• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TINJAUAN PUSTAKA. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. TINJAUAN PUSTAKA. Universitas Kristen Petra"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Buah

Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Buah seringkali memiliki berbagai macam produk metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral (Pusat Bahasa, 2001).

Buah yang tumbuh di negara tropis biasanya disebut buah tropis.

Indonesia memiliki berbagai macam jenis buah tropis, seperti: apel, jeruk, dan pisang. Pada subbab berikutnya akan dijelaskan lebih kompleks mengenai buah tropis yang dipakai sebagai objek penelitian.

2.1.1 Apel

Apel adalah buah yang dihasilkan dari pohon buah apel. Buah apel biasanya berwarna merah kulitnya jika masak dan siap dimakan, namun bisa juga kulitnya berwarna hijau atau kuning. Kulit buahnya agak lembek, daging buahnya keras. Kebanyakan apel bagus dimakan mentah-mentah dan juga digunakan sebagai makanan pesta (Coart, 2006).

2.1.1.1 Apel Fuji

Kultivar Fuji merupakan hasil persilangan antara Ralls janet dengan Red Delicious yang dikembangkan oleh National Institute of Fruit Tree Science, Jepang. Kultivar ini diberi nama Fuji pada tahun 1962 dan didaftarkan dalam register pertanian dan kehutanan sebagai apel no. 1 Norin. Kultivar ini sekarang selain disukai di tempat asalnya Jepang juga telah populer di banyak negara di dunia (Pudjiatmoko, 2008).

Karakteristik buah apel fuji memiliki berat buah sekitar 300 gram, ukurannya seragam dan sangat produktif. Bentuknya bulat sampai lonjong, berwarna merah sampai coklat kemerahan gelap. Belang jelas dengan warna dasar kuning. Buahnya sangat manis dengan rasa asam sedang, mengandung banyak

(2)

sari buah. Daging buah berwarna putih kekuningan, keras dan agak kasar.

Cenderung mengandung banyak air. Kandungan gula sekitar 15%, keasaman 0,4–

0,5% dan kekerasan daging buah sekitar 15 pounds. Kultivar apel ini dapat disimpan lama, sekitar 90 hari pada suhu normal dan sekitar 150 hari pada cold storage (Pudjiatmoko, 2008).

2.1.1.2 Apel Washington

Apel washington adalah salah satu apel impor yang sangat diminati di Indonesia. Apel washington ini berasal dari Amerika, dapat dilihat dari namanya saja bila apel tersebut lebih banyak ditanam di kota Washington.

Apel washington memiliki nutrisi vitamin A, B1, B2, C, karbohidrat, dan kalsium. Manfaat dari apel ini adalah baik untuk penderita kolestrol tinggi, gangguan hati ringan dan mengurangi kegemukan. Apel ini bisa dimakan mentah, jus, salad atau saus, dan bisa dipanggang juga (Sentra Informasi IPTEK).

2.1.1.3 Apel Malang

Apel malang memiliki dua jenis, yaitu apel Rome Beauty dan apel Manalagi. Apel Rome Beauty memiliki karakteristik kulit yang berwarna hijau dengan semburat merah, rasanya agak manis, dan warna dagingnya putih kehijauan. Apel Manalagi memiliki karakteristik kulit yang berwarna kuning kehijauan, rasa manis dan aroma kuat, serta warna daging putih kekuningan.

Apel malang dikenal banyak mengandung Vitamin A, B, C dan zat mineral: belerang, klor, zat besi, fosfor, kalsium, magnesium, natrium, potassium, dan silikon. Vitamin A yang dikandung apel 50 % lebih banyak dibandingkan jeruk (Sentra Informasi IPTEK).

2.1.2 Jeruk

Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia.

Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan.

Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang

(3)

mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali (Agribisnis Tanaman Buah, 1999).

Jeruk adalah buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antaranya memiliki rasa manis juga. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan wewangian penting.

Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah (Pracaya, 2006).

Kriteria kualitas buah jeruk yang baik (Budidaya Tanaman Jeruk, 1994) adalah sebagai berikut:

 Warna orange atau agak kekuningan dan kulitnya tidak rusak.

 Tekstur buah jeruk tersebut tidak terlalu keras, kulitnya menggunung, dan bagian bawahnya terasa lunak

 Volume sari buah minimal 35% dari berat buahnya.

 Kulit buah jeruk terlihat halus sehingga terlihat matang dan halus

2.1.2.1 Jeruk Mandarin

Jeruk mandarin, juga dikenal sebagai jeruk keprok, adalah pohon jeruk kecil (Citrus reticulata) dengan buahnya yang menyerupai buah jeruk lainnya.

Jeruk mandarin biasanya dimakan polos atau sebagai salad buah. Secara khusus kemerahan kultivar jeruk mandarin dapat dipasarkan sebagai jeruk keprok, tetapi ini bukan klasifikasi botani. Pohon ini lebih toleran kekeringan dibandingkan dengan buahnya. Jeruk mandarin ini lunak dan mudah rusak pada cuaca dingin.

Jeruk mandarin dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis (Morton, 1987).

Kriteria kualitas buah jeruk mandarin yang baik menurut Sjaifullah, adalah sebagai berikut:

 Bentuk buah bulat sampai agak lonjong

 Ukuran buah sedang dengan berat kurang lebih 190 gram

 Kulit buah relatif halus, memiliki ketebalan sedang dan banyak mengandung minyak

 Warna kulitnya kuning jingga

 Volume sari buahnya minimum 33% dari berat buahnya

(4)

2.1.2.2 Jeruk Sunkist

Jeruk sunkist memiliki banyak khasiat, kulitnya tebal, dan sulit untuk memakannya. Khasiat buah jeruk tersebut adalah meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat limfa, menurunkan kolestrol, serta mengobati infeksi, dan demam (Sutopo,2011).

2.1.2.3 Jeruk Manis Pacitan

Jeruk manis pacitan merupakan salah satu jenis jeruk manis (Citrus Sinensis) terpopuler di Indonesia. Diantara kelompoknya, jeruk manis pacitan memiliki rasa paling manis, bahkan sudah terasa manis sebelum matang sehingga sering diberikan kepada bayi dan mendapat julukan jeruk baby (Sutopo,2011).

2.1.3 Pisang

Pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia.

Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah.

Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan (SEAMEO BIOTROP).

Kriteria kualitas buah pisang yang baik menurut Sjaifullah, adalah sebagai berikut:

 Warnanya hijau atau kuning. Hindari warna pisang yang kecoklatan

 Teksturnya utuh dan tidak terjadi kerusakan

 Buah pisang yang bagian batangnya tidak terlalu kering

 Bebas dari bau asing/rasa

2.1.3.1 Pisang Cavendish

Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih. Varietas yang dikembangkan adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim.

Pisang ini banyak dijual sebagai pisang meja, yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai

(5)

konsumsi pabrik puree, tepung pisang sebagai bahan makanan bayi (SEAMEO BIOTROP).

Kriteria kualitas buah pisang Cavendish yang baik adalah sebagai berikut:

 Kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning muda halus

 Daging buah putih kekuningan

 Rasanya manis agak asam, dan lunak

2.1.3.2 Pisang Ambon

Pisang ini berkulit kuning keputihan. Keunggulannya terletak pada rasa buah yang manis dan beraroma harum. Tanaman ini pertama kali dikembangkan di daerah Malang, Jawa Timur. Panjang buahnya antara 15-20 cm. Satu pohon dapat menghasilkan 7-10 sisir dengan jumlah buah 100-150. Bentuk buah melengkung dengan pangkal meruncing. Daging buah berwarna putih kekuningan. Umumnya buah pisang ini tidak mengandung biji (Sentra Informasi IPTEK).

2.1.3.3 Pisang Raja

Pisang raja memiliki ukuran sedang dan gemuk. Bentuk buahnya melengkung dengan pangkal buah agak bulat. Kulitnya tebal berwarna kuning dan berbintik. Daging buahnya sangat manis, berwarna kuning kemerahan, bertekstur lunak, dan tidak berbiji. Panjang buah antara 12-18 cm dengan bobot rata-rata 110-120 g. Setiap pohon biasanya dapat menghasilkan rata-rata sekitar 90 buah (Sentra Informasi IPTEK).

2.1.3.4 Pisang Susu

Pisang susu ini bentuk buahnya kecil-kecil dengan panjang 8-12 cm dan diameternya 3-4 cm. Beratnya sekitar 8-12 kg. Pisang susu bila matang berwarna kuning cerah. Kulit buahnya tipis, rasanya sangat manis, dan aromanya kuat.

Konon pisang susu dapat digunakan sebagai obat penyakit kuning (Sentra Informasi IPTEK)

(6)

2.2 Definisi Persepsi dan Preferensi

Persepsi dibedakan menjadi dua pandangan menurut Leavitt (Rosyadi, 2001), yaitu pandangan secara sempit dan luas. Pandangan secara sempit mengartikan persepsi sebagai penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu.

Pandangan dalam arti luas adalah bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Sebagian besar dari individu menyadari bahwa dunia yang sebagaimana dilihat tidak selalu sama dengan kenyataan, jadi berbeda dengan pendekatan sempit, tidak hanya sekedar melihat sesuatu tapi lebih pada pengertiannya terhadap sesuatu tersebut.

Menurut Bilson Simamora (2004:87), preferensi tercermin dari kata “I prefer” sebenarnya merupakan hasil proses evaluasi. Preferensi ini dapat terbentuk melalui pola pikir konsumen yang didasari oleh beberapa alasan, antara lain:

 Pengalaman yang diperoleh sebelumnya

Konsumen merasakan kepuasan dalam membeli produk ini dan merasakan kecocokan dalam mengkonsumsi produk yang dibelinya. Maka konsumen akan terus menerus memakai atau menggunakan merek produk tersebut, sehingga konsumen mengambil keputusan untuk membeli.

 Kepercayaan turun-temurun

Dikarenakan kebiasaan keluarga menggunakan produk tersebut, setia terhadap produk yang selalu dipakainya karena merasakan manfaat dalam pemakaian produk tersebut, sehingga konsumen mendapatkan kepuasan dan manfaat dari produk yang dibeli.

2.3 Hipotesa

Pengertian mengenai hipotesa menurut Scates (1994) didalam buku Moh.Nazir (1998) adalah sebuah taksiran yang dapat diterima secara sementara dan dapat digunakan sebagai penunjuk untuk langkah penelitian selanjutnya.

Kegunaan dari hipotesa adalah memberikan batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian. Ciri-ciri hipotesa yang baik adalah sebagai berikut:

 Hipotesa harus menyatakan hubungan antar variabel

(7)

 Hipotesa harus sesuai dengan fakta

 Hipotesa dapat diuji dengan statistik

 Hipotesa harus dituliskan secara sederhana dan jelas

 Hipotesa harus dapat menerangkan fakta

Merumuskan suatu hipotesa memerlukan suatu kemampuan dari peneliti dalam mengaitkan masalah dengan variabel yang dapat diukur dengan menggunakan suatu kerangka analisa yang dibentuknya (Moh.Nazir, 1998). Hal- hal yang diperlukan untuk merumuskan hipotesa adalah sebagai berikut:

 Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur yang ada hubungannya dengan penelitian

 Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan

Scates (1994) didalam buku Moh.Nazir (1998) memberikan berbagai sumber dalam merumuskan hipotesa, yaitu: ilmu pengetahuan, materi bacaan atau literatur, fakta dan data yang tersedia. Fungsi suatu hipotesa adalah memberikan suatu pernyataam terkaan tentang hubungan tentatif antara variabel yang ada pada suatu penelitian ilmiah (Moh.Nazir, 1998). Hubungan tentatif ini akan diuji validitasnya menggunakan teknik-teknik yang sesuai dengan keperluan pengujian.

Hipotesa bukan merupakan suatu hal yang harus diterima kebenarannya dikarenakan bisa saja suatu hipotesa ditolak. Penolakan hipotesa harus sesuai dengan fakta yang ada sehingga peneliti dapat menerangkan hipotesanya yang ditolak.

Salah satu teknik pengujian hipotesa menurut Moh. Nazir (1998) adalah menguji hipotesa dengan mencocokkan hipotesa dengan fakta. Seorang peneliti akan mengadakan suatu percobaan atau suatu penyebaran kuesioner untuk mengumpulkan data yang akan digunakan untuk menguji hipotesanya. Pada pengujian hipotesa ini, seorang peneliti menggunakan kontrol terhadap proses pengumpulan data. Kontrol pada percobaan ini dilakukan dengan seleksi bahan maupun seleksi desain percobaan atau kuesioner yang akan digunakan.

(8)

2.4 Penelitian Sebelumnya

Sandrine Peneau melakukan sebuah penelitian yang dilakukan di zurich pada tahun 2005 berjudul freshness of fruits and vegetables: concept and perception. Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana persepsi dan preferensi responden terhadap buah apel. Pada penelitian ini digunakan beberapa atribut kualitas buah yaitu, bentuk buah (appearance), warna buah (colour), rasa buah (taste), aroma buah, crispness, dan juiciness. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa persepsi dan preferensi masyarakat tersebut dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, frekuensi makan, dan atribut kualitasnya.

2.5 Kuesioner

Kuesioner adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, berisikan beberapa daftar pertanyaan yang terperinci dan lengkap (Singarimbun,1995). Kuesioner juga diartikan sebagai suatu kumpulan pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan penelitian dan tiap jawaban tiap pertanyaan mempunyai makna dalam menguji hipotesa (Singarimbun,1995).

Kuesioner harus mempunyai pusat perhatian sesuai dengan masalah yang kan dipecahkan. Pertanyaan dalam kuesioner harus merupakan bagian dari hipotesa yang akan diuji. Kuesioner secara umum menurut Singarimbun (1995) dapat berupa:

 Pertanyaan mengenai fakta

 Pertanyaan mengenai pendapat

2.5.1 Kuesioner Pertanyaan Terbuka

Kuesioner pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang diajukan tanpa memberikan alternatif jawaban, sehingga responden diberikan kebebasan penuh untuk memberikan jawabannya (Singarimbun,1995). Pertanyaan terbuka dibuat dikarenakan variasi dari jawaban sangat banyak atau jawaban belum bisa ditentukan oleh pembuat kuesioner.

Penyusunan kuesioner terbuka harus memperhatikan isi dari setiap item pertanyaan dan hubungan antara item pertanyaan dengan item pertanyaan lainnya.

(9)

Item dari pertanyaan harus jelas, singkat dan padat serta berisikan mengenai bagian dari hipotesa yang akan diuji.

Langkah selanjutnya adalah jawaban pertanyaan yang bervariasi ini dikelompokkan dalam beberapa kategori. Kategori jawaban dapat diketahui dari sebanyak mungkin variasi jawaban. Hasil dari kuesioner yang telah terisi dapat diambil sebagai sampel dalam melihat variasi dari jawaban dan jumlah kategori.

2.5.2 Kuesioner Pertanyaan Tertutup

Kuesioner pertanyaan tertutup adalah kuesioner yang berisikan pertanyaan yang jawabannya sudah ditentukan dan disusun, sehingga responden tidak diberikan kesempatan untuk memberikan jawaban lain (Singarimbun,1995).

Pertanyaan tertutup harus diberikan kode terlebih dahulu oleh pembuat kuesioner.

Hal ini untuk menentukan nilaidari jawaban responden. proses memberikan kode sering menghabiskan waktu yang lama dikarenakan peneliti tidak mempertimbangkan secara cermat cara memberikan kode pada saat menyusun pertanyaan.

Kuesioner pertanyaan tertutup baik digunakan untuk mengetahui hal-hal yang memmpunyai sedikit alternatif jawaban dan alternatif jawaban tersebut nyata sekali perbedaannya.

2.6 Uji Validitas dan Reliabilitas

Syarat utama yang berlaku pada kuisioner yang layak adalah valid dan reliabel. Dapat dikatakan valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.

Selanjutnya, kuisioner dikatakan reliabel apabila terdapat kesamaan data dalam kurun waktu yang berbeda (Sugiyono, 2004).

Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuisioner. Instrumen penelitian dikatakan valid apabila alat ukur untuk mendapatkan data itu valid, yaitu dapat mengukur apa yang seharusnya diukur.

Hasil penelitian dikatakan valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Butir- butir pertanyaan yang ada dalam kuisioner diuji terhadap faktor terkait. Jika

(10)

ternyata terdapat butir pertanyaan yang tidak valid, maka butir pertanyaan tersebut akan dihapus dari kuisioner. Data dikatakan valid apabila nilai korelasi hitung data melebihi nilai korelasi tabelnya. Nilai r hitung adalah nilai-nilai yang terdapat dalam kolom corrected item total correlation. Jika r hasil positif dan r hasil > r tabel, maka butir pertanyaan atau variabel tersebut valid (Ghozali, 2005).

Uji reliabilitas digunakan untuk memastikan bahwa respoden cukup konsisten. Pengujian ini dilakukan dengan nilai cronbach’s alpha. Jika cronbach’s alpha yang dinyatakan dalam koefisien reliabel >0.70 maka jawaban konsumen dikatakan reliabel. Sehingga, data tersebut layak untuk digunakan dalam penelitian selanjutnya.

2.7 Analisa Data

Analisa data diperlukan untuk mengolah data yang ada. Hasil analisa ini akan membantu untuk menjabarkan dan memahami suatu hubungan, sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan menangani perubahan (Rasyad,1998). Berikut ini adalah metode analisa data yang dipakai dalam penelitian ini.

2.7.1 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah metode yang membantu untuk menguraikan mengenai sesuatu keadaan dan masalah (Rasyad,1998). Data yang sudah didapat akan disajikan ke dalam bentuk yang diinginkan. Tiga macam bentuk penyajian data menurut Rasyad, yaitu data dapat disajikan secara angka, tabel dan grafik.

Berikut adalah penyajian data secara grafik yang digunakan pada penelitian ini:

 Grafik Batangan (Bar Chart)

Bar Chart adalah grafik berupa batang yang menunjukkan pola dari suatu data (Rasyad,1998).

 Grafik Lingkaran (Pie Chart)

Pie Chart adalah grafik berupa lingkaran yang menyatakan nilai dari sebuah pilihan (Rasyad,1998).

(11)

2.7.2 Uji Kruskal-Wallis

Uji Kruskal-Wallis dikembangkan oleh Kruskal dan Wallis. Uji Kruskal- Wallis adalah uji nonparametrik yang digunakan untuk membandingkan tiga atau lebih kelompok data sampel. Uji Kruskal-Wallis, tidak perlu berdistribusi secara normal, sehingga uji Kruskal-Wallis adalah uji distribusi bebas. Jika asumsi normalitas terpenuhi, maka uji Kruskal-Wallis tidak sekuat ANOVA. Penyusunan hipotesis dalam uji Kruskal Wallis adalah sebagai berikut (Bhattacharya, 1977):

 H0: sampel berasal dari populasi yang sama (µ1 = µ2 = … = µk)

 H1: sampel berasal dari populasi yang berbeda (µi = µj)

Uji Kruskal Wallis harus memenuhi asumsi berikut ini:

 Sampel ditarik dari populasi secara acak

 Kasus masing-masing kelompok independen

 Skala pengukuran yang digunakan biasanya ordinal

2.7.3 Factor Analysis

Factor Analysis mencoba menemukan hubungan antar sejumlah variabel- variabel yang saling independen satu dengan yang lain sehingga bisa dibuat satu atau beberapa kumpulan variabel yang lebih sedikit dari jumlah variabel awal.

Sebagai contoh, jika ada 10 variabel yang independen satu dengan yang lain, dengan analisis faktor mungkin bisa diringkas hanya menjadi 3 kumpulan variabel baru. Kumpulan variabel tadi disebut faktor, dimana faktor tersebut tetap mencerminkan variabel-variabel aslinya (Santoso, 2002).

Tujuan dari Analisis Faktor adalah data reduction, yakni setelah melakukan korelasi, dilakukan proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan faktor untuk menggantikan sejumlah variabel tertentu.

Proses dasar dari Factor Analysis adalah sebagai berikut:

1. Menentukan variabel apa saja yang akan dianalisis

2. Menguji variabel-variabel yang telah ditentukan, dengan menggunakan metode Bartlett’s test dan anti image matrices

3. Melakukan proses Factor Rotation yang telah terbentuk. Tujuan rotasi untuk memperjelas variabel yang masuk ke dalam faktor tertentu

(12)

4. Interpretasi atas faktor yang telah terbentuk, khususnya memberi nama atas faktor yang terbentuk tersebut, yang dianggap bisa mewakili variabel-variabel anggota faktor tersebut

Hipotesis yang dipakai pada Bartlett’s test adalah:

 Ho: Sampel (variabel) belum memadai untuk dianalis lebih lanjut

 H1: Sampel (variabel) sudah memadai untuk dianalisis lebih lanjut

Kriteria dengan melihat probabilitas tersebut adalah dengan nilai signifikansi (Santoso, 2002):

 Angka signifikansi >0,05 maka Ho diterima

 Angka signifikansi <0,05 maka Ho ditolak

Angka MSA atau anti image matrices juga memiliki kriteria, angkanya berkisar 0-1, kriteria pembacaan analisisnya adalah sebagai berikut:

 MSA=1, variabel tersebut dapat diprediksi tana kesalahan oleh variabel yang lain

 MSA>0,5, variabel masih bisa diprediksi dan bisa dianalisis lebih lanjut

 MSA<0,5, variabel tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dianalisis lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel lainnya

Referensi

Dokumen terkait

Lubang-lubang sumur dan lorong atau terowongan pada situs tersebut merupakan petunjuk cara yang digunakan pada tambang Oranje Nassau, yakni penambangan dalam atau tertutup

EEG akan dikerjakan diruangan yang aman (laboratory diagnostik) oleh teknisian EEG. Didalam ruanga penderita akan dipasang elektroda sebanyak 16-24 dengan pasta, elektroda yang

Perkembangan sistem pembayaran secara umum masih tetap dapat memenuhi kebutuhan kegiatan ekonomi di Jawa Tengah meskipun mengalami penurunan bila dibandingkan

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi adalah sekumpulan dari komponen yang saling berkaitan satu sama lain yang bertindak untuk

Umumnya curah hujan pada Das I Januari 2018 berkisar antara 50 - 150 mm/das (kriteria menengah) terjadi di sebagian besar Aceh, Sumut, Riau, Bengkulu, Jambi bag tengah, Sumsel

Aplikasi QR Code Generator dan QR Code Reader menggunakan metode stroke histogram merupakan sebuah aplikasi berbasis desktop yang pada intinya memiliki

1) Model pertama adalah model dengan nilai  0 adalah suatu konstanta. Menghitung standar eror dari regresi poisson bivariat dengan menggunakan metode bootsrap untuk

[4.1.1] Bahwa Teradu I, II, III, IV, dan V diduga melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu atas tindakannya tidak menanggapi surat para Pengadu pada tanggal 5 Februari