• Tidak ada hasil yang ditemukan

Organisasi dan Profesi Konservasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Organisasi dan Profesi Konservasi"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

primastoria.net

Puji Yosep Subagiyo Oleh

Organisasi dan Profesi Konservasi

[Sketsa Sains Konservasi Lukisan]

Primastoria Studio

Taman Alamanda Blok BB2 No. 55-59, Bekasi 17510, Indonesia Web: primastoria.net Email: [email protected]

Phone | Line | WA : 0812 8360 495

(2)

[40]

(1). https://primastoria.files.wordpress.com/2016/01/konservasi-lukisan.pdf (2). https://primastoria.files.wordpress.com/2015/12/identifikasi-kanvas-lukisan.pdf (3). https://primastoria.files.wordpress.com/2016/09/sekilas_konservasi_lukisan.pdf

(4). Marion F. Mecklenburg, A. Elena Charola, and Robert J. Koestler (2013): New Insights into

the Cleaning of Paintings, Washington DC., Smithsonian Institution Press.

(5). http://www.huevaluechroma.com/

(6). https://www.royaltalens.com/en-gb/

(7). http://www.winsornewton.com/row/

Pengantar

Pekerjaan konservasi dapat dilakukan apabila tenaga konservasi telah mengenal bahan pembentuk benda yang akan ditangani; dan jenis kerusakan yang sedang dihadapi. Hampir semua bahan - khususnya benda organik - sangat peka terhadap kondisi lingkungan, seperti kelembaban, suhu udara, dan radiasi cahaya. Kerusakan dapat juga terjadi karena kesalahan penggunaan bahan atau cara penanganannya. Dalam kasus semacam ini, konservator harus dapat memilah atau menggolongkan benda koleksi menurut jenis bahan pembentuknya, serta mengidentifikasi- klasifikasikan berbagai jenis bahan dan sifat-sifatnya (fisik & kimiawi).

Konservator adalah orang yang mampu melakukan pengamatan (kajian), berpikir analitik, dan melaksanakan konservasi karya seni, artefak, relik, dan benda lain dengan menggunakan metode atau teknik yang benar. Sehingga seorang konservator harus memiliki pengetahuan cukup tentang metode dan teknik konservasi; serta dapat memilih dan menerapkan bahan (materials) atau alat dalam proses konservasi dengan baik. Nantinya, mereka dapat pula mengkhususkan diri pada satu atau lebih bidang konservasi, seperti: batu, logam, kayu, tekstil, lukisan, karya seni bermedia kertas, buku, (pita) film, pita perekam suara, foto, atau benda lain bermedia komplek (campuran).

Konservasi adalah suatu tindakan yang bersifat kuratif – restoratif (penghentian proses kerusakan dan perbaikannya) dan tindakan yang bersifat preventif (penghambatan dari kemungkinan proses kerusakan). Konservasi benda koleksi museum menurut American Association of Museums (AAM 1984:11) dirujuk kedalam 4 tingkatan.

Pertama adalah perlakuan secara menyeluruh untuk memelihara koleksi dari kemungkinan suatu kondisi yang tidak berubah; misalnya dengan kontrol lingkungan dan penyimpanan benda yang memadai, didalam fasilitas penyimpanan atau displai;

Kedua adalah pengawetan benda, yang memiliki sasaran primer suatu pengawetan dan penghambatan suatu proses kerusakan pada benda;

Ketiga adalah konservasi restorasi secara aktual, perlakuan yang diambil untuk mengembalikan artifak rusak atau 'deteriorated artifact' mendekati bentuk, desain, warna dan fungsi aslinya. Tetapi proses ini mungkin merubah tampilan luar benda; dan

Keempat adalah riset ilmiah secara mendalam dan pengamatan benda secara teknis.

Dengan “Organisasi dan Profesi Konservasi” ini, kita akan mendapatkan wawasan tentang sebuah organisasi (wewenang) dan profesi (kompetensi), pekerjaan teknis konservasi lukisan secara utuh, sistematis dan terarah. Sketsa sains konservasi ini diharapkan dapat membantu dalam penyusunan instrumen pengumpulan dan pengolahan data, analisis data serta identifikasi masalah kondisi koleksi benda bernilai seni - budaya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mengetahui pemecahannya.

Bekasi, Oktober 2016 Puji Yosep Subagiyo

Rujukan :

[ i ] Kata Kunci :

1. Mengenal Organisasi & Profesi Museum; 2. Mengenal

Lukisan; 3. Mengenal Seniman; 4. Mengenal Bahan,

Kerusakan dan Proses Konservasi; 5. Analisis/ Kajian

Konservasi; 6. Mengenal Bahan dan Alat Konservasi; dan

7. Uraian Jabatan Konservator [Prof. Colin Pearson].

(3)

Struktur Organisasi : Kewenangan dan Kompetensi

DIRECTOR

DEPUTY DIRECTOR (COLLECTION) OR CHIEF CURATOR DEPUTY DIRECTOR

(PROGRAMMES) DEPUTY DIRECTOR

(ADMINISTRATION) SECRETARY

Curators Registrar Librarian

Collection Secretary

Conservation Technician Cataloguer Data Entry

Clerk Photographer Curatorial

Assistants Library

Technician Conservation

Scientist Conservator Archivist Chief Conservator

Gail D. Lord & B. Lord (1997):

The Manual of Museum Management, London, The Stationery Office, pp. 13-37.

E.068; E.223

E.122 E.125 E.126

E.473

Kataloger Juru Tulis

[Register] Juru Foto [Fotograper]

Asisten

Kurator Pustakawan Arsiparis

Petugas Perpustakaan

Konservator Senior

Analis Konservasi

Asisten Konservator Konservator Kurator

Senior

Sekretaris Koleksi

Registrar Kurator

Struktur Tipe B Struktur Tipe A

History Curator Science Curator Conservator Registrar

Art Curator

DEPUTY DIRECTOR (COLLECTION) OR CHIEF CURATOR

Personnel Finance Security Maintenance Development Visitor Services

Exhibition Education Publication Media Events Marketing

DEPUTY DIRECTOR

(PROGRAMMES) DEPUTY DIRECTOR

(ADMINISTRATION)

DIRECTOR

A. Mengenal Organisasi & Profesi Museum

Kualifikasi Profesi Konservator di Museum

Definisi:

Orang yang mampu melaksanakan penelitian dan analisis; serta melakukan konservasi karya seni, artifak, relik, dan benda-benda lain dalam (pengawasan) sebuah institusi konservasi dengan menerapkan metode atau teknik yang memadai.

Syarat Kemampuan:

Memiliki pengetahuan cukup tentang metode dan teknik konservasi; serta mampu memilih dan menerapkan bahan (materials) dalam proses konservasi secara benar. Mereka dapat pula mengkhususkan diri pada satu atau lebih bidang konservasi, seperti: lukisan, karya seni bermedia kertas, buku (bahan-pustaka), (pita) film, pita perekam suara, foto, logam, tekstil, atau benda lain bermedia komplek (campuran).

Uraian Tugas:

Uraian tugas yang disebutkan dibawah ini merupakan ciri dari Konservator.

1. Melaksanakan penelitian dan analisis karya seni, artifak, relik, benda-benda koleksi lain dalam (pengawasan) sebuah institusi konservasi untuk mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan konservasinya.

2. Melaksanakan konservasi karya seni, artifak, relik, benda-benda koleksi lain alam (pengawasan) sebuah institusi konservasi dengan menggunakan metode dan teknik yang memadai; dan melaporkan perlakuan konservasi yang dilaksanakan.

(4)

1. [E.125] Konservator Ikhtisar Jabatan :

Menganalisis data dan mengidentifikasi masalah kondisi koleksi serta melakukan observasi, perawatan, dan pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam rangka pelestarian koleksi di ....

2. [E.173] Pengadministrasi Data Perawatan dan Pengawetan

Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan data kerusakan, merawat dan memelihara benda cagar budaya sesuai dengan prosedur dalam rangka pelestarian cagar budaya.

3. [E.292] Pengolah Data Observasi Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data observasi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan prosedur sebagai bahan analisis.

4. [E.340] Pengolah Data Perawatan Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data perawatan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan prosedur sebagai bahan analisis.

5. [E.320] Pengolah Data Pengawetan Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan prosedur sebagai bahan analisis.

6. [E.473] Registrar Ikhtisar Jabatan :

Melaksanakan registrasi benda bernilai budaya berskala nasional berdasarkan klasifikasi agar tertata dengan baik dan valid, menata dan mengonsep storage berdasarkan jenis koleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran tugas.

7. [E.152] Penata Koleksi Ikhtisar Jabatan :

Melaksanakan penataan koleksi secara berkelanjutan dan peninjauan kembali rencana penataan di seluruh ruang penyimpanan untuk kepentingan pemanfaatan dan pengendalian koleksi.

8. [E.175] Pengadministrasi Dokumen Kelembagaan Ikhtisar Jabatan :

Menerima, mencatat, dan menyimpan dokumen kelembagaan sesuai dengan jenisnya untuk memudahkan pelayanan.

9. [E.394] Penyusun Dokumentasi Ikhtisar Jabatan :

Menganalisis data, menyusun saran pemecahan masalah pelaksanaan pendokumentasian sebagai bahan informasi dan penyusunan kebijakan pimpinan.

10. [E.126] Kurator Ikhtisar Jabatan :

Menyusun konsep kajian dan menganalisis data, serta saran pemecahan masalah/ konsep petunjuk pelaksanaan identifikasi, klasifikasi, pencarian, pengumpulan dan katalogisasi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai Prosedur Operasional Standar (POS) sebagai bahan informasi dan penyusunan kebijakan pimpinan.

10. [E.171] Pengadministrasi Data Koleksi Ikhtisar Jabatan :

Menerima, mencatat, memproses dokumen identifikasi dan klasifikasi masuk/ keluar, melayani peminjaman dokumen identifikasi dan klasifikasi, dan mengecek koleksi serta layanan Seksi Identifikasi dan Klasifikasi sesuai dengan ketentuan untuk tertib administrasi di lingkungan Bidang Pengkajian dan Pengumpulan.

11. [E.275] Pengolah Data Koleksi Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data identifikasi dan klasifikasi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan prosedur sebagai bahan analisis.

12. [E.258] Pengolah Data Katalogisasi Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data katalogisasi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan prosedur sebagai bahan analisis.

14. [E.465] Preparator Ikhtisar Jabatan :

Menyusun konsep desain dan displai tata pameran serta menata benda koleksi yang akan dipamerkan sesuai dengan desain dan konsep tata pameran.

15. [E.293] Pengolah Data Pameran Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pameran sesuai dengan prosedur sebagai bahan analisis.

16. [E.153] Penata Pameran Ikhtisar Jabatan :

Menata benda koleksi sesuai dengan kondisi sarana pameran dan desain layout tata pamer untuk kerapihan dan kelancaran pameran.

18. [E.184] Pengadministrasi Kerumahtanggaan Ikhtisar Jabatan :

Melakukan pengadministrasian dokumen kerumahtanggaan dan memberikan layanan penggunaan sarana kerumahtanggaan.

19. [E.256] Pengolah Data Inventarisasi dan Pelaporan BMN

Ikhtisar Jabatan :

Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data inventarisasi dan pelaporan Barang Milik Negara (BMN) serta bahan penetapan rumah negara golongan I dan II di lingkungan Kemendikbud sesuai dengan prosedur sebagai bahan analisis.

Daftar Kode, Nama dan Ikhtisar Jabatan Fungsional

Menurut Permendikbud No. 8 Tahun 2015

1. UU CAGAR BUDAYA (UU No. 11 Tahun 2010) 2. MUSEUM (PP No. 66 Tahun 2015)

3. PEMELIHARAAN & PEMANFAATAN BCB DI MUSEUM (PP No. 19 Tahun 1995)

4. KAMUS JABATAN FUNGSIONAL PNS (Perka BKN No. 3 Tahun 2013)

5. URAIAN JABATAN DI LINGKUNGAN KEMDIKBUD (Permendikbud RI No. 8 Tahun 2015)

Landasan/ Dasar Hukum :

6. ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMDIKBUD (Permendikbud RI No. 1 Tahun 2012)

7. ORGANISASI & TATA KERJA MUSEUM NASIONAL (Permendikbud RI No. 48 Tahun 2012)

8. RINCIAN TUGAS MUSEUM NASIONAL (Permendikbud RI No. 27 Tahun 2013)

(5)

melakukan penyusunan program kerja Seksi dan konsep program kerja Bidang;

melakukan pengamatan dan pendataan kondisi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan uji laboratorium benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan klasifikasi kondisi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan rekomendasi penanganan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan penyusunan bahan bantuan teknis di bidang observasi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan evaluasi

pelaksanaan observasi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen Seksi;

dan melakukan penyusunan laporan Seksi.

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

melakukan penyusunan program kerja Seksi;

melakukan pengkajian perawatan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan pembersihan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan perbaikan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan rekonstruksi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan restorasi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan penyusunan bahan pemberian bantuan teknis di bidang perawatan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan evaluasi

pelaksanaan perawatan benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen Seksi;

dan melakukan penyusunan laporan Seksi.

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

melakukan penyusunan program kerja Seksi;

melakukan penguatan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan pelapisan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan fumigasi dan bentuk pengawetan lainnya koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan pemantauan lingkungan mikro koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan penyusunan bahan pemberian bantuan teknis di bidang pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan evaluasi pelaksanaan pengawetan benda bernilai budaya berskala nasional;

melakukan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen Seksi;

dan melakukan penyusunan laporan Seksi dan konsep laporan Bidang.

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

Rincian Tugas Seksi Observasi:

[Pasal 11, Permendikbud No. 27 Thn 2013] Rincian Tugas Seksi Perawatan:

[Pasal 12, Permendikbud No. 27 Thn 2013] Rincian Tugas Seksi Pengawetan:

[Pasal 13, Permendikbud No. 27 Thn 2013]

Bidang Kemitraan dan Promosi

Struktur Organisasi MUSEUM NASIONAL

Bagian Tata Usaha

Subbagian Rumah Tangga

Subbagian

Keuangan dan Kepegawaian

Subbagian Perencanaan dan Tata Laksana

Bidang Pengkajian

dan Pengumpulan Bidang Registrasi

dan Dokumentasi Bidang Penyajian

dan Publikasi

Permendikbud No. 48 Tahun 2012

Permendikbud No. 8 Tahun 2015 [URAIAN JABATAN KEMDIKBUD]

KEPALA MUSEUM

Kode JFU

Bidang Perawatan dan Pengawetan

Seksi Layanan Edukasi Seksi Kemitraan Seksi Promosi Seksi Dokumentasi Seksi Perpustakaan

Seksi Pencarian dan Pengumpulan Seksi Katalogisasi Seksi Observasi Seksi Pengawetan Seksi Perancangan Seksi Penyajian Seksi Publikasi Seksi Registrasi

Seksi Klasifikasi dan Identifikasi Seksi Perawatan

E.125

E.340 E.153

E.465 E.125

E.320 E.126

E.275 E.125

E.292 E.126

E.258 E.126

E.171

E.034

E.473 E.152 E.120

E.248

E.184 E.256 E.075

E.264

E.362 E.435 E.364

E.426 E.403

E.293

E.465 E.175

E.394 E.450 Eselon II.b.

Eselon III.b.

Eselon IV.b.

Hubungan Kerja:

Antar Bidang, Seksi & Profesi [Personal]

(6)

melaksanakan penyusunan program kerja Bagian;

melaksanakan pengembangan sistem registrasi dan pendokumentasian benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pencatatan, akuisisi, dan pemberian nomor registrasi benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyimpanan dan pengamanan benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pencatatan mutasi benda koleksi bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyusunan bahan pemberian izin mutasi benda koleksi bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pencatatan benda koleksi bernilai budaya berskala nasional yang bukan atau belum menjadi koleksi museum;

melaksanakan penghapusan benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pendokumentasian benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pengelolaan perpustakaan Museum Nasional;

melaksanakan pemberian bantuan teknis di bidang registrasi dan dokumentasi benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan evaluasi pelaksanaan registrasi dan

dokumentasi benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen Bidang; dan

melaksanakan penyusunan laporan Bidang.

Rincian Tugas

Bidang Registrasi dan Dokumentasi [Pasal 22, Permendikbud No. 27 Thn 2013]

a. b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

k. j.

l.

m.

n.

melaksanakan penyusunan program kerja Museum;

melaksanakan pengkajian benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pengumpulan dan akuisisi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan perawatan dan pengawetan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan registrasi, inventarisasi, dan katalogisasi benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional

melaksanakan penyimpanan dan pengamanan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyajian benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan publikasi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan dokumentasi benda koleksi museum bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan kemitraan dan promosi di bidang benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pemanduan, penyuluhan, seminar, lokakarya, dan layanan edukasi lainnya yang berhubungan dengan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pemberian bantuan teknis di bidang pengkajian, pengumpulan, perawatan, pengamanan, pengawetan, dan penyajian benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan evaluasi di bidang benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan urusan perencanaan, keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan, persuratan, kearsipan, barang milik negara, kerumahtanggan Museum;

melaksanakan pengelolaan perpustakaan Museum;

melaksanakan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen Museum;

dan melaksanakan penyusunan laporan Museum.

Rincian Tugas Museum Nasional [Pasal 1, Permendikbud No. 27 Thn 2013]

a. b.

c.

d.

e.

f.

g. h.

i.

j.

k.

l.

m.

n.

o. p.

q.

Rincian Tugas

Bidang Perawatan dan Pengawetan [Pasal 10, Permendikbud No. 27 Thn 2013]

a. b.

d. c.

e.

f.

g.

h. i.

k. j.

m. l.

n.

o.

p.

q. r.

melaksanakan penyusunan program kerja Bagian;

melaksanakan identifikasi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan inventarisasi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan klasifikasi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pendataan jenis benda bernilai budaya berskala nasional yang belum menjadi koleksi;

melaksanakan pencarian, pengumpulan, dan pengadaan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan katalogisasi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyusunan konsep label koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyusunan data dan informasi hasil kajian benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pemberian bantuan teknis di bidang pengkajian dan pengumpulan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan evaluasi di bidang pengkajian dan pengumpulan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen Bidang; dan

melaksanakan penyusunan laporan Bidang.

Rincian Tugas

Bidang Pengkajian dan Pengumpulan [Pasal 6, Permendikbud No. 27 Thn 2013]

melaksanakan penyusunan program kerja Bagian;

melaksanakan observasi kondisi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan uji laboratorium benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan klasifikasi kondisi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan rekomendasi penanganan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pengkajian perawatan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pembersihan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan perbaikan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan rekonstruksi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan restorasi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penguatan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pelapisan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan fumigasi dan bentuk pengawetan lainnya koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pemantauan lingkungan mikro koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan pemberian bantuan teknis di bidang perawatan dan pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan evaluasi di bidang perawatan dan pengawetan benda bernilai budaya berskala nasional;

melaksanakan penyimpanan dan pemeliharaan dokumen Bidang; dan melaksanakan penyusunan laporan Bidang.

a. b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

m.

Rincian Tugas & Hubungan Kerja Bidang Terkait [Kewenangan & Non Profesi]

Bidang Lain

Bagian Lain

(7)

Menganalisis data dan mengidentifikasi masalah kondisi koleksi serta melakukan observasi, perawatan dan pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam rangka pelestarian koleksi di ...

A. Ikhtisar Jabatan Konservator

Ikhtisar Jabatan dan Uraian Tugas Konservator [KJ : E.125]

Identifikasi Kompetensi (Manajerial, Teknis & Tambahan) Penjelasan Permendikbud No. 8 Tahun 2015

Per = Perencanaan; BK = Berpikir Konseptual; BA = Berpikir Analitis; BpK = Berorientasi pada Kualitas;

PI = Pencarian Informasi; KtO = Komitmen terhadap Organisasi.

Penjelasan Kode Identifikasi Kompetensi [Key Performance Indicators (KPI)]

1. Menyiapkan bahan rencana kerja seksi sesuai dengan program kerja Bidang Perawatan dan Pengawetan dan hasil evaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

2. Menyusun instrumen pengumpulan dan pengolahan data observasi, perawatan dan pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai dengan program kerja Bidang Perawatan dan Pengawetan sebagai panduan pelaksanaan tugas;

3. Menganalisis data hasil kegiatan observasi, perawatan dan pengawetan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mengetahui permasalahan;

4. Mengidentifikasi masalah kondisi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mengetahui pemecahannya;

5. Menyiapkan bahan dalam pembuatan konsep penanganan masalah kondisi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memecahkan masalah dan peningkatan kinerja;

6. Menyiapkan bahan dalam pembuatan materi/ naskah pengkajian perawatan dan pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam rangka penetapan perawatan dan pengawetan koleksi;

7. Melakukan uji laboratorium tentang jenis dan proses kerusakan/ pelapukan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mengetahui karakteristik benda bernilai budaya berskala nasional;

8. Melakukan pembersihan, perbaikan dan restorasi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk merawat koleksi agar tetap lestari;

9. Melakukan rekonstruksi koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam rangka penelusuran bentuk;

10. Melakukan konsolidasi, penguatan, pelapisan, dan bentuk pengawetan lainnya koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mencegah kerusakan koleksi lebih lanjut;

11. Melakukan fumigasi pada koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk melindungi koleksi organik dari faktor penyebab kerusakan berupa hama;

12. Melakukan kegiatan pemantauan dan pengendalian lingkungan mikro koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mencegah kerusakan koleksi lebih lanjut;

13. Menyiapkan bahan materi pemberian bantuan teknis dan layanan konsultasi di bidang observasi, perawatan dan pengawetan koleksi benda bernilai budaya berskala nasional sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari pelayanan;

14. Menyusun laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas;

15. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

B. Uraian Tugas Konservator

[KtO]

[PI]

[BpK]

[BpK]

[BpK]

[BpK]

[PI]

[PI]

[BA]

[BA]

[BK]

[Per]

[BpK]

[BpK]

[BpK]

IDENTIFIKASI KOMPETENSI

KPI

Created by Puji Y. Subagiyo 2016

(8)

Detail Proses Observasi, Perawatan & Pengawetan

Skema Proses Observasi, Perawatan &

Pengawetan

Observasi Kerusakan Lingkung an Mikro dan Lainny a

1.

Rapuh

2.

Kotor

3.

Lemak

4.

Kelupas

5.

Gores

6.

Retak

7.

Patah

1.

Lapuk

2.

Pudar

3.

Korosi

4.

Oksidasi

5.

Bau

6.

Noda

7.

Kristal garam

1.

Jamur (Fungi)

2.

Serangga (Insect)

3.

Ganggang (Algae)

4.

Lumut (Moss)

5.

Lumut-kerak (Lichens)

[ ... %]

[ ... %]

[ ... %]

[ ... %]

[ ... %]

Fisik Kimiawi Biotis

Identifikasi dan Klasifikasi Kerusakan

A.

Intensitas Cahaya (Lux)

B.

Radiasi UV (

μ

W/cm

2

) --

C.

Suhu Udara (

0

C) ---

D.

Suhu Permukaan (

0

C) --

E.

Kelembaban Udara (%) --

F.

Kandungan Air (%) ---

G.

Keasaman (pH) ---

H.

ORP (mili Volts) ---

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

I.

Catatan: ...

Identifikasi dan Klasifikasi Penyebab Kerusakan

ORP = Oxidation - Reduction Potential

(Potensial Redoks), diukur dalam mili Volts).

Semakin nilai negatifnya kuat - semakin baik kondisi tersebut menekan oksidasi.

Perawatan dan Pengawetan

Cat Media Pigura

Kayu.

1.

Kulit.

2.

Bambu.

3.

Rotan.

4.

Selulose Protein

1.

Kulit

2.

Bulu

3.

4.

Sutera Lain

Organik Anorganik Campuran Lukisan * C. Air * C. min yak.

Keramik Patung

Bentuk (Konstruksi)

Bahan (Komposisi)

Tulang Kerang Pigmen/ Cat Manik-manik Batu Kaca

Keramik Plester Perak Emas

Timah Perunggu

1. 2.

3. 4.

Logam Non Logam

1. 2.

3.

4.

1. 2.

3.

4.

Komposisi, Identifikasi dan Klasifikasi Bahan (Mengenal Sifat - Interaksi Bahan)

Konstruksi (Pertimbangan Restorasi)

2A2B2C 4

1

2A 2B

2C

Analisis

3B

Uji Lab

3A

Persiapan

2

Perawatan dan Pengawetan Analisis

Observasi Benda Lingkungan Mikro

dan Lainnya

2C 2A

Kerusakan

4 1

Uji Lab

3B 3A

Persiapan

2

2B

Created by Puji Y. Subagiyo 2016

Benda

(9)

PENJELASAN TEKNIS

V. USULAN UJI LAB (BAHAN) DAN TAMBAHAN :

...

VI. TEKNIK PENGAMATAN A. Mata biasa (tanpa-alat) B. Kaca Pembesar C. Mikroskop. ... X D. ...

E. ...

F. ...

VII. TANGGAL PENGAMATAN

Tandatangan Observator, Konservator, dll.

Nama : ...

(DD/MM/YYYY)...

ANALISIS

Identifikasi dan Klasifikasi Bahan dan Mengenal Sifat - Interaksi Bahan

Identifikasi dan Klasifikasi Kerusakan

Identifikasi dan Klasifikasi Penyebab Kerusakan Identitas dan Lokasi Benda

Ruang A

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

26 28 29 Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

44 50 59

Ruang B.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

27 28 28,5 Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

60 66 75

Data Iklim Makro

Beresiko

~

Bahaya

1

Ideal

~

Cukup

3

Cukup

~

Beresiko

2 Keterangan : BANTUAN TEKNIS

Identifikasi Serat, Pigmen, Jenis Oksidasi, Efek Bahan Lemari Simpan dan Pamer, Lampu Dalam Vitrin, dll.

Teknis Penguatan Kain Rapuh, Penetralan Keasaman, perhitungan Equilibrium Moisture Content (EMC), EMC/RH isotherm bahan organik (kapas, linen, kertas, kayu, dsb.);

kapasitas buffering (MH), rekondisi silicagel, dll.

menelaah hubungan iklim mikro-makro, tekanan barometrik, dll.

Analisis (mempelajari, menelaah atau mengkaji) hubungan antara jenis kerusakan, bahan dan iklim (mikro/ makro)

Rekomendasi

LEMBAR KONDISI LUKISAN

Ruang C.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

22 24 26,5 Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

60 66 99

Ruang D.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

28,5 29 29,5 Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

72 74 76

Ruang E.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

26 27 28 Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

76 78 99

Catatan: Pemeriksaan atau uji laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dengan mengambil sampel atau on the spot dari objek yang akan diamati (diobservasi) untuk “mengetahui (jenis) kerusakan dan cara penanganannya (perawatan dan pengawetan)”. Pemeriksaan dapat dilakukan secara fisik (perangkat optik/ mikroskop), secara radiologis (penerapan sinar-X) atau kimiawi (analisa kimia mikro), dll. Penggunaan mikroskop hanya sebatas mengenali jenis serat (kapas, sutera, dst.) disebut sebagai “identifikasi”, tetapi jika ditindaklanjuti dengan mengenali derajat keasaman (pH dan atau ORP) dan uji-coba menetralkan keasaman disebut sebagai “uji lab”.

UJI LABORATORIUM

III. LINGKUNGAN MIKRO DAN LAINNYA :

A. Intensitas Cahaya (Lux) B. Radiasi UV (μW/cm2) - C. Suhu Udara (0C) --- D. Suhu Permukaan (0C) -- E. Kelembaban Udara (%)

F. Kandungan Air (%) -- G. Keasaman (pH) --- H. ORP (mili Volts) ---

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...)

= ... (...) I. Polusi Udara --- = ... (...) Catatan :ORP = Potensial Redoks.

10 April 2016

Puji Yosep Subagiyo X Lampu Ultra Violet

Kotor Lemak Deposit Rapuh Patah Retak Distorsi

Gelombang Gores Sobek Kelupas Lubang Basah

Jamur

Serangga Busuk

Karat Kristal Oksidasi Pudar

Lapuk BauNoda FISIK:

BIOTIS:

LAIN:

KIMIAWI:

No Foto :

Lain-lain

Lain-lain Lain-lain

Baik Cukup Rusak KONDISI SPANRAM:

BaikCukup Rusak KONDISI PIGURA:

C.

B.

A. D.

E.

F.

G.

II. KONDISI SAAT PENGAMATAN : Baik Cukup Rusak 1.

2. 3.

4. 5.

6. 7.

8.

10. 9.

11.

12. 13.

14.

1.

2. 3.

4.

1. 2.

3.

4.

5. 6.

7.

8.

1.

2.

3.

1.

2.

3.

...

...

X

X X X

X

X

X X

X parah

sobekan di 3 tempat kendor

BAHAN PEMBENTUK BENDA

C.minyak Cat air Tinta Akrilik Pastel Krayon

Kanvas Kertas Kayu KacaLogam

C.minyak Aquarel Pastel Guase Tempera Litografi Batik Lain-lain

Lain-lain

Lain-lain JENIS CAT

JENIS MEDIA (SUBSTRAT)

TEKNIK I.

A.

B.

C.

1. 2.

3.

4.

5.

6.

7. 8.

1. 2.

3. 4.

5.

6.

1. 2.

3. 4.

5.

6. 7.

Catatan : X

X

X

Oils on Canvas laid on Canvas (No Adhesive).

i s i d n o K Nama Seniman

Judul Karya .

v n I . o N

No. Ukuran dan Tahun

Lokasi: Prioritas Tindakan : A. Segera B. Sedang C. Rendah

98 x 145,5 cm, 1956

Pahlawan Teuku Umar Hendra Gunawan

X 002

Penguatan dan Konsolidasi

penguatan cat dengan ...

penguatan kanvas/ substrat ...

perbaikan kanvas/ substrat.

perbaikan/ konsolidasi cat, dll.

Pembersihan ringan (kwas, vacuum, dll.)

airwhite-spirit turpentin air sabun (amonia)

2-ethoxy ethanol

2-aceton alcohol Penyempurnaan (finishing treatment)

isolating (varnish) inpainting (+mixing varnish) dressing/ retouching (varnish) (re)varnishing

Perlakuan biotis (fumigasi, dsb.)

Perlakuan lain.

CATATAN:

REKOMENDASI PERAWATAN DAN PENGAWETAN :

Pembersihan lemak, varnis, dsb.

dengan pelarut:

IV.

...

5.

6. 7.

8.

A.

B.

C.

D. E.

F.

G.

1.

2. 3.

4.

1.

2. 3.

1. 4.

2.

3. 4.

toluene acetone

X X X X

X X

MEK

X X X

sambung sobekan, dobel kanvas tanpa lem bongkar pasang spanram dan mengencangkan kanvas

Created by Puji Y. Subagiyo 2016

(10)

Lukisan karya Hendra Gunawan (1918 - 1983 )

Lukisan karya Affandi

(1907 - 1990

)

Close -up “plot otan ”

Lukisan karya Raden Saleh (1814 - 1880) Lukisan Dinding Gua di Maros [40.000 tahun]

Lukisan karya S. Sudjojono (1913 - 1985)

Lukisan karya Abdullah Sr. (1878-1941) Harijadi S.

(1919 - 1997)

Pemandangan karya Soedjono Abdullah (1911-1991) Basoeki Abdullah Basoeki Abdullah (1915 - 1993)

Hanya Ilustrasi

B. Mengenal Lukisan

(11)

Handheld XRF Spectrometer

Alat Identifikasi Unsur/ Elemen Logam

Tabby 1/1, 16/22, Z Tabby 2/2, 24/24, Z Twill 2/2, 20/24, Z

NOTASI PENULISAN TEKNIK TENUN & KERAPATAN KANVAS

{ {

{

CAT

GESSO PRIMING KANVAS

gesso grosso gesso sottile

cat dasaran cat lukisan cat detail

retakan

VARNIS

priming

{ {

{

Binder

CAT = Pigmen + Binder

Pigmen

WARNA C AT

Pigmen CAT

Cat Minyak, Cat Air, Akrilik, Tinta, Guase, Dll.

Lead Carbonate

Varnis

Gesso

Priming

Varnis Spray

PENGENALAN BAHAN LUKISAN

KANVAS, CAT, VARNIS dan PIGMEN

CAT

Created by Puji Y. Subagiyo 2016

(12)

MENGENAL WARNA CAT

H : 45 0 S : 95%

B : 100%

R : 255 G : 197 B : 12

C : 0%

M : 23%

Y : 98%

K : 0%

Lab Color RGB Color CMYK Color

113 A S2 Cadmium Yellow Light

346 A S1 Lemon Yellow

346 A S1 113 A S2 115 A S1 099 A S2 104 A S2 502 A S1 468 A S1 137 AA S2 138 AA S1 178 AA S2

116 A S2 109 A S1 098 A S1 095 A S1

119 A S1

Cadmium Yellow Light

Cadmium

Cadmium Red Hue Cadmium Red Dark Cadmium Red Deep Hue

RosePermanent

Permanent Alizarin Crimson

Cobalt Blue

Cerulean Blue Hue Cadmium Yellow Medium

Yellow HueYellow Deep Hue

Cadmium Yellow Pale Hue

CadmiumLemon Yellow Cadmium Red Medium Cerulean Blue

Pigmen

Cat Air Cat Akrilik

Cat Minyak Cat Minyak

Cat Minyak

Chroma Meter

(Konica-Minolta R-410) Alat Perekam Data Warna

Key to Coding

AA Extremely Permanent A Permanent

S Series number Transparent Semi -Transparent Opaque

Semi-Opaque

http://www.huevaluechroma.com/ Created by Puji Y. Subagiyo 2016

(13)

...

...

2. Kelompok Koleksi:

4. Nama Pembuat/ Seniman:

a. Bentuk/ Tema (Karya):

c. Ukuran (Lukisan):

d. Bahan:

e. Warna:

b. Aliran Seniman (Lukisan):

f. Teknik Pembuatan:

g. Lain-lain:

b. Asal (Benda/Pembuat/Seniman):

c. Riwayat (Benda/Pembuat/Seniman):

a. Tahun Pembuatan:

d. Tahun Perolehan:

Beli Temuan Hadiah/ Hibah Transaksi lain e. Cara Perolehan:

Periode Pembuatan:

9. Kondisi:

10. Keterangan:

Mata biasa Kaca pembesar Mikroskop Lain-lain

11. Teknik Pengamatan: Tanggal Pengamatan:

Tanda tangan Kurator:

Nama Kurator:

5. Tempat Penyimpanan:

1. Nomor Inv.:

Nomor Reg.:

(lama) (baru)

X

7. Visualisasi Benda:

Foto Digital Foto Cetak Slide Video 3. Nama/ Judul:

6. Deskripsi Benda:

8. Riwayat Benda:

Baik (kondisi fisik kuat, utuh, tanpa/ sedikit kerusakan).

Cukup (kondisi fisik cukup kuat/ sedikit utuh, sedikit/ tanpa kerusakan).

Rusak (kondisi fisik tidak kuat/ rapuh, sedikit/ tidak utuh, banyak kerusakan).

Lain-lain

Lain-lain

(Pigura):

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

... ...

...

LEMBAR INVENTARIS KOLEKSI

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

... ...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

Lukisan Keramik Patung Lain

Sub Kelompok Koleksi: ...

0020

Hutan Wataturi Irian

Hubungan Manusia Dengan Alam Sekitar Srihadi Soedarsono

1975

0020

Bagian atas noda ada goresan 92 x 142 cm

2 Januari 2007

Puji Yosep Subagiyo

X

Cat-minyak, kanvas.

X

X

Naturalisme

Cat-minyak dengan sapuan kuas.

Hijau, biru, coklat, hitam, krem (putih).

ATAS

Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, MA. lahir di Surakarta (Jawa Tengah) pada 4 Desember 1931. Pada tahun 1952 ia mulai memasuki pendidikan seni di Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung). Pada tahun 1955, ia juga menciptakan logo Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR). Logo berbentuk sebuah palette dengan kata-kata "SENI RUPA BANDUNG" dengan lambang Universitas Indonesia. Setelah Maret 1959, bentuk Ganesha menggantikan logo UI di palette tersebut.

Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

X

(14)

Bagus Cukup Rusak Lain-lain 8. Kondisi:

0020

C.minyak

Cat air Tinta

Akrilik Pastel

Krayon Lain-lain Kanvas

Kertas

Hardboard Tripleks

Kayu Kaca

Logam Lain-lain

C.minyak Aquarel Pastel

Tempera Litografi Batik

Kolase Lain-lain

A. KETERANGAN POKOK

LEMBAR PENGAMATAN LUKISAN

B. SAMPLING 1. Nomor Inv.:

D. KETERANGAN TEKNIS (Media Kanvas) 2. Judul :

3. Seniman:

4. Tahun:

5. Bahan:

6. Teknik:

7. Ukuran:

Tema:

Aliran Seniman:

Hutan Wataturi Irian

1. Jenis Tenunan : Tabby 2/2

2. Kerapatan Tenunan: Agak longgar, regular 3. Jumlah Benang: 28/24

4. Arah Pilinan: Z 5. Kuat Pilinan:

6. Jenis Serat:

7. Keterangan Kanvas:

per 1 cm2 Srihadi Soedarsono

1975

Cat Media

C. FOTO

No. Sample: 008

Tempat Sampel

No. Foto: 0020

E. KETERANGAN TAMBAHAN 1. Catatan Pengamatan Visual:

2. Catatan Pengamatan Teknis:

Bagian atas noda ada goresan Periode/ Angkatan:

92 x 142 cm

DETAIL MEDIAFOTO DEPAN

Detail Obyek / Lukisan Belakang

[Hasil Identifikasi XRF: SiO2 (5%); S (4%); K2O (7%);

CaO (4%); Fe2O3 (1%): ZnO (44%); SrO (1%); BaO (30%); PbO (3%)]

Regular

a. Kanvas lukisan ini kemungkinan telah dipriming CaSO4.1/2H2O (Kalsium Sulfat, dikenal sebagai Gesso Sottile), Barium Sulphate, dan diberi dasaran cat warna putih dengan nama Zinc White (Pigment White 4).

b. Silicon Dioxide (SiO2), Strontium White, dan Flake White (Pigment White 1) juga teridentifikasi, walaupun persentasenya kecil.

Flake White dikenal juga sebagai White Lead [basic lead carbonate, 2PbCO3. Pb(OH)2]. Perlu diketahui pula bahwa beberapa logam, seperti Timbal, Mangan, dan Kobal dalam bentuk garam logam difungsikan sebagai bahan pengering pada cat dan varnis (Mayer: 244-245). Pigmen jenis ini pula yang banyak dianggap sebagai penyebab keretakan lapisan cat.

c. Sebagai rujukan, perlu dipahami pula beberapa bahan lain yang berfungsi sebagai bahan pengisi cat (inert filler for paints), seperti Whiting, Gypsum, China Clay dan Silica. Whiting adalah bahan campuran terdiri dari Calcium Carbonate (98%) dengan Magnesium Carbonate (0,1%), Silica (1%), Alumina (0,4%) dan Iron Oxide (Nil). Gypsum atau Hydrated Calcium Sulphate yang biasanya adalah bahan campuran antara Calcium Oxide (32 ~ 60%), Sulphur Trioxide (46 ~ 50%) dan Air (20 ~ 90%). China Clay atau Kaolin kualitas baik adalah dalam bentuk Hydrated Silicate of Alumina (Al2O3.2SiO2.2H2O). Silica atau Kuarsa biasa terbentuk dari Silicon antara 46 ~ 47% dan Oxygen antara 53 ~ 33% (Remington & Francis, op. cit.: 63-71; Mayer, op. cit.: 142-144). Disini Barium terdeteksi 16% dan Belerang (S) terdeteksi 13%. Secara teori, komposisi Barium Sulfat adalah Barium Oxide (BaO) antara 65 sampai 70% dan Sulphur Trioxide (SO3) antara 34 sampai 30%. Barites kualitas baik hanya terdapat 99% Barium Sulphate dan sisanya campuran bahan seperti Silica, Iron Oxide dan Alumina (Remington & Francis, op.

cit.: 58-62).

2 Januari 2007 Tgl. Pengamatan:

Tanda tangan Konservator

Konservator:

Penjelasan :

Puji Yosep Subagiyo

[substrat]

Hubungan Manusia Dengan Alam Sekitar Naturalisme

[Lokasi Sampel]

(15)

Affandi lahir di Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 1907. Tanggal dan bulan kelahirannya tidak diketahui secara pasti. Ayahnya yang bernama R. Koesoema adalah seorang mantri ukur pada pabrik gula di Ciledug. Affandi menempuh pendidikan terakhir AMS-B di Jakarta. Pada umur 26 tahun, tepatnya pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu Kartika.

Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih

tertarik pada bidang seni lukis. Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Mereka itu adalah Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938, melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerjasama saling membantu sesama pelukis.

Pada tahun 1943, Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Empat Serangkai --yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur-- memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. Soedjojono sebagai penanggung jawab, yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno.

Sebelum dan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang dikumandangkan Bung Karno dan Bung Hatta, Affandi aktif membuat poster-poster perjuangan untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat Indonesia terhadap kaum kolonialisme Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan pelukis dan seniman lain yang tergabung dalam Seksi Kebudayaan Poetera, antara lain: S. Soedjojono, Dullah, Trubus, dan Chairil Anwar. Selanjutnya, Affandi memutuskan untuk pindah ke Yogyakarta dan mendirikan perkumpulan "Seniman Masyarakat" 1945. Perkumpulan ini akhirnya menjadi "Seniman Indonesia Muda" setelah S. Soedjojono juga pindah ke Yogyakarta. Pada tahun 1947, Affandi mendirikan "Pelukis Rakyat" bersama Hendra Gunawan dan Kusnadi, untuk memberikan kesempatan belajar kepada angkatan muda yang haus mendapatkan pendidikan dan praktek seni lukis. Lalu pada tahun 1948, Affandi pindah kembali ke Jakarta dan turut mendirikan perkumpulan "Gabungan Pelukis Indonesia".

Tidak lama setelah itu, yaitu pada tahun 1949, Affandi mendapat Grant dari pemerintah India dan tinggal selama 2 tahun di India. Di sana, Affandi melakukan aktivitas melukisnya dan juga mengadakan pameran di kota-kota besar hingga tahun 1951 di India. Selanjutnya, Affandi mengadakan pameran keliling di negara-negara Eropa, diantaranya London, Amsterdam, Brussel, Paris dan Roma. Affandi juga ditunjuk oleh pemerintah Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam pameran Internasional (Biennale Exhibition) tiga kali berturut-turut, yaitu di Brasil (1952), di Venice (Italia - 1954), dan di Sao Paulo (1956). Di Venice, Italia, Affandi berhasil memenangkan hadiah.

Lukisan Affandi yang menampilkan sosok pengemis ini merupakan manifestasi pencapaian gaya pribadinya yang kuat. Lewat ekpresionisme, ia luluh dengan objek-objeknya bersama dengan empati yang tumbuh lewat proses pengamatan dan pendalaman. Setelah empati itu menjadi energi yang masak, maka terjadilah proses penuangan dalam lukisan seperti luapan gunung menuntaskan gejolak lavanya. Dalam setiap ekspresi, selain garis-garis lukisanya memunculkan energi yang meluap juga merekam penghayatan keharuan dunia bathinnya.

Dalam lukisan ini terlihat sesosok tubuh renta pengemis yang duduk menunggu pemberian santunan dari orang yang lewat. Penggambaran tubuh renta lewat sulur-sulur garis yang mengalir, menekankan ekspresi penderitaan pengemis itu. Warna coklat hitam yang membangun sosok tubuh, serta aksentuasi warna-warna kuning kehijauan sebagai latar belakang, semakin mempertajam suasana muram yang terbangun dalam ekspresi keseluruhan.

Namun dibalik kemuraman itu, vitalitas hidup yang kuat tetap dapat dibaca lewat goresan-goresan yang menggambarkan gerak sebagian figur lain. Dalam konfigurasi objek-objek ini, komposisi yang dinamis. Dinamika itu juga diperkaya dengan goresan spontan dan efek-efek tekstural yang kasar dari plototan tube cat yang menghasilkan kekuatan ekspresi.

Pilihan sosok pengemis sebagai objek-objek dalam lukisan tidak lepas dari empatinya pada kehidupan masyarakat bawah. Affandi adalah penghayat yang mudah terharu, sekaligus petualang hidup yang penuh vitalitas.Objek-objek rongsok dan jelata selalu menggugah empatinya. Oleh karenanya, ia sering disebut sebagai seorang humanis dalam karya seninya. Dalam berbagai pernyataan dan lukisannya, ia sering menggungkapkan bahwa matahari, tangan dan kaki merupakan simbol kehidupannya. Matahari merupakan manifestasi dari semangat hidup. Tangan menunjukkan sikap yang keras dalam berkarya dan merealisir segala idenya. Kaki merupakan ungkapan simbolik dari motivasi untuk terus melangkah maju dalam menjalani kehidupan.

Simbol-simbol itu memang merupakan kristalisasi pengalaman dan sikap hidup Affandi, maupun proses perjalanan keseniannya yang keras dan panjang. Lewat sosok pengemis dalam lukisan ini, kristalisasi pengalaman hidup yang keras dan empati terhadap penderitaan itu dapat terbaca.

Affandi (1907 - 1990)

C. Mengenal Seniman

(16)

Ambron, Emilio Covarrubias, Miguel

Dooijeward, Willem (1892-1990) Friend, Donald

Israel, Isaac Mooijen, P. A. J.

Meier, Theo (1908-1982) Smit, Arie

Sonnega, Auke C.

Sten, John

Pelukis Asing

(di Bali, dari 1904 - 1967)

1904 >

W. O. J. Nieuwenkamp

1938 >

Willem & Maria Hofker

1927 >

Walter Spies

1941 >

Lee Man-fong (1913-1988)

1935 >

Adrien Jean Le Mayeur de Merpres (1880 - 1958)

1928 >

Rudolf Bonnet (1895-1978)

1922 >

Rolland Strasser (1895-?)

1915 >

Carel Lodewijk Dake Jr.

(1886-1946)

1952 >

Antonia Blanco (1912 - 1999)

1990

1980

1970

1960

1950

19401941 19421943 1944 1945 19471946 19481949 19521951 1953 19551954 19571956 19581959 1961 196219631964 19651966 1967 1968 1969 1971 1972197319751974 19761977 19781979 1981 19821983 1984 19851986 1987 19881989

1900

1800 1904

PERKEMBANGAN SENIRUPA INDONESIA

Masa Pendudukan Jepang (1942 - 1945)

Masa Raden Saleh (1814 - 1880) Persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI), 1938 - 1942:

Agus Djaya, S. Sudjojono, Emiria Sunassa, Sukirno, Otto Djaya

Poesat Tenaga Rakyat (POETERA), 1942 - 1944:

Affandi, K. Yudhokusumo, Ny. Ngendon, Basuki Abdullah W. Spies & Gde A. Sukowati

PITA MAHA (1935)

Keimin Bunka Shidoso (1944)

Otto Djaya, Henk Ngantung, Dullah, Hendra Gunawan.

Pusat Tenaga Pelukis Indonesia (PTPI) Yogya, 1945:

Djajengasmoro, Sindusisworo, Indrosughondo, Prawito.

Angkatan Seni Rupa Indonesia (ASRI) Medan, 1945:

Ismail Daulay, Nasjah Djamin, Hasan Djafar, Husein.

Dr. Moerdowo

Himpunan Budaya Surakarta (1945) Pelukis Rakyat (1947)

Sudjojono, Affandi, Hendra, Soedarso,Sudiardjo, Trubus, Sasongko, Kusnadi, Sudjono Kerton, Rustamadji, Sumitro, Sajono, Saptoto, C.J. Ali, Juski, Permadi.

Seniman Indonesia Muda (SIM),1946

di Yogyakarta: Affandi, Hendra, Trubus, Dullah, Soedarso,

Suromo, Surono, Kartono Yudhokusumo, Basuki Resobowo, Rusli, Harijadi S., Abdul Salam, D. Joes, Zaini.

SIM pindah dari Yogya ke Solo (1948), anggota tambah Trisno Sumarjo, Oesman Effendi, Sasongko, Suparto, Mardian, Wakijan, Srihadi S.

Gabungan Pelukis Indonesia (1948):

Affandi, Sutiksna, Nasyah Djamin, Handriyo, Zaini, Sjahri, Nashar, Oesman Effendi, Trisno Sumardjo.

Sularko

Pelangi di Surakarta (1947 - 1949)

Seniman Muda Indonesia (SEMI), 1946:

di Bukittinggi: Zetka, A.A. Navis, Zanain.

Masa Terisolir dari Negara Luar:

Kanvas dibuat dari blaco/ kertas dan satu tube cat minyak harus bergantian dengan seniman lain

Masa Abdullah Sr. (1878 - 1914) Wakidi (1889 - 1979), M. Pirngadie (1875 - 1936)

1 2

3

4

Akademi Senirupa Indonesia di Yogya (1950)

G. Sidharta, Widayat, Edi Sunarso, Rulijati, Muljadi W., Sjahwil,

Sunarto Pr., Wardojo, Danarto, Arief Sudarsono

Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA), 1950-1965

mempolitikkan kesenian

Pameran ASRI - ITB (>1950)

Alibasyah, G. Sidharta, Edhi Sunarso, But Muchtar, Pirous, Sunarso, Yusuf Affendi, Muljadi, Arief Sudarsono, Mudjita, Irsam, Danarto,

Aming Prayitno, Budiani, Bagong Kussudiardjo, Amri Yahya, Harijadi, Sutanto, Adi Munardi.

REVOLUSI FISIK (1945 - 1949) Pelukis Asing

Amato, L.

Dezentje, Ernest Giovanetti, G.

Imandt, Wilhelmus Jean Frederic Kinsen, Mori Kichigoro (1888-1959) Koenig, Arthur Johann

Li Shuji (1943 - ?)

Makovsky, Konstantin E. (1839-1915) Renato, Cristiano

Simonetti

Snel, Han (1925 - 1998) Talwinski, Igor (1907-1983) (Lukisan Ada Di Indonesia)

Alimin

Henk Ngantung (1921 - 1990) Ida Bagus Made Nadera I Gusti Putu Gede I Gusti Ketut Kobot Lim Wasim (1929 - 2004) Mahjuddin S.

Nashar (1928 -1994) Sobrat, A. A. Gede Sumardi Thamdjidin, M.

Wayan Sudana

7 6 Pelukis Koleksi Istana, dll. 5

Fadjar Sidik, Widayat, A. Sadali, Srihadi S., Popo Iskandar, Abas

Lukisan Dinding Gua

di Maros - Sulawesi

berusia 40.000 tahun

Created by Puji Y. Subagiyo 2016

(17)

KRONOLOGI dan KONDISI

88 Lukisan Le Mayeur

Created by Puji Y. Subagiyo 2015

3 buah lukisan pastel diatas kertas [2R/1C]

4 buah lukisan cat-minyak diatas kanvas [4C]

3 buah lukisan cat-minyak diatas hard-board [3C]

27 buah lukisan: 5 cm/

knv, 2 cm/tripleks, 18 cm/h.board, 2 cm/kayu.

[5R/10C/13B]

Le Mayeur (52) ketemu &

menikahi Ni Pollok (18).

3 buah lukisan pastel diatas kertas [1R/2C]

13 buah lukisan: 1pastel/

kertas, 8 cm/knv, 3 cm/kayu, 1 cm/tripleks [1R/6C/6B]

23 buah lukisan: 22 cat- TB/ bagor, 1 cm/hard- board [14R/7C/2B]

1 buah lukisan cm/

knv [1R]

10 buah lukisan cat-minyak diatas kanvas [6R/3C/1B]

MLMB052

MLMB015 MLMB082

MLMB021

MLMB035

MLMB012

MLMB075

MLMB045

MLMB084

1957

1945

1942

1938

1937

1935

1928

1921

1927

1929

Gambar

Gambar 4 menunjukkan close-up, yang mana pada sisi bawah lukisan telah termakan bubuk
Gambar 3. a. Jamur tumbuh hampir pada seluruh permukaan lukisan;
Gambar 1. Perbandingan Jumlah Kerusakan Lukisan terhadap Lokasi dan Kondisi [Total: 1.694]
Foto Tahun 1994 kondisi kain kuat, masih utuh & tidak ada lubang
+2

Referensi

Dokumen terkait

pengembangan kawasan konservasi mangrove merupakan adaptasi dan implementasi dari konsep Marine Conservation Area (MCA), yang merupakan suatu daerah di laut (pesisir)

UPT Balai KSDA dan Taman Nasional di lingkup Kementerian Kehutanan dan mitranya mampu melaksanakan pemantauan kinerja konservasi Elang Jawa secara efektif. Pengembangan

15. Ruang lingkup kebijakan pengembangan energi hijau meliputi pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi. Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbaharui

Pada intinya kendala ini dapat menjadikan kerugian bagi institusi jika tidak melaksanakan atau memulai segera Sistem Informasi Pengawasan/ Pengendalian Pegawai,

 Karya seni rupa daerah setempat meliputi: pengertian benda pakai,benda hias antara lain dari segi motif, corak, teknik dan..

Institusi/ Lembaga Konservasi adalah sebuah lembaga atau badan yang memiliki tanggung-jawab dalam menangani, mengawasi, dan melaksanakan konservasi benda yang merupakan

Institusi/ Lembaga Konservasi adalah sebuah lembaga atau badan yang memiliki tanggung-jawab dalam menangani, mengawasi, dan melaksanakan konservasi benda yang merupakan

Untuk sektor komersial dan rumah tangga, kegiatan yang dilakukan Pusat Konservasi Energi meliputi pelayanan audit dan konservasi energi untuk gedung, pengembangan sistem label