam ceritanya.
1. Film layar lebar “Marrowbone” penulis jadikan sebagai salah satu referensi ide cerita pada drama televisi ini. Marrowbone merupakan sebuah film yang dirilis pada tahun 2017 ini bercerita tentang seorang anak sulung dari tiga bersaudara yang mencoba untuk membunuh sayang ayah. Dan ia pun juga membunuh ketiga adiknya dan menyembunyikan bangkai saudaranya tersebut di sebuah ruangan bersama sang ayh yang ternyata belum tewas. Sang kakak kemudian hidup dengan menganggap bahwa ketiga adiknya masih hidup juga.
2. Drama Televisi Korea berjudul “It’s Okay That’s Love” juga penulis jadikan sebagai salah satu referensi ide cerita pada drama televisi ini. Drama ini dirilis pada 2014 yang dibintangi oleh Jo In-Sung dan Gong Hyo-Jin, bercerita tentang seorang penulis terkenal yang menderita skizofrenia. Dimana ia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana halusinasinya. Gangguan mental tersebut dialaminya karena trauma kekerasan pada keluarganya semasa ia masih kanak-kanak. Penulis menjadikan drama televisi It’s Okay That’s Love ini sebagai referensi ide cerita dan pendalaman karakter pada tokoh.
6
BAB II
KAJIAN PROGRAM
Dalam bukunya Irwanto dan kawan-kawannya menjelaskan, bahwa konsep program adalah suatu rancangan yang diaplikasikan sebagai model dan panduan kerja (Irwanto dkk, 20114:12).
Dalam penggarapan produksi drama televisi, maka perlu dijabarkan hal-hal yang terkait dengan program itu sendiri. Pernyataan mengenai hal-hal tersebut adalah perlu adanya kajian program yang meliputi, kategori program, format program, judul program, target audien dan karakteristik program.
“Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama” masuk dalam kategori program drama, dengan jenis drama cerita: suatu bentuk cerita yang menyajikan tentang kondisi psikis seseorang yang tidak bisa menerima kematian orang yang disayanginya. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap dari drama “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama”
2.1. Kategori Program
Acara televisi atau program televisi merupakan acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Latief dan Utud (2017:12) mengemukakan bahwa, dalam program televisi hal yang menarik dan baru merupakan sesuatu yang ditungu oleh khalayak audien. Program televisi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu program hiburan dan informasi. Kedua jenis program tersebut memiliki daya tarik masing-masing, sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Informasi dibagi menjadi dua
Program hiburan yang penulis buat adalah program drama televisi. Secara umum, pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialong dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor (Fachruddin, 2015:195). Sedangkan televisi adalah sebuah media elektronik yang menghasilkan audio dan visual secara bersamaan.
Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa drama televisi adalah sebuah program yang menyajikan cerita dan diperankan oleh para pemain yang dapat dinikmati tayangnya melalui siaran televisi.
Di Indonesia masyarakat mengenal beberapa format program drama televisi, diantaranya adalah sinema elektronik (sinetron), film televisi (FTV), dan situasi komedi (sitkom).
Penulis memilih memproduksi program drama televisi dengan durasi dua puluh tiga menit. Program Drama Televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama” akan menyajikan sebuah program drama televisi yang dikemas dengan konflik sederhana tetapi dengan tema cerita yang berbeda dari program drama televisi yang sebelumnya.
2.3 Judul Program
Sebuah judul menjadi salah satu aspek penting yang dapat mempengaruhi minat penonton. Jika diibaratkan, judul adalah salah satu hal yang akan pertama kali penonton perhatikan. Maka dari itu pemilihan judul program harus dilakukan dengan cermat.
Penulis memilih judul program selain karena mudah diingat, judul tersebut diambil dari jalan cerita yang telah dibuat oleh penulis naskah.
2.4. Target Audience
Deskripsi Program
Kategori Program : Hiburan
Media : Televisi
Format Program : Drama Televisi
Judul Program : RAHASIA CINTA Episode Cinta Pada
Pandangan Pertama
Durasi Program : 23 menit
Target Audience :
- Umur : Remaja 20 – 30 - Jenis Kelamin :Laki-laki & Wanita
- Status Ekonomi Sosial : A.Menengah ke atas B.Menegah ke bawah
Karakteristik Produksi : Record ( Single Camera ).
Latief dan Utud (2017:18) Dalam buku Menjadi Produser Televisi, penonton televisi bersifat heterogen, dari usia, status sosial, status ekonomi, wilayah geografis, kondisi psikologi, dan motivasi beragam satu sama lainnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa motivasi setiap orang menonton suatu program acara itu berbeda-beda. Ada yang hanya sekedar menonton untuk mengisi waktu, ada yang menjadikan siaran televisi sebagai bagian hidupnya.
Burton dalam Latief dan Utud (2017:190), mengatakan bahwa penonton hanya ada di ambang interaksi dengan teks, bukan sebagai sebuah kelompok yang nyata-nyata ada dan menunggu untuk merespon. Dengan kata lain penonton suka berpindah-pindah
channel. Atas dasar itulah penulis mencoba melihat kembali segmentasi yang tepat pada program drama televisi ini. Program drama televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama” penulis tujukan kepada kalangan kelompok usia 20-30 tahun baik perempuan maupun laki-laki, dimana pada kelompok usia tersebut merupakan kelompok yang mendekati usia remaja dan dewasa dan penulis nilai sangat cocok untuk menyaksikan tayangan drama televisi ini. Pada kelompok usia tersebut, penulis menargetkan kalangan mahasiswa dengan kelas sosial menengah ke bawah sampai kelas menengah ke atas bisa menjadi penonton terbanyak untuk drama televisi ini. Program drama televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama”
ini bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia tanpa memandang agama tertentu, karena dalam program drama ini tidak menampilkan unsur dari suatu agama tertentu.
2.5. Karakteristik Produksi
Karakteristik program yang akan diterapkan dalam memproduksi sebuah program berbeda-beda tergantung pada kebutuhan program itu sendiri. Sebuah program bisa dilakukan secara Live dan Tapping.
Pada program drama televisi ini penulis memilih untuk melakukan produksi program secara Record dengan menggunakan Single Camera. Alasan penulis menggunakan pengambilan gambar Single Camera adalah penulis bisa lebih mengeksplor kemampuan penata kamera dalam teknik pengambilan gambarnya, selain itu penggunaan single camera yang penulis pilih, karena lebih menghemat pengeluran produksi.
11
BAB III
LAPORAN PRODUKSI
3.1. Proses Kerja Produser
Sebagai pemimpin, produser dianggap sebagai orang yang memberikan arah, membimbing, membina sekelompok orang kreatif untuk menghasilkan karya menghibur, mendidik, dan informatif (Latief dan Utud, 2017:4)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) produser diartikan sebagai (1) orang yang menghasilkan, (2) pengusaha sandiwara (film), dan (3) orang yang bertugas melaksanakan produksi siaran.
Jonathan Bignell dalam Latief dan Utud (2017:4) menyatakan, producer the person working for a television institution who is responsible for the budget, planning, and making of a television programme or series of programme (produser adalah orang untuk lembaga televisi yang bertanggung jawab atas anggaran, perencanaan dan pembuatan program televisi atau serangkaian program)
Jadi, dapat disimpulkan produser adalah orang yang bertugas memproduksi di siaran televisi. Dan dalam program drama televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama” ini merupakan sebuah program drama dengan perencanaan yang cukup matang. Penulis mencoba merealisasikan keinginan sutradara dalam produksi drama televisi ini. Penulis mengatur keperluan yang dibutuhkan dalam merealisasikan keinginan tersebut dan menyesuaikan pengeluaran dengan anggaran yang dimiliki.
3.1.1. Pra produksi
Latief dan Utud (2017:242) mengungkapkan rencana adalah rumusan atau metode kerja yang harus dan dapat dikerjakan secara efektif dan efisien dalam produksi siaran televisi. Jadi, dapat dikatakan bahwa perencanaan kerja yang dibuat harus dapat dijalankan. Dengan adanya rencana, maka proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi dapat diatur dengan baik.
Dan pada tahap awal atau rencana awal yang penulis lakukan selaku produser sebelum berlanjut dari sebuah ide ke naskah dan bagaimana mewujudkannya dalam satu program televisi adalah melakukan rapat dengan tim untuk menentukan jobdesk yang akan diberikan kepada masing-masing anggota. Penentuan ini berdasarkan dari keinginan masing-masing anggota tim sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, dan mendapat persetujuan dari anggota lainnya. Hal ini ditujukan untuk memudahkan proses produksi dan tiap anggota dapat bertanggung jawab secara penuh terhadap jobdesk yang mereka kuasai. Hasil dari penentuan jobdesk adalah sebagai berikut:
1. Maulidia Fitria Febriani sebagai Produser 2. Muhammad Rizal Rais sebagai Sutradara
3. Deranda Putri sebagai Penulis Naskah
4. Akhmad Khoirul Anam sebagai Penata Gambar
5. Syifa Aviona sebagai Penyunting Gambar
6. Adi Putra Yulianto sebagai Penata Suara 7. Muhammad Ardhi sebagai Penata Cahaya 8. Diery Annissa Mutia Acita sebagai Penata Artistik
Setelah penentuan jobdesk, tahap selanjutnya yang penulis lakukan adalah melakukan pemilihan tema tugas akhir yang akan diangkat. Dan telah disepakati bahwa seluruh anggota tim sepakat untuk memproduksi program drama televisi dengan genre drama romance. Kemudian, penulis serta anggota tim yang lain mulai mencari referensi drama melalui youtube mauun sumber lain.
Ide cerita “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama” ini merupakan ide yang tercetus dari kegemaran penulis naskah menonton film dengan yang bercerita tentang gangguan mental yang dialami oleh seseorang. Ide dan konsep cerita ini didapat setelah penulis, penulis naskah, serta anggota tim lainnya berdiskusi tentang ide dan konsep dari cerita ini. Referensi dari drama televisi RAHASIA CINTA episode Cinta Pada Pandangan Pertamaini di dapat dari film dan drama korea yang pernah ditonton oleh penulis dan penulis naskah. Meski memiliki konsep yang hampir sama tetapi penulis mencoba menampilkan konflik yang berbeda. Pengembangan ide cerita dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota tim, mulai dari tokoh, alur, lokasi, konflik, sampai editing.
Untuk kegiatan mencari talent sebenarnya produser hanya berperan sebagai fasilitator yang mewadahi proses pencarian dan pemilihan talent yang sesuai dengan naskah. Tentunya yang lebih berkompeten selain produser yaitu sutradara dengan pertimbangan penulis naskah sebagai pembuat naskah dan yang menciptakan karakter tokoh. Sedangkan produser sendiri lebih mengurusi jadwal talent, domisili, maupun harga kontrak yang disesuaikan dengan budget produksi dan kemungkinan- kemungkinan yang terjadi dengan artis tersebut.
Sebagai produser, untuk mendapatkan actor dalam program drama televisi ini, penulis harus mencari calon pemeran actor untuk diajukan dalam tahap casting yang dipimpin oleh sutradara dan didampingi oleh penulis naskah. Pada saat proses casting kami, tim semua turut andil dalam memberikan masukan dan saran kepada calon actor.
Namun hasil terakhir di tangan sutradara dan penulis naskah.
Pembuatan shooting schedule sangat perlu untuk mengetahui sebagai pedoman kerja semua pihak yang terlibat dalam produksi baik untuk talent maupun crew dalam proses produksi. Dalam tahap pembuatan shooting schedule sebelumnya, tim kami melakukan hunting lokasi dimana penulis dan tim mencari lokasi mana yang sesuai dengan kebutuhan naskah dalam proses produksi.
Penulis selaku produser setelah membuat script breakdown dan shooting schedule, barulah bisa dirincikan berapa biaya yang akan dikeluarkan atau dibutuhkan mulai dari pra produksi sampai pasca produksi berlangsung. Biaya keseluruhan pada produksi sebesar dua puluh juta rupiah. Kemudian atas persetujuan dan kesepakatan tim, masing-masing akan dipungut biaya dua juta lima ratus ribu rupiah perorang.
Mulai dari tahap pra produksi, penyewaan alat-alat produksi, akomodasi, anggaran talent, transportasi, konsumsi, sampai pada tahap pasca produksi.
Perihal perizinan, terutama lokasi shooting tidak boleh diabaikan karena akan berakibat fatal. Jika saat produksi bergulir tidak mendapatkan izin untuk pengambilan gambar di lokasi tentu saja waktu produksi menjadi terhambat. Penulis selaku produser beserta tim, melakukan survey lokasi yang sesuai dengan naskah, mempelajari atau mengakses tentang lokasi yang bersangkutan guna mendapat informasi seperti waktu untuk mencapai lokasi dan rute jalan dapat mempermudah dan mengurangi kendala
disaat produksi berlangsung. Selanjutnya saya mengajukan surat permohonan izin lokasi ke pihak yang terkait.
3.1.2. Produksi
Produksi hari pertama berlokasi di rumah. Penulis selaku produser produksi mengadakan briefing kepada seluruh anggota tim untuk memaksimalkan pekerjaan dari masing-masing divisi sesuai dengan jobdesk yang telah disepakati bersama. Penulis mencoba menyesuaikan shooting schedule agar bisa terlaksana sesuai dengan yang telah direncanakan. Sebelum memulai produksi, penulis membantu menyiapkan perlatan dan membantu penata artistik menyiapkan beberapa tatananyang belum sesuai. Selama proses produksi berjalan, sembari mengawasi jalannya proses produksi, penulis membantu menjadi pencatat adegan untuk meringankan tugas anggota tim.
Sebelum break shooting penulis menyiapkan konsumsi untuk crew dan para pemain.
Proses ini berlangsung sampai produksi hari pertama selesai.
Produksi hari kedua berlokasi di luar ruangan (outdoor), yaitu PUSPITEK. Pagi hari penulis mulai membangunkan seluruh crew untuk bersiap-siap. Penulis juga mempersiapkan konsumsi untuk seluruh crew dan pemain yang berada di lokasi.
Setelah sarapan pagi, persiapan di mulai dari setting peralatan oleh tim teknik, kemudian setting lokasi oleh penata artistik. Tidak seperti hari pertama, pada hari kedua ini lebih banyak mengambil scene luar ruangan. Penulis masih memantau jalannya produksi dan membantu menjadi pencatat adegan sampai produksi hari kedua selesai.
Produksi hari ketiga, penulis membantu tim artistik melakukan setting lokasi sesuai dengan naskah. Setelah semua siap penulis membantu dalam proses pencatatan adegan dan pengawasan jalannya produksi sampai hari ketiga selesai.
Pada hari keempat produksi, dikarenakan cuaca yang tak mendukung proses produksi di luar ruangan sempat terhalang hujan. Hingga pukul 15.00 proses produksi dapat dilanjutkan kembali, setelah hujan reda.
3.1.3. Pasca Produksi
Proses pasca produksi menjadi tahapan akhir dari panjangnya semua proses produksi program drama televisi ini. penulis me-review kembali hasil produksi bersama anggota tim, kemudian menyerahkan seluruh hasil produksi kepada penyunting gambar, agar segera dilakukan proses editing.
Selama proses editing berlangsung penulis menghitung kembali berapa banyak pengeluaran yang telah dikeluarkan selama proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi.
Penulis juga melakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian awal kepada seluruh pemain yang terlibat dalam seluruh proses produksi ini. Sementara itu, penulis dan seluruh anggota yang lain mulai melengkapi laporan produksi masing-masing.
3.1.4. Peran dan Tanggung Jawab Produser
Telah dijelaskan oleh Latief dan Utud (2017:77) bahwa produser adalah seorang pemimpin dan juga seorang manajer. Oleh karena itu, Menjadi seorang produser sangat memegang tanggung jawab yang besar. Segala sesuatunya harus diperhitungkan
dengan matang. Dari mulai segi waktu, keuangan, juga kekompakkan dalam tim.
Penulis sebagai produser juga berusaha agar semua ketentuan dan kriteria yang harus dimiliki seorang produser juga ada di dalam diri penulis. Melatih diri sejak terbentuknya kelompok agar siap dan semaksimal mungkin penulis bertindak sebagaimana mestinya seorang produser bertindak. Dalam produksi ini, produser bertanggung jawab seperti berikut :
a. Ikut membantu menemukan ide.
b. Menyusun perancangan design produksi.
c. Menyusun rancangan produksi
d. Mencari calon pemain dan ikut andil dalam proses casting.
e. Membantu dan mengatur proses reading dan rehearsel.
f. Mencari lokasi shooting dan mengurus perizinan lokasi.
g. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang shooting.
h. Mengumpulkan dana untuk proses produksi dari setiap personil tim.
i. Mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan yang terjadi selama pra produksi, produksi, dan pasca produksi berlangsung.
j. Membuat jadwal shooting untuk tim juga talent.
k. Mengatur tim dan mengawasi jalannya produksi sesusai dengan jadwal dan design produksi yang telah ditentukan.
l. Bertanggung jawab atas sluruh hasil produksi baik dari segi dana maupun hasil akhir produksi.
3.1.5. Proses Penciptaan Karya
a. Konsep Kreatif
Dalam memproduksi program drama televisi ini, penulis menginginkan sebuah drama televisi dengan konsep yang berbeda dari drama televisi sebelumnya.Penulis menginginkan ide yang penulis miliki bisa dijadikan sebuah program drama televisi yang mampu menarik minat masyarakat, dengan para pemain yang bisa memerankan setiap karakternya dengan baik sehingga pesan dan maksud yang ingin disampaikan dalam drama televisi ini dapat diterima penonton dengan baik.
b. Konsep Produksi
Konsep produksi yang penulis inginkan adalah program drama televisi ini diproduksi oleh crew yang memang telah menguasai bidangnya masing-masing, mampu bekerja dengan tim secara baik dan kompak satu dengan yang lainnya, serta paham terhadap kondisi yang terjadi di sekitar. Penulis menginginkan program drama televisi ini di produksi selama empat hari, dengan perencanaan produksi, rincian anggaran, dan persiapan yang matang sesuai dengan shooting schedule yang telah dibuat.
c. Konsep Teknis
Konsep teknis menjadi salah satu hal terpenting yang juga ingin penulis penuhi dalam produksi program televisi ini adalah penggunaan kamera video profesional dengan lebih banyak mengambil medium shot, hal ini penulis inginkan agar lebih menampakkan detail yang lebih jelas menampakkan gambar yang menampilkan keseluruhan tubuh pemain. Penulis ingin drama televisi ini diproduksi dengan
pencahayaan yang bertema tahun 1995. Karena mjalan cerita drama televisi ini berlatarkan set tahun 1995.
Penulis menginginkan drama televisi ini diproduksi di lokasi dengan view yang baik, lokasi yang memang sesuai dengan konsep yang telah disepakati oleh tim, minim dari gangguan suara kendaraan, serta setting lokasi dengan property yang sesuai dengan latar cerita yang ada pada naskah.
3.1.6. Kendala Produksi dan Solusinya
Selama proses produksi berlangsung, penulis memiliki kendala dalam mengatur anggaran selama produksi. Untuk menghindari meledaknya biaya produksi, penulis memisahkan dana untuk konsumsi, pemain, peralatan, kendaraan, dan lain-lain. Hal ini cukup membantu penulis dalam mengatasi membengkaknya biaya produksi.
Kendala lain yang penulis alami saat produksi adalah cuaca yang tidak mendukung proses shooting di luar ruangan. Proses shooting hari ke empat sempat terhenti dikarenakan hujan, dan dilanjutkan kembali pada pukul 15.00.
3.1.7. Lembar Kerja Produser 1. Konsep Program
2. Working Schedule 3. Breakdown Budget 4. Casting List
5. Shooting Schedule 6. Daily Production House 7. Equipment List
8. Call Sheet
3.1.7. Lembar Kerja Produser 1. KONSEP PROGRAM
Program drama televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama” ini merupakan drama yang dikemas berbeda dari kebanyakan program drama televisi yang ada. Program drama televisi ini digarap oleh crew yang memiliki potensi dibidangnya masing-masing dan peralatan audio visual yang menunjang proses pembuatan drama televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama”.
Setiap pemain akan memerankan karakter sesuai skenario yang telah dibuat oleh penulis naskah. Dengan pendalaman karakter yang baik agar apa yang ingin penulis sampaikan dalam program drama televisi ini bisa sampai ke penonton dengan baik.
Drama televisi ini juga diambil dengan angle, shot, dan komposisi yang baik sehingga dapat menjadi salah satu daya tarik dari drama televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada Pandangan Pertama” ini. Dan tak lupa juga drama ini di dukung dengan audio visual yang menarik pula.
Setelah itu, dengan menerapkan konsep editing yang baik serta sesuai dapat memunculkan kesan dramatis yang tentunya melalui berbagai proses. Proses editing sendiri terdiri dari offline dan online. Dalam tahap proses offline editing, penyunting gambar melakukan pemilahan gambar yang akan digunakan. Setelah melakukan pemilahan gambar, editor melakukan proses cutting dan menyatukan adegan sesuai dengan naskah. Sedangkan, pada tahap online editing, editor memberikan efek dan transisi pada video, dan juga melakukan pewarnaan pada video, agar menghasilkan gambar yang layak untuk ditonton. Drama televisi “Rahasia Cinta Episode Cinta Pada
Pandangan Pertama” berdurasi 23 menit tanpa jeda iklan, dan proses pembuatannya sendiri memakan waktu 4 hari.
2. WORKING SCHEDULE
Working Schedule
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Durasi : 23 menit
Tabel III.1
No Tahap Aktifitas
Target per Minggu
Maret April Mei Juni
Minggu Minggu Minggu Minggu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
Pra Produksi Penentuan Jobdesk
2 Penemuan Ide
3
Pengembangan Ide
4
Menyusun Naskah
5
Pengumpulan Dana
6
Menyusun Jadwal dan
Budgeting
7 Hunting Lokasi
8
Menyiapkan Kosum dan
Properti
9
Breakdown Equipment
10 Casting Pemain
11 Reading
12
Technical Meeting
13
Persiapan Equipment Keseluruhan
14 Review
15
Produksi
Shooting
16
Evaluasi Produksi
17
Pasca Produksi
Pembuatan Soundtrack
18
Pencarian Backsound
19 Capturing
20 Logging
21 Online Editing
23 Final Editing
23
Review Hasil Editing
3. BREAKDOWN BUDGET
Breakdown Budgeting
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program :RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Durasi : 23 menit
Tabel III.2
No Item Unit Rate Amount
Pra Produksi
1 Refill tinta printer Rp104,500
2 Print dan fotocopy Rp23,000
3 Kertas quarto 80gr Rp62,000
4
Konsumsi casting dan reading
Rp77,000
TOTAL : Rp266,500 Produksi (Teknik)
5 Sewa lighting (LED) 2 (4 hari) Rp1,000,000
6 Sewa kamera 1 (4 hari) Rp1,400,000
7 Sewa monitor bestview 1 (4 hari) Rp600,000
8 Sewa glidecam 1 (4 hari) Rp60,000
9 Sewa boom mic 1 (4 hari) Rp500,000
10 Sewa clip on 2 (4 hari) Rp300,000
11 Beli headphones 2 Rp200,000
12 Membuat Slider 1 Rp180,600 TOTAL :
Rp4,240,600 Produksi (Artistik)
Properti
13 Kotak Pos 1 Rp200,000
14 Vas bunga pudak 1 Rp30,000
15 Bingkai foto 3R 1 Rp8,500
16 Business file 1 Rp4,000
17 Map diamond 1 Rp2,000
18 Polyfoam 1 Rp20,000
19 Memo Stick 1 Rp23,000
20 Bingkai champion 4R 1 Rp11,000
21 Vas bunga bening 1 Rp35,000
23 Vas bunga rotan 1 Rp35,000
23 Kotak music 1 Rp90,000
24 Tempat lilin 1 Rp17,000
25 tempat buah 1 Rp15,000
26 Lis 2 Rp30,000
27 Triplek 1 Rp35,000
28 Paperbag 1 Rp7,000
29 Busa bunga 1 Rp9,000
30 Bunga tangkai 1 Rp10,000
31 Buah-buahan 1 Rp20,000
32 Sewa sepeda Ontel 1 Rp200,000
33 Kemeja Ken 3 Rp110,000
34 Jas Ken 1 Rp150,000
35 Tas Ken 1 Rp100,000
36 Baju Anna 2 Rp15,000
TOTAL : Rp1,176,500 Make up
37 Kapas 1 Rp5,000
38 Tissue basah 1 Rp10,000
39 Tissue kering 5 Rp40,000
TOTAL : Rp55,000 Produksi (Unit)
40
Konsumsi casting dan reading
20 (4 hari) Rp1,248,000
Pasca Produksi Talent
41 Ken 4 hari Rp1,000,000
42 Anna 4 hari Rp900,000
TOTAL : Rp1,900,000
43 Sewa rumah 4 hari Rp3,000,000
44 Editing Rp200,000
45 DVD Rp8,000
46 Tempat DVD Rp5,000
47 DVD label Rp5,000
48 Poster Rp100,000
TOTAL : Rp3,318,000
4. CASTING LIST
Casting List
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Durasi : 23 menit
Tabel III.3
No
Tokoh Karakter Talent
Nama di Naskah Sifat Fisik
Calon Pemeran
Contact Person
1
Ricky
Humoris, aktif, penyayang
Tinggi, kurus, berkulit putih
Ken
0859-5951- 3905
2
Aisyah
Pendiam, penakut, pemarah
Pendek, kurus, berkulit putih
Anna 0821-8690- 1067
3
Mutiara
Penyabar, baik, murah hati.
Pendek, berkulit sawo matang
Ibu
0857-1758- 6492
4
Ayah
Tegas
Tinggi, berisi,
berkulit coklat, Tiar
-
5. SHOOTING SCHEDULE
Shooting Schedule
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Durasi : 23 menit
Tabel III.4
No
Hari dan Tanggal
Waktu Pelaksanaan Kegiatan Keterangan
1
Jumat, 23 Juni
2018
05.30 - 06.30 Crew Call
Pengambilan Scene 1, 4, 5, 7, 14, 18.
2 06.30 - 07.00 Cek Peralatan
3 07.00 - 08.00 Setting Peralatan
4 08.00 - 09.00
Set Lokasi dan Make Up Talent
5 09.00 - 10.00 Reading Talent
6 10.00 - 12.30 Pengambilan Gambar
7 12.30 - 14.00 ISOMA
8 14.00 - 16.00 Pengambilan Gambar
9 16.00 - 16.30 Break Sholat
10 16.30 - 18.00 Pengambilan Gambar
11 18.00 - 18.30 Break Sholat
12 18.30 - 19.00
Produksi selesai - Merapikan Peralatan
Tabel III.5
No
Hari dan Tanggal
Waktu Pelaksanaan Kegiatan Keterangan
1
Sabtu, 23 Juni 2018
06.00 - 07.00 Crew Call
Pengambilan scene 2, 9, 10, 12, 13, 23.
2 07.00 - 08.00 Sarapan
3 08.00 - 09.00 Setting Peralatan
4 09.00 - 10.00
Set Lokasi dan Make Up Talent
5 10.00 - 14.00 Pengambilan Gambar
6 14.00 - 15.00 ISOMA
7 15.00 - 17.00 Pengambilan Gambar
8 17.00 – 17.30 Merapikan Alat
9 17.30 – 18.30 Perjalanan Menuju Cafe
10 18.30 – 19.30
Setting Peralatan - Set Lokasi dan Make Up Talent
11 19.30 – 21.00 Pengambilan Gambar
12 21.00 – 21.30
Produksi Selesai - Merapikan Peralatan
Tabel III.6
No
Hari dan Tanggal
Waktu Pelaksanaan Kegiatan Keterangan
1
Minggu, 24 Juni
2018
06.00 - 07.00 Crew Call
Pengambilan scene 1, 6, 7, 8, 11, 15, 16, 21.
2 07.00 - 08.00 Cek Peralatan
3 08.00 - 09.00 Setting Peralatan
4
09.00 - 10.00
Set Lokasi dan Make Up Talent
5 10.00 - 11.00 Reading Talent
6 10.00 - 12.30 Pengambilan Gambar
7 12.30 - 14.00 ISOMA
8 14.00 - 16.00 Pengambilan Gambar
9 16.00 - 16.30 Break Sholat
10 16.30 - 18.00 Pengambilan Gambar
11 18.00 - 18.30 Break Sholat
12 18.30 - 20.00 Pengambilan Gambar
13
20.00 - 20.30
Produksi Selesai - Merapikan Peralatan
Tabel III.7
No
Hari dan Tanggal
Waktu Pelaksanaan Kegiatan Keterangan
1
Senin, 25 Juni 2018
06.00 - 07.00 Crew Call
Pengambilan scene 17, 18, 19, 20, 21,23
2 07.00 - 08.00 Cek Peralatan
3 08.00 - 09.00 Setting Peralatan
4 09.00 - 10.00
Set Lokasi dan Make Up Talent
5 10.00 - 11.00 Reading Talent
6 10.00 - 12.30 Pengambilan Gambar
7 12.30 - 14.00 ISOMA
8 14.00 - 16.00 Pengambilan Gambar
9 16.00 - 16.30 Break Sholat
10 16.30 - 18.00 Pengambilan Gambar
11 18.00 - 18.30 Break Sholat
12 18.30 - 20.00 Pengambilan Gambar
13 20.00 -23.00
Produksi Selesai - Cek List Peralatan - Cek List Wadrobe
dan Properti - Cleaning Lokasi
6. DAILY REPORT PRODUCTION
Daily Production Report
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Jumat, 22 Juni 2018 Lokasi : Rumah
Tabel III.8
Keterangan Terjadwal Pelaksanaan Talent Call 07.00 07.00
Makan Pagi 06.00 06.15
Makan Siang 12.30 14.00
Peran Pemeran Usia Costume On Set Pulang
Ken Ricky Dewasa Formal 07.00 Inap
Anna Aisyah Dewasa Casual 07.00 19.00
Ibu Mutiara Dewasa Casual 12.00 19.00
Warga Junet Dewasa Casual 12.00 19.00
Porsi Catering Dipesan Realisasi Makan Pagi 10 porsi 10 Porsi
Makan Siang
12 Porsi 15 Porsi
Daily Production Report
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Sabtu, 23 Juni 2018 Lokasi : PUSPITEK
Tabel III.9
Keterangan Terjadwal Pelaksanaan Talent Call 07.00 08.00
Makan Pagi 07.00 07.15
Makan Siang 14.0 15.00
Peran Pemeran Usia Costume On Set Pulang
Ken Ricky Dewasa Formal 08.00 Inap
Anna Aisyah Dewasa Casual 08.00 21.00
Porsi Catering Dipesan Realisasi Makan Pagi 10 porsi 10 Porsi Makan Siang 10 Porsi 13 Porsi
Daily Production Report
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Minggu, 24 Juni 2018 Lokasi : Rumah
Tabel III.10
Keterangan Terjadwal Pelaksanaan
Talent Call 07.00 07.00
Makan Pagi 06.00 06.30
Makan Siang 13.00 13.30
Peran Pemeran Usia Costume On Set Pulang
Ken Ricky Dewasa Formal 07.00 Inap
Anna Aisyah Dewasa Casual 07.00 19.00
Ibu Mutiara Dewasa Casual 10.00 20.30
Warga Junet Dewasa Casual 12.00 20.30
Porsi Catering Dipesan Realisasi Makan Pagi 10 porsi 10 Porsi Makan Siang 12 Porsi 15 Porsi
Daily Production Report
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Senin, 25 Juni 2018 Lokasi : Rumah
Tabel III.11
Keterangan Terjadwal Pelaksanaan
Talent Call 07.00 07.00
Makan Pagi 06.30 06.30
Makan Siang 13.00 13.00
Peran Pemeran Usia Costume On Set Pulang
Ken Ricky Dewasa Formal 07.00 Inap
Anna Aisyah Dewasa Casual 07.00 20.00
Bibi Iin Dewasa Casual 18.00 20.00
Ayah Tiar Dewasa Casual 12.00 20.00
Kepala Desa Yahya Dewasa Formal 10.00 20.00
Saksi Hasbi Dewasa Casual 10.00 20.00
Psikiater Gilang Dewasa Formal 18.00 20.00
Porsi Catering Dipesan Realisasi
Makan Pagi 10 porsi 10 Porsi Makan Siang 13 Porsi 16 Porsi 7. EQUIPMENT LIST
Equipment List
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Durasi : 23 menit
Tabel III.12
No Nama Seri Jumlah Keterangan
1 Kamera Sony NEX-VG30 1 Sewa
2 Tripod 1 Sewa
3 Charger Sony 1 Sewa
4 Baterai
Sony 1 Sewa
Alkaline 8 Milik Sendiri
5 Monitor Bestview 1 Sewa
6 Glidecam 1 Sewa
7 Slider 1 Milik Sendiri
8 Lighting LED Yongnuo YN900 1 Sewa
9 Clip on Boya 2 Sewa
10 Kabel Rol 3 Milik Sendiri
11 Headphones HK 2 Milik Sendiri
12 Light Stand 2 Sewa
13 Boom Mic Rhode NTG2 1 Sewa
14 Audio Recorder Zoom H5N 1 Sewa
8. CALL SHEET
Call Sheet
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Jumat, 22 Juni 2018 Lokasi : Rumah
Tabel III.13
Nama Telp
Produser Maulidia Fitria 0823-6134-0764 Sutradara M. Rizal Rais 0878-8438-4587
Alamat Lokasi
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
-
Set Scene Cast D/N Location
Ruang Kerja Ken 1 Ken D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Jalan Pedesaan 4 Ken, Anna D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Rumah Kerja Ken di Desa 5 Ken D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Rumah Kepala Desa 7 Ken, Kepala
Desa D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Rumah Anna 14 Anna, Ibu, N
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Rumah Kepala Desa 18 Ken, Kepala
Desa D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Call Sheet
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Sabtu, 23 Juni 2018 Lokasi : PUSPITEK
Tabel III.14
Nama Telp
Produser Maulidia Fitria 0823-6134-0764 Sutradara M. Rizal Rais 0878-8438-4587
Alamat Lokasi
Jl. Raya Puspitek, Serpong, Kota Tangerang Selatan,
Banten
-
No Cast No. Telepon Call Scene Location
1 Ken (Ricky) 8595913905 OK 1, 4, 5, 7,
18
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
2 Anna(Aisyah) 82186901067 OK 4, 14
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
3 Ibu (Mutiara) 85717586492 Ok 14
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul 4 Kepala Desa
(Yahya) Ok 7,18
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Set Scene Cast D/N Location Kotak Pos
Pinggir Jalan
2 Anna D
Jl. Raya Puspitek, Serpong, Kota
Tangerang Selatan, Banten Kotak Pos
Pinggir Jalan
9 Ken, Anna D
Jl. Raya Puspitek, Serpong, Kota
Tangerang Selatan, Banten
Jalan Desa 10 Ken, Anna D
Jl. Raya Puspitek, Serpong, Kota
Tangerang Selatan, Banten Pinggir
Jalan 12 Ken, Anna D
Jl. Raya Puspitek, Serpong, Kota
Tangerang Selatan, Banten
Café 13 Ken, Anna D
Jl. Kemiri Raya, No.99, Pd. Cabe Udik, Pamulang Jalan
Pedesaan 23 Ken, Anna D
Jl. Raya Puspitek, Serpong, Kota
Tangerang Selatan, Banten
No Cast No. Telepon Call Scene Location
1 Ken (Ricky) 8595913905 OK 2, 9, 10,
12, 13, 23
- Jl. Raya Puspitek, Serpong,
Kota Tangerang
Selatan, Banten - Jl. Kemiri
Raya, No.99, Pd. Cabe
Udik, Pamulang
2 Anna (Aisyah) 82186901067 OK 2, 9, 10, 12, 13, 23
- Jl. Raya Puspitek, Serpong,
Kota Tangerang
Selatan, Banten - Jl. Kemiri
Raya, No.99, Pd. Cabe
Udik, Pamulang
Call Sheet
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Minggu, 24 Juni 2018 Lokasi : Rumah
Tabel III.15
Nama Telp
Produser Maulidia Fitria 0823-6134-0764 Sutradara M. Rizal Rais 0878-8438-4587
Alamat Lokasi
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
-
Set Scene Cast D/N Location
Ruang
Kerja Ken 1 Ken D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul Jalan
Pedesaan 6 Ken, Warga D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Rumah Kepala Desa
7 Ken, Kepala Desa D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul Ruang
Kerja Ken di Desa
8 Ken D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul Ruang
Kerja Ken di Desa
11 Ken D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Taman 15 Ken, Anna D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul Rumah
Anna 16 Anna, Ibu D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul Ruang
Kerja Ken di Desa
21 Ken D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
No Cast No. Telepon Call Scene Location
1 Ken (Ricky) 8595913905 OK 1, 6, 7, 8,
11, 15, 21
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
2 Anna (Aisyah) 82186901067 OK 15
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
3 Ibu (Mutiara) 85717586492 OK 15
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul 4 Kepala Desa
(Yahya) - OK 7
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
5 Warga (Junet) - OK 6
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Call Sheet
Produksi : FramezArt Production Produser : Maulidia Fitria Judul Program : RAHASIA CINTA Sutradara : M. Rizal Rais Date : Senin, 25 Juni 2018 Lokasi : Rumah
Tabel III.16
Nama Telp
Produser Maulidia Fitria 0823-6134-0764 Sutradara M. Rizal Rais 0878-8438-4587
Alamat Lokasi
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
-
Set Scene Cast D/N Location
Ruang Tamu Rumah
Anna
17 Anna, Ayah N
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Rumah Kepala Desa
18 Ken, Kepala Desa D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Ruang Tamu
19 Ken, Saksi D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Rumah Anna
20 Ken, Bibi D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul Ruang
Kerja Ken di Desa
21 Ken D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
Ruang Psikiater
23 Ken, Psikiater D
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
No Cast No. Telepon Call Scene Location
1 Ken (Ricky) 8595913905 OK 18,19,20,21,23
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
2 Anna (Aisyah) 82186901067 OK 17, 23
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
3 Bibi (Iin) - OK 17, 20
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
4
Kepala Desa (Yahya)
- OK 18
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
5 Ayah (Tiar) - OK 17
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
6 Psikiater (Gilang) - OK 23
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
7 Saksi (Hasbi) - OK 19
Komplek BPK V, Blok K, No.1.
Gandul
3.2. Proses Kerja Sutradara
Sutradara televisi adalah seseorang yang mampu mengarahkan dan menciptakan sebuah karya seni audio-visual dalam bentuk format acara televisi drama atau nondrama dengan menggunakan system rekaman gambar elektronik, baik single cam ataupun multicam (Naratama, 2013:20)
Menurut Irwanto dkk (2014:48) sutradara, orang yang bertanggung jawab pada semua aspek produksi, baik sinematik artistik maupun secara teknis. Penulis sebagai sutradara berperan langsung pada proses pembuatan karya dari tahap pra produksi, produksi hingga pasca produksi.
3.2.1. Pra Produksi
Menurut Gunawan dkk (2008:63) “pra produksi adalah penguraian hal-hal yang perlu dilakukan guna mempersiapkan sebuah produksi”.
Maka dari itu Sutradara bertanggung jawab atas aspek-aspek kreatif pembuatan film, baik interpretatif maupun teknis. Dalam produksi “Rahasia Cinta”, penulis bertanggung jawab dalam proses praproduksi, antara lain:
a. Interpretasi Skenario/Script Conference.
Sutradara melakukan analisa skenario yang menyangkut isi cerita, struktur
dramatic, penyajian informasi, dan semua hal yang berhubungan dengan estetika dan tujuan artistic didalam film tersebut.
Analisa yang telah dilakukan sutradara didiskusikan kepada semua kepala
departemen (penata fotografi, penata artistik, penata suara, editor) dan juga produser. Kemudian merumuskan konsep penyutradaraan untuk film.
b. Pemilihan Crew
Sutradara dan produser memilih dan menentukan crew yang akan terlibat didalam produksi film.
c. Casting
Sutradara menentukan dan melakukan casting terhadap para pemain utama dan pemain pendukung. Proses tersebut biasanya dibantu oleh asisten Sutradara dan juga casting director.
d. Latihan/Reherseal
Kepada pemain utama, sutradara menyampaikan visi dan misinya terhadap
penokohan yang ada didalam skenario, lalu mendiskusikannya dengan tujuan untuk membangun kesamaan presepsi karakter tokoh antara sutradara dan pemain.
Sutradara melakukan pembacaan skenario (reading) bersama seluruh pemain untuk membaca bagian dari dialog dan action pemain masing-masing.
Sutradara melakukan latihan pemeranan dengan pemain utama.
Sutradara melakukan evaluasi terhadap hasil latihan pemeranan yang telah
direkam sebelumnya.
e. Hunting
Sutradara melakukan pengarahan kepada tim hunting lokasi bersama dengan penata fotografi, penata artistik, asisten sutradara, dan manajer produksi.
Sutradara menetukan lokasi berdasarkan hasil hunting tersebut, setelah
berdiskusi melibatkan penata fotografi, penata artistik, asisten sutradara, dan penata suara.
Sutradara memastikan lokasi berdasarkan semua aspek teknis.
f. Perencanaan shot dan blocking/planning coverage dan staging
Sutradara merumuskan dan menyusun direct shot pada setiap scene yang ada dalam skenario.
Sutradara membuat ilustrasi staging pemain dan peletakan kamera kedalam
floor plan.
Sutradara membuat storyboard dibantu oleh storyboard artist
g. Final Pra Produksi
Sutradara melakukan diskusi/evaluasi bersama dengan crew produksi dan pemain utama untuk persiapan shooting yang menyangkut teknis penyutradaraan dan juga artistiknya.
3.2.2.Produksi